cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Cegah Depresi Remaja Melalui Edukasi dalam Meningkatkan Pengetahuan Harga Diri Triyana Harlia Putri; Yuyun Tafwidhah; Fitri Fujiana; Dinda Maharani; Dialika Putri Miptaza
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12329

Abstract

ABSTRAK Pada siklus kehidupan, masa remaja merupakan periode kritikal dalam menentukan identitas diri, sehingga kerap kali terjadi perubahan fisik dan mental. Kecenderungan permasalahan mental seperti deperesi telah dikaitkan dengan rendahnya harga diri pada remaja. Namun, informasi mengenai harga diri belum didapatkan dengan baik oleh remaja khususnya pada anak SMP. Oleh sebab itu, diperlukannya upaya promotif untuk menambah pengetahuan terkait peningkatan harga diri pada remaja sehingga dapat menurunkan angka kejadian harga diri rendah pada remaja. Metode peningkatan pengetahuan dilakukan dengan Pendidikan kesehatan sebanyak 30 siswa/i SMP Negeri 5 Kota Pontianak. Adapun teknik yang digunakan untuk menyampaikan materi yaitu ceramah, diskusi, dan demonstrasi selain itu juga memanfaatkan media audio visual dan buku saku. Bedasarkan Hasil pre-test didapatkan rata-rata pengetahuan siswa tentang harga diri adalah 5.89 ± 2.55 sedangkan post-test adalah 8.12 ± 1.97. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan dengan nilai 0,001 yang lebih kecil dari nilai p-value< 0,005, maka dapat disimpulkan bahwa pemberian Pendidikan kesehatan mengenai harga diri dapat meningkatkan pengetahuan siswa. pihak sekolah dapat meningkatkan frekuensi bimbingan konseling dalam rangka mencegah terjadinya depresi, serta dalam Upaya meningkatkan harga diri remaja diperlukan penguatan melalui afirmasi positif yang dapat diterapkan selama proses pembelajaran oleh guru SMP. Kata Kunci: Harga Diri, Pengetahuan, Remaja  ABSTRACT In the life cycle, adolescence is a critical period in determining one's identity, so physical and mental changes often occur. The tendency for mental problems such as depression has been linked to low self-esteem in adolescents. However, information about self-esteem has not been well received by teenagers, especially junior high school students. Therefore, promotional efforts are needed to increase knowledge regarding increasing self-esteem in adolescents so that it can reduce the incidence of low self-esteem in adolescents. The method of increasing knowledge was carried out with health education for 32 students of SMP Negeri 5 Pontianak City. The techniques used to deliver the material are lectures, discussions and presentations, apart from that, they also use audio-visual media and pocket books. Based on the pre-test results obtained, the average student knowledge about self-esteem was 5.89 ± 2.55 while the post-test was 8.12 ± 1.97. The results of the analysis show that there is a significant difference in knowledge levels with a value of 0.001 which is smaller than the p-value <0.005, so it can be concluded that providing health education regarding self-esteem can increase students' knowledge. Schools can increase the frequency of counseling in order to prevent depression, as well as in an effort to increase the self-esteem of teenagers who need strengthening through positive affirmations which can be applied during the learning process by junior high school teachers. Keywords: Adolescents, Self-Esteem, Knowledge
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Buah Bit pada Kelompok Tani Desa Regaji Kabupaten Karo Evarina Sembiring; Amila Amila; Suswati Suswati; Della Kuswinda Tanjung; Ayu Andira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12198

Abstract

ABSTRAK Bit banyak dibudidayakan masyarakat di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Namun, keberadaan tanaman bit di lahan mereka sebagai tanaman sampingan, menjualnya dalam bentuk segar dan belum diolah menjadi produk yang tahan lama tanpa diperlakukan khusus karena ketidakpahaman mitra akan manfaat potensi bit. Bit banyak mengandung vitamin dan mineral penting, yaitu folat, vitamin B6, kalsium, zinc, magnesium, mangan, fosfor, tembaga, zat besi bermanfaat untuk kesehatan. Tujuan kegiatan PKM untuk memberdayakan, menguatkan partisipasi masyarakat dalam swamedikasi, optimalisasi potensi buah bit, penyuluhan kesehatan mengenai khasiat dan kegunaan bit, budidaya bit, praktik menanam bit, pembuatan tepung, biscuit bit dan pelatihan penggunaan media sosial dalam pemasaran bit. Diawal kegiatan, peserta mengisi kuesioner untuk mengukur pemahaman mengenai buah bit. Setelah dilaksanakan penyuluhan, peserta kembali diminta mengisi kuesioner untuk melihat peningkatan pemahamannya. Sebelum penyuluhan tentang pemanfaatan bit, mayoritas pengetahuan kelompok tani Bunga Tani dalam mengenal buah bit dalam kategori kurang (55,56%) dan pengetahuan kelompok tani Sada Nioga sebanyak 63,64%. Setelah penyuluhan mayoritas pengetahuan masyarakat dalam pengenalan bit pada kelompok tani Bunga Tani dalam kategori baik (58,33%) dan pengetahuan kelompok tani Sada Nioga dalam kategori baik (54,54%). Peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang potensi buah bit dapat membantu masyarakat memaanfatkan buah bit secara optimal. Kata Kunci: Bit, Kesehatan, Budidaya, Tepung, Biskuit  ABSTRACT Beets are widely cultivated by people in Karo Regency, North Sumatra. However, the presence of beet plants on their land as a side crop, selling them fresh and unprocessed into long-lasting products without special treatment is due to the partners' lack of understanding of the potential benefits of beetroot. Beets contain many important vitamins and minerals, namely folate, vitamin B6, calcium, zinc, magnesium, manganese, phosphorus, copper, iron which are beneficial for health. The aim of public health service is to empower, strengthen community participation in self-medication, optimize the potential of beets, health education about the properties and uses of beets, and beet cultivation, and the practice of growing beets, making beet flour and biscuits and training on the use of social media in beetroot marketing. At the beginning of the activity, participants filled out a questionnaire to measure their understanding of beets. After the counseling was carried out, participants were again asked to fill out a questionnaire to see how their understanding had improved. Before counseling on the use of beets, the majority of the Bunga Tani farmer group's knowledge of beetroot was in the poor category (55.56%) and the knowledge of the Sada Nioga farmer group was 63.64%. After counseling, the majority of community knowledge regarding the introduction of beets in the Bunga Tani farmer group was in the good category (58.33%) and the knowledge of the Sada Nioga farmer group was in the good category (54.54%). Increasing participants' knowledge and understanding of the potential of beetroot can help people make optimal use of beetroot.  Keywords : Beetroot, Helath, Cultivation, Flour, Biscuit
Pemberdayaan Kader Melalui Pelatihan Screening Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Pengolahan Rempah sebagai Pendamping Pengobatan pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Jagir Ninda Ayu Prabasari; Linda Juwita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11198

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular (PTM) semakin meningkat terjadi di komunitas. Deteksi dini terkait PTM belum berjalan optimal, banyak ditemukan kasus yang sudah parah tidak terkecuali pada lanjut usia. Lanjut Usia menggunakan rempah dan herbal untuk mengobati penyakitnya sebagai pendamping pengobatan. Tetapi dalam penggunaannya tidak berbasis hasil penelitian. Kader sebagai ujung tombak bidang kesehatan dan dekat dengan lanjut usia memiliki peranan yang besar. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu memberikan edukasi screening penyakit tidak menular, penggunaan dan manfaat terapi herbal atau rempah, pemanfaatan lahan rumah untuk tanaman obat keluarga. Menggunakan metode penyuluhan dan demontrasi. Kegiatan diikuti oleh 70 kader kesehatan, mayoritas memiliki rentang usia 40-50 tahun dan mayoritas lama menjadi kader selama 4 -10 tahun. Terdapat peningkatan pengetahuan dari hasil pre dan post test yang dilakukan kepada para kader. Para kader dapat mempraktekkan cara pembuatan tanaman herbal atau rempah untuk pengobatan dan pemanfaatan pekarangan rumah ditanami tanaman obat keluarga. Kegiatan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan untuk para kader jika dilakukan rutin dapat meningkatkan kemampuan kader dalam pelayanan kepada masyarakat. Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, Kader, Rempah   ABSTRACT Non-communicable diseases (PTM) are increasing in the community. Early detection related to PTM has not run optimally, many severe cases are found, including the elderly. Seniors use spices and herbs to treat their illnesses as a companion to treatment. But in its use is not based on research results. Cadres as the spearhead of the health sector and close to the elderly have a big role. The purpose of community service activities is to provide education on screening for non-communicable diseases, the use and benefits of herbal or spice therapy, the use of home land for family medicinal plants. Using counseling and demonstration methods. The activity was attended by 70 health cadres, the majority had an age range of 40-50 years and the majority had been cadres for 4-10 years. There is an increase in knowledge from the results of the pre and post tests conducted on the cadres. The cadres can practice how to make herbs or spices for treatment and use the yard of the house to be planted with family medicinal plants. Activities to increase knowledge and skills for cadres if carried out routinely can increase the ability of cadres in serving the community. Keywords: Non-Communicable Diseases, Cadres, Spices
Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Pendampingan Berbasis Mental Healthness Bagi Perempuan Produktif untuk Peningkatan Hidup Sehat di Desa Gisikcemandi Yuni Kurniawaty; Irine Yunila Prastywati; Ignatius Heri Dwianto; Yanti Silitonga; Virginia Apriliani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.11972

Abstract

ABSTRAK Kegiatan ini mendukung salah satu bidang fokus utama Pengabdian kepada Masyarakat yaitu bidang Kesehatan. Mitra kegiatan ini adalah Desa Gisikcemandi, Sidoarjo. Mitra merupakan kelompok masyarakat perempuan usia produktif di desa Gisikcemandi merupakan salah satu penopang keluarga, seharusnya menjadi SDM yang unggul dalam perannya. Adanya keluhan pada mitra mengenai Kesehatan secara fisik, psikologis dan lingkungan. 1) meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di rumah tangga sehingga pada mitra tercapai standar kesehatan yang baik 2) meningkatkan kesehatan secara mental (mental helatness) bagi perempuan di Desa Gisikcemandi Sidoarjo, 3) meningkatkan kesehatan secara fisik bagi para perempuan di desa Gisikcemandi Sidoarjo yang berusia produktif. Menggunakan Participatory Rural Apraissal (PRA) sehingga tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat dapat bertindak sebagai fasilitator dan langsung dapat memfasilitasi warga dalam mengenal dan memanfaatkan metode partisipatoris untuk menyusun CAP (Community Action Plan). Didapatkan peningkatan pengetahuan PHBS 34,29% pada tingkat pengetahuan baik dan peningkatan 45% perubahan PHBS di rumah tangga setelah diamati dari 10 jenis PHBS di rumah tangga oleh mitra PKM. Adanya peningkatan strategi koping 31,43% menjadi lebih adaptif yaitu Problem-focused coping pada mitra PKM. Adanya peningkatan pengetahuan 51,43% pada tingkat pengetahuan baik dan peningkatan perubahan perilaku mitra PKM dalam pencegahan CTS 31,4%. Adanya peningkatan 31,43% kualitas hidup dari baik menjadi sangat baik pada mitra PKM. Bahwa edukasi kesehatan mampu memperbaiki pengetahuan seseorang serta dapat mewujudkan perilaku mitra PKM menjadi lebih sehat sebab perilaku berdasarkan pengetahuan akan lebih langgeng dari pada tanpa pengetahuan.   Kata Kunci: Pemberdayaan Perempuan, Gisikcemandi, Kualitas Hidup Sehat,   Kesehatan Mental   ABSTRACT This activity supports one of the main focus areas of community service, namely the health sector. The partner of this activity is the village of Gisikcemandi, Sidoarjo. The partners are a community group of women of productive age from Gisikcemandi village who are one of the breadwinners of the family, they must be excellent human resources in their roles. Complaints to partners regarding physical, psychological, and environmental health. 1) improve healthy living behaviors so that a clean and healthy environment can be created so that partners achieve good health standards 2) improve mental health of women in Gisikcemandi village, Sidoarjo, 3) improve the physical health of women of the productive age village of Gisikcemandi, Sidoarjo. Use Participatory Rural Appraisal (PRA) so that the Community Services Implementation Team can act as a facilitator and directly support residents to recognize and use participatory methods to develop a CAP (community action). There was a 34.29% increase in PHBS knowledge at a good level of knowledge and a 45% increase in PHBS changes in the household after being observed for 10 types of PHBS in the household. cleaning by PKM partners. There was a 31.43% increase in coping strategies to become more adaptive, namely problem-focused coping with PKM partners. There is an increase in knowledge of 51.43% at the level of good knowledge and an increase in behavioral changes among PKM partners in the prevention of CTS of 31.4%. There was a 31.43% increase in quality of life, from good to very good, for PKM partners. Health education can increase knowledge and change the behavior of PKM partners to become healthier and better because behavior based on knowledge will last longer than behaviour without knowledge. Keywords: Women Empowerment, Gisikcemandi, Healthy Quality of Life, Mental Healthness
Poster Infografis sebagai Media Penyajian Data yang Menarik Tentang Desa Karyawangi Kecamatan Parongpong Bandung Barat Annisa Bela Pertiwi; Budiman Budiman; Rudy Farid; M. Firdaus Benyamin; Mario Rinaldi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11730

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini membahas hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Desain Grafis Universitas Widyatama yang berupa proyek pembuatan poster infografis sebagai media untuk menyajikankan data-data tentang Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Poster infografis dipilih sebagai media visual yang efektif untuk meng-gambarkan informasi kompleks secara ringkas dan menarik. Dalam artikel ini, dijelaskan bagaimana data mengenai profil desa, kondisi geografis, kegiatan musyawarah dalam pembangunan desa, dan karakteristik penduduk Desa Karyawangi yang diolah secara kreatif melalui elemen visual, grafis, dan narasi dalam perancangan poster infografis. Metode perancangan poster infografis dilakukan dengan menggabungkan elemen visual, grafis, narasi, dan data-data terkait Desa Karyawangi yang diolah secara kreatif dalam perancangan poster infografis. Hasil perancangan poster infografis dicetak dalam ukuran A2 dan dipajang di kantor Desa Karyawangi, sementara untuk poster infografis digital ditampilkan di sosial media Instagram @desa.karyawangi. Hasil perancangan poster infografis ini memiliki potensi besar dalam menyampaikan informasi secara inspiratif dan efektif, memperkuat pemahaman tentang berbagai aspek yang ada di Desa Karyawangi, serta memudahkan akses informasi bagi masyarakat. Kata Kunci: Poster Infografis, Penyajian Data, Poster Infografis.  ABSTRACT This text discusses the results of the dedication to the community conducted by Graphic Design Study Program at Widyatama University, which takes the form of a project creating infographic posters as a medium to present data about Karyawangi Village, Parongpong Subdistrict, West Bandung Regency. Infographic posters were chosen as an effective visual medium to succinctly and attractively depict complex information. In this article, it is explained how data about the village's profile, geographical conditions, deliberation activities in village development, and characteristics of Karyawangi Village residents are creatively processed through visual, graphic, and narrative elements in the design of infographic posters. The method of designing infographic posters involves blending visual elements, graphics, narratives, and data related to Karyawangi Village, creatively crafted within the design. The results of the infographic poster design are printed in A2 size and displayed at the Karyawangi Village office, while the digital version is presented on the Instagram social media account @desa.karyawangi. The result of this infographic poster design holds significant potential to convey information in an inspirational and effective manner, enhancing the understanding of various aspects within Desa Karyawangi, and facilitating access to information for the community. Keywords: Infographic Poster, Data Presentation, Village Profile.
Cegah Stunting melalui Optimalisasi Peranan Orang Tua dan Kreasi Cemilan Sehat Eki Pratidina; Sri Lestari Kartikawati; Denni Fransiska Helena Marpaung; Hendra Mahakam Putra; Myrna Anissaniwaty; Rahma Ziska
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.9449

Abstract

ABSTRAK Pemantauan status gizi pada anak merupakan salah satu kegiatan pemantauan yang dilakukan dalam rangka mengurangi permasalahan gizi di Indonesia. Masalah gizi masih menjadi pusat perhatian pemerintah Indonesia untuk mengakhiri segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 yang terlihat dalam rumusan Sustainable Development Goals (SDGs) serta menurut WHO (2016) termasuk capaian target internasional 2025 untuk menurunkan angka stunting dan wasting pada balita. Presentase wasting (kurang gizi) pada balita di RW 3 Cibiru Hilir dibandingkan dengan RW lainnya termasuk daerah yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena angkanya masih lebih tinggi. Penyebab lain kejadian wasting dan stunting secara tidak langsung dipengaruhi oleh pola asuh ibu terhadap balitanya. Orangtua harus menyesuaikan pola asuh anak dan memperhatikan tumbuh kembang anak di tengah pandemik COVID-19. Pentingnya pengembangan pola asuh pada balita yang disesuaikan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua seperti perilaku mencuci tangan pakai sabun, pembiasaan makan makanan rumah yang sehat diolah dengan baik dan bervariasi di rumah. Variasi makanan yang disajikan di rumah dapat menjadi daya tarik anak untuk mau makan dan meningkatkan nafsu makan anak, sehingga diharapkan berat badan anak tidak mengalami penurunan. Pola asuh ibu memiliki peran dalam kejadian wasting dan stunting pada balita karena asupan makanan sepenuhnya diatur oleh ibu. Masalah wasting pada balita menggambarkan adanya kekurangan gizi yang dialami balita dalam waktu yang relative singkat dan baru. Kondisi balita wasting dapat terjadi karena dipengaruhi oleh adanya riwayat penyakit infeksi dan ketersediaan pangan tingkat rumah tangga, sedangkan masalah stunting biasanya terjadi akibat dampak gagal tumbuh pada periode sebelumnya. Rendahnya TB/U menggambarkan pendek (shortness) dimana outcome dari proses ini adalah stunting. Kata Kunci: Cemilan Sehat, Peran Orang Tua, Stunting  ABSTRACT Monitoring the nutritional status of children is one of the monitoring activities carried out to reduce nutritional problems in Indonesia. Nutrition problems are still the center of attention of the Indonesian government to end all forms of malnutrition by 2030 as seen in the formulation of Sustainable Development Goals (SDGs) and according to who (2016) including the achievement of the international target of 2025 to reduce stunting and wasting in toddlers. The percentage of wasting (malnourished) in toddlers in RW 3 Cibiru Downstream compared to other RWs including areas that need special attention because the numbers are still higher. Other causes of wasting and stunting are indirectly influenced by the parenting pattern of mothers towards their toddlers. Parents must adjust their parenting patterns and pay attention to the growth and development of children amid the COVID-19 pandemic. The importance of developing parenting patterns in toddlers that are adjusted to the New Habits Adaptation (AKB) is something that parents need to pay attention to such behaviors as hand washing with soap, and healthy eating habits of home food that is well processed and varied at home. Variations in the food served at home can be an attraction for children to want to eat and increase children's appetite, so it is expected that children do not lose weight. Maternal parenting has a role in the incidence of wasting and stunting in toddlers because food intake is fully regulated by the mother. The problem of wasting in toddlers illustrates the malnutrition experienced by toddlers in a relatively short time and new. The condition of wasting toddlers can occur because it is influenced by the history of infectious diseases and household-level food availability while stunting usually occurs due to the impact of failing to grow in the previous period. The low TB/U describes shortness where the outcome of this process is stunting. Keywords: Healthy Snacks, Role of Parents, Stunting
Pelatihan Pembuatan Kulit Kue Lontar Berbahan Dasar Tepung Biji Durian Santoso Budi Rohayu; Ketut Wahyudi; Vera Iriani Abdullah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10535

Abstract

ABSTRAK Tepung biji durian mengandung tinggi  alkaloid, kadar serat air dan karbohidrat serta  rendah terpenoid. Saat ini pemanfaatan biji durian sudah mulai banyak dilakukan baik berupa tepung maupun  olahan makanan lain. Berdasarkan beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung biji durian dapat di gunakan sebagai alternatif bahan pangan. Hal ini juga sangat membantu dalam pengurangan limbah sampah yang dapat mengganggu kualitas dan kesehatan pada lingkungan sekitar. Untuk mengajarkan dan mengenalkan pemanfaatan biji buah durian kepada masyarakat. Menggunakan metode pelatihan.  Peserta yang ikut kegiatan sebanyak 60 orang, setelah mengikuti kegiatan 100% peserta mengetahui cara pemanfaatan tepung biji durian.    Masyarakat telah mengenal cara  pemanfaatan biji buah durian sebagai  bahan dasar pangan local. Kata Kunci: Pangan Local, Pengelolaan Limbah, Ketrampilan Masyarakat  ABSTRACT Durian seed flour contains high alkaloids, low levels of water and carbohydrate fiber and terpenoids. Currently, the use of durian seeds has begun to be widely used, both in the form of flour and other processed foods. Based on several research results indicate that durian seed flour can be used as an alternative food ingredient. This is also very helpful in dealing with waste that can interfere with the quality and health of the surrounding environment. The aim is to prohibit and introduce the use of durian fruit seeds to the public. This community service activity uses the training method. Results: 60 participants took part in the activity, after participating in the activity 100% of the participants knew how to use durian seed flour. Conclusion: the community is familiar with how to use durian fruit seeds as a basic ingredient for local food.  Keywords: Local Food, Waste Management, Community Skills
Program Pendampingan Remaja Peduli Stunting di Pekon Tugurejo Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus Dessy Hermawan; Erna Listiyaningsih; Gunawan Irianto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12539

Abstract

ABSTRAK Stunting diketahui memiliki efek negatif bagi anak, baik efek jangka pendek maupun jangka panjang. Selain anak akan cenderung menjadi tumbuh pendek, mudah sakit, bahkan stunting juga dapat berakibat pada perkembangan kognitif atau intelektualitas anak. Stunting dapat dicegah dan start awalnya ada di saat remaja. Sayangnya masih banyak remaja yang tidak paham akan konsep kesehatan reproduksi sehingga mereka terjerumus dalam pernikahan dini yang berpotensi melahirkan bayi dengan stunting. Adapun tujuan dari kegiatan PkM ini adalah melakukan pendampingan pada para remaja di Pekon Tugurejo kecamatan Semaka tentang kesehatan reproduksi, stunting dan hubungan antara pernikahan dini dengan petensi lahirnya bayi stunting. Kegiatan pendampingan remaja ini diikuti oleh 28 orang remaja yang berasal dari pekon Tugurejo Semaka Tanggamus. Adapun Kegiatan diawali dengan pre test, kegiatan inti dari narasumber dan diakhiri dengan post test. Tampak terdapat peningkatan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi, stunting serta hubungan antara pernikahan dini dengan kejadian stunting. Program pendampingan yang diberikan kepada para remaja ini, mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para remaja tentang kesehatan reproduksi dan stunting, sehingga diharapkan kedepannya mampu menekan adanya pernikahan dini serta menurunkan angka kejadian stunting di Pekon Tugurejo. Kata Kunci: Stunting, Remaja, Pernikahan Dini  ABSTRACT Stunting is known to have negative effects on children, both short and long-term effects. Apart from children tending to grow short and get sick easily, stunting can also impact children's cognitive or intellectual development. Stunting can be prevented, and its initial onset occurs in adolescence. Unfortunately, many teenagers still do not understand the concept of reproductive health, so they fall into early marriage, which has the potential to give birth to stunted babies. This PkM activity aims to assist teenagers in Pekon Tugurejo, Semaka sub-district, regarding reproductive health, stunting, and the relationship between early marriage and the potential for the birth of a stunted baby. 28 teenagers from the Tugurejo Semaka Tanggamus community attended this youth mentoring activity. The activity begins with a pre-test, core activities from the resource person, and ends with a post-test. There appears to be an increase in teenagers' understanding of reproductive health, stunting, and the relationship between early marriage and the incidence of stunting. Conclusion: The mentoring program provided to teenagers can increase their knowledge and understanding about reproductive health and stunting, so it is hoped that in the future, it will be able to suppress early marriages and reduce the incidence of stunting in Pekon Tugurejo. Keywords: Stunting, Teenager, Early Marriage
In-House Training Perawat Terkait Perawatan Integratif di Area Keperawatan Medikal Bedah Nursiswati Nursiswati; Bambang Aditya Nugraha; Sri Hartati Pratiwi; Hasniatisari Harun; Urip Rahayu; Eka Afrima Sari; Chandra Isabella Hostanida Purba; Titis Kurniawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12169

Abstract

ABSTRAK Perawatan integratif dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan yang akan berkontribusi kepada peningkatan derajat kesehatan dan kualitas hidup pasien. Penerapan perawatan integratif membutuhkan kemampuan perawat dalam mengelola upaya preventif, promotif dan rehabilitatif secara efektif pada saat memberikan asuhan keperawatan pada area keperawatan medikal bedah (KMB). Pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas perawat dalam perawatan integratif di area keperawatan medikal bedah. Metoda yang digunakan adalah in-house training berupa ceramah dan tanya jawab interaktif kepada 9 preseptor klinik dan 3 clinical case manager di RSUD Sumedang. Materi yang disampaikan diantaranya adalah Continuity of care pada chronic disease, Protocol follow up care pada area KMB, Transitional care, dan Discharge planning. Evaluasi kegiatan menggunakan analisis pre-posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan poin nilai rata-rata pre-post test (3,09). Nilai rata-rata pre-test sebesar 56 dan post-test sebesar 69,09. Dengan demikian, upaya yang sudah dilakukan bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas perawat khususnya pengetahuan dan keterampilan menginisiasi integrative care. Upaya tersebut dapat diulang dengan target sasaran perawat medikal bedah lainnya selain perseptor maupun case manager. Kata Kunci: Keperawatan Medikal Bedah, Kapasitas Perawat, Perawatan Integratif, Preceptor, Case Manager, Pengabdian Masyarakat  ABSTRACT Integrative Care could increase quality nursing services to be contribute to enhance the patient’s health status and quality life. Application of the integrative care requires the ability of nurses to effectively manage preventive, promotive and rehabilitative measurements when providing nursing care in the medical surgical nursing (MSN) area. This community service conducted with the purpose for increasing capacity of the nurses in integrative care in the MSN area. The method used was in -house training through interactive presentation and interactive  discussion to nine clinical preceptors and three clinical case managers at Sumedang District Hospital. The topic presented included Continuity of care in chronic disease, Protocol follow-up care in the MSN area, Transitional care, and Discharge planning. The evaluation and outcome analysis using pre-post test design. The results of the program showed an increase in the average pre-post test score points (3.09). The average pre-test score was 56 and the post-test was 69.09. Thus, this community program that have been made are beneficial in increasing capacity nurse specifically knowledge and skills to initiate the integrative care . The future program is needed with other medical surgical nurses non preceptors and case managers. Keywords: Medical Surgical Nursing, Capacity Nurse, Integrative Care, Preceptor, Case Manager, Community Service
Edukasi Management Pengelolaan Faktor Penyebab sebagai Upaya Pencegahan Serangan Stroke dan Serangan Berulang Lalu M. Panji Azali; Ririn Afrian Sulistyawati; Saelan Saelan; Diyanah Syolihan Rinjani Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12081

Abstract

ABSTRAK Stroke merupakan masalah kesehatan yang dikategorikan sebagai salah satu penyebab kematian utama pada penyakit tidak menular dengan proyeksi mengalami peningkatan 20,5% ditahun 2030. Stroke sebagai beban masalah kesehatan dunia, tidak hanya merujuk pada kejadian kematian saat serangan akut atau pertama, namun juga dapat memiliki tingkat resiko kematian yang lebih tinggi pada serangan berulang atau kekambuhan. Sebagai upaya yang dilakukan untuk mencegah hal tersebut adalah dengan management pengelolaan faktor faktor penyebab sebagai upaya pencegahan serangan stroke dan serangan berulang. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pelaksanaan dengan edukasi kewaspadaan serangan berulang stroke dan peran penting keluarga sebagai informal caregiver untuk mencegah kegawatan stroke berulang. Pengabmas ini berfokus pada peningkatan pengetahuan tentang peningkatan pengetahuan masyarakat tentang management pengelolaan faktor faktor penyebab sebagai upaya pencegahan serangan stroke dan serangan berulang. Pengabmas ini dilakukan Desa Wonorejo Surakarta pada Mei 2023 dengan melibatkan seluruh masyarakat dengan usia dewasa lanjut, mahasiswa dosen. Kegiatan dalam pengabmas ini antara lain adalah memberikan edukasi, sosialisasi tentang tentang Hal apa saja yang perlu dijawaspadai untuk mencegah serangan berulang stroke. Perbandingan hasil pre-test dan post-test 18 peserta sebelum pemberian edukasi diketahui bahwa jumlah peserta yang dapat menjawab semua pertanyaan dengan tepat adalah 0 orang. Adapun setelah pemberian edukasi, diketahui bahwa 13 peserta dapat menjawab semua pertanyaan dengan tepat. Metode dan media yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini efektif dapat meningkatkan pengetahuan peserta penyuluhan dilihat dari kemampuan peserta dalam sesi recall tanya jawab dan diskusi, terutama tentang mengenali faktor resiko dan pencegahannya untuk mengurangi kemungkinan serangan atau serangan berulang. Kata Kunci: Stroke, Faktor Penyebab, Stroke Berulang   ABSTRACT Stroke is a health problem that is categorized as one of the main causes of death in non-communicable diseases with a projected increase of 20.5% in 2030. Stroke as a global health problem does not only refer to the incidence of death during an acute or first attack, but can also have The risk of death is higher in recurrent attacks or recurrence. As an effort to prevent this is the management of causal factors as an effort to prevent strokes and recurrent attacks. This community service is carried out with the aim of increasing knowledge and implementation by educating on awareness of recurrent stroke attacks and the important role of the family as an informal caregiver to prevent recurrent stroke emergencies. The implementation will be carried out on October 2022- November 2022 in Wonorejo Village, Surakarta, using the seminar, discussion/question and answer, and monitoring methods. The media used are LCD, ppt, booklet and monitoring sheet. This community service focuses on increasing knowledge about increasing public knowledge about the management of causative factors as an effort to prevent strokes and recurrent attacks. This community service was carried out by Wonorejo Village, Surakarta in May 2023, involving the entire community, older adults, students, lecturers. Activities in this community service include providing education, outreach about what things need to be watched out for to prevent recurrent strokes. The methods and media used in this community service can effectively increase the knowledge of counseling participants as seen from the participants' abilities in question and answer recall and discussion sessions, especially regarding recognizing risk factors and preventing them to reduce the possibility of repeated attacks or attacks. This result shows an increase in the knowledge of the counseling participants, that seen from the ability of the participants in the question and answer recall session and discussion, especially about identifying risk factors and prevention to reduce the possibility of attacks or repeated attacks. Keywords: Stroke, Stroke Risk Factor, Chart of Stroke Risk Detection

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue