cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Edukasi dan Mobile VCT sebagai Upaya Pencegahan HIV/AIDS pada Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan KLS IIB Garut Witdiawati Witdiawati; Dadang Purnama; Kusman Ibrahim; Ai Nuraeni; Asep Supriatna
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10734

Abstract

ABSTRAK HIV/AIDS masih menjadi satu penyakit yang temuan angka kasusnya terus meningkat. Perlu adanya kerjasama semua sektor dalam pengendalian dan pencegahan penyakit HIV, salah satunya dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Permasalahan HIV di Lapas merupakan bagian dari permasalahan HIV yang ada di masyarakat. Tujuan kegiatan adalah edukasi kesehatan dan skrining Voluntary Counselling and Testing (VCT) HIV sebagai upaya pecegahan HIV/AIDS. Edukasi kesehatan diberikan dengan metode ceramah dan tanya jawab, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan skrining VCT HIV. Sasaran kegiatan adalah 120 warga binaan Lembaga pemasyarakatan Kelas IIB Garut. Hasil kegiatan skrining VCT HIV menunjukan semua peserta negative value. Seluruh peserta berjenis kelamin laki-laki (100%), Agama sebagian besar Islam, suku sebagian besar Sunda. Sebagian besar peserta belum pernah dilakukan test HIV (70%). Saran penting adanya keberlanjutan kegiatan VCT secara rutin untuk mendeteksi secara dini penyakit HIV, sehingga dapat dilakukan pencegahan. Kata Kunci: VCT, Lembaga Pemasyarakatan, Rutan, HIV/AIDS  ABSTRACT HIV / AIDS is still a disease whose case numbers continue to increase. There needs to be cooperation between all sectors in the control and prevention of HIV disease, one of which is with the Penitentiary (Lapas). HIV problems in prisons are part of HIV problems in the community. The purpose of the activity is health education and screening of HIV Voluntary Counselling and Testing (VCT) as an effort to prevent HIV/AIDS. Health education is provided by lecture and question and answer methods, then continued with the implementation of VCT screening. The target of the activity is 120 residents assisted by Garut Class IIB Penitentiary. The results of the HIV VCT screening activity showed that all participants had negative values. All participants were male (100%), religion is mostly Islam, tribe is mostly Sundanese. Most participants had never been tested for HIV (70%). Important advice is the continuation of regular VCT activities to detect HIV disease early, so that prevention can be carried out. Keywords: VCT, Penitentiary, Prisons, HIV/AIDS
Edukasi Ibu Hamil dalam Upaya Pencegahan Stunting Endah Dwi Pratiwi; Yeri Delsia Nenogasu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12288

Abstract

ABSTRAK Stunting menjadi salah satu masalah kesehatan Di Indonesia. Pemerintah pada tahun 2017 meluncurkan program Rencana Aksi Nasional Penanganan stunting pada tingkat nasional, daerah terutama desa. program tersebut salah satunya adalah pencegahan stunting yang terjadi di masyarakat. Karena sebagian besar masyarakat belum paham dengan benar menganai stunting, dan beranggapan bahwa stunting atau kerdil sebutan yang biasa digunakan di masyarakat adalah faktor keturunan. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta peran serta ibu hamil dalam program pencegahan dan deteksi dini stunting pada balita yang diharapkan secara langsung dapat memotivasi ibu hamil untuk ikut memastikan anak mendapat asupan gizi yang baik khususnya pada masa kehamilan hingga usia 1000 hari anak, serta memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan pada anaknya sehingga pertumbuhan dan perkembangannya dapat optimal. Metode yang dilakukan adalah ceramah interaktif dan tanya jawab kepada ibu hamil tentang pencegahan dan cara menilai/ deteksi dini stunting pada balita dengan tehnik pengumpulan data observasi dan pre-test dengan tujuan untuk menentukan perlu atau tidaknya kegiatan edukasi ini. Analisis data pre-tes dan post tes untuk mengetahui ada tidaknya perubahan pemahaman tentang pencegahan dan cara menilai/ deteksi dini stunting pada balita. Hasil dari kegiatan edukasi pada ibu hamil di Desa Oben Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang ini berpengaruh pada peningkatan pemahaman ibu hamil terhadap pencegahan dan cara menilai/ deteksi dini stunting pada balita dan Adanya peningkatan pengetahuan dan informasi terkait materi yang dapat dilihat dari perbandingan hasil pre-test dan post-test. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Sunting, Ibu Hamil  ABSTRACT Stunting is one of the health problems in Indonesia. The government in 2017 launched the National Action Plan program for handling stunting at the national level, especially villages. One of these programs is the prevention of stunting that occurs in the community. Because most people do not understand correctly interpreting stunting, and think that stunting or dwarfing is a term commonly used in society is a hereditary factor. The purpose of this community service activity is to increase knowledge and understanding and participation of pregnant women in prevention and early detection of stunting programs in toddlers which is expected to directly motivate pregnant women to participate in ensuring that children get good nutritional intake, especially during pregnancy up to the age of 1000 days of children, as well as pay attention to growth and development in their children so that their growth and development can be optimal. The method carried out is an interactive lecture and question and answer to pregnant women about prevention and how to assess / early detection of stunting in toddlers with the technique of collecting observational and pre-test data with the aim of determining the need or not of this educational activity. Analysis of pre-test and post-test data to determine whether there is a change in understanding of prevention and how to assess / early detection of stunting in toddlers. The results of educational activities for pregnant women in Oben Village, Nekamese District, Kupang Regency, have an effect on increasing pregnant women's understanding of prevention and how to assess / early detection of stunting in toddlers and there is an increase in knowledge and information related to the material which can be seen from the comparison of pre-test results and post-test. Keywords : Health Education, Stunting, Pregnant Women
Penyuluhan Aktifitas Fisik dalam Mencegah Penyakit Diabetes Melitus pada Remaja Ahmad Syaripudin; Dwiyanti Purbasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11479

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah karena tubuh tidak dapat menghasilkan atau menggunakan hormon insulin dengan efisien. Diabetes melitus tipe 2, yang merupakan jenis diabetes yang paling umum, umumnya terjadi pada usia dewasa. Peningkatan jumlah penderita diabetes melitus menjadi salah satu ancaman kesehatan secara global. Pengetahuan tentang diabetes melitus masih kurang sekali, baik tentang penyebab, gejala, dan cara pencegahan. Meningkatkan pengetahuan dan melibatkan aktifitas fisik dan mencegah penyakit diabetes melitus pada remaja sehingga dapat digunakan sebagai pengetahuan dan pencegahan penyakit diabetes melitus. Dalam kegiatan dilaksanakan di SMK Kesehatan YPIB Kota Cirebon. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab. Kegiatan ini didapat adanya pemahaman tentang materi aktifitas fisik dalam mencegah penyakit diabetes melitus pada remaja yang mengalami peningkatan pada post-test dibandingkan dengan pre-test. Dari total 42 peserta terdapat 74% memahami dan 26% belum memahami. Kegiatan ini bahwa peserta penyuluhan mengalami peningkatan pemahaman tentang materi aktifitas fisik dalam mencegah penyakit diabetes melitus pada remaja . Kata Kunci: Aktifitas Fisik, Diabetes Melitus, Remaja  ABSTRACT Diabetes mellitus is a disease characterised by high blood glucose levels because the body cannot produce or use the hormone insulin efficiently. Type 2 diabetes mellitus, which is the most common type of diabetes, generally occurs in adulthood. The increasing number of people with diabetes mellitus is one of the global health threats. Knowledge about diabetes mellitus is still lacking, both about the causes, symptoms, and prevention methods. Increase knowledge and involve physical activity and prevent diabetes mellitus in adolescents so that it can be used as knowledge and prevention of diabetes mellitus. Research The activity was carried out at SMK Kesehatan YPIB Cirebon City. The methods used were lectures and questions and answers. This activity obtained an understanding of physical activity material in preventing diabetes mellitus in adolescents which increased in the post-test compared to the pre-test. Of the total 42 participants, 74% understood and 26% did not understand. This activity that counselling participants have an increased understanding of physical activity material in preventing diabetes mellitus in adolescents.Keywords: Physical Activity, Diabetes Mellitus, Adolescents
Edukasi Tentang Diabetes Mellitus Tipe II pada Masyarakat di Daerah Pesisir Kastela Dini Rahmawati Permana; Fera The; Sadrakh Dika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11146

Abstract

ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) merupakan kelainan metabolik disertai dengan kadar gula darah berlebih, kondisi hiperglikemia ini bisa diakibatkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Diabetes dapat mempengaruhi berbagai organ tubuh dan berbagai aspek kesejahteraan kehidupan seseorang. Salah satu upaya pencegahan DM adalah merubah gaya hidup yang tidak sehat. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan derajat kesehatan masyarakat serta melakukan deteksi awal DM pada masyarakat di daerah pesisir Kastela, sehingga membantu menurunkan angka kejadian DM dan mencegah terjadinya komplikasi akibat DM kronik. Metode pengabdian ini dilakukan dengan penyuluhan dilanjutkan dengan pemeriksaan gula darah yang dilaksanakan di masyarakat di daerah pesisir Kastela berjumlah 30 orang. Dari pengabdian ini didapatkan 20 orang dengan kadar gula darah normal dan 10 orang dengan diabetes. Sehingga disimpulkan masih dibutuhkan peningkatan pengetahuan guna mencegah perkembangan penyakit dan komplikasi DM Tipe 2 Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Pesisir, Pantai Kastela  ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disorder accompanied by excess blood sugar levels, this hyperglycemia condition can be caused by abnormalities in insulin secretion, insulin action or both. Diabetes can affect various organs of the body and various aspects of the well-being of a person's life. One of the efforts to prevent DM is to change an unhealthy lifestyle. The purpose of this activity is to increase the knowledge and degree of public health as well as carry out early detection of DM in communities in the Kastela coastal area, thereby helping to reduce the incidence of DM and preventing complications due to chronic DM. This service method is carried out by counseling followed by blood sugar checks carried out in the community in the coastal area of Kastela with a total of 30 people. From this service, 20 people with normal blood sugar levels and 10 people with diabetes were found. So it was concluded that there is still a need for increased knowledge to prevent disease development and complications of Type 2 DM Keywords : Diabetic Mellitus, Coast, Kastela Beach
Efektifitas Penyuluhan dan Pelatihan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Ibu Serta Kontribusinya terhadap Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Usia Sekolah Wita Anggraini; Annisaa Putri Ariyani; Tri Erri Astoeti; Rivo Mario Warouw; Indrani Sulistyowati; Del Afriadi Bustami; Richentya Feiby Salim
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10347

Abstract

ABSTRAK Karies gigi dapat mempengaruhi kualitas hidup dan proses tumbuh kembang anak, karena dapat menyebabkan nyeri, gangguan tidur, kesulitan mengunyah makanan, penurunan berat badan dan perubahan perilaku. Diketahui bahwa ibu memainkan peran penting dalam perkembangan anak. Jika ibu memiliki informasi tentang langkah-langkah yang benar untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut, maka akan berdampak positif pada tingkat kesehatan gigi dan mulut anak, karena sejak anak lahir, anak membutuhkan bantuan, perhatian, dan dorongan dari ibu termasuk untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan kontribusi para ibu untuk membentuk kebiasaan anaknya dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilakukan di sekolah, kepada ibu dan anaknya. Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan ini, ibu diminta mengisi pre- dan post-test. Uji T data berpasangan dilakukan untuk menguji perbedaan tingkat pengetahuan ibu saat sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan dan pelatihan. Pengetahuan dan keahlian ibu dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut anak meningkat. Terbukti kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang telah dilakukan, meningkatkan pengetahuan ibu dalam pembentukan kebiasaan anak untuk memelihara kebersihan gigi dan mulutnya melalui kegiatan menggosok gigi dengan teknik yang benar dan waktu yang tepat yakni setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam. Kata Kunci: Kesehatan Gigi dan Mulut, Penyuluhan, Pelatihan, Ibu, Anak Usia Sekolah  ABSTRACT Dental caries can affect children’s life quality and development because it may cause pain, sleep disturbances, difficulty chewing food, weight loss, and changes in behavior. It is known that mothers take an important role in their children's development. If mothers have knowledge of maintaining and caring for good and correct dental and oral health, it will also have a positive impact on the child's dental and oral health level. This is because, since birth, a child really needs attention, help, and motivation from the mother to maintain healthy teeth and mouth. The aim of this counseling and training is to enhance the knowledge and contribution of mothers in forming habits to maintain the health of their children's teeth and mouth. Counseling and training are carried out directly in schools for mothers and their children. In the implementation, mothers were given pre- and post-tests. A paired data T-test was performed to see differences in the knowledge level of mothers before and after counseling and training. There is an increase in mothers' knowledge and skills regarding their children's dental and oral health. Dental and oral health counseling and training methods for mothers are proven to increase mothers' knowledge to form children's habits of maintaining healthy teeth and mouths, through brushing their teeth properly in the morning after having breakfast and at night before retiring to bed. Keywords: Dental and Oral Health, Counselling, Training, Mothers, Primary School Children.
Penguatan Ekonomi Keluarga (PEKA) sebagai Penyokong Produktivitas Masyarakat Desa Mojoparon Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan Menuju Desa Mandiri Bebas Stunting Ida Zuhroidah; Mukhammad Toha; Mokh. Sujarwadi; Nurfika Asmaningrum
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11031

Abstract

ABSTRAK Diperlukan kerja keras mewujudkan  Mojoparon menuju desa zero stunting, pembangunan pilar pemberdayaan wanita melalui peningkatan pengetahuan tentang stunting telah terpancang di tahun pertama program desa binaan. Pembangunan pilar selanjutnya berfokus pada penguatan ekonomi keluarga yang berkontribusi besar mewujudkan keluarga sejahtera. Diperlukan terobosan  menciptakan lapangan kerja baru berbasis home industry yang dapat menambah nilai ekonomi dan peningkatan gizi  keluarga melalui pemanfaatan sumber daya lingkungan sekitar dan sarana-prasarana yang telah tersedia. Lahan pertanian yang luas mampu menghasilkan sumber pangan yang melimpah seperti beras, jagung, kedele, kacang hijau, kacang tanah dan beberapa jenis sayuran. Begitu juga lahan perkebunan manga, srikaya dan pepaya. Sumber pangan tersebut perlu mendapatkan sentuhan tekhnonologi industry agar menghasilkan produk pangan baru  bernilai ekonomi dan dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Berbagai kegiatan yang telah dilakukan dalam penguatan ekonomi keluarga berupa pelatihan keterampilan pembuatan tempe, minuman kemasan bernilai gizi tinggi dari bahan alami, pembuatan keset, Hasil kegiatan, ibu-ibu antusias mengikuti program pelatihan dan mulai memproduksi bahan olahan pangan serta kerajinan tangan lainnya, selanjutnya dipasarkan di fasilitas food court yang dikelola oleh BUMDES desa Mojoparon. Warga merasakan manfaat  program kegiatan desa binaan, penghasilan keluarga meningkat 2 kali lipat. Rata-rata penghasilan bersih perhari berkisar 75.000-100.000 rupiah. Pembangunan pilar ekonomi keluarga menguatkan  Mojoparaon menuju desa mandiri bebas stunting. Kata Kunci: Penguatan Ekonomi, Mandiri, Stunting  ABSTRACT Hard work is needed to make Mojoparon a zero-stunting village; the pillars of women's empowerment through increasing knowledge about stunting have been firmly anchored in the first year of the assisted village program. The development of the next post focuses on strengthening the family economy, which contributes significantly to creating a prosperous family. A breakthrough is needed to create jobs based on home industries that can add economic value and improve family nutrition by utilizing the surrounding environmental resources and existing infrastructure. Extensive agricultural land can produce abundant food sources such as rice, corn, soybeans, green beans, peanuts, and several types of vegetables. The same goes for mango, custard apple, and papaya plantations. These food sources need to get a touch of industrial technology to produce new food products with economic value and can create new jobs for the surrounding community. Various activities have been carried out to strengthen the family economy in the form of training in making tempeh, packaged drinks with high nutritional value from natural ingredients, and making doormats. in a food court facility managed by BUMDES in Mojoparon village. Residents feel the benefits of the assisted village activity program; family income increases 2-fold. The average net income per day ranges from 75,000-100,000 rupiah. The development of the family economic pillar strengthens Mojoparaon towards an independent village free of stunting. Keywords: Economic Strengthening, Independence, Stunting
Efektivitas Pemberian Teh Daun Kelor terhadap Siklus Menstruasi dan Kadar Hemoglobin pada Remaja Anemia Sri Mawarni; Nova Yusenta; Amalia Amalia; Novia Mustika Muli; Nur Alfi Fauziah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11125

Abstract

ABSTRAK Perempuan dalam kehidupannya akan mengalami siklus menstruasi yang terjadi secara periodik sejak menarche hingga menopause. Siklus menstruasi normalnya berlangsung antara 21 – 35 hari dengan rata-rata siklus 28 hari. prevalensi anemia defesiensi zat besi pada remaja putri ditahun pertama menstruasi sebesar 27,50 % dengan rata – rata usia pertama kali mengalami menstruasi pada usia 13 tahun. Kelor (Moringa oleifera Lam) merupakan salah satu tanaman lokal yang telah dikenal berabad-abad sebagai tanaman multiguna, padat nutrisi dan berkhasiat obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas  pemberian teh daun kelor terhadap siklus menstruasi dan kenaikan haemoglobin pada remaja anemia. Penelitian ini merupakan penelitian pengabdian masyarakat dengan sasaran remaja putri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelor mengandung senyawa alami yang lebih banyak dan beragam dibanding jenis tanaman lainnya. Menurut hasil penelitian, daun kelor mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, kalsium, kalium, besi dan protein dalam jumlah sangat tinggi yang mudah dicerna oleh tubuh manusia. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian teh daun kelor efektif terhadap siklus menstruasi dan kenaikan haemoglobin pada remaja anemia. Kata kunci: Teh Daun Kelor, Anemia, Siklus Menstruasi ABSTRACT Women will experience menstrual cycles that occur periodically from menarche to menopause. The average menstrual cycle lasts between 21-35 days, with an intermediate process of 28 days. The prevalence of iron deficiency anaemia in young women in the first year of menstruation is 27.50%, with an average age of first menstruation at 13 years old. Moringa (Moringa oleifera Lam) is a local plant known for centuries as a multi-purpose, nutrient-dense and medicinal plant. This study aimed to determine the effectiveness of giving moringa leaf tea to the menstrual cycle and increase haemoglobin in anaemic adolescents. This research is a community service research targeting young women. The results of this study indicate that moringa contains more diverse natural compounds than other types of plants. According to research results, Moringa leaves have very high amounts of vitamin A, vitamin B, vitamin C, calcium, potassium, iron and protein, which are easily digested by the human body. The conclusion of this study showed that the administration of moringa leaf tea was influential on the menstrual cycle and increased haemoglobin in anaemic adolescents. Keywords : Moringa Leaf Tea, Anemia, Menstrual Cycle
Penguatan Motivasi Belajar, dan Implementasi Origami dalam Menumbuhkembangkan Daya Imajinasi Peserta Didik Yayasan Kreasi Bangun Semesta (YKBS) Pontianak Julianto Julianto; Aulia Azimi; Syarif Agussaid Alkadrie; Heny Hidayati; Muhammad Tezar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12440

Abstract

ABSTRAK Pentingnya dalam memandang permasalahan sosial yang menjadi dinamika kehidupan dalam bermasyarakat menjadi perlu sekali untuk memberdayakan, dan mendampingi generasi penerus dalam menjawab tantangan dan sebagai bekal dalam menghadapi masa depan dengan lebih cerah. Yayasan Kreasi Bangun Semesta (YKBS) Pontianak adalah sebuah organisasi mandiri bersifat terbuka secara lokal, nasional, dan global yang berbasis kerelawanan dan kedermawanan masyarakat luas yang berempati dan bersimpati untuk terwujudnya perbaikan kehidupan masyarakat melalui pendidikan dan latihan bagi generasi penerus. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membantu dan mendampingi peserta didik Rumah Belajar Yayasan Kreasi Bangun Semesta (YKBS) Pontianak dengan memberikan Motivasi belajar dan implementasi origami dalam menumbuhkembangkan daya imajinasi peserta didik serta pesan moral dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan. Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah, tanya jawab, video base learning, dan origami. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada Rumah Belajar Yayasan Kreasi Bangun Semesta (YKBS) Pontianak memberikan dampak positif terhadap penguatan motivasi belajar peserta didik, dimana peserta didik mendapatkan pemahaman secara langsung dan meningkatkan kesadaran dari paparan materi yang disampaikan oleh pemateri akan pentingnya pendidikan dalam meraih mimpi dan cita-cita. Disamping itu, dengan konsep video base learning, peserta didik dapat mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang terjadi dari video animasi yang diputar, seperti cara dalam mengatasi rasa takut dan pentingnya dalam menebarkan setiap kebaikan kepada sesama. Implementasi origami  yang dilakukan dalam kegiatan ini dapat melatih mental anak dalam berfikir, menumbuhkembangkan daya imajinasi anak, meningkatkan psikomotorik dan kreativitas anak dalam mengingat serta menerapkannya secara berulang-ulang sehingga objek yang dibentuk terlihat baik.  Kata Kunci: Motivasi Belajar, Origami, Daya Imajinasi, Pesan Moral, Yayasan Kreasi Bangun Semesta Pontianak     ABSTRACT The importance of looking at social problems which become the dynamics of life in society makes it very necessary to empower and accompany the next generation in responding to challenges and as preparation for facing a brighter future. The Kreasi Bangun Semesta Foundation (YKBS) Pontianak is an independent organization that is open locally, nationally and globally based on volunteerism and generosity from the wider community who empathize and sympathize with the aim of improving people's lives through education and training for the next generation. The aim of this service is to help and accompany students at the Kreasi Bangun Semesta Foundation (YKBS) Pontianak Learning House by providing learning motivation and implementing origami in developing students' imagination and moral messages in increasing awareness of the importance of education. The methods used in carrying out this activity are lectures, questions and answers, video base learning, and origami. The results of the activity show that the implementation of Community Service (PKM) activities at the Kreasi Bangun Semesta Foundation (YKBS) Pontianak Learning House has had a positive impact on strengthening students' learning motivation, where students gain direct understanding and increase awareness from exposure to the material presented by the presenters. about the importance of education in achieving dreams and aspirations. Apart from that, with the concept of video based learning, students can learn lessons from every event that occurs from the animated video that is played, such as how to overcome fear and the importance of spreading kindness to others. The implementation of origami carried out in this activity can train children's mental thinking, develop children's imagination, improve children's psychomotor and creativity in remembering and applying it repeatedly so that the objects formed look good.. Keywords: Learning Motivation, Origami, Imagination Power, Moral Message, Kreasi Bangun Semesta Foundation Pontianak
Upaya Peningkatan Kemampuan Adekuasi Perawat Ruang Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Aisyah Aisyah; Naryati Naryati; Giri Widakdo; Nuraenah Nuraenah; Harif Fadhillah; Ineke Kusuma Waluyo; Agniatul Mahmudah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12151

Abstract

ABSTRAK Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan gangguan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali, dimana tubuh tidak mampu memelihara metabolisme dan gagal menjaga keseimbangan cairan dan elektolit yang mengakibatkan terjadinya peningkatan ureum (Desfrimadona, 2016). Berdasarkan data trimester awal 2023, angka rata-rata kejadian anemia pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RS. Islam Jakarta Cempaka Putih, 163  pasien aktif dengan hemodialisis reguler,  atau sebanyak 6-8  % mengalami anemia, dengan rata-rata nilai Hb<10 gram/dl, kelebihan cairan sebanyak  4-6 %, kurang dukungan keluarga 5-7% , dan karena biaya sebesar  5-10 %. Gambaran diatas menjelaskan bahwa pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisis  di RSIJ Cempaka Putih , mengalami anemia renal dan kelebihan cairan masih cukup tinggi dan pencapaian adekuasi hemodialisis belum maksimal. Tujuan program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah umtuk meningkatkan kemampuan adekuasi perawat hemodialisa , sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal pada tindakan  hemodialisa yang dilakukan  oleh pasien di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Metode yang akan diterapkan untuk mencapai tujuan/target program abdimas ini melalui pemberdayaan melalui pelatiahan adukasi perawat hemodialisis dengan narasumber yang kompeten  dengan bidang tersebut. Adanya peningkatkan kemampuan adekuasi perawat hemodialisa. Terbentuknya tim adekuasi hemodialisa dan discharge planning. Kata Kunci: Hemodialisa, Manajemen Adekuasi  ABSTRACT Chronic renal failure (CKD) is a progressive and irreversible disorder of kidney function, where the body is unable to maintain metabolism and fails to maintain fluid and electrolyte balance, resulting in an increase in urea (Desfrimadona, 2016). Based on data from the first trimester in 2023, the average incidence of anemia in chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis in hospitals. Islam Jakarta Cempaka Putih, 163 active patients on regular hemodialysis, or as many as 6-8% have anemia, with an average Hb value <10 grams/dl, excess fluid of 4-6%, lack of family support 5-7%, and because the costs are 5-10%. The description above explains that patients with chronic renal failure on hemodialysis at RSIJ Cempaka Putih, experience renal anemia and fluid overload is still quite high and the achievement of hemodialysis adequacy is not yet optimal. The aim of this community partnership program (PKM) is to improve the adequacy capabilities of hemodialysis nurses, so that they can provide maximum results in hemodialysis procedures carried out by patients at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital. The method that will be applied to achieve the goals/targets of this community service program is through empowerment through hemodialysis nurse education training with resource persons who are competent in this field. Keywords: Hemodialysis, Adequacy Management
Pendekatan Deteksi Dini Retinoblastoma pada Anak di RSUD Moewardi Surakarta Senyum Indrakila; Muhammad Ilham Malda; Widyanti Soewoto; Joko Purnomo; Amru Sungkar; Nunik Agustriani; Abhista Rafianka Saputra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.10799

Abstract

ABSTRAK Retinoblastoma merupakan keganasan pada mata yang sering terjadi pada anak-anak dengan insiden terjadinya berkisar antara 1 dalam 14.000 sampai 1 dalam 20.000 kelahiran. Diagnosis dan penanganan retinoblastoma yang terlambat menjadi salah satu permasalahan yang dapat mengakibatkan terjadinya metastasis ke bagian ekstraokuler, kehilangan penglihatan dan kematian. Pada negara berkembang, termasuk Indonesia penyebab keterlambatan diagnosis retinoblastoma berasal dari orang tua anak yang disebabkan oleh faktor ekonomi dan ketidaktahuan pada penyakit retinoblastoma serta kewaspadaan dari gejala klinis dari retinoblastoma. Kira-kira setengah dari populasi anak yang terdiagnosis retinoblastoma meninggal, diperkirakan karena baru terdiagnosis saat stadium lanjut. Oleh sebab itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan orang tua tentang penyakit retinoblastoma. Penanganan awal retinoblastoma melalui deteksi dini tes lihat merah untuk melihat adanya leukokoria dapat dilakukan di fasilitas layanan kesehatan yang memadai dengan alat sederhana menggunakan oftalmoskop. Kata Kunci : Retinoblastoma, Tes Lihat Merah, Deteksi Dini  ABSTRACT Retinoblastoma is a common eye malignancy in children with an incidence ranging from 1 in 14,000 to 1 in 20,000 births. Delayed diagnosis and treatment of retinoblastoma is one of the problems that can lead to extraocular metastases, loss of vision, and death. In developing countries, including Indonesia, the cause of delay in the diagnosis of retinoblastoma comes from the child's parents due to economic factors and ignorance of retinoblastoma disease and awareness of clinical symptoms of retinoblastoma. Approximately half of the population of children diagnosed with retinoblastoma die, presumably because it was diagnosed at an advanced stage. Therefore, it is necessary to make efforts to increase the awareness and vigilance of parents about retinoblastoma disease. Early treatment of retinoblastoma through early detection, see red to see the presence of leukocoria can be done in adequate healthcare facilities with simple tools using an ophthalmoscope.  Keywords:  Retinoblastoma,  Red Reflex Test, Screening

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue