cover
Contact Name
JURNAL SOSIAL HUMANIORA
Contact Email
jsh.lppm@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsh.lppm@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosial Humaniora
ISSN : 20874928     EISSN : 25500236     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Sosial Humaniora (JSH) mendorong pengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang sosial humaniora melalui penerbitan karya ilmiah berbasis hasil penelitian (orisinal).
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
PENERAPAN KEDISIPLINAN: STRATEGI GURU DALAM MENGELOLA PESERTA DIDIK Aliyyah, Rusi Rusmiati; Marlina, Mina
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 16 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v16i1.12299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan disiplin kelas yang dilakukan di SDN Cilangkap 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kuasi kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur terhadap 15 guru sekolah dasar di SDN Cilangkap 2. Analisis menemukan empat tema utama: strategi, jenis, urgensi dan upaya kedisiplinan dalam pembinaan karakter disiplin siswa disekolah. Analisis menemukan empat tema utama: strategi, jenis, urgensi dan upaya kedisiplinan dalam pembinaan karakter disiplin siswa disekolah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan sekolah dalam menerapkan kedisiplinan ditentukan oleh strategi penyusunan peraturan tata tertib yang baik, pentingnya kedisiplinan bagi pengendalian diri siswa, salah satunya dalam mengelola sikap dan etika, keberhasilan disiplin juga ditentukan oleh upaya layanan konseling, yang membantu siswa mengatasi masalah pribadi atau emosional yang dapat memengaruhi perilaku tidak disiplin. Penelitian ini berkontribusi untuk menumbuhkan kesadaran diri pada siswa terhadap nilai disiplin kelas serta membangun hubungan yang baik antara siswa dengan guru.
Pemanfaatan Media Instagram Dalam Pengembangan Pembangunan Amalia, Nadia; Fitria, Maria; Firliandoko, Robby
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 16 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v16i1.16512

Abstract

Di era digital Media Sosial merupakan suatu media saling bersosialisasi maupun ber interaksi , Instagram menjadi platform yang efektif untuk mengkomunikasikan potensi sumber daya alam, budaya, serta sektor ekonomi lokal. Urgensi penelitian ini muncul dari kebutuhan Desa Tenjolaya untuk memaksimalkan penggunaan media sosial, khususnya Instagram, dalam upaya menarik perhatian wisatawan, meningkatkan keterlibatan masyarakat, serta mendukung program pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana Instagram digunakan oleh Desa Tenjolaya sebagai alat promosi dan komunikasi pembangunan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi peran Instagram dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat lokal, serta mengevaluasi dampak penggunaan Instagram terhadap perkembangan sektor ekonomi, sosial, dan budaya di desa. Selain itu, penelitian ini berusaha untuk menemukan kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan media sosial tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan desa, observasi terhadap akun Instagram desa, serta dokumentasi konten yang diunggah.
Implementation Of The Tanggap Leungitkeun Stunting (Taleus) Policy Danil, Mahmud; Husein Maruapey , Muhammad; Rusliandy , Rusliandy
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 16 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v16i1.18332

Abstract

This study originates from the serious challenges related to stunting in Indonesia, particularly in Bogor City, which has a significant prevalence and requires innovative handling. Stunting affects children's health, cognitive abilities, and long-term productivity, which can influence economic growth. One of the targets of the Sustainable Development Goals (SDGs) is to reduce the stunting rate by 40% by 2025. The Bogor City Government has designed the Tanggap Leungitkeun Stunting (TALEUS) innovation program to reduce stunting rates through integrated interventions. This study aims to analyze the implementation of the TALEUS policy, evaluate the program's effectiveness in reducing stunting rates, and identify factors contributing to its success and challenges in its implementation. This study employs a qualitative approach with a descriptive method, based on the policy implementation theory by Van Meter and Van Horn. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis. The study subjects included healthcare workers, representatives from local government agencies (OPDs), posyandu cadres, and the targeted community groups of the program. The study results indicate that the implementation of TALEUS has been relatively successful, supported by social, economic, and political factors. The program adopts a life-cycle approach, including nutrition education, supplementary feeding (PMT), and child growth monitoring. Community participation and cross-sectoral support are considered strong, but further improvements in education and sustained collaboration are still needed. Before TALEUS was implemented, the stunting prevalence in Bogor City fluctuated, rising from 4.52% in 2019 to 10.66% in 2020, then decreasing to 3.25% in 2022. After the implementation of TALEUS, the stunting rate in February 2023 was recorded at 2.81%, demonstrating the program’s effectiveness in accelerating stunting reduction. In conclusion, TALEUS has great potential to reduce stunting rates effectively through cross-sector collaboration and sustainable interventions. However, the long-term success of this program depends on consistent education and joint efforts from all stakeholders to achieve the Zero New Stunting target by 2024. Keywords: Policy Implementation, Stunting, TALEUS
Collaborative Governance dalam Pemenuhan Hak Anak: Evaluasi Kebijakan Perlindungan Anak di Jawa Barat Yusup, Rikki Maulana; Nugraha, Imam; Latifah, Yantsa Kahfi
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 16 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v16i1.18501

Abstract

Pemenuhan hak anak harus memperhatikan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Namun, implementasi kebijakan perlindungan anak di Jawa Barat masih menghadapi tantangan, seperti tingginya kasus kekerasan terhadap anak, rendahnya kesadaran masyarakat, serta belum optimalnya koordinasi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kolaborasi dalam pemenuhan hak anak di Jawa Barat, dengan menyoroti tantangan dan peluang dalam penerapan kebijakan berbasis collaborative governance. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami permasalahan secara holistik. Studi dilakukan di Provinsi Jawa Barat pada Desember 2024–Januari 2025, dengan fokus pada kabupaten dan kota yang menerapkan kebijakan perlindungan anak berbasis kolaborasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap pejabat pemerintahan, NGO, serta masyarakat. Teknik analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi pola dan tema yang relevan, dengan triangulasi data sebagai strategi validasi guna memastikan keakuratan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah terdapat berbagai program dan inisiatif dari pemerintah, implementasinya masih menghadapi kendala dalam koordinasi dan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan komitmen pemerintah daerah, optimalisasi koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta peningkatan keterlibatan masyarakat dan sektor swasta. Dengan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, kebijakan perlindungan anak di Jawa Barat dapat lebih efektif, berkelanjutan, dan merata dalam pemenuhannya.
Typology and Resolution of Core-Plasma Partnership Conflict in Shrimp Farming Siahaan, Flora Meliana; Amalliah
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 16 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v16i1.19866

Abstract

The core-plasma partnership conflict between companies and shrimp farmers in Bumi Dipasena, Lampung, represents the complex socio-economic dynamics within the fisheries sector. This study aims to identify the root causes of the conflict and map out the typology of the resolution strategies that have been applied. Using a literature review approach, the analysis focuses on aspects of power relations, transparency, and government intervention. The findings indicate that the conflict was triggered by breaches of agreement, lack of corporate accountability, and unequal access to resources. The typology of resolution includes legal approaches, mediation, and community empowerment efforts through shrimp farmers' organizations. This study highlights the importance of conflict communication and multi-actor engagement in achieving fair and sustainable resolution.
Pinang Sebagai Alat Kontak Masyarakat Papua di Arso Swakarsa Kabupaten Keerom: Betels as a Contact Tool for Papuan Community in Arso Swakarsa, Keerom Regency Lutfianasari, Rahma; Yusuf, Muhamad; Iribaram, Suparto; Muhandy, Rachmad Surya; Kadir, Akhmad
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v16i2.13476

Abstract

Areca atau yang juga dikenal sebagai buah pinang, adalah salah satu tanaman yang memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat Papua. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui ekstensi mengenai buah pinang yang digunakan sebagai alat kontak bagi masyarakat Papua di Arso Swakarsa, serta mengetahui ekstensi mengenai buah pinang yang dipandang mampu menjadi alat kontak bagi masyarakat setempat. Metode yang diterapkan pada penelitian “Pinang Sebagai Kontak Masyarakat Papua (Studi Kasus pada Masyarakat Papua di Arso Swakarsa Kabupaten Keerom)” menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini berfokus pada praktik konsumsi buah pinang pada masyarakat setempat. Penggunaan pinang menjadi kebiasaan yang digunakan sebagai kudapan dan simbol budaya yang menunjukkan betapa pentingnya pinang dalam kehidupan sehari-hari baik kalangan anak-anak hingga dewasa. Menggunakan pinang sebagai pembuka komunikasi, dapat menciptakan momen yang santai dan menyenangkan untuk berinteraksi dengan orang lain, memperkuat ikatan sosial, dan kebersamaan serta memperluas jaringan sosial. Selain itu adanya para-para pinang masyarakat Papua di Arso Swakarsa dapat menjadikannya sebuah media bertukar informasi, saling berbagi cerita serta saling berdiskusi, saling mendengarkan dan memberika perhatian satu sama lain. Menciptakan rasa kebersamaan dan persaudaraan yang kuat dalam terjalinnya ikatan sosial. Namun demikian para-para pinang mulai mengalami pergeseran akibat dari kesibukan masyarakat yang menimbulkan pola individualis dalam masyarakat.
A The Improvement of Religious Education Learning Outcomes Through Application of Discovery Learning in Elementary Schools: - Daga, Agustinus; Mariana Malo; Mikael Sene
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v16i2.16675

Abstract

Religious education plays a crucial role in shaping the Pancasila character of elementary school students. It contributes to the internalization of the noble values of Pancasila. The purpose of this study is to improve the learning outcomes of Catholic Religious Education for elementary school students through the use of discovery learning. The subjects of this research are the fourth-grade students of SDN Mananga Aba. The research method used is Classroom Action Research, which includes planning, implementation, observation, and reflection. Data collection was done using a test technique, consisting of 10 multiple-choice questions. The data analysis is descriptive covering student completion, class completion, and the analysis of teacher and student activity observations. The results of this study show that, in cycle I, students achieved a score of 65, which increased to 85 in cycle II. The teacher activity observation score in cycle II was 96, while in Cycle I it was 56. The student activity observation score in cycle II was 96, while the cycle I score was 63. The teacher and student scores in cycle II have reached the Good category. This research concludes that the implementation of discovery learning can improve the learning outcomes of fourth-grade students at SDN Mananga Aba. This finding implies an enhancement in teachers' comprehension and abilities in utilizing discovery learning to further improve student achievement.
DAMPAK EKSTERNALITAS NEGATIF AKIBAT BENCANA ALAM BANJIR TERHADAP MASYARAKAT KELURAHAN LEMPAKE, KOTA SAMARINDA Sahputra Sunan Aji; Utami, Alya Nindityas; Putri, Dina Hayati
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v16i2.19606

Abstract

Banjir merupakan salah satu jenis bencana hidrometeorologi yang semakin memengaruhi wilayah perkotaan, terutama akibat perubahan tata guna lahan, intensitas curah hujan yang tinggi, dan sistem drainase yang tidak memadai. Studi ini dilakukan di Kecamatan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, wilayah Kota Samarinda yang rawan banjir akibat urbanisasi yang pesat dan degradasi lingkungan. Tujuan studi ini adalah: (1) Menganalisis eksternalitas negatif akibat banjir terhadap lingkungan fisik, ekosistem, dan kondisi sosial masyarakat; (2) Mengkaji dampak ekonomi banjir, termasuk kerusakan aset dan strategi adaptasi yang diterapkan warga; dan (3) Mengevaluasi kapasitas masyarakat dalam merespons banjir dan menganalisis efektivitas kebijakan pengelolaan lingkungan yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan observasi lapangan, wawancara mendalam, Diskusi Kelompok Terarah (FGD), dan kuesioner yang disebarkan kepada 30 rumah tangga terdampak banjir yang dipilih secara purposif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa banjir telah menyebabkan pencemaran air, kerusakan drainase, munculnya penyakit, dan kerusakan properti rumah tangga. Kerugian ekonomi meliputi kerusakan aset dan terganggunya kegiatan penghasil pendapatan. Sebagian besar warga belum menerima pelatihan kesiapsiagaan bencana atau akses terhadap informasi mitigasi banjir. Respons pemerintah dinilai terbatas, tanpa adanya tempat evakuasi resmi; sebagai gantinya, warga berlindung di rumah tetangga, masjid, atau posyandu. Temuan ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk memperkuat kapasitas adaptasi masyarakat dan mengintegrasikan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan untuk secara kolektif mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
Transformasi Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa Wisata untuk Meningkatkan Kesejahteraan ditinjau dari Indikator Thinking Ahead (Studi Kasus di Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah) Ester Yulianti Pakpahan; Fathia Rahma Sholikhah; Putri Aksa Yemima; Adinda Putri Maharani; Rudiana
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v16i2.19981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa wisata Ponggok sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan, dengan meninjau melalui perspektif Thinking Ahead dalam kerangka Dynamic Governance. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan menjadikan Desa Ponggok, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sebagai objek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap dinamika yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan signifikan dalam pola partisipasi masyarakat Desa Ponggok tidak hanya disebabkan oleh intervensi pemerintah desa, melainkan juga oleh pergeseran pola pikir masyarakat yang semakin visioner dan proaktif. Program-program strategis seperti “Kartu Cerdas, Satu Rumah Satu Sarjana” dan “1 RW 1 Usaha” menjadi katalisator penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendiversifikasi basis ekonomi desa. Transformasi ini berdampak pada meningkatnya partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan potensi desa, khususnya di sektor pariwisata, serta membentuk budaya kolaborasi yang kuat dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan pembangunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pembangunan desa yang berkelanjutan mensyaratkan adanya sinergi antara perencanaan berbasis Thinking Ahead dan partisipasi masyarakat yang substantif sebagai aktor utama pembangunan.
Kontribusi Riverside Forest Sebagai Aliran Punk Football Terhadap Industri Sepak Bola Di Kota Bandung Pada Tahun 2021-2023 Bachtiar, Haekal
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v16i2.19986

Abstract

Punk Football is a subcultural phenomenon born from the meeting of two cultural elements: the rebellious spirit of punk and the passion for soccer. Riverside Forest is an alternative club to the chaos of Indonesian football. The majority of the club's funding is collectively funded by its supporters. The purpose of this research is to be able to describe the history and contribution of Riverside Forest to the soccer industry in Bandung City in 2021-2023. The method used is the historical research method which has four stages, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The club's philosophy is inseparable from criticism of the commercialization of modern football and their focus on building inclusive and community-based football with its supporters. Bird Dead Brigade (BDB) and Riverside Forest itself have a crucial role in shaping local identity and making a real contribution to the football industry. As key elements in the soccer ecosystem, they are not only fans, but also social actors that connect the sport to the cultural values, history, and pride of Bandung. Both Bird Dead Brigade (BDB) and Riverside Forest FC contribute significantly to the soccer industry, especially in Bandung. Their presence at the stadium drives ticket, merchandise and sponsorship revenue.