cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Peningkatan Kapasitas Perangkat Masyarakat dalam Pengolahan Data Spasial Menuju Masyarakat Tanggap Bencana Banjir di Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan Darmawan, Yahya; Munawar, Munawar; Sudarisman, Maman; Ferdiyansyah, Ervan; Arifianto, Fendy; Virgianto, Rista Hernandi; Amri, Sayful; Veanti, Desak Putu Okta
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13681

Abstract

ABSTRAK Pengolahan data spasial diperlukan dalam administrasi dan manajemen pemerintahan di berbagai wilayah, termasuk Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Namun, kemampuan pengolahan data spasial oleh perangkat pemerintahan di Kecamatan Pesanggrahan masih terbatas. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola data spasial, khususnya terkait respons terhadap banjir di kecamatan tersebut. Peningkatan kapasitas dilakukan melalui kegiatan bimbingan teknis dan Forum Group Discussion (FGD) yang kemudian dievaluasi. Hasil survei sebelum dan setelah pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terkait tugas dan fungsi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), termasuk informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan yang signifikan dalam pemahaman masyarakat, khususnya terkait pengolahan data spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan potensi bencana hidrometeorologi di Kecamatan Pesanggrahan. Kata Kunci: Sistem Informasi Geografis (SIG), Data Spasial, Kecamatan Pesanggrahan, Kapasitas Masyarakat  ABSTRACT Spatial data processing is crucial for governance in various regions, including Pesanggrahan Subdistrict, South Jakarta. However, the capability in spatial data processing among local government officials in Pesanggrahan Subdistrict is still limited. Therefore, this training aims to enhance the community's capacity in managing spatial data, especially in response to floods in the subdistrict. Capacity-building is conducted through technical guidance activities and Forum Group Discussions (FGD), followed by an evaluation. Pre-and post-training surveys show an improved understanding among the community regarding the roles and functions of the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG), including the information conveyed to the public. After the training, there is a significant increase in the community's understanding, particularly in spatial data processing with Geographic Information System (GIS) and the potential risks of hydrometeorological disasters in Pesanggrahan Subdistrict. Keywords: Geographic Information System (GIS), Spatial Data, Pesanggrahan Subdistrict, Community Capacity
Pelatihan Effurage Massage dan Aromaterapi untuk Nyeri Postpartum Pada Bidan Desa Henniwati Henniwati; Dewita Dewita; Meliani Sukmadewi Harahap
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12276

Abstract

ABSTRAK Nyeri yang diakibatkan oleh kontraksi uterus memerlukan berbagai penanganan untuk meminimalkan rasa nyeri yang dirasakan oleh ibu sehingga kenyamanan ibu dapat kembali.Peran seorang perawat pada kondisi tersebut adalah membantu meredakan nyeri ibu post partum dengan memberikan intervensi dalam meredakan nyeri. salah satu terapi pereda nyeri adalah pijat efferuage dan aromaterapi lavender. Bidan dan kader merupakan telayanan kesehatan terdekat yang dapat dijangkau oleh pasien di desa, makadari itu perlunya peningkatan pengetahuan, pemahan dan skill untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik. Kegiatan dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Barat dengan jumlah sasaran sebanyak 12 orang dengan pemberian pelatihan effleurage massage dengan aromaterapi. Evaluari yang di harapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil dari edukasi dan pelatihan yang dilakukan didapatkan pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan meningkat menjadi berpengetahuan baik sebesar 83,3% dan keterampilan peserta tentang pijat effleurage setelah pelatihan sebahagian besar berketerampilan baik sebesar 83,3%. Kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta tentang massage effleurage massage. Kata Kunci: Massage Efllurage, Aromaterapi, Nyeri Postpartum ABSTRACT Pain caused by uterine contractions requires various treatments to minimize the pain felt by the mother so that the mother's comfort can return. The role of a nurse in these conditions is to help relieve the pain of postpartum women by providing interventions in relieving pain. one of the pain relief therapies is efferuage massage and lavender aromatherapy. Midwives and cadres are the closest health services that can be reached by patients in the village, so it is necessary to increase knowledge, understanding and skills to be able to provide better services. Activities carried out in the Langsa Barat Health Center Working Area with a total target of 12 people by providing training in effleurage massage with aromatherapy. Evaluations are expected to increase the knowledge and skills of participants. The results of the education and training conducted obtained knowledge of participants after being given training increased to good knowledge by 83,3% and the skills of participants about effleurage massage after training were mostly good skills by 33.3%. This activity can be concluded that increasing the knowledge and skills of participants about massage effleurage massage.  Keywords: Efllurage Massage, Aromatherapy, Postpartum Pain
Pendidikan Kesehatan dan Pembentukan Program Deteksi Dini Tumbuh Kembang dengan Instrumen Denver II di Day Care The Puri Astuti Kota Malang Puriastuti, Alifia Candra; Hasanah, Winny Kirana; Suprobo, Nina Rini; Hasanah, Zumroh
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.12942

Abstract

ABSTRAK Penilaian serta tindak lanjut tumbuh kembang anak memiliki tujuan sebagai deteksi dini potensi hambatan tumbuh kembang dan keterlambatan tumbuh kembang pada anak, sehingga ketika terdeteksi adanya potensi gangguan tumbuh kembang, dapat dilakukan intervensi sesegera mungkin. Day care dapat menjadi salah satu lokasi deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan anak. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan orangtua serta terbentuknya program rutin deteksi tumbuh kembang pada mitra. Metode yang diganakan adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan atau penyuluhan, pemeriksaan tumbuh kembang pada anak balita dengan instrument Denver II Screening Test Test dan pendampingan agar tersusun program rutin pada mitra. Berdasarkan hasil deteksi dini terdapat 2 orang anak kemungkinan terjadi keterlambatan perkembangan aspek Bahasa dan 1 orang kemungkinan terjadi keterlambatan aspek Personal Sosial. Disamping hal tersebut, setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan terdapat peningkatan pengetahuan orangtua terkait deteksi dini tumbuh kembang anak dan keberlanjutan program deteksi dini dapat dilakukan oleh pengurus day care. Sebagian besar anak di Day Care The Puri Astuti menunjukkan hasil pertumbuhan dan perkembangan yang normal, meskipun terdapat sebagian kecil kemungkinan mengalami perkembangan pada salah satu aspek perkembangan. Pengetahuan orangtua yang meningkat diharapkan dapat meningkatan proses stimulasi pada anak. Keberlangsungan program deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan di lokasi mitra dapat membantu untuk menentukan status pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga intervensi yang sesuai kebutuhan anak dapat diberikan. Kata Kunci: Denver II Screening Test, Deteksi Tumbuh Kembang, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Assessment and follow-up of children's growth and development has the aim of early detection of potential growth barriers and developmental delays in children so that when potential growth and development disorders are found, intervention can be given as early as possible. Daycare can be a location for early detection of child growth and development.  This program was expected to increase parents' knowledge and establish a routine growth and development detection program for partners.  The method used providing health education or counseling, checking the growth and development of children under five using the Denver II Screening Test instrument, and assisting in arranging a routine program for partners.  Based on the results of early detection, two children may have delays in the development of language aspects, and one person may have delays in personal and social aspects. Apart from this, after Health Education was carried out, there was an increase in parents' knowledge regarding the early detection of children's growth and development, and daycare administrators could carry out the continuation of the early detection program.  Most children at The Puri Astuti Day Care show average growth and development results, although there is a little possibility of experiencing progress in one aspect of development. Increased parental knowledge can increase the stimulation process in children. The continuation of early growth and development detection programs at partner locations can help to determine the status of a child's growth and development so that interventions that suit the child's needs can be provided. Keywords: Denver II Screening Test, Growth and Development Detection, Health Education
Pemberdayaan Kader Kia dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Bayi Tentang Anticipatory Guidance dan Pertolongan Pertama Kecelakaan Pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Misniarti, Misniarti; Utario, Yossy; Haryani, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12941

Abstract

ABSTRAK Masa anak merupakan masa dimana rasa ingin tahu mereka terhadap lingkungan sekitar sangat tinggi. Anak akan mengeksplorasi lingkungan sekitar dengan menggunakan seluruh panca indaranya, tanpa memperhitungkan kemungkinan bahaya yang akan timbul sehingga dapat menyebabkan kecelakaan yang dapat melukai tubuh mereka bahkan bisa menyebabkan kematian. Untuk mencegah kecelakaan pada anak maka ibu sebagai pengasuh harus mengetahui tentang prinsip antipacitory guidance sesuai dengan tahap perkembangan anak dan ibu juga harus mengetahui cara pertolongan pertama kecelakaan pada bayi supaya mencegah kecacatan atau kematian.  Pengabdian  masyarakat ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan kader KIA dan ibu bayi tentang anticipatory guidance dan pertolongan pertama kecelakaan pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas. Pengabdian Masyarakat mengunakan metode cara ceramah, diskusi, simulasi dan praktik. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ditemukan peningkatan pengetahuan kader dan ibu bayi tentang anticipatory guidance dan disertai juga peningkatan kemampuan praktik kader dan ibu tentang pertolongan pertama kecelakaan pada bayi.  Kegiatan penyuluhan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan kader KIA dan ibu bayi tentang anticipatory guidance dan pertolongan pertama kecelakaan pada bayi serta dapat meningkatkan keterampilan kader KIA dan ibu bayi tentang pertolongan pertama kecelakaan pada bayi yang ada di Wilayah kerja Puskesmas Perumnas. Kata Kunci: Anticipatory Guidance, Kader KIA, Simulasi  ABSTRACT Childhood is a time when their curiosity about the surrounding environment is very high. Children will explore the surrounding environment using all their five senses, without taking into account the possibility of danger that may arise which can cause accidents that can injure their bodies and even cause death. To prevent accidents in children, mothers as caregivers must know the principles of antipacitory guidance according to the child's development stage and mothers must also know how to provide first aid for accidents in babies to prevent disability or death. This community service aims to increase the knowledge and skills of KIA cadres and mothers of babies regarding anticipatory guidance and first aid for accidents in babies in the Perumnas Health Center Working Area. Community Service uses lecture, discussion, simulation and practice methods. The results of community service activities found an increase in the knowledge of cadres and mothers of babies regarding anticipatory guidance and this was also accompanied by an increase in the practical abilities of cadres and mothers regarding first aid for accidents in babies. The outreach activities provided can increase the knowledge of KIA cadres and mothers of babies about anticipatory guidance and first aid for accidents in babies and can improve the skills of KIA cadres and mothers of babies about first aid for accidents in babies in the working area of the Perumnas Community Health Center. Keywords: Anticipatory Guidance, KIA Cadre, Simulation
Pop-Up Book “Siasui” sebagai Langkah Peningkatan Breastfeeding Self Efficacy pada Ibu Hamil Trimester III Maulida, Luluk Fajria; Maulina, Rufidah; Wahidah, Nurul Jannatul; Novika, Revi Gama Hatta; Sari, Atriany Nilam; Nurhidayati, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12823

Abstract

ABSTRAK Rendahnya tingkat pemberian ASI eksklusif berbanding lurus dengan kurangnya kepercayaan diri ibu (breastfeeding self-efficacy). Hampir 2 dari 3 bayi tidak disusui secara eksklusif selama 6 bulan dan tidak membaik dalam dua dekade terakhir. Menyusui merupakan salah satu cara paling efektif untuk memastikan kesehatan dan kelangsungan hidup anak. Pemberian Pendidikan kesehatan tentang menyusui dapat dilakukan ketika ibu memasuki trimester ketiga sebagai langkah persiapan menjadi orang tua pencetak generasi emas. Meningkatkan kepercayaan diri ibu hamil untuk siap menyusui dan harapannya mereka dapat mengatasi hambatan ketika menyusui. Pengabdian ini dilakukan metode penyuluhan dan demostrasi dengan media Pop-Up book “SIASUI”. Pelaksanaan penyuluhan dan demonstrasi dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Mondokan. Setelah pemberian intervensi berupa penjelasan materi mengenai ASI, responden pada kelompok intervensi memiliki rerata breastfeeding self-efficacy 79 (SD=6.1) sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 76.6 (SD=8.6). Pop-up book “SIASUI” dapat menjadi alternatif media dalam meningkatkan breastfeeding self-efficacy pada ibu hamil. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Efikasi Diri, Penyuluhan, Pop-Up Book  ABSTRACT The low rate of exclusive breastfeeding is directly associated with mothers' lack of self-confidence, or breastfeeding self-efficacy. Nearly two out of three babies are not exclusively breastfed for the recommended six months, and this situation has shown little improvement over the last two decades. Breastfeeding stands as one of the most effective means to ensure the health and survival of children. Providing health education about breastfeeding during the third trimester can serve as a preparatory step towards nurturing a generation of capable parents. The aims of this study is to enhance the confidence of pregnant women in their readiness to breastfeed, with the hope that they can effectively overcome obstacles encountered during the breastfeeding process. This service was carried out through counseling and demonstrations, using the "SIASUI" pop-up book as a media for education. Counseling and demonstrations were conducted within the Mondokan Community Health Center's, Sragen, Central java. Following the intervention, which included the explanation of material related to breastfeeding, the respondents in the intervention group had an average score of 79 (SD=6.1), while the control group scored an average of 76.6 (SD=8.6). The "SIASUI" pop-up book can be considered as alternative media for enhancing breastfeeding self-efficacy in pregnant women. Keywords: Exclusive Breastfeeding, Self-Efficacy, Counseling, Pop-Up Book
Pengukuran Antropometri dan Komposisi Tubuh pada Masyarakat di Perumahan Sembungharjo Permai Semarang Fasitasari, Minidian; Suparmi, Suparmi; Latifah, Fadzil
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13968

Abstract

ABSTRAK Kegiatan ini berawal dari permasalahan yang dialami masyarakat di Perumahan Sembungharjo Semarang yang (1) sebagian di antara mereka merasakan kegemukan di usia yang semakin bertambah, (2) ketidaktahuan masyarakat tentang pentingnya pengukuran antropometri dan komposisi tubuh, dan (3) kurangnya ketrampilan masyarakat dalam menjaga kesehatan dengan memonitor antopometri tubuhnya masing-masing. Tujuan: (1) meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pengukuran antopometri dan komposisi tubuh, (2) meningkatkan ketrampilan masyarakat dalam memonitor antropometri tubuhnya masing-masing, dan (3) meningkatkan self-efficacy masyarakat untuk memperbaiki status gizinya dengan self-monitoring antropometri. Kegiatan yang dilakukan antara lain: (1) Pengukuran antropometri tubuh, (2) Sosialisasi tentang penentuan status gizi menggunakan data antropometri, (3) Pengukuran komposisi tubuh, (4) Penyukuhan tentang pentingnya pengukuran antropometri dan komposisi tubuh dikaitkan dengan risiko penyakit, (5) Pelatihan melakukan pengukuran lingkar perut, dan (6) Diskusi dan konsultasi tentang kesehatan dan obat. Terdapat 70 orang berusia 15 – 74 tahun yang berpartisipasi pada kegiatan ini, namun hanya 53 orang yang mengembalikan kuesioner untuk menilai tingat pengetahuan tentang pengukuran antopometri dan komposisi tubuh. Sebagian besar (>60%) dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Hasil antropometi didapatkan rerata IMT 26,1 ± 4,0 kg/m2 dan lebih dari 60% obesitas dengan massa lemak yang lebih tinggi dari normal. Pengetahuan masyarakat tentang antropometri dan komposisi tubuh cukup baik. Status gizi masyarakat sebagian besar obesitas dan obesits sentral dengan massa lemak tergolong sangat tinggi. Kata Kunci: Antropometri, Status Gizi, Komposisi Tubuh, Massa Lemak  ABSTRACT This activities began with the problems experienced by the community in the Sembungharjo Housing Complex, Semarang, e.g. (1) some of them felt obese as they got older, (2) the public's ignorance about the importance of anthropometric and body composition measurements , and (3) lack of community skills in maintaining health by monitoring the anthropometry of their respective bodies. (1) increase community knowledge about the importance of anthropometric measurements and body composition, (2) increase community skills in monitoring the anthropometry of their own bodies, and (3) increase community self-efficacy to improve their nutritional status by self-monitoring anthropometry. Activities carried out include: (1) Anthropometric body measurements, (2) Socialization about determining nutritional status using anthropometric data, (3) Body composition measurements, (4) Education about the importance of anthropometric measurements and body composition in relation to disease risk, (5) Training in measuring abdominal circumference, and (6) Discussion and consultation about health and medicine. There were 70 people aged 15 – 74 years who participated in this activity, but only 53 people returned questionnaires to assess their level of knowledge about anthropometric measurements and body composition. Most (>60%) were able to answer the questions correctly. Anthropometric results showed a mean BMI of 26.1 ± 4.0 kg/m2 and more than 60% obesity with a fat mass higher than normal. The knowledge about anthropometry and body composition was quite good. The nutritional status of the majority of people was obese and central obese with very high fat body mass. Keywords: Anthropometry, Nutritional Status, Body Composition, Fat Mass
Edukasi Pengenalan Menopause Pada Wanita Usia Subur di Desa Werdi Bhuwana, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung Pangruating Diyu, Ida Ayu Ningrat; Kamaryati, Ni Putu; Raswati Teja, Ni Made Ayu Yulia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13228

Abstract

ABSTRAK  Menopause merupakan masa yang penting bagi kehidupan wanita. Seiring memasuki menopause disertai pula dengan kemunculan gejala-gejala menopause atau menopausal symptoms. Masa menopause dan menopausal symptoms yang muncul seringkali menimbulkan ketakutan dan kecemasan pada wanita usia subur yang belum memahami mengenai menopause. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan penetahuan wanita usia subur di desa Werdi Bhuwana, Kecamatan Mengwi Badung terkait menopause dan menopausal symptoms. Kegiatan diawali dengan memberikan pre-test bagi peserta kemudian edukasi melalui penyuluhan mengenai menopause dan menopausal symptoms dan diakhiri dengan diskusi serta post-test. Hasil dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan pada wanita usia subur mengenai menopause dan menopausal symptoms. Dari 30 peserta sebanyak 26 (86.67%) peserta memiliki pengetahuan yang baik terkait menopause dan menopausal symptoms dan hanya 4 (13.33%) peserta saja yang pengetahuannya masih kurang setelah diberikan edukasi. Semakin baik pemahaman wanitau usia subur mengenai menopause maka akan semakin baik penerimaan mereka terhadap perubahan yang dialami ketika memasuki masa menopause sehingga akan lebih bijak serta siap menghadapi masa menopause. Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam mengidentifikasi kebutuhan pengetahuan yang diperlukan oleh wanita usia subur ketika memasuki masa menopause dan rutin memberikan edukasi terkait menopause sehingga kecemasan dan ketakutan wanita usia subur ketika memasuki masa menopause dapat teratasi. Kata Kunci: Menopause, Gejala-Gejala Menopause, Edukasi, Pengetahuan  ABSTRACT  Menopause is an important time in a woman's life. Women who are menopause it is accompanied by the onset of menopausal symptoms. Menopause and menopausal symptoms that appear often cause fear and anxiety in women who have not yet understood about menopause. The aim of this study was to increase knowledge of women in the Desa Werdi Bhuwana, Mengwi, Badung related menopause and menopausal symptoms. The activity begins with pre-testing the participants, then educating them about menopause and menopausal symptoms and ends with discussions also post-tests. As a result of this study was there has been an increase in knowledge among women about menopause and menopausal symptoms. Of the 30 participants, 26 (86.67%) had good knowledge of menopause and menopausal symptoms, and only 4 (13.33%) had insufficient knowledge after being educated. The better women understand menopause, the better their acceptance of the changes they experience when they enter the menopausal period, the wiser and more prepared they will be to cope with it. Health professional plays an important role in identifying the knowledge needs of women when entering menopause and regularly providing menopausal-related education so that the anxiety and fears of women e as they enter menopauses can be overcome. Keywords: Menopause, Menopausal Symptoms, Education, Knowledge
Inovasi Cerdik Atasi Stunting melalui Screening Tumbuh Kembang Anak Ferasinta, Ferasinta; Novitasari, Selvia; Sartika, Andry; Dinata, Endah Zulya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12704

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah kekurangan gizi pada bayi di 1000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang perkembangan anak dalam pencegahan stunting. Kegiatan dilakukan dengan memberikan edukasi berupa penyuluhan dengan metode ceramah dengan bantuan media proyektor.  Waktu yang diperlukan dalam penyampaian materi adalah 50 menit. Terdapat  peningkatan pengetahuan tentang inovasi CERDIK atasi Stunting. Inovasi Stunting sangat diperlukan sehingga angka kejadian stunting bisa menurun. Kata Kunci: Anak, Stunting, Perkembangan  ABSTRACT Stunting is malnutrition in babies in the first 1000 days of life that lasts a long time and causes delays in brain development and child growth and development. The aim of this activity is to increase knowledge and understanding about child development in preventing stunting. Activities are carried out by providing education in the form of counseling using the lecture method with the help of a projector. The time required to deliver the material is 50 minutes. There is an increase in knowledge about CERDIK innovations to overcome stunting. Stunting innovation is very necessary so that the incidence of stunting can decrease. Keywords: Children, Stunting, Development
Pembelajaran Senam Nifas Cadasceria bagi Ibu Hamil di Wilayah Puskesmas Telagasari Kabupaten Karawang Sopiah, Oon; Apriningrum, Nelly; Resita, Citra; Rohana, Rohana; Setiawati, Riska
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12701

Abstract

ABSTRAK Pasca persalinan merupakan fase rentan terjadinya kematian ibu terutama pada 24 jam pertama setelah kelahiran. Perhatian kesehatan saat ini berfokus pada masa kehamilan dan persalinan, sedangkan masa nifas juga sama pentingnya. Kebutuhan masa nifas diantaranya senam nifas untuk mengoptimalkan kontraksi uterus, namun berdasarkan studi lapangan didapatkan data rendahnya pelaksanaan senam nifas bagi ibu nifas di wilayah puskesmas Telagasari Karawang sehingga dibutuhkan pembelajaran senam nifas bagi ibu hamil sebagai upaya persiapan masa nifasnya. Metode pemecahan masalah ini dengan memberikan pembelajaran senam nifas cadasceria pada 26 ibu hamil di wilayah puskesmas Telagasari Karawang. Berdasarkan hasil analisis didapatkan rata-rata pengetahuan partisipan tentang senam nifas cadasceria sebelum pembelajaran adalah 73,1 dan setelah pembelajaran 87,1. Peningkatan pengetahuan tersebut merupakan implikasi kegiatan pengabdian Masyarakat. Kebermanfaatan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat dikembangkan kepada ibu hamil di wilayah puskesmas lainnya. Kata Kunci: Cadas Ceria, Hamil, Nifas, Senam. ABSTRACT Postpartum is a phase that is vulnerable to maternal death, especially in the first 24 hours after birth. Current health attention focuses on pregnancy and childbirth, while the postpartum period is also equally important. Needs duringthe postpartum period include postpartum exercise to optimize uterine contractions, however, based on field studies, it was found that data on the low level of postpartum exercise implementation for postpartum mothers in the Telagasari Karawang Community Health Center area is needed, so learning about postpartum exercise is needed for pregnant women as an effort to prepare for the postpartum period. The method for solving this problem is by providing postpartum gymnastics lessons to 26 pregnant women in the Telagasari Karawang Community Health Center area. Based on the results of the analysis, it was found that the average knowledge of participants about postpartum gymnastics Cadasceria before learning was 73.1 and after learning 87.1. This increase in knowledge is an implication of community service activities. It is hoped that the benefits of this community service activity can be extended to pregnant women in other health center areas Keywords: Cheerful Cadas, Pregnancy, Postpartum, Exercise
Penyuluhan dan Edukasi Psychological Well-Being untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Pesisir di Desa Temajuk Kabupaten Sambas Seprian, Dwin; Hidayah, Nurul; Masmuri, Masmuri; Fakhruddin, Muhammad Syafri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13789

Abstract

ABSTRAK Psychological Well-Being diasosiasikan dengan kemampuan untuk beradaptasi terhadap kebutuhan perawatan penyakit yang dialami, mempertahankan hubungan sosial dan kemampuan mencegah komplikasi dimasa depan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat pesisir Desa Temajuk tentang Psychological Well-Being. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan dan edukasi tentang Psychological Well-Being. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data tingkat pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan yaitu kategori tinggi sebesar 10%, kategori sedang sebesar 33,3% dan kategori rendah sebesar 56,7%. Sedangkan setelah diberikan penyuluhan dan edukasi tentang Psychological Well-Being diperoleh pengetahuan pada kategori tinggi yaitu 76,6% dan kategori sedang yaitu 23,3%. Penyuluhan dan edukasi Psychological Well-Being mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat pesisir di Desa Temajuk. Kata Kunci: Penyuluhan Psychological Well-Being, Psikologis Masyarakat Pesisir  ABSTRACT Psychological Well-Being is associated with the ability to adapt to the treatment needs of the illness experienced, maintain social relationships and the ability to prevent future complications. The aim of community service is to increase the knowledge of coastal communities in Temajuk Village about Psychological Well-Being. The method for implementing community service is counseling and education about Psychological Well-Being. The results of community service obtained data on the level of knowledge before being given counseling, namely the high category was 10%, the medium category was 33.3% and the low category was 56.7%. Meanwhile, after being given counseling and education about Psychological Well-Being, knowledge was obtained in the high category, namely 76.6% and in the medium category, namely 23.3%. Psychological Well-Being counseling and education can increase the knowledge of coastal communities in Temajuk Village. Keywords: Psychological Well-Being Counseling, Psychology of Coastal Communities

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue