cover
Contact Name
anyan
Contact Email
anyanright@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalvoxedukasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan
ISSN : 20864450     EISSN : 25801058     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat publikasi hasil pemikiran dan penelitian dibidang pendidikan, pengajaran dan evaluasi belajar, baik laporan penelitian maupun tinjauan buku yang dapat memberikan solusi permasalahan bagi perkembangan dunia pendidikan dan pengajaran secara luas dan bermanfaat serta belum pernah publikasi di media cetak maupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: - Pendidikan dan Pengajaran - Metode/Model/Strategi Pembelajaran - Teori Pembelajaran - Penelitian Tindakan Kelas (PTK) - Evaluasi dan Hasil Belajar - Media Pembelajaran Interaktif - e-Learning - Multimedia Pendidikan - Bahan ajar - Kurikulum - Rencana Pembelajaran VOX EDUKASI terbit 2 kali per tahun pada bulan April dan Nopember.
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
MANAGEMENT OF HIGHER EDUCATION FINANCING IN THE PALOH DISTRICT COMMUNITY Budiman, Jumardi; Kuswanti, Heni; Okianna, Okianna
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2024): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i1.3308

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini ingin mengidentifikasi dan mendeskripsikan strategi pengelolaan pembiayaan pendidikan tinggi pada masyarakat Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, yang merupakan wilayah terluar di Kalimantan Barat dan berbatasan langsung dengan Malaysia Timur. Metode penelitian yang digunakan yakni pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif. Data penelitian diperoleh dengan cara wawancara terhadap informan yakni orang tua mahasiswa asal Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Teknik pengolahan data yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada aspek perencanaan pembiayaan pendidikan jenjang perguruan tinggi, orang tua mahasiswa telah menetapkan tujuan alokasi dana, merumuskan kondisi ekonomi saat ini, mengidentifikasikan segala kemudahan, kekuatan, kelemahan,  hambatan sehingga mampu mengembangkan rencana pembiayaan yang tepat. Pada aspek pengalokasian sumber pembiayaan pendidikan dengan sistem menabung, adanya alokasi dari tunjangan pekerjaan, dan program beasiswa yang diikuti dari anak yang melanjutkan diperguruan tinggi di wilayah tertentu. Pada aspek pengelolaan pembiayaan pendidikan, orang tua mahasiswa memiliki mekanisme yang berbeda sesuai kondisi ekonomi dan perencanaan awal. Evaluasi  pembiayaan  pendidikan  jenjang  perguruan tinggi pada masyarakat Kecamatan Paloh tidak dilaksanakan secara berkala oleh orang tua mahasiswa karena faktor kebiasaan, rasa percaya pada mahasiswa dan kesibukan dalam bekerjaKata Kunci : manajemen; masyarakat; pembiayaan pendidikan; perguruan tinggiABSTRACTThis research aims to find out and describe strategies for managing higher education financing in the people of Paloh District, Sambas Regency, which is the outermost region in West Kalimantan and directly borders East Malaysia. The research method used is a qualitative approach with descriptive form. Research data was obtained by conducting interviews with informants, namely parents of students from Paloh District, Sambas Regency. Data processing techniques are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that in the planning aspect of tertiary education financing, students' parents have set goals for allocating funds, formulated current economic conditions, and identified all the conveniences, advantages, weaknesses and obstacles so that they can develop an appropriate financing plan. In the aspect of allocating educational funding resources using a savings system, there is an allocation of work allowances, and a scholarship program for children who continue to college in certain areas. In the aspect of managing education financing, parents have different mechanisms according to economic conditions and initial planning. Evaluation of higher education financing in the Paloh District community is not carried out routinely by parents of students due to habit factors, feelings of trust in students, and busyness at workKeyword: College; education financing; Management; public
PENGEMBANGAN APLIKASI ASSESSMENT BERBASIS KOMPUTER (ABK) MENGGUNAKAN ARTICULATE STORYLINE UNTUK PENILAIAN AKHIR SEMESTER/TAHUN DI SMPN 3 LEMBAH BAWANG Arizal, Arizal; Suratman, Dede; Yundari, Yundari; Wele, Bruno Sala; Ariani, Prisilia
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i2.2593

Abstract

ABSTRAKThis study aims to develop an application for the Semester/Year End Assessment Process. The application developed is a Computer-Based Assessment Application (ABK). The research method used in this study is a qualitative development research method. This research was conducted at SMPN 3 Lembah Bawang during the PTS in the odd semester of the 2022/2023 academic year. Data collection techniques in this study are by way of observation and interviews. The results of this study indicate that the application developed is valid and feasible for testing. The results of this study also show that after using the ABK Application, it has an impact in the form of 1) Makes it easier for teachers to make corrections and analyze students' work results automatically without doing it manually, 2) Helps motivate and students in learning to use computer devices and makes them slowly get used to with computer equipment, 3) Can cut school funding expenditures for procuring photocopies of questions so that they can be kept as low as possible and greatly save costs and 4) Can assist in improving teacher competence so that they are always familiar with the use of computer devices in the world of education.Kata Kunci:  Computer-based Assessment, Articulate StorylineABSTRACTPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah aplikasi untuk Proses Penilaian Akhir Semester/Tahun. Aplikasi yang dikembangkan berupa Aplikasi Assessment Berbasis Komputer (ABK). Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian Pengembangan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMPN 3 Lembah Bawang pada saat PTS semester Ganjil Tahun Ajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan cara melakukan observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi yang dikembangkan valid dan layak untuk digunakan. Hasil penelitian ini pula menunjukkan bahwa setelah menggunakan Aplikasi ABK, menimbulkan dampak berupa 1) Memudahkan guru untuk melakukan pengoreksian dan menganalisis hasil pekerjaan peserta didik secara otomatis tanpa dilakukan secara manual, 2) Membantu memotivasi beserta didik dalam belajar menggunakan perangkat komputer dan membuat mereka perlahan terbiasa dengan perangkat komputer, 3) Dapat memangkas pengeluaran dana Sekolah untuk pengadaan fotocopy soal sehingga dapat ditekan serendah-rendahnya dan sangat menghemat biaya serta 4) Dapat membantu dalam meningkatkan kompetensi guru agar selalu terbiasa dengan penggunaan perangkat komputer dalam dunia Pendidikan.Keywords: Assesmen Berbasis Komputer, Articulate Storyline 
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN WAJIB BELAJAR SEMBILAN TAHUN DI KECAMATAN DEDAI KABUPATEN SINTANG Rupinus, Rupinus; Arifin, Arifin; Akadira, Tora
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i2.2852

Abstract

ABSTRAKProgram wajib belajar sembilan tahun merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong terwujudnya akses pendidikan yang bermutu di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program wajib belajar sembilan tahun di kecamatan Dedai, kabupaten Sintang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Area penelitian adalah sekolah negeri dan swasta jenjang sekolah menengah pertama di kecamatan Dedai. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan pola analisis interaktif, sementara penarikan kesimpulan secara induktif melalui proses triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan program wajib belajar sembilan tahun di kecamatan Dedai yakni (1) faktor sosial, ekonomi dan tingkat pendidikan orangtua siswa yang rendah sehingga menghambat siswa untuk mengakses pendidikan secara lebih berkualitas, (2) faktor geografis, jarak tempuh dari rumah ke sekolah yang memakan waktu 3-4 jam di musim hujan dan kemarau sehingga mempersulit siswa mengikuti pelajara, (3) akses teknologi internet dan listrik yang masih belum memadai sehingga berdampak pada kemampuan teknologi guru dan siswa dalam mengakses pembelajaran (4) kebijakan pendidikan yang belum sinkron dan berpihak pada pengembangan dan pemenuhan akses pendidikan secara merata bagi siswa di sekolah pedalaman dan pedesaan. Agar program wajib belajar sembilan tahun dapat berhasil maka diperlukan evaluasi dan perbaikan kebijakan secara utuh sesuai dengan permasalahan pendidikan di daerah.Kata Kunci: Wajib belajar sembilan  tahunABSTRACTThe nine-year compulsory education program is the government's effort to improve the quality of human resources and encourage access to quality education in the regions. This research aims to describe the implementation of the nine-year compulsory education program in Dedai sub-district, Sintang district. The research method used is qualitative research. The research area is public and private schools at junior high school level in Dedai sub-district. Data collection techniques use interview techniques, observation and documentation studies. Data analysis uses interactive analysis patterns, while conclusions are drawn inductively through a process of triangulation of techniques and sources. The results of this research show that there are several factors that determine the success and failure of implementing the nine-year compulsory education program in Dedai sub-district, namely (1) social, economic factors and the low level of education of students' parents, which prevents students from accessing higher quality education, (2) geographical factors, the distance from home to school which takes 3-4 hours in the rainy and dry seasons, making it difficult for students to attend lessons, (3) access to internet technology and electricity which is still inadequate, which has an impact on the technological capabilities of teachers and students in accessing learning (4) education policies that are not yet synchronized and support the development and fulfillment of equal access to education for students in remote and rural schools.In order for the nine-year compulsory education program to be successful, it is necessary to fully evaluate and improve policies in accordance with regional education problems.Keywords: nine years of compulsory education
REVOLUSI INDUSTRI 4.0: PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GOOGLE SITES PADA KOMPETENSI KEAHLIAN TKJ Anyan, Anyan; Tuah, Yayan Adrianova Eka
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2024): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i1.3534

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites untuk kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di era Revolusi Industri 4.0 pada materi Peripheral Komputer. Tujuan utama adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memotivasi siswa serta guru dengan penggunaan teknologi digital. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima langkah atau tahap yakni analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Data dalam penelitian ini diperoleh berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Validasi media pembelajaran dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, menghasilkan skor rata-rata 84,67% dan 85% yang keduanya masuk dalam kategori sangat layak. Implementasi media ini diuji coba pada siswa dan guru SMK Negeri 1 Dedai kelas X TKJ, menghasilkan penilaian rata-rata 85,67% dari guru dan 91,67% dari siswa, yang menunjukkan kategori sangat layak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis web dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran, serta memfasilitasi interaksi yang lebih baik antara siswa dan guru. Pengembangan diri guru dalam menguasai teknologi digital juga menjadi faktor kunci dalam keberhasilan penerapan media pembelajaran di era kemajuan teknologi masa kini.Kata Kunci: Google Sites, Media Pembelajaran Interaktif, Pengembangan, Peripheral Komputer ABSTRACTThis study discusses the development of interactive learning media based on Google Sites for Computer and Network Engineering (CNE) competency in the era of the Fourth Industrial Revolution, specifically on Computer Peripherals material. The main objective is to improve the quality of learning and motivate students and teachers through the use of digital technology. This type of research is development research or Research and Development (R&D) using the ADDIE model, which consists of five steps: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The data in this study were obtained in the form of qualitative and quantitative data. The validation of the learning media was conducted by subject matter experts and media experts, resulting in average scores of 84.67% and 85%, both of which fall into the very feasible category. The implementation of this media was tested on students and teachers at Vocational High School 1 Dedai in class X CNE, resulting in average ratings of 85.67% from teachers and 91.67% from students, indicating a very feasible category. The results of the study show that web-based learning media can enhance the effectiveness and efficiency of learning and facilitate better interaction between students and teachers. The professional development of teachers in mastering digital technology is also a key factor in the successful implementation of learning media in the current era of technological advancement.Keywords: Google Sites, Interactive Learning Media, Development, Computer Peripherals
PENGGUNAAN TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA Fajriah, Nurul Ainun; Prasetyo, Agung
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2024): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i1.2238

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan teknologi menjadi salah satu alternatif pembelajaran matematika, khususnya dalam meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa. Terdapat banyak aplikasi dan website serta teknologi lainnya yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran baik secara tatap muka maupun virtual dan dengan berbagai cara, seperti pembuatan modul, pembuatan aplikasi, dan penyajian soal sebagai bentuk penilaian. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk melihat potensi dan tantangan pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode scoping review dengan mengeksplorasi beberapa artikel terkait yang dilakukan melalui lima tahap, yaitu mengidentifikasi pertanyaan penelitian, mengidentifikasi studi yang relevan, memilih studi, memetakan data, dan menyusun, meringkas, dan melaporkan hasilnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi memudahkan guru dan siswa dalam proses pembelajaran matematika. Oleh karena itu, kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi perlu dikembangkan agar dapat terus berinovasi dalam penggunaan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran.Kata Kunci: Teknologi, kemampuan literasi matematikaABSTRACTThe use of technology is an alternative to learning mathematics, especially in improving students' mathematical literacy skills. There are many applications and websites as well as other technologies that can be used to support the learning process both face-to-face and virtual and in various ways, such as making modules, making applications, and presenting questions as a form of assessment. For this reason, this research was conducted to see the potential and challenges of using technology in improving students' mathematical lit-eracy skills. This study used the scoping review method by exploring several related articles which were carried out through five stages, namely identify-ing the research question, identifying relevant studies, study selection, chart-ing the data, and collating, summarizing, and reporting the results. The results show that the use of technology makes it easier for teachers and students in the process of learning mathematics. Therefore, the teacher's ability to use technology needs to be developed so that they can continue to innovate in technology to support the learning process.Keyword: technology, mathematical literacy ability
ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPAS DI KELAS IV UPT SDN 19 GRESIK Himma, Toyyibatul; Nugroho, Arya Setya
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i2.2909

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan membantu dalam memahami gaya belajar siswa kelas IV UPT SDN 19 Gresik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV sejumlah 35. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Gaya belajar yang digunakan siswa kelas IV adalah auditorial, visual, dan kinestetik. Siswa kelas IV kecenderungan belajar dengan cara melakukan eksperimen dan belajar di luar kelas, yang gaya belajar ini merupakan tipe gaya belajar kinestetik.Kata Kunci: Gaya belajar, auditorial, visual, kinestetikABSTRACTThis research aims to describe the learning styles of class IV students at UPT SDN 19 Gresik. This research is a descriptive type of qualitative research. The subjects of this research were 35 class IV students. Data collection techniques used observation and interviews. The learning styles used by fourth grade students are auditory, visual and kinesthetic. Class IV students tend to learn by conducting experiments and studying outside the classroom, this learning style is a type of kinesthetic learning style.Keywords: Learning styles, auditory, visual, kinesthetic 
PENGEMBANGAN E MODUL GURU PJOK BERBASIS CANVA MATERI GERAK DASAR UNTUK ANAK TUNAGRAHITA DI SEKOLAH KHUSUS SE-KABUPATEN TANGERANG Rokhim, Nur; Rusdiyani, Isti; Sholih, Sholih
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i2.2285

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan sebuah produk media pembelajaran bagi Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan berbasis canva dengan materi gerak dasar bagi anak tunagrahita ringan di sekolah khusus se-Kabupaten Tangerang. PJOK merupakan bagian dari pendidikan untuk mengembangkan kemampuan melalui gerak sehingga dapat mencapai kesehatan serta tujuan pendidikan yang diharapkan yaitu mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Anak Tunagrahita Ringan dalam pertumbuhannya mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas keseharianya karena keterbatasan motorik yang dimilikinya. Perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat para guru dituntut untuk dapat memanfaatkan teknologi dalam penyelenggaraan pembelajaran. Guru PJOK di SKH umumnya guru kelas yang belum mempunyai dasar pengetahuan tentang Penjas Adaptif. Model pengembangan media pembelajaran yang disusun dalam penelitian ini mengacu pada jenis pengembangan model ADDIE. Model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu Analisis Desain Development Impelementasi dan Evaluasi. Dengan adanya E-Modul Guru PJOK materi kombinasi aktivitas gerak dasar dapat tersampaikan dengan mudah dan Guru dapat memanfaatkan teknologi dalam penyelenggaraan pembelajaran PJOKKata Kunci: E-Modul, Canva,Anak Tunagrahita Ringan, Addie,Gerak DasarABSTRACTThe purpose of this development research is to produce a learning media product for canva-based Physical Education Sports and Health Teachers with basic motion material for mildly disabled children in special schools in Tangerang Regency. Physical Education is part of education to develop abilities through movement so as to achieve health and the expected educational goals which include knowledge, skills, and attitudes. Mild Tunagrahita children in their growth experience limitations in carrying out their daily activities due to their motor limitations. The rapid development of technology makes teachers required to be able to utilize technology in the implementation of learning. PJOK teachers in SKH are generally class teachers who do not have a basic knowledge of Adaptive PE. The learning media development model compiled in this study refers to the ADDIE model development type. The ADDIE development model consists of 5 stages, namely Analysis Design Development Implementation and Evaluation. With the E-Module of PJOK Teacher, the combination of basic movement activities can be conveyed easily and teachers can utilize technology in organizing PJOK learning.Keywords: E-Module, Canva, Mild Tunagrahita, Addie, Basic Movement
ANALISIS KOMPARATIF KOSAKATA “ROAD TO SUCCESS” DENGAN”CHINESE PROFICIENCY GRADING STANDARDS FOR INTERNATIONAL CHINESE LANGUAGE EDUCATION” Mellisa, Mellisa; Ina, Ina; Lusi, Lusi
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2024): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i1.3375

Abstract

ABSTRAKKosakata dalam pengajaran bahasa Mandarin memiliki dampak besar pada kemampuan pelajar, sehingga menjadi faktor penting dalam bahan ajar. Tahun 2021, Tes HSK mengalami perubahan dengan penambahan tingkat ujian, perluasan cakupan ujian, dan menentukan jumlah kosakata spesifik yang dibutuhkan untuk setiap tingkat.Oleh karena itu, Penelitian ini menggunakan metode literatur dan analisis komparatif untuk menganalisis dan membandingkan kosakata “Road to success”  dengan mengacu pada “Chinese Proficiency Grading Standards For International Chinese Language Education”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kosakata “Road to success” adalah mendukung peningkatan kemahiran bahasa Mandarin pembelajar, kosakata meningkat secara bertahap sesuai dengan kurikulum. Selanjutnya tingkat cakupan rata-rata kosakata “Road to success” dianalisis berdasarkan “Chinese Proficiency Grading Standards For International Chinese Language Education “ menunjukkan hasil cakupan kosakata setiap level yaitu HSK1 (dasar) sebesar 22%, HSK2 (dasar) sebesar 15%, HSK3 (dasar) sebesar 13%, dan HSK4 (menengah) sebesar 10%, dengan rata-rata cakupan total HSK 1-4 adalah 60%, sementara kosakata yang tidak termasuk dalam HSK 1-4 mencapai 40%. Kata Kunci: Analisis Komparatif; Bahan ajar; kosakata; standar HSKABSTRACTVocabulary in Chinese language teaching has a great impact on learners' abilities, so it is an important factor in teaching materials. In 2021, the HSK Test underwent changes by adding exam levels, expanding the scope of the exam, and determining the specific amount of vocabulary required for each level. Therefore, this study uses the method of literature and comparative analysis to analyze and compare the vocabulary of "Road to success" with reference to the "Chinese Proficiency Grading Standards For International Chinese Language Education". The results show that the number of "Road to success" vocabulary is to support the improvement of learners' Chinese proficiency, the vocabulary increases gradually according to the curriculum. Furthermore, the average coverage level of "Road to success" vocabulary analyzed based on "Chinese Proficiency Grading Standards For International Chinese Language Education" shows the results of vocabulary coverage of each level, namely HSK1 (basic) by 22%, HSK2 (basic) by 15%, HSK3 (basic) by 13%, and HSK4 (intermediate) by 10%, with an average total coverage of HSK 1-4 is 60%, while vocabulary that is not included in HSK 1-4 reaches 40%.Keyword: Comparative Analysis; Teaching materials; Vacabulary; HSK Standard
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK Imen, Bonifasius
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i2.2977

Abstract

ABSTRAKKurangnya daya serap peserta didik, keterbatasan sarana dan prasarana sekolah serta variasi guru dalam pembelajaran berdampak pada rendahnya hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Discovery Learning terhadap peningkatan hasil belajar mata pelajaran PAK-BP dengan materi Gereja Sebagai Komunitas Orang Beriman. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII sebanyak 12 orang dengan objek penelitian hasil belajar peserta didik mata pelajaran PAK-BP. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, angket dan tes. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar peserta didik, yaitu pada siklus I sebesar 56% (kognitif sebesar 41,67%, Afektif sebesar 67,17% dan Psikomotor sebesar 59,17%) dengan sebaran 12 peserta didik pada kategori “Layak”  meningkat di siklus II sebesar 76,91% (kognitif sebesar 72,33%, afektif sebesar 79,58% dan Psikomotor sebesar 73,61%) dengan sebaran 2 peserta didik pada kategori “Mahir”, 8 peserta didik pada kategori “Cakap” dan 2 peserta didik pada kategori “Layak”. Hal in berarti terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 20,91%. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Discovery Learning pada mata pelajaran PAK-BP dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.Kata Kunci: Hasil belajar,  Discovery Learning, Pendidikan Agama Katolik dan Budi PekertiABSTRACTThe lack of student absorption capacity, limited school facilities and infrastructure and the lack of teacher variation in learning have an impact on low student learning outcomes. This study aims to analyze the application of the Discovery Learning model to improve learning outcomes in PAK-BP subjects with material on the Church as a Community of Believers. This research is Classroom Action Research (CAR). The research subjects were 12 class VIII students with the research object being the learning outcomes of students in the PAK-BP subjects. Data collection was carried out using observation techniques, questionnaires and tests. Data analysis was carried out using quantitative and qualitative approaches. The results of the research showed that there was an increase in student learning outcomes, is 56% in cycle I (cognitive by 41.67%, affective by 67.17% and psychomotor by 59.17%) with a distribution of 12 students in the "Decent" category. increased in cycle II by 76.91% (cognitive by 72.33%, affective by 79.58% and psychomotor by 73,61%) with a distribution of 2 students in the "Proficient" category, 8 students in the "Competent" category and 2 students in the "Decent" category. This means that there has been an increase in learning outcomes by 20.91%. It can be concluded that the use of the Discovery Learning model in PAK-BP subjects can improve student learning outcomes.Keywords: Learning outcomes, Discovery Learning, Catholic Religious Education and Character
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR SD Faizah, Sholikhatin; Alfiansyah, Iqnatia
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i2.2854

Abstract

ABSTRAKModel pengajaran yang tradisional dan membosankan seringkali menyebabkan kurangnya motivasi siswa, yang kemudian berujung pada kurangnya semangat dalam belajar. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan memasukkan permainan tradisional seperti engklek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan permainan engklek dalam meningkatkan hasil belajar matematika bangun datar di kelas II SD Muhammadiyah 1 Sidayu Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan pre-experimental pre-test and post-test design. Sebanyak 34 siswa kelas II dilibatkan dalam penelitian, dengan jumlah sampel 15 orang. Pada ujian sebelumnya, hasil belajar siswa memperoleh nilai rata-rata 65. Namun pada post-test, nilai rata-rata meningkat drastis menjadi 89,67. Analisis lebih lanjut dilakukan melalui uji t sampel berpasangan dengan tingkat signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa permainan tradisional engklek memberikan dampak positif terhadap hasil belajar matematika di kelas II SD Muhammadiyah 1 Sidayu ketika memanfaatkan materi bangun datar.Kata Kunci: Permainan Tradisional Engklek, Hasil Belajar, Bangun DatarABSTRACTTraditional and boring teaching models often lead to a lack of student motivation, which then leads to a lack of enthusiasm in learning. One way to overcome this is to include traditional games such as engklek. This study aims to determine the effectiveness of cranklek game in improving the learning outcomes of flat shape math in class II of SD Muhammadiyah 1 Sidayu, Sidayu District, Gresik Regency. This study used an experimental method with a pre-experimental pre-test and post-test design. A total of 34 grade II students were involved in the study, with a sample size of 15 people. In the previous exam, students' learning outcomes obtained an average score of 65. But in the post-test, the average score increased dramatically to 89.67. Further analysis was conducted through a paired sample t-test with a significance level of 0.05. This shows that the traditional game of engklek has a positive impact on mathematics learning outcomes in class II of SD Muhammadiyah 1 Sidayu when utilizing flat building material.Keywords: Traditional Engklek Game, Learning Outcomes, Flat Buildings.