cover
Contact Name
anyan
Contact Email
anyanright@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalvoxedukasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan
ISSN : 20864450     EISSN : 25801058     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat publikasi hasil pemikiran dan penelitian dibidang pendidikan, pengajaran dan evaluasi belajar, baik laporan penelitian maupun tinjauan buku yang dapat memberikan solusi permasalahan bagi perkembangan dunia pendidikan dan pengajaran secara luas dan bermanfaat serta belum pernah publikasi di media cetak maupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: - Pendidikan dan Pengajaran - Metode/Model/Strategi Pembelajaran - Teori Pembelajaran - Penelitian Tindakan Kelas (PTK) - Evaluasi dan Hasil Belajar - Media Pembelajaran Interaktif - e-Learning - Multimedia Pendidikan - Bahan ajar - Kurikulum - Rencana Pembelajaran VOX EDUKASI terbit 2 kali per tahun pada bulan April dan Nopember.
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
TRANSFORMASI KURIKULUM 2013 MENUJU MERDEKA BELAJAR DI SMA NEGERI 1 PONTIANAK Iwan Ramadhan; Haris Firmansyah; Imran Imran; Shilmy Purnama; Hadi Wiyono
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 1 (2023): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i1.2097

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pembelajaran dalam Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pendekatan penelitian ini dengan mempelajari sistem kurikulum merdeka dan peneliti ikut serta dalam pelaksanaan pembelajaran bersama subyek penelitian. Metode yang dilakukan yaitu mulai dari wawancara sebagai pra riset dan wawancara terhadap subyek penelitian yang telah ditentukan sesuai dengan fokus penelitian terkait pengalaman dan makna yang sekolah, guru dan siswa alami. Hasil penelitiannya adalah adanya perbedaan signifikan dialami pihak sekolah dalam program, metode dan model pembelajaran dalam peralihan perubahan penerapan program dari kurikulum merdeka berupa proyek P5. Banyaknya aktivitas praktek dan siswa aktif mengikuti kegiatan P5. Proyek P5 SMAN 1 Pontianak hanya dilaksanakan di kelas X dan XI dengan tema yang berbeda. Dampak adanya perubahan Kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Pontianak adalah siswa lebih kreatif dan lebih mendalamkan peran sebagai siswa sehingga proses pembelajaran lebih menyenangkan serta menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih relevan dan interaktif. Perubahan pembelajaran Kurikulum 2013 ke Kurikulum merdeka hanya diterapkan pada kelas X dan XI. Penerapan pembelajaran kurikulum merdeka sebagian besar membuat siswa lebih aktif dan interaktif daripada kurikulum Kurikulum 2013. Penerapan pembelajaran berdasarkan kurikulum merdeka untuk memenuhi kebutuhan setiap peserta didik yang tidak sama di SMAN 1 Pontianak.Kata Kunci: Transformasi, Kurikulum 2013, Kurikulum merdekaABSTRACTThe purpose of this study was to find out the learning process in the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum. The method used is descriptive qualitative. Collecting data through observation, interviews, and documentation. This research approach by studying the independent curriculum system and researchers participating in the implementation of learning with research subjects. The method used is starting from interviews as pre-research and interviews with research subjects that have been determined according to the focus of research related to experiences and meanings that schools, teachers, and students experience. The results of his research are that there are significant differences experienced by schools in programs, methods, and learning models in the transition to changes in program implementation from the independent curriculum in the form of the P5 project. There are many practical activities and students actively participate in P5 activities. The P5 project of SMAN 1 Pontianak is only implemented in classes X and XI with a different theme. The impact of changing the 2013 Curriculum to the Independent Curriculum at SMAN 1 Pontianak is that students are more creative and deepen their roles as students so that the learning process is more enjoyable and presents a more relevant and interactive learning system. Learning changes from the 2013 Curriculum to the Independent Curriculum are only applied to grades X and XI. The application of independent curriculum learning mostly makes students more active and interactive than the 2013 Curriculum curriculum. The application of learning based on the independent curriculum to meet the needs of each student is not the same at SMAN 1 Pontianak.Keywords : Transformation, 2013 Curriculum, Merdeka Curriculum
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ELEKTRONIK BERBASIS MULTIMEDIA MENGGUNAKAN FLIP PDF PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS Verawati Verawati; Siti Juhairiah
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 1 (2023): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i1.1936

Abstract

ABSTRAKReformasi di bidang pendidikan, secara otomatis memunculkan kreatifitas, yang digagas oleh sumber daya manusia yang cerdas dan berkualitas. Seiring melesatnya capaian yang terjadi pada teknologi digital maka fokus penelitian ini adalah pengembangan bahan ajar Bahasa Inggris untuk kelas V Sekolah Dasar berbasis multimedia menggunakan flip pdf. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Bahasa Inggris yang menyenangkan dan mudah dipahami sehingga mendukung proses pembelajaran yang dilakukan guru. Penelitian yang dilakukan ini, mengacu pada metode penelitian dan pengembangan (R&D). Desain penelitian yang diadopsi dan dipakai pada penelitian ini adalah metode 5 langkah penelitian dan pengembangan Borg & Gall.  Tahapan pengembangan pada penelitian ini  dilakukan sampai tahapan revisi produk (main product revision). Keputusan ini diambil karena pertimbangan waktu dan biaya yang terbatas. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik komunikasi tidak langsung menggunakan alat bantu pengumpul data berupa lembar validasi dengan skala Likert untuk ahli materi dengan indikator kesesuaian dengan kebutuhan siswa kelas V SD dalam pembelajaran Bahasa Inggris tematik dan ahli media dengan indikator kemudahan dalam penggunaan bahan ajar berbasis multimedia. Data yang diperoleh kemudian dianalisis sesuai dengan kebutuhan siswa untuk pembelajaran Bahasa Inggris tematik. Data kuantitatif penilaian para ahli, dianalisa secara deskriptive hingga ditemukan persentase kelayakan bahan ajar pada materi Bahasa Inggris kelas V SD. Berdasarkan pada penelitian yang sudah dilakukan, dihasilkanlah bahan ajar elektronik. Pengembangan bahan ajar elektronik berbasis multimedia yang dilakukan, memiliki kualitas sebagai berikut; kategori layak dengan rata-rata persentase sebesar 76,83% menurut ahli materi karena isi sesuai dengan kebutuhan capaian pembelajaran siswa SD kelas V dan sangat layak dengan persentase sebesar 89,05% menurut ahli media karena media ini praktis dalam penggunaannya baik bagi guru maupun siswa.Kata Kunci: Bahan Ajar, Bahasa Inggris, Multimedia, PengembanganABSTRACTThe uniqueness of reform in the field of education automatically creates creative, intelligent, and quality human resources. Given the rapid development of digital technology, this research is in the form of developing multimedia-based electronic teaching materials using flip pdf in English subjects. This research aimed to develop electronic English teaching materials as support for learning. Methodology used in this research is R&D, which follows 5 steps or stages of research and development refers to the Borg & Gall method. In this research, the development stage is carried out to the main product revision stage. This consideration was made due to time and cost constraints. The data collection technique used is an indirect communication technique with a data collection tool, namely a material and media expert validation sheet with a Likert scale. The data obtained then processed and analyzed based on the students’ need in English thematic teaching learning acivity. Based on the research that has been done, electronic teaching materials have been produced. The quality of the development of multimedia-based electronic teaching materials developed is categorized as feasible according to material experts with an average percentage of 76.83% because the materials were suitable for the students’ needs and according to media experts, it is very feasible with a percentage of 89.05%, because of its’ practical and easy to use for both students and the teacher. Keywords:Teaching Materials, English, Multimedia, Development
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN EBOOK BAGI GURU FISIKA DALAM PROSES PEMBELAJARAN Riska Nabilah; Syuhendri Syuhendri; Sardianto Markos Siahaan
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 1 (2023): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i1.2199

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian survei untuk mengetahui kebutuhan guru terhadap suatu produk berupa ebook pembelajaran untuk peserta didik, Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian pengembangan pada tahap studi pendahuluan. Ebook yang akan dikembangkan adalah ebook pada materi fisika. Pengembangan ebook ini diharapkan dapat memudahkan peserta didik dalam mempelajari fisika dan dapat dijadikan sebagai sumber belajar tambahan selain buku paket di sekolah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket atau kuisioner, angket tersebut disebarkan dengan menggunakan platform google form kepada guru-guru fisika SMP dan SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru fisika membutuhkan ebook pembelajaran untuk mempermudah proses pembelajaran khususnya pada materi fisika. Karena ebook lebih mudah dan praktis digunakan dan sesuai dengan revolusi industri 4.0 yang semakin mengarah dalam penggunaan IT.Kata Kunci: Analisis Kebutuhan, Ebook, Pembelajaran FisikaABSTRACTPurpose of the research is for at the preliminary study stage. The ebook that will be developed is an ebook on physics material. The development of this ebook is expected to make it easier for students to learn physics and can be used as an additional learning resource in addition to textbooks at school. The instrument used in this study was a questionnaire or questionnaire, the questionnaire was distributed using the google form platform to middle and high school physics teachers. The results showed that physics teachers needed learning ebooks to facilitate the learning process, especially in physics. Because ebooks are easier and more practical to use and the industrial revolution 4.0 which is increasingly leading to the use of IT.Keywords: E-Books, Needs Analysis, Physics Learning
STRATEGI GURU PAI DALAM MENGATASI SISWA SLOW LEARN DI SMP BANGKALAN Wahyu Aliffah Salsabilla; Asrori Asrori; Hayumuti Hayumuti
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 1 (2023): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i1.2156

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mencari solusi bagi guru PAI dalam mengatasi siswa dengan gangguan Slow Learner atau lamban belajar di SMP Al-Falah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian field research (penelitian lapangan). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, Analisis data menggunakan reduksi data. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan guru dalam mengatasi siswa slow learner pada mata pelajaran PAI diantaranya: 1) strategi guru dalam meberikan motivasi kepada siswa yang kurang percaya diri. 2) menempatkan siswa yang mengalami slow learner di bangku barisan depan. 3) merubah metode pembelajaran agar menjadi lebih menarik. Implikasi pada strategi ini siswa menjadi lebih faham dan fokus terhadap materi PAI, dan siswa menjadi lebih semangat dalam belajar Agama Islam.Kata Kunci: Strategi, Lamban Belajar, PAI ABSTRACTThis study aims to find solutions for PAI teachers in dealing with students with slow learner disorders or slow learners at Al-Falah Middle School. This study used a qualitative approach with the type of field research (field research). Data collection techniques using observation, interviews, and data analysis using data reduction. The results of the study show that the strategies used by the teacher in overcoming slow learner students in PAI subjects include: 1) the teacher's strategy in motivating students who lack self-confidence. 2) placing students who are slow learners in the front row seats. 3) change the learning method to make it more interesting. Keywords: Strategy. Slow Learn, PAI
HUBUNGAN ANTARA PRAKTIK KERJA INDUSTRI DENGAN KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XII PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NUSANTARA INDAH SINTANG Fatkhan Amirul Huda; Seperi Seperi; Antonius Edy Setyawan
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 1 (2023): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i1.2011

Abstract

ABSTRAKKondisi lulusan SMK saat ini masih belum memenuhi ekspektasi yang diharapkan oleh dunia kerja. Kenyataan tersebut didukung oleh kesenjangan antara lain berupa kemampuan lulusan yang belum sesuai standar kualifikasi dunia kerja dan jumlah lulusan yang tidak sesuai dengan pertumbuhan dunia kerja sehingga banyak terjadi lulusan SMK yang menganggur. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan praktik kerja industri dengan kesiapan kerja siswa kelas XII kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Nusantara Indah Sintang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah asosiatif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 orang siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah sampling jenuh. Teknik pengumpulan data berupa angket dan dokumentasi, dimana data penelitian yang dijaring dengan angket adalah variabel kesiapan kerja. Variabel praktik kerja industri dijaring dengan menggunakan dokumentasi nilai prakerin. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,418 dengan kategori sedang. Disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara praktik kerja industri dengan kesiapan kerja siswa di SMK Nusantara Indah Sintang Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan jaringan. Pada analisis hipotesis menghasilkan nilai sig.(2-tailed) (0,021<0.05).Kata kunci: Praktik Kerja, Kesiapan Kerja Siswa SMK ABSTRACT         The current condition of SMK graduates still does not meet the expectations expected by the world of work. This fact is supported by tensions, including the ability of graduates who do not meet the qualification standards of the world of work and the number of graduates who do not match the growth of the world of work so that many vocational graduates are unemployed. The purpose of this study was to find out whether there is a relationship between industrial work practices and work readiness of class XII students with the competence of Computer and Network Engineering SMK Nusantara Indah Sintang. The method used in this study is associative correlational with a quantitative approach. The population in this study amounted to 30 students. The sampling technique in this study is saturated sampling. Data collection techniques are in the form of questionnaires and documentation, where the research data captured by the questionnaire is the variable of work readiness. Variables of industrial work practices are captured using the prakerin value documentation. The results showed a correlation coefficient value of 0.418 in the medium category. It was concluded that there is a significant relationship between industrial work practices and student work readiness at Nusantara Indah Sintang Vocational School, Computer and Network Engineering Skills Competency. The hypothesis analysis produces a sig.(2-tailed) value (0.021<0.05).Keywords:Work Practices, Work Readiness of Vocational High School Students 
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF ARTICULATE STORYLINE 3 BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DI KELAS IV SD Yuditya Nur Ayudianti; Encep Andriana; Sigit Setiawan; Rina Yuliana
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 1 (2023): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i1.2007

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan proses pengembangan media interaktif Articulate Storyline berbasis model pembelajaran kontekstual, 2) mendeskripsikan bagaimana kelayakan media pembelajaran interaktif Articulate Storyline 3 berbasis model pembelajaran kontekstual, 3) mendeskripsikan bagaiaman respon peserta didik terhadap media pembelajaran interaktif Articulate Storyline berbasis model pembelajaran kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode Borg and Gall yang dimodifikasi oleh Sugiyono menjadi 6 tahapan, yaitu; analisis kebutuhan, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan uji coba produk. Pengembangan pada penelitian ini melibatkan tim ahli yaitu ; ahli media, ahli materi, ahli bahasa dengan hasil presentase yang diperoleh yaitu 86,57% kategori “Sangat Layak”, lalu respon peserta didik memperoleh skor rata-rata 97,5% kategori “Sangat Baik”. Dengan demikian pengembangan media pembelajaran interaktif Articulate Storyline 3 berbasis model pembelajaran kontekstual sangat layak dan sangat baik digunakan sebagai bahan ajar dalam membantu proses pembelajaran tema 2 subtema 2 fokus utama pada muatan IPA di kelas IV SD.Kata Kunci: Media Pembelajaran Interaktif, Articulate Storyline, Model KontekstualABSTRACTThis study aims to: 1) describe the process of developing Articulate Storyline interactive media based on contextual learning models, 2) describe how appropriate the Articulate Storyline interactive learning media is based on contextual learning models, 3) describe how students respond to model based Articulate Storyline interactive learning media contextual learning. This study uses the Borg and Gall method which was modified by Sugiyono into 6 stages, namely; requirements analysis, data collection, product design, design validation, design revision, and product testing. The development of this research involves a team of experts, namely; media experts, material experts, linguists with the percentage result obtained that is 86.57% in the “Very Eligible” category, then the student responses get an average score of 97.5% in the “Very Good” category. This the development of interactive learning media Articulate Storyline 3 based on a contextual learning model is very geasible and very well used as teaching materials in helping the learning process of theme 2 subtheme 2, the main focus on science content in grade IV SD.Keywords: Interactive learning media, Articulate Storyline, contextual learning model
PENERAPAN FUN REWARDS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR Nofriza Efendi; Desi Indriyani; Muhardila Fauziah; Sonia Yulia Friska
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 1 (2023): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i1.2222

Abstract

ABSTRAKPenguatan dan penanaman motivasi belajar ada di tangan guru, karena unsur terpenting dalam kegiatan pembelajaran adalah guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa  melalui metode Fun Reward. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Sedangkan subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SDN 13 Lolong Kota Padang, dengan jumlah siswa  20 orang yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar anak melalui penerapan metode Fun Reward dengan kualifikasi sangat baik dan dinyatakan berhasil dengan skor pencapaian kelas 95% pada siklus II, meningkat dari 72% pada siklus I dan 69% pada siklus I. prasiklus, dan 35% pada prasiklus. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan Fun Rewards dapat meningkatkan motivasi belajar siswa karena pelajaran yang disajikan guru menyenangkan.Kata Kunci: Penerapan, fun rewards, motivasi, siswa ABSTRACTStrengthening and instilling learning motivation is in the hands of the teacher, because the most important element in learning activities is the teacher. This study aims to increase student motivation through the Fun Reward method. The type of research used is Classroom Action Research. Meanwhile, the subjects of this study were class II students at SDN 13 Lolong Kota Padang, with a total of 20 students consisting of 10 male students and 10 female students. The results showed that there was an increase in children's learning motivation through the application of the Fun Reward method with very good qualifications and was declared successful with a grade achievement score of 95% in cycle II, an increase from 72% in cycle I and 69% in cycle I pre-cycle, and 35% in cycle I. pracycle. Based on these data it can be concluded that the application of Fun Rewards can increase student motivation because the lessons presented by the teacher are fun.Keywords: Application, fun rewards, motivation, students
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN CRITICAL INVESTIGATION GROUP UNTUK MENGEMBANGKAN RASA INGIN TAHU SISWA Nurun Ni&#039;mah; Arna Purtina; Dedy Setyawan
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 1 (2023): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i1.1909

Abstract

ABSTRAKPenelitian  ini  bertujuan  untuk  menemukan  suatu  model  pembelajaran yang  dapat  mengembangkan rasa ingin tahu siswa. Pengembangan model pembelajaran ini dilandasi oleh fakta dan pemikiran bahwa proses pembelajaran yang selama  ini  dilaksanakan  belum dapat memfasilitasi siswa untuk mengembangkan karakter rasa ingin tahu. Penelitian ini menggunakan penelitian R&D dengan metode  penelitian dan pengembangan  menggunakan model ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa 1)               Model Pembelajaran Critical Investigation Group dinyatakan valid dengan kriteria validasi 86% untuk RPP dan 94% untuk LKS. 2) Model Pembelajaran Critical Investigation Group dapat diterapkan untuk melihat perkembangan karakter rasa ingin tahu siswa karena dilihat dengan adanya peningkatan karakter rasa ingin tahu ketika digunakannya model pembelajaran Critical Investigation Group dalam pembelajaran dari presentase rata-rata 84% menjadi 97%. 3) Hasil belajar siswa di setiap pertemuan dapat dilihat bahwa ada peningkatan ketuntasan secara klasikal. Hal tersebut terlihat dari presentase di pertemuan pertama dan kedua yang awalnya pada pre-test 63% menjadi 72% dan pada post-test 77% menjadi 90%.Kata Kunci: Model Pembelajaran, Critical Investigation Group, Rasa Ingin Tahu ABSTRACTThis study aims to find a learning model that can develop students' curiosity. The development of this learning model is based on the facts and thoughts that the learning process that has been implemented so far has not been able to facilitate students to develop the character of curiosity. The Critical Investigation Group learning model is carried out using research and development methods through the ADDIE development model, namely Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The results of this study stated that 1) The Critical Investigation Group Learning Model was declared valid with 86% validation criteria for lesson plans and 94% for student worksheets. 2) The Critical Investigation Group Learning Model can be applied to see the development of students' curiosity character because it can be seen by the increase in the curiosity character when the Critical Investigation Group learning model is used in learning from an average percentage of 84% to 97%. 3) Student learning outcomes in each meeting can be seen that there is an increase in classical completeness. This can be seen from the percentage at the first and second meetings which was initially 63% at the pre-test to 72% and at the post-test 77% to 90%.Keywords: Learning Model, Critical Investigation Group, Curiosity
PENGEMBANGAN E-MODUL UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI SD ISLAM NAZHIRAH BANDAR LAMPUNG Dian Juwita; Syarifuddin Basyar; Guntur Cahaya Kusuma; Erlina Erlina
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 1 (2023): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i1.2015

Abstract

 ABSTRAKPerkembangan teknologi di masa Society 5.0 merupakan ujian yang harus dihadapi, karena pelatihan dihadapkan pada kemajuan inovatif di masa Society 5.0. Tujuan tinjauan ini adalah untuk memahami rencana dan pengembangan E-modul, menggambarkan efek samping dari disetujuinya E-modul dan menggambarkan kualifikasi E-modul untuk siswa sekolah dasar. kelas dua di Sekolah Dasar Islam Nazirah. Konfigurasi pemeriksaan yang digunakan adalah model penelitian perbaikan. Penelitian perbaikan ini menggunakan dua instrumen jajak pendapat dan tes tersusun. Penelitian lanjutan ini menggunakan tiga macam prosedur pemeriksaan informasi, pemeriksaan grafis subyektif, pemeriksaan kejelasan kuantitatif, dan pengukuran inferensial t-test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konfigurasi perbaikan modul E menggunakan model kemajuan ADDIE. Dengan lima fase progresif. 1) Investigasi, 2) Rencana, 3) Kemajuan (Improvement) 4) Eksekusi (Aplikasi), 5) Penilaian. Keabsahan konsekuensi dari kemajuan modul E telah dilakukan dengan menggunakan teknik polling. Dengan empat orang ahli, yaitu ahli materi khusus, ahli perencanaan, ahli media dan ahli pembelajaran. Kelayakan kemajuan modul E telah disetujui. Informasi beredar secara teratur dengan tingkat kepentingan 0,05, penyebaran informasi homogen memiliki arti 0,41 ≥ 0,05 sehingga penyampaian informasi dapat dikatakan homogen. Uji spekulasi dilakukan dengan menggunakan uji t (cocok contoh uji t) dengan tingkat kepentingan 0,001≤0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diakui. Artinya, terdapat perbedaan hasil belajar setelah menggunakan modul E tinggi.Kata kunci; Pengembangan, E Modul, Media Pembelajaran, Bahasa ArabABSTRACTMechanical improvements in the period of Society 5.0 are a test that should be confronted, on the grounds that training is confronted with innovative advances in the time of Society 5.0. The reason for this review is to make sense of the plan and improvement of E-modules, portray the aftereffects of approving E-modules and depict the qualification of E-modules for primary school understudies. second grade at Nazirah Islamic Primary School. The examination configuration utilized is an improvement research model. This improvement research utilizes two poll instruments and a composed test. This advancement research utilizes three sorts of information examination procedures, subjective graphic investigation, quantitative clear examination, and t-test inferential measurements. The consequences of the examination show that the E module improvement configuration utilizes the ADDIE advancement model. With five progressive phases. 1) Investigation, 2) Plan, 3) Advancement (Improvement) 4) Execution (Application), 5) Assessment. The legitimacy of the consequences of the advancement of the E module has been done utilizing the poll technique. With four specialists, to be specific substance specialists, plan specialists, media specialists and learning specialists. The viability of E module advancement has been approved. The information is regularly circulated with an importance level of 0.05, the dispersion of homogeneous information has a meaning of 0.41 ≥ 0.05 so the information conveyance can be supposed to be homogeneous. The speculation test was done utilizing the t test (matched example t test) with an importance consequence of 0.001≤0.05 so H0 was dismissed and H1 was acknowledged. This implies, there are contrasts in learning results in the wake of utilizing the higher E module.Keywords: Development, Module E, Learning Media, Arabic
PERBANDINGAN METODE STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK DENGAN METODE ABJAD TERHADAP KETEPATAN DAN KECEPATAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR Tutik Lestari
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 1 (2023): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i1.2265

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebenarnya metode apa yang tepat yang akan digunakan dalam memecahkan masalah pada rendahnya ketepatan dan kecepatan membaca permulaan antara metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dengan metode abjad kelas 1 Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain Factorial 2x2. Berdasarkan dari hasil belajar siswa menggunakan metode SAS dengan metode Abjad memiliki perbedaan dalam ketepatan maupun kecepatan membaca permulaan siswa. Sedangkan untuk rata-rata Metode SAS terhadap ketepatan dan kecepatan membaca permulaan sebesar 82,71 dan 81,88 sedangkan dengan metode Abjad memiliki rata-rata sebesar 69,60 dan 80,00. Tidak itu saja peneliti juga melakukan uji normalitas dengan perolehan hasil analisis bahwasannya nilai sig > 0,05 yaitu 0.085, 0.068, 0.126 dan 0.075 (ketepatan dan kecepatan SAS, ketepatan dan kecepatan Abjad). hal ini memuat data penelitian berdistribusi normal. Karena data berdistribusi normal, peneliti melakukan uji hipotesi dengan melakukan uji one sample t test dengan nilai sig 0.000 < 0.05 dengan kesimpulan terima Ha dan tolak Ho yang berarti terdapat perbedaan menggunakan metode SAS (SD Negeri 07 Tiumang) dan metode Abjad (SD Negeri 02 Tiumang) pada ketepatan dan kecepatan membaca permulaan siswa kelas 1.Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, SAS dan Abjad, Ketepatan dan Kecepatan, Hasil Belajar ABSTRACTThe purpose of this study was to find out exactly what method is right to be used in solving the problem of low reading accuracy and speed at the beginning between the Synthetic Structural Analytical (SAS) method and the alphabetic method for grade 1 elementary school. The research method used was an experiment with a 2x2 factorial design. Based on the results of student learning using the SAS method with the Alphabetical method, there are differences in the accuracy and speed of students' initial reading. Meanwhile, the average SAS method for initial reading accuracy and speed was 82.71 and 81.88, while the Abjad method had an average of 69.60 and 80.00. Not only that, the researcher also conducted a normality test with the acquisition of the analysis results that the sig value was > 0.05, namely 0.085, 0.068, 0.126 and 0.075 (SAS accuracy and speed, alphabetic accuracy and speed). this contains normally distributed research data. Because the data were normally distributed, the researcher conducted a hypothesis test by conducting a one sample t test with a sig value of 0.000 <0.05 with the conclusion that accept Ha and reject Ho, which means that there is a difference using the SAS method (SD Negeri 07 Tiumang) and the Alphabetical method (SD Negeri 02 Tiumang ) on the accuracy and speed of beginning reading of grade 1 students.Keywords: Cooperative Learning, SAS and Alphabets, Accuracy and Speed, Learning OutcomesÂ