cover
Contact Name
JURNAL AGRONIDA
Contact Email
agronida@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agronida@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL AGRONIDA
ISSN : 24079111     EISSN : 25793225     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Merupakan jurnal yang berisi tentang hasil-hasil penelitian yang berkaitan bidang teknologi budidaya pertanian yang ramah lingkungan. khususnya dalam bidang produksi dan pengelolaan benih, produksi dan pengelolaan agen hayati, pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman , nutrisi tanaman dan pasca panen tanaman hortikultura.
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
PENGARUH EKSTRAK GULMA BELULANG (Eleusine indica L.) SEBAGAI BIOHERIBISIDA DALAM MENGENDALIKAN GULMA MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) PADA TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L. subsp. chinensis) Murtilaksono, Aditya; Adiwena, Muh; Chairiyah, Nurul; Sabir, Muhammad
JURNAL AGRONIDA Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v10i1.11297

Abstract

Pakcoy merupakan jenis sayuran yang banyak dibudidayakan di Kota Tarakan. Salah satu kendala budidaya Pakcoy adalah adanya gulma meniran yang banyak tumbuh di sekitar tempat budidaya pakcoy. Salah satu cara mengendalikan gulma meniran adalah melalui penggunaan herbisida nabati yang berasal dari gulma belulang. Kandungan metabolit sekunder dari belulang mampu mengendalikan gulma meniran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak belulang dalam mengendalikan gulma meniran pada tanaman pakcoy. Penelitian ini mengunakan rancangan acak kelompok 1 faktor, 4 ulangan, dan 6 taraf perlakuan, yaitu tanpa ekstrak belulang, ekstrak belulang 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Peubah yang diamati berupa tinggi tanaman pakcoy 1-5 MST, jumlah daun pakcoy 1-5 MST, bobot basah pakcoy 1-5 MST, tinggi gulma meniran 1-5 MST, jumlah daun gulma meniran1-5 MST, kerusakan gulma meniran 1-5 MST, bobot basah gulma meniran, bobot kering gulma meniran.  Analisis data menggunakan ANOVA dan data yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan ekstrak gulma belulang 100% mampu menurunkan tinggi gulma, jumlah daun, bobot basah dan bobot kering gulma meniran serta memberikan tingkat kerusakan daun gulma meniran paling tinggi.
POTENSI EKSTRAK AIR DARI RATUN TANAMAN SORGUM YANG DITANAM DI LAHAN INCEPTISOLS SEBAGAI BIOHERBISIDA Susilo, Edi; Pujiwati, Hesti; Rita, Wismalinda
JURNAL AGRONIDA Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v10i1.11602

Abstract

Alelopati merupakan proses yang melibatkan metabolit sekunder yang diproduksi oleh tanaman. Alelopati dapat mempengaruhi pertumbuhan di sekitar tanaman budidaya. Tanaman sorgum bisa menghasilkan alelopati yang dapat digunakan sebagai bioherbisida. Sumber ekstrak dari varietas berbeda memiliki potensi bioherbisida yang juga berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ekstrak organ ratun tanaman sorgum yang ditanam di lahan inceptisol terhadap perkecambahan. Penelitian dilakukan di lahan inceptisol Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu dan di laboratorium pada bulan Januari sampai Juni 2023. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal. Perlakuan yang diuji adalah ekstrak air sorgum berumur tujuh minggu yang berasal dari bahan dan varietas berbeda, yaitu kontrol, daun varietas Numbu, batang varietas Numbu, akar varietas Numbu, daun varietas Super 1, batang varietas Super 1, akar varietas Super 1, daun varietas Suri 4, batang varietas Suri 4, dan akar varietas Suri 4. Peubah yang diamati pada penelitian ini adalah persentase kecambah normal, persentase kecambah abnormal, panjang hipokotil, panjang radikula, bobot segar (hipokotil, radikula, kotiledon, dan kecambah), bobot kering (hipokotil, radikula, kotiledon, dan kecambah). Data amatan dianalisis ragam dan perlakuan yang berpengaruh nyata diuji lanjut menggunakan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak ratun mampu menghambat perkecambahan biji sorgum. Ekstrak air berasal dari ratun daun varietas Super 1 menghasilkan kecambah abnormal tertinggi, kecambah normal terendah, panjang plumula dan panjang radikula terendah. Organ daun ratun varietas Super 1 khususnya dan organ ratun varietas Super 1 pada umumnya merupakan bahan alelopati terbaik sebagai bioherbisida.
MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG SEMI (Zea mays L.) DI TANAH GAMBUT Masulili, Agusalim; Sutikarini; Mulyadi
JURNAL AGRONIDA Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v10i1.11852

Abstract

Budidaya jagung semi di tanah gambut memiliki beberapa faktor pembatas pertumbuhan, seperti pH tanah yang rendah dan kekurangan unsur hara makro serta mikro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati respon pertumbuhan dan hasil jagung semi terhadap pemberian berbagai konsentrasi POC air kelapa dengan frekuensi yang berbeda. Penelitian dilakukan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pontianak Barat selama 3 bulan, mulai Januari-April 2023. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan 7 kombinasi taraf perlakuan, yaitu tanpa POC, POC 10 ml/l dengan frekuensi penyiraman 3 hari sekali, POC 10 ml/l dengan frekuensi 6 hari sekali, POC 10 ml/l dengan frekuensi 9 hari sekali, POC 20 ml/l dengan frekuensi 3 hari sekali, POC 20 ml/l dengan frekuensi 6 hari sekali, dan POC 20 ml/l dengan frekuensi 9 hari sekali. Peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman, luas daun, panjang tongkol, bobot tongkol berkelobot, dan bobot tongkol tanpa kelobot. Data hasil pengamatan dianalisis ragam pada taraf 5%. Data yang menunjukkan pengaruh nyata diuji lanjut menggunakan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf nyata 5% (α 0,05). POC air kelapa memiliki potensi dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung semi. Hasil penelitian menunjukkan, konsentrasi POC air kelapa yang diberikan berpengaruh nyata terhadap peubah hasil jagung semi, seperti panjang tongkol, bobot tongkol berkelobot  dan bobot tongkol tanpa kelobot. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan pemberian POC air kelapa konsentrasi 20 ml/l dengan frekuensi 3 hari sekali.
DINAMIKA POPULASI KUTU PUTIH Paracoccus marginatus Williams & Granara de Willink (HEMIPTERA: PSEUDOCOCCIDAE) DAN MUSUH ALAMINYA PADA TANAMAN SINGKONG Fanani, Muhammad Zainal; Rauf, Aunu; Maryana, Nina; Nurmansyah, Ali; Hindayana, Dadan
JURNAL AGRONIDA Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v10i1.12629

Abstract

Kutu putih Paracoccus marginatus Williams & Granara de Willink (Hemiptera: Pseudococcidae) merupakan salah satu  hama yang paling dominan pada tanaman singkong (Manihot esculenta). Hama ini pertama kali terdeteksi di Indonesia pada tahun 2008. Parasitoid Acerophagus papayae Noyes & Schauff (Hymenoptera: Encyrtidae) merupakan agens hayati eksotik yang potensial mengendalikan kutu putih di banyak negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika penekanan populasi P. marginatus oleh musuh alami di lapang. Monitoring dilakukan dengan cara mengamati 50 tanaman contoh setiap bulannya. Peubah yang diamati meliputi insidensi serangan dan populasi kutu putih, persentase parasitasi dan hiperparasitasi serta populasi predator pada tiga kebun singkong selama 12 bulan berturut-turut. Insidensi serangan dan tingkat serangan kutu putih tertinggi masing-masing sebesar 26% dan 64% terjadi pada musim kemarau. Parasitoid A. papayae mampu menekan populasi P. marginatus antara 1-15 ekor per tanaman dengan tingkat parasitisasi 9-16%. Dinamika parasitisasi parasitoid bergantung pada kelimpahan kutu putih di lapangan. Hiperparasitoid yang ditemukan menyerang parasitoid tersebut adalah Chartocerus sp. (Hymenoptera: Signiphoridae) dan Prochiloneurus sp. (Hymenoptera: Encyrtidae). Hiperparasitisasi Chartocerus sp. pada A. papayae berkisar 0.87-1.05%, sedangkan hiperparasitisasi Prochiloneurus sp. pada A. papayae berkisar 0.47-1.35% per tanaman. Predator Plesiochrysa ramburi dan Cryptolaemus montrouzieri sangat rendah populasinya di lapangan sehingga tidak memberikan dampak yang nyata terhadap fluktuasi populasi kutu putih.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TIGA AKSESI KEMANGI (Ocimum basilicum L.) PADA BERBAGAI JENIS PUPUK SUMBER NITROGEN ORGANIK Rahayu, Arifah; Islahiyati, Refi; Yuliawati
JURNAL AGRONIDA Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v10i1.13113

Abstract

Pemanfaatan daun kemangi sebagai tanaman sayuran dan biofarmaka menuntut dihasilkannya produk yang aman untuk dikonsumsi, sehingga mendorong budidaya ramah lingkungan menggunakan pupuk alami, terutama untuk sumber nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pupuk sumber nitrogen organik terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa aksesi kemangi. Penelitian dilaksanakan bulan Juli-September 2021 di kebun percobaan Jambu Luwuk Ciawi, Bogor. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAL faktorial. Faktor pertama adalah aksesi kemangi (Kadudampit, Ciaruteun dan Cidolog) dan faktor kedua merupakan sumber N (tanpa pemberian pupuk N, urea, kompos kipahit (Tithonia diversifolia L.), kompos kirinyuh (Chromolaena odorata L.), dan pupuk kandang ayam). Peubah amatan penelitian ini adalah jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah cabang dan total panjang cabang, luas daun, diameter batang, bobot segar dan kering panen pertama sampai ketiga, bobot segar dan kering akar serta tajuk. Aksesi Kadudampit memiliki keunggulan pada tinggi tanaman, luas daun, bobot segar dan kering panen pertama dan kedua serta bobot kering panen ketiga dan panen total dibandingkan dengan aksesi kemangi lainnya. Aplikasi kompos kirinyuh mampu meningkatkan tinggi tanaman kemangi, sedangkan penggunaan pupuk kandang ayam mampu meningkatkan jumlah daun, jumlah cabang, total panjang cabang, bobot segar dan kering tajuk serta akar tanaman kemangi.  Kompos kirinyuh dan pupuk kandang ayam dapat menjadi sumber N alternatif sebagai pengganti urea pada tanaman kemangi.
Perbandingan pertumbuhan dan hasil berbagai varietas bawang merah (Allium cepa) di lahan gambut Meulaboh Aceh Barat Nurwahdani, Syarifah; Handayani, Rd. Selvy; Ismadi, Ismadi; Nilahayati, Nilahayati; Nazirah, Laila; Inayatillah, Aufa
JURNAL AGRONIDA Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v10i2.14592

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu tanaman sayuran yang banyak manfaatnya dan permintaannya juga tinggi. Produksi tanaman bawang merah di Kabupaten Aceh Barat masih rendah, terutama karena penanaman dilakukan di lahan gambut, dan varietas yang adaptif terhadap lahan tersebut belum tersedia. Tujuan penelitian untuk membandingkan pertumbuhan dan hasil umbi dari beberapa varietas nasional bawang merah pada lahan gambut di Meulaboh, Aceh Barat. Penelitian dilaksanakan pada lahan percobaan milik Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat dan Laboratorium Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, mulai Januari hingga April 2024.  Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan tiga ulangan, yang terdiri atas tujuh varietas, yaitu Gayo, Birma, Cirebon, Singkil Gajah, Bima Brebes, Tajuk, dan Batu Ijo Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas bawang merah memiliki pertumbuhan dan hasil tanaman yang berbeda pada semua peubah yang diamati. Tinggi dan jumlah daun varietas Cirebon, Gayo, dan Birma (varietas dataran tinggi) lebih rendah dibandingkan dengan varietas dataran rendah lainnya. Varietas Batu Ijo memiliki diameter umbi terbesar, tetapi jumlahnya sedikit, sedangkan Bima Brebes memiliki diameter besar dengan jumlah umbi yang banyak. Varietas Tajuk dan Bima Brebes menunjukkan nilai bobot segar dan bobot kering umbi terbaik di antara varietas lainnya.
Korelasi antar uji mutu fisiologis benih cabai rawit (Capsicum annuum var. glabriusculum) metode tetrazolium dengan metode standar Undang, Undang; Musyahrani, Sylviaghani; Rahayu, Arifah; Yuliawati
JURNAL AGRONIDA Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v10i2.15727

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi antara uji daya berkecambah dengan uji tetrazolium terhadap mutu fisiologis benih cabai rawit (Capsicum annuum var. glabriusculum). Penelitian dilaksanakan mulai bulan Maret-Juni 2024 di Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih dan Laboratorium Mikroteknik IPB Dramaga. Penelitian dilakukan dalam dua percobaan. Percobaan pertama menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal, yaitu 10 genotipe cabai rawit (Bara, Genie, Jelita, Lembayung, Namira, Syakira, Triwarsana, Viola, Violeta, dan F12 145174). Percobaan kedua menggunakan rancangan acak lengkap faktorial, faktor pertama genotipe cabai rawit seperti pada percobaan pertama dan faktor kedua adalah konsentrasi larutan tetrazolium (0,5%, 1%, dan 1,5%). Uji viabilitas benih menunjukkan bahwa genotipe Bara memiliki daya berkecambah tertinggi, genotipe Genie dengan indeks vigor, kecepatan tumbuh dan bobot kering kecambah normal tertinggi, genotipe Violeta dengan keserempakan tumbuh tertinggi dan genotipe Viola dengan laju pertumbuhan kecambah tertinggi. Pengujian tetrazolium menghasilkan 12 pola pewarnaan yang dikelompokkan menjadi empat pola normal kuat, dua pola normal lemah, tiga pola abnormal, dan tiga pola benih mati. Nilai korelasi positif yang nyata terdapat pada daya berkecambah dengan konsentrasi tetrazolium 1% dan bobot kering kecambah normal dengan konsentrasi tetrazolium 1,5%. Hasil ini mengindikasikan bahwa pola pewarnaan dapat memprediksi viabilitas benih cabai, tetapi belum dapat digunakan untuk menduga vigor benih cabai dan masih perlu pengujian lebih lanjut.
Korelasi dan sidik lintas beberapa varietas jagung manis pada berbagai dosis abu TKKS di lahan gambut Irfandri; Deviona; Masliana
JURNAL AGRONIDA Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v10i2.15832

Abstract

Produksi jagung manis di Riau mengalami fluktuasi akibat perubahan luas lahan panen. Perluasan areal tanam ke lahan gambut menjadi salah satu solusi peningkatan produksi jagung manis di Riau. Lahan gambut memiliki beberapa masalah, diantaranya pH rendah atau sangat masam, kapasitas tukar katiannya tinggi, sementara kejenuhan basanya rendah. Penggunaan abu tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan varietas unggul diharapkan dapat meningkatkan produksi jagung di lahan gambut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keeratan hubungan, pengaruh langsung dan tidak langsung beberapa varietas jagung manis pada berbagai dosis abu TKKS di lahan gambut. Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2023 hingga April 2024 dengan metode RAK faktorial. Faktor pertama varietas jagung manis (Bonanza, Kumala, Golden Boy, dan Paragon), sementara faktor kedua abu TKKS (tanpa abu TKKS; 1,5 t.ha-1; 3 t.ha-1 dan 4,5 t.ha-1). Peubah yang diamati adalah waktu mekar sempurna bunga jantan, waktu munculnya bunga betina, tinggi tanaman, diameter batang, umur panen, diameter tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, jumlah baris biji dan bobot tongkol per plot. Hasil penelitian menunjukkan karakter tinggi tanaman, diameter batang, umur panen, diameter tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, bobot tongkol tanpa kelobot dan jumlah baris biji memiliki korelasi positif dengan karakter bobot tongkol per plot. Bobot tongkol tanpa kelobot merupakan karakter yang memiliki pengaruh langsung yang paling besar terhadap karakter bobot tongkol per plot. Panjang tongkol tanpa kelobot memiliki nilai pengaruh tidak langsung yang paling besar terhadap bobot tongkol per plot melalui karakter bobot tongkol tanpa kelobot.
Pengaruh aksesi dan dosis pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan dan hasil kacang bogor (Vigna subterranea L. Verdc.) Darudriyo, Darudriyo; Novica, Siti Rezeki; Setyono, Setyono; Yuliawati, Yuliawati
JURNAL AGRONIDA Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v10i2.17220

Abstract

Kacang bogor atau bambara groundnut merupakan jenis tanaman legum asal Afrika yang sudah lama beradaptasi di Indonesia. Produktivitas kacang bogor di Indonesia masih tergolong rendah dan perlu ditingkatkan. Peningkatan produktivitas kacang bogor dapat dilakukan melalui pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa aksesi kacang bogor. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 3 ulangan dan 2 faktor, yaitu asal aksesi (Jampang, Cibenda, dan Waluran) dan dosis pupuk SP-36 (0%, 50%, 100%, 150% dari dosis rekombinasi). Peubah yang diamati berupa tinggi tanaman, jumlah daun, diameter kanopi, luas daun, diameter batang, jumlah bunga, bobot segar dan kering brangkasan, bobot segar dan kering polong total, jumlah polong bernas, cipo, serta total. Hasil penelitian menunjukkan aksesi Waluran memiliki keunggulan pada peubah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter kanopi, jumlah bunga, jumlah polong total dan jumlah polong bernas. Pemberian SP-36 dengan dosis 150% rekomendasi menghasilkan jumlah bunga, bobot polong total dan bobot polong bernas terbaik. Aksesi Waluran yang diberi SP-36 150% rekomendasi menghasilkan jumlah bunga dan bobot kering brangkasan yang tinggi.
Pengaruh urine sapi dan ekstrak tauge terhadap keberhasilan tumbuh setek batang melati (Jasminum sambac L.) Mulyaningsih, Yanyan; Tobing, Oktavianus Lumban; Sihombing, Zuena Silvani
JURNAL AGRONIDA Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v10i2.14782

Abstract

Jasmine are generally propagated through stem cuttings. However, this method encounters several challenges, particularly the low ability of cuttings to develop roots. The success and growth of jasmine stem cuttings can be enhanced by applying natural plant growth regulators, such as cow urine and mung bean sprout extract. This study aimed to evaluate the effects of cow urine and mung bean sprout extract on the success rate and growth performance of jasmine stem cuttings. The experiment was conducted using a factorial completely randomized design (CRD) with three replications. The first factor was the concentration of cow urine at four levels: 0 mL/L, 10 mL/L, 20 mL/L, and 30 mL/L. The second factor was the concentration of mung bean sprout extract at four levels: 0%, 20%, 40%, and 60%. The results indicated that the application of cow urine at a concentration of 30 mL/L produced higher shoot length (5–8 WAP), number of shoots (7–8 WAP), and root length of jasmine stem cuttings compared to those without cow urine treatment. Moreover, the application of 40% mung bean sprout extract in combination with 30 mL/L cow urine resulted in significantly higher percentages of sprouted cuttings, surviving cuttings, and rooted cuttings compared to combinations with other cow urine treatments.