cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Penguatan Siswa dalam Mencegah Gigi Berlubang dengan Mengunyah Apel Pada Sekolah Dasar di Aceh Besar Ainun Mardhiah; Cut Aja Nuraskin; Reca Reca
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.11437

Abstract

ABSTRACT Dental and oral health problems, especially cavities (caries), are still a lot of complaints by elementary school children. One of the efforts to prevent cavities is to implement healthy behaviors such as regular brushing, good eating habits and regular dental check-ups. The problem is that not all students check their teeth regularly due to cost, distance and other factors. One alternative to prevent cavities is to consume fruit. So it is necessary to socialize to students as an early strengthening effort to overcome cavities. The purpose of this activity is to provide reinforcement to students about the potential of fruits that can be used as food to prevent cavities. The method used is related to competency strengthening both theoretically and practically packaged in a life skills-based training package. Community service activities carried out at State Elementary School 1 Pagar Air and State Elementary School 1 Kaye Lee Aceh Besar. The result is that the implementation of student service activities has contributed to increasing student knowledge in an effort to prevent cavities in Aceh Besar. Overall, it is known that at the State Elementary School 1 Pagar Air and the State Elementary School 1 Kaye Lee Aceh Besar, parents rarely do dental examinations because they do not know the importance of the examination, the examination fees are expensive and the distance from the house to the examination clinic is very far. Strengthening students is part of the implementation of the healthy school development program Keywords: Strengthening, Prevention, Cavities  ABSTRAK  Masalah kesehatan gigi dan mulut terutama  gigi berlubang (karies) masih banyak dikeluhkan oleh anak sekolah dasar. Salah satu upaya mencegah gigi berlubang adalah dengan menerapkan perilaku sehat seperti menyikat gigi secara teratur, kebiasaan makan yang baik dan pemeriksaan gigi secara teratur. Masalahnya tidak semua siswa memeriksa gigi secara teratur disebabkan factor biaya, jarak dan lainya. Salah satu alternative untuk mencegah gigi berlubang adalah dengan mengkomsumsi buah.  Maka perlu dilakukan sosialisasi pada siswa  sebagai upaya penguatan dini mengatasi gigi berlubang.  Tujuan kegiatan ini memberikan peguatan terhadap siswa  tentang  potensi buah buahan yang dapat di jadikan makanan sebagai pencegahan gigi berlubang. Adapun metode yang digunakan berkaitan dengan penguatan kompetensi baik secara teori maupun praktik dikemas dalam paket pelatihan berbasis life skill. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 1 Pagar Air dan Sekolah Dasar Negeri 1 Kaye Lee Aceh Besar. Hasilnya diketahu bahwa pelaksanaan kegiatan pengabdian pada siswa telah berkonribusi  dalam peningkataan  pengetahuan siswa dalam upaya mencegah gigi berlubang di  Aceh Besar. Secara keseluruhan diketahui bahwa  pada  Sekolah Dasar Negeri 1 Pagar Air dan Sekolah Dasar Negeri 1 Kaye Lee Aceh Besar  pemeriksaan gigi jarang dilakukan oleh orang tua dikarenakan tidak mengetahui pentingya pemeriksaan, biaya pemeriksaan yang mahal serta jarak rumah dengan klinik pemeriksaan sangat jauh. Penguatan siswa merupakan bagian dari implementasi Program pengembangan sekolah sehat. Kata Kunci: Penguatan, Pencegahan, Gigi Berlubang
Pendampingan Penilaian Status Gizi Balita bagi Kader Posyandu di Wilayah Kerja Poskesdes Desa Bandar Setia Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Rosmiati, Risti; Firmansyah, Hardi; Rukmana, Erni; Sandy, Yatty Destani; Fransiari, Muhammad Edwin; Emilia, Esi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.12462

Abstract

ABSTRAK Proses penilaian status gizi yang dilakukan oleh kader di posyandu dapat menjadi sumber data awal dalam mengidentifikasi masalah gizi pada balita khususnya stunting. Pengukuran panjang atau tinggi badan di posyandu di wilayah kerja Poskesdes Bandar Setia masih menggunakan alat metline yang kurang cocok untuk melakukan pengukuran panjang atau tinggi badan. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader terkait penilaian status gizi balita dan interpretasinya. Tim pengabdian memberikan pendampingan mengenai cara melakukan penilaian status gizi yang tepat beserta interpretasinya terutama untuk mengukur panjang atau tinggi badan dalam menentukan stunting atau tidaknya balita yang diukur. Selain itu, tim pengabdian memberikan alat pengukur tinggi badan dan lingkar kepala untuk melengkapi alat pengukuran status gizi yang sudah tersedia di posyandu. Setelah mengikuti kegiatan pendampingan tersebut, pengetahuan dan keterampilan kader terkait cara penilaian status gizi meningkat. Harapannya setelah dibekali cara penilaian dan pelaporan status gizi balita, para kader dapat membantu mengidentifikasi baduta yang berisiko mengalami stunting di posyandu masing-masing untuk diberikan intervensi pencegahan stunting. Pengetahuan dan keterampilan kader terkait penilaian status gizi balita dan interpretasinya meningkat. Lebih lanjut kegiatan ini diharapkan dapat membantu program pemerintah dalam menurunkan prevalensi stunting di Indonesia, khususnya di Desa Bandar Setia. Kata Kunci: Balita, Kader Posyandu, Stunting  ABSTRACT The nutritional assessment by cadres in Posyandu might provide preliminary information for identifying nutritional problems in under-five children, particularly stunting. Measurement of length or height at the posyandu in the Bandar Setia Poskesdes working area still uses a tape measure which is unsuitable for measuring length or height. Improve the knowledge and skills of cadres related to the nutritional assessment of under-five children and their interpretation. The team provided assistance on how to conduct a proper nutritional assessment and its interpretation, especially for measuring length or height in determining whether or not the measured toddler is stunted. In addition, the team provided height and head circumference measuring devices to complement the nutritional status measurement tools already available at the posyandu. After participating in the mentoring activities, the cadres' knowledge and skills related to nutritional assessment increased. It is anticipated that after learning how to assess and report the nutritional status of toddlers, cadres can help identify under-fives at risk of stunting in their respective posyandu to be given stunting prevention interventions. The cadres' knowledge and skills related to the assessment of the nutritional status of children under five and its interpretation increased. Furthermore, this activity is expected to help government programs in reducing the prevalence of stunting in Indonesia, especially in Bandar Setia Village. Keywords: Children, Posyandu, Stunting
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Emotional Freedom Technique (EFT) sebagai Terapi Alternatif Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Maryen, Yehud; Atanai, Yosina; Abdullah, Vera Iriani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12774

Abstract

ABSTRAK Menurut data World Health Organization (WHO) (2015), prevelensi penderita hipertensi 40% terjadi pada kelompok umur dewasa yang berumur   ≥ 25 tahun dan diprediksi dapat menyebabkan kematian sekitar 7,5 juta dan penyebab kematian di dunia yaitu sekitar 12,8%. Hipertensi merupakan keadaan terjadinya peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan gejala berlanjut sehingga timbul kerusakan lebih berat seperti stroke ataupun penyakit jantung koroner. Terapi  Emotional Freedom Technique (EFT) dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan menggunakan proses tapping atau mengetuk pada titik meridian tubuh. Tujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan EFT sebagai terapi alternatif. Metode Penelitian menggunakan pemutaran video, ceramah dan praktek EFT. Hasil Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang penderita hipertensi dan keluarganya dengan golongan umur  56-65 tahun, yang didominasi oleh perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Sebelum dilakukan  EFT, responden terbanyak mengalami Hipertensi Stadium 1 berjumlah 12 orang (40%) sedangkan terendah Hipertensi Stadium 2 berjumlah 5 orang (16,7%). Namun setelah dilakukan EFT terjadi penurunan tekanan darah dengan pada  pre hipertensi (43,3%). EFT efektif sebagai penangganan alternatif untuk hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, EFT, Non Farmakologi  ABSTRACT According to data from the World Health Organization (WHO) (2015), the prevalence of hypertension sufferers is 40% in the adult age group aged ≥ 25 years and is predicted to cause around 7.5 million deaths and around 12.8% of deaths worldwide.  Hypertension is a condition where blood pressure increases which can cause ongoing symptoms resulting in more serious damage such as stroke or coronary heart disease. Emotional Freedom Technique (EFT) therapy can reduce blood pressure in hypertensive patients by using a tapping process or tapping on the body's meridian points. Objective to empower the community through the use of EFT as an alternative therapy. Research Method using video screenings, lectures and EFT practice. Results this activity was attended by 30 people with hypertension and their families in the age group 56-65 years, which was dominated by women compared to men. Before EFT was carried out, the highest number of respondents experienced Stage 1 Hypertension, amounting to 12 people (40%) while the lowest was Stage 2 Hypertension, amounting to 5 people (16.7%). However, after EFT, blood pressure decreased with pre-hypertension (43.3%). EFT is effective as an alternative treatment for hypertension Keywords: Hypertension, EFT, Non-pharmacological
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Ekspor Produk UMKM di Kelurahan Bendan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali Atiningsih, Suci; Rachmansyah, Yanuar; Suparwati, Yohana Kus; Kristanto, Rudi Suryo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12753

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan dengan tujuan untuk memberdayakan ekonomi Masyarakat melalui ekspor produk UMKM di Kelurahan Bendan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Kelurahan Bendan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Waktu pelaksanaan hari Rabu, 16 Agustus 2023. Jumlah peserta sebanyak 20 orang. Metode yang dilakukan adalah dengan memberi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan berkaitan dengan pengurusan NIB, sertifikat halal, dan ekspor produk UMKM. Hasil yang didapatkan adalah Masyarakat dapat mengurus NIB, sertifikat halal, dan ekspor produk UMKM. Kesimpulannya bahwa pelaku usaha di Bendan, Banyudono, Boyolali ingin dapat menekspor hasil produknya secara sah dan halal. Kata Kunci: NIB, Sertifikat Halal, Ekspor, UMKM  ABSTRACT Community service activities are carried out with the aim of empowering the community's economy through exporting MSME products in Bendan Village, Banyudono District, Boyolali Regency. Community service activities were carried out in Bendan Village, Banyudono District, Boyolali Regency. The implementation time is Wednesday, August 16 2023. The number of participants is 20 people. The method used is to provide counseling, training and assistance related to processing NIB, halal certificates and exporting MSME products. The results obtained are that the community can process NIB, halal certificates and export MSME products. The conclusion is that business actors in Bendan, Banyudono, Boyolali want to be able to export their products legally and halally. Keywords: NIB, Halal Certificate, Export, MSMEs
Prevention Effort of Stunting By : Brantas Stunting's Video Johariyah, Johariyah; Apriani, Evy; Septyani, Putri Maretyara
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13894

Abstract

ABSTRACT Stunting is still an unresolved nutritional problem in Indonesia. Stunting will have a long-term impact on physical, mental, intellectual, and cognitive development. Stunting news in Indonesia ranks fifth in the world. Approximately 5 million of the 12 million boys (38.6%) in Indonesia have a height below the average boys' height in the world. Stunting prevention with monitoring of growth and development, improvement of nutrition and empowerment of the community can be done from the level of basic health care named integrated healthcare center, therefore integrated healthcare center’s (Posyandu) Commnuty Health Volunteers  should be well trained and knowledgeable because they will perform early detection of the development and growth of the child. The source of cadres spread throughout the village can be a force in stunting prevention and treatment programmes. Efforts to enhance the knowledge and skills of the cadres in stunting prevention can strengthen the stunting handling powers. This dedication aims to educate cadres in a more attractive way. This dedication is carried out through the provision of stunting education using the video "Brantas Stunting". the dedication results obtained that there was an improvement in the level of knowledge and skill of the cadres about stunting prevention Keywords: Stunting, Health Volunteer, Knowledge, Video
Analisis Faktor Penyebab Stunting dan Pembagian Gizi Ringan sebagai Upaya Pemenuhan Gizi di Kelurahan Marang Bawah Sulistyowati Sulistyowati; Alfisah Alfisah; Muhamad Rasyid Ridha; Fitria Ayu Indah Tri Rezki; Jakariya Jakariya; Husna Rafikah; Aulia Azzahra Nur Syafitri; Aisyah Nurhalisha Mursyida; Aulia Nida Hamidah; Hasanah Hasanah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12602

Abstract

ABSTRAK Sebagai kelurahan yang bergelar Marang Tatau sebagai kelurahan penghasil perkebunan dan Marang Berezeki sebagai kelurahan penghasil ternak,tidak cukup untuk menjamin masyarakat Marang selamat dari ancaman stunting.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab dan risiko terjadinya stunting di kalangan masyarakat Marang Bawah.Metode penelitian melibatkan pengamatan langsung dan wawancara dengan pihak terkait. Data yang terkumpul mencakup data primer dan sekunder. Penulisan ini didasarkan pada tinjauan literatur dari berbagai sumber, terutama diakses melalui mesin pencari Google Scholar. Sumber-sumber yang dicari utamanya berasal dari lima tahun terakhir dan berfokus pada riset yang telah dilakukan pada populasi yang relevan. Hasil identifikasi dan tinjauan terhadap sumber-sumber tersebut mengindikasikan adanya sejumlah faktor risiko terkait stunting di Kelurahan Marang Bawah. Hasil analisis kemudian dijelaskan secara deskriptif. Berdasarkan temuan penelitian, ada penurunan kasus stunting di Kelurahan Marang pada tahun 2023. Namun demikian, masih terdapat jumlah anak-anak yang mengalami masalah gizi buruk atau kurang gizi di kelurahan ini Kata Kunci: Faktor, Marang, Stunting  ABSTRACT As a village bearing the title of Marang Tatau as a plantation-producing village and Marang Berezeki as a livestock-producing village, it is not sufficient to ensure the safety of the Marang community from the threat of stunting. The objective of this research is to identify the causes and risks of stunting among the Marang Bawah community. The research method involves direct observation and interviews with relevant parties. The gathered data includes both primary and secondary data. This writing is based on a literature review from various sources, primarily accessed through the Google Scholar search engine. The main sources sought are from the last five years and focus on research conducted on relevant populations. The identification results and review of these sources indicate several risk factors related to stunting in Marang Bawah Village. The analysis results are then described descriptively. Based on the research findings, there has been a decrease in stunting cases in Marang Village in 2023. However, there are still a number of children experiencing malnutrition or undernutrition problems in this village  Keywords: Faktors, Marang, Stunting
Edukasi Cara Peningkatan Produksi ASI dan Pijat Oksitosin pada Ibu Bayi 0-1 tahun dalam Rangka Peningkatan Cakupan ASI sampai 2 Tahun Putri, Noviyati Rahardjo; Larasati, Disa; Septiana, Yesika Cahya; Dharmawan, Caroline; Amalia, Riza
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13153

Abstract

ABSTRAK ASI merupakan makanan alami terbaik dengan kandungan lengkap untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan energi bayi. Manfaatnya dapat memberikan imunitas bawaan dari ibu sehingga bayi mendapat perlindungan dari bebagai infeksi. Salah satu masalah yang sering terjadi pada ibu menyusui yaitu ketidaklancaran produksi ASI. Beberapa ibu cemas dan beranggapan ASI yang diproduksi hanya sedikit yang menyebabkan frekuensi menyusui berkurang bahkan berhenti. Hal tersebut akan mengakibatkan rangsangan pada hormon prolaktin dan okstitosin turun sehingga produksi ASI semakin berkurang. Pengetahuan ibu sangat penting untuk mendukung keberhasilan cakupan ASI sampai anak berusia 2 tahun. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan kader kesehatan tentang pentingnya edukasi tentang pijat oksitosin dan kiat bagaimana meningkatkan produksi ASI bagi ibu bayi 0-1 tahun. Kegiatan ini berupa penyampaian materi dengan menggunakan software microsoft power point. Jumlah mitra yang menjadi sasaran adalah ibu bayi (0-1 tahun) sebanyak 5 orang dan 5 orang kader kesehatan. Hasil yang dicapai adalah peningkatan pengetahuan mitra dengan rerata hasil pretest adalah 7,1 dan hasil posttest adalah 9,2. Pengetahuan ibu bayi 0-1 tahun dan kader mengalami peningkatan signifikan. Saran kegiatan pengabdian selanjutnya adalah adanya pendampingan dan edukasi mengenai MPASI sebagai persiapan menghadapi masa berakhirnya ASI ekskusif dan memenuhi kebutuhan makan bayi sesuai dengan tahapan perkembangan usia. Kata Kunci: ASI Booster, Pijat Oksitosin, Bayi, Ibu.  ABSTRACT Breast milk is the best natural food with complete ingredients to meet the nutritional and energy needs of babies. The benefit is that it can provide innate immunity from the mother so that the baby gets protection from various infections. One of the problems that often occurs in breastfeeding mothers is the lack of smooth breast milk production. Some mothers are worried and think that only a small amount of breast milk is produced, which causes the frequency of breastfeeding to decrease or even stop. This will cause stimulation of the hormones prolactin and oxytocin to decrease so that breast milk production decreases. Maternal knowledge is very important to support successful breastfeeding coverage until the child is 2 years old. The aim of this activity is to increase the knowledge of mothers and health workers about the importance of education about oxytocin massage and tips on how to increase breast milk production for mothers of babies 0-1 years old. This activity takes the form of delivering material using Microsoft Power Point software. The number of partners targeted is 5 mothers of babies (0-1 years) and 5 health cadres. Results: The results achieved were an increase in partner knowledge with the average pretest result being 7.1 and posttest result being 9.2. Knowledge of mothers of 0-1 year old babies and cadres has increased significantly. The next recommendation for community service activities is to provide assistance and education regarding MPASI as preparation for the end of exclusive breastfeeding and to meet the baby's food needs according to age development stages. Keywords: ASI Booster, Oxitocyn Massage, Mother, Baby.
Peningkatan Kemampuan Membaca, Menulis dan Berhitung (Calistung) Pada Anak Pekerja Migran Malaysia Fuadi, Tuti Marjan; Raisah, Putri; Rahmi, Maulida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12465

Abstract

ABSTRAK Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) Indonesia terus mengalami peningkatan seiiring dengan sehatnya kondisi perekonomian Malaysia. Beberapa alasan warga Indonesia memilih migrasi ke Malaysia untuk bekerja adalah (1) kurangnya peluang pekerjaan di daerah asal; (2) ingin memperoleh pendapatan yang lebih tinggi di Malaysia; (3) berkeinginan untuk memiliki aset dan investasi jangka panjang; (4) ajakan oleh keluarga dan orang-orang yang dikenal telah sukses di Malaysia. Semua alasan tersebut telah menguatkan tekat para PMI untuk migrasi ke Malaysia, meskipun harus membawa anak-anak untuk menetap di Malaysia padahal mereka tidak mendapatkan izin tinggal secara legal. Dampak bagi anak-anak yang tidak memiliki izin tinggal adalah akses pendidikan menjadi salah satu kendala. Banyak anak-anak PMI yang tidak dapat bersekolah di lembaga pendidikan formal, harus memilih lembaga pendidikan non formal untuk memperoleh akses pendidikan. Salah lembaga pendidikan non formal yang membantu proses pendidikan anak-anak PMI di Malaysia, khususnya di Kuala Lumpur adalah Sanggar Belajar Al-Amin Segambut. Pengabdian ini bertujuan antara lain; (1) memberi gambaran lokasi dan keadaan sanggar belajar Al- Amin Segambut. (2) Kondisi belajar anak-anak PMI pada sanggar belajar Al- Amin Segambut dan (3) Masalah yang dihadapi oleh anak-anak PMI di sanggar Al-Amin Segambut agar mampu membaca, menulis dan berhitung (CALISTUNG) dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Adapun lokasi Sanggar Belajar Al-Amin Segambut Jalan 1/38A, Segambut Bahagia, Segambut, 51200, Kuala Lumpur, letak sanggar ini berada di lantai 3 sebuah kawasan pertokoan. Kondisi sanggar belajar Al- Amin Segambut tidak seperti lembaga pendidikan pada umumnya. Sanggar Belajar Al- Amin Segambut belum memiliki fasilitas layaknya sebuah lembaga pendidikan, seperti belum memiliki meja, kursi, buku paket serta baju seragam. Masalah lainnya juga masih banyak dihadapi oleh sanggar belajar ini antara lain; belum adanya tenaga pengajar yang tetap, buku kurikulum serta jadwal belajar masih belum tersusun dengan tertib layaknya sebuah lembaga pendidikan. Sehingga pembagian anak-anak sesuai usia belajarnya belum dapat dilakukan karena tidak adanya tenaga pengajar yang tetap dan ditambah lagi ruang belajar yang belum memadai. Kata Kunci: Membaca, Menulis, Berhitung, Siswa, Migran  ABSTRACT The number of Indonesian Migrant Workers (PMI) continues to increase in line with the healthy economic condition of Malaysia. Some of the reasons Indonesians choose to migrate to Malaysia for work are (1) lack of job opportunities in their home regions; (2) wish to earn a higher income in Malaysia; (3) desire to own long-term assets and investments; (4) solicitations by family and people known to have been successful in Malaysia. All these reasons have strengthened the determination of migrant workers to migrate to Malaysia, even though they have to bring children to settle in Malaysia even though they do not get legal residence permits. The impact for children who do not have a residence permit is that access to education is one of the obstacles. Many Indonesian migrant workers who cannot attend formal education institutions must choose non-formal educational institutions to gain access to education. One of the non-formal educational institutions that helps the education process of Indonesian migrant workers in Malaysia, especially in Kuala Lumpur is Sanggar Belajar Al-Amin Segambut. This devotion aims to, among others; (1) describe the location and condition of the Al-Amin Segambut learning center. (2) Learning conditions of PMI children in Al-Amin Segambut learning studio and (3) Problems faced by PMI children in Al-Amin Segambut studio to be able to read, write and count (CALISTUNG) well. The research method used is descriptive qualitative. As for the location of Sanggar Belajar Al-Amin Segambut Jalan 1/38A, Segambut Bahagia, Segambut, 51200, Kuala Lumpur, the location of this studio is on the 3rd floor of a shopping area. The condition of Al-Amin Segambut learning center is not like educational institutions in general. Sanggar Belajar Al-Amin Segambut does not yet have facilities like an educational institution, such as not having tables, chairs, package books and uniforms. Other problems are also still faced by this learning studio, including; There is no permanent teaching staff, curriculum books and learning schedules are still not arranged in an orderly manner like an educational institution. So that the distribution of children according to their learning age cannot be done because there is no permanent teaching staff and added to the inadequate learning space. Keywords: Reading, Writing, Numeracy, Students, Migrants
Pengabdian Masyarakat tentang Bahaya Rabies melalui Media Komunikasi Informasi dan Edukasi pada Masyarakat Desa Bungkulan Singaraja Bali Rismayanti, I Dewa Ayu; Sundayana, I Made; Marthasari, Ni Ketut Putri; Yunica Astriani, Ni Made Dwi; Antariksawan, I Wayan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12527

Abstract

ABSTRAK Rabies disebabkan oleh virus rabies yang dapat menyerang susunan saraf pusat. Hewan terutama anjing, kucing dan kera dapat menularkan rabies dengan gigitan pada manusia. Di Bali penyakit rabies pertama muncul pada tahun 2008 dan masih tetap ada hingga sekarang. Upaya peningkatan pengetahuan tentang pencegahan rabies di masyarakat sangatlah penting. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan melalui media komunikasi informasi dan edukasi pada masyarakat desa bungkulan singaraja. Tahap pelaksanaannya adalah dengan memberikan penyuluhan yang di hadiri 35 warga desa Bungkulan Singaraja, sebelum dan sesudah kegiatan para warga diberikan pre dan post-test. Pada evaluasi akan mengukur tentang pengetahuan dan pemahaman warga tentang pencegahan terhadap rabies. Bahwa seluruh warga dapat menjawab dan memahami tentang bahaya penyakit rabies. Penyuluhan tentang bahaya rabies ini sangatlah penting guna menekan angka kejadian rabies di Bali khususnya di desa Bungkulan Singaraja. Kata Kunci: Penyuluhan, Rabies, Edukasi  ABSTRACT Rabies is caused by the rabies virus which can attack the central nervous system. Animals, especially dogs, cats, and monkeys can transmit rabies by biting humans. In Bali, rabies first appeared in 2008 and is still present today. Efforts to increase knowledge about rabies prevention in the community are very important. This Community Service aims to provide health education through information and educational communication media to the Bungkulan Singaraja village community. Research Method: The implementation stage was to provide counseling which was attended by 35 Bungkulan Singaraja villagers, Before and after the activity the residents were given a pre and post-test. The evaluation will measure residents' knowledge and understanding of rabies prevention. Result: All residents can answer and understand the dangers of rabies. Conclusion: Education about the dangers of rabies is very important to reduce the incidence of rabies in Bali, especially in Bungkulan Singaraja village. Keywords: Counseling, Rabies, Education
Analisis Asuhan Keperawatan melalui Penggunaan Teknik Conservative Sharp Wound Debridement (CSWD) pada Tn. H dan Ny. S dengan Diagnosa Diabetic Foot Ulcer di Wocare Center Kota Bogor Salsabila, Salsabila; Naziyah, Naziyah; Bahri, Khairul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13701

Abstract

ABSTRAK Risiko seumur hidup pasien diabetes untuk mengalami luka bisa mencapai 30%, dan hingga 85% dari semua amputasi anggota tubuh bagian bawah pada diabetes didahului oleh luka kaki. Hingga 50% pasien lanjut usia dengan diabetes tipe 2 memiliki faktor risiko masalah kaki. Penanganan yang tepat pada luka diabetik merupakan hal yang penting agar komplikasi lebih lanjut tidak terjadi. Perawatan luka modern dengan menggunakan prinsip TIMERS Management dan 3M sebagai implementasi menjadi pilihan perawatan terbaik saat ini. Conservative Sharp Wound Debridement (CSWD) merupakan pilihan debridemen yang efektif dalam proses penyembuhan luka. Tujuan penelitian untuk menganalisa hasil dari perawatan luka modern dengan penggunaan teknik CSWD sebagai debridemen. Metode penelitian menggunakan wawancara dan observasi. Sampel yang digunakan adalah 2 klien Tn. H dan Ny. S dengan menggunakan Instrumen pengkajian luka Bates-Jensen Wound Assesment Tools (BWAT). Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan CSWD dalam debridemen efektif membantu dalam proses penyembuhan luka, Kesimpulan pada penelitian ini penggunaan teknik CSWD efektif dalam mengurangi jaringan nekrotik dan mampu membantu proses penyembuhan luka. Kata Kunci: CSWD, Diabetic Foot Ulcer, Debridement  ABSTRACT The lifetime risk of diabetic patients suffering from injuries can reach 30%, and up to 85% of all lower limb amputations in diabetes are preceded by leg injuries. Up to 50% of elderly patients with type 2 diabetes have a risk factor for foot problems. Proper treatment of the diabetic wound is essential to prevent further complications. Modern wound care using TIMERS management principles and 3M as implementation is the best treatment option today. Conservative Sharp Wound Debridement (CSWD) is an effective debridement option in wound healing. The purpose of the research is to analyze the results of modern wound treatment with the use of CSWD techniques as a debridement. Research methods include interviews and observations. The samples used were two clients, Mr. H and Mrs. S, using the Bates-Jensen Wound Assessment Tools (BWAT). The result of this study is that the use of CSWD in debridemen effectively helps in the wound healing process. The conclusion of this study is that using the CSWD technique effectively reduces necrotic tissue and is able to help in the wound recovery process. Keywords: CSWD, Diabetic Foot Ulcer, Debridement

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue