cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Hipnosis Lima Jari dalam Mengurangi Kecemasan pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sitada Tada Kabupaten Tapanuli Utara Marni Siregar; Hetty Wa Panggabean; Amoster Simarmata; Elfrida Simangunsong; Ayu Hutapea; Melati Siregar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12315

Abstract

ABSTRAK Hipnosis lima jari merupakan suatu salah satu metode dalam yangdapat dlakukan ibu hamil dalam mengurangi kecemasan. Kecemasan yang dialami ibu hamil diperkirakan dapat mempengaruhi 15% sampai 23% kehidupannya. Kecemasan ibu hamil paling banyak di trimester ke III, atau menjelang persalinan, takut merasakan nyeri saat bersalin, takut melahirkan dan takut akan gangguan perdarahan (Kiruthiga 2017). Peserta dalam kegiatan melakukan teknik hypnosis lima jari ini adalah ibu hamil yang ada di wilayah Puskesmas Sitada tada sebanyak 40 orang, yang diwawancara sebanyak 10 orang dan semuanya mengalami kecemasan dalam proses kehamilannya saat ini, diperoleh data dari Pustu Hutaraja sebanyak 18 orang, Pustu Pagar batu sebanyak 12 orang. Sebelum pelaksaanan dilakukan pre dan sesudah itu dilakukan post test. Berdasarkan hasil Pre-test dan Post Test dapat dilihat bahwasanya pada saat pre test yang berpetahuan baik 13 orang (32 %) dan yang kurang 27 orang (675 %) setelah latihan dan melakukan lebih dari 5 kali ada penambahan jumlah ibu yang berpengetahuan baik dari  32 % menjadi bertambah sebanyak 23 orang ibu pada saat post test,sehingga jumlah yang dapat melakukan tehnis hipnosis menguangir kecemasan sebanyak 36 orang  (90%). Hipnosis lima jari dapat dilakukan dengan menggunakan music yang soft, sehingga menambah rasa nyaman saat  melakukan hipnosis.Diharapkan ibu hamil dapat melakukan dan melanjutkan kegiatan hypnosis mengurangi kecemasan, sehingga dapat bahagia dan senang menjalani kehamiln yang akhirnya dapat menghasilkan generasi yang sehat dan berkualitas. Kata Kunci: Hypnosis Limajari, Ibu Hamil, Kecemasan  ABSTRACT Five finger hypnosis is one method that pregnant women can use to reduce anxiety. It is estimated that anxiety experienced by pregnant women can affect 15% to 23% of their lives. Pregnant women's most anxiety is in the third trimester, or just before delivery, fear of feeling pain during labor, fear of giving birth and fear of bleeding disorders (Kiruthiga 2017). Participants in the activity of carrying out the five-finger hypnosis technique were 40 pregnant women in the Sitada Community Health Center area, 10 people were interviewed and all of them were experiencing anxiety during their current pregnancy process, 18 people obtained data from Pustu Hutaraja, Pustu Pagar Batu as many as 12 people. Before implementation, a before and after test is carried out. Based on the results of the pre-test and post-test, it can be seen that during the pre-test, 13 people (32%) had good knowledge and 27 people (675%) had less knowledge. After practicing and doing it more than 5 times, there was an increase in the number of mothers who had good knowledge from 32 The percentage increased by 23 mothers during the post test, so that the number who could use hypnosis techniques to reduce anxiety was 36 people (90%). Five finger hypnosis can be done using soft music, thereby increasing the feeling of comfort when doing hypnosis. It is hoped that pregnant women can carry out and continue hypnosis activities to reduce anxiety, so that they can be happy and enjoy their pregnancy which can ultimately produce a healthy and high-quality generation. Keywords: Limajari Hypnosis, Pregnant Women, Anxiety
Pemberdayaan Teman Sebaya “Seni Pesan Pepsi” dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Perawatan Prakonsepsi Megayana Yessy Maretta; Wijayanti Wijayanti; Tresia Umarianti; Arista Apriani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12175

Abstract

ABSTRAK Remaja mengalami masa transisi dari kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan yang berlangsung lebih cepat dibandingkan periode sebelum atau setelahnya. Hal ini seringkali menyebabkan mayoritas remaja mengarah pada perilaku kenakalan remaja termasuk perilaku seksual pra nikah karena adanya rasa penasaran ingin mencoba hal baru. Perilaku seksual pranikah yang dilakukan remaja mengarahkan remaja pada risiko kehamilan yang tidak diinginkan dan penularan penyakit menular seksual (PMS). Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menyebutkan bahwa perilaku pranikah remaja bervariasi dari 3%-66% dari perilaku pernah meraba/ diraba  sampai perilaku berpegangan tangan saat berpacaran. Selain itu konsekuensi dari pertumbuhan dan perkembangan remaja yang pesat juga berdampak pada kebutuhan aktualisasi diri remaja menjadi sangat tinggi. Hal ini menyebabkan remaja banyak menghabiskan waktu dengan teman sebaya. Karang taruna merupakan organisasi di masyarakat yang dibentuk untuk mewadahi dan menyalurkan kreativitas remaja termasuk memfasilitasi kebutuhan pergaulan remaja dengan teman sebayanya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kesehatan prakonsepsi pada remaja melalui pemberdayaan teman sebaya di karang taruna. Kegiatan ini dilakukan melalui 2 tahap yaitu pelatihan teman sebaya dan pendampingan edukasi teman sebaya. Hasil kegiatan ini yaitu mayoitas pengetahuan dan sikap anggota karang taruna berada pada kategori baik (60% dan 60%) setelah dilakukan kegiatan edukasi teman sebaya. Simpulan kegiatan ini yaitu pemberdayaan teman sebaya Seni Pesan Pepsi (Sejak Dini Peduli Kesehatan Prakonsepsi) dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap perawatan prakonsepsi anggota Karang Taruna Kartika Chandra Utama, Dusun Selorejo, Desa Wonorejo, Karanganyar. Kata Kunci: Edukasi, Sebaya, Remaja, Prakonsepsi  ABSTRACT Adolescents experience a transition period from childhood to adulthood which is characterized by growth and development that occurs more rapidly than the period before or after. It causes the majority of teenagers to lead to juvenile delinquent behavior, including premarital sexual behavior, because they are curious about trying new things. Premarital sexual behavior by teenagers puts them at risk of unwanted pregnancy and transmission of sexually transmitted diseases (STDs). The 2017 Indonesian Health Demographic Survey (SDKI) stated that teenagers' premarital behavior varied from 3%-66%, from the behavior of having touched/groped to the behavior of holding hands when dating. Apart from that, the consequences of rapid growth and development of teenagers also have an impact on teenagers' need for self-actualization to be very high. This causes teenagers to spend a lot of time with peers. Karang Taruna is an organization in society that was formed to accommodate and channel youth creativity, including facilitating the social needs of teenagers with their peers. This service activity aims to provide knowledge about preconception health to adolescents through empowering peers in youth organizations. This activity was carried out in 2 stages, namely peer training and peer educational assistance. The results of this activity are that the majority of youth organization members' knowledge and attitudes are in the good category (60% and 60%) after peer education activities were carried out. The conclusion of this activity is that empowering peers with Seni Pesan Pepsi (Sejak Dini Peduli Kesehatan Prakonsepsi) can improve the knowledge and attitudes of preconception care members of the Kartika Chandra Utama Youth Organization, Selorejo Hamlet, Wonorejo Village, Karanganyar. Keywords: Education, Peers, Adolescents, Preconception
Pelatihan Kepemimpinan Tingkat Dasar untuk Pengurus Osis di Sekolah SMAN 1 Mauponggo, Kabupaten Nagekeo Medho, Yohana Fransiska; Tokan, Frans Bapa; Boro, Veronika I.A.; Hurek, Urbanus Ola; Lamawuran, Yosef Dion; Ethelbert, Yohanes Kornelius
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12428

Abstract

ABSTRAK Pelatihan kepemimpinan tingkat dasar untuk pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMAN 1 Mauponggo bertujuan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan pada siswa yang bertanggung jawab dalam memimpin organisasi di sekolah mereka. Hal ini untuk membantu mereka mempelajari konsep, praktik yang efektif dalam konteks kepemimpinan OSIS. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah dengan analisis situasi, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Selama pelatihan, peserta terlibat dalam berbagai aktivitas dan latihan yang melibatkan pemahaman konsep kepemimpinan, komunikasi efektif, dan strategi organisasi. Mereka belajar bagaimana berkomunikasi dengan baik dengan rekan-rekan mereka, mengorganisir kegiatan di sekolah, memotivasi siswa lain untuk berpartisipasi, dan mengambil keputusan yang tepat dan pentingnya etika kepemimpinan, seperti integritas, tanggung jawab, dan sikap positif. sehingga mereka dapat menjadi contoh yang baik bagi siswa lainnya dan membangun citra positif OSIS di sekolah. Di akhir pelatihan, peserta akan diberikan kesempatan untuk menerapkan keterampilan kepemimpinan baru mereka melalui program kerja OSIS. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mereka dalam mengelola program kerja , berkolaborasi dengan anggota tim, dan menghadapi tantangan yang mungkin muncul. Tujuannya adalah untuk memperkuat keterampilan kepemimpinan mereka serta memberikan kontribusi yang nyata bagi pengembangan sekolah. Pengabdian ini diharapkan dapat memberikan landasan yang kuat bagi mereka untuk menjadi pemimpin yang efektif dan dapat memberikan dampak positif dalam memajukan sekolah dan komunitas mereka. Kata Kunci: Kepemimpinan, Latihan Tingkat Dasar  ABSTRACT Basic level leadership training for Intra-School Student Organization (OSIS) administrators at SMAN 1 Mauponggo aims to develop leadership skills in students who are responsible for leading organizations in their schools. This is to help them learn concepts, effective practices in the context of student council leadership. The method used in this training is situation analysis, preparation, implementation and evaluation .During the training, participants are involved in various activities and exercises that involve understanding the concepts of leadership, effective communication, and organizational strategy. They learn how to communicate well with their peers, organize activities at school, motivate other students to participate, and make sound decisions and the importance of ethical leadership, such as integrity, responsibility, and a positive  attitude. so that they can set a good example for other students and build a positive image of the student council at school. At the end of the training, participants will be given the opportunity to apply their new leadership skills through the student council work program. This service aims to provide them with practical experience in managing work programs, collaborating with team members, and dealing with challenges that may arise. The aim is to strengthen their leadership skills as well as make a real contribution to school development. This dedication is expected to provide a strong foundation for them to become effective leaders and to have a positive impact in advancing their schools and communities. Keywords: Leadership, Basic Level Training
DURASI : Edukasi Pemberian MPASI di Kelurahan Cisalak Pasar Krisanti Nurbaiti; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Nur Intania Sofianita; Firlia Ayu Arini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12489

Abstract

ABSTRAK Baduta adalah anak berusia di bawah 2 tahun. Masa ini adalah masa keemasan dimana sedang dalam masa perkembangan dan pertumbuhan. Anak dalam  masa ini memerlukan asupan zat gizi seimbang untuk mencapai berat badan dan tinggi badan optimal. Untuk mencapai status gizi yang optimal pada anak 6-24 bulan dilakukan dengan pemberian Makanan Pendamping ASI dengan benar dan tepat mulai dari usia pemberian, tekstur, frekuensi, porsi, dan variasi. Menurut riskesdas 2018, cakupan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang sesuai standar hanya 46,6%.  MPASI merupakan makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan, dan diberikan secara bertahap sesuai dengan usia serta kemampuan pencernaan bayi guna memenuhi kebutuhan gizi. Memberikan edukasi tentang pola pemberian MPASI yang sesuai di Cisalak Pasar Kota Depok. Metode yang digunakan adalah dengan penyuluhan menggunakan poster secara door to door. Analisis data diuji menggunakan uji Wilcoxon. Hasil yang didapatkan terdapat perbedaan antara nilai pretest dan posttest (p<0,05) atau terdapat pengaruh intervensi melalui kegiatan penyuluhan pengetahuan tentang pemberian MPASI pada ibu baduta di Cisalak Pasar Kota Depok. Kata Kunci: Baduta, Edukasi, Makanan Pendamping ASI, Poster    ABSTRACT Baduta is a child under 2 years old. This period is a golden age where it is in a period of development and growth. Children at this time require a balanced intake of nutrients to achieve optimal weight and height. To achieve optimal nutritional status in children 6-24 months, it is done by giving complementary feeding correctly and appropriately starting from the age of administration, texture, frequency, portion, and variety. According to riskesdas 2018, the coverage of complementary complementary feeding according to standards is only 46.6%. MPASI is food or drink containing nutrients, given to infants or children aged 6-24 months, and given gradually according to the age and digestive ability of the baby to meet nutritional needs. Providing education about appropriate patterns of giving complementary feeding at the UPTD Puskesmas Cisalak Pasar Depok City. The method used is counseling using posters. Data analysis was tested using the Wilcoxon test. The results obtained showed that there was a difference between the pretest and posttest values (p <0.05) or there was an influence of intervention through knowledge outreach activities about giving MPASI to under-aged mothers in Cisalak Pasar, Depok City. Keywords: Baduta, Breast Milk Complementary Foods, Education, Poster
IPTEK bagi Masyarakat: Pemberdayaan Bank Sampah Berbasis Teknologi Informasi, Pemasaran dan Akuntansi Maria Augustin Lopes Amaral; Beatrix Yunarti Manehat; Alfry Aristo Jansen Sinlae; Fransiska Ivon Kaka; Martinus Yongki Efi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12411

Abstract

ABSTRAK Pengabdian ini dilakukan pada Bank Sampah Mutiara Timor, yang berlokasi di Kota KupangProvinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam pengelolaannya Bank Sampah memiliki tiga masalah utama yang perlu diselesaikan yakni 1) rendahnya partisipasi konsumen yang menabung pada bank sampah. Mayoritas penabung sampah plastik merupakan pemulung padahal penghasil sampah plastik terbesar ada pada rumah tangga, kantor dan pasar. 2) Bank sampah belum memiliki pembukuan akuntansi yang jelas sehingga kesulitan mengetahui keadaan keuangannya. Selain tidak ada rekapan tabungan konsumen yang terstandar, 3) Bank belum memiliki wadah digital untuk mempertemukan konsumen dan pemilik bank sampah baik dari segi pemasaran maupun akuntansi. Dalam pengabdian ini mendesain model pemasaran word of mouth untuk memperluas target konsumen berbasiskan green marketing, sistem akuntansi single entry bookkeeping untuk meminimalisir permasalahan akuntansi serta teknologi berupa website sebagai wadah pertemuan digital antar konsumen maupun pebisnis. Website berisi informasi umum tentang bank sampah, pasar digital (produk dan harga sampah) yang dapat diakses oleh kedua pihak serta pelaporan keuangan digital. Pelaporan keuangan digital terdiri dari buku kas dan daftar aset yang hanya bisa diakses oleh pemilik bank sampah untuk mengetahui keadaan keuangan usahanya serta buku tabungan digital per nasabah yang dapat diakses oleh kedua pihak tersebut. Dengan perbaikan dari tiga bidang ini membuat bank sampah menjadi unit bisnis berkelanjutan yang menyelesaikan masalah ekonomi dan lingkungan di Kota Kupang, Provinsi NTT. Jumlah konsumen bertambah 70 orang nasabah bank sampah Mutiara Timor, memiliki target pasar yang jelas, posisi bank sampah di benak konsumen dan pencatatan laporan arus kas terbuka bagi semua nasabah, serta akses bagi pengelola maupun konsumen melalui website.  Kata Kunci: Segmenting, Targeting, Positioning, Book Keeping, Teknologi Informasi  ABSTRACT This service was carried out at the Mutiara Timor Waste Bank, which is located in Kupang City, East Nusa Tenggara Province. In managing the Waste Bank, there are three main problems that need to be resolved, namely 1) low participation of consumers who save at the waste bank. The majority of plastic waste savers are scavengers, even though the largest producers of plastic waste are in households, offices and markets. 2) The waste bank does not yet have clear accounting books so it is difficult to know its financial condition. Apart from there being no standardized recap of consumer savings, 3) Banks do not yet have a digital platform to bring together consumers and waste bank owners both in terms of marketing and accounting. In this service, we design a word of mouth marketing model to expand consumer targets based on green marketing, a single entry bookkeeping accounting system to minimize accounting problems and technology in the form of a website as a digital meeting place between consumers and business people. The website contains general information about waste banks, digital markets (waste products and prices) which can be accessed by both parties as well as digital financial reporting. Digital financial reporting consists of a cash book and asset list which can only be accessed by the waste bank owner to find out the financial condition of his business as well as a digital savings book per customer which can be accessed by both parties. By improving these three areas, the waste bank has become a sustainable business unit that solves economic and environmental problems in Kupang City, NTT Province. The number of consumers increased by 70 customers of the Mutiara Timor waste bank, it has a clear target market, the position of the waste bank in the minds of consumers and the recording of cash flow reports is open to all customers, as well as access for managers and consumers via the website  Keywords: Segmenting, Targeting, Positioning, Book Keeping, Information Technology
Pendampingan Penatalaksanaan Penderita Diabetes Melitus di Paguyuban Diabetes dan Hidup Sehat Kelurahan Darmo Wonokromo Surabaya Ni Nyoman Wahyu Lestarina; Yuni Kurniawaty; Ignatius Heri dwianto; Veronica Silalahi; Cicilia Wahju Djajanti; Kadek Sistadewi Nesa; Natalia Cika Diva
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12458

Abstract

ABSTRAK Penyakit DM merupakan penyakit yang dapat menyebabkan banyak komplikasi dan dapat menyebabkan kematian. Paguyuban Diabetes dan Hidup Sehat (PDHS) menjadi salah satu perkumpulan yang terdiri dari orang-orang yang menderita diabetes atau penyakit kronis lain. Permasalahan yang didapatkan pada mitra adalah adanya resiko penderita diabetes mellitus mengalami komplikasi, ketidakpatuhan penderita untuk melakukan pola hidup sehat, dan keputusasaan dalam menjalani kehidupan penyakit dialami. Pendampingan ini dilakukan pada 30 orang dengan diabetes mellitus yang tergabung dalam PDHS yang bertujuan meningkatkan kesehatan, kepatuhan, dan kualitas hidup penderita diabetes. Kegiatan ini dilakukan dengan sosialisasi kegiatan kepada mitra, penerapan insole sepatu, pelatihan strategi koping dan penatalaksanaan diabetes mellitus dengan menggunakan modul patuh DM dan  pendampingan setelah adanya pelatihan. Para penderita DM mengikuti kegiatan dan pelatihan dengan antusias dan baik. Manfaat yang diperoleh yaitu terdapat penurunan kadar gula darah acak penderita DM, peningkatan pengetahuan dan kepatuhan penderita dalam tatalaksana DM serta peningkatan pengetahuan serta ketrampilan dalam strategi koping yang adaptif. Pendampingan penatalaksanaan diabetes melitus diberikan untuk meningkatkan kualitas hidup sehat penderita dan koping yang adaptif. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Insole Sepatu, Strategi Koping  ABSTRACT DM is a disease that can cause many complications and even death. The Diabetes and Healthy Living Association (PDHS) is an association consisting of people who suffer from diabetes or other chronic diseases. The problems found in partners are the risk of diabetes mellitus sufferers experiencing complications, the sufferer's non-compliance with adopting a healthy lifestyle, and hopelessness in living the life of the disease experienced. This assistance was carried out for 30 people with diabetes mellitus who are members of PDHS to improve the health, compliance, and quality of life of diabetes sufferers. This activity was carried out by socializing the activity to partners, applying shoe insoles, training on coping strategies, managing diabetes mellitus using the DM compliance module, and mentoring after the training. DM sufferers participated in activities and training enthusiastically and well. The benefits obtained are that there is a decrease in random blood sugar levels in DM sufferers, increased knowledge and compliance of sufferers in DM management, and increased knowledge and skills in adaptive coping strategies. Assistance in managing diabetes mellitus is provided to improve the patient's healthy quality of life and adaptive coping.  Keywords: Diabetes Mellitus, Shoe Insoles, Coping Strategies
Edukasi tentang Kesiapsiagaan Lansia dalam Menghadapi Bencana Banjir di Wilayah Kerja Puskesmas Hutabalang Kecamatan Badiri Faisal Faisal; Minton Manalu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12497

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan tentang kesiapsiagaan pelayanan kesehatan dalam menghadapi bencana banjir harus dimiliki oleh Lansia. Hal ini dikarenakan  Lansia umumnya memiliki keterbatasan fisik dan kurangnya dukungan sosial. Lansia juga memiliki sistem imun yang menurun mengakibatkan sulit untuk melawan berbagai macam bakteri atau virus penyebab penyakit sehingga akan memperbesar resiko terdampak bencana. Dengan beberapa faktor tersebut membuat Lansia menjadi memiliki keterbatasan kemampuan dalam memperoleh pengetahuan tentang kebencanaan.Tujuan : meningkatkan pengetahuan Lansia tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir sehingga jika terjadi bencana banjir di wilayah kerja Puskesmas Hutabalang, resiko korban dari Lansia dapat di minimalisir. Metode Penelitian: metode yang diguanakan adalah  memberikan edukasi dengan cara ceramah dan tanya jawab/diskusi serta melaksanakan pre test dan post test terkait kesiapsiagaan pelayanan kesehatan dalam menghadapai bencana banjir. Hasil: Peningkatkan pengetahuan Lansia peserta tentang kesiapsiagaan dalam menghadapai bencana banjir, dimana sebelum dilakukan edukasi, tingkat pengetahuan dengan katagori baik sebesar 40% dan setelah dilakukan edukasi meningkat menjadi 85%. Kesimpulan: Upaya Edukasi kepada Lansia dapat meningkatkan pengetahuan peserta tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir dengan katagori pengetahuan baik. Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Bencana, Lansia  ABSTRACT Elderly must have knowledge about health service preparedness in facing flood disasters. This is because elderly people generally have physical limitations and lack social support. The elderly also have a weakened immune system, making it difficult to fight various kinds of bacteria or viruses that cause disease, thereby increasing the risk of being affected by a disaster. These factors mean that elderly people have limited ability to obtain knowledge about disasters. Objective: to increase elderly knowledge about preparedness in facing flood disasters so that if a flood disaster occurs in the working area of the Hutabalang Community Health Center, the risk of elderly victims can be minimized. Research Method: the method used is providing education by means of lectures and questions and answers/discussions as well as carrying out pre-tests and post-tests related to health service preparedness in facing flood disasters. Results: Increased knowledge of elderly participants regarding preparedness in facing flood disasters, where before the education was carried out, the level of knowledge in the good category was 40% and after the education was carried out it increased to 85%. Conclusion: Education efforts for the elderly can increase participants' knowledge about preparedness in facing flood disasters in the good knowledge category. Keywords: Preparedness, Disaster, Elderly
Optimalisasi Timbang Terima Perawat dengan Metode SBAR di Ruang Rawat Bedah Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Alfabet Oktristyan Fakuriza; M. Arifki Zainaro; Dewi Kusumaningsih; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.11792

Abstract

ABSTRACT Based on the results of a pre-survey conducted in the operating room, by conducting free interviews with 3 room heads and 3 team leaders, as well as 2 people in charge of the shift. Says that handover using SBAR communication has been established since 2018. However, the handover implementation has not run optimally. Observation results based on a questionnaire regarding the implementation of handover using SBAR communication, of the 8 nurses who were given the questionnaire, 5 nurses (62.5%) with poor handover implementation, and 3 nurses (37.5%) with good handover. This study aims to analyze the optimization of nurse's handover using the SBAR method in the Surgical Ward of Pertamina Bintang Amin Hospital in 2023. type of research uses descriptive qualitative research, this research uses descriptive research methods in the form of case studies with the Nursing Care approach, which includes assessment, development diagnosis, planning, implementation, and evaluation. after doing roll play on 5 nurses who were in surgery with an average percentage of 100%, there is optimal after and before doing roll play. implementing effective communication using SBAR communication increases the knowledge, skills, and motivation of implementing nurses to use SBAR communication in order to increase effective communication when carrying out nursing care, especially in the realm of health services in hospitals Keywords: Reciprocity, SBAR Method  ABSTRAK Berdasarkan hasil prasurvey yang dilakukan di ruang bedah, dengan melakukan wawancara bebas terhadap 3 orang kepala ruangan dan 3 orang ketua tim, serta 2 orang penanggung jawab shift. Mengatakan bahwa timbang terima menggkunakan komunikasi SBAR sudah ditetapkan sejak tahun 2018. Namun pelaksanaan timbang terima belum berjalan dengan optimal. Pelaksanaan timbang terima seringkali menjadi permasalahan di beberapa Rumah Sakit. Timbang terima penting untuk menjaga kesinambungan layanan keperawatan selama 24 jam. Hasil observasi berdasarkan kuisioner tentang pelaksanaan timbang terima menggunakan komunikasi SBAR, dari 8 perawat yang diberikan kuisioner, 5 perawat (62.5%) dengan pelaksanaan timbang terima kurang baik, dan 3 orang perawat (37.5%) dengan timbang terima baik Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi timbang terima perawat dengan metode SBAR di Ruang Rawat Bedah Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Tahun 2023. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. sesudah melakukan rool play terhadap 5 perawat yang berada di bedah dengan hasil presentase rata rata 100%, ada optimalnya sesudah dan sebelum melakukan rol play. Melakukan pelaksanaan komunikasi efektif dengan menggunakan komunikasi SBAR meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi perawat pelaksana untuk menggunakan komunikasi SBAR dalam rangka peningkatan komunikasi efektif saat melaksanakan asuhan keperawatan terutama di ranah pelayanan Kesehatan di rumah sakit Kata Kunci: Timbang Terima, Metode SBAR
Edukasi tentang Hypnobirthing dan Pemanfaatan Whatsapp Group untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Hypnobirthing di Wilayah Kabupaten Tapanuli Utara Paruhum Tiruon Ritonga; Urhe Dena Siburian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12467

Abstract

ABSTRAK Ibu hamil membutuhkan ketenangan agar tidak mengalami kecemasan yang berlebihan dan proses persalinan lancar. Salah satu alternatif alami untuk membuat jiwa tenang, yaitu hypnobirthing sudah banyak dilaksanakan di kelas ibu hamil, namun belum semua bidan memiliki kompetensi untuk melaksanakannya. Untuk meningkatkan pengetahuan tentang hypnobirthing dengan penyuluhan dan memanfaatkan aplikasi Whatsapp Group. Peserta dalam kegiatan ini adalah ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil yang berjumlah 50 orang. Untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang hypnobirthing dilakukan edukasi berupa penyuluhan yang dilanjutkan pelaksanaan hypnobirthing dengan media video, kemudian dibentuk Whatsapp Group untuk berbagi informasi tentang hypnobirthing. Pelaksanaan dimulai pada bulan Juli sampai September 2023 pada 5 puskesmas di Kabupaten Tapanuli Utara. Setelah mendapat penyuluhan, praktek Hypnobirthing dan menjadi anggota WhatsApp Group terjadi peningkatan pengetahuan tentang hypnobirthing, di mana ibu dengan pengetahuan baik dari 28% menjadi 70%, pengetahuan cukup menurun dari 46% menjadi 28% dan pengetahuan kurang menurun dari 26% menjadi tidak ada yang berpengetahuan kurang. Whatsapp Group dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan khususnya hypnobirthing. Kata Kunci: Edukasi, Hypnobirthing, Pemanfaatan, Whatsapp Group  ABSTRACT Pregnant women need calm so they don't experience excessive anxiety and the birth process goes smoothly. One natural alternative to calm the soul, namely hypnobirthing, has been widely implemented in pregnant women's classes, but not all midwives have the competence to carry it out. To increase knowledge about hypnobirthing with counseling and utilizing the Whatsapp Group application. Participants in this activity were pregnant women who took part in a class for pregnant women, totaling 50 people. To increase mothers' knowledge about hypnobirthing, education was carried out in the form of counseling, followed by the implementation of hypnobirthing using video media, then a Whatsapp Group was formed to share information about hypnobirthing. Implementation will start from July to September 2023 at 5 community health centers in North Tapanuli Regency. After receiving counseling, practicing hypnobirthing and becoming a member of the Whatsapp Group, there was an increase in knowledge about hypnobirthing, where mothers with good knowledge from 28% to 70%, sufficient knowledge decreased from 46% to 28% and poor knowledge decreased from 26% to none some have less knowledge. Whatsapp Groups can be used to increase knowledge, especially hypnobirthing. Keywords: Education, Hypnobirthing, Utilization, Whatsapp Group
Program Peningkatan Kompetensi Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa di Universitas Al-Azhar dan Universitas Esa Unggul Machmud, Aris; Fuad, Fokky; Arianto, Henry; Sudiro, Amoury Adi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.14043

Abstract

ABSTRAK Publikasi ilmiah akhir-akhir ini menjadi fenomena dalam dunia akademik terutama sejak keluarnya Permendikbud Nomor 53 tahun 2023 tentang Mutu Perguruan Tinggi, dimana adanya pergeseran paradigma bahwa bukti lulus adalah skripasi untuk S1, Tesis untuk S2 dan Disertasi untuk S3. Bukti lulusan sekarang dapat diperoleh melalui publikasi ilmiah terutama untuk lulusan S1 dan S2 tergantung dari kebijakan prodi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perkembangan kemampuan siswa S1 dan S2 dalam publikasi ilmiah di jurnal bereputasi. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini melalui seminar dan diskusi yang dilakukan secara hybrid di dua lokasi yakni universitas Esa Unggul dan Universitas Al-Azhar Indonesia melalui seminar pelatihan dan pengembangan kemampuan dalam menulis. Pelatihan ini dilaksanakan di Universitas Esa Unggul dan Universitas Al-Azhar Indoensia dengan melibatkan siswa S1 dan S2 dari kedua universitas tersebut yang dilaksanakan secara hybrid. Hasil penelitian menunjukan bahwa masih banyak mahasiswa yang belum memahami proses publikasi di jurnal bereputasi, setelah dilakukan pelatihan terdapat peningkatan jumlah publikasi di kalangan mahasiswa berkat pendampingan dan kolaborasi penelitan bersama antar dosen dan mahasiswa. Kesimpulannya bahwa perlu dilakukan pelatihan secara berkelanjutan meningkatkan budaya menulis di kalangan sivitas akademika. Kata Kunci: Budaya Menulis, Jurnal, Kolaborasi, Pelatihan, Publikasi  ABSTRACT Scientific publications have recently become a phenomenon in the academic world, especially since the issuance of Minister of Education and Culture Regulation Number 53 of 2023 concerning the Quality of Higher Education, where there has been a paradigm shift that proof of passing is a thesis for S1, a thesis for S2 and a dissertation for S3. Evidence of graduates can by scientific publications, especially for undergraduate and postgraduate graduates. This research aims to determine the development of undergraduate and graduate students' abilities in scientific publications in reputable journals. The method of community service activities is through seminars and discussions held in a hybrid manner at two locations, namely Esa Unggul University and Al-Azhar University Indonesia through training seminars and developing skills in writing. The research results show that publication training increases writing culture. After the training, there was an increase in the number of publications among students by mentoring and joint research collaboration between lecturers and students. The conclusion is that ongoing training needs to improve the writing culture in the academics. Keywords: Collaboration, Journals, Publications, Training, Writing Culture

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue