cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
editor.wms.undiksha@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana no. 11, Singaraja, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Wahana Matematika dan Sains
ISSN : 18580629     EISSN : 25496727     DOI : -
Core Subject :
Wahana Matematika dan Sains merupakan jurnal yang menampung tulisan hasil penelitian atau kajian pustaka dalam bidang MIPA atau pendidikan MIPA yang belum pernah atau tidak dalam sedang proses untuk dipublikasikan pada jurnal lain. Tulisan bisa dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 262 Documents
Pendekatan Statistik Spasial dalam Analisis Bahaya Seismik Gempa Bumi antar Provinsi di Indonesia sebagai Dasar Mitigasi Bencana Hanna DM Hutabarat; Iqva Junita; Aqil Afrizqal Saldi; Indri Theresia Manik; Nadicta Eunike Sitorus; Regilpa Sagala
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i1.113020

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pola distribusi spasial kejadian gempa bumi antar provinsi di Indonesia serta mengidentifikasi wilayah dengan tingkat bahaya seismik tinggi sebagai dasar penyusunan strategi mitigasi bencana. Data gempa bumi bersumber dari katalog resmi BMKG selama 2019-2023, mencakup seluruh 34 provinsi di Indonesia dengan batas magnitudo minimum M ≥ 3,0 SR. Pendekatan statistik spasial digunakan dengan unit analisis berupa 34 provinsi. Analisis mencakup eksplorasi data melalui statistik deskriptif dan visualisasi peta choropleth, pemodelan hubungan spasial menggunakan matriks bobot kontiguitas Queen, pengujian autokorelasi spasial global dengan Indeks Moran, identifikasi pola lokal melalui LISA, dan penyusunan indeks bahaya seismik berbasis z-score. Hasil menunjukkan variasi jumlah gempa yang cukup besar antar provinsi, dengan konsentrasi lebih tinggi pada kawasan Indonesia Timur dan jalur tektonik aktif. Uji Moran’s I tidak menunjukkan autokorelasi spasial global yang signifikan, namun analisis LISA mengidentifikasi kluster lokal pada wilayah berseismisitas tinggi, yaitu kluster High-High di Papua Barat, Sulawesi Barat, Maluku, dan Nusa Tenggara Barat. Analisis regresi OLS menunjukkan bahwa jumlah gempa signifikan (M ≥ 5,0 SR) merupakan prediktor signifikan terhadap jumlah gempa total, sementara magnitudo rata-rata dan kedalaman rata-rata tidak berpengaruh signifikan. Berdasarkan indeks bahaya komposit, Sulawesi Barat, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Barat termasuk wilayah dengan bahaya seismik sangat tinggi. Penelitian ini memberikan gambaran distribusi kegempaan dan mendukung penentuan wilayah prioritas mitigasi bencana gempa di Indonesia.
Pengaruh Motivasi Belajar dan Keaktifan Siswa terhadap Literasi Matematika dalam Model RBL-STEM di Materi Persamaan Garis Lurus Nasywa Mufthia Khairunnisa; Abdul Aziz; Dwi Sulistyaningsih
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i1.113076

Abstract

Penelitian ini tujuannya menganalisis pengaruh motivasi belajar dan keaktifan siswa terhadap kemampuan literasi matematika, khususnya didalam penerapan pembelajaran RBL-STEM di siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Patean. Menggunakan pendekatan kuantitatif pada desain quasi-eksperimen, penelitian melibatkan 36 siswa yang dipilihkan pada purposive sampling. Data dikumpulkan pada tes literasi matematika, angket motivasi belajar, dan lembar observasi keaktifan, kemudian dianalisiskan pada regresi linear sederhana dan berganda. Hasil utama memuat: (1) motivasi belajar tidak signifikan pada literasi matematika (p = 0,919 > 0,05; t = 0,103); (2) keaktifan siswa berpengaruh signifikan pada literasi matematika (p = 0,000 < 0,05; t = 4,600); serta (3) kombinasi motivasi dan keaktifan secara simultan memengaruhi literasi matematika (p = 0,000 < 0,05; F = 10,298), dengan kontribusi sebesar 38,4% (R² = 0,384), sementara 61,6% dipengaruhi faktor eksternal lainnya.
Eksplorasi Etnokimia Tanaman Obat Gatel dalam Lontar Usada Rare untuk Integrasi Pembelajaran Farmakognosi di SMK Farmasi Niluh Putu Arpilia Rahayudewi; I Nyoman Tika; I Gusti Lanang Wiratma
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i1.113349

Abstract

Pengobatan tradisional berbasis kearifan lokal memiliki peran penting sebagai sumber pengetahuan etnokimia yang relevan untuk dikaji secara ilmiah dan diintegrasikan dalam pembelajaran. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan jenis tanaman yang digunakan untuk mengobati gatel berdasarkan lontar Usada Rare, kandungan kimia masing-masing tanaman obat gatel berdasarkan lontar Usada Rare, serta pengintegrasiannya ke dalam pembelajaran farmakognosi di SMK Farmasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah transkrip lontar Usada Rare, balian usada, artikel, buku dan jurnal ilmiah serta silabus farmakognosi. Objek penelitiannya adalah jenis tanaman untuk mengobati gatel dalam lontar Usada Rare, kandungan kimia masing-masing tanaman obat, serta indikator kompetensi dasar, materi ajar, dan potensi integrasi etnokimia. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen, wawancara, dan observasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua puluh tiga jenis tanaman obat yang dapat dijadikan sebagai bahan obat gatel yang meliputi daun sirih, bawang putih, kemiri, cendana, sembung, ketepeng, daun gatal, kelapa, belimbing wuluh, kirinyuh, adas, cemcem, dadap, pepaya, pepe, jahe, buah pinang, bawang merah, juwet, jeruk limau, pegagan, kamboja, dan lengkuas. Kandungan kimia dalam tanaman obat gatel yaitu senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, fenolik, polifenol, terpenoid, kumarin, saponin, tanin, dan glikosida yang bermanfaat untuk mengobati iritasi, peradangan pada kulit, dan mempercepat pemulihan bekas luka. Pengetahuan etnokimia tersebut dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran farmakognosi di SMK Farmasi. Hasil penelitian ini berimplikasi pada pembelajaran farmakognosi berbasis kearifan lokal.
Analisis Spasial Persebaran, Kepadatan, dan Pola Distribusi Rumah Sakit di DKI Jakarta Tahun 2022 Menggunakan Pendekatan ESDA pada Tingkat Kecamatan Femi Ezrani Sianturi; Febi Hijriana; Kartini Bago; Nur Maulydia Rizky; Raihan Riyadi Siregar; Vincencia Cahyani Pandiangan; Hanna Dewi Marina Hutabarat
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i1.113514

Abstract

Pemerataan fasilitas kesehatan merupakan faktor penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran, kepadatan, dan pola distribusi rumah sakit di DKI Jakarta tahun 2022 menggunakan pendekatan Exploratory Spatial Data Analysis (ESDA) pada tingkat kecamatan. Data yang digunakan meliputi lokasi rumah sakit, batas administrasi, dan jumlah penduduk. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, perhitungan densitas, serta metode Kernel Density Estimation (KDE), Nearest Neighbor Analysis (NNA), dan uji autokorelasi spasial Moran’s I serta LISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi rumah sakit masih belum merata dan cenderung terkonsentrasi di wilayah tertentu. Pola distribusi yang terbentuk bersifat mengelompok dan tidak acak, serta masih terdapat wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Temuan ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam penyediaan fasilitas kesehatan yang perlu menjadi perhatian dalam upaya pemerataan layanan.
Penerapan Model Regresi Spasial pada Data Tingkat Pengangguran Terbuka di Seluruh Provinsi Indonesia Naomi Sitompul; Riris Apriani Simarmata; Angelica Carolina Tambunan; Aura Patresia Naibaho; Lirana Sapriani Gulo; Muhammad Fazra; Hanna Dewi Marina Hutabarat
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i1.113559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di seluruh provinsi Indonesia tahun 2024 menggunakan pendekatan regresi spasial. Data sekunder diperoleh dari Kemnaker dan BPS tahun 2024, mencakup 38 provinsi dengan data spasial berbasis shapefile dari LapakGIS. Metode analisis yang digunakan meliputi uji autokorelasi spasial dengan Indeks Moran's I, matriks pembobotan spasial berbasis k-nearest neighbor (KNN), serta perbandingan tiga model regresi: Ordinary Least Squares (OLS), Spatial Autoregressive Model (SAR), dan Spatial Error Model (SEM). Hasil pengujian Moran's I menunjukkan tidak adanya autokorelasi spasial yang signifikan pada data TPT (p-value = 0,1202 pada k = 2), sehingga model OLS terpilih sebagai model terbaik berdasarkan nilai AIC terendah dan R² sebesar 29,26%. Hasil estimasi OLS menunjukkan bahwa UMP berpengaruh positif dan signifikan terhadap TPT (p = 0,0013), mengindikasikan bahwa kenaikan upah minimum cenderung meningkatkan angka pengangguran melalui mekanisme efisiensi tenaga kerja oleh pelaku usaha. Sementara itu, IPM menunjukkan pengaruh positif yang tidak signifikan secara statistik. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya kebijakan penetapan upah minimum yang mempertimbangkan daya serap tenaga kerja secara sektoral, agar tidak kontraproduktif terhadap upaya penurunan pengangguran di Indonesia.
Pengembangan dan Validitas E-Modul Berdiferensiasi Berbasis PBL-TaRL pada Materi PLSV Daffa Aditya Ardana; Venissa Dian Mawarsari; Dwi Sulistyaningsih
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i1.113591

Abstract

Tantangan mendasar dalam penguasaan materi Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) bersumber dari praktik instruksional konvensional yang kerap menyeragamkan kemampuan siswa. Sebagai upaya mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini difokuskan untuk merancang sekaligus mengevaluasi kelayakan teoretis bahan ajar digital berdiferensiasi berlatar investigasi detektif, dengan mengintegrasikan model Problem Based Learning (PBL) serta pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL). Riset ini menerapkan pendekatan Research and Development (R&D) berlandaskan kerangka ADDIE, dengan batasan operasional yang dikhususkan hingga fase pengembangan. Subjek penilaian melibatkan tiga pakar materi dan tiga pakar media menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data dilakukan secara kuantitatif deskriptif. Hasil validasi pakar menunjukkan rerata skor 3,39 untuk substansi materi dan 3,61 untuk teknis media, di mana keduanya masuk dalam kualifikasi sangat valid. Kesimpulannya, E-Modul matematika berdiferensiasi ini dinilai sangat layak secara teoretis dan siap untuk diujicobakan lebih lanjut pada pembelajaran adaptif materi PLSV.
Analisis Deviasi Mortalitas TMI IV dan Dampaknya Cadangan serta RBC: Studi Estimasi Berbasis Data Publik Laura Annisa Purba; Riris Apriani Simarmata; Angelica Carolina Tambunan
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i1.113596

Abstract

Perbedaan antara tingkat kematian aktual dengan tingkat kematian yang diharapkan berdasarkan tabel mortalitas standar dapat memengaruhi kecukupan cadangan teknis dan tingkat solvabilitas perusahaan asuransi jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi deviasi mortalitas aktual portofolio BCA Life terhadap Tabel Mortalitas Indonesia (TMI) IV, menganalisis dampaknya terhadap cadangan prospektif, serta mengkaji implikasinya terhadap rasio kecukupan modal berbasis risiko pada periode 2023–2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan tahunan BCA Life dan laporan Otoritas Jasa Keuangan. Tingkat mortalitas aktual diestimasi menggunakan metode rasio klaim (claim ratio), sedangkan deviasi mortalitas diukur melalui perbandingan antara mortalitas aktual dan ekspektasi. Cadangan prospektif dihitung menggunakan aproksimasi berbasis kerangka Gross Premium Valuation (GPV), dan dampaknya terhadap solvabilitas dianalisis melalui perubahan pada modal tersedia dan modal minimum yang disyaratkan. Hasil estimasi berbasis asumsi skenario moderat menunjukkan deviasi mortalitas negatif sekitar 9,69%, yang berimplikasi pada potensi surplus cadangan prospektif sekitar Rp14,88 miliar serta keuntungan mortalitas sebesar Rp15,68 miliar dalam kerangka asumsi yang digunakan. Temuan ini perlu ditafsirkan secara hati-hati karena bergantung pada asumsi proporsi klaim kematian sebesar 20% dan sejumlah asumsi lain yang ditetapkan dalam penelitian, sehingga tidak dapat dinyatakan sebagai kondisi aktual perusahaan. Secara keseluruhan, temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan risiko mortalitas yang efektif berperan penting dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan, meskipun keterbatasan data publik mengharuskan interpretasi hasil dilakukan dengan sangat hati-hati.
Analisis Mikrobiologi Usap Permukaan Ompreng pada Berbagai Metode Pencucian Mathilda Hellena Da Costa Moniz; Ni Luh Putu Manik Widiyanti; Ni Luh Ranthi Kurniawathi; Erwan
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i1.113801

Abstract

Infeksi nosokomial masih menjadi isu penting di fasilitas kesehatan, sehingga kebersihan peralatan, termasuk ompreng sebagai wadah makanan pasien, perlu dikendalikan secara ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas kebersihan ompreng melalui pemeriksaan mikrobiologis menggunakan media transport Cary-Blair dan berbagai media selektif  SS (Salmonella Shigella), MC (Mac Conkey), TCBS (Thiosulfate Citrate Bile Salts Sucrose), dan PCA (Plate Count Agar). Sampel yang digunakan berjumlah 3 ompreng yang diperoleh dengan metode usap, kemudian diinokulasikan menggunakan teknik streak dan diuji melalui pengenceran berseri untuk pemeriksaan angka kuman. Identifikasi dilakukan berdasarkan karakteristik koloni serta uji biokimia TSIA4(Triple Sugar Iron Agar),4SIM (Sulfide Indole Motility), dan SC4(Simmon’s Citrate). Hasil menunjukkan tidak adanya pertumbuhan koloni bakteri phatogen Salmonella sp.,4Shigella4sp., Escherichia4coli, maupun Vibrio4cholerae pada seluruh sampel. Nilai Total Plate Count berada pada kisaran <30 koloni yang berarti masih dalam batas aman dan beberapa sampel menunjukkan 0 koloni/cm², menandakan kondisi permukaan ompreng higienis. Perbandingan metode pencucian menunjukkan bahwa seluruh metode menghasilkan jumlah koloni yang rendah, dengan metode dishwasher menggunakan air panas menunjukkan kecenderungan jumlah koloni paling rendah dibandingkan metode lainnya. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan prosedur sanitasi optimal untuk mencegah risiko infeksi nosokomial.
Pengaruh Problem-Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas V Sekolah Dasar Talitha Azzahra
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 2 (2026): Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i2.113773

Abstract

kuantitatif diterapkan melalui desain quasi-experimental non-equivalent control group. Sampel berjumlah 55 siswa yang terdiri atas 29 siswa kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran PBL dan 26 siswa kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kemampuan pemecahan masalah diukur menggunakan lima soal uraian pada materi pecahan. Seluruh butir dinyatakan valid dengan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach sebesar 0,86; tingkat kesukaran terdiri atas satu soal mudah, dua soal sedang, dan dua soal sukar, sedangkan seluruh butir memiliki daya pembeda berkategori cukup. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, independent-samples t-test terhadap skor pre-test, post-test, dan gain score, serta Hedges’ g sebagai ukuran efek. Kemampuan awal kedua kelompok tidak berbeda secara signifikan, t(53) = 0,209, p = 0,835. Kelompok eksperimen mencapai skor rata-rata post-test 80,07, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 71,23. Kenaikan gain score pada kelompok eksperimen (M = 21,48; SD = 3,94) lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (M = 13,15; SD = 3,82). Perbedaan peningkatan tersebut signifikan, t(53) = 7,934, p < 0,001, dengan selisih rata-rata sebesar 8,33 poin dan Hedges’ g = 2,11. Temuan menunjukkan bahwa PBL menghasilkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis yang lebih tinggi daripada pembelajaran konvensional. Kata Kunci: Problem Based Learning; Kemampuan Pemecahan Masalah; Pembelajaran Matematika; Sekolah Dasar
Keefektifan Model PjBL Berbasis Etnomatematika Ngasa Brebes terhadap Prestasi Belajar Matematika pada Materi Statistika Siswa Kelas VIII SMP Niken sukma dewi Dewi Fatimah
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 2 (2026): Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i2.113792

Abstract

Kesulitan yang terus-menerus dalam matematika, terutama di bidang statistik, terus menghambat prestasi siswa di lingkungan kelas. Tantangan-tantangan ini terutama berasal dari kesulitan siswa dalam kemampuan dasar, berkurangnya motivasi belajar, serta kurangnya strategi pengajaran yang beragam. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini menyelidiki keefektifan model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) yang diintegrasikan dengan Etnomatematika Ngasa Brebes. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk menilai peningkatan prestasi akademik serta menganalisis bagaimana motivasi belajar dan tingkat aktivitas memengaruhi hasil belajar. Dengan menggunakan kerangka kerja kuantitatif quasi-eksperimental, penelitian ini menerapkan desain kelompok kontrol pretest-posttest yang tidak setara. Melalui purposif sampling, 61 siswa dipilih sebagai peserta. Data dikumpulkan melalui tes pra dan pasca, serta kuesioner yang dirancang untuk mengukur keterlibatan dan motivasi belajar. Analisis statistik menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam prestasi akademik. Uji t sampel berpasangan mengonfirmasi peningkatan yang substansial (sig. 0,000 < 0,05), sementara uji t sampel independen menyoroti perbedaan yang mencolok antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Sig. 0,000 < 0,05). Kelas eksperimen mencapai skor N-Gain yang lebih tinggi (0,49) dibandingkan dengan kelas kontrol (0,37), dengan kedua kategori tersebut berada dalam rentang moderat. Selain itu, analisis regresi menunjukkan bahwa model tersebut berkontribusi sebesar 34,1% terhadap varians hasil. Namun, motivasi belajar menunjukkan korelasi yang dapat diabaikan dan tidak signifikan secara statistik dengan prestasi akademik (r = 0,173; Sig. 0,328 > 0,05). Kesimpulannya, meskipun model PjBL berbasis etnomatematika Ngasa Brebes secara efektif meningkatkan prestasi dan keterlibatan siswa, potensinya belum sepenuhnya terwujud. Untuk mengoptimalkan hasil, pendidik disarankan untuk meningkatkan pengolahan waktu yang efektif beserta pemberian arah secara mendalam selama implementasi PjBL. Penelitian selanjutnya sebaiknya mempertimbangkan untuk memperpanjang durasi penelitian dan memasukkan variabel tambahan guna memaksimalkan hasil pendidikan lebih lanjut. Kata Kunci: Project Based Learning, Etnomatematika, Prestasi Belajar Matematika