cover
Contact Name
Kalis Stevanus
Contact Email
kalisstevanus91@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalfidei@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika
ISSN : 26218151     EISSN : 26218135     DOI : https://doi.org/10.34081/fidei
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika focusing on submission of field research results, systematic Theology, and practical theology, the study of Evangelical Theology and Community Development is not only internal of STT Tawangmangu but also external intitution with ratio 40:60. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika published twice a year is the month of June (the limits of acceptance of the script in March) and December (the limits of acceptance of the script in September).
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Moderasi Kristen di Indonesia Saragih, Jon Renis
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 7 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v7i2.483

Abstract

Moderasi beragama merupakan kebijakan pemerintah untuk menyikapi ekstrem beragama baik kiri maupun kanan di Indonesia. Kebijakan tersebut adalah baik karena berguna untuk menghadirkan kedamaian di tengah kemajemukan agama. Namun harus disadari bahwa hal itu juga dapat menyebabkan berkurangnya peran agama secara sosial. Agama yang seharusnya menjadi sumber bagi pembaharuan sosial, bisa ditumpulkan daya kritisnya dengan menjadikan moderasi beragama sebagai alasan. Artikel ini secara khusus bertujuan untuk mengungkap kontribusi orang Kristen dalam mewujudkan moderasi beragama di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis konsep moderasi Kristen berdasarkan Alkitab dan mengkaitkannya dengan praktik keberagamaan di Indonesia. Penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai Alkitab tentang moderasi Kristen terletak pada kesederhanaan, jalan tengah dan keseimbangan. Konsep ini dapat diimplementasikan dalam bentuk toleransi, inklusivitas, dan pengembangan dialog antaragama. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menunjukkan relevansi iman Kristen dalam mendukung program moderasi beragama dan dapat menjadi referensi bagi umat Kristen dalam berkontribusi dalam keragaman agama di Indonesia, secara khusus Kristen Protestan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa moderasi beragama memiliki implementasi dalam menguatkan nasionalisme di Indonesia, melalui militansi dan keimanan yang moderat.
Dari Fondasi ke Transformasi: Analisis Sosio-Historis terhadap perkembangan HKBP Pematangsiantar pada tahun 1928-1934 Tambun, Roy Haries Ifraldo; Lumban Gaol, Ebeneser
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 7 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v7i2.605

Abstract

Perkembangan gereja merupakan proses berkelanjutan yang harus di upayakan, baik secara internal maupun eksternal. Esensi perkembangan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan lebih utama pada pertumbuhan spiritual dan organisasional dari dalam gereja itu sendiri. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis sosio-historis. Adapun tujuan dari artikel ini untuk mengidentifikasi faktor utama yang mempengaruhi perkembangan gereja HKBP Pematangsiantar. Dalam penelitian ini, penulis akan membatasi ruang lingkup penelitian, yaitu dinamika pendorong dan penghambat perkembangan gereja HKBP Pematangsiantar untuk menemukan implikasi perkembangan tersebut pada masa sekarang. Melalui penelitian ini, dapat diidentifikasi bahwa ada beberapa faktor yang berperan dalam perkembangan gereja HKBP Pematangsiantar adalah faktor sosiologis, spiritual, dan pendidikan. Secara sosiologis, semangat kemerdekaan "zelfstandigheid" dari zending kolonial Belanda mendorong kemandirian gereja untuk keluar dari zending kolonial Belanda. Hal ini juga mendorong perkembangan spiritual, dengan adanya persentase peningkatan jumlah pemeluk Kristen. Senada dengan hal tersebut faktor pendidikan berperan penting melalui program-program edukasi yang memperkuat pemahaman doktrinal dan pengembangan SDM.
Resensi Buku: Model-Model Teologi Kontekstual Setiawan, David Eko
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 7 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v7i2.580

Abstract

Buku Model-model Teologi Kontekstual karya Stephen B. Bevans menawarkan kajian mendalam tentang enam model teologi dalam berbagai konteks budaya: Model Terjemahan, Antropologis, Praksis, Sintesis, Transendental, dan Budaya Tandingan. Bevans memaparkan model-model ini sebagai kerangka untuk menghubungkan Injil dengan realitas budaya yang berbeda, dengan argumen bahwa teologi pada dasarnya bersifat kontekstual dan dinamis. Setiap model memiliki kekuatan dan kelemahannya sendiri, tergantung pada konteks dan tujuan teologis yang ingin dicapai. Bevans mengajak pembaca untuk menyadari bahwa tidak ada satu model yang berlaku universal, melainkan masing-masing model menawarkan wawasan yang berharga untuk situasi yang berbeda. Karyanya menjadi apresiasi terhadap keberagaman pemikiran teologis serta seruan untuk keterlibatan yang lebih mendalam dengan budaya dalam refleksi teologis. Buku ini menyediakan beragam pendekatan yang penting bagi para praktisi dan akademisi teologi kontekstual yang ingin memahami dan menerapkan teologi kontekstual di dunia yang pluralistik dan terus berubah.
Kekudusan dalam Alkitab dan Nilai Praksisnya Bagi Orang Percaya Pada Masa Postmodern Susanto, Hery
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 7 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v7i2.528

Abstract

Latar belakang artikel ini adalah kekudusan menjadi istilah yang dianggap absurd pada jaman postmodern karena sekularisasi di dunia membuat orang tidak lagi mementingkan kekudusan sebagai hal utama. Kekudusan mengalami degradasi makna yang pada mulanya sesuatu yang agung dan mulia dari Allah, berubah menjadi standar etika atau moralitas saja. Hal krusial di dalam penulisan artikel ini adalah apakah kekudusan manusia itu benar-benar tidak dapat dicapai? Apakah kekudusan itu hanya merupakan sebuah konsep ideal saja? Tujuannya adalah bagaimana orang percaya masa kini dapat menerapkan kekudusan itu dalam kehidupannya sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan etimologis dan eksposisi Alkitab terkait dengan kekudusan. Batasan pembahasannya adalah makna kekudusan di dalam Alkitab dan implikasinya bagi orang percaya pada masa postmodern saat ini.  Hasil akhirnya ditemukan bahwa kunci kekudusan itu terwujud dalam keseimbangan relasi antara Tuhan dan sesama, menyadari bahwa kekudusan itu adalah anugerah, dan menjadikannya radar tentang hidup benar di hadapan Allah.
Peran dan Pandangan Teologis Pendeta dalam Kasus Bunuh Diri Pute, Jimmi Pindan; Era Veny; Rumanik, Patricia Celine; Novianty Lande; Yosbekasa
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 8 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v8i1.549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan langkah strategis Pendeta dalam menyikapi kasus bunuh diri yang terjadi di Toraja, secara khusus di wilayah Rantetayo. Juga untuk menemukan langkah strategis dalam melawan nafsu bunuh diri serta menemukan makna teologis berdasarkan kesaksian Alkitab. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kasus yang marak terjadi di Toraja tahun 2020-2024 yaitu peristiwa bunuh diri yang terjadi secara berangsur-angsur, tekanan batin yang dirasakan keluarga, gereja dan pemerintah menjadi sebuah dorongan bagi penulis untuk melakukan penelitian lanjutan dari beberapa karya tulis sebelumnya. Metode yang penulis gunakan adalah metode kualitatif yang bersumber dari studi pustaka, analisis media dan analisis sosial. Teori pendukung dalam karya ini adalah teori tentang kematian, rencana Allah, manusia dan dosa. Pembahasan dalam penelitian ini adalah tentang pandangan gereja mengenai kematian, kata alkitab tentang kematian dan peran pendeta dalam kasus bunuh diri. Beberapa poin penting dalam menyikapi kasus bunuh diri adalah pendampingan, pelayanan mimbar, pembinaan, arahan/nasihat, perkunjungan, dan pemahaman kepada anggota Jemaat mengenai keburukan dan dosa dari bunuh diri. Hasil penelitian ini adalah bahwa pendeta sebagai gembala jemaat dapat melakukan suara kenabian, teologi dialog, dan pelayanan pastoral secara berkesinambungan.
Makna Imago Dei dalam Teologi Pastoral Berdasarkan Lukas 14:12-14 Bagi Kaum Disabilitas dalam Kehidupan Gerejawi Viter, Viter; Bambangan, Malik
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 8 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v8i1.558

Abstract

Artikel ini mengulas tentang konsep Imago Dei dalam  teologi Kristen menegaskan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah termasuk kaum disabilitas. Lukas 14:12-14 menekankan panggilan gereja untuk menerima dan melayani mereka yang sering terpinggirkan termasuk miskin dan kaum disabilitas. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana imago dei dalam Lukas 14:12-14 dapat membentuk teologi pastoral yang lebih inklusif bagi kaum disabilitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif analitis. Tujuan penelitian untuk mengkaji makna Imago Dei kaum penyandang disabilitas dalam terang Lukas 14:12-14 melalui pendekatan teologi pastoral. Hasilnya memberikan pemahaman bahwa setiap individu, termasuk kaum difabel, memiliki martabat dan nilai yang tak ternilai sesuai dengan Imago Dei. Dengan demikian gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi komunitas yang mencerminkan kasih nyata dan keadilan Kristus.
Menalar Kontribusi Hermeneutik Alkitab untuk Mengokohkan Kehidupan Iman Kristen di Era Postmodern Nggebu, Sostenis; Chung, Yusnoveri; Bollu, Paulus
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 8 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v8i1.564

Abstract

Artikel ini mengemukakan tentang pentingnya mengajarkan firman Allah kepada orang percaya supaya dihayati dan diterapkan maknanya dalam kehidupan mereka. Mengingat akan keyakinan gereja bahwa Alkitab memiliki otoritas atas kehidupan orang percaya termasuk di era postmodern ini. Untuk mencapai pengajaran yang relevan dengan kebutuhan itu, maka dibutuhkan hermeneutik Alkitab sebagai jawaban final terhadap isu postmodern. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan studi pustaka. Peneliti menemukan bahwa otoritas Alkitab sangat esensial bagi gereja di dunia postmodern. Berita Alkitab  menyediakan fondasi kebenaran yang objektif dan transenden di tengah relativisme dan subjektivitas yang merajalela. Demikian juga Alkitab menjadi kompas moral dan teologis yang esensial untuk menavigasi isu-isu kompleks. Berita Alkitab  juga dibutuhkan guna mempertahankan identitas dan misi gereja yang unik dalam lanskap budaya postmodern yang terus berubah dan sering kali menantang klaim-klaim kebenaran absolut. Gereja tidak dapat berdiri tegak jika tanpa kebenaran Injil Kristus. Kesimpulannya, hermeneutik Alkitab merupakan sumber yang tepat dan sahih guna menjawab semua pemikiran postmodern yang menyerang iman Kristen.
Pendeta, Kekuasaan, dan Hukum Siasat Gereja: Pendekatan Foucaultian terhadap Analisis Kekuasaan dalam Konteks Keagamaan Simatupang, Andreas Fredriko; Tampake, Tony
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 8 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v8i1.572

Abstract

Pendeta memiliki otoritas signifikan dalam mengarahkan perilaku jemaat melalui mekanisme seperti khotbah, pengakuan dosa, dan konseling pastoral. Kekuasaan ini diperkuat oleh hukum siasat gereja yang mengatur perilaku dan menetapkan norma doktrinal. Penelitian ini mengkaji relasi kekuasaan pendeta dalam konteks hukum gereja melalui pendekatan teori kekuasaan Michel Foucault. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Penelitian ini mengeksplorasi teknologi kekuasaan yang dijalankan secara disipliner dan normatif, serta potensi resistensi jemaat sebagai bentuk negosiasi terhadap kekuasaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan pendeta dipertahankan melalui mekanisme pengawasan, normalisasi, dan regulasi, yang secara bersamaan membentuk identitas spiritual jemaat. Meski demikian, ruang resistensi tetap ada melalui interpretasi teologis alternatif atau gerakan reformasi jemaat. Temuan ini mengungkap bahwa hukum siasat gereja tidak hanya berfungsi sebagai alat kontrol, tetapi juga sebagai sarana refleksi dan transformasi spiritual. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang dinamika kekuasaan dalam institusi keagamaan dan relevansinya bagi pengembangan praktik pastoral yang lebih inklusif dan dialogis.
Persimpangan Sains, Agama, dan Filsafat Lingkungan Purwanto, Edi
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 8 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v8i1.588

Abstract

Krisis ekologi global membutuhkan pendekatan holistik yang mengintegrasikan sains, agama, dan filsafat lingkungan untuk menghadapi tantangan lingkungan yang kompleks. Kolaborasi interdisipliner ini menawarkan solusi yang komprehensif dengan menggabungkan wawasan empiris dari sains dengan dimensi etis dan spiritual yang disediakan oleh agama dan filsafat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi sains, agama, dan filsafat lingkungan dalam menghadapi krisis ekologi, dengan fokus khusus pada kolaborasi lintas agama dan peran perspektif religius dalam membentuk etika lingkungan. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini mensintesis wawasan dari berbagai bidang untuk mengusulkan kerangka etis yang terintegrasi dalam menciptakan solusi ekologi yang berkelanjutan. Meskipun tantangan seperti pluralisme nilai dan perbedaan metodologis tetap ada, integrasi perspektif ilmiah, religius, dan filosofis memiliki potensi besar untuk membentuk kebijakan dan praktik lingkungan yang transformatif. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya dialog lintas disiplin dan lintas agama untuk mengembangkan pendekatan penatalayanan lingkungan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Memahami Relasi Manusia sebagai Gambar Allah dan Artificial Intelligence dalam Perspektif Post-humanisme Zacharias, Ardy
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 8 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v8i1.590

Abstract

Tulisan ini membahas tantangan dan kompleksitas dalam memahami relasi manusia dan Artificial Intelligence (AI) di era post-humanisme. Fenomena ini memicu diskusi filosofis dan teologis tentang kebebasan, otentisitas, dan eksistensi manusia yang semakin terkait dengan teknologi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur sebagai metode pengumpulan data, tulisan ini mengelaborasi relasi manusia dan AI untuk memperlihatkan kompleksitas eksistensi keduanya dalam proses “menjadi”. Oleh karena itu,  pemahaman teologis mengenai eksistensi dan hakikat manusia sebagai gambar Allah pun belum sepenuhnya final sehingga diperlukan upaya memahami secara terus menerus tentang manusia dalam kelindannya dengan realitas AI. Melalui teori Actor-Network dari Bruno Latour dan "becoming machine" dari Gilles Delleuze sebagai perspektif post-humanisme yang membidik relasi antara manusia dan AI secara khusus, tulisan ini menghasilkan pandangan dan pemahaman bahwa posisi manusia sebagai gambar Allah  dan AI saling berbagi ruang eksistensial, menciptakan kebebasan dan otentisitas yang dinamis, kreatif, dan berjejaring. Pembahasan mengenai relasi manusia dan AI akan berfokus pada ruang lingkup filsafat, khususnya filsafat postmodern dan teologi.