cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Providing Education about Hypertension in the Elderly at the Tresna Werdha Elderly Age Private House Posts 7 Sentani, Jayapura District Nasrianti, Nasrianti; Hasnia, Hasnia; Patungo, Viertianingsih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13211

Abstract

ABSTRACT Background The elderly group can trigger the emergence of various diseases such as arthritis, heart and blood vessels, hypertension. Body mass index (BMI) is directly correlated with blood pressure, especially systolic blood pressure. Elderly people who have a history of hypertension take hypertension medication, receive less education regarding hypertension, but are given regular check-ups, namely posyandu, by the nearest health center. Based on this, it is necessary to provide regular education or counseling about hypertension in the elderly. The method of implementing activities is carried out through an approach, namely analyzing the conditions of the target area, followed by identifying problems, planning interventions and carrying out implementation to overcome the planned problems by carrying out activities in the form of providing education, namely health promotion. associated with hypertension. As a result of observations from this health education activity, there were 3 elderly people who actively asked the instructor. Then the instructor answered questions from the elderly. After getting answers to their questions, the elderly people who asked seemed to understand. By administering traditional medicine to the elderly, several elderly people with hypertension experienced a reduction in blood pressure of 130/80 mmHg. Keywords: Education, Hypertension, Elderly
Intervensi Pencegahan Merokok dan Konsumsi Alkohol pada Remaja melalui Pendidikan Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan Stunting Nursiswati, Nursiswati; Nurrofiqoh, Malihatunnisa; Pratiwi, Sri Hartati; Kurniawan, Titis; Purba, Chandra Isabella Hostanida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13084

Abstract

ABSTRAK Tahap perkembangan remaja sangat rentan akan perilaku berisiko. Kontrol emosi dan stres yang labil mengakibatkan remaja memilih mekanisme koping yang salah. Dampaknya, remaja dapat berisiko mengalami stunting. Perlu adanya penyuluhan terkait bahaya dan cara pencegahan konsumsi rokok dan alkohol guna mencegah terjadinya stunting. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini untuk melihat gambaran pengetahuan (kognitif) dari siswa kelas 7 salah satu SMP swasta di Kabupaten Bandung mengenai pencegahan penggunaan rokok dan alkohol. Pendidikan kesehatan dilaksanakan secara interaktif bertemakan menghindari rokok dan alkohol agar terhindar dari masalah kesehatan fisik dan mental guna mencegah terjadinya stunting. Pendidikan kesehatan diikuti oleh 72 siswa kelas 7 Sekolah Menengah Pertama. Evaluasi dari hasil pendidikan kesehatan dilakukan dengan memberikan soal Pre-test dan Post-test masing-masing sebanyak 5 soal. Sebanyak 55,55% remaja yang mengikuti pendidikan kesehatan dapat menjawab dengan benar ≥3 soal dari 5 soal yang tersedia dan sebanyak 33,33% mengalami peningkatan skor dari pre-test ke post-test. Pemahaman tentang bahaya merokok dan alkohol dapat diberikan sejak masa SMP dan dilakukan pemantauan berkelanjutan oleh guru di sekolah. Sekolah dapat memberikan kebijakan dan pelayanan UKS yang memadai bagi siswa. Pendidikan kesehatan berpengaruh positif dan secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai bahaya serta cara menghindari rokok dan alkohol. Kegiatan lanjutan berupa focus group discussion dan permainan dibutuhkan sebagai kegiatan lanjutan penguatan kognitif, afektif, dan psikomotor pencegahan merokok dan konsumsi alkohol pada siswa SMP. Kata Kunci: Alkohol, Merokok, Pendidikan Kesehatan, Remaja, Stunting  ABSTRACT The developmental stage of adolescents is very vulnerable to risky behavior and bad coping mechanisms. As a result, teenagers may be at risk of experiencing stunting. There is a need for education regarding the dangers and ways to prevent cigarette and alcohol consumption to prevent stunting. This research aims to describe the knowledge (cognitive) of grade 7 students at one of the private junior high schools in Bandung Regency regarding preventing the use of cigarettes and alcohol. Health education was carried out interactively with the theme of avoiding smoking and alcohol to avoid physical and mental health problems to prevent stunting. Health education was attended by 72 grade 7 junior high school students. Evaluation of the results of health education was carried out by providing pre-tests and post-tests. As many as 55.55% of teenagers who took part in health education were able to answer ≥3 questions correctly out of the 5 questions available and as many as 33.33% experienced an increase in scores from pre-test to post-test. Understanding of the dangers of smoking and alcohol can be given since junior high school and ongoing monitoring by teachers at school. Schools can provide adequate UKS policies and services for students. Health education has a positive effect and significantly increases teenagers' knowledge about the disadvantages and how to avoid smoking and alcohol. Further activities in the form of focus group discussions and games are needed as further activities to strengthen cognitive, affective, and psychomotor skills to prevent smoking and alcohol consumption in junior high school students. Keywords: Adolescents, Alcohol, Health Education, Smoking
Penyuluhan tentang Senam Dismenorea sebagai upaya Mengatasi Nyeri Haid Pada Remaja Puteri di SMAN 1 Pebayuran Wiyarsi, Septi; Iskandar, Marini; Suriyah, Melti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.14003

Abstract

ABSTRAK Dismenorea adalah keluhan nyeri yang dialami wanita pada saat menstruasi khususnya pada remaja. Nyeri haid pada remaja puteri dapat menggangu konsentrasi belajar maupun terganggunya aktivitas sehari-hari sehingga dibutuhkan penanganan nyeri yang tepat. Prevalensi remaja putri di Indonesia yang mengalami kejadian nyeri haid sekitar 55% yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder (Susanti, 2018). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang penatalaksanaan nyeri haid pada remaja puteri di SMAN 1 Pebayuran. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dan peragaan (demonstrasi) senam dismenorea yang dilakukan di SMAN 1 Pebayuran. Hasil : peserta kegiatan sebanyak 40 siswa kelas X dimana dilakukan pretest dan postest dengan 12 pertanyaan terkait penatalaksanaan dengan senam dismenorea. 30 siswa mampu melakukan senam dismenorea dan terjadi peningkatan pengetahuan tentang penatalaksanaan nyeri haid.  10 siswa belum mampu melakukan senam dismenorea dengan benar. Kegiatan penyuluhan tentang masalah atau keluhan kesehatan reproduksi remaja perlu terus ditingkatkan di sekolah – sekolah. Kata Kunci: Dismenorea, Penyuluhan, Remaja Puteri ABSTRACT Dysmenorrhea is a complaint of pain experienced by women during menstruation, especially in teenagers. Menstrual pain in teenage girls can interfere with concentration in studying and disrupt daily activities, so appropriate pain management is needed. The prevalence of adolescent girls in Indonesia who experience menstrual pain is around 55%, consisting of 54.89% primary dysmenorrhea and 9.36% secondary dysmenorrhea (Susanti, 2018). This community service activity aims to provide education about the management of menstrual pain in adolescent girls at SMAN 1 Pebayuran. The method used was counseling and demonstration of dysmenorrhoea exercises carried out at SMAN 1 Pebayuran. Results: The activity participants were 40 class 30 students were able to do dysmenorrhoea exercises and there was an increase in knowledge about managing menstrual pain. 10 students were not able to do dysmenorrhoea exercises correctly. Outreach activities regarding adolescent reproductive health problems or complaints need to continue to be improved in schools. Keywords: Counselling, Dysmenorrhea, Adolescent Girl
Perempuan Berdaya sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Mekar Sari Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar Hafiz Ramadhan; Cast Torizellia; Dyera Forestryana; Muhtadi Muhtadi; Haryoto Haryoto; Suranto Suranto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12808

Abstract

ABSTRAK Prevalensi stunting di Indonesia sebesar 30,8 %. Stunting disebabkan oleh faktor langsung seperti asupan makanan dan penyakit infeksi serta faktor tidak langsung seperti faktor sosial, ekonomi, budaya dan politik. Kegiatan yang diupayakan pemerintah untuk perbaikan gizi untuk pencegahan stunting adalah Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) tidak terlepas dari pengetahuan orangtua terutama ibu dalam pengolahanya. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan pengolahan MP-ASI yang terbuat dari bahan pangan lokal daun kelor dan ubi jalar orange sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan dan Pelatihan. Kegiatan dilaksanakan selama 3 bulan yaitu sejak bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober 2023 dengan jumlah responden 26 orang terdiri dari kader posyandu, ibu hamil, ibu menyusui, ibu yang memiliki bayi dan balita. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan responden mengalami peningkatan pengetahuan dari mayoritas pengetahuan cukup menjadi pengetahuan baik. Kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melakukan monitoring dan evaluasi selama 1000 HPK agar dapat mempercepat penurunan stunting di Desa Mekar Sari Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar. Kata Kunci: Stunting, Daun Kelor, Ubi Jalar Orange, Perempuan Berdaya  ABSTRACT The prevalence of stunting in Indonesia is 30.8%. Stunting is caused by direct factors such as food intake and infectious diseases as well as indirect factors such as social, economic, cultural and political factors. The activity that the government is trying to improve nutrition to prevent stunting is the provision of complementary foods for breast milk (MP-ASI). Providing Complementary Food for Breast Milk (MP-ASI) cannot be separated from the knowledge of parents, especially mothers, in processing it. This activity aims to provide assistance to the community through counseling and training on processing MP-ASI made from local food ingredients Moringa leaves and orange sweet potatoes as an effort to prevent stunting. The methods used in community service activities are counseling and training. The activity was carried out for 3 months, namely from August to October 2023 with a total of 26 respondents consisting of posyandu cadres, pregnant women, breastfeeding mothers, mothers with babies and toddlers. The results of community service show that respondents experienced an increase in knowledge from the majority having sufficient knowledge to good knowledge. It is hoped that this activity can be carried out sustainably by carrying out monitoring and evaluation for 1000 HPK in order to accelerate the reduction of stunting in Mekar Sari Village, Tatah Makmur District, Banjar Regency. Keyword: Stunting, Moringa Leaves, Orange Sweet Potatoes, Empowered  Women
Sosialisasi Pemberian Informasi Dampak Saraf Kejepit Untuk Ibu Hamil Trimester III di Kelurahan Kemenangan Tani Angin, Sri Yunita Perangin; Sihombing, Faija; Kaban, Hildayani; Rhamawan, Chainny; Sari, Etika Mulia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13138

Abstract

ABSTRAK Sosialisasi ini membahas tentang peranan ibu hamil dalam menyikapi dampak Saraf terjepit untuk ibu hamil. Dengan adanya sosialisasi pemberian informasi dampak saraf kejepit maka perlu dilakukan konseling, memberikan informasi, memotivasi dan memantau dampak saraf kejepit tersebut agar dapat menghambat terjadi kerusakan saraf akibat adanya tekanan, baik tekanan langsung maupun tidak langsung. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Pendekatan kualitatif ini dipilih guna memperoleh informasi yang lebih luas dan mendalam mengenai hal-hal yang menjadi bahan pembahasan yang hendaknya dicari jawabannya dalam penelitian ini. Penelitian ini akan dilakukan di Kelurahan Kemenangan Tani dengan memilih 4 kasus ibu hamil yang mengalami saraf terjepit. Metode pengumpulan datanya adalah metode wawancara karena dengan metode ini akan diperoleh informasi yang valid dan langsung dari sumbernya. Dengan pemberian Sosialisasi kepada ibu hamil trimester ke III maka ibu hamil dapat informasi, motivasi dan konseling secara langsung. Kata Kunci: Sosialisasi, Ibu Hamil, Trimester Ketiga, Saraf Kejepit ABSTRACT This socialization discusses the role of pregnant women in responding to the impact of pinched nerves on pregnant women. By providing information on the impact of pinched nerves, it is necessary to provide counseling, provide information, motivate and monitor the impact of pinched nerves in order to prevent nerve damage from occurring due to pressure, both direct and indirect pressure. The research approach used in this research is qualitative with a case study method. This qualitative approach was chosen in order to obtain broader and in-depth information regarding the matters that are the subject of discussion and answers should be sought in this research. This research will be carried out at the victory farmer village by selecting 4 cases of pregnant women who experienced a pinched nerve. The data collection method is the interview method because with this method valid information will be obtained directly from the source. By providing socialization to pregnant women in the third trimester, pregnant women can receive information, motivation and counseling directly. Keywords: Socialization, Pregnant Women, Third Trimester, Pinched Nerves
Komunikasi Efektif Sisbar dalam Handover Anatara Perawat dan Dokter di RS Dustira Cimahi Asep Badrujamaludin; Galih Jatnika; Siti Nurbayanti Awaliyah; Diki Ardiansyah; Dwi Hastuti; Dedi Supriadi; Tria Firza Kumala
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12333

Abstract

ABSTRAK  Komunikasi Efektif merupakan komunikasi yang penting di tatanan Kesehatan. Komunikasi efektif di RS Dustira juga menggunakan komunikasi SBAR (Situation, Background, Asessments and Recommendation) antara perawat dan dokter. Namun dalam hal aplikasi di lapangan masih ditemukan komunikasi ini belum diaplikasikan secara maksimal. Hal yang terkait diantaranya saat handover masih ditemukan lupa mengemukakan nama dan ruangan saat menelpon atau handover dengan dokter. Pemebrian pelatihan terkait komunikasi efektif dengan metode komunikasi SISBAR, yang merupakan pengembangan dari komunikasi SBAR yang ada di RS Dustira. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengabdian masyarakat dengan memebrikan  penegetahuan terkait komunikasi SISBAR dan pelatihan, role play dan juga workshop aplikasi dari komunikasi SISBAR yang bisa di lakukan dilapangan secara langsung. Pelatihan, workshop dan observasi komunikasi efektif SISBAR dilakukan di 10 Ruangan dan di ikuti oleh 51 orang terdiri dari Kepala Ruangan, CI dan KaTim tiap ruang rawat. Setelah di lakukan pre test dan post test terkait aspek pengetahuan di dapat rata rata pre test 63 dan rata rata post test 80. Selain itu hasil pelatihan dan pendampingan langsung terkait Apliaksi Observasi langsung di lapangan di dapatkan hasil 90. Hasil dari pengabdian masyarakat terkait dengan pelatihan dan workshop Komunikasi efektik SISBAR untuk handover perawat dan dokter lebih efektif dari pada komunikasi SBAR. Penambahan dan pemberian pelatihan terkait Salam dan memeprkenalkan disi saat melakukan handover efektif dengan pemebrian format handover dan juga pendampinganlansgung saat apliaksi di lapangan. Komunikasi SISBAR bisa djadikan dan diaplikasikan langsung dan memeberikan kepercayaan diri perawat saat melakukan handover dengan dokter. Di harapakan peran serta dari managemen Rumah Sakit dalam konsistensi komunikasi efektif SISBAR dan juga pelibatan profesi dokter dalam melihat efektifitas komunikasi SISBAR ini. Kata Kunci: Komunikasi Efektif, SISBAR, Handover, Perawat, Dokter   ABSTRACT  Effective communication is important communication in the health setting. Effective communication at Dustira Hospital uses SBAR (Situation, Background, Assessment, and Recommendation) communication between nurses and doctors. However, in terms of application in the field, it is still found that this communication has not been applied optimally including when handovers are still found forgetting to state the name and ward when calling or handing over with a doctor. Provide training related to effective communication using the SISBAR communication method, which is a development of SBAR communication at Dustira Hospital. The aim of this activity is to provide community service by providing knowledge related to SISBAR communication and training, role play, and workshops on the application of SISBAR communication which can be carried out directly in the field. SISBAR training, workshops, and effective communication observations were conducted in 10 wards and attended by 51 people consisting of the Nursing Unit Managers, Clinical Instructors (CI), and incharge nurse for each wards. After carrying out the pre-test and post-test related to the knowledge aspect, the pre-test and post-test average is 63 and 80 respectively. Furthermore, the results of direct training and mentoring related to direct observation applications in the field were obtained as a result of 90. Effective SISBAR communication for nurse and doctor handovers is more effective than SBAR communication. Addition and provision of training related to Greetings and introducing the elements when carrying out effective handovers by providing handover formats and direct assistance during field applications. SISBAR communication can be made and applied directly, giving nurses confidence when carrying out handovers with doctors. It is hoped that Hospital management has to apply SISBAR Communication consistency and has to participate in the medical profession's involvement in seeing the effectiveness of SISBAR communication. Keywords: Effective Communication, SISBAR, Handover, Nurse, Doctor
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Balita tentang Pencegahan Stunting Haroen, Hartiah; Sari, Citra; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13043

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di Indonesia. Desa Sukamulya merupakan salah satu desa yang memiliki angka stunting. Desa Sukamulya terletak di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan untuk mengetahui tentang pencegahan stunting pada ibu balita. Pengabdian ini bertujuan mengindentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan pengetahuan ibu balita tentang pencegahan stunting. Metode pengabdian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pre-post test design. Sampel pada pengabdian ini adalah ibu yang mempunyai balita di Desa Sukamulya Dusun 3 sebanyak 41 orang. Intervensi pendidikan kesehatan diberikan kepada ibu balita berupa pengetahuan tentang pencegahan stunting, pengetahuan stimulasi tumbuh kembang. Analisis data menggunakan paired t-test. Hasil dari analisis pengetahuan ibu balita adalah adanya perbedaan signifikan pada pengetahuan Ibu balita di Desa Sukamulya (p value = 0.001). Implikasi dari kegiatan ini adalah pemberian rekomendasi  kepada Puskesmas dan Desa untuk melanjutkan kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku pencegahan stunting bagi keluarga yang mempunyai balita serta pendampingan keluarga pada balita yang sudah terkena stunting. Kata Kunci: Balita, Pencegahan Stunting, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Stunting is one of the problems that occur in Indonesia. Sukamulya Village is one of the villages that has a stunting rate. Sukamulya Village is located in Rancaekek District, Bandung Regency, West Java. One of the strategic efforts that can be done is to find out about stunting prevention in mothers of toddlers. This service aims to identify the knowledge of mothers of toddlers about stunting prevention. This service method is descriptive quantitative with pre-post test design. The sample in this service is mothers who have toddlers in Sukamulya Village Hamlet 3 as many as 41 people. Health education interventions are given to mothers of toddlers in the form of knowledge about stunting prevention, knowledge of growth and development stimulation. Data analysis using paired t-test. The results of the analysis of the knowledge of mothers of toddlers were significant differences in the knowledge of mothers of toddlers in Sukamulya Village (p value = 0.001). The implication of this activity is to provide recommendations to Puskesmas and Villages to continue activities that can increase knowledge, attitudes and behavior to prevent stunting for families who have toddlers and family assistance for toddlers who have been affected by stunting. Keywords: Toddlers, Stunting Prevention, Health Education 
Perspektif Pendidikan dan Kesehatan Sebagai Issue Sentral Pencegahan Stunting di Desa Bojongloa Nursiswati, Nursiswati; Faturrahman, Reza Rizkika; Pebrianti, Sandra; Pahria, Tuti; Nurrofikoh, Malihatunnisa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13008

Abstract

ABSTRAK Stunting menjadi hal yang krusial di dunia terutama di Indonesia. Di Indonesia, pernikahan dini pada remaja menjadi salah satu hal yang berpengaruh dalam terbentuknya generasi baru yang mengalami stunting. Dampak stunting dapat berimbas pada penurunan sumber daya manusia, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi masyarakat dalam pencegahan stunting di Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek. Pengabdian masyarakat ini difokuskan pada kegiatan sosialisasi melalui kampanye melalui seminar dengan mengangkat judul “Start From Now! Muda, Sehat, dan Keren”, dan untuk kegiatan seminar yang dilaksanakan di SMP PGRI Rancaekek diikuti oleh sebanyak 105 siswa-siswi kelas 9 dan 11 guru, kepala sekolah, serta wakil kepala sekolah. Selanjutnya, untuk kegiatan seminar yang kami laksanakan memberikan wawasan baru terhadap siswa-siswi SMP PGRI mengenai stunting itu sendiri, peningkatan orientasi Pendidikan lanjut pada jenjang yang lebih tinggi SMA atau SMK, serta pencegahan pernikahan dini dan seks bebas masa remaja. Evaluasi kegiatan diberikan pre test dan post test terkait stunting, gaya hidup sehat dan pencegahan sex bebas. Hasil menunjukan bahwa dari 105 siswa yang mengikuti sosialisasi memperlihatkan pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan sosialisasi meningkat menjadi lebih baik terutama aspek bahaya seks bebas dan ciri-ciri stunting. Pengetahuan bahaya seks bebas akan mencegah pernikahan dini. Desa Bojongloa sendiri salah satu desa yang masih terdapat kasus stunting. Sosialisasi mengenani penikahan diri dan seks bebas pada remaja perlu dilakukan agar mencegah terbentuknya generasi yang mengalami stunting. Dari terlaksananya kegiatan tersebut diharapkan terdapat tindak lanjut baik dari pemerintah, sekolah, dan para orangtua untuk bisa bersinergi dan berkolaborasi dalam mencegah terjadinya stunting di Desa Bojongloa. Kata kunci: Seks aman, Peer group, Remaja, Stunting.    ABSTRACT Stunting is crucial in the world, especially in Indonesia. In Indonesia, early marriage among teenagers is one of the things that influences the formation of a new generation that experiences stunting. The impact of stunting can result in a decrease in human resources, so this research aims to find out the condition of the community in preventing stunting in Bojongloa Village, Rancaekek District. This community service was focused on socialization activities through campaigns through seminars with the title "Start From Now! Young, Healthy and Cool", and the seminar activities held at PGRI Rancaekek Middle School were attended by 105 students from grades 9 and 11, teachers, principals, and deputy principals. Furthermore, the seminar activities that we carried out provide new insights for PGRI Middle School students regarding stunting itself, increasing orientation to further education at higher levels of high school or vocational school, as well as preventing early marriage and promiscuous sex during adolescence. Evaluation of activities given a pre-test and post-test related to stunting, healthy lifestyle, and prevention of free sex. The results show that of the 105 students who took part in the socialization, knowledge before and after socialization activities increased for the better, especially aspects of the dangers of free sex and the benefits of protein for teenagers. Knowledge of the dangers of free sex will prevent early marriage. Bojongloa Village itself is one of the villages where there are still cases of stunting. Socialization regarding self-marriage and free sex among teenagers needs to be carried out to prevent the formation of a generation experiencing stunting. It is hoped that there will be follow-up from the government, schools, and parents to be able to synergize and collaborate in preventing stunting in Bojongloa Village. Keywords: Adolescents, Bojongloa Village, Peer group, Stunting.
Peningkatan Keterampilan Wirausaha Sanitasi dalam Pembuatan Bioarang Limbah Batok Kelapa Adeko, Riang; Mulyati, Sri; Gustina, Mely
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12847

Abstract

ABSTRAK Energi yang digunakan rakyat Indonesia berasal dari bahan bakar fosil, yaitu bahan bakar minyak, batu bara dan gas. Kerugian penggunaan bahan bakar fosil ini selain merusak lingkungan, juga tidak terbarukan (nonrenewable) dan tidak berkelanjutan (unsustainable). Peningkatan harga BBM menyebabkan sumber energy ini menjadi tidak lagi murah. Selain BBM, sumber energi yang juga mengalami peningkatan harga adalah gas elpiji. Oleh karena itu perlu diciptakan sumber energi lain yang dapat digunakan untuk mengganti peran BBM dan gas. Teknologi tersebut di antaranya adalah teknologi pembuatan arang dari limbah arang batok. Kegiatan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dengan dilakukannya edukasi serta pelatihan tentang pembuatan bioarang limbah batok kelapa. Jumlah peserta sebanyak 10 peserta wirausaha terdiri dari alumni dan mahasiswa sanitasi di Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari diikuti dengan kegiatan follow up 7 hari setelah pemberian edukasi dan pelatihan. Hasil evaluasi pengetahuan terjadi peningkatan pengetahuan dari 10 peserta setelah  diberikan edukasi dan pelatihan yakni sebanyak 7 peserta (70%) dengan pengetahuan baik, 3 peserta (30%) dengan pengetahuan cukup. Hasil evaluasi keterampilan terjadi peningkatan keterampilan yang baik pada peserta ditandai dengan peserta demonnstrasi pembuatan bioarang dari limbah batok kelapa pada lingkungan peserta masing-masing. Kegiatan pengabdian berjalan dengan baik dan lancar. kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang pemanfaatan limbah batok kelapa dan pembuatan bioarang secara mandiri. Kata Kunci: Bioarang,Briket, Limbah, Batok Kelapa  ABSTRACT The energy used by the Indonesian people comes from fossil fuels, namely oil, coal and gas. The disadvantage of using fossil fuels is that apart from destroying the environment, it is also non-renewable and unsustainable. The increase in fuel prices means that this energy source is no longer cheap. Apart from fuel, the energy source that also experienced an increase in price was LPG gas. Therefore, it is necessary to create other energy sources that can be used to replace the role of fuel and gas. These technologies include the technology for making charcoal from shell charcoal waste. Community service activities to increase participants' knowledge and skills by providing education and training on making biochar from coconut shell waste. The number of participants was 10 entrepreneurial participants consisting of alumni and sanitation students at the Bengkulu Ministry of Health Polytechnic. Activities were carried out for 1 day followed by follow-up activities 7 days after providing education and training. The results of the knowledge evaluation showed an increase in the knowledge of 10 participants after being given education and training, namely 7 participants (70%) with good knowledge, 3 participants (30%) with sufficient knowledge. The results of the skills evaluation showed that there was a good increase in skills among the participants, marked by the participants' demonstration of making bioarang from coconut shell waste in their respective participants' environments. Service activities run well and smoothly. This activity can increase participants' knowledge and skills regarding the use of coconut shell waste and making bioarang independently. Keywords: Biochar, Briquettes, Waste, Coconut Shells
Pemberdayaan Keluarga dalam Perawatan Kesehatan Anggota Keluarga yang Mengalami Gangguan Jiwa Muttaqin, Zaenal; Muryati, Muryati; Rukman, Rukman; Purnama, Dadang; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13453

Abstract

ABSTRAK Kesehatan jiwa bisa dikatakan sebagai suatu kondisi sehat baik emosional, psikologis, dan juga social yang ditunjukkan dalam hubungan interpersonal yang memuaskan antara individu dengan individu lainnya, Kondisi ini perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari seluruh jajaran lintas sektor Pemerintah baik di tingkat Pusat maupun Daerah, serta perhatian dari seluruh masyarakat, khususnya keluarga. Kurangnya pemahaman masyarakat dan keluarga tentang bagaimana cara merawat Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) akan memberi dampak tidak optimal kepada kesembuhan anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dan keluarga sebagai upaya mencapai kemandirian masyarakat dan keluarga merawat ODDP. Metode kegiatan berupa sosialisasi, pre test, pendidikan kesehatan dan, post test serta pendampingan pada keluarga ODDP. Kegiatan diikuti oleh 30 orang peserta yang dari kader dan keluarga dengan ODDP di RW 03 dan RW 10. Kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dan keluarga dalam merawat ODDP, hasil rata-rata pretest 4.5 menjadi 6.5; analisis perhitungan jumlah nilai pre test dan post test peserta dari RW. 03 terjadi peningkatan nilai rata-rata 1,98 dari pre test = 4.7 menjadi post tes = 6.68 sedangkan peserta dari RW 10 terjadi peningkatan nilai rata-rata 2,1 dari pre test= 4.1 menjadi post test = 6.28. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendidikan kesehatan dapat memberikan informasi pengetahuan dan motivasi kepada masyarakat dan keluarga tentang cara merawat ODDP, sehingga akan mendorong ODDP dapat hidup mandiri, produktif, dan percaya diri di tengah masyarakat, bebas dari stigma, diskriminasi atau rasa takut, malu dan ragu-ragu serta mengurangi resiko kekambuhan pada Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP). Kata Kunci: Keluarga, Kader, Pemberdayaan, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Mental health can be said to be a healthy condition, both emotional, psychological and social, which is demonstrated in satisfactory interpersonal relationships between individuals and other individuals. This condition needs to receive serious attention from all levels across government sectors, both at the central level. and regions, as well as attention from the entire community, especially families. The lack of understanding by the community and families about how to care for People with Psychosocial Disabilities (ODDP) will have a suboptimal impact on the recovery of family members who suffer from mental disorders. This community service aims to increase the knowledge and abilities of the community and families as an effort to achieve community and family independence in caring for ODDP. Activity methods in the form of socialization, pre-test, health education and, post-test and assistance to ODDP families. The activity was attended by 30 participants from cadres and families with ODDP in RW 03 and RW 10. this activity increased the knowledge and ability of the community and families in caring for ODDP, the average pretest result was 4.5 to 6.5; analysis of the calculation of the total pre-test and post-test scores of participants from RW. 03 there was an increase in the average score of 1.98 from pre test = 4.7 to post test = 6.68, while participants from RW 10 experienced an increase in average score of 2.1 from pre test = 4.1 to post test = 6.28. Community service activities in the form of health education can provide knowledge and motivation information to the community and families about how to care for ODDP, so that it will encourage ODDP to live independently, productively and confidently in society, free from stigma, discrimination or fear, shame and doubt and reduce the risk of relapse in People with Psychosocial Disabilities (ODDP). Keywords: Family, Cadres, Empowerment, Health Education

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue