cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Optimalisasi Kemandirian Mencuci Tangan dalam Upaya Perawatan Jangka Panjang Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Sriasih, Ni Kadek; Wulandari D, Anak Agung Istri; Rahyanti, Ni Made Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14859

Abstract

ABSTRAK Anak disabilitas atau anak berkebutuhan khusus memiliki kondisi yang berbeda dengan anak pada umumnya, dimana dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya secara signifikan mengalami kelainan fisik, mental-intelektual, sosial dan emosional dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya. Kondisi khsusus tersebut menyebabkan keluarga harus mampu memberikan perawatan jangka panjang agar anak tetap dapat mempertahankan tingkat fungsionalnya serta dapat mempertahankan kemampuannya sesuai hak-hak dasar dan martabat kemanusiaanya. Salah satu yang harus dibantu adalah mempertahankan kemandirian anak disabilitas dalam memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, seperti menjaga kebersihan tangan agar anak dapat terhindar dari berbagai macam penyakit. Namun, anak berkebutuhan khusus tidak semuanya mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti menjaga kebersihan tangan. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus dalam meningkatkan kemampuan dan kemandirian melakukan cuci tangan yang benar. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan pre dan post kemampuan anak dalam mencuci tangan yang benar, penyuluhan kesehatan, demonstrasi cuci tangan dan pendampingan langsung praktik cuci tangan. Berdasarkan hasil analisa data ditemukan adanya peningkatan kemampuan kemandirian anak mencuci tangan. Sebelum diberikan intervensi hanya 5 anak dari 19 orang yang bisa mencuci tangan mandiri dengan cara yang benar dan setelah diberikan intervensi meningkat menjadi 8 orang anak mampu mencuci tangan sendiri dengan langkah yang tepat. Bedasarkan hal tersebut, kegiatan pendidikan kesehatan dan pendampingan anak berkebutuhan khusus diperlukan untuk meningkatkan kemandirian anak dalam menjaga kebersihan tangan khususnya di sekolah luar biasa (SLB). Kata Kunci: Kemandirian, Anak Berkebutuhan Khusus, Mencuci Tangan  ABSTRACT Children with disabilities or children with special needs have different conditions from children in general, where in the process of growth or development they experience significant physical, mental-intellectual, social and emotional abnormalities compared to other children their age. These special conditions mean that families must be able to provide long-term care so that children can maintain their functional level and maintain their abilities in accordance with their basic rights and human dignity. One thing that must be helped is maintaining the independence of children with disabilities in meeting their basic life needs, such as keeping their hands clean so that children can avoid various diseases. However, not all children with special needs are independent in carrying out daily activities such as keeping their hands clean. This Community Service aims to help children with special needs improve their ability and independence to wash their hands properly. This activity is carried out by pre- and post-testing children's ability to wash their hands properly, health education, hand-washing demonstrations and direct assistance in hand-washing practices. Based on the results of data analysis, it was found that there was an increase in children's independent ability to wash their hands. Before being given the intervention, only 5 children out of 19 were able to wash their hands independently in the correct way and after being given the intervention this increased to 8 children who were able to wash their own hands using the correct steps. Based on this, health education activities and assistance for children with special needs are needed to increase children's independence in maintaining hand hygiene, especially in special schools. Keywords: Ability, Children with Special Needs, Washing Hands
Optimalisasi Peran Ibu melalui Pijat Bayi di Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar Sukamto, Ika Sumiyarsi; Nugraheni, Angesti; Argaheni, Niken Bayu; Kusmawati, Iffah Indri; Putri, Noviyati Rahardjo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16096

Abstract

ABSTRAK Seribu hari (1000) hari kehidupan pertama merupakan waktu penting bagi anak karena pada rentang waktu ini pertumbuhan dan perkembangan terjadi secara signifikan. Apabila tidak mendapatkan stimulasi dan gizi yang cukup maka akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi. Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi dapat terjadi apabila kebutuhan fisik, psikologis, dan stimulasi bayi tidak terpenuhi dengan baik. Pijat bayi merupakan salah satu metode yang mampu memenuhi kebutuhan psikologi dan stimulasi bayi dan anak. Mengetahui adanya perbedaan pengetahuan ibu bayi sebelum dan setelah pelatihan pijat bayi.  Untuk mengukur pengetahuan ibu menggunakan kuesioner sebelum dan sesudan pelatihan. Uji statistik yang digunakan adalah Paired T-test. Pelatihan pijat bayi menggunakan metode simulasi. Terdapat perbedaan antara pengetahuan ibu sebelum dan sesudah pelatihan pijat bayi. Pelatihan pijat bayi efektif meningkatkan pengetahuan ibu seputar pijat bayi. Kata Kunci: Ibu, Peran, Pijat Bayi  ABSTRACT The first thousand days (1000) of life is an important period for children because significant growth and development occurs during this period. Lack of stimulation and inadequate nutrition will impact on the growth and development of the baby. Delays in growth and development can occur if the baby's physical, psychological and stimulation needs are not met properly. Baby massage is a method that can meet the psychological and stimulation needs of babies and children. To determine the difference in mothers' knowledge before and after baby massage training. Measuring mother's knowledge using a questionnaire before and after training. Data analysis techniques using statistical tests paired T test. Baby massage training using simulation methods. There were differences in mothers' knowledge before and after baby massage training. Baby massage training is effective in increasing mothers' knowledge about baby massage. Keywords: Mother’s Role, Baby Massage, Knowledge
Program Edukasi dan Praktik Pemanfaatan Ubi Jalar Ungu untuk Meningkatkan Produksi ASI di Pustu Golo Dukal Dansis, Angela Dwisari; Herlinda, Anastasia; Surya, Maria; Adur, Yopiana; Efrin, Patrisiana; Bebhe, Maria
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15418

Abstract

ABSTRAK Menyusui adalah proses yang alamiah bagi setiap ibu setelah melahirkan. Proses ini dapat berjalan tidak normal apabila terdapat kendala-kendala        diantaranya adalah masalah produksi ASI. Masalah produksi ASI akan berdampak pada proses menyusui dan target pemberisan ASI secara eksklusif. Tujuan kegiatan  ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang peningkatanproduksi ASI dengan memanfaatkan makanan sekitar yaitu ubi jalar ungu. Metode yang di gunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi dan praktik pemanfaatan ubi jalar ungu. Hasil: Hasil pre test dari 21 ibu menyusui, 7 orang ibu yang memiliki pengetahuan yang cukup tentang bagaimana cara meningkatkan produksi ASI yang baik, sedangkan 14 orang ibu memilki pengetahuan yang kurang. Setelah di berikan  didapatkan bahwa dari 21 ibu menyusui, 16 orang ibu memilki pengetahuan yang baik dan 5 orang yang memiliki pengetahuan yang cukup. Setelah dilakukan pratik pembuatan ubi ungu secara bersama-sama, kemudian ibu menyusui dapat mempraktikkan kembali cara pembuatan dengan baik. Harapannya  ibu-ibu menyusui dapat melakukan praktik pengolahan makanan sekitar di rumah salah satunya ubi jalar ungu untuk meningkatkan produksi ASI. Kata Kunci: Edukasi, Produksi ASI, Ubi Jalar Ungu  ABSTRACT Breastfeeding is a natural process for every mother after giving birth. This process can be abnormal if there are obstacles, including breast milk production problems. Problems with breast milk production will affect the breastfeeding process and the target of exclusive breastfeeding.  The purpose of this study was to increase the knowledge of mothers about increasing breast milk production by utilizing surrounding foods, namely purple sweet potatoes. The method used in this activity is education and practice of utilizing purple sweet potato. Results: The pre-test results of 21 breastfeeding mothers, 7 mothers who have sufficient knowledge about how to increase good breast milk production, while 14 mothers have insufficient knowledge. After being given, it was found that out of 21 breastfeeding mothers, 16 mothers had good knowledge and 5 mothers had sufficient knowledge. After making purple sweet potato together, breastfeeding mothers can practice how to make it well again. It is hoped that breastfeeding mothers can practice food processing around at home, one of which is purple sweet potato to increase breast milk production. Keywords: Education, Breast Milk Production, Purple Sweet Potato
Edukasi Postur Kerja Secara Ergonomi untuk Meredakan Keluhan Nyeri Gangguan Muskuloskeletal (MSDS) pada Pekerja Batik Tulis Entianopa, Entianopa; Marisdayana, Rara; Octavia, Dian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.17424

Abstract

ABSTRAK Pekerja batik tulis menghadapi tantangan fisik yang signifikan akibat postur kerja yang tidak ergonomis, yang dapat menyebabkan gangguan muskuloskeletal (MSDs) seperti nyeri pada punggung, leher, dan bahu. Program Edukasi Postur Kerja secara Ergonomi untuk pekerja batik tulis bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada pekerja agar mereka dapat menerapkan postur kerja yang benar, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan. Hasil dari pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan pekerja tentang postur kerja ergonomis. Pelatihan ergonomi yang diberikan terbukti efektif dalam mengurangi prevalensi MSDs di kalangan pekerja batik, dengan penurunan keluhan nyeri yang signifikan setelah penerapan teknik yang diajarkan. Kata Kunci: Ergonomi, Batik Tulis, Pengetahuan, Muskuloskeletal  ABSTRACT Batik workers endure significant physical challenges due to unergonomic working postures, which can cause musculoskeletal disorders (MSDs) such as back, neck and shoulder pain. The Ergonomics Work Posture Education Program for batik workers aims to provide understanding and skills to workers so that they can apply correct work postures, as well as create a safer and more comfortable work environment. The method used in this community service is counseling. The results of the training showed a significant increase in workers' knowledge of ergonomic work postures. The ergonomics training provided was proven to be effective in reducing the prevalence of MSDs among batik workers, with a significant reduction in pain complaints after implementing the techniques taught. Keywords: Ergonomics, Batik, Knowledge, Musculoskeletal
Program Edukasi Ekstrikasi dan Transportasi Korban untuk Anggota Palang Merah Remaja dengan SMA Negeri 1 Pontianak Fauzan, Suhaimi; Novikadarti, Gabby; Pramana, Yoga; Maulana, M. Ali; Herdaningsih, Sulastri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.13094

Abstract

ABSTRAK Ekstrikasi merupakan konsep penyelamatan darurat, sementara transportasi merupakan proses untuk memindahkan korban dari tempat darurat ke tempat yang aman ada atau tidak disertai menggunakan alat. Pertolongan pertama di sekolah seringkali diberikan oleh anggota Palang Merah Remaja (PMR). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi melalui pelatihan tentang cara ekstrikasi dan transportasi, sehingga, diharapkan mempunyai bekal untuk dapat menerapkan pada situasi-situasi kegawatdaruratan. Program Pegabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi kelompok. Hasil tingkat pengetahuan diukur sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. rataßrata tingkat pengetahuan peserta sebelum dilakukan tindakan sebesar 77,5, sementara setelah dilakukan edukasi, tingkat pengetahuan peserta menjadi 87,5. Hasil y score uji wilcoxon menunjukkan -2,409. Program ini menunjukkan ada pengaruh signifikan pemberian edikasi kesehatan tentang ekstrikasi dan transportasi korban pada peserta PMR di SMA Negeri Pontianak. Kata Kunci: Ekstrikasi, PMR, Siswa, Transportasi ABSTRACT Extrication is an emergency rescue concept, while transportation is the process of moving victims from an emergency place to a safe place, whether or not accompanied by the use of tools. First aid at school is often provided by members of the Youth Red Cross (PMR). This community service activity aims to provide education through training on extraction and transportation methods, so that it is hoped that they will have the skills to be able to apply it to emergency situations. The Community Service Program (PKM) is carried out using lecture and group demonstration methods. The results of the level of knowledge were measured before and after being given health education. The average level of knowledge of participants before the action was carried out was 77.5, while after the education was carried out, the level of knowledge of participants was 87.5. The Wilcoxon test y score results show -2.409. This program shows that there is a significant effect of providing health education regarding extrication and transportation of victims to PMR participants at Pontianak State High School. Keywords: Extrication, PMR, Student, Transportation
Pentingnya Literasi Keuangan Pada Generasi Z (Studi Pada Siswa SMA dan SMK di Kota Bandung) Susanti, Neneng; Mukhlis, Tanti Irawati; Aji, Muhammad Bayu; Hasan, Oliver; Yanida, Pebri; Widajatun, Vincentia Wahju
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.14542

Abstract

ABSTRAK Pada era digitalisasi ekonomi semua kebutuhan dapat dengan cepat dan mudah dijangkau. Kenyamanan, kemudahkan akses dan kecepatan sudah memanjakan dalam prosesnya. Dengan adanya teknologi ini sangat membantu manusia dalam mencukupi kebutuhannya. Tentunya arus yang besar ini akan memberi dampak positif dan negatif kepada semua kalangan, khususnya kalangan generasi Z dan milenial. Literasi keuangan menjadi isu utama dan menjadi salah satu  kebijakan yang secara terus menerus dilakukan oleh pemerintah. Financial Fitness Index OCBC NISP merupakan hasil studi kolaboratif antara OCBC NISP dan NielsenIQ mengkaji sikap dan perilaku pengelolaan keuangan serta cara meningkatkannya  untuk menggambarkan kesehatan keuangan generasi muda Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh Gen Z dan Milenial, menurut hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) 2020. Penduduk yang lahir antara tahun 1997 dan 2012 dikenal sebagai Generasi Z. Jumlah penduduk Gen Z mencapai 75,49 juta jiwa atau 27,94 persen dari total populasi 270,2 juta jiwa (Dukcapil: Jumlah Penduduk Indonesia Sebanyak 275,36 Juta Pada Juni 2022, n.d.). Generasi Z memiliki karakteristik fasih teknologi, berinteraksi dengan sosial media, ekspresif yang cenderung toleran dan multitasking. Dengan perkembangan teknologi yang ada disertai dengan karakteristik generasi Z, sangat memungkinkan untuk memiliki sikap konsumerisme pada generasi Z dan adanya kebutuhan terhadap literasi keuangan. Generasi Z yang memiliki pengetahuan akan pengelolaan keuangan seperti menabung, tidak selalu pasti memiliki perilaku menabung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan dewasa muda masih sangat rendah meskipun mereka tergolong financially active—terbukti dari kepemilikan kartu kredit. Tingkat literasi keuangan akan meningkat seiring dengan meningkatnya pendidikan. Tingkat literasi keuangan yang rendah, menunjukan bahwa pengetahuan generasi milenial akan tabungan dan pinjaman, asuransi dan investasi masih rendah. Kata Kunci:  Financial Literacy, Personal Finance, Financial Technology  ABSTRACT  In the era of economic digitalization, all needs can be reached quickly and easily. Convenience, ease of access and speed have spoiled the process. With this technology, it greatly helps humans in meeting their needs. Of course, this large flow will have positive and negative impacts on all groups, especially generation Z and millennials. Financial literacy is a major issue and is one of the policies that is continuously implemented by the government. The OCBC NISP Financial Fitness Index is the result of a collaborative study between OCBC NISP and NielsenIQ examining attitudes and behaviors in financial management and how to improve them to describe the financial health of Indonesia's young generation. The current population of Indonesia is dominated by Gen Z and Millennials, according to the results of the 2020 Central Statistics Agency (BPS) census. The population born between 1997 and 2012 is known as Generation Z. The population of Gen Z reached 75.49 million people or 27.94 percent of the total population of 270.2 million people (Dukcapil: The Population of Indonesia is 275.36 Million in June 2022, n.d.). Generation Z has the characteristics of being fluent in technology, interacting with social media, expressive who tend to be tolerant and multitasking. With the development of existing technology accompanied by the characteristics of generation Z, it is very possible to have a consumerist attitude in generation Z and the need for financial literacy. Generation Z who have knowledge of financial management such as saving, do not always have saving behavior. The results of the study show that the level of financial literacy of young adults is still very low even though they are classified as financially active—as evidenced by the ownership of credit cards. The level of financial literacy will increase along with increasing education. The low level of financial literacy shows that the knowledge of the millennial generation about savings and loans, insurance and investment is still low.  Keywords: Financial Literacy, Personal Finance, Financial Technology
Penguatan Keterampilan Pengelolaan Wihara bagi Pengurus Wihara-Wihara di Kabupaten Lampung Timur Kunarso, Kunarso; Subekti, Puja; Sapardi, Sapardi; Putra, Edi Ramawijaya; Heriyanto, Heriyanto; Suwarni, Iin; Dharma, Andhika Mustika; Widiyono, Eling
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14672

Abstract

ABSTRAK Keterampilan pengelolaan wihara merupakan hal yang perlu terus dilakukan bagi pengurus ataupun calon pengurus. Hal ini dikarenakan pengurus merupakan garda terdepan dalam menciptakan eksistensi sebuah organisasi. Selain itu wihara sebagai tempat ibadah juga dituntut untuk terus berkembang guna membantu masyarakat tidak hanya dalam bidang agama namun juga dibidang-bidang lainnya seperti ekonomi, sosial, ataupun kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait keterampilan pengelolaan wihara yang diharapkan akan menunjang tercapainya visi, misi, serta tujuan organisasi. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode penyuluhan yang terbagi menjadi beberapa tahap yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Wihara Buddha Dipa dengan peserta berjumlah 30 orang yang merupakan pengurus wihara di Kabupaten Lampung Timur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman berkaitan dengan pemahaman sebesar 87,5%. Secara keseluruhan kegiatan berlangsung dengan lancar meskipun terdapat beberapa kendala yang bersumber dari aspek internal ataupun eksternal akan tetapi dapat teratasi dengan baik. Kata Kunci: Keterampilan, Manajemen, Pengelolaan, Wihara  ABSTRACT Temple management skills are something that needs to be done continuously for administrators or prospective administrators. This is because the board is the front line in creating the existence of an organization. In addition, the temple as a place of worship is also required to continue to grow to help the community not only in the field of religion but also in other fields such as economic, social, or health. This Community Service activity aims to increase understanding of temple management skills that are expected to support the achievement of the organization's vision, mission, and goals. This activity is carried out using counseling methods which are divided into several stages, namely preparation, implementation, and evaluation. This activity was carried out at Dipa Temple with 30 participants who were temple administrators in East Lampung Regency. The results of the activity showed that participants experienced an increase in understanding related to understanding by 87.5%. Overall, the activity ran smoothly even though there were several obstacles originating from internal or external aspects, but it could be overcome properly. Keywords: Skills, Management, Management, Temple
Penerapan Psikoedukasi dalam Penanganan Stress Akademik pada Siswa Kelas XI MAN I Bekasi Marlina, Lina; Kartika, Iin Ira; Andini, Rizky Fitri; Sulistiawati, Sulistiawati; Hasanah, Samsiah Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15788

Abstract

ABSTRAK Stres akademik dapat menimbulkan dampak pada pikiran, perilaku dan emosi. Dampak pada pikiran akan menyebabkan sulit berkonsentrasi, ketegangan yang berkembang dapat menimbukan stres dan dapat mengacaukan pikiran saat melakukan aktivitas Dari laporan beberapa siswa pada guru BK ada beberapa siswa yang mengalami masalah dalam akademik karena merasa terlalu banyak tugas yang harus diselesaikan.Untuk mengantisipasi terjadinya stress akademik tersebut diperlukan solusi yang tepat sehingga siswa dapat menjalankan proses belajar mengajar dengan baik dan siap untuk menghadapi Ujian Nasional tahun 2024 mendatang dengan kesiapan mental yang baik.Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang penanganan stress akademik melalui psikoedukasi. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan pada 26 April  2024, yang dilaksanakan di  MAN I Kab. Bekasi. Kegiatan diikuti oleh 30 siswa kls XI yang merupakan perwakilan kelas dan 1 orang guru. Kegiatan dimulai dengan mengadakan pretes dilanjutkan dengan pemberian materi tentang stress akademik dan cara penanganannya. Hasil: adanya peningkatan pengetahuan tentang konsep stress akademik dan cara penanganannya. Siswa merasa materi psiko edukasi sangat membantu untuk mengatasi masalah akademik yang mereka hadapi, adanya peningkatan jam tidur yaitu 7 jam sebanyak 44% responden dan peningakatan kualitas tidur sebanyak 72%. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema psikoedukasi dapat dilaksanakan secara kontinyu kepada siswa MAN I Bekasi untuk kelas XII yang resiko untuk mengalami stress akademik lebih besar lagi karena akan menghadapi ujian nasional Kata Kunci: Psikoedukasi, Remaja, Stress Akademik  ABSTRACT Academic stress can have an impact on thoughts, behavior and emotions. The impact on the mind will cause difficulty concentrating, the tension that develops can cause stress and can confuse the mind when carrying out activities. From reports from several students to the guidance and counseling teacher, there are several students who experience problems academically because they feel there are too many assignments that must be completed. To anticipate the occurrence of academic stress The right solution is needed so that students can carry out the teaching and learning process well and be ready to face the upcoming 2024 National Examination with good mental readiness. This activity aims to increase students' knowledge about handling academic stress through psychoeducation. This community service activity will be carried out on April 26 2024, at MAN I Kab. Bekasi. The activity was attended by 30 class XI students who were class representatives and 1 teacher. The activity began by holding a pre-test followed by providing material about academic stress and how to handle it. The result of the activity is an increase in knowledge about the concept of academic stress and how to handle it. Students felt that psycho-educational material was very helpful in overcoming the academic problems they faced, there was an increase in hours of sleep, namely 7 hours, by 44% of respondents and an increase in sleep quality by 72%. Community service activities with a psychoeducational theme can be carried out continuously for MAN I Bekasi students for class XII who are at risk of experiencing greater academic stress because they will be facing national exams. Keywords: Psychoeducation, Teenagers, Academic Stress
Edukasi Kesehatan dan Pengukuran Status Gizi di Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) Bandar Lampung Aryastuti, Nurul; Sary, Lolita; Pangaribuan, Betseba Natalia; Suti, Shalsabilla; Aryani, Farida; Nabila, Nia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14418

Abstract

ABSTRAK Masalah gizi adalah masalah yang kompleks yang dapat terjadi pada semua siklus kehidupan, mulai awal kehidupan dalam kandungan, balita, remaja, wanita usia subur hingga lanjut usia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui karakteristik usia, tinggi badan, berat badan dan status gizi wanita LPP di Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) Bandar Lampung. Pada kegiatan ini menggunakan desain cross sectional. Berpopulasi 253 wanita LPP Bandar Lampung, dengan sampel 149 wanita LPP yang diambil menggunakan Teknik Non-Probability Samping yaitu Purposive sampling, pengambilan data dilakukan secara primer, dengan mencari masalah di LPP lalu diprioritaskan menggunakan fishbone dan dilakukan analisis data univariat pada kegiatan ini. Distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan status gizi yaitu yang tergolong gizi kurang sebanyak 44 responden (30%), tergolong gizi baik sebanyak 24 responden (16%), dan tergolong gizi lebih sebanyak 81 responden (54%). Kata Kunci: Status Gizi, IMT, Wanita LPP  ABSTRACT Nutritional problems are complex problems that can occur in all life cycles, from early life in the womb, toddlers, teenagers, women of childbearing age to the elderly. The aim of this activity is to determine the characteristics of age, height, weight and nutritional status of LPP women at the Bandar Lampung Women's Empowerment Institute (LPP). This activity uses a cross sectional design. With a population of 253 LPP women in Bandar Lampung, with a sample of 149 LPP women taken using the Non-Side Probability Technique, namely Purposive sampling, data collection was carried out primarily, by looking for problems in the LPP then prioritizing using fishbone and univariate data analysis was carried out in this activity. Frequency distribution of respondents' characteristics based on nutritional status, namely those classified as undernourished were 44 respondents (30%), classified as well nourished as many as 24 respondents (16%), and classified as overnourished as many as 81 respondents (54%). Keywords: Nutritional Status, BMI, LPP Women 
Pendampingan Pemenuhan ASI Eksklusif pada Bayi dan Modifikasi Pengolahan Bahan Makanan oleh Ibu Untuk Pencegahan Stunting pada Balita di Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung Mardhiyah, Ai; Eriyani, Theresia; Rakhmawati, Windy; Rukmasari, Ema Arum; Fitria, Nita; Hendrawati, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15588

Abstract

ABSTRAK Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, tetapi juga memerlukan pendekatan multisektoral, termasuk perbaikan gizi, sanitasi, kebersihan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan. ASI eksklusif memiliki manfaat kesehatan jangka panjang untuk ibu dan anak, termasuk mengurangi risiko kelebihan berat badan dan obesitas pada anak. Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) menjadi penting ketika ASI tidak lagi cukup. Prinsip-prinsip seperti ketepatan waktu, keadekuatan, keamanan, dan pemberian makanan yang benar harus diikuti. Kampanye kesehatan dapat berperan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik-praktik ini untuk mencegah stunting. Tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita mengenai pemenuhan ASI eksklusif dan pengolahan bahan makanan pendamping ASI. Penelitian ini menggunakann metode sosialisasi serta pemberian booklet kepada audiens berisikan materi tentang pengetahuan pemenuhan gizi ASI eksklusif pada ibu. Sebagian besar peserta telah memahami materi yang diberikan oleh kelompok. Perlu adanya kegiatan yang berfokus pada terhadap pengolahan bahan makanan dan memanfaatkan bahan yang ada menjadi makanan dengan nilai gizi yang tinggi. Kata Kunci: Stunting, MP-ASI, ASI Eksklusif  ABSTRACT Stunting prevention can be done with exclusive breastfeeding during the first six months of life, but also requires a multisectoral approach, including nutrition improvement, sanitation, hygiene, health, and poverty alleviation. Exclusive breastfeeding has long-term health benefits for mothers and children, including reducing the risk of overweight and obesity in the child. Breastfeeding (MPASI) becomes essential when milk is no longer enough. Principles such as timeliness, adequacy, security, and proper feeding must be followed. Health campaigns can play a role in raising awareness of the importance of these practices in preventing stunting. Increase public awareness especially of mothers who have news about exclusive breastfeeding and processing of breast-feeding ingredients. The study uses methods of socialization as well as giving a booklet to the audience containing material on the knowledge of maternal exclusive breastfeeding. Most of the participants have understood the material given by the group. There needs to be activities that focus on the processing of food materials and the utilization of existing materials into foods with high nutritional value. Keywords : Stunting, MP-ASI, Exclusive Breastfeeding

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue