cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pemberdayaan Remaja dalam mengatasi Dismenore Primer dengan Cara Non Farmakologi di SMPN 2 Sajira Kabupaten Lebak Provinsi Banten Rusyanti, Siti; Sutomo, Omo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.13340

Abstract

ABSTRAK Nyeri haid (Dismenore ) merupakan salah satu morbiditas ginekologi yang dialami oleh sebagian besar wanita. Gangguan haid ini seringkali dialami oleh wanita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sebanyak 64,25% wanita di Indonesia mengalami dismenorrhae; 54,89% mengalami dismenore primer dan 9,36% mengalami dismenore sekunder. Dismenore berdampak terhadap penurunan kualitas hidup wanita. Salah satu penanganan dismenore adalah dengan pemberian terapi non farmakologis dengan mengkonsumsi bahan herbal dan latihan fisik. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SMPN 2 Sajira yang mengalami dismenore primer dengan keluhan ringan bahkan berat sehingga mengganggu aktivitas belajar bahkan tidak dapat hadir ke sekolah. Upaya yang dilakukan adalah mengatasi nyeri haid tersebut dengan mengkonsumsi obat penghilang rasa nyeri. Penggunaan obat-obatan dalam jangka panjang berdampak terhadap kesehatan terutama fungsi hati. Tujuan agar remaja mampu mengatasi secara mandiri keluhan Dismenore Primer secara non farmakologis dengan mengkonsumsi bahan herbal dan latihan fisik. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yaitu memberikan edukasi secara teori dan praktik dengan metode Ceramah Tanya Jawab (CTJ), brain stroming dan praktik kepada siswi yang menjadi binaan dalam kegiatan pengabdian masyarakat melalui KIE tentang Disminore Primer dan cara penanganannya dengan non farmakologis serta melakukan praktik langsung metode pengurangan dismenore primer. Hasil monitoring dan evaluasi didapatkan para siswi mengaplikasikan cara penanganan dismenore dengan cara non farmakologi secara mandiri sehingga dismenore dapat diatasi dengan lebih mudah. Remaja mampu mengatasi secara mandiri keluhan Dismenore Primer secara non farmakologis dengan mengkonsumsi bahan herbal dan latihan fisik. Kata kunci: Remaja,Dismenore Primer,Non Farmakologi  ABSTRACT Menstrual pain (dysmenorrhea) is one of the gynecological morbidities experienced by most women. Menstrual disorders are often experienced by women all over the world, including in Indonesia. As many as 64.25% of women in Indonesia experience dysmenorrhea; 54.89% had primary dysmenorrhea and 9.36% had secondary dysmenorrhea. Dysmenorrhea has an impact on reducing the quality of life for women. One of the treatments for dysmenorrhea is non-pharmacological therapy by consuming herbal ingredients and physical exercise. The results of a preliminary study conducted at SMPN 2 Sajira who experienced primary dysmenorrhea with mild or even severe complaints that disrupted learning activities and could not even attend school. Efforts are being made to overcome menstrual pain by taking painkillers. Long-term use of drugs has an impact on health, especially liver function. Purpose to the aim of the activity is for youth to be able to independently deal with complaints of Primary Dysmenorrhea in a non-pharmacological manner by consuming herbal ingredients and physical exercise. The method used in community service activities is to provide education in theory and practice with the Question and Answer Lecture (CTJ) method, brain stroming and practice to students who are assisted in community service activities through KIE on Primary Dysmenorrhea and how to handle it with non-pharmacological and practice direct primary dysmenorrhea reduction method. The results of monitoring and evaluation showed that the students applied non-pharmacological methods of handling dysmenorrhea independently so that dysmenorrhea could be treated more easily. Adolescents are able to independently overcome Primary Dysmenorrhea complaints non-pharmacologically by consuming herbal ingredients and physical exercise. Keywords : Adolescents, Primary Dysmenorrhea, Non-Pharmacology
Capacity Building Keluarga Rawan Stunting (Catyng Gawanting) melalui Asuhan Komplementer Wijayanti, Heny Noor; Setyaningsih, Dewi; Masruroh, Masruroh; Novika, Almira Gitta; Widayati, Titik; Susanti, Santi; Angelika, Marseli Dwi; Sanusi, Anisa; Apriyani, Dila
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.13765

Abstract

ABSTRAK Balita memiliki daya tahan tubuh yang masih sangat rentan sehingga mudah mengalami gangguan pada kesehatan. Selain itu, saat ini angka stunting di Indonesia juga masih dibawah target nasional. Dalam hal ini perlu adanya penanganan khusus selain pengobatan dengan terapi konvensional/medis juga perlu adanya pengobatan pendamping seperti diberikan asuhan terapi komplementer. Peran seorang keluarga terutama ibu dalam mengasuh balita sangatlah penting karena kebutuhan dasar seorang anak balita masih bergantung kepada ibunya. Terapi pijat juga merupakan salah satu perawatan komplementer dan alternative yang paling umum digunakan untuk menjaga, memelihara kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan anak balita serta daya tahan tubuh pada anak. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan ibu dengan balita dalam upaya pencegahan stunting melalui asuhan terapi komplementer. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan penyuluhan, demonstrasi dan observasi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-November 2023, dengan mendatangkan kader posyandu dan keluarga rawan stunting (ibu balita) beserta anaknya sejumlah 20 orang dari wilayah Kabupaten Sleman dan Tasikmalaya ke balai pertemuan yang menjadi sasaran dalam kegiatan. Hasil yang diperoleh adalah rata-rata nilai post test dari 20 responden sebesar 69 dengan kategori pengetahuan cukup. Selain itu, dikatakan bahwa 95% ibu balita mampu melakukan terapi komplementer pijat untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pada balita. Kegiatan pemberian edukasi ini diharapkan dapat dilakukan secara rutin mengenai permasalahan kesehatan anak balita yang diperlukan oleh masyarakat. Kata Kunci: Peningkatan Kapasitas, Keluarga Rawan Stunting, Komplementer  ABSTRACK Toddlers have very vulnerable immune systems so they easily experience health problems. Besides that, currently the stunting rate in Indonesia is still below the national target. In this case, special treatment is needed, apart from treatment with conventional/medical therapy, there is also a need for accompanying treatment such as providing complementary therapy care. The role of a family, especially mothers, in caring for toddlers is very important because the basic needs of a toddler still depend on their mother. Massage therapy is also one of the most commonly used complementary and alternative treatments to maintain the health, growth and development of children under five as well as children's immune system. The aim of this activity is to increase the knowledge, understanding and skills of mothers and toddlers in efforts to prevent stunting through complementary therapy care. The method used is by providing counseling, demonstration and observation. This service activity was carried out in August-November 2023, by bringing posyandu cadres and families prone to stunting (mothers of toddlers) and their children totaling 20 people from the Sleman and Tasikmalaya regencies to the meeting hall which was the target of the activity. The results obtained were the average post test score from 20 respondents was 69 with enough knowledge category. In addition, it was said that 95% of mothers of toddlers were able to do this. Complementary massage therapy to improve growth and development in toddlers. It is hoped that this educational activity can be carried out regularly regarding the health problems of children under five that are needed by the community. Keywords: Capacity Building, Family Prone to Stunting, Complementary
Penguatan Promosi Kesehatan Cegah Perilaku Merokok Pada Remaja Mulya, Adelse Prima; Lukman, Mamat; Kosassy, Siti Mutia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15139

Abstract

ABSTRAK Permasalahan yang sering dihadapi di sekolah adalah masih ada remaja yang merokok baik di lingkungan sekolah ataupun di luar Sekolah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan  mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan promosi Kesehatan pencegahan merokok. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan dengan metode Pendidikan Kesehatan kepada siswa di salah satu SMP di Jatinangor. Kegiatan Pendidikan Kesehatan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan memberikan simulasi bahaya merokok menggunakan botol bekas, dan kapas. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang sudah dimodifikasi dari penelitian (Rosali et al., 2013), dengan nilai validitas dan reabilitas sebesar alpha croanbach 0,83. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada hari Juma’at di Aula SMP dimulai pukul 07.30 – 11.30 WIB selama 1 hari. Kegiatan dihadiri oleh 39 siswa perwakilan kelas VII dan VIII. Analisis data menggunakan uji paired samples T test untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan pada pre test dan post test remaja yang mengikuti promosi Kesehatan pencegahah perilaku merokok. Promosi Kesehatan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap perilaku merokok, bahaya merokok dan dampak jangka Panjang yang ditimbulkan dari merokok. Kegiatan pengabdian ini disarankan bahwa sangat dibutuhkan peran serta aktif pengawasan dari sekolah dan partisipasi dari orang tua untuk menambah pemahaman siswa dalam rangka mencegah perilaku merokok. Kata Kunci: Merokok, Remaja, Promosi Kesehatan  ABSTRACT The problem that is often faced in schools is that there are still teenagers who smoke both in the school environment and outside the school. This community service aims to determine the difference in knowledge before and after being given smoking prevention health promotion. Community Service (PKM) is carried out by promoting health using the Health Education method for students at one of the junior high schools in Jatinangor, Sumedang Regency. Health education activities are carried out using lecture methods, discussions and providing simulations of the dangers of smoking using used bottles and cotton wool. The implementation of community service was carried out in the junior high school hall. The target of this activity is students in grades VII and VIII. The activity was attended by 39 students representing classes VII and VIII. Data analysis using paired samples T test to determine differences in knowledge before and after being given health promotion. The results of the activity showed that there were differences in knowledge in the pre-test and post-test of teenagers who took part in health promotion to prevent smoking behavior. Health promotion with a health education approach can increase students' understanding of smoking behavior, the dangers of smoking and the long-term impacts of smoking. This service activity suggests that there is a need for increased supervision from schools and active participation from parents to increase students' understanding in order to prevent smoking behavior. Keywords: Smoking, Adolescent, Health Promotion
Efektifitas Kampanye Kesehatan tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi Menggunakan Media Poster di SMP GIKI 2 Surabaya Fajriani, Ainun
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14965

Abstract

ABSTRAK Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) adalah pengelolaan kebersihan dan Kesehatan pada saat perempuan mengalami menstruasi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Bersama dengan UNICEF bekerjasama dalam program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) melakukan kolaborasi dalam menjangkau anak sekolah di Kota Surabaya baik perempuan maupun laki-laki untuk memberikan informasi dan edukasi tentang MKM sebagai bentuk upaya pemberdayaan masyarakat di lingkungan sekolah. Kampanye kesehatan terkait MKM kepada anak sekolah penting dilakukan untuk memotivasi dan membentuk niat berperilaku kesehatan utamanya menjaga kebersihan diri dan reproduksi sejak dini. Penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui pembagian kuesioner. Kegiatan dilaksanakan secara offline di Sekolah Menengah Pertama (SMP) GIKI 2 Surabaya dengan metode penyuluhan dalam bentuk ceramah dilengkapi media promosi kesehatan pendukung berupa poster dan pembagian kuesioner kepada sasaran. Di dapatakn nilai persentase sebesar 68% dari jumlah 100 responden dengan menggunakan N-Gain (Normalized Gain) score. Berdasarkan analisis yang dilakukan, pelaksanaan pemberdayaan masyarakat pada anak sekolah menggunakan media poster dengan metode ceramah cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan. Kata Kunci: Pemberdayaan, Manajemen Kebersihan Menstruasi, Sekolah  ABSTRACT Menstrual Hygiene Management (MHM) is the management of hygiene and health when women experience menstruation. The Faculty of Public Health, Airlangga University, together with UNICEF, collaborates in the Freedom to Learn - Independent Campus (MBKM) program to collaborate in reaching school children in Surabaya, both girls and boys, to provide information and education about MHM as a form of community empowerment effort in the school environment. Community empowerment related to MHM for school children is important to motivate and form intentions for health behavioumer, especially maintaining personal and reproductive hygiene from an early age. Method Quantitative research with primary data collection through questionnaires. The activity was carried out offline at GIKI 2 Surabaya Junior High School using the counseling method in the form of lectures accompanied by supporting health promotion media in the form of posters and distribution of questionnaires to targets. A percentage value of 68% was obtained from 100 respondents using the N-Gain (Normalized Gain) score. Based on the analysis carried out, the implementation of community empowerment for school children using poster media with the lecture method is quite effective in increasing knowledge. Keywords: Empowerment, Menstrual Hygiene Management, School
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kesehatan Ibu dan Bayi melalui Pengelolaan Kelas Ibu Hamil Nuurjannah, Febri Annisaa; Arinta, Illa; Pratiwi, Ardelia; Sari, Anggi Tri Mutia; Rismawati, Rismawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16367

Abstract

ABSTRAK Ibu   hamil   selama   masa   kehamilan   memerlukan   pengetahuan tentang  perawatan,  pencegahan,  komplikasi  atau  penyulit  pada  masa kehamilan   serta   kehamilan   resiko   tinggi.   Pengenalan   tanda   bahaya komplikasi  kehamilan  merupakan  upaya  kesiapsiagaan  ibu  dan  keluarga dalam   menghadapi   kejadian   komplikasi   sehingga   dapat   mencegah terjadinya kasus kematian ibu. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang kesehatan kehamilan yaitu dengan Program Kelas ibu hamil. Kelas  ibu  hamil  merupakan  sarana  untuk belajar  bersama  tentang  kesehatan  bagi  ibu  hamil,  dalam  bentuk  tatap muka dalam  kelompok  yang  bertujuan  untuk  meningkatkan  pengetahuan dan  keterampilan  ibu-ibu  mengenai  kehamilan,  perawatan  kehamilan, persalinan,  perawatan  nifas,  perawatan  bayi  baru  lahir,  mitos,  penyakit menular dan akte kelahiran. Pada setiap materi kelas ibu hamil yang akan  disampaikan  disesuaikan  dengan  kebutuhan  dan  kondisi  ibu  hamil tetapi tetap mengutamakan materi pokok. Kegiatan kelas ibu dilakukan sebanyak 4 kali. Pada awal sebelum dimulai penyuluhan ibu hamil diberikan soal pretest untuk mengukur pemahaman ibu hamil tentang kesehatan ibu dan bayi, dilanjutkan dengan pemberian materi dan diskusi selama 100 menit kemudian selanjutnya melakukan evaluasi terhadap pemahaman ibu hamil setelah diberikan penyuluhan dengan memberikan soal post test dan terakhir  dilakukan penilaian terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil tentang kesehatan ibu dan bayi. Setelah  mengikuti   kelas   ibu   hamil   diharapkan   dapat meningkatkan   pengetahuan,   merubah   sikap   dan   perilaku   mengenai kehamilannya  karena  adanya  interaksi  dan  tukar  pengalaman  antara peserta  kelas  ibu  hamil  dan  peserta  dengan  fasilitatornya. Kata Kunci: Kelas Ibu, Kelas Ibu hamil  ABSTRACT Pregnant women during pregnancy need knowledge about care, prevention, complications or complications during pregnancy and high-risk pregnancies.   Recognizing the danger signs of pregnancy complications is an effort to prepare mothers and families in facing complications so that they can prevent cases of maternal death. One effort to increase mothers' knowledge about pregnancy health is with the Pregnant Mothers Class Program. Pregnant women's classes are a means to learn together about health for pregnant women, in the form of face-to-face in groups which aims to increase mothers' knowledge and skills regarding pregnancy, pregnancy care, childbirth, postpartum care, newborn care, myths, infectious diseases. and birth certificate. In each class material for pregnant women that will be delivered is tailored to the needs and conditions of pregnant women but still prioritizes the main material. Mother's class activities were carried out 4 times. At the beginning, before the counseling begins, pregnant women are given pretest questions to measure pregnant women's understanding of maternal and baby health, followed by providing material and discussions for 100 minutes, then evaluating pregnant women's understanding after being given counseling by giving post-test questions and finally an assessment is carried out. towards increasing the knowledge and skills of pregnant women regarding maternal and baby health. After attending the class for pregnant women, it is hoped that they will be able to increase their knowledge, change their attitudes and behavior regarding pregnancy because of the interaction and exchange of experiences between the participants in the class for pregnant women and the participants and the facilitator. Keywords: Mother's Class, Pregnant Mother's Class
Pencegahan Penyakit Menular pada Nelayan Lansia dan Keluarga Melalui Media Booklet di Desa Ulu Sawa Kecamatan Sawa Kab.Konawe Utara Yuniar, Dian; Devianti, Reni; Putri, Dwi Purnama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14892

Abstract

ABSTRAK Lansia merupakan sekelompok individu yang sedang memasuki tahap akhir kehidupan. Pada lansia terjadi penurunan fungsi fisiologis dan psikologis yang disebabkan oleh faktor penuaan sehingga menimbulkan berbagai macam penyakit baik penyakit menular maupun penyakit kronis. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan upaya preventif melalui peningkatan pengetahuan tentang penyakit menular bagi keluarga dan lansia. Kesadaran lansia mengenai risiko penyakit menular dapat ditingkatkan melalui pemberian edukasi tentang penyakit menular pada lansia dan peran pendampingan lansia sangat penting dalam memotivasi lansia untuk meningkatkan derajat kesehatannya. Sasaran dari pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan keluarga dan lansia tentang upaya pencegahan penyakit menular pada lansia, sehingga dengan meningkatkan pengetahuan tersebut keluarga dapat merawat dan menjaga kesehatan lansia. Sedangkan luaran akademik berupa artikel ilmiah yang dimuat pada jurnal pengabdian masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji t berpasangan pada responden dengan nilai p-value (0,000). Kesimpulan terdapat pengaruh pemberian edukasi melalui media booklet terhadap kemampuan keluarga dalam mencegah penyakit menular pada lansia. Saran: Perlu dikembangkan pelaksanaan pengabdian masyarakat mengenai upaya pencegahan penyakit menular pada lansia dengan variabel yang berbeda-beda, sehingga hasil pengabdian masyarakat dapat diterapkan dalam memberikan perawatan pada lansia, sehingga meningkatkan kualitas hidup lansia. lansia dan mengurangi jumlah penyakit dan kematian pada lansia. Kata Kunci: Pendidikan, Pencegahan Penyakit Menular, Lansia  ABSTRACT The elderly are a group of individuals who are entering the final stages of life. In the elderly there is a decline in physiological and psychological functions caused by aging factors, giving rise to various kinds of diseases including infectious diseases and chronic diseases. Based on these conditions, preventive measures are needed through increasing knowledge about infectious diseases for families and the elderly. Awareness of the elderly regarding the risk of infectious diseases can be increased through providing education about infectious diseases in the elderly and the role of assisting the elderly is very important in motivating the elderly to improve their health status. The target of this community service will be to increase the knowledge of families and the elderly about efforts to prevent infectious diseases in the elderly, so that by increasing this knowledge families can care for and maintain the health of the elderly. Meanwhile, the academic output is in the form of scientific articles published in community service journals. The research results show the results of the paired t-test on respondents with a p-value (0.000). It can be concluded that there is an influence of providing education through booklet media on the family's ability to prevent infectious diseases in the elderly. Suggestion: It is necessary to develop the implementation of community service regarding efforts to prevent infectious diseases in the elderly with different variables, so that the results of the community service can be applied in providing care for the elderly, thereby improving the quality of life of the elderly and reducing the number of illnesses and deaths in the elderly. Keywords: Education, Prevention of Infectious Diseases, Elderly
Analisis Asuhan Keperawatan melalui Intervensi Terapi Penggunaan Polyurethane Foam sebagai Secondary Dressing pada Fase Proliferasi pada Ny. M dan Ny. S dengan Pressure Injury di Wocare Center Bogor Kirani, Della Chintya; Naziyah, Naziyah; Bahri, Khairul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.13676

Abstract

ABSTRAK Pressure injury atau yang kita kenal dengan ulkus dekubitus adalah luka terbuka pada kulit yang disebabkan adanya tekanan berkepanjangan dalam jangka waktu panjang di area tertentu. Selain tekanan, ulkus dekubitus juga dapat terjadi akibat gaya gesek dan peregangan kulit, biasanya pada bagian tubuh dengan tonjolan tulang. Bagian tubuh yang berisiko tinggi adalah tulang ekor, tumit, dan pinggang. Masalah keperawatan utama yang di tentukan pada saat pengkajian terhadap Ny. M dan Ny. S adalah gangguan integritas kulit/jaringan yang dibuktikan dengan adanya data subjektif dan objektif pada gejala dan tanda mayor berupa ulkus decubitus. Salah satu balutan yang biasa digunakan pada pasien dengan ulkus dekubitus yaitu polyurethane foam. Polyurethane foam terbuat dari polyurethane semipermeabel, polyurethane foam dreesing mengandung larutan polimer berbusa dengan sel kecil terbuka yang dapat menampung cairan. Menganalisis asuhan keperawatan dengan terapi penggunaan polyurethane foam sebagai secondary dressing pada fase proliferasi pada Ny. M dan Ny. S dengan ulkus dekubitus di Wocare Center Bogor. Intervensi perawatan luka yang diberikan pada kasus Ny. M dengan IME manajemen dan Ny. S dengan TIME manajemen. Pada Ny. M dan Ny. S melakukan perawatan luka 3 hari sekali dengan konsep moist wound healing. Dari hasil pengkajian yang dilakukan pada Ny. M didapatkan prediksi sembuh 6 minggu apabila tidak ada faktor penghambat penyembuhan luka, begitu pula dengan Ny.  S didapatkan prediksi sembuh 6 minggu apabila tidak ada faktor penghambat penyembuhan luka. Waktu tersebut dianggap optimal dalam menjaga kelembapan luka sehingga luka tidak terlalu kering maupun terlalu basah. Berdasarkan case study yang telah dilakukan penulis menyimpulkan bahwa polyuretahne foam mampu membantu proses penyembuhan luka pada fase proliferasi dan dapat mengontrol wound exsudate. Kata Kunci: Polyurethane Foam, Fase Proliferasi, Pressure Injury, Ulkus Dekubitus  ABSTRACT Pressure injury, also known as a decubitus ulcer, is an open wound on the skin caused by prolonged pressure in a certain area. Apart from pressure, decubitus ulcers can also occur due to frictional forces and skin stretching, usually on parts of the body with bony prominences. High-risk body parts are the tailbone, heels, and waist. The main nursing problem determined at the time of assessment of Mrs. M and Mrs. S was impaired skin / tissue integrity as evidenced by subjective and objective data on major symptoms and signs in the form of decubitus ulcers. One of the dressings commonly used in patients with decubitus ulcers is polyurethane foam. Polyurethane foam is made of semipermeable polyurethane, polyurethane foam dreesing contains a foamed polymer solution with small open cells that can hold liquid. Analyzing nursing care with therapy using polyurethane foam as a secondary dressing in the proliferation phase in Mrs. M and Mrs. S with decubitus ulcers at Wocare Center Bogor. Wound care interventions provided in the case of Mrs. M with IME management and Mrs. S with TIME management. Mrs. M and Mrs. S performed wound care once every 3 days with the concept of moist wound healing. From the results of the assessment carried out on Mrs. M, it was found that the prediction of recovery was 6 weeks if there were no factors inhibiting wound healing, as well as Mrs. S obtained a prediction of recovery of 6 weeks if there were no factors inhibiting wound healing. This time is considered optimal in maintaining wound moisture so that the wound is neither too dry nor too wet. Based on the case study that has been done, the author concludes that polyuretahne foam can help the wound healing process in the proliferation phase and can control wound exsudate. Keywords: Polyurethane Foam, Proliferative Phase, Pressure Injury, Decubitus Ulcer
Pendampingan Remaja Melalui Edukasi Kesehatan Reproduksi di SMP Satap Molobog Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Wahyuni, Wahyuni; Fajrin, Irmasanti; Solang, Sesca Diana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15694

Abstract

ABSTRAK Asuhan kesehatan reproduksi sangat penting bagi remaja, yang mencakup 16% dari populasi global, namun banyak yang belum terpenuhi kebutuhannya. Mereka sering menghadapi hambatan seperti kurangnya pengetahuan dan akses ke layanan kesehatan. Kebijakan perlu ditingkatkan untuk memberikan edukasi dan layanan kesehatan reproduksi yang aman, akurat, dan terjangkau. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan adalah edukasi terstruktur melalui ceramah dan tanya jawab tentang kesehatan reproduksi selama ± 60 menit. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Sebelumnya, skor pengetahuan berkisar antara 39 hingga 72, dengan rata-rata 53. Setelah mendapat edukasi, skor pengetahuan meningkat menjadi 61 hingga 89, dengan rata-rata 76. Berdasarkan kategori, sebelum pemberian edukasi, sebagian besar remaja (78%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang kesehatan reproduksi. Setelah edukasi, mayoritas (58%) telah memperoleh pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi. Dapat disimpulkan bahwa dengan pendampingan berupa pemberian edukasi secara terstruktur dapat meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi secara signifikan. Kata kunci: Edukasi Remaja, Kesehatan Reproduksi ABSTRACT Reproductive health care is critical for adolescents, who make up 16% of the global population, but many have unmet needs. They often face barriers such as lack of knowledge and access to health services. Policies need to be improved to provide safe, accurate and affordable reproductive health education and services. The aim of this activity is to increase teenagers' knowledge and understanding of reproductive health. The method used is structured education through lectures and questions and answers about reproductive health for ± 60 minutes. The results of the service show a significant increase in teenagers' knowledge about reproductive health. Previously, knowledge scores ranged from 39 to 72, with an average of 53. After receiving education, knowledge scores increased to 61 to 89, with an average of 76. Based on category, before providing education, the majority of teenagers (78%) had knowledge less about reproductive health. After education, the majority (58%) have gained good knowledge about reproductive health. It can be concluded that assistance in the form of providing structured education can significantly increase teenagers' understanding of reproductive health. Keywords : Adolescent Education, Reproductive Health
Training on Early Detection of Stroke for Health Cadres to Prevent Disability After Stroke in the Kebonsari Village Area Septianingrum, Yurike; Sari, Ratna Yunita; Hatmanti, Nety Mawarda; Wijayanti, Lono; Firdaus, Firdaus; Yuniati, Dyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.12496

Abstract

ABSTRACT Early detection of stroke is an effort to prevent more severe disability in stroke patients. Delays in bringing stroke patients to the hospital are one of the reasons why patients miss the golden period of stroke treatment. Health cadres play an important role in identifying health problems in the community, but most cadres do not understand how to carry out early stroke detection. To increase the knowledge and ability of cadres in detecting strokes so that treatment does not exceed the golden period of strokes. The method used in this community service activity is a participative educational approach, including providing health education and demonstrations regarding early stroke detection. This activity was conducted in April 2023 and was attended by 35 health cadres. Knowledge and ability to detect stroke are evaluated used knowledge questionnaire instruments and observation sheets. The results of community service show that the knowledge and ability to perform stroke detection among cadres has increased after training. Cadres' knowledge and ability to detect stroke in the health community can be improved through early stroke detection training. It is hoped that trained health cadres can provide health education to other residents to increase residents' knowledge about stroke and when is the right time to take patients to hospital. Keywords: Early Detection, Health Cadres, Non-Communicable Disease, Stroke
Pendidikan Kesehatan tentang Gema Sehat (Generasi Muda Sadar Kesehatan) Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Sumarni, Nina; Purnama, Dadang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17144

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dimana adanya rasa keingintahuan yang besar dan jika tidak diberikan informasi atau pelayanan remaja yang tepat dan benar, maka perilaku remaja akan mengarah pada perilaku yang beresiko contohnya mengenai kesehatan reproduksi dan penyalahgunaan NAPZA. Hasil survey menunjukan tingkat pengetahuan siswa terkait kesehatan reproduksi dan penyalahgunaan NAPZA sebagian besar masih kurang. Tujuan kegiatan ini yaitu diharapkan pihak sekolah dan siswa memiliki pengetahuan tentang bahaya yang dapat ditimbulkan dari aktivitas tidak menjaga kesehatan reproduksi dan penyalahgunaan NAPZA. Metode kegiatan diawali dengan melakukan pengkajian kesehatan sekolah berupa data primer dan sekunder. Hasil pengkajian dibahas di tingkat manajemen sekolah dan disepakati kegiatan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pelaksanaan pendidikan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dilaksanakan pendidikan kesehatan adalah sebesar 51 poin dan rata-rata nilai pengetahuan setelah dilaksanakan pendidikan sebesar 72 poin. Kesimpulan setelah dilaksanakan pendidikan kesehatan adalah adanya peningkatan pengetahuan sebesar 21 poin. Tindak lanjut kegiatan ini, diharapkan pihak sekolah dapat melanjutkan kerja sama dengan puskesmas untuk membentuk generasi muda yang sehat. Kata kunci: Kesehatan reproduksi, NAPZA, Pendidikan kesehatan  ABSTRACT Adolescence is a transitional period where there is a great sense of curiosity and if appropriate and correct information or youth services are not provided, then adolescent behavior will lead to risky behavior, for example regarding reproductive health and drug abuse. The survey results show that most students' level of knowledge regarding reproductive health and drug abuse is still lacking. The aim of this activity is that it is hoped that schools and students will have knowledge about the dangers that can arise from activities that do not maintain reproductive health and drug abuse. The activity method begins with conducting a school health assessment in the form of primary and secondary data. The results of the study were discussed at the school management level and it was agreed that the activity to overcome this problem was the implementation of health education. The results of the activity showed that the average knowledge score before health education was implemented was 51 points and the average knowledge score after education was implemented was 72 points. The conclusion after implementing health education was that there was an increase in knowledge by 21 points. As a follow-up to this activity, it is hoped that the school can continue to collaborate with the community health center to form a healthy young generation.  Key words: Reproductive Health, Drugs, Health Education

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue