cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pelatihan Ibu Hamil tentang Pencegahan Respiratory Distress Sindrom Pada Bayi Baru Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Batang Beruh Sidikalang Kabupaten Dairi Silaban, Jojor; Naibaho, Risdiana Melinda; Hutagalung, Perak Maruli Asi Roha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14315

Abstract

ABSTRAK Respiratory Distress Sindrom atau penyakit membrane hialin merupakan salah satu penyumbang besar angka kematian bayi baru lahir sebesar 14% di Indonesia. Menurut data Profil Kesehatan Indonesia 2020 dan 2021 bahwa penyebab kematian neonatal terbanyak adalah kondisi berat badan lahir rendah (BBLR). Penyebab kematian lainnya di antaranya asfiksia, infeksi, kelainan kongenital, tetanus neonatorium, dan lainnya. Pada tahun 2021 Penyebab kematian neonatal terbanyak adalah kondisi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sebesar 34,5% dan asfiksia sebesar 27,8%. Peserta/sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Batang Beruh Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi sebanyak 97 (Sembilan puluh tujuh) orang. hari bertempat di 6 (enam) posyandu yaitu tanggal 02 Agustus 2023 di Posyandu Bintang Selamat, tanggal 04 di Posyandu Balai Desa Sidiangkat, tanggal 07 Agustus 2023 di posyandu Bintang Mersada dan Posyandu Kalang Simbara dan tanggal 08 Agustus 2023 di Posyandu Simpang Pesantren Sidiangkat dan Posyandu Bintang Hulu Kecamatan Sidikalang. Berdasarkan hasil pre dan post test terdapat perubahan signifikan pada pengetahuan sasaran (ibu hamil) setelah diberikan edukasi, di mana sebelum diberikan edukasi yang memiliki pengetahuan baik hanya 1,03 %, cukup 6,19% dan pengetahuan kurang sebanyak 92,78 %, tetapi setelah diberikan edukasi yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 18 orang (18,56%), cukup 51.55% dan pengetahuan kurang 29,90%. Demikian juga halnya dengan sikap ibu hamil tentang pencegahan RDS pada bayi baru lahir. Sebelum diberikan edukasi , yang mempunyai sikap negative ada 88 orang (90,72%) tetapi setelah diberikan edukasi menurun signifikan yang bersikap negative menjadi 16 0rang (16,49%). Pada saat pelaksanaan Evaluasi yang dilaksanakan satu bulan kemudian, dilakukan test kepada ibu hamil yang mendapatkan edukasi pada saat pelaksanaan kegiatan, ada 86 orang ibu hamil yang datang ke 6 posyandu tempat pelaksanaan kegiatan, hasil test pengetahuan ibu hamil tentang RDS didapati 83 orang (91,51%) pengetahuan baik, dua orang (23,26%) pengetahuan cukup dan hanya satu orang (11,62%) yang pengetahuannya kurang. Kata Kunci: Peningkatan Pengetahuan, Ibu Hamil, RDS pada BBL    ABSTRACT Respiratory Distress Syndrome or hyaline membrane disease is a major contributor to the 14% newborn mortality rate in Indonesia. According to the 2020 and 2021 Indonesian Health Profile data, the most common cause of neonatal death is low birth weight (LBW). Other causes of death include asphyxia, infection, congenital abnormalities, neonatal tetanus, and others. In 2021, the most common cause of neonatal death is Low Birth Weight (LBW) at 34.5% and asphyxia at 27.8%. The participants/targets of this community service activity are 97 (ninety-seven) pregnant women in the Batang Beruh Community Health Center working area, Sidikalang District, Dairi Regency. day at 6 (six) posyandu, namely 02 August 2023 at Posyandu Bintang Selamat, 04 at Posyandu Balai Desa Sidiangkat, 07 August 2023 at posyandu Bintang Mersada and Posyandu Kalang Simbara and 08 August 2023 at Posyandu Simpang Pesantren Sidiangkat and Posyandu Bintang Hulu, Sidikalang District. Based on the pre and post test results, there was a significant change in the knowledge of the target (pregnant women) after being given education, where before being given education, only 1.03% had good knowledge, 6.19% had sufficient knowledge and 92.78% had poor knowledge, but After being given education, 18 people (18.56%) had good knowledge, 51.55% had sufficient knowledge and 29.90% had poor knowledge. Likewise with the attitudes of pregnant women regarding preventing RDS in newborn babies. Before being given education, there were 88 people (90.72%) who had negative attitudes, but after being given education, there was a significant decrease in negative attitudes to 16 people (16.49%). At the time of the evaluation which was carried out one month later, tests were carried out on pregnant women who received education during the implementation of the activity, there were 86 pregnant women who came to the 6 posyandu where the activity was carried out, the results of the knowledge test of pregnant women about RDS were found to be 83 people (91, 51%) had good knowledge, two people (23.26%) had sufficient knowledge and only one person (11.62%) had poor knowledge. Keywords: Increased Knowledge, Pregnant Women, RDS in BBL
Pelatihan Pembuatan Biskuit Tepung Daun Kelor untuk Mengatasi Masalah Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Ponggeok Manggul, Makrina Sedista; Trisnawati, Reineldis E.; Janggu, Jayanthi P.; Hamat, Viviana; Kurniati, Kornelia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15568

Abstract

ABSTRAK Kehamilan merupakan kodrat yang melekat pada wanita yang sah secara hukum sesuai ajaran agama dan adat istiadat masing – masing. Saat masa kehamilan   terjadi peningkatan metabolisme energi, sehingga kebutuhan energi dan zat gizi terus  meningkat dan harus dipenuhi baik untuk pertumbuhan maupun perkembangan  janin dan kesehatan Ibu. Anemia gizi besi merupakan salah satu dari empat masalah gizi utama di Indonesia yang sering terjadi pada ibu hamil. Ibu hamil dikatakan  menderita anemia jika kadar Hb < 11g / dl  dan  paling banyak terjadi pada trimester I dan III. Solusi yang disarankan oleh tim untuk menanggulangi anemia pada ibu hamil adalah dengan melakukan fortifikasi pada makanan yang mengandung zat besi. Makanan yang mengandung sumber zat besi dan protein adalah daun kelor (Moringa oleifera L). Daun kelor  memiliki kandungan vitamin A, vitamin C, vitamin B, kalsium, kalium, zat besi dan protein dalam jumlah yang besar. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam mencegah anemia dengan memanfaatkan tepung daun kelor. Dalam kegiatan pengabdian ini adalah melakukan pelatihan pembuatan cookies (biskuit)  dengan bahan dasar tepung daun kelor. Sebelum penyuluhan, dilakukan pre test yang menunjukkan hasil 15 orang (60%) berpengetahuan kurang, 7 orang (28%) memiliki pengetahuan cukup, dan 3 orang (12%) memiliki pengetahuan baik. Setelah penyuluhan diperoleh hasil post test menunjukkan bahwa 22 orang (88%) memiliki pengetahuan baik, 2 orang (8%) memiliki pengetahuan cukup, dan 1 orang (4%) memiliki pengetahuan kurang. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan pelatihan. Kata kunci : Biskuit, Tepung Daun Kelor, Anemia, Ibu Hamil  ABSTRACT Pregnancy is a nature inherent in women which is legally valid according to the teachings of their respective religions and customs. During pregnancy there is an increase in energy metabolism, so that the need for energy and nutrients continues to increase and must be met for both the growth and development of the fetus and the mother's health. Iron deficiency anemia is one of the four main nutritional problems in Indonesia which often occurs in pregnant women. Pregnant women are said to be suffering from anemia if the Hb level is <11g/dl and this mostly occurs in the first and third trimesters. The solution suggested by the team to overcome anemia in pregnant women is to fortify foods that contain iron. Food that contains a source of iron and protein is Moringa leaves (Moringa oleifera L). Moringa leaves contain large amounts of vitamin A, vitamin C, vitamin B, calcium, potassium, iron and protein. Objective to increase the knowledge of pregnant women in preventing anemia by using Moringa leaf flour. In this service activity is training in making cookies (biscuits) using Moringa leaf flour as the basic ingredient. Before counseling, a pre-test was carried out which showed that 15 people (60%) had poor knowledge, 7 people (28%) had sufficient knowledge, and 3 people (12%) had good knowledge. After counseling, the results of the post test showed that 22 people (88%) had good knowledge, 2 people (8%) had sufficient knowledge, and 1 person (4%) had poor knowledge. There was an increase in knowledge of pregnant women after being given training. Keywords: Biscuits, Moringa Leaf Flour, Anemia, Pregnant Women
Promotif dan Preventif Scabies Pada Santri di Dayah Modern Darul Ulum Ypui Banda Aceh Jumadewi, Asri; Wahab, Irwana; Erlinawati, Erlinawati; Nazir, Nazir
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16737

Abstract

ABSTRAK Masih tingginya kasus scabies pada anak sekolah terutama sekolah boarding, dikarenakan penyebaran scabies yang relatif cepat melalui kontak langsung kulit dan kulit ataupun benda yang terkontaminasi tungau. Kejadian penyakit ini akibat infestasi ektoparasit tungau Sarcoptes scabiei (var hominis). Penegakan diagnosa scabies dapat dilakukan hanya dengan memenuhi 2 dari 4 kriteria scabies, yaitu mengalami gatal hebat di malam hari (pruritus noktural), hiposensitisasi atau ditemukan penderita lain di komunitas yang sama, adanya kunikulus atau terowongan di kulit dan ditemukan tungau penyebab scabies. Oleh sebab itu, peluang sekolah asrama dapat berkemungkinan sebagai lingkungan tempat penyebaran scabies. Jika, warga sekolah masih memiliki pengetahuan dan perilaku kesehatan yang rendah tentang penyakit scabies. Program pengabdian masyarakat skema PKM ini bertujuan untuk screening dan promosi kesehatan scabies melalui penyuluhan personal hygiene sebagai preventif scabies. Pelaksanaan PKM ini berlokasi di Dayah Modern YPUI Darul Ulum Banda Aceh, yang diikuti oleh 30 partisipan tingkat Madrasah Tsanawiyah. Kegiatan PKM diawali dengan penyuluhan promotif scabies, pembagian kelompok demonstrasi cuci tangan dan screening scabies pada penderita. Data awal yang diperoleh melalui post-test dan evaluasi PKM dengan pre-test sesudah pelaksanaan PKM. Hasil yang diperoleh adanya peningkatan perilaku personal hygiene dari tidak baik menjadi baik sebesar 83%. Hal ini menyimpulkan bahwa edukasi promosi kesehatan dapat memberikan informasi  dan wawasan pengetahuan kesehatan  yang sebelumnya belum cukup. Peningkatan pengetahuan ini akan menjadi diseminasi informasi bagi warga Dayah. Kata Kunci:  Promosi Kesehatan, Sarcoptes scabiei, Scabies, Screening  ABSTRACT There are still high cases of scabies in boarding school children, due to the relatively fast spread of scabies through direct skin and skin contact or objects contaminated with mites. This disease occurs due to infestation with the ectoparasite mite Sarcoptes scabiei (var hominis). The diagnosis of scabies can be made only by fulfilling 2 of the 4 criteria for scabies, namely experiencing severe itching at night (noctural pruritus), hyposensitization or being found by other sufferers in the same community, the presence of cuniculi or tunnels in the skin and the mites that cause scabies being found. Therefore, the opportunity for boarding schools can potentially be an environment where scabies spreads. If, school residents still have low knowledge and health behavior about scabies. This PKM scheme community service program aims to screen and promote scabies health through personal hygiene counseling as a preventive measure for scabies. The implementation of this PKM was located at Dayah Modern YPUI Darul Ulum Banda Aceh, which was attended by 30 participants at the Madrasah Tsanawiyah level. The PKM activity began with scabies promotive counseling, hand washing demonstration group division and scabies screening in sufferers. Initial data obtained through post-test and PKM evaluation with pre-test after the implementation of PKM. The results obtained were an increase in personal hygiene behavior from bad to good by 83%. This concludes that health promotion education can provide information and insight into health knowledge that was previously insufficient. This increase in knowledge will be the dissemination of information for Dayah residents. Keywords: Health Promotion, Sarcoptes Scabiei, Scabies, Screening
Skrining Bank Darah untuk Test Virus HIV di Kelurahan Tukmudal Kecamatan Sumber Setiawan, Fiki; Al Sas, Oktafirani; Aji, Rizal Ibrahim
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14947

Abstract

ABSTRAK Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Virusnya mampu menyebabkan imunitas tubuh menurun dalam melawan benda-benda asing. Transfusi darah dapat menimbulkan risiko penularan penyakit menular, terutama HIV/AIDS. Tingkat risiko penularan melalui transfusi dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti tingkat penyakit di masyarakat, efektivitas skrining yang diterapkan, status kekebalan penerima, dan jumlah pendonor per unit darah. Oleh karena itu, setiap produk darah diwajibkan untuk menjalani proses skrining darah guna mencegah penyakit menular  termasuk HIV/AIDS.  Tujuan dari PKMD ini adalah membantu program puskesmas yang belum terlaksana mengenai Optimalisasi Skrining Bank Darah guna mendeteksi virus HIV. Metode yang digunakan adalah sosialisasi kepada masyarakat desa dengan membagikan kuesioner sebelum dilakukan pemeriksaan HIV secara kualitatif (Rapid Test). Hasil Skrining Bank Darah dari sampel Kelurahan Tukmudal yang berjumlah 48 orang, diperoleh hasil rata rata Hb sebesar 13,59 gr/dL. Rata-rata golongan darah A yang berjumlah 15  orang dengan persentase 31%, golongan darah B yang berjumlah 16 orang  dengan persentase 34%, golongan darah 0 berjumlah 16 orang dengan persentase 33%, golongan darah AB yang berjumlah 1 orang dengan persentase 2%. Dan pemeriksaan imunoserelogi meliputi HCV dan HIV. Kata Kunci: HIV, AIDS, Skrining Bank Darah  ABSTRACT Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that attacks the immune system. The virus can cause the body's immunity to decrease against foreign objects. Blood transfusions can pose a risk of transmission of infectious diseases, especially HIV/AIDS. The level of risk of transmission through transfusion is influenced by factors such as the level of disease in the community, the effectiveness of the screening applied, the immune status of the recipient, and the number of donors per unit of blood. Therefore, every blood product is required to undergo a blood screening process to prevent infectious diseases including HIV/AIDS. The purpose of this PKMD is to help the unimplemented puskesmas program regarding the Optimization of Blood Bank Screening to detect HIV. The method used is socialization to the village community by distributing questionnaires before qualitative HIV testing (Rapid Test). Blood Bank Screening Results from the sample of Tukmudal Village, which amounted to 48 people, obtained an average Hb result of 13.59 gr/dL. The average blood type A is 15 people with a percentage of 31%, blood type B is 16 people with a percentage of 34%, blood type 0 is 16 people with a percentage of 33%, and blood type AB is 1 person with a percentage of 2%. And immunocerelogy tests include HCV and HIV. Keywords: HIV, AIDS, Blood Bank Screening
Ibu Hamil Sehat Bebas Penyakit Menular dan Malaria melalui Edukasi Triple Eliminasi Plus dan Pemeriksaan Malaria pada Kelas Ibu Hamil Widyastuti, Ririn; Boa, Grasiana Florida; Saghu, Maria Mencyana Pati; Belarminus, Petrus; Kristin, Diyan Maria
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16407

Abstract

ABSTRAK Ibu hamil merupakan kelompok rentan tertularnya penyakit HIV (Human immunodeficiency virus), sifilis dan hepatitis B.  HIV, hepatitis B dan sifilis dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang yang tinggi. Selain penyakit menular malaria juga masih menjadi tantangan bagi ibu hamil. Triple eliminasi plus merupakan program yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk menanggulangi penularan HIV (Human immunodeficiency virus), sifilis hepatitis B dan penambahan pemeriksaan malaria pada ibu hamil kepada bayinya. Triple eliminasi plus dilakukan untuk memastikan bahwa sekalipun ibu terinfeksi HIV, sifilis, dan atau hepatitis B sedapat mungkin tidak menularkan kepada bayinya serta malaria tidak memberikan efek kepada kehamilannya. Deteksi dini, skrining atau penapisan kesehatan pada ibu hamil dilaksanakan pada saat pelayanan antenatal terpadu sehingga mampu menjalani kehamilan hingga persalinan yang sehat. Meningkatkan pengetahuan kader dan ibu hamil tentang pencegahan penyakit menular pada ibu hamil melalui edukasi triple eliminasi plus dan pemeriksaan malaria pada kelas ibu hamil di Desa Baliloku wilayah kerja Puskesmas Lahihuruk Kec. Wanukaka Kab. Sumba Barat. Bentuk kegiatan PKM melalui edukasi kelas ibu hamil tentang pemeriksaan triple eliminasi plus dan pemeriksaan malaria pada ibu hamil. Kegiatan pengabmas dapat dilaksanakan dengan baik yang ditandai dengan antusias peserta pengabmas baik ibu hamil maupun kader. Hasil pemeriksaan malaria pada ibu hamil menunjukkan semua ibu hamil negatif malaria.   Kata Kunci: Penyakit Menular, Malaria, Ibu Hamil, Triple Eliminasi Plus  ABSTRACT Pregnant women are a vulnerable group for contracting HIV (Human  immunodeficiency virus), syphilis and hepatitis B. HIV, hepatitis B and syphilis can be transmitted from infected mothers to their babies which can cause high morbidity and mortality. Apart from infectious diseases, malaria is also still a challenge for pregnant women. Triple elimination plus is a program held by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia to tackle HIV transmission (Human immunodeficiency virus), syphilis hepatitis B and additional malaria screening for pregnant women and their babies. Triple elimination plus is carried out to ensure that even if the mother is infected with HIV, syphilis and/or hepatitis B, as far as possible, she does not infect her baby and that malaria does not have an effect on her pregnancy. Early detection, screening or health screening of pregnant women is carried out during integrated antenatal care so that they are able to undergo a healthy pregnancy and delivery. Increasing knowledge of cadres and pregnant women about preventing infectious diseases in pregnant women through triple elimination plus education and malaria screening in pregnant women's classes in Baliloku Village, Lahihuruk District Health Center working area. Wanukaka District. West Sumba. The form of PKM activities is through class education for pregnant women about triple elimination plus examination and malaria examination in pregnant women. Community service activities can be carried out well, which is marked by the enthusiasm of community service participants, both pregnant women and cadres.  The results of malaria tests on pregnant women showed that all pregnant women were negative for malaria.   Keywords: Infectious Diseases, Malaria, Pregnant Women, Triple Elimination Plus
Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu melalui Pelatihan Kader Kesehatan Ibu dan Anak Tentang Pemantapan Program Perencanan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) di Wilayah Puskesmas Trucuk Kabupaten Bojonegoro Anggraeni, Sri; Rahayu, Ari Tri; Yaimin, Yaimin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.12662

Abstract

ABSTRAK Di Wilayah Puskesmas Trucuk Kasus Kematian Ibu Tahun 2020 ada 1  dari Lahir hidup 510 atau Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 196/100.000 KH dari target 102/100.000 Puskesmas Trucuk yang mempunyai wilayah desa kelurahan yang melaksanakan melaksanakan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikais (P4K) Tahun 2020 sebesar 8,33% dari Target 100%. Mengacu kepada butir analisa permasalahan yang teridentifikasi maka ditemukan dua masalah utama yang dihadapi mitra yaitu kasus kematian Ibu di wilayah Puskesmas Trucuk tiap ahun ada dan cendrung AKI meningkat tajam dan belum maksimalnya pelaksanaan P4K. Strategi penurunan kematian ibu diperlukan adanya pemberdayaan masyarakat melalui Pemantapan P4K yaitu dilakukan upaya peningkatan pengetahuan dan sikap keluarga dan masyarakat, kader kesehatan mengenai pentingnya memahami Pelaksanaan P4K. Berdasarkan analisis situasi dan permasalahan mitra tersebut diatas, kami melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu melalui Pelatihan Kader Kesehatan Kesehatan Ibu dan Anak tentang Pemantapan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) di Wilayah Puskesmas Trucuk Kabupaten Bojonegoro. Pelatihan ini, sasaran Kader Kesehatan di Desa Sumberejo dan Desa Pagerwesi Wilayah Puskesmas Trucuk dilaksanakan selama 3 (tiga) hari bertempat di Balai Desa Sumberejo dengan protokol kesehatan yang ketat, diikuti 40 peserta dengan menggunakan metode ceramah, dan pemberian materi tentang Pemantapan P4K meliputi Persiapan Fisik, Psikis, penolong dan tempat bersalin, pendamping persalinan, dana, transportasi,  calon donor darah, perlengkapan ibu dan bayi.  Hasil kegiatan adalah terbentuknya 40 Kader KIA dengan hasil rata-rata pengetahuan peserta pelatihan sebesar 96 dan 100% peserta pelatihan mempunyai nilai post test sangat baik. Untuk nilai rata-rata keterampilan peserta dalam penyuluhan sangat baik (83,63) dan 95% nilai KIE sangat baik, terbentuk komitmen bersama dari Kepala Puskesmas Trucuk, Kepala Desa Sumberrejo, Kepala Desa Pagerwesi , Bidan Desa Sumberejo, Bidan Desa Pagerwesi, Bidan Koordinator Puskesmas Trucuk dan seluruh peserta pelatihan Pemantapan P4K (100%). Hasil Survey Kepuasan peserta didapatkan 93,80% menyatakan sangat puas. Evaluasi pelaksanaan menilai Kader KIA yang sudah  dilatih membina 1 ibu hamil di lingkungan desa sekitarnya sejumlah 40 Ibu hamil dengan penyuluhan tentang P4K dengan mengunakan leaflet, Pengisian Sticker P4K (Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) dan menempel Sticker P4K di Pintu Depan Rumah Ibu Hamil. Luaran Pengabdian masyarkat adalah tersusunnya Modul tentang Pemantapan P4K, publikasi dan HKI. Kader Kesehatan disarankan memaksimalkan pelaksanaan kelompok Keja P4K sampai tercapai100%, yang harapannya bisa menurunkan AKI. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat,P4K  ABSTRACT In the Trucuk Community Health Center area, cases of maternal death in 2020 were 1 in 510 live births or the Maternal Mortality Rate (MMR) was 196/100,000 KH out of the target of 102/100,000 Trucuk Community Health Center which has a sub-district village area that implements the Childbirth Planning and Complication Prevention Program (P4K ) In 2020 it was 8.33% of the 100% target. Referring to the identified problem analysis points, it was found that there were two main problems faced by partners, namely cases of maternal death in the Trucuk Community Health Center area every year and the tendency for MMR to increase sharply and the implementation of P4K not yet optimal. The strategy to reduce maternal mortality requires community empowerment through strengthening P4K, namely efforts to increase the knowledge and attitudes of families and communities, health cadres regarding the importance of understanding the implementation of P4K. Based on the analysis of the situation and problems of the partners mentioned above, we carried out community service activities in the form of Community Empowerment in Efforts to Reduce Maternal Mortality Rates through Training of Maternal and Child Health Cadres on Strengthening the Childbirth Planning and Complication Prevention (P4K) Program in the Trucuk Community Health Center Area, Bojonegoro Regency. This training, targeting Health Cadres in Sumberejo Village and Pagerwesi Village in the Trucuk Community Health Center area, was carried out for 3 (three) days at the Sumberejo Village Hall with strict health protocols, attended by 40 participants using the lecture method, and providing material on P4K Strengthening including Physical Preparation , Psychics, helpers and birthing places, birth companions, funds, transportation, prospective blood donors, mother and baby equipment. The result of the activity was the formation of 40 KIA cadres with the average knowledge of the training participants being 96 and 100% of the training participants having very good post test scores. For the average value of participants' skills in counseling was very good (83.63) and 95% of the KIE scores were very good, a joint commitment was formed from the Head of the Trucuk Community Health Center, the Head of Sumberrejo Village, the Head of Pagerwesi Village, the Sumberejo Village Midwife, the Pagerwesi Village Midwife, the Coordinating Midwife Trucuk Community Health Center and all P4K Strengthening training participants (100%). The results of the participant satisfaction survey showed that 93.80% were very satisfied. The implementation evaluation assessed that KIA cadres who had been trained to support 1 pregnant mother in the surrounding village area amounted to 40 pregnant women with counseling about P4K by using leaflets, filling out P4K (Delivery Planning and Complication Prevention) Stickers and sticking P4K Stickers on the Front Door of Pregnant Women's Houses. The output of community service is the preparation of a module on strengthening P4K, publications and IPR. Health cadres are advised to maximize the implementation of the P4K Work group until it reaches 100%, which is expected to reduce MMR. Keywords: Community Empowerment, P4K
Pemberdayaan Kader dalam Usaha Penemuan Kasus Malaria melalui Kegiatan MBS (Mass Blood Survey) Sebagai Hasil Implementasi Pelatihan di Desa Lempasing Wilayah Kerja Puskesmas Hanura Ujiani, Sri; Sulistianingsih, Eka; Nuraini, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14784

Abstract

ABSTRAK Desa Lempasing terletak di daerah lahan berawa dan ditumbuhi banyak semak yang memungkinkan untuk tempat berkembangbiaknya vektor malaria. Desa Lempasing merupakan salah satu wilayah kerja Puskesmas Hanura yang berada di Kecamatan Pesawaran. Berdasarkan data dinas Kesehatan provinsi Lampung, pada Desa Lempasing terdapat kasus malaria terbanyak di provinsi Lampung. Untuk itu diperlukan partisipasi sivitas akademik Poltekkes Tanjungkarang, kader dan masyarakat untuk berperan serta serta membantu mengatasi permasalahan malaria melalui upaya promotif, preventif, berupa kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat, salah satunya usaha penemuan (skrining) kasus malaria untuk menekan penularan dalam membantu penanggulangan malaria dengan memberdayakan kader malaria yang terlatih. Selain itu edukasi masyarakat terkait malaria masih harus terus menerus dilakukan. Pada kegiatan pengabdian kepada msyarakat ini telah dilakukan edukasi malaria pada masyarakat desa Lempasing, melakukan penemuan kasus malaria melalui kegiatan Mass Blood Survey (MBS), memberikan obat malaria bagi masyarakat yang positif malaria. Capaian program pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah 77% terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat desa Lempasing tentang malaria, dilaksanakannya kegiatan penemuan kasus (skrining) malaria pada 522 masyarakat desa Lempasing dengan hasil 26 positif malaria, dan pemberian obat pada 26 masyarakat yang mengalami malaria. Target luaran  pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah publikasi kegiatan pengabmas melalui Jurnal Poltekkes Tanjungkarang “Beguai Jejama”. Kata Kunci: Malaria, Kader Malaria, Mass Blood Survey (MBS)            ABSTRACT Lempasing Village is located in a marshy area with abundant bushes, which provide a suitable environment for the breeding of malaria vectors. Lempasing Village is one of the working areas of Hanura Community Health Center located in Pesawaran District. According to data from the Lampung Provincial Health Office, Lempasing Village has the highest number of malaria cases in Lampung Province. Therefore, the participation of academic community of Tanjungkarang Health Polytechnic, cadres, and the community is necessary to assist in addressing the malaria problem through promotive and preventive efforts, such as community service activities, one of which is the effort to detect (screen) malaria cases to reduce transmission in supporting malaria control by empowering trained malaria cadres. In addition, educating the community about malaria must continue to be carried out. In this community service activity, malaria education has been conducted in Lempasing Village, malaria cases have been detected through Mass Blood Survey (MBS) activities, and malaria medication has been provided to positive cases. The achievements of the program in this community service activity are a 77% increase in knowledge among Lempasing Village residents about malaria, the implementation of malaria case detection (screening) activities for 522 residents of Lempasing Village resulting in 26 positive malaria cases, and the provision of medication to 26 individuals with malaria. The output target of this community service activity is the publication of community service activities through the Politeknik Kesehatan Tanjungkarang Journal "Beguai Jejama."  Keywords: Malaria, Malaria Cadres, Mass Blood Survey (MBS)
Pendampingan UMKM Kopi Jahe Arab Martapura melalui Pelatihan Peningkatan Kualitas Produk Muthia, Rahmi; Hidayati, Rahmi; Sayakti, Putri Indah; Wahyuni, Rizka Ayu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15946

Abstract

ABSTRAK  Kopi sebagai salah satu komiditas Perkebunan Indonesia yang memiliki potensi pengembangan masih sangat baik, mengingat konsumsi kopi di Indonesia masih sangat tinggi. Saat ini, pengembangan produk kopi pengaron khas martapura masih belum belum maksimal. Melakukan peningkatan kualitas produk dengan meningkatkan jumlah variasi ukuran produk, dan redesign kemasan yang lebih menarik. Tim Mitra adalah UMKM Kopi Jahe Arab Martapura dengan tahapan yang dilakukan terdiri dari persiapan kegiatan, sosialisasi inovasi produk, redesign kemasan, pendampingan dan evaluasi. Inovasi produk yang dilakukan berkaitan dengan variasi ukuran dan perubahan design kemasan yang lebih modern. Terdapat tiga variasi ukuran yaitu kemasan sachet (10 gram/sachet), ukuran 100 gram dan 250 gram. Hasil evaluasi terkait tingkat pengetahuan yang dilakukan sebelum dan setelah sosialisasi kegiatan mengalami peningkatan untuk kategori baik dari 14,29 % menjadi 71,43 %, kategori cukup dari 42,86 % menjadi 28,57 % dan kategori kurang dari 42,86 % menjadi 0%. Produk yang dihasilkan berupa kopi jahe arab yang ditingkatkan kualitas produknya dan dapat diperjualbelikan dalam skala yang lebih luas.  Kata Kunci: UMKM, Kopi, Pengaron, Martapura, Produk ABSTRACT Coffee is one of Indonesia's plantation commodities which has very good development potential, considering that coffee consumption in Indonesia is still very high. Currently, the development of Martapura specialty Pengaron coffee is still not optimal. Improve product quality by increasing the number of product size variations and redesigning more attractive packaging. The Partner Team is the Martapura Arab Ginger Coffee MSME with the stages carried out consisting of activity preparation, socialization of product innovation, packaging redesign, mentoring and evaluation. The product innovation carried out was related to size variations and changes to a more modern packaging design. There are three size variations, namely sachet packaging (10 grams/sachet), 100 grams and 250 grams. The evaluation results regarding the level of knowledge carried out before and after the socialization of activities increased for the good category from 14.29% to 71.43%, the sufficient category from 42.86% to 28.57% and the less than 42.86% category to 0 %. The product produced is Arabic ginger coffee whose product quality has been improved and can be traded. Keywords: MSMEs, Coffee, Pengaron, Martapura, Products
Laporan Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Hutagalung, Perak Maruli Asi Roha; Silalahi, Roberth Harnat; Silaban, Jojor
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14465

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Dairi merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap bencana tanah longsor. Setelah terjadinya bencana, sebagian besar dari populasi korban yang mengalami bencana akan memiliki respon trauma psikologis normal, sekitar 15-20% korban menderita gangguan mental sedang/ringan yang mengarah pada kondisi Post Traumatic Stress Disorder dan 3- 4% korban akan menderita gangguan mental berat seperti psikosis, depresi berat serta ansietas/kecemasan yang tinggi. Untuk mengatasi atau menghilangkan traumatic dapat dilakukan dengan terapi Emotional Freedom Technique. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan demonstrasi mengenai Emotional Freedom Technique untuk mengatasi atau melepaskan trauma atau pemulihan trauma akibat bencana tanah longsor di Desa SiArung-Arung Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi. Sasaran kegiatan adalah masyarakat (berusia 17 tahun sampai usia 65 tahun) berjumlah 61 orang. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang trauma healing “Emotional Freedom Techniques”. Dari hasil pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan yang signifikan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang terapi EFT sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya pemegang program kesehatan jiwa di Puskesmas Sigalingging untuk melakukan monitoring pengetahuan dan keterampilan masyarakat tersebut. Kegiatan ini hendaknya dapat ditindaklanjuti ke daerah lain yang rawan bencana di wilayah kerja Puskesmas Sigalingging Kata Kunci: EFT, Trauma Healing, Tanah Longsor  ABSTRACT Dairi Regency is one of the areas that is vulnerable to landslides. After a disaster occurs, the majority of the population of victims who experience a disaster will have a normal psychological trauma response, around 15-20% of victims will suffer from moderate/mild mental disorders which lead to Post Traumatic Stress Disorder and 3-4% of victims will suffer from severe mental disorders. such as psychosis, severe depression and high anxiety/anxiety. To overcome or eliminate trauma, Emotional Freedom Technique therapy can be done. This community service is carried out in the form of counseling and demonstrations regarding the Emotional Freedom Technique to overcome or release trauma or recover from trauma caused by landslides in SiArung-Arung Village, Parbuluan District, Dairi Regency. The target of the activity is 61 people (aged 17 years to 65 years). The aim of this Community Service is to increase the community's knowledge and skills regarding trauma healing "Emotional Freedom Techniques". From the results of the community service carried out, it can be concluded that there was a significant increase in the community's knowledge and skills regarding EFT therapy before and after the education was carried out. It is hoped that health workers, especially mental health program holders at the Sigalingging Community Health Center, will monitor the knowledge and skills of the community. This activity should be followed up in other disaster-prone areas in the Sigalingging Community Health Center working area Keywords: EFT, Trauma Healing, Landslides
Pemberdayaan Remaja Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Pernapasan Akibat Perilaku Merokok Yulanda, Nita Arisanti; Ligita, Titan; Rahmawati, Nadia; Syafira, Kania; Maharani, Emalia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15679

Abstract

ABSTRAK Perilaku merokok menjadi masalah kesehatan yang ditemui hampir pada setiap negara di dunia. Perilaku merokok dapat disebabkan dari dalam diri individu maupun faktor lingkungan. Iklan, promosi dan sponsorship tembakau dalam segala bentuk mempengaruhi perilaku merokok remaja. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan sebagai bentuk Upaya promotive dan preventif kepada remaja untuk menumbuhkan niat dan mengarahkan remaja untuk melakukan kegiatan positif agar dapat menghindari perilaku merokok.  Metode yang dilakukan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa ceramah dan diskusi tanya jawab dengan menggunakan video edukasi tentang bahaya merokok. Pelaksanaan kegiatan di SDN 51 Sungai Raya dengan peserta sejumlah 36 siswa. Kegiatan diawali dengan pretest, kemudian pemberian edukasi dan posttest serta diakhiri dengan penandatanganan ikrar untuk tidak berperilaku merokok, peserta juga diberikan poster tentang bahaya merokok. Dari hasil Analisa data pretest dan posttest terjadi peningkatan persentase pengetahuan siswa sebesar 8.4%. Kegiatan edukasi pemberdayaan remaja sebagai upaya pencegahan penyakit pernapasan akibat perilaku merokok mampu meningkatkan pengetahuan siswa dan diharapkan kegiatan edukasi ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar mampu menumbuhkan perilaku kesehatan dikalangan remaja. Kata kunci: Perilaku, Pemberdayaan, Rokok, Remaja.  ABSTRACT Smoking behavior is a health problem that is encountered in almost every country in the world. Smoking behavior can be caused either by an individual or by environmental factors. Advertising, promotion and sponsorship of tobacco in all its forms affects adolescent smoking behavior. The purpose of the activity is to promote and prevent adolescents from smoking. The methods used in public service activities are lectures and question-and-answer discussions using educational videos about the dangers of smoking. Implementation of activities at SDN 51 Sungai Raya with a total of 36 students. The event begins with a pretest, then education and posttest and ends with signing a pledge not to smoke, participants are also given a poster about the dangers of smoking. From the results of the analysis of data pretest and posttest there was an increase in the percentage of knowledge of students by 8.4%. The educational activities empowerment of adolescents as an effort to prevent respiratory diseases due to smoking behavior can improve the knowledge of the students and it is expected this educational activity can be implemented continuously in order to be able to cultivate health behaviour among adolescents.Keywords: Adolescents, Behavior, Empowerment, Smoking

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue