cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pendampingan Insan Pasca Stroke di Masa Pandemi Covid-19 Agustiyawan Agustiyawan; Heri Wibisono; Farahdina Bachtiar; Purnamadyawati Purnamadyawati; Ananda Putri Rifanty; Raisha Muthia Azahra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.8949

Abstract

ABSTRAK Peningkatan kebugaran dan menurunnya risiko disabilitas insan pasca stroke merupakan suatu upaya untuk menjaga kualitas kehidupan dan kesehatan insan pasca stroke agar menurunkan risiko terpapar covid-19. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan cara memberikan pendampingan kepada insan pasca stroke dengan upaya pemberdayaan kader.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan kontribusi yang mendasar untuk memelihara kebugaran dan mencegah keparahan disabilitas saat pandemi covid-19 pada  insan pasca stroke dengan pemberdayaan kader. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini berbasis pada metode metode ABCD (Aset-Based Community -driven Development). Metode pelaksanaan dengan meningkatkan peran masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat dengan upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif serta konseling kesehatan termasuk kesehatan mental. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini berhasil memberikan pemahaman baru kepada masyarakat di Desa Sasak Panjang Kecamatan Tajur Halang pentingnya pemahaman stroke, deteksi dini stroke, pertolongan pertama saat terjadi stroke, upaya pengobatan dan terapi pada insan pasca stroke serta peran keluarga dan masyarakat untuk optimalisasi proses pemulihan insan pasca stroke di masa pandemic covid-19 sebagai upaya memelihara kebugaran dan mencegah keparahan disabilitas. Selama kegiatan pemberdayaan peserta antusias dan memberikan respon positif. Kegiatan pengabdian ini adalah penyampaian materi dan pendampingan insan pasca stroke dan keluarga telah memberikan kontribusi pada meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat untuk mencegah, menolong dan mendukung insan pasca stroke dalam upaya memelihara kebugaran dan mencegah keparahan disabilitas di masa pandemi covid-19. Kata Kunci: Covid-19, Disabilitas, Kebugaran, Pemberdayaan, Stroke  ABSTRACT Improving fitness and reducing the risk of post-stroke human disability is an effort to maintain the quality of life and health of post-stroke humans in order to reduce the risk of exposure to COVID-19. Prevention efforts can be made by providing assistance to post-stroke people and empowering cadres. The purpose of this activity is to make a fundamental contribution to maintaining fitness and preventing the severity of disability during the COVID-19 pandemic in post-stroke people by empowering cadres. This community service implementation method is based on the ABCD (asset-based, community-driven) method of development. The implementation method is to increase the role of the community through community empowerment with promotive, preventive, curative, and rehabilitative efforts, as well as health counseling, including mental health. The results of this community service succeeded in providing a new understanding to the people in Sasak Panjang Village, Tajur Halang District about the importance of understanding stroke, early detection of stroke, first aid when a stroke occurs, efforts to treat people after a stroke, and the role of family and society in optimizing the recovery process for people after a stroke. stroke during the COVID-19 pandemic as an effort to maintain fitness and prevent the severity of disability. During the empowerment activities, the participants were enthusiastic and gave positive responses. This service activity involves the delivery of material and assistance to post-stroke people and their families that have contributed to increasing people's understanding and skills to prevent, help, and support post-stroke people in efforts to maintain fitness and prevent the severity of disability during the COVID-19 pandemic.  Keywords: Covid-19, Disability, Fitness, Empowerment, Stroke
Deteksi Dini dan Perawatan Gangguan Pendengaran Pada Balita di Desa Geuceu Inem dan Desa Lam Ara Nuswatul Khaira; Iskandar Faisal; Erlangga Galih; Novina Rahmawati; Nora Veri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12277

Abstract

ABSTRAK Gangguan pendengaran pada anak perlu dideteksi sedini mungkin mengingat pentingnya peran fungsi pendengaran dalam proses perkembangan bicara. Keterlambatan dalam diagnosis berarti juga terdapat keterlambatan dalam memulai intervensi dan akan membawa dampak serius dalam perkembangan selanjutnya. Skrining pendengaran pada bayi baru lahir dapat menemukan gangguan pendengaran pada awalnya sehingga dapat dilakukan habilitasi dengan segera. Identifikasi gangguan pendengaran secara dini dapat dilakukan dengan cara mengamati reaksi anak terhadap suara atau tes fungsi pendengaran dengan metode dan peralatan yang sederhana bisa dilakukan oleh kader, ibu-ibu di rumah. Tes pendengaran pada anak tidak bisa ditunda hanya dengan alasan usia anak belum memungkinkan untuk dilakukan tes pendenganran. Hasil yang di dipatkan dari 50 peserta  yang  hadir  untuk pemeriksaan  telingan  didapatkan  50  anak tidak ada masalah dengan pendengaran tetapi, ada masalah dengan serumen (kotoran telinga) berjumlah 10 orang (20%) dan tidak ada serumen berjumlah 40 orang (80%). Disarankan kepada ibu yang anaknya ada serumen untuk membawa anaknya ke poli THT untuk di bersihkan. Kata Kunci : Deteksi Dini, Gangguan Pendengaran Anak, Serumen  ABSTRACT Hearing loss in children needs to be detected as early as possible considering the important role of hearing function in the process of speech development. Delay in diagnosis means that there is also a delay in starting intervention and will have a serious impact on further development. Hearing screening in newborns can find hearing loss at the beginning so that habilitation can be done immediately. Early identification of hearing loss can be done by observing the child's reaction to sound or hearing function tests with simple methods and equipment that can be done by cadres, mothers at home. Hearing tests in children cannot be postponed just because the child's age does not allow for a hearing test. The results obtained from 50 participants who attended for ear examinations obtained 50 children had no problems with hearing but, there were problems with serumen (earwax) totaling 10 people (20%) and no serumen totaling 40 people (80%). It is recommended to mothers whose children have cerumen to bring their children to the ENT clinic for cleaning.  Keywords: Early Detection, Child Hearing Loss, Serumen
Bamboo Rafting: Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat di Desa Pengaron Tentang Mitigasi Bencana Banjir Herman Ariadi; Maryam Maryam; Nessa Anggun Permata Sari; Annisa Rahmah; Muhammad Fikri; Sari Pandan Raudah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12267

Abstract

ABSTRAK Banjir sering terjadi karena meluapnya air sungai Martapura dan Riam Kiwa pada saat musim hujan. Faktor yang mempengaruhi banjir adalah curah hujan atau debit air yang tinggi yang menyebabkan volume air di aliran sungai Martapura dan Riam Kiwa bertambah dan air meluap menggenangi rumah warga. Tujuan kegiatan setelah pelatihan mitigasi bencana banjir dan pembuatan evakuasi Bamboo Rafting, diharapkan mampu memberikan pemahaman mitigasi bencana banjir dan mampu membuat evakuasi Bamboo Rafting. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan mitigasi bencana banjir dan menciptakan alat evakuasi banjir Bamboo Rafting. Terdapat peningkatan pengetahuan mitigasi bencana banjir dan keterampilan membuat Bamboo Rafting di Desa Pengaron. Dengan demikian pelatihan mitigasi bencana dan pembuatan evakuasi Bamboo Rafting sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keahlian membuat Bamboo Rafting. Kata Kunci: Mitigasi Bencana, Banjir, Bamboo Rafting  ABSTRACT Floods often occur due to the overflow of the Martapura and Riam Kiwa rivers during the rainy season. Factors that influence flooding are rainfall or high water discharge which causes the volume of water in the Martapura and Riam Kiwa rivers to increase and the water to overflow inundates residents' houses. The aim of the activity after training on flood disaster mitigation and making Bamboo Rafting evacuations is to be able to provide an understanding of flood disaster mitigation and be able to make Bamboo Rafting evacuations. The activities carried out included flood disaster mitigation training and creating the Bamboo Rafting flood evacuation tool. There is an increase in knowledge of flood disaster mitigation and skills in making Bamboo Rafting in Pengaron Village. Thus, disaster mitigation training and making Bamboo Rafting evacuations are very effective in increasing knowledge and skills in making Bamboo Rafting. Keywords : Disaster Mitigation, Flood, Bamboo Rafting
Management of Diabetes Self Management Education (Dsme) as an Effort to Prevent Complications in People with Diabetes Mellitus in Kassi Kassi Village, Makassar City Syaipuddin Syaipuddin; Yasir Haskas; Sitti Nurbaya; Selviana Tawil; Suhartatik Suhartatik
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.10908

Abstract

ABSTRAK Angka kejadian diabetes di Sulawesi Selatan masih menjadi penyakit tidak menular nomor dua setelah penyakit kardiovaskuler (CVD) pada tahun 2020 yaitu sebesar 15,79%, dan DM merupakan penyebab kematian tertinggi di Sulawesi Selatan yaitu sebesar 41,56% (Sulawesi Selatan). Departemen Kesehatan, 2021). Provinsi Sulawesi Selatan juga merupakan salah satu  provinsi dengan  prevalensi  DM tertinggi  ketiga  di  Indonesia,  dan beberapa studi epidemiologi menunjukkan bahwa kejadian DM tipe 2 di Sulawesi Selatan sedang tren. Diabetes melitus (DM) yang juga dikenal sebagai kencing manis merupakan penyakit tidak menular dan disebabkan oleh peningkatan gula darah. Prevalensi DM di Indonesia semakin meningkat  setiap  tahunnya. Hal ini  dikarenakan  penderita DM belum memahami  cara menjaga  dan  memelihara  kesehatannya.  Oleh  karena  itu,  manajemen  klinis  dengan tindakan yang tepat diperlukan untuk mengurangi risiko hiperglikemia multifaktorial. Dalam hal ini mendukung perawatan diri pasien dalam menjaga kesehatannya melalui metode Diabetes Self Management Education (DSME). Pasien DM mendapatkan informasi bagaimana secara mandiri dapat menerapkan pengobatan yang tepat untuk menjaga kadar gula darah, mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien DM. 20 peserta mengambil bagian dalam kampanye amal. Ragam pelatihan DSME diterima dengan sangat baik oleh masyarakat, tercermin dari antusiasme peserta untuk mengikuti kegiatan dan menjelaskan segala hal tentang DSME. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Diabetes Self Management Education,  ABSTRACT Angka kejadian diabetes di Sulawesi Selatan masih menjadi penyakit tidak menular nomor dua setelah penyakit kardiovaskuler (CVD) pada tahun 2020 yaitu sebesar 15,79%, dan DM merupakan penyebab kematian tertinggi di Sulawesi Selatan yaitu sebesar 41,56% (Sulawesi Selatan Departemen Kesehatan, 2021). Ministry of Health, 2021). South Sulawesi Province is also one of the provinces with the third highest prevalence of DM in Indonesia, and several epidemiological studies show that the incidence of type 2 DM in South Sulawesi is trending. Diabetes mellitus (DM) also known as diabetes is a non-communicable disease and is caused by an increase in blood sugar. The prevalence of DM in Indonesia is increasing every year. This is because DM sufferers do not understand how to maintain and maintain their health. Therefore, clinical management with appropriate measures isnecessary to reduce the risk of multifactorial hyperglycemia. In this case, it supports patient self-care in maintaining their health through the Diabetes Self Management Education (DSME) method. DM patients get information on how to independently apply appropriate treatment to maintain blood sugar levels, prevent complications and improve the quality of life of DM patients. 20 participants took part in the charity campaign. 20 participants took part in the charity campaign. The variety of DSME training was very well received by the community, reflected in the enthusiasm of the participants to participate in the activity and explain everything about DSME. Keywords: Diabetes Mellitus, Diabetes Self Management Education,
Pelatihan Pengelolaan Nutrisi dan Obat pada Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL) BKKBN Provinsi Jawa Barat Nursiswati Nursiswati; Titis Kurniawan; Kusman Ibrahim
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12170

Abstract

ABSTRAK Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) secara berkesinambungan memberikan dukungan pada Perawatan jangka panjang lansia di Indonesia. Program yang direncanakan terus ditingkatkan kualitasnya seiring dengan peningkatan angka harapan hidup. Aspek nutrisi dan pengelolaan obat bagi lansia memegang peranan penting dalam mempertahankan status Kesehatan, mencegah multimorbiditas dan frailty pada lansia. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan PKM dalam bentuk pelatihan dan orientasi pengelolaan nutrisi dan obat telah dilaksanakan pada program BKKBN Provinsi Jawa Barat. Sebanyak enam puluh sembilan peserta telah berpartisipasi mewakili kader kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian pelatihan tentang nutrisi dan obat pada lansia. Pada sesi diskusi peserta berperan aktif dengan berdiskusi terkait strategi pemenuhan nutrisi dan pengelolaan obat pada lansia dengan tepat. Para peserta sepakat menekan angka penggunaan obat-obatan racikan tanpa resep dokter di masyarakat karena hal ini sangat merugikan lansia. Program lanjutan dibutuhkan untuk menjamin kesinambungan dan peningkatan kualitas kader pada  program bina keluarga lansia. Kata Kunci: Lansia, Nutrisi, Obat, Perawatan, Masyarakat  ABSTRACT The Indonesian National Population and Family Planning Agency continuously provides support for the long-term care of the elderly. The quality of the planned program continues to be improved in line with the increase in life expectancy. Nutritional aspects and drug management for the elderly play an important role in maintaining health status and preventing multimorbidity and frailty in the elderly. Community service programs in the form of training and orientation in the management of nutrition and medicine have been implemented in the West Java Provincial BKKBN program. Sixty-nine participants have participated, representing cadres from the city of Bandung, Bandung Regency, and West Bandung Regency. There is an increase in knowledge before and after providing training on nutrition and medicine to the elderly. In the discussion session, the participants played an active role by discussing strategies related to nutrition fulfillment and drug management in the elderly properly. The participants agreed to reduce the use of concoction medicines without a doctor's prescription in the community because this is very detrimental to the elderly. Follow-up programs are needed to ensure continuity and improve the quality of cadres in the elderly family development program. Keywords: Elderly, Nutrition, Medication, Care, Community
Pemanfaatan Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) sebagai Media Uji Kualitatif Larutan Formalin: Edukasi Aplikasi Ilmu Kimia Kepada Siswa/I SMA N 1 Tanjung Lago Banyuasin Sumatera Selatan Ahmad Fatoni; Lasmaryna Sirumapea; Ade Arinia Rasyad; Reza Agung Sriwijaya; Nurlisa Hidayati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11175

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di SMA N 1 Tanjung Lago Banyuasin Sumatera Selatan mempunyai tema pemanfaatan kulit buah naga merah. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan kepada siswa/I SMA N 1 Tanjung Lago tentang pemanfaatan ekstrak air kulit buah naga merah sebagai media uji kualitatif larutan formalin. Preparasi ekstrak air kulit buah naga merah adalah dengan metode blender yaitu mencampurkan kulit buah naga merah dengan aquades dalam suatu alat bantu blender. Ekstrak air kulit buah naga merah yang diperoleh kemudian diinteraksikan dengan larutan formalin 2 % (v/v) dan dilanjutkan dengan diskusi dari hasil interaksi yang terjadi. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa ekstrak air kulit buah naga merah dapat digunakan sebagai media uji secara kualitatif larutan formalin 2% (v/v). PKM ini telah diikuti 31 orang siswa/I SMA N 1 Tanjung Lago. Hasil diskusi, tanya jawab dan mengisi angket kuisioner menunjukan bahwa materi PKM, urutan dalam penyampaian materi, teknik atau cara penyampaian materi dan manfaat dari materi yang telah disampaikan mendapat sambutan atau penilaian rata-rata baik. Kata Kunci: Kulit Buah Naga Merah, Formalin, Penyuluhan  ABSTRACT Community service activities at SMA N 1 Tanjung Lago Banyuasin, South Sumatra, focuses on the use of red dragon fruit peel. The purpose of this activity is to advise SMA N 1 Tanjung Lago students on the use of an aqueous extract of red dragon fruit peel as a qualitative test medium for formalin solutions. The preparation of aqueous red dragon fruit peel extract is carried out using the blender method, mixing red dragon fruit peel and distilled water in a blender. Aqueous extracts of recovered red dragon fruit peel were then interacted with a 2% (v/v) formalin solution to further discuss the consequences of the interactions that occurred. The results obtained showed that an aqueous extract of red dragon fruit peel can be used as a qualitative test media in a 2% (v/v) formalin solution. 31 students from SMA N 1 Tanjung Lago participated in this PKM. Discussions, questions and answers, and responses to surveys yielded favorable responses on average to PKM materials, the order in which materials were provided, the technique or method of providing materials, and the benefits of materials provided.  Keywords: Red Dragon Fruit Peel, Formalin, Counseling
Pendekatan Edukatif Breast Care dan Pijat Oksitosin sebagai Solusi Alternatif Gangguan Menyusui pada Ibu Nifas Dewi Ayu Lestari; Feti Kumala Dewi; Arlyana Hikmanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11329

Abstract

ABSTRAK Banyaknya kasus gangguan menyusui salah satunya ASI yang kurang lancar, kurangnya pengetahuan dan keterampilan ibu dalam teknik menyusui.  Dengan memberikan edukasi atau pendekatan secara personal melalui pertanyaan pre test dan  post test.  Banyaknya ibu yang jarang mengikuti kelas hamil sehingga banyak ibu yang  kurang  mengetahui tentang brest care dan pijat oksitosin . Untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pada responden. sasaran pengabdian  masyarakat ini adalah ibu nifas dan keluarga pasien. Yang digunakan pada pengabdian  masyarakat ini yaitu edukasi instrument kuesioner pre test dan  post test tentang brest care dan pijat oksitosin pada ibu nifas, dengan persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi dilakukan 1 hari.  Pengabdian masyarakat pada 10 responden menunjukan bahwa gambaran karakteristik pada permasalahan menyusui banyak ditemukan  pada ibu dengan tingkat pendidikan SD sebanyak 5 responden (50%), sedangkan pada tingkat SMP sejumlah 3 responden (30%), dan pada tingkat SMA sejumlah 2 responden (20%).  Berdasarkan usia didapatkan sebagian ada pada usia 20-35 tahun sebanyak 8 responden (80%), pengetahuan ibu tentang breast care dan pijat oksitosin yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 7 responden (70%), cukup berjumlah 3 responden (30%).  Sedangkan pada keterampilan ibu tentang breast care dan pijat oksitosin pada kategori baik sebanyak 8 responden (80%), sedangkan pada kategori kurang sejumlah 2 responden (20%). Karakteristik responden menunjukan bahwa usia dan pendidikan juga dapat mempengaruhi seseorang dalam memahami ilmu pengetahuan, dan di dapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan responden tentang breast care dan pijat oksitosin setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Kata Kunci : Breast Care, Pijat Oksitosin, Ibu Nifas  ABSTRACT The majority of cases of breastfeeding disorders include inadeguete breast-feeding, lack of mother’s knowledge and skills in breastfeed technigues.  By providing education of personal approach through pre-test and post-test questions. there are so many mothers who don’t’ attend pregnancy classes that they know a lot less about brest care and oxytocin massege.  To increase the milk production of the breast-feeding mother, improve knowledge and skills in respondents. The goal of this community’s service is the breast mother and the patient’s family.  Used in this community service are educational instruments questionnaire pre test and post test about breast care and oxytocin massege in mother breathing, with preparation, implementation, monitoring and evaluation carried out one day.  Public dedication 10 respondents showed that the charactestic picture of breastfeeding problems was found in mothers with a SD education level pf 5 respondents (50%0, compared to 3 respondents (30%) at the primary level, and at the secondary level of 2 respondents (20%). based on aage obtained there were at the age of 20-35  years as many as 8 respondents (80%), knowledge as much as 7 respondents (70%), quite a number of 3 respondents (30%0. as for the mother’s shills on breast care and oxytocin massege in the category of well as 8 respondents (80%), while in the category of less than 2 respondents (20%).  Respondent characteristic show that age and education can also influence a person’s understanding of science, and in gaining increased knowledge and skills of respondents about breast care and oxytocin massege. Keywords : Breast Care, Oxytocin Massage, Postpartum Mother
Deteksi Dini dan Edukasi Penatalaksanaan Perawatan Diabetes Melitus Marisa Manik; Ineke Patrisia; Fiolenty Sitorus; Deborah Siregar; Ester Silitonga; Heman Pailak; Chriska Sinaga; Tirolyn Panjaitan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12167

Abstract

ABSTRAK Diabetes adalah penyebab utama komplikasi kesehatan yang serius dan termasuk dalam 10 penyebab kematian di dunia. Prevalensi dan kejadian Diabetes Melitus tipe 2 meningkat pesat di seluruh dunia. Beban komplikasi DM juga akan meningkat seiring dengan prevalensi penyakit yang terus meningkat. Untuk mengatasi beban ini maka diperlukan strategi pencegahan yang efektif seperti deteksi dini dan pendidikan kesehatan kepada individu maupun masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya deteksi dini dan penatalaksanaan perawatan Diabetes Melitus. Kegiatan PkM ini dilakukan pada 23 Maret 2023 dan 30 Maret 2023. Metode pembelajaran adalah ceramah, diskusi, demonstrasi dan return-demonstration. Media pembelajaran yang digunakan adalah PowerPoint dan alat peraga berupa kertas koran. Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa pengetahuan peserta didik pada kegiatan pertama (23 Maret 2023) meningkat dengan skor rata-rata 60 dan pengetahuan peserta didik pada kegiatan kedua (30 Maret 2023) meningkat dengan skor rata-rata 53,33. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan seseorang. Mengingat komplikasi dari Diabetes Melitus yang serius dan dapat menurunkan kulitas hidup seseorang maka rekomendasi dari kegiatan ini adalah diperlukan deteksi dini dan pendidikan kesehatan kepada individu atau masyarakat secara berkelanjutan. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Deteksi Dini, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Diabetes is the leading cause of serious health complications and one of the top ten causes of death worldwide. The prevalence and incidence of type 2 Diabetes Mellitus are rapidly increasing around the world. The burden of diabetes complications will increase in line with the disease's prevalence. Effective prevention strategies, such as early detection and health education for individuals and communities, are required to reduce this burden. This activity aims to raise awareness of the significance of early detection and management of diabetes Mellitus treatment. This activity was carried out on March 23, 2023, and March 30, 2023. The method was lectures, discussions, demonstrations, and return demonstrations. PowerPoint and newsprint teaching aids are used as learning media. The results obtained from this activity were that the knowledge of participants in the first activity (23 March 2023) increased with an average score of 60 and the knowledge of participants in the second activity (30 March 2023) increased with an average score of 53.33. Based on the findings, we can conclude that health education plays a role in increasing an individual's knowledge. Diabetes Mellitus can reduce a person's quality of life, therefore the recommendation from this activity is that early detection and ongoing health education are required for individuals or communities. Keywords: Diabetes Mellitus, Early Detection, Health Education
Penyuluhan tentang Penggunaan Alat Pelindung Diri dan Risiko Ergonomi Pada Pekerja CV. Victorina Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara I Wayan Gede Suarjana; Prycilia Pingkan Mamuaja; Ilham Salam
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12018

Abstract

ABSTRAK Industri manufaktur memiliki peran sentral dalam memproduksi berbagai produk sehari-hari, tetapi juga memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan dan cedera kerja, seperti yang dialami oleh perusahaan CV Victorina yang bergerak dalam berbagai jenis produksi. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan tingkat kepatuhan pekerja dalam menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai, seperti helm, sarung tangan, masker pelindung, dan sepatu keselamatan dan meningkatkan pemahaman pekerja tentang praktik ergonomi yang benar saat bekerja. Ini termasuk penyesuaian postur kerja, teknik pengangkatan yang benar, dan pencegahan cedera yang terkait dengan ergonomi. Metode yang digunakan adalah berupa penyuluhan kesehatan kerja dengan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi aktif. Peserta yang terlibat sebanyak 10 orang pekerja di CV. Victorina Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara. Sebelum pelaksanaan penyuluhan diberikan pre-test terlebih   dahulu   untuk   mengetahui   sejauh   mana   pengetahuan pekerja tentang penggunaan alat pelindung diri dan bahaya ergonomi, setelah itu pemberian materi dan tanya jawab, serta diakhiri dengan pemberian post test untuk menilai keberhasilan dari penyuluhan ini. Dalam pengabdian ini, hasil yang dicapai ada perubahan pengetahuan tentang penggunaan alat pelindung diri dan bahaya ergonomi dibuktikan dengan hasil pre dan post test ada peningkatan. Kata Kunci: Penyuluhan, Alat Pelindung Diri, Risiko Ergonomi, Industri  ABSTRACT The manufacturing industry has a central role in producing a variety of everyday products, but it also has a high risk of occupational accidents and injuries, as experienced by the CV. Victorina company which is engaged in various types of production. The purpose of this service activity is to increase the level of worker compliance in using appropriate personal protective equipment (PPE), such as helmets, gloves, protective masks, and safety shoes, and increase workers' understanding of correct ergonomic practices while working. This includes work posture adjustments, correct lifting techniques, and prevention of ergonomics-related injuries. The method used was occupational health counseling using lectures, questions and answers, and active discussion. The participants involved were 10 workers at CV Victorina, Minahasa Regency, North Sulawesi. Before the implementation of counseling, a pre-test was given first to determine the extent of workers' knowledge about the use of personal protective equipment and ergonomic hazards, after which the material was given and asked questions and answers, and ended with a post-test to assess the success of this counseling. In this service, the results achieved are changes in knowledge about the use of personal protective equipment and ergonomic hazards as evidenced by the pre and post-test results. Keywords: Education, Personal Protective Equipment, Ergonomic Risks, Industry
Analisis Asuhan Keperawatan dengan Intervensi Penggunaan Silver Sebagai Primary Dressing pada Fase Proliferasi pada Klien Tn. W, Tn. S, dan Tn. Y dengan Diabetic Foot Ulcer di Klinik Wocare Center Kota Bogor Dwi Sugiarti; Naziyah Naziyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11386

Abstract

ABSTRAK Diabetic foot ulcer merupakan salah satu komplikasi yang umum terjadi pada penderita diabetes mellitus yang tidak terkontrol dengan baik. Masalah keperawatan utama yang ditemukan pada Tn. W, Tn. S, dan Tn. Y adalah gangguan integritas jaringan yang dibuktikan dengan adanya data subjektif dan objektif pada tanda dan gejala mayor yang berupa adanya ulkus diabetikum pada kaki klien. Menganalisis asuhan keperawatan dengan intervensi penggunaan silver pada klien dengan diabetic foot ulcer. Studi kasus dengan menganalisis pemberian silver sebagai primary dressing pada fase proliferasi pada tiga klien dengan diabetic foot ulcer di Klinik Wocare Center Bogor. Terdapat perubahan pada ukuran luka, granulasi, dan epitelisasi setelah diberikan silver sebanyak dua kali kunjungan. Silver dapat melembabkan dan membantu mempercepat proses pertumbuhan jaringan granulasi. Penggunaan silver sebagai primary dressing pada diabetic foot ulcer saat fase proliferasi efektif dalam mempersingkat perkiraan waktu penyembuhan luka yang ditandai dengan adanya perubahan ukuran luka, granulasi, dan epitelisasi yang cukup signifikan. Silver dapat sebagai bahan acuan untuk penanganan diabetic foot ulcer fase proliferasi. Kata Kunci: Diabetic Foot Ulcer, Primary Dressing, Silver  ABSTRACT Diabetic foot ulcer is a common complication in patients with diabetes mellitus who are not well controlled. The main nursing problem found in Mr. W, Mr. S, and Mr. Y is a disruption of network integrity as evidenced by the existence of subjective and objective data on major signs and symptoms in the form of a diabetic ulcer on the client's leg. To analyze nursing care with interventions using silver in clients with diabetic foot ulcers. Case study by analyzing the administration of silver as a primary dressing in the proliferation phase of three clients with diabetic foot ulcers at the Bogor Wocare Center Clinic. There were changes in wound size, granulation, and epithelialization after being given silver for two visits. Silver can moisturize and help accelerate the growth process of granulation tissue. The use of silver as a primary dressing for diabetic foot ulcers during the proliferative phase is effective in shortening the estimated wound healing time which is characterized by significant changes in wound size, granulation, and epithelialization. Silver can be used as a reference for the treatment of diabetic foot ulcers in the proliferative phase. Keywords: Diabetic Foot Ulcer, Primary Dressing, Silver

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue