cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Metode Interaktif dalam Edukasi Permasalahan Kesehatan Gigi Pada Anak di SDK Jakarta Barat Elline, Elline; Pratiwi, Deviyanti; Sandra, Ferry; Teguh, Sharren; Nova, Andrian; Fibryanto, Eko
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16873

Abstract

ABSTRAK Anak – anak usia sekolah dasar, yaitu usia 6-10 tahun adalah populasi resiko karies tinggi yaitu mencapai 54%. Hal ini termasuk pada anak usia sekolah di SDK Jakarta Barat. Sekolah ini memiliki jumlah siswa yang banyak dan terdapat fasilitas UKGS (unit kesehatan gigi sekolah). Akan tetapi, dokter gigi berpraktik hanya 1x seminggu untuk anak – anak SD kelas 1. Hal ini  menyebabkan kurangnya tenaga penyuluhan kesehatan gigi terutama dalam upaya mencegah gigi berlubang dan tatalaksana darurat jika terjadi trauma pada anak - anak. Pengabdian kepada mayarakat ini bertujuan mengedukasi anak-anak SDK Di Jakarta Barat dalam mencegah dan mangatasi permasalahan kesehatan gigi sederhana yang sering terjadi di usia mereka dengan metode interaktif. Kegiatan ini diikuti oleh 137 orang murid kelas 1. Edukasi dilakukan dengan metode interaktif, diawali dengan paparan menggunakan media audio visual dan tanya jawab serta permainan.  Keberhasilan metode ini terlihat dari tingkat antusias peserta anak dalam mengikuti rangkaian kegiatan penyuluhan dengan tertib dan dapat diarahkan serta evaluasi pretest dan post test peserta edukasi. Hasil menunjukkan bahwa ada peningkatan secara signifikan pengetahuan anak-anak dengan metode interaktif. Metode interaktif merupakan metode yang efektif dan menyenangkan untuk edukasi kesehatan gigi pada anak usia 6-7 tahun di SDK Jakarta Barat. Kata Kunci: Metode Interaktif, Edukasi, Kesehatan Gigi Anak  ABSTRACT Children aged 6-10 years have a high caries risk, reaching 54%. This includes school-age children at SDK Jakarta Barat, especially grade 1 children. This school has many students, and even though this school has Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS), the dentist practices only once a week for grade 1 elementary school children. This results in insufficient information needs for a large number of students. In this community, there are no external health workers who provide education about dental health, in this case how to prevent cavities and emergency management if trauma occurs in children.  This community service aims to educate elementary school children in West Jakarta on preventing basic dental health problems that often occur. This activity was attended by 137 grade 1 students. Education was conducted using an interactive method, starting with exposure using audio-visual media, questions and answers, and games. Results are seen from educational participants' pretest and posttest evaluation. The results show a significant increase in children's knowledge with this interactive method. The interactive method is an effective and fun method for educating dental health for children aged 6-7 years at SDK West Jakarta. Keywords: Interactive Methods, Education, Children's Dental Health, Aged 6-7 Years
Optimalisasi Iptek melalui Diversifikasi Produk Olahan Berbasis Pisang Uli (Musa Paradisiaca Sapientum) pada Kelompok Wanita Tani Anggrek Banjarbaru Prihandini, Yustin Ari; Fitriah, Rahmayanti; Maulana, Andika Jaya; Radini, Muhammad; M. Hadarani, M. Hadarani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14985

Abstract

ABSTRAK Kelompok Wanita Tani adalah sekumpulan wanita yang dibentuk untuk mempunyai aktivitas dalam bidang pertanian yang tumbuh berdasarkan tujuan yang sama, keinginan yang sama serta mengenal satu sama lain yang bertujuan untuk mampu menambahkan pendapatan keluarga. Diversifikasi produk olahan berbasis pisang uli (Musa Paradisiaca sapientum) merupakan implementasi dari optimalisasi jantung pisang yang bermutu dan bernilai gizi tinggi sehingga dapat memberikan keuntungan dan penghasilan kepada KWT Anggrek Banjarbaru. Metode dilakukan atas dasar untuk mengembangkan dan menjadikan KWT Anggrek Banjarbaru yaitu peningkatan di bidang produksi, manajemen usaha dan bidang pemasaran. Hasil dari kegiatan ini adalah tersedianya produk hasil diversifikasi yaitu keripik jantung pisang uli (Musa Paradisiaca sapientum) hingga terbitnya PIRT. Melalui pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang sudah terlaksana pada ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek, yang disertai dengan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat produk keripik dari hasil olahan pisang uli (Musa Paradisiaca Sapientum) yang dapat memberikan peluang usaha bagi masyarakat dan dijadikan produk unggulan. Kata Kunci: KWT Anggrek, Jantung Pisang, P-IRT  ABSTRACT The Farming Women's Group is a group of women formed to carry out activities in the agricultural sector that grow based on the same goals, the same desires and getting to know each other with the aim of being able to increase family income. Diversification of processed products based on uli banana (Musa Paradisiaca sapientum) is an implementation of optimizing banana blossoms that are of high quality and nutritional value so that they can provide profits and income to KWT Anggrek Banjarbaru. The method is carried out on the basis of developing and making KWT Anggrek Banjarbaru namely improvements in the fields of production, business management and marketing. The result of this activity is the availability of diversified products, namely Uli banana flower chips (Musa Paradisiaca sapientum) until the publication of PIRT. Through community service and empowerment which has been implemented by the women of the Anggrek Women's Farmers Group (KWT), accompanied by knowledge and skills in making chip products from processed banana uli (Musa Paradisiaca Sapientum) which can provide business opportunities for the community and be turned into products superior.  Keywords: KWT Anggrek, Banana Blossom, PIRT
Diseminasi Hasil Penelitian Pengembangan Flashcard Dalam Mengatasi Buta Aksara Pada Kelompok Pra Lanjut Usia di Desa Rajabasa Lama Lampung Timur Rini, Riswanti; Rizqi, Yoga Fernando; Hermawan, Jody Setya; Izzatika, Amrina; Nuryani, Ani; Fatimah, Fita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16823

Abstract

ABSTRAK Pendidikan menjadi kunci utama kemampuan kognitif, seperti halnya kelompok pra lanjut usia atau lansia. Membangun kemampuan kognitif seperti mengenal aksara menjadi dasar dalam membangun komunikasi yang baik. Dalam hal ini, diperlukan suatu rangsangan seperti halnya Flashcard. Media ini menjadi alat alternative untuk merangsang ingatan lansia dengan menebak huruf dan kosakata di dalamnya. Metode yang dilaksanakan meliputi 3 rangkaian. Seperti; penyuluhan, tanya jawab dan pelatihan. Hasil yang diperoleh sebanyak 14 responden mengalami peningkatan setelah dilakukanya penelitian dan 6 responden lainya tidak mengalami peningkatan kemampuan kognitif. Hasil yang dapat disimpulkan dari kegiatan ini adalah: Flashcard menjadi alat alternative membantu para lansia dalam keadaan buta aksara. Kata Kunci: Flashcard, Buta Aksara, Lansia  ABSTRACT Education is the primary key to cognitive skills, as is the case with pre-age or elderly groups. Building cognitive abilities like character recognition is the basis for building good communication. In this case, we need a stimulus like the Flashcard. These media become an alternative tool to stimulate elderly memory by guessing the letters and vocabulary in them. The method applied covers three sets. Like; discernment, questioning and training. The results obtained by 14 respondents improved after the study and the other 6 respondents did not experience any improvement in cognitive abilities. The conclusive outcome of this activity is: Flashcards become an alternative tool to help the elderly in character blindness. Keywords: Flashcard, Character Blind, Lancia
Pemberdayaan Kesehatan Anak Usia Sekolah Pada Kelompok Anak Pesantren di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan Wijayanti, Ru; Sulastriningsih, Kursih; Sagita, Widi; Prihantiningsih, Anggarani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14327

Abstract

ABSTRAK Kesehatan merupakan hak azasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan. Definisi kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Salah satu yang perlu menjadi perhatian semua pihak adalah kelompok anak. Pesantren adalah sebuah komunitas yang warganya berinteraksi selama 24 jam sehari dan cenderung padat. Interaksi antar santri dan pengelola memudahkan penyebaran penyakit. Masalah kesehatan yang sering terjadi di kalangan pondok pesantren diantaranya adalah scabies, ISPA, diare, dan pediculosis kapitis. Pemberdayaan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi seluruh santri dan menciptakan lingkungan yang sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada bulan Juni 2022 yang menyasar pada kelompok santri pondok pesantren di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan yang melalui tiga tahap, diantaranya tahap persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Hasil kegiatan ini adalah para santri antusias mengikuti kegiatan edukasi kesehatan tentang PHBS, asupan gizi yang baik, dan aktif bergerah setiap hari. Setelah kegiatan edukasi kesehatan, para santri secara sukarela melakukan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan pemberdayaan kesehatan di pondok pesantren memiliki potensi untuk mencetak santri-santri yang melek kesehatan dan menjadi agen perubahan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat pada kelompok santri pondok pesantren. Kata Kunci: Santri, PHBS, Penyakit, Anak  ABSTRACT Health is a fundamental human right and one of the elements of well-being that must be realized. The definition of health is a state of well-being, both physically, mentally, spiritually, and socially, allowing everyone to live productively in a social and economic context. One of the groups that needs attention from all parties is the children. Boarding schools are communities where residents interact 24 hours a day and tend to be crowded. Interactions among students and administrators facilitate the spread of diseases. Common health problems in boarding schools include scabies, acute respiratory infections (ISPA), diarrhea, and head lice infestation. This empowerment is carried out with the aim of increasing awareness of clean and healthy living behaviors (PHBS) for all students and creating a healthy environment. This community service activity was conducted in June 2022, targeting groups of students in boarding schools in the Jagakarsa area, South Jakarta, through three stages: preparation, implementation, and reporting. The results of this activity are enthusiastic students participating in health education activities about PHBS, proper nutritional intake, and being physically active every day. After the health education activities, students voluntarily undergo health check-ups. Health empowerment activities in boarding schools have the potential to produce health-literate students who can become agents of change for improving public health in the boarding school student community. Keywords: Students, Clean and Healthy Living Behaviors, Diseases, Children
Sistem Skoring sebagai Upaya Deteksi Dini Hipertensi Nurpratiwi, Nurpratiwi; Hatmalyakin, Debby; Safitri, Dewin; Amaludin, Mimi; Alfikrie, Fauzan; Hidayat, Uti; Akbar, Ali; Arisandi, Defa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.14771

Abstract

ABSTRAK Hipertensi sering disebut sebagai “Silent Killer” karena penderita hipertensi mengeluhkan bahwa awalnya tidak merasakan keluhan atau gejala. Saat ini salah satu cara deteksi dini dilakukan dengan metode system skoring untuk memprediksi penyakit hipertensi. Tujuan dari kegiatan skrining kesehatan dengan menggunakan Early Detection of Hypertension Score (EDH) dan pemeriksaan tekanan darah untuk memprediksi kejadian hipertensi. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan metode pemberian edukasi kesehatan tentang hipertensi, skrining kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah. Berdasarkan usia responden rata-rata 57 tahun dengan paling muda berusia 40 tahun dan usia paling tua 78 tahun. Kemudian tekanan darah sistolok dengan rata-rata 135,9 mmHg dengan tekanan darah sistolik paling rendah 109 mmHh dan paling tinggi 167 mmHg dan untuk tekanan darah diastolic rata-rata 85,56 mmgHg dengan tekanan darah diastolic paling rendah yaitu 60 mmHg dan paling tinggi 100 mmHg. Untuk skor Early Detection of Hypertension responden rata-rata sebesar 7 dengan skor paling tinggi 14 dan paling rendan 0. Berdasarkan karakteristik responden variabel jenis kelamin lebih dominan perempuan yaitu 19 orang (63,33%). Kemudian variabel pendidikan dominan pada SD dan SMP yaitu 33,33%. Variabel hipertensi lebih banyak yang menderita hipertensi yaitu 18 orang (60%). Variabel makanan asin dan gurih mayoritas mengkonsumsi makanan asin dan gurih yaitu sebesar 83,33%. Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat Early Detection of Hypertension score dapat dijadikan instrument untuk mendiagnosis awal kasus hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Skrining, Early Detection of Hypertension Score (EDH Score)  ABSTRACT Hypertension is often referred to as the "Silent Killer" because hypertension sufferers complain that initially they do not feel any complaints or symptoms. Currently, one way of early detection is using a scoring system method to predict hypertension. The aim of health screening activities is to use the Early Detection of Hypertension Score (EDH) and blood pressure checks to predict the incidence of hypertension. This PKM activity is carried out using the method of providing health education about hypertension, health screening and blood pressure checks. Based on the average age of respondents, the average age is 57 years, with the youngest being 40 years old and the oldest being 78 years old. Then systolic blood pressure with an average of 135.9 mmHg with the lowest systolic blood pressure being 109 mmHh and the highest being 167 mmHg and for diastolic blood pressure an average of 85.56 mmgHg with the lowest diastolic blood pressure being 60 mmHg and the highest being 100. mmHg. For the Early Detection of Hypertension score, the average respondent was 7 with the highest score being 14 and the lowest being 0. Based on the characteristics of the respondents, the gender variable was predominantly female, namely 19 people (63.33%). Then the dominant education variable in elementary and middle school is 33.33%. The hypertension variable is that more people suffer from hypertension, namely 18 people (60%). The salty and savory food variable, the majority consumed salty and savory food, namely 83.33%. Based on the results of community service, the Early Detection of Hypertension score can be used as an instrument for early diagnosis of hypertension cases. Keywords: Hypertension, Screening, Early Detection of Hypertension Score (EDH Score)
Pemberdayaan Masyarakat Desa Takuti Kecamatan Mataraman dalam Pemanfaatan Produk Berbasis Minyak Atsiri Rahmiati, Nur; Susiani, Eka Fitri; Nazarudin, Muhammad; Kurniawan, Guntur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14250

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia ada sekitar 40 jenis minyak atsiri yang sudah diproduksi, salah satu diantaranya adalah Sereh. Minyak atsiri sereh dapat dimanfaatkan sebagai wewangian anti nyamuk, dan antibakteri. Namun pemanfaatannya di Desa Takuti masih belum maksimal, dan pengetahuan tentang minyak atsiri perlu dikembangkan, terutama kepada masyarakat Desa Takuti yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar yang mayoritas masyarakatnya adalah petani dan pedagang. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi penyuluhan dan demonstrasi pembuatan minyak atsiri menggunakan alat destilasi sederhana yang dapat masyarakat tersebut buat sendiri dan pembuatan produk berbasis minyak atsiri seperti sabun sereh dan lilin aromaterapi, hal ini dilakukan guna meningkatkan pengetahuan dan pemanfaatan tanaman sereh di Desa Takuti. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap minyak atsiri dan pemanfaatannya. Peningkatan dari pengetahuan masyarakat dapat terjadi karena pengaruh dari pemberian  penyuluhan dan juga leaflet yang telah dibagikan. Kata Kunci: Tanaman Lokal, Minyak Atsiri Sereh, Sabun alami, Lilin Aromaterapi ABSTRACT In Indonesia there are around 40 types of essential oils that are produced, one of which is Lemongrass. Lemongrass essential oil can be used as an anti-mosquito fragrance and antibacterial. However, its use in Takuti Village is still not optimal, and knowledge about essential oils needs to be developed, especially among the people of Takuti Village, which is one of the villages in Mataraman District, Banjar Regency, where the majority of the people are farmers and traders. Therefore, society service activities are carried out including counseling and demonstrations on making essential oils using a simple distillation tool that the community can make themselves and making essential oil-based products such as citronella soap and aromatherapy candles, this is done to increase knowledge and use of citronella plants in Takuti Village. The results of this activity show an increase in public knowledge of essential oils and their uses. An increase in public knowledge can occur due to the influence of providing counseling and also leaflets that have been distributed. Keywords: Local Plants, Lemongrass Oil, Handmade soap, Aromatherapy Candle
Rancangan Tata Letak Rumah Penginapan di Kampung Stamplat dengan Memperhatikan Aspek Ergonomi Yudiantyo, Wawan; Soesilo, Novi; Sarvia, Elty; Halim, Winda; Martin, Martin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15485

Abstract

ABSTRAK Kampung Stamplat yang terletak di Desa Indragiri, Ciwidey, Bandung, Jawa Barat memiliki pesona alam yang luar biasa karena desa tersebut dikelilingi oleh area perkebunan teh, air terjun alami, dan topografi yang beragam. Sajian pesona alam tersebut dapat menjadi salah satu sumber perekonomian masyarakatnya yaitu dalam aspek pariwisata. Pada pengabdian masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan ini, selain dilakukan pembuatan media digital untuk promosi, dilakukan juga pembenahan fasilitas yang dimiliki. Salah satu fasilitas yang wajib dimiliki untuk sebuah tempat agar dapat menjadi destinasi wisata adalah dengan adanya tempat penginapan untuk para wisatawan yang datang. Kondisi saat ini wisatawan yang datang akan menginap di rumah-rumah penduduk yang tentunya akan membuat wisatawan atau penduduk di sekitar merasa kurang nyaman. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diusulkan untuk membangun sebuah rumah penginapan sederhana yang dikhususkan untuk para wisatawan. Rumah penginapan yang diinginkan adalah rumah yang tetap mempertahankan kearifan lokal, seperti berupa rumah panggung, menggunakan material utama kayu, dengan ukuran ruangan 5 x 6 m. Rancangan rumah penginapan tersebut tentunya harus dilengkapi juga dengan rancangan tata letak ruangan yang memperhatikan segi lingkungan fisik dan tata letak yang ergonomis. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan perancangan 4 alternatif tata letak ruangan rumah penginapan dengan berbagai keunggulannya masing-masing. Kata Kunci: Ergonomi, Lingkungan fisik, Rumah penginapan, Tata letak  ABSTRACT Stamplat Village, located in Indragiri Village, Ciwidey, Bandung, West Java, has an extraordinary natural charm because tea plantation areas, natural waterfalls, and diverse topography surround the village. Natural charm can be a source of the people's economy, namely in tourism. In community service that is carried out on an ongoing basis, in addition to making digital media for promotion, facilities are also being improved. One of the facilities that must be owned for a place to become a tourist destination is the existence of lodging places for tourists. The current condition of tourists who come will stay in people's homes, which will make tourists or residents around feel uncomfortable. Based on these problems, building a simple lodging house specifically for tourists is proposed. The desired lodging house is a house that still maintains local wisdom, such as a stage, the material used is wood, and the size available is 5 x 6 m. Of course, the design of the inn house must also be equipped with a room layout plan that considers the physical environment and ergonomic layout. Based on this, it is necessary to design 4 alternative room layouts for the inn with various advantages of each.  Keywords:  Ergonomics, Physical Environment, Lodging house, Layout
Pendidikan Kesehatan Melalui Media Promosi Kesehatan Terhadap Prilaku Hidup Bersih dan Sehat Rizwan, Al Khairul; Zainaro, M. Arifki; Isnainy, Usastiawaty C. A. S.
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15243

Abstract

ABSTRAK Prilaku hidup bersih dan sehat merupakan pijakan utama dalam menjaga kesehatan individu dan masyarakat. Meskipun demikian, kesadaran akan pentingnya prilaku ini seringkali masih rendah di masyarakat, disebabkan oleh kurangnya akses terhadap informasi kesehatan yang akurat dan pemahaman yang kurang tentang konsekuensi prilaku tidak sehat. Untuk mengatasi tantangan ini, pendidikan kesehatan melalui media promosi kesehatan telah terbukti menjadi salah satu pendekatan yang efektif. pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendidikan kesehatan melalui media promosi kesehatan terhadap prilaku hidup bersih dan sehat di Puskesmas serta meningkatkan efektivitas upaya promotif kesehatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dimana rancangan dalam penelitian ini menggunakan survey analitik, dengan teknik Random Sampling dimana penulis membagikan kuesioner pengetahuan tentang PHBS kepada 30 masyarakat yang datang ke Puskesmas, baik sebelum dilakuakan intervensi dan sesudah dilakukan intervensi selama 9 hari, lalu penulis mengukur apakah ada kenaikan yang berarti pengetahuan pasien mengenai PHBS. Setelah dilakuakan pengkajian, pembuatan media promosi kesehatan, pemantauan dan evaluasi didapati hasil berupa kenaikan angka yang berarti, dari 15 responden yang masih memilki pengetahuan yang baik terhadap PHBS menjadi 26 responden yang memiliki pengetahuan baik terhadap PHBS di Puskesmas. Dari hal ini penulis berharap media promosi kesehatan sebagai instrumen utama untuk pendidikan kesehatan ataupun pada upaya promotif harus lebih dioptimalkan, dengan turut mengkaji permasalahan terkini, menginovasi media promosi kesehatan dan memantau serta mengevaluasi kegiatan, agar puskesmas dapat mencapai tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara lebih optimal. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Media Promosi Kesehatan, Puskesmas  ABSTRACT Clean and healthy living behaviors are fundamental in maintaining individual and community health. However, awareness of their importance often remains low due to limited access to accurate health information and inadequate understanding of the consequences of unhealthy habits. Health education through health promotion media has emerged as an effective approach to address these challenges. This study aims to conduct health education on clean and healthy living behaviors at the Community Health Center (Puskesmas) and enhance the effectiveness of health promotion efforts. Utilizing a quantitative research design with an analytical survey approach and Random Sampling techniques, researchers distributed questionnaires assessing knowledge about clean and healthy living behaviors to 30 individuals before and after a 9-day intervention period. Subsequent assessment, media development, monitoring, and evaluation revealed a significant increase from 15 to 26 respondents exhibiting good knowledge of clean and healthy living behaviors at Puskesmas. It is imperative to optimize health promotion media as the primary tool for health education and promotion by addressing contemporary issues, innovating media, and continually monitoring and evaluating activities. This will enable community health centers to more effectively achieve their goal of improving the population's health status. Keywords: Health Education, Health Promotion Media, Community Health Center
Peningkatan Kapasitas Guru dalam Literasi Digital melalui Edukasi Keterampilan Digital dan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran Surjaningrum, Endang Retno; Yudanagara, Bani Bacan Hacantya; Widayat, Iwan Wahyu; Putri, Anggita Aryo; Annisa, Nafika Siti Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16151

Abstract

ABSTRAK      Penggunaan gadget dan internet pada anak usia sekolah atau generasi Z saat ini menunjukkan angka yang tinggi. Tingginya penggunaan gadget dan media sosial mencerminkan transformasi signifikan dalam teknologi informasi dan komunikasi, mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, salah satunya pendidikan. Selain itu, Dalam lingkup pendidikan, kecerdasan buatan/ Artificial Intelligence (AI) telah digunakan oleh tenaga pendidik dan siswa untuk membantu proses pembelajaran. Namun muncul tantangan di era digital yang perlu diperhatikan, seperti cyberbullying dan penggunaan AI yang tidak bijak oleh siswa. Kegiatan edukasi literasi digital diperlukan bagi guru dan praktisi pendidikan yang mendampingi proses belajar siswa di sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membekali guru dan praktisi pendidikan dengan literasi digital, keterampilan digital, dan pemanfaatan AI dalam kegiatan sekolah. Edukasi dilakukan secara daring melalui platform Zoom pada tanggal 4 Mei 2024. Pemaparan berlangsung selama 2 jam 28 menit dan dibagi ke dalam dua sesi dengan dua materi dan narasumber yang berbeda. Sesi pertama membahas tentang pentingnya literasi digital bagi guru dalam konteks pendidikan. sesi kedua membahas tentang penggunaan artificial intelligent (AI) dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta secara signifikan dalam hal literasi digital dan penggunaan AI di konteks pendidikan. Evaluasi 94% peserta merasa kegiatan ini bermanfaat bagi pekerjaan mereka. Kata Kunci: Literasi Digital, Kecerdasan Buatan, Peningkatan Kapasitas Guru  ABSTRACT The use of gadgets and the internet among school-age children or Generation Z currently shows high numbers. The high use of gadgets and social media reflects a significant transformation in information and communication technology, affecting various aspects of human life, one of which is education. Apart from that, in the scope of education, artificial intelligence (AI) has been used by educators and students to assist the learning process. However, challenges arise in the digital era that need to be taken into account, such as cyberbullying and the unwise use of AI by students. Digital literacy educational activities are needed for teachers and educational practitioners who accompany students' learning processes at school. This activity is carried out to equip teachers and education practitioners with digital literacy, digital skills, and the use of AI in school activities. Education was carried out boldly via the Zoom platform on May 4, 2024. The presentation lasted 2 hours 28 minutes and was divided into two sessions with two different materials and sources. The first session discussed the importance of digital literacy for teachers in the educational context. the second session discussed the use of artificial intelligence (AI) in the world of education. This activity can significantly increase participants' knowledge in terms of digital literacy and the use of AI in educational contexts. Evaluation: 94% of participants felt this activity was useful for their work.  Keywords: Digital Literacy, Artificial Intelligence, Teacher Capacity Building
Promosi Kesehatan tentang Pentingnya Menumbuhkan Kesadaran Kesehatan Mental Remaja pada Siswa SMPN 2 Parigi Pangandaran Rosidin, Udin; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14641

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan yang mengalami banyak perubahan serta persoalan. Perubahan tersebut meliputi perubahan fisik, mental, sosial dan emosional. Kemampuan remaja beradaptasi terhadap perubahan tersebut akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental remaja secara keseluruhan. Berdasarkan hasil survei pada remaja SMPN 2 Parigi menunjukan bahwa lebih dari setengahnya siswa mengalami tekanan dan stress. Sumber stres diantaranya dari organisasi, hubungan dengan teman sebaya (bullying verbal), ataupun dalam lingkup keluarga maupun lingkup sekolah. Kondisi tersebut akan berdampak negatif terhadap prestasi belajar siswa. Tujuan kegiatan pengabdian ini diharapkan setelah dilakukan promosi kesehatan siswa SMPN 2 Parigi Pangandaran meningkat pengetahuannya tentang kesehatan mental. Metode promosi kesehatan melalui penyuluhan tentang kesehatan mental. Kegiatan promosi kesehatan diikuti seluruh siswa kelas IX yang berjumlah 85 Siswa, pelaksanaan ini dilakukan pada tanggal 30 dan 31 Oktober 2023. Hasil kegiatan menunjukan rata-rata nilai pretest diperoleh sebesar 67 poin dan rata-rata nilai posttest sebesar 79 poin. Kesimpulannya adalah ada peningkatan pengetahuan siswa sebesar 12 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri dengan kerjasama antara sekolah dan Puskesmas Selasari.  Kerjasama itu diarahkan untuk selalu melaksanakan pembinaan kepada siswa dalam bentuk edukasi dan konsultasi kesehatan sehingga siswa dapat melaksanakan hidup sehat baik kesehatan fisik maupun kesehatan mental. Kata Kunci: Kesehatan Mental, Promosi Kesehatan, Remaja  ABSTRACT Adolescence is a developmental phase that experiences many changes and problems. These changes include physical, mental, social and emotional changes. The ability of teenagers to adapt to these changes will greatly influence the overall mental health of teenagers. Based on survey results among teenagers at SMPN 2 Parigi, it shows that more than half of the students experience pressure and stress. Sources of stress include organizations, relationships with peers (verbal bullying), or within the family or school. This condition will have a negative impact on student learning achievement. The aim of this service activity is that after health promotion is carried out, students at SMPN 2 Parigi Pangandaran will increase their knowledge about mental health. Health promotion methods through education about mental health. The health promotion activity was attended by all 85 class IX students, this implementation was carried out on 30 and 31 October 2023. The results of the activity showed that the average pretest score was 67 points and the average posttest score was 79 points. The conclusion is that there is an increase in student knowledge by 12 points. It is hoped that the activities that have been carried out can be sustainable independently with collaboration between the school and the Siswari Health Center. This collaboration is directed at always providing guidance to students in the form of education and health consultations so that students can live healthy lives, both physical health and mental health. Keywords: Mental Health, Health Promotion, Adolescents

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue