cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pencegahan Depresi melalui Edukasi dalam Meningkatkan Harga Diri Lansia Triyana Harlia Putri; Faisal Kholid Fahdi; Yuyun Tafwidhah; Nadia Rahmawati; Titan Ligita; Ervina Lili Neri; Yoga Pramana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12517

Abstract

ABSTRAK Lansia dapat mengalami gangguan psikologis, salah satunya adalah depresi. Kurangnya integrasi antara kesehatan mental dan layanan kesehatan dalam sistem kesehatan masyarakat dalam pencegahan permasalahan kesehatan mental. Oleh sebab itu, salah satu startegi yang bisa diterapkan adalah pendidikan kesehatan. Untuk meningkatkan pengetahuan lansia terkait meningkatkan harga diri guna mencegah depresi. Metode pendidikan kesehatan yang digunakan dalam menyampaikan materi yaitu ceramah, diskusi, refleksi dan demonstrasi dengan menggunakan media video dan buku saku. Nilai pretest rerata pengetahuan lansia yaitu 4,11 dan rerata posttest yaitu 7,47. Hasil analisis menunjukkan nilai p-value lebih kecil dari 0,05. Terdapat peningkatan pengetahuan pada lansia terhadap pencegahan depresi melalui kegiatan edukasi tersebut. Kata Kunci: Lansia, Depresi, Harga Diri  ABSTRACT Elderly people can experience psychological disorders, one of which is depression. Lack of integration between mental health and health services in the public health system in preventing mental health problems. Therefore, one strategy that can be implemented is health education. To increase the elderly’s knowledge regarding increasing self-esteem to prevent depression. Health education methods used in conveying materials are lectures, discussions, reflection and demonstrations by using video media and pocket books. The average pretest score for elderly knowledge is 4.11 and the average posttest score is 7.47. The analysis results show that the p-value is smaller than 0.05. There is an increase in knowledge among the elderly regarding preventing depression through these education activities. Keywords: Elderly, Depression, Self-Esteem
Pelatihan Pengkajian Komprehensif Perubahan Fisik, Psikososial, dan Frailty Bagi Perawat dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pasien Hemodialisis Irawati, Diana; Natashia, Dhea; Slametiningsih, Slametiningsih; Latifah, Noor; Fauzi, Achmad; Handayani, Rosmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13318

Abstract

ABSTRAK Penyakit Ginjal Kronis (PGK) adalah kondisi medis yang cukup kompleks. Kejadian PGK cukup tinggi di Indonesia, sehingga diperlukan intervensi jangka panjang. Pengobatan hemodialisis jangka panjang ini berdampak signifikan pada pasien secara fisik, psikologis, dan sosial. Selain itu, prevalensi frailty juga tinggi di antara pasien yang menjalani HD. Frailty pada pasien dengan penyakit ginjal kronis (PGK) dapat memperburuk perkembangan penyakit dari aspek fisik dan psikologis, meningkatkan kematian, dan menurunkan kualitas hidup. Saat ini, para perawat menghadapi tantangan dalam melakukan pengkajian komprehensif terhadap pasien akibat pengetahuan terbatas tentang prosedur dan format pengkajian. Program pelatihan perawat dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengkaji perubahan fisik, psikososial, dan status frailty yang dapat berdampak terhadap kualitas hidup pasien. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pengkajian komprehensif kepada 18 perawat di ruang hemodialysis rumah sakit islam Jakarta cempaka putih. Kegiatan PkM ini menggunakan pendekatan intervensi keperawatan berbasis edukasi (educative-based nursing intervention) yang terdiri dari beberapa sesi yaitu sesi edukasi, role-play dan bedside teaching praktik dan sesi diskusi. Analisa data dilakukan menggunakan metode analisis kuantitatif one group pre-post-test design dengan menggunakan paired t-test.  Hasil PkM ini menunjukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta terhadap pengkajian komprehensif pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani Hemodialisa. Peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta menunjukkan keberhasilan pendekatan intervensi keperawatan berbasis edukasi dalam pengabdian masyarakat untuk pengaplikasian dalam praktik klinis. Kata Kunci: Hemodialisis, Gejala Fisik, Perubahan Psikologis, Kelemahan, Pengkajian  ABSTRACT Chronic Kidney Disease (CKD) is an advanced medical condition. The incidence of CKD is significantly high in Indonesia, necessitating long-term interventions. This prolonged haemodialysis treatment significantly impacts patients physically, psychologically, socially, with various signs and symptoms emerging during the process. Besides, the incidence of frailty is also high among patients undergoing HD. Frailty in patients with chronic kidney disease (CKD) may worsen disease progression, increase mortality, and decrease quality of life. Nurses currently face challenges in conducting comprehensive patient assessments due to limited knowledge of assessment procedures and formats. To address this issue, nurse training programs are being developed to improve their skills in assessing physical, psychosocial, and quality-of-life changes. Enhanced assessment proficiency will aid in identifying patient issues and implementing targeted interventions, ultimately improving patient care and quality of life. Community Service Activity (CSA) activities aim to provide comprehensive assessment training to 18 nurses in the haemodialysis unit of Jakarta Islamic Hospital Cempaka Putih. This CSA activity employs an educative-based nursing intervention approach, consisting of several sessions, including education sessions, role-play, bedside teaching practices, and discussion sessions. Data analysis is conducted using the quantitative analysis method with a one-group pre-post-test design, utilising paired t-tests. The results of CSA show an improvement in participants' knowledge and skills in conducting comprehensive assessments on chronic kidney disease patients undergoing Haemodialysis. The results show the positive impact of Community Service Activity (CSA) activities in strengthening the competencies of HD nurses in comprehensive patient assessment, not just routine tasks. The significant improvement in participants' knowledge and skills after the community service activity is a positive outcome. This indicates that the nursing based educational approach applied in community service has successfully enhanced the participants' competencies for application in clinical practice routine. Keywords: Haemodialysis, Physical Symptoms, Psychological Changes, Frailty, Assessment
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Video Tour 360 untuk Promosi Objek Wisata Pada Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Ekowisata Situ Gede, Kota Bogor Valdiani, Dini; Ono, Dipo Krishyudi; Jayawinangun, Roni; Afriyansyah, Ari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12930

Abstract

ABSTRAK Situ Gede merupakan salah satu wisata alam di Kota Bogor dan merupakan salah satu ekowisata unggulan di Kota Bogor yang pengelolaannya dilakukan oleh Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Situ Gede. Sebagai salah satu ekowisata unggulan, Situ Gede masih terdapat banyak permasalahan seperti kebersihan dan terbatasnya keterampilan dan media promosi. Kegiatan yang dilakukan pada pengabdian ini dengan pelatihan dan praktik dalam menggunakan media sosial sebagai media promosi.Tujuan dari kegiatan  Pengabdian  kepada  Masyarakat  (PkM)  ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai promosi dengan menggunakan video tour 360. Kegiatan PkM yang telah dilaksanakan berdasarkan kebutuhan mitra yaitu kelompok penggerak pariwisata (kompepar) untuk meningkatkan promosi ekowisata. Hasil dari kegiatan PkM berupa peningkatan pengetahuan mengenai kamera 360 dan pembuatan video tour 360 ekowisata Situ Gede. Berdasarkan jawaban peserta melalui kuesioner diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan terkait kamera 360, langkah-langkah membuat video mulai dari pra dan produksi, sedangkan peningkatan keterampilan terdiri dari menggunakan kamera 360, produksi video dan publikasi. Kata Kunci: Ekowisata Situ Gede, Kompepar, Promosi, Video Tour 360  ABSTRACT Situ Gede is one of the natural tourist attractions in Bogor City and is one of the leading ecotourism in Bogor City whose management is carried out by the Situ Gede Tourism Driving Group (Kompepar). As one of the leading ecotourism sites, Situ Gede still has many problems such as cleanliness and limited skills and promotional media. The activities carried out in this service include training and practice in using social media as promotional media. The aim of this Community Service activity is to increase knowledge and skills regarding promotions using 360 video tours. The PkM activities that have been implemented are based on partner needs, namely tourism driving group (kompepar) to increase ecotourism promotion. The results of PkM activities are increasing knowledge about 360 cameras and making a 360 video tour of Situ Gede ecotourism. Based on participants' answers via the questionnaire, it is known that there is an increase in knowledge regarding 360 cameras, the steps for making videos starting from pre-production and production, while the increase in skills consists of using 360 cameras, video production and publication Keywords: Ecotourism Situ Gede, Kompepar, Promotion, Video Tour 360
Pengembangan Media Edukasi Kreatif Berbasis Digital untuk Peningkatan Kesejahteraan Mental Anak dengan Stunting di Kabupaten Pangandaran Kurniawan, Kurniawan; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Masrina, Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.14074

Abstract

ABSTRAK Stunting pada anak memiliki banyak dampak negatif yang berpengaruh pada seluru aspek kehidupan dan kualitas hidup. Desa Parakan Manggu salah satu desa di Kecamatan Pargi Kabupaten pangandaran memiliki angka kejadian 4 orang (2.17%) anak stunting  dari 184 balita. Masalah stunting pada anak memerlukan upaya pencegahan dan penanganan yang komprehensif termasuk pencegahan masalah kesehatan mental. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dengan balita serta mengetahui efektivitas media edukasi kreatif berbasis teknologi dalam rangka  pencegahan dan penanganan dampak kesehatan mental akibat stunting. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode daring dan luring dengan strategi kolaborasi tenaga kesehatan, kader kesehatan, orang tua, dan mahasiswa keperawatan. Instrumen yang digunakan yaitu soal-soal pertanyaan stunting dan kesehatan mental. Hasil dari kegiatan PKM ini diantaranya yaitu: (1) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang tua dan kader posyandu terakit stunting dan dampaknya terhadap kesehatan mental, dengan hasil rata rata nilai pre test (8,79) dan post test (8,91); (2) Terbentuknya media edukasi yang efektif berupa video dan e-booklet terkait pencegahan dan penanganan masalah stunting dan kesehatan mental untuk orang tua dan kader-kader posyandu. Kegiatan sosialisasi media edukasi kreatif berbasis digital dinilai cukup efektif dalam peningkatan pengetahuan orang tua dan kader-kader posyandu. Strategi ini dapat dilakukan dalam skala yang lebih luas di Kabupaten Pangandaran. Selain itu, perlu adanya kolaborasi dengan stakeholder terkait seeprti Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Kata Kunci: Anak, Kesehatan Mental, Media Edukasi, Stunting, Teknologi Digital  ABSTRAK Stunting in children has many negative impacts that affect all aspects of life and quality of life. Parakan Manggu Village, one of the villages in Pargi District, Pangandaran Regency, has an incidence of 4 (2.17%) stunted children out of 184 toddlers. The problem of stunting in children requires comprehensive prevention and treatment efforts, including preventing mental health problems. This community service activity (PKM) aims to increase parents' knowledge of toddlers and determine the effectiveness of technology-based creative educational media in the context of preventing and treating mental health impacts due to stunting. This community service is carried out using online and offline methods with a collaborative strategy of health workers, health cadres, parents and nursing students. The instruments used were questions about stunting and mental health. The results of this PKM activity include: (1) Increasing the knowledge and skills of parents and posyandu cadres regarding stunting and its impact on mental health, with the average pre-test score (8.79) and post-test (8.91); (2) Establishment of effective educational media in the form of videos and e-booklets related to preventing and handling stunting and mental health problems for parents and posyandu cadres. Digital-based creative educational media outreach activities are considered quite effective in increasing the knowledge of parents and posyandu cadres. This strategy can be implemented on a wider scale in Pangandaran Regency. Apart from that, there needs to be collaboration with related stakeholders such as the Health Service and Community Health Centers. keywords: Child, Mental health, Educational Media, Stunting, Digital Technology
Skrining Bank Darah untuk Pemeriksaan Golongan Darah di Kelurahan Tukmudal Kecamatan Sumber Supenah, Pipin; Ikhwani, Ikhwani; Setiawan, Fiki
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12186

Abstract

ABSTRAK Untuk memastikan keamanan dan keberhasilan transfusi darah, pemeriksaan golongan darah dalam bank darah sangat penting. Artikel ini membahas skrining bank darah untuk menentukan golongan darah pendonor dengan tepat, mengurangi risiko reaksi transfusi, dan memastikan kompatibilitas yang optimal. Sistem ABO adalah metode utama yang dianalisis selama proses pemeriksaan golongan darah [1]. Telah dilakukan penelitian tentang antibodi yang ada di dalam serum golongan darah A, B, dan O. Reaksi serum golongan darah dengan antigen ditunjukkan dengan aglutinasi.   Penelitian ini mengolah data secara statistik menggunakan metode statistik non parametrik Kruskal Wallis. Hasilnya menunjukkan bahwa serum golongan darah A, B, dan O dapat digunakan sebagai pengganti reagen anti A, anti B, dan anti AB untuk menentukan golongan darah. Pemeriksaan golongan darah ABO dan Rhesus (Rh). Ini penting untuk mencegah inkompabilitas golongan darah dan menentukan kemungkinan seorang wanita mengalami ketidakcocokan rhesus dengan janinnya. Reaksi transfusi imunologis, yang dapat menyebabkan anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian, dapat terjadi karena transfusi darah dari golongan darah yang tidak kompatibel. Hasil dari skrining bank darah dari 48 responden didapatkan golongan darah A 31% sebanyak 15 orang, golongan darah B 34% sebanyak 16 orang, golongan darah O 33% sebanyak 16 orang, golongan darah AB 2% sebanyak 1 orang. Kesimpulannya pada kegiatan pengabdian ini yakni terlaksana dengan baik dan lancar[2]. Kata Kunci: Golongan Darah, Skrinning Bank Darah, Sistem ABO ABSTRACT To ensure the safety and success of blood transfusions, blood group screening within the blood bank is essential. This article discusses blood bank screening to correctly determine the donor's blood type, reduce the risk of transfusion reactions, and ensure optimal compatibility. The ABO system is the main method analyzed during the blood group screening process [1]. Research has been conducted on the antibodies present in the serum of blood groups A, B, and O. The reaction of blood group serum with antigen is indicated by agglutination. This study processed data statistically using the Kruskal Wallis non-parametric statistical method. The results show that blood group A, B, and O serum can be used as a substitute for anti-A, anti-B, and anti-AB reagents to determine blood type. ABO and Rhesus (Rh) blood group examination. This is important to prevent blood group incompatibilities and determine the possibility of a woman having a rhesus incompatibility with her fetus. Immunological transfusion reactions, which can lead to hemolysis anemia, renal failure, shock, and death, can occur due to blood transfusions of incompatible blood groups. The results of the blood bank screening of 48 respondents obtained blood type A 31% as many as 15 people, blood type B 34% as many as 16 people, blood type O 33% as many as 16 people, blood type AB 2% as many as 1 person. In conclusion, this service activity was carried out well and smoothly [2].  Keywords: Blood Type, Blood Bank Screening, ABO System
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Pencegahan Penyakit Hepatitis di Panti Asuhan Kusuma, Made Dian Shanti; Wulandari, Ida Ayu Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13312

Abstract

ABSTRAK Hati adalah satu organ tubuh vital yang salah satu fungsi utamanya adalah mengatur metabolisme tubuh. Salah satu penyakit organ hati yang paling berbahaya adalah Hepatitis, yang merupakan penyakit peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis. Munculnya penyakit hepatitis banyak tidak disadari karena tanda dan gejala terkadang tidak ada, namun akan disadari jika sudah ada dampak yang parah seperti gangguan pencernaan, demam, serta nyeri, sedangkan gejala hepatitis yang ringan terkadang diabaikan. Pencegahan yang sudah dilakukan pemerintah dan global untuk penyakit hepatitis adalah dengan cara pemberian vaksin hepatitis serta dengan cara menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Namun, belakangan ini muncul penyakit hepatitis akut yang belum ditemukan penyebabnya. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan anak panti asuhan tentang penyakit hepatitis serta cara pencegahannya. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan pre tes, penyuluhan kesehatan, dan post test serta demonstrasi cuci tangan yang merupakan salah satu kegiatan perilaku hidup bersih dan sehat. Setelah dilakukan kegiatan peserta paham dengan bahaya penyakit hepatitis sehingga mereka dapat menyebutkan kembali pencegahan yang harus dilakukan guna mencegah penyakit hepatitis di kalangan panti asuhan. Kegiatan terkait penyuluhan masalah kesehatan global hendaknya dapat dilaksanakan secara rutin di panti asuhan. Hal ini penting dilakukan guna memberikan wawasan dalam pencegahan dan penanganan penyakit yang mungkin terjadi di lingkungan panti asuhan. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Pencegahan, Hepatitis  ABSTRACT Liver is a vital organ whose main function is to regulate the body's metabolism. One of the most dangerous diseases of the liver is Hepatitis, which is an inflammatory disease of the liver caused by the hepatitis virus. Many people do not realize the emergence of hepatitis because the signs and symptoms are sometimes absent, but they will be realized if there are already severe effects such as digestive disorders, fever, and pain, while mild symptoms of hepatitis are sometimes ignored. Prevention that has been done by the government and globally for hepatitis is by administering the hepatitis vaccine and by implementing clean and healthy living habits. However, recently there has been an emergence of acute hepatitis for which no cause has been found. This activity aims to gain knowledge about hepatitis and how to prevent it. This activity is carried out by conducting pre-tests, health education, and post-tests as well as hand washing demonstrations which are one of healthy living behavior. After carrying out the activity, participants understand hepatitis, they can mention the precautions that must be taken to prevent hepatitis. Activities related to outreach on global health issues should be carried out regularly. This is important to do to provide knowledge for preventing and treating diseases that may occur in orphanages Keywords: Healthy Behavior, Prevention, Hepatitis
Peningkatan Kapasitas Perawat dalam Perawatan Luka Modern Menggunakan Ekstrak Daun Binahong Anda Syahputra; Fitriani Agustina; Syahabuddin Syahabuddin; Alchalidi Alchalidi; Serlis Mawarni; Nora Veri; Cut Mutiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12389

Abstract

ABSTRAK Terapi komplementer yang ada menjadi salah satu pilihan pengobatan masyarakat. Terapi komplementer diberikan untuk perawatan luka modern. Perawatan luka terkini adalah modern wound dressing. Modern wound dressing merupakan salah satu metode perawatan luka yang tertutup. Salah  satu  terapi  komplementer  untuk  mempercepat  penyembuhan luka adalah dengan memanfaatkan tanaman daun binahong yang memiliki fungi  sebagai  antibakteri, antiinflamasi, antifungi. Perawat luka merupakan tenaga kesehatan yang dipilih masyarakat dalam penangani perawatan luka, maka karena itu perlunya peningkatan pengetahuan, pemahan dan skill untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik. Kegiatan dilakukan di Wilayah Kota Lhokseumawe dengan jumlah sasaran sebanyak 40 orang dengan pelatihan perawatan luka modern menggunakan ekstrak daun binahong. Evaluasi yang di harapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil dari pelatihan yang dilakukan didapatkan pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan meningkat menjadi berpengetahuan baik sebesar 95% dan keterampilan peserta tentang perawatan luka modern menggunakan ekstrak daun binahong setelah pelatihan sebahagian besar berketerampilan mahir. Kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta setelah pelatihan perawatan luka modern menggunakan ekstrak daun binahong. Kata Kunci: Daun Binahong, Perawatan Luka Modren, Perawat  ABSTRACT Complementary therapies have become one of the community's treatment options. Complementary therapies are provided for modern wound care. The latest in wound care is modern wound dressing. Modern wound dressing is one of the closed wound care methods. One of the complementary therapies to accelerate wound healing is by utilizing binahong leaf plants that have fungi as antibacterial, anti-inflammatory, and antifungal. Wound nurses are the health workers chosen by the community in handling wound care, therefore it is necessary to increase knowledge, understanding and skills to be able to provide better services. The activity was carried out in the Lhokseumawe City Region with a total target of 40 people with modern wound care training using binahong leaf extract. Evaluation is expected to increase the knowledge and skills of participants. The results of the training were obtained that the participants' knowledge after being given training increased to good knowledge by 95% and the participants' skills regarding modern wound care using binahong leaf extract after training were mostly good skills. This activity can be concluded that the knowledge and skills of participants increased after training on modern wound care using binahong leaf extract.  Keywords: Binahong Leaf Extract, Modern Wound Care, Nursesn
Optimalisasi Pemberdayaan Kader dalam Implementasi Pola Asuh Ibu yang Mempunyai Baduta dalam Penurunan Stunting Daniah, Daniah; Sabaruddin, Erny Elviany; Aini, Nur; Herawati, Yulia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13185

Abstract

ABSTRAK Saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengestimasikan prevalensi balita kerdil (stunting) di seluruh dunia sebesar 22 % persen atau sebanyak 149,2 juta pada 2020. Kejadian balita pendek atau biasa disebut dengan stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Salah satu masalah kesehatan terkait pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia balita yang dapat menimbulkan dampak buruk dalam jangka pendek maupun jangka panjang adalah stunting. Adapun dampak jangka panjang yang kemungkinan dialami yaitu gangguan kongnitif, kesulitan belajar, rentan mengalami penyakit tidak menular, kekebalan tubuh lebih rendah, dan performan rendah. Proses seorang anak bertubuh pendek (kegagalan pertumbuhan) dapat dimulai sejak masa janin hingga usia 2 tahun. Ketika sudah lewat usia 2 tahun, akan lebih sulit untuk memperbaiki gangguan pertumbuhan. Tujuannya adalah mengoptimalkan kader dalam penanganan stunting pada ibu yang yang mempunyai baduta stunting. Metode Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pendekatan  kerjasama antara Kepala Desa dengan Puskesmas setempat, dengan memberikan edukasi dalam penanganan baduta stunting kepada kader dan ibu yang memiliki baduta , serta mengajarkan aplikasi untuk mengecek pertumbuhan baduta dengan pengukuran BB dan tinggi badan dalam penurunan stunting . Hasil Pengabdian kepada masyarakat ini berdasarkan tingkat pengetahuan kader tentang stunting rata-rata 71% dalam kategori sedang, tingkat pengetahuan tentang makanan pendamping ASI pada balita rata-rata dalam kategori cukup 75%. Sedangkan pengetahuan terhadap pola asuh ibu yang mempunyai baduta nilai rata-rata 65 termasuk dalam kategori kurang. Berdasarkan  distribusi stunting berdasarkan usia ibu adalah usia20 -35 sebesar 58,82% dan usia  35 sebesar  41, 18 %. Berdasarkan distibusi stunting berdasarkan usia baduta adalah usia 24 bulan sebesar  29,41 , usia 12 – 23 bulan sebesar 35,29%, usia 6- 11 bulan sebesar  35,29 %. Distribusi stunting berdasarkan jenis kelamin baduta adalah jenis kelamin laki-laki sebesar  41,18 % dan perempuan sebesar 58,82%. Kesimpulan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah masih kurang optimalnya kader dalam pendampingan ibu yang memiliki baduta stunting,  pengetahuan kader dalam penanganan stunting juga masih belum baik. Kata Kunci: Stunting, Baduta, Kader  ABSTRACT Currently, the World Health Organization (WHO) estimates the prevalence of stunting worldwide at 22% percent or 149.2 million by 2020. The incidence of short toddlers or commonly referred to as stunting is one of the nutritional problems experienced by toddlers in the world today. One of the health problems related to growth and development in children under five years of age that can have adverse effects in the short and long term is stunting. The long-term impacts that may be experienced are congnitive disorders, learning difficulties, susceptibility to non-communicable diseases, lower immunity, and low performance. The process of a child being stunted (growth failure) can start from the fetal period until the age of 2 years. Once past the age of 2 years, it is more difficult to correct growth disorders. The goal is to optimize cadres in handling stunting in mothers who have stunted children. Methods This community service activity uses a collaborative approach between the Village Head and the local Puskesmas, by providing education in handling stunting to cadres and mothers who have stunted children, and teaching applications to check the growth of children with weight and height measurements in reducing stunting. The results of this community service are based on the level of knowledge of cadres about stunting on average 71% in the moderate category, the level of knowledge about complementary foods for toddlers on average in the moderate category 75%. While knowledge of parenting patterns of mothers who have under-fives, the average value of 65 is included in the category of less. Based on the distribution of stunting based on the age of the mother is age 20-35 by 58.82% and age 35 by 41, 18%. Based on the distribution of stunting based on the age of the baby, the age of 24 months was 29.41%, the age of 12-23 months was 35.29%, the age of 6-11 months was 35.29%. The distribution of stunting based on the sex of the under-five children was male by 41.18% and female by 58.82%. The conclusion in this community service is that the cadres are still less than optimal in assisting mothers who have stunted infants, the knowledge of cadres in handling stunting is also still not good. Keywords: Stunting, Baduta, Cadres
Pendidikan Kesehatan melalui Gerakan Aksi Bergizi dalam Peningkatan Pengetahuan Siswa tentang Pencegahan Anemia Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Purnama, Dadang; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13061

Abstract

ABSTRAK Keperawatan kesehatan sekolah merupakan salah satu area keperawatan yang fokus dalam upaya peningkatan dan pencegahan penyakit di lingkungan sekolah. Salah satu masalah yang sering terjadi pada anak sekolah adalah status gizi yang kurang atau anemia. Anemia merupaka kondisi dimana kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah batas normal. Angka kejadian anemia pada remaja putri masih cukup tinggi di Indonesia. Kondisi tersebut terjadi juga di SMPN 3 Garut. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan mahasisawa PPN 44 bahwa setengah dari jumlah anak yang dicek Hb memiliki kadar Hb yang rendah. Hb yang rendah menunjukkan siswa SMPN 3 Garut mengalami anemia yang akan berdampak pada keterlambatan pertumbuhan fisik, gangguan perilaku dan emosional. Sebagian besar siswa SMPN 3 Garut juga memilih gaya hidup tidak sehat dengan membeli jajanan yang ada di sekolah. Berdasarkan latar belakang di atas, kami tim pengabdian masyarakat tertarik untuk melakukan pendidikan kesehatan melalui gerakan aksi bergizi dalam peningkatan pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia gizi sehingga siswa dapat melaksanakan upaya yang baik dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi yang tepat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia sebesar 20 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri oleh pihak sekolah melalui kegiatan UKS. Kepala sekolah dan kepala puskesmas dapat memfasilitasi siswa dalam pelaksanaan pencegahan anemia gizi. Kata Kunci: Pengetahuan, Pencegahan Anemia, Siswa  ABSTRACT School health nursing is an area of nursing that focuses on efforts to improve and prevent disease in the school environment. One of the problems that often occurs in school children is poor nutritional status or anemia. Anemia is a condition where the hemoglobin level in the blood is below the normal limit. The incidence of anemia in adolescent girls is still quite high in Indonesia. This condition also occurred at SMPN 3 Garut. Based on the results of a survey conducted by PPN 44 students, half of the children who were checked for Hb had low Hb levels. A low Hb indicates that students at SMPN 3 Garut have anemia which will have an impact on delayed physical growth, behavioral and emotional disorders. Most students at SMPN 3 Garut also choose an unhealthy lifestyle by buying snacks at school. Based on the background above, our community service team is interested in carrying out health education through nutritional action movements to increase students' knowledge about preventing anemia. This activity aims to increase students' knowledge about preventing nutritional anemia so that students can make good efforts in consuming food that contains the right nutrients. The results of the activity showed an increase in students' knowledge about preventing anemia by 20 points. It is hoped that the activities that have been implemented can be continued independently by the school through UKS activities. School principals and heads of health centers can facilitate students in implementing nutritional anemia prevention. Keywords: Knowledge, Anemia Prevention, Students
Deteksi Dini dan Yoga Prenatal dalam Pencegahan Preeklampsi Pada Ibu Hamil Zakkiyatus Zainiyah; Eny Susanti; Novita Wulandari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12703

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan upaya yang dapat dilakukan yaitu pelayanan antenatal yang merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal. Pemeriksaan pada masa antenatal yang dapat menduga terjadi preeklamsi dengan cara mengukur tekanan darah, menimbang berat badan, dan juga melakukan pemeriksaan urine. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah preeklampsi pada ibu hamil salah satunya dengan deteksi dini dan senam prenatal yoga. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk melakukan deteksi dini pada ibu hamil dan aplikasi senam prenatal yoga dalam mencegah preeklampsi pada ibu hamil. Metode pengabdian masyarakat dengan cara deteksi dini dengan melakukan timbang berat badan, pengukuran tinggi badan dan diukur Index Massa Tubuh (IMT), melakukan pengukuran tekanan darah pada ibu hamil melalui ROT, MAP dan pemeriksaan protein urine. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada bulan Agustus-September 2023. Peserta pengabdian adalah ibu hamil pada bidan setempat di PMB Sumarti, SST di Desa Kapor, Burneh Bangkalan. Kesimpulan hasil yang diperoleh dari pengabdian dari 8 ibu hamil sebagian besar Tekanan darah, MAP dan ROT normal, IMT sebagian besar overweight. Hal ini menunjukkan ibu hamil hampir seluruhnya kategori normal. Kata Kunci: Deteksi Dini, Preeklampsi, Yoga Prenatal, Ibu Hamil  ABSTRACT Efforts that can be made are antenatal services which are an important way to monitor and support the health of normal pregnant women and detect mothers with normal pregnancies. Antenatal examinations can suspect preeclampsia by measuring blood pressure, measuring body weight, and also carrying out urine tests. Efforts that can be made to prevent preeclampsia in pregnant women include early detection and prenatal yoga exercises. The aim of community service is to carry out early detection in pregnant women and the application of prenatal yoga exercises in preventing preeclampsia in pregnant women. The community service method involves early detection by weighing, measuring height and measuring Body Mass Index (BMI), measuring blood pressure in pregnant women through ROT, MAP and urine protein examination. Community service will be carried out in August-September 2023. Service participants are pregnant women at local midwives at PMB Sumarti, SST in Kapor Village, Burneh Bangkalan. The results obtained from the service of 8 pregnant women were mostly normal blood pressure, MAP and ROT, most of the BMI was overweight. This shows that almost all pregnant women are in the normal category. Keywords : Early Detection, Preeclampsia, Prenatal Yoga, Pregnant Women

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue