cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Penyuluhan Asi Eksklusif dan MP-ASI Berbasis Pangan Lokal Sebagai Upaya Pencegahan Stunting melalui Program Komprehensif Beranting (Bersama Atasi Stunting) Dicky Septiannoor Khaira; Cast Torizellia; Yustin Ari Prihandini; Lisa Setia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12570

Abstract

ABSTRAK Tren terjadinya stunting sebagian besar disebabkan oleh tidak diberikannya ASI Eksklusif dan praktik pemberian MP-ASI kurang dari usia 6 bulan yang berawal mula dari rendahnya pengetahuan. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penyuluhan sebagai upaya mengatasi stunting. Pengabdian kepada masyarakat melalui Program komprehensif BERANTING menggunakan metode yang sederhana yaitu penyuluhan yang dilaksanakan pada tanggal 27 September 2023 dan dilakukan evaluasi yaitu mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Program komprehensif BERANTING melalui kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di Wilayah Kelurahan Sungai Tiung Kota Banjarbaru di hadiri sebanyak 17 orang peserta yaitu diantaranya adalah ibu menyusui dan ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan. Didapatkan hasil yaitu peningkatan pengetahuan para ibu setelah diberikan penyuluhan yang ditinjau dari hasil evaluasi pre-test dan post-test. Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan melalui program komprehensif beranting diharapkan dapat dilaksanakan berkelanjutan guna mengatasi masalah stunting. Kata Kunci: Penyuluhan, Ibu Menyusui, ASI Eksklusif, MP-ASI, Stunting ABSTRACT The trend of stunting is largely caused by not giving exclusive breast milk and the practice of giving MP-ASI to less than 6 months of age which originates from low knowledge. Carrying out community service in the form of counseling as an effort to overcome stunting. Community service through the comprehensive BERANTING program uses a simple method, namely counseling which was carried out on September 27 2023 and an evaluation was carried out, namely measuring the level of knowledge before and after the counseling. The comprehensive BERANTING program through outreach activities carried out in the Sungai Tiung Subdistrict, Banjarbaru City was attended by 17 participants, including breastfeeding mothers and mothers with babies aged 6-12 months. The results obtained were an increase in mothers' knowledge after being given counseling which was reviewed from the results of the pre-test and post-test evaluation. It is hoped that community service carried out through the comprehensive relay program can be carried out sustainably to overcome the problem of stunting. Keywords: Counseling, Breastfeeding Mothers, Exclusive Breastfeeding, Weaning Food, Stunting
Mengelola Stres Orang Tua yang Memiliki Anak Berhadapan dengan Hukum Setiawati, Octa Reni; Ariska, Septa Lia; Mursandi, Randi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13412

Abstract

ABSTRAK Anak berhadapan dengan hukum adalah anak yang menjadi korban tindak pidana, saksi tindak pidana, dan anak yang melakukan tindakan melawan hukum atau berkonflik dengan hukum (Soesilo, 2008) Akhir- akhir ini kejadian kasus anak berhadapan dengan hukum sangat memprihatinkan. Keberadaan anak berhadapan hukum dalam keluarga akan menjadi stressor tersendiri bagi setiap anggota keluarga karena dapat menjadi beban bagi keluarga baik secara mental maupun materil. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat stres orang tua anak berhadapan hukum. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dilakukan dengan metode sosialisasi pengenalan tingkat stres, dengan dilakukan pemberian kuesioner stres, dan didapati hasil bahwa orangtua dengan anak berhadapan hukum memiliki tingkat stres sedang. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah kegiatan sosialisasi stres orang tua dengan anak berhadapan hukum  yang dilaksanakan di UPTD PKS Insan Berguna dapat memberikan dampak positif terhadap pengetahuan orang tua mengenai tingkat stres mereka dan bagaimana cara dalam mengelola stres mereka. Diharapkan dengan peningkatan pengetahuan ini akan menambah wawasan orangtua, sehingga dapat mereduksi tingkat stresnya. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya agar dapat menambahkan pelatihan manajemen stres orang tua yang memiliki anak berhadapan dengan hukum. Kata Kunci: Orangtua, Stres, Anak Berhadapan Hukum  ABSTRACT Children in conflict with the law are children who are victims of criminal acts, witnesses to criminal acts, and children who commit acts against the law or are in conflict with the law (Soesilo, 2008). Recently, cases of children in conflict with the law have been very worrying. The presence of children facing the law in the family will be a stressor for each family member because it can be a burden on the family both mentally and materially. The purpose of this service is to find out the stress level of parents of children facing the law. The implementation of Community Service activities (PPM) was carried out using the socialization method of recognizing stress levels, coping stress and then administering stress questionnaires, and the results were found that parents with children in conflict with the law had moderate stress levels. The conclusion of this service is that the stress socialization activities between parents and children in conflict with the law carried out at UPTD PKS Insan Berguna can have a positive impact on parents' knowledge about their stress levels and how to manage their stress. It is hoped that this increase in knowledge will increase parents' insight, thereby reducing their stress levels. It is hoped that future researchers can add stress management training for parents who have children in conflict with the law. Keywords: Parents, Stress, Children in Conflict with the Law
Edukasi Optimalisasi Pemanfaatan Rimpang Jahe Gajah (Zingiber Officinale Rosc) sebagai Nutraceutical Gummy Candy Berkhasiat Kesehatan dan Anti-Emeticum di Pekon Kedaung Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu Adjeng, Andi Nafisah Tendri; Andrifianie, Femmy; Syafiz, Kamadie Sumanda; Ramadhani, Untia Kartika Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12879

Abstract

ABSTRAK Rimpang Jahe gajah (Zingiber officinale Rosc) merupakan tanaman yang berkhasiat dalam pengobatan dengan kandungan nutrisi vitamin A, B1, B3, dan C, mineral, besi, fosfor, serta kalsium yang baik untuk tubuh. Kandungan minyak atsiri gingerol dalam jahe berperan dalam mencegah infeksi bakteri penyebab radang gusi dan masalah pada saluran pernapasan. Selain itu, senyawa minyak atsiri tersebut dapat membantu mengurangi mual dan mabuk perjalanan serta sifat diaforetik yaitu dapat menstimulus aktifnya kelenjar keringat yang berperan dalam pengobatan kondisi demam termasuk pilek dan flu. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan, nilai ekonomi, dan tingkat acceptable rimpang Jahe dapat dibuat produk yang bersifat sebagai nutraceutical (makanan yang dapat memberikan manfaat kesehatan) salah satunya adalah Gummy Candy. Salah satu daerah di Provinsi Lampung yang giat dalam budi daya tanaman Rimpang Jahe Gajah adalah Desa (Pekon) Kedaung yang merupakan daerah transmigran yang berlokasi di Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu. Pemanfaatan secara optimal dan peningkatan nilai ekonomi Rimpang Jahe gajah menjadi produk nutraceutical belum dilakukan. Pengabdian Kepada Masyarakat dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat berperan dalam membantu Kelompok Tani dan masyarakat setempat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemanfaatan Rimpang Jahe Gajah menjadi produk nutraceutical Gummy Candy. Diharapkan ini mampu mengoptimalkan pemanfaatan Rimpang Jahe Gajah baik dari segi nilai ekonomi maupun manfaat kesehatan. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu memberi penyuluhan dan edukasi berupa ceramah dan tanya jawab mengenai manfaat dan kandungan Rimpang Jahe Gajah serta potensi pengembangan sebagai produk nutraceutical, serta pendampingan dalam pengolahan Rimpang Jahe Gajah menjadi Gummy Candy sehingga dicapai peningkatan pengetahuan, kesehatan, perekonomian masyarakat Pekon Kedaung. Kata Kunci: Jahe Gajah (Zingiber officinale Rosc), Nutraceutical, Gummy Candy, Pekon Kedaung.   ABSTRACT The rhizome of elephant ginger (Zingiber officinale Rosc) is a plant that is efficacious in medicine with nutrients containing vitamins A, B1, B3 and C, minerals, iron, phosphorus and calcium which are good for the body. The gingerol essential oil content in ginger plays a role in preventing bacterial infections that cause gingivitis and respiratory tract problems. Apart from that, these essential oil compounds can help reduce nausea and motion sickness and have diaphoretic properties, namely they can stimulate the activity of the sweat glands which play a role in treating febrile conditions including colds and flu. To optimize the utilization, economic value and level of acceptance of ginger rhizomes, nutraceutical products (foods that can provide health benefits) can be made, one of which is Gummy Candy. One of the areas in Lampung Province that is active in the cultivation of Elephant Ginger Rhizome plants is Kedaung Village (Pekon) which is a transmigrant area located in Pardasuka District, Pringsewu Regency. Optimal utilization and increasing the economic value of ginger rhizomes into nutraceutical product elephants have not been carried out. Community Service with the Community Partnership Empowerment scheme plays a role in helping Farmer Groups and local communities increase their knowledge and skills in utilizing Elephant Ginger Rhizomes into Gummy Candy nutraceutical products. It is hoped that this will optimize the use of Gajah Ginger Rhizomes both in terms of economic value and health benefits. The method applied in community service activities is providing counseling and education in the form of lectures and questions and answers regarding the benefits and contents of Gajah Ginger Rhizome as well as the potential for development as a nutraceutical product, as well as assistance in processing Gajah Ginger Rhizome into Gummy Candy so as to achieve increased knowledge, health and economy. Pekon Kedaung community. Keywords: Gajah Ginger (Zingiber officinale Rosc), Nutraceutical, Gummy Candy, Pekon Kedaung.
Analisis Asuhan Keperawatan melalui Intervensi Fisioterapi Dada dan Batuk Efektif pada Nn. D dan Ny. N dengan Diagnosa Medis Tuberkulosis Paru di Wilayah RS DKI Jakarta Nofiyanti, Nofiyanti; Hisni, Dayan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13851

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis, yang dimana sebagian besar kuman menyerang parenkim paru. Kompleks bakteri akan terus merusak jaringan parenkim paru hingga menyebabkan kerusakan organ dan berujung kematian. Tuberkulosis mampu menyebar ke hampir seluruh bagian tubuh, termasuk meningen, ginjal, tulang dan kelenjar getah bening. Menganalisa asuhan keperawatan melalui intervensi fisioterapi dada dan batuk efektif pada Nn. D dan Ny. N dengan diagnosa medis Tuberkulosis Paru di Wilayah RS DKI Jakarta. Jenis penelitian ini adalah study kasus yang dilakukan kepada 2 pasien dengan diagnose medis Tuberkulosis Paru. Penerapan yang pertama dilakukan terapi Fisioterapi dada dan dilanjutkan tindakan batuk efektif selama 3 hari berturut-turut setiap hari selama ± 20 menit pada 03 April 2023 sampai 05 April 2023 dan 27 Desember 2023 sampai 29 Desember 2023. Pada asuhan keperawatan dengan intervensi fisioterapi dada dan batuk efektif terhadap pengeluaran sputum Nn.D di RSUD Budhi Asih pada 03-05 April 2023 dan Ny. N di RSU UKI pada 27-29 Desember 2023 dilakukan dalam kurung waktu 3 hari kepada kedua responden dengan Tuberkulosis Paru mendapatkan hasil perubahan yang signifikan setelah diberikan intervensi fisioterapi dada dan batuk efektif yang ditandai berdasarkan hasil rata-rata evaluasi pasien mengatakan sudah dapat mengeluarkan dahak tanpa disertai nyeri saat batuk, batuk secara terus menerus berkurang, sesak napas berkurang, terdapat perubahan sputum dari warna hingga konsistensi. Dengan demikian dapat disimpulkan berdasarkan analisis asuhan keperawatan pada penerapan intervensi fisioterapi dada dan batuk efektif terhadap pengeluaran sputum masalah pengeluaran sputum dapat teratasi.  Penerapan fisioterapi dada dan batuk efektif dapat sebagai bahan acuan terhadap pengeluaran sputum berbasis evidence base practice. Kata Kunci: Tuberkulosis Paru, Fisioterapi Dada, Batuk Efektif, Pengeluaran SputumABSTRACT Pulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium Tuberculosis, where most of the germs attack the lung parenchyma. The bacterial complex will continue to damage lung parenchymal tissue, causing organ damage and leading to death. Tuberculosis can spread to almost all parts of the body, including the meninges, kidneys, bones and lymph nodes. To analyze nursing care through effective chest physiotherapy and cough interventions for Ms. D and Mrs. N with a medical diagnosis of Pulmonary Tuberculosis in the DKI Jakarta Hospital Area. This type of research is a case study conducted on 2 patients with a medical diagnosis of Pulmonary Tuberculosis. The first application was chest physiotherapy and continued with effective coughing for 3 consecutive days every day for ± 20 minutes from 03 April 2023 to 05 April 2023 and 27 December 2023 to 29 December 2023. Nursing care with chest physiotherapy and coughing interventions was effective for Mrs. D at RSUD Budhi Asih on April 03-05, 2023 and  Mrs. N at RSU UKI on December 27-29, 2023 was carried out within 3 days for the two respondents with Pulmonary Tuberculosis who obtained significant changes after being given effective chest physiotherapy and cough interventions which were indicated based on the average results of the patient's evaluation saying they were able to expel phlegm without accompanied by pain when coughing, the cough continues to decrease, shortness of breath decreases, there is a change in sputum from colour to consistency. Thus, it can be concluded that based on the analysis of nursing care, the implementation of chest physiotherapy and coughing interventions is effective in sputum discharge. The problem of sputum discharge can be resolved. Thei application of cheist physiotheirapy and eiffeictivei coughing can bei useid as a reifeireincei for sputum eixpulsion baseid on eivideincei-baseid practicei. Keiywords: Pulmonary Tubeirculosis, Cheist Physiotheirapy, Eiffeictivei Cough, Phleigm Eixpulsion 
Analisis Asuhan Keperawatan Pada Biofilm di Luka Kaki Diabetik pada Ny. M dan Ny.L Dengan Penggunaan PHMB sebagai Cairan Pencuci Luka di Klinik Wocare Center Bogor Hidayat, Rizki; Naziyah, Naziyah; Sembiring, Tesalonika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12481

Abstract

ABSTRAK Luka kaki diabetik merupakan komplikasi dari diabetes mellitus. Biasanya  luka kaki dibetik disebabkan oleh kontrol glikemik yang buruk, neuropati yang mendasari, penyakit pembuluh darah perifer, atau perawatan kaki yang buruk. Prevalensi luka kaki diabetik di Indonesia diperkirakan sekitar 15% dan angka amputasi sebanyak 30%, dengan angka mortalitas 32%, selain itu angka kematian 1 tahun pasca amputasi sebesar 14,8%.Modern wound dressing dengan penggunaan PHMB sebagai cairan pencuci luka efektif mengatasi masalah biofilm pada luka kaki diabetik. Menganalisis Asuhan Keperawatan Pada Biofilm Di Luka Kaki Diabetik Pada Ny. M Dan Ny. L Dengan Penggunaan PHMB Sebagai Cairan Pencuci Luka Di Klinik Wocare Center Bogor. Tindakan keperawatan dimulai tanggal 24 Juli 2023 s/d 28 Juli 2023 Di Wocare Center Bogor. Implementasi pada diagnosa keperawatan gangguan integritas kulit dilakukan perawatan luka modern dressing yang difokuskan pada pencucian luka dengan PHMB. Penggunaan PHMB sebagai cairan pencuci luka sangat efektif untuk menangani biofilm di luka kaki diabetik dibuktikan dengan berkurangnya biofilm pada luka kaki Ny. M dan Ny. L sehingga dengan berkurangnya biofilm dapat dilihat bahwa pertumbuhan jaringan granulasi semakin cepat. Dalam mempercepat penyembuhan luka harus diseimbangi dengan pengontrolan gula darah dan nutrisi yang baik. Kata Kunci: Luka Kaki Diabetik, PHMB  ABSTRACT Diabetic foot sores are a complication of diabetes mellitus.Diabetic foot sores are usually caused by poor glycemic control, underlying neuropathy, peripheral vascular disease, or poor foot care.The prevalence of diabetic foot wounds in Indonesia is estimated to be around 15% and the amputation rate is 30%, with a mortality rate of 32%, besides that the mortality rate 1 year after amputation is 14.8%. biofilm in diabetic foot wounds. Analysis Of Nursing Care on Biofilm in Diabetic Foot Ulcers in Mrs. M Dan Mrs. L With the Use of PHMB as Wound Wash Liquid at Wocare Center Bogor.  Nursing actions begin on July 24 2023 to July 28 2023 at the Bogor Wocare Center. The implementation of nursing diagnoses of impaired skin integrity is carried out by modern wound dressings which are focused on washing wounds with PHMB. The use of PHMB as a wound washing fluid is very effective for treating biofilm in diabetic foot wounds as evidenced by the reduced biofilm in Mrs. M and Mrs. L so that with reduced biofilm it can be seen that the growth of granulation tissue is getting faster. In accelerating wound healing, it must be balanced with controlling blood sugar and good nutrition. Keywords: Diabetic Foot Ulcer, PHMB
Kombinasi Hipnotis Lima Jari dan Terapi Kognitif Terhadap Kecemasan Klien Luka Post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Kota Jambi Saswati, Nofrida; Widiawati, Susi; Yuliana, Desi; Herawati, Linda; Muslim, Muslim
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13548

Abstract

ABSTRAK Klien post Sectio caesarea (SC) sebagian besar akan mengalami perasaan cemas. Klien yang mengalami cemas akan menghambat penyembuhan luka. Tanda gejala cemas seperti  perasaan cemas, firasat buruk, gelisah, lesu, mudah terganggu, gangguan tidur, kurangnya minat, nyeri otot. Cemas bisa diatasi dengan penanganan farmakologi dan nonfarmakologi salah satu terapi nonfarmakologi yaitu dengan cara pemberian terapi hipnosis lima jari dan terapi kognitif. Tujuan dilakukan terapi hipnotis lima jari kombinasi dengan terapi kognitif untuk menurunkan kecemasan klien dan merubah fikiran negatif menjadi positif. Mitra dalam kegiatan ini adalah RS Bhayangkara Polda Jambi. Sasarannya Ibu post SC hari 1-3 dengan jumlah 25 peserta. Metode Pengabdian kepada Masyarakat ini melibatkan pendekatan personal untuk memberikan edukasi kepada masing-masing peserta, menerapkan terapi hipnotis lima jari, dan mengukur tingkat kecemasan terhadap klien. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan perbandingan antara tingkat kecemasan sebelum menerapkan terapi hipnotis lima jari kombinasi terapi kognitif dan setelah menerapkan terapi hipnosis lima jari kombinasi terapi kognitif menggunakan HARS, instrumen kepuasan dan instrumen observasi tanda gejala luka SC. Waktu yang dibutuhkan dalam melakukan terapi hipnotis 5 jari yaitu selama 15 menit. Hasil dari adanya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat menunjukan distribusi frekuensi kecemasan pada klien post SC sebelum diberikan terapi yang tidak cemas sebnayak 14 orang (56%) setelah dilakukan terapi menjadi 16 orang (64%). Hipnotis lima jari kombinasi dengan terapi kognitif mampu menurunkan kecemasan pada klien post SC diharapkan pihak RS menerapkan Hipnotis lima jari kombinasi dengan terapi kognitif dalam menurunkan kecemasan kepada klien post SC.  Kata Kunci: Hipnotis Lima Jari, Terapi Kognitif, SC  ABSTRACT Post Sectio caesarea (SC) clients will mostly experience feelings of anxiety. Clients who experience anxiety will inhibit wound healing. Signs of anxiety include feelings of anxiety, bad feelings, restlessness, lethargy, easily distracted, sleep disturbances, lack of interest, muscle aches. Anxiety can be overcome with pharmacological and non-pharmacological treatment, one of which is non-pharmacological therapy, namely by administering five finger hypnosis therapy and cognitive therapy. The aim of five finger hypnosis therapy in combination with cognitive therapy is to reduce the client's anxiety and change negative thoughts into positive ones. Research Method: The partner in this activity is Bhayangkara Hospital, Jambi Regional Police. The target is post SC days 1-3 with a total of 25 participants. This Community Service Method involves a personal approach to providing education to each participant, applying five finger hypnosis therapy, and measuring the client's anxiety level. Evaluation of activities was carried out by comparing anxiety levels before applying five-finger hypnosis therapy combined with cognitive therapy and after applying five-finger hypnosis therapy combined with cognitive therapy using HARS, a satisfaction instrument and an instrument for observing signs of SC wound symptoms. The time required to carry out 5 finger hypnosis therapy is 15 minutes. The results of the Community Service activities showed that the frequency distribution of anxiety in post-SC clients before being given therapy was 14 people (56%) who were not anxious after therapy became 16 people (64%). Conclusion: Five finger hypnosis combined with cognitive therapy can reduce anxiety in post SC clients. It is hoped that the hospital will apply five finger hypnosis combined with cognitive therapy to reduce anxiety in post SC clients. Keywords: Five Finger Hypnosis, Cognitive Therapy, SC
Deteksi Dini dan Peningkatan Pengetahuan tentang Kesehatan Jiwa pada Remaja di SMP YPPKK Moria Sorong Butet Agustarika; Rizqi Alvian Fabanyo; Panel Situmorang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12470

Abstract

ABSTRAK Kesehatan jiwa merupakan hal yang penting bagi remaja di sekolah, sebab perilaku belajar yang baik didorong oleh kondisi jiwa yang sehat, baik atau normal. Kesehatan jiwa juga berkontribusi terhadap kesehatan tubuh dan kesejahteraan secara menyeluruh. Tujuan Pengabdian untuk melakukan deteksi dini masalah kesehatan jiwa dan meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan jiwa pada remaja. Metode Pengabdian berupa deteksi dini dengan pengsisian instrumen SRQ-29 berdialek Malamoi (Self Reporting Questionnaire 29) dan edukasi kesehatan jiwa. Jumlah peserta kegiatan sebanyak 60 orang remaja siswa/siswi SMP YPPKK Moria Sorong. Hasil kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan lancar. Berdasarkan hasil deteksi dini ditemukan bahwa sebagian besar peserta remaja tidak terindikasi masalah kesehatan jiwa 32 orang (53,35%), kecemasan dan depresi 18 orang (30%), serta PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) 10 orang (16,7%). Edukasi kesehatan jiwa yang diberikan juga meningkatkan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Sebelum edukasi yakni 60 remaja (100%) dengan pengetahuan kurang, sesudah edukasi 42 remaja (70%) memiliki pengetahuan baik dan 18 remaja (30%) dengan pengetahuan cukup. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gambaran kesehatan remaja di SMP YPPKK Moria Sorong yaitu ada yang tidak terindikasi gangguan, ada yang terindikasi kecemasan dan depresi serta PTSD. Pengetahuan remaja di SMP YPPKK Moria Sorong mengalami peningkatan dari kurang menjadi baik dan cukup setelah pemberian edukasi tentang pentingnya kesehatan jiwa bagi remaja. Kata Kunci: Deteksi Dini, Pengetahuan, Kesehatan Jiwa, Remaja  ABSTRACT Mental health is a very important things for teenagers at school, because good learning behavior is encouraged by a healthy, good or normal mental condition. Mental health also contributes to bodily health and overall well-being. Purpose to carry out early detection of mental health problems and increase knowledge about mental health in adolescents. Method in the form of early detection by completing the SRQ-29 instrument in the Malamoi dialect (Self Reporting Questionnaire 29) and mental health education. The number of participants in the activity was 60 young students at YPPKK Moria Sorong Middle School. Result of this service activity went well and smoothly. Based on the results of early detection, it was found that the majority of adolescent participants had no indication of mental health problems, 32 people (53.35%), anxiety and depression 18 people (30%), and PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) 10 people (16.7%). The mental health education provided also increases teenagers' knowledge before and after providing education. Before education, there were 60 teenagers (100%) with poor knowledge, after education 42 teenagers (70%) had good knowledge and 18 teenagers (30%) had sufficient knowledge. The description of the health of teenagers at YPPKK Moria Sorong Middle School is that some have no indication of a disorder, some have indications of anxiety and depression as well as PTSD. The knowledge of teenagers at YPPKK Moria Sorong Middle School has increased from poor to good and sufficient about the importance of mental health for teenagers. Keywords: Early Detection, Knowledge, Mental Health, Adolescents
Pemberdayaan Kader Cilik melalui Gerakan "Asik" Aktivitas Fisik Cegah Obesitas pada Anak Usia Sekolah Anggraini, Nourmayansa Vidya; Hutahaean, Serri; Fithri, Nayla Kamilia; Apriliana, Vionita; Lestari, Bonieta Dwi; Junita, Nita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13223

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan masyarakat di Indonesia sangat beragam yang masih menjadi perhatian masyarakat hingga saat ini oleh pemerintah. Anak yang mengalami obesitas pada semua yang mengalami gangguan pertumbuhan ditandai dengan kelebihan lemak yang dapat terlihat jelas pada bentuk tubuh yang melebihi tinggi badan dan usianya. Dampak dari obesitas sangat besar bagi anak usia sekolah yang mengalami obesitas. Solusi yang ditawarkan adalah berupa pembetukan dan pemberdayaan kader cilik ASIK aktifitas fisik dalam pencegahan risiko obesitas pada anak usia sekolah. Hal ini berfungsi sebagai contoh dan perpanjangan tangan pemerintah untuk dapat mengingatkan dirinya sendiri, keluarga, teman dan orang sekitarnya untuk selalu melakukan aktifitas fisik guna terhindar dari risiko obesitas. Pemberdayaan kader cilik adalah menjadi suatu bagian strategi dan program pemerintah. Salah satu tujuan dari adanya pemberdayaan adalah untuk mewujudkan kesejahteraan warga sekolah. Hal ini sangat berperan penting dalam terpenuhinya kebutuhan hidup masyarakat. Metode pendekatan yang dilakukan berupa pembentukan dan pelatihan kader yang nantinya akan berfungi sebagai contoh dan perpanjangan tangan pemerintah untuk dapat mengingatkan dirinya, keluarga, teman-teman dan orang di sekitarnya untuk selalu melakukan aktifitas fisik guna pencegahan obesitas. Terdapat peningkatan pengetahuan kader cilik sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi, penyuluhan serta pelatihan. Sebelum dilakukan sosialiasi tingkat pengetahuan baik sebanyak 40% dan meningkat menjadi 80% setelah dilakukan sosialisasi. Sedangkan untuk tingkat pengetahuan kurang baik sebanyak 60% dan berkurang menjadi 20% setelah dilakukan sosialisasi. Kader kesehatan merupakan salah satu ujung tombak pembangunan bidang kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat. Peran kader kesehatan dalam pembangunan kesehatan sangatlah penting. Oleh karena itu, penting adanya pemberdayaan kader pada anak usia sekolah dalam hal menurunkan dan mencegah angka obesitas pada anak usia sekolah. Kata Kunci: Anak Usia Sekolah, Kader Kesehatan, Obesitas  ABSTRACT Public health problems in Indonesia are very diverse and are still of concern to the public today by the government. Children who are obese, all of whom have growth disorders, are characterized by excess fat which can be clearly seen in their body shape beyond their height and age. The impact of obesity is very large for school-age children who are obese. The solution offered is in the form of establishing and empowering ASIK child cadres for physical activity in preventing the risk of obesity in school-age children. This serves as an example and an extension of the government to remind itself, family, friends and those around them to always carry out physical activity to avoid the risk of obesity. Empowering young cadres is part of the government's strategy and program. One of the goals of empowerment is to realize the welfare of the school community. This plays a very important role in meeting the community's living needs. Social welfare is a system of social, material and spiritual life and subsistence that is filled with a sense of safety, decency and inner and outer tranquility, which makes it possible for every citizen to make efforts to fulfill physical, spiritual and social needs as well as possible for themselves, family and society by upholding human rights or obligations in accordance with Pancasila. The approach used is in the form of forming and training cadres who will later function as examples and extensions of the government to be able to remind themselves, their families, friends and those around them to always carry out physical activity to prevent obesity. Child cadres were recruited from 4th and 5th grade elementary school students with the aim of making them aware, motivated and willing to become child cadres for obesity prevention. Terdapat peningkatan pengetahuan kader cilik sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi, penyuluhan serta pelatihan. Sebelum dilakukan sosialiasi tingkat pengetahuan baik sebanyak 40% dan meningkat menjadi 80% setelah dilakukan sosialisasi. Sedangkan untuk tingkat pengetahuan kurang baik sebanyak 60% dan berkurang menjadi 20% setelah dilakukan sosialisasi. X Health cadres are one of the spearheads of development in the health sector based on community empowerment. The role of health cadres in health development is very important. Therefore, it is important to empower cadres of school-age children in terms of reducing and preventing obesity rates in school-age children. Keywords: School Age Children, Health Workers, Obesity
Penguatan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Melalui Deteksi Dini dan Penyuluhan Kesehatan Mengenai Hipertensi Emergensi sebagai Upaya Pencegahan Kondisi Kegawatdaruratan Darmareja, Rycco; Utami, Gamya Tri; Anggraeni, Diah Tika; Zahra, Nabila Tsamara; Isnainyah, Mar'atul; Mawaddah, Fauziah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13105

Abstract

ABSTRAK Tingginya prevalensi hipertensi sebagai silent killer disease setiap tahunnya perlu disertai dengan kewaspadaan akan kegawatdaruratan yang dapat terjadi, salah satunya adalah hipertensi emergensi. Kondisi ini dapat meningkatkan prevalensi kematian penderitanya, sehingga diperlukan program/ tatalaksana yang tepat untuk mengatasinya. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan sikap penderita mengenai hipertensi emergensi sebagai upaya pencegahan kegawatdaruratan melalui program deteksi dini dan penyuluhan kesehatan. Kegiatan pengabdian dilakukan menggunakan metode penyuluhan kesehatan secara langsung kepada 48 penderita hipertensi. Metode evaluasi dilakukan dengan pengisian kuesioner pre- and post- test design. Kegiatan berhasil dilaksanakan dengan antusiasme partisipan yang dibuktikan dengan kehadiran tepat waktu dan beragamnya pertanyaan serta aktivitas sharing session yang sangat positif. Hasil kegiatan pengabdian menujukan adanya peningkatan pengetahuan mengenai hipertensi dan sikap partisipan dalam manajemen hipertensi guna mencegah terjadinya hipertensi emergensi. Masyarakat diharapkan dapat terus berupaya mengoptimalkan status kesehatannya melalui kegiatan serupa guna menekan prevalensi terjadinya hipertensi emergensi. Hasil kegiatan ini juga mendasari perlu diselenggarakannya program lanjutan berupa pemberdayaan Masyarakat khususnya kader dalam mendeteksi hipertensi emergensi pada penderita di lingkungan tempat tinggalnya. Kata Kunci: Deteksi Dini, Hipertensi Emergensi, Kegawatdaruratan, Penyuluhan Kesehatan  ABSTRACT The high prevalence of hypertension as a silent killer disease every year needs to be accompanied by awareness of emergencies that can occur, one of which is hypertensive emergencies. This condition can increase the prevalence of death among sufferers, so appropriate management are needed to overcome it. This activity aims to increase sufferers' knowledge and attitudes regarding hypertension emergencies as an effort to prevent emergencies through early detection and health education programs. Community service activities were carried out using direct health education methods for 48 hypertension sufferers. The evaluation method is carried out by filling out a pre-and post-test design questionnaire. The activity was successfully carried out with the enthusiasm of the participants as evidenced by their timely attendance and a variety of questions as well as very positive sharing session activities. The results of service activities show an increase in knowledge about hypertension and participants' attitudes toward hypertension management to prevent hypertensive emergencies. It is hoped that the community will continue to strive to optimize their health status through similar activities to reduce the prevalence of hypertensive emergencies. The results of this activity also underlie the need to hold a follow-up program in the form of community empowerment, especially cadres, in detecting hypertensive emergenices in sufferers around where they live.  Keywords: Early Detection, Emergencies, Health Education, Hypertensive Emergency
Kampanye Anemia Remaja Centis, Maria Conchita Leyla; Senudin, Putriatri Krimasusini; Hamat, Viviana; Petrika, Yosefina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.14014

Abstract

ABSTRAK Anemia merupakan salah satu masalah yang sedang dihadapi secara global. Anemia pada remaja putri berdampak pada konsentrasi belajar remaja, yanhg kemudian akn berdampak pada kualitas hidup remaj putri. Tujuan dilakukan kampanye edukasi anemia adalah untuk memberikan pengetahuan kepada remaja tentang anemia. Metode yang digunakan adalah penyuluhan. Sebelum diberikan penyuluhan rata-rata pengetahuan remaja putri tentang anemia   yaitu 57,51 dan setelah diberikan penyuluhan terjadi perubahan rata-rata pengetahuan yaitu 89,39. Penyuluhan edukasi anemia memberikan perubahan yang baik terhadap pengetahuan. Diharapkan siswi mampu untuk melakukan pencegahan terjadinya anemia Kata Kunci: Anemia, Penyuluhan, Remaja Putri  ABSTRACT Anemia is one of the problems being faced globally. Anemia in adolescent girls has an impact on adolescent learning concentration, which in turn will have an impact on the quality of life of adolescent girls. The anemia education campaign was conducted to provide knowledge to adolescents about anemia. The method used was counseling. Before being given counseling, the average knowledge of adolescent girls about anemia was 57.51 and after being given counseling there was a change in the average knowledge of 89.39. Anemia education counseling provides a good change in knowledge. It is hoped that female students will be able to prevent anemia.  Keywords: Anemia, Counseling, Adolescent Girls

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue