cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Manajemen Haus Pada Pasien Chronic Kidney Disease (Ckd) Menggunakan Teknik Sipping Ice Pebrianti, Sandra; Shalahuddin, Iwan; Eriyani, Theresia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14834

Abstract

ABSTRAK Pembatasan konsumsi cairan pada pasien CKD mengakibatkan peningkatan frekuensi rasa haus bagi penderitanya. Diperlukan intervensi yang dapat menurunkan frekuensi rasa haus. Pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan atau keluarga pasien yang menderita CKD di Ruang Agate Bawah RSUD dr.Slamet Garut terkait manajemen rasa haus dengan teknik sipping ice sehingga frekuensi haus berkurang. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan bantuan media poster yang dibagikan kepada masing-masing peserta. Tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan diukur melalui nilai pre-test dan post-test yang dikategorikan baik, cukup baik, dan kurang baik. Dari hasil pendidikan kesehatan, dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan semua peserta meningkat (100%) secara signifikan. Oleh karena itu, kegiatan pendidikan kesehatan terkait intervensi yang efektif dan mudah diaplikasikan memang diperlukan sehingga pasien dan keluarga dapat menerapkannya juga secara mandiri bahkan ketika sedang tidak berada di fasilitas pelayanan kesehatan. Kesimpulan evaluasi edukasi menunjukkan hasil yang baik terkait peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai manajemen rasa haus dengan menggunakan teknik mengulum es batu (sipping ice cube). Diharapkan setelah dilakukannya pendidikan kesehatan ini keluarga dan pasien dapat menerapkan pengetahuan baru yang mereka terima. Kata Kunci: Manajemen Haus, CKD, Sipping Ice, Pasien  ABSTRACT Restriction of fluid consumption in CKD patients results in an increase in the frequency of thirst for sufferers. Interventions are needed that can reduce the frequency of thirst. This health education aims to increase the knowledge of patients and / or families of patients suffering from CKD in the Lower Agate Room of RSUD dr. Slamet Garut related to thirst management with sipping ice techniques so that the frequency of thirst is reduced. The method used is a lecture with the help of poster media that is distributed to each participant. The level of knowledge of participants before and after the activity was measured through pre-test and post-test scores which were categorized as good, quite good, and less good. From the results of health education, it can be seen that the level of knowledge of all participants increased (100%) significantly. Therefore, health education activities related to effective and easy-to-apply interventions are needed so that patients and families can implement them independently even when they are not in health care facilities. The conclusion of the educational evaluation showed good results related to increasing participants' knowledge after being given health education about thirst management using ice cube tapping techniques. It is hoped that after this health education, families and patients can apply the new knowledge they receive.      Keywords: Thirst Management, CKD, Sipping Ice, Patients
Pengembangan Potensi Ekstrak Buah Pandan Laut (Pandanus Tectorius) sebagai Wilayah Healthcare Tourism pada Hutan Mangrove Desa Sei Nagalawan Girsang, Bina Melvia; Nasution, Lisda Rimayani; Ginting, Kristiawan Hadinata; Elfira, Eqlima; Hia, Sonia Rospita; Nasution, Della Amelia; Nasution, Novri Rahmadani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15950

Abstract

ABSTRAK Jumlah Perempuan di desa Nagalawan 1.271 dengan sex ratio 101,5. Persentase jumlah pasangan usia subur di Desa Nagalawan. Penduduk desa Nagalawan dengan jumlah penduduk 2.561 berjenis kelamin perempuan 1.271 merupakan potensi yang seharusnya diberdayakan, Penerapan sistem ekowisata di ekosistem mangrove ini merupakan suatu pendekatan dalam pemanfaatan ekosistem tersebut secara lestari. Kegiatan ekowisata adalah alternatif vang efektif untuk menanggulangi permasalahan lingkungan di ekosistem ini seperti tingkat eksploitasi yang berlebihan oleh masyarakat dengan menciptakan alternatif ekonomi bagi masyarakat (Muhaerin, 2008). Wisata yang dilakukan dalam konteks ini memiliki bagian yang tidak terpisahkan dengan upaya upaya konservasi, pemberdayaan ekonomi lokal dan saling menghargai perbedaan kultur atau budaya. Pergeseran konsep kepariwisataan dunia ke model ekowisata, disebabkan karena kejenuhan wisatawan untuk mengunjungi obyek wisata buatan. Selain menjadi tempat wisata karena keindahan pantai mangrove nya ternyata desa Sei Nagalawan juga memiliki kekayaan alam berupa tumbuhan liar yang tumbuh di pesisir pantai yaitu pandan laut (Pandanus Tectorius). Tanaman ini merupalam tanaman yang ada di kawasan mangrove dengan karakteristik buahnya yang menarik karena warna nya mencolok seperti buah nanas, dan ternyata bukan hanya sekedar warna yang menarik tetapi kandungan – kandungan yang ada pada buah pandan laut ini antara lain fenolik total dan konstituen kimia yang tinggi (fenolik, flavonoid, steroid, triterpenoid, saponin dan glikosida) memiliki potensi sebagai antibakteri. Wisata mangrove di desa Nagalawan memiliki potensi pengembangan bukan saja sebagai agrowisata juga dapat dikembangkan menjadi healthcare tourism dengan memberdaya kelompok Perempuan, koperasi dan pemerintah setempat dalam mengolah potensi alam sebagai anti bakteri dengan membuat plester. Kata Kunci: Buah Pandan Laut, Healthcare, Nagalawan, Plester  ABSTRACT Total females in Nagalawan village 1,271 with a sex ratio of 101.5. Percentage of the number of couples of childbearing age in Nagalawan Village. The population of Nagalawan village with a total population of 2,561 female sexes 1,271 is a potential that should be empowered, the application of an ecotourism system in this mangrove ecosystem is an approach in the sustainable use of the ecosystem. Ecotourism activities are an effective alternative to overcome environmental problems in this ecosystem such as the level of overexploitation by the community by creating economic alternatives for the community (Muhaerin, 2008). Tourism carried out in this context has an inseparable part with conservation efforts, local economic empowerment and mutual respect for cultural differences or culture. The shift in the concept of world tourism to the ecotourism model is due to the saturation of tourists to visit artificial attractions. In addition to being a tourist spot because of the beauty of its mangrove beach, it turns out that Sei Nagalawan village also has natural wealth in the form of wild plants that grow on the coast, namely sea pandanus (Pandanus Tectorius). This plant is a plant in the mangrove area with interesting fruit characteristics because of its striking colour like pineapple fruit, and it turns out that it is not just an interesting colour but the content - the content in this sea pandan fruit includes total phenolics and high chemical constituents (phenolics, flavonoids, steroids, triterpenoids, saponins and glycosides) has potential as an antibacterial. Mangrove tourism in Nagalawan village has the potential for development not only as agro-tourism but can also be developed into healthcare tourism by empowering women's groups, cooperatives and local governments in processing natural potential as anti-bacterial by making plasters. Keywords: Sea Pandanus Fruit, Healthcare, Nagalawan, Plasters
Edukasi Pentingnya Pemberian Asi Eklusif dan Pemantauan Rutin di Posyandu Mampu Mencegah Anak Dari Stunting pada Ibu yang Memiliki Bayi dan Balita di RW 20 Kelurahan Kota Wetan Kabupaten Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Purnama, Dadang; Shalahuddin, Iwan; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14855

Abstract

ABSTRAK Siklus hidup manusia bergantung pada gizi. Pada ibu hamil, kekurangan gizi dapat menyebabkan berat badan lahir rendah (BBLR) dan penurunan kecerdasan. Antara usia 0 hingga 24 bulan, seseorang mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat yang disebut masa emas dan kritis. Masa emas (golden age) dapat terwujud apabila pada masa bayi anak mendapat asupan gizi yang cukup untuk tumbuh kembangnya secara optimal. Stunting merupakan permasalahan gizi yang dialami balita akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu lama. Indonesia merupakan negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di Kawasan Asia Tenggara (SEAR). Stunting berdampak pada perkembangan kognitif, motorik, dan verbal anak yang tidak optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi ibu bayi dan balita tentang pentingnya ASI eksklusif dan pemantauan rutin di posyandu untuk mencegah anak stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita serta kader Posyandu Kecamatan Kota Wetan Puskesmas Guntur, serta dibantu oleh 6 orang mahasiswa Unpad yang melakukan tahapan komunitas. Rata-rata skor pre-test yang diperoleh sebesar 64 poin dan rata-rata skor post-test sebesar 78 poin yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 14 poin setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang “Pentingnya ASI Eksklusif dan pemantauan rutin di Posyandu”. yang mampu meningkatkan pengetahuan Ibu untuk mencegah anak stunting di RW 20 Kota Wetan Kabupaten Garut.” Terdapat peningkatan pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif dan pemantauan rutin di Posyandu. Kata Kunci: Pendidikan, Ibu, Bayi Stunting  ABSTRACT The human life cycle depends on nutrition. In pregnant women, malnutrition can cause low birth weight (LBW) and decreased intelligence. Between 0 and 24 months, a person experiences rapid growth and development called the golden and critical period. The golden age can be realized if in infancy children receive appropriate nutritional intake for optimal growth and development. Stunting is a nutritional problem experienced by toddlers due to a lack of nutritional intake over a long period. Indonesia is the third country with the highest prevalence in the Southeast Asia Region (SEAR). Stunting impacts children's cognitive, motor, and verbal development which is not optimal. This activity aims to educate mothers of babies and toddlers about the importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at posyandu to prevent children from stunting. The method used in this activity is lecture and discussion. This activity was attended by 25 mothers with babies and toddlers as well as Posyandu cadres from Kota Wetan District, Guntur Health Center, and assisted by 6 Unpad students who carried out community stages. The average pre-test score obtained was 64 points and the average post-test score was 78 points, which shows an increase in knowledge of 14 points after health education was carried out about "The importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at Posyandu" which was able to improve Mothers' knowledge to prevent children from stunting in RW 20, Kota Wetan, Garut Regency." There is an increase in mothers' knowledge about the importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at Posyandu. Keywords: Education, Mother, Stunting Baby
Aktivasi Kader Surabaya Hebat melalui Stroke Self-Management Program pada Penderita Stroke Faizah, Imamatul; Kartini, Yanis; Sari, Ratna Yunita; Rohmawati, Riska; Hasina, Siti Nur; Septianingrum, Yurike; Aulia, Nurlisa Naila
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16051

Abstract

ABSTRAK Penderita post stroke perlu mendapatkan pendidikan kesehatan secara menyeluruh dan memerlukan jangka waktu yang panjang dalam mengelola dirinya untuk mencegah kejadian stroke berulang. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengaktivasi Kader Surabaya Hebat dalam pemberian edukasi Stroke Self-Management Program sebagai upaya peningkatan kemandirian dan kemaknaan hidup penderita post stroke. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan kesehatan dan memberikan penyuluhan stroke self-management program, beserta pelatihan stroke self-management program. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan dan diikuti oleh 24 kader dan masyarakat. Sebelum dilakukan pelatihan tentang Self-Management program, hampir seluruhnya (75%) responden memiliki pengetahuan dan keterampilan kurang dan setelah dilakukan pelatihan didaptkan hampir seluruhnya (83%) memiliki pengetahuan dan keterampilan baik. Aktivasi kader Surabaya sehat melalui stroke self-management program dan peningkatan pengetahuan kader serta masyarakat. Kata Kunci: Kader, Stroke Self-Management Program, Penderita Stroke  ABSTRACT Post-stroke sufferers need to receive comprehensive health education and need a long period of time to manage themselves to prevent recurrent strokes. Implementation of this community service activity aims to activate the Great Surabaya Cadre in providing Stroke Self-Management Program education as an effort to increase the independence and meaning of life for post-stroke sufferers. The method used in this community service activity is to provide health education and provide education on the stroke self-management program, along with stroke self-management program training. This activity was carried out for one month and was attended by 24 cadres and the community. before the training on the Self-Management program was carried out, almost all (75%) of the respondents had poor knowledge and skills and after the training it was found that almost all (83%) had good knowledge and skills. activation of healthy Surabaya cadres through the stroke self-management program and increasing knowledge of cadres and the community. Keywords: Kader, Stroke self-management program, penderita stroke
Pencegahan Peningkatan Angka Kejadian Diabetes Melitus melalui Pendidikan Kesehatan tentang Penyakit Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Kelurahan Sukajaya Palembang Astuti, Lenny; Aini, Lela
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14471

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) merupkan kondisi penyakit yang berhubungan dengan sindrom metabolik yang ditandai dengan peningkatan gula darah atau hiperglikemia (Aini et al., 2021). Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang sangat rentan mengalami gangguan fungsional yang dapat mengakibatkan kegagalan mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah (Lathifah, 2017). Tujuan Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman responden dalam mencegah peningkatan kejadian diabetes melalui pendidikan kesehatan diabetes. Kegiatan ini dilaksanakan pada 18 September 2023 di Kediaman Ketua RT 09 kelurahan Sukajaya dengan jumlah sampel 20 orang. Metode kegiatan ini dengan penguatan masyarakat melalui pendidikan kesehatan dan sesi tanya jawab. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini yakni masyarakat di lingkungan RT 09 yang memiliki riwayat diabetes. Tujuan dalam kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat dalam menjaga kesehatan sistem endokrin terkait diabetes dengan mengikuti kegiatan rutin yang diselanggarakan tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan seperti puskesmas setempat dan rumah sakit. Bagi penderita diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjaga pola aktivitas yang baik. Kata Kunci: Pencegahan, Pendidikan Kesehatan, Diabetes Mellitus  ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a disease condition related to metabolic syndrome which is characterized by increased blood sugar or hyperglycemia (Aini et al., 2021). Diabetes Mellitus is a chronic disease that is very susceptible to functional disorders which can result in failure of the eyes, kidneys, nerves, heart and blood vessels (Lathifah, 2017). The aim of this community service activity aims to increase respondents' understanding of preventing an increase in the incidence of diabetes through diabetes health education. This activity was carried out on September 18 2023 at the residence of the Head of RT 09, Sukajaya sub-district with a sample size of 20 people. The method of this activity is to strengthen the community through health education and question and answer sessions. Participants involved in this activity were people in the RT 09 environment who had a history of diabetes. The aim of this activity is to increase public understanding and knowledge in maintaining the health of the endocrine system related to diabetes by participating in routine activities organized by health workers, health facilities such as local health centers and hospitals. It is hoped that sufferers will be able to provide benefits and maintain good activity patterns. Keywords: Prevention, Health Education, Diabetes Mellitus
Pemanfaatan Tanaman Patikan Kebo sebagai Upaya Untuk Mengatasi Masalah Perdarahan Pada Kasus Luka Syamz, Samsir; Karim, Abd; Handayani, Tut
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15388

Abstract

ABSTRAK Patikan kebo ini merupakan tumbuhan herbal yang tumbuh subur di iklim tropis. Tumbuhan ini banyak dijumpai di pinggir jalan dan juga di area kebun. Secara empiris tumbuhan ini dimanfaatkan untuk menghentikan perdarahan pada luka. Luka dapat mengakibatkan terjadinya perdarahan, sehingga harus dilakukan penanganan segera agar tidak terjadi kondisi yang tidak diharapkan seperti syok hipovolemik. Tujuan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini untuk meningkatkan keterampilan termasuk pengetahuan Masyarakat mengenai penanganan perdarahan pada luka dengan memanfaatkan tanaman Patikan Kebo dalam menghentikan perdarahan luka. Pelaksanaaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini diikuti peserta sebanyak 25 orang yang diawali dengan melakukan Pre test untuk menilai pengetahuan Masyarakat sebelum diberikan materi, setelah itu pemaparan materi dari tim pelaksana PkM beserta demo kegiatan keterampilan penggunaan tanaman Patikan Kebo. Selanjutnya dilakukan evaluasi (post test). Peserta kegiatan PkM yang hadir dengan jenis kelamin laki-laki dan Perempuan dengan rentang usia 19-45 tahun. Pengetahuan Masyarakat tentang pemanfaatan Patikan Kebo meningkat sebesar 35,50% setelah pemaparan materi dan pelatihan keterampilan. Semua peserta sudah dapat melakukan pemanfaatan tanaman Patikan Kebo dalam menangani masalah perdarahan pada luka. Sebagai kesimpulan, kegiatan PkM ini sangat efektif   dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Masyarakat Desa Timbuseng tentang penanganan perdarahan luka dengan Patikan Kebo. Kata Kunci: Patikan Kebo, Luka, Perdarahan  ABSTRACT Patikan kebo is a herbal plant that thrives in tropical climates. This plant is often found on roadsides and also in garden areas. Empirically, this plant is used to stop bleeding in wounds. Wounds can cause bleeding, so treatment must be carried out immediately to avoid unexpected conditions such as hypovolemic shock. This Community Service Activity (PKM) aims to improve skills including community knowledge regarding handling bleeding in wounds by using the Patikan Kebo plant to stop wound bleeding. The implementation of this Community Service Activity was attended by 25 participants, starting with a pre-test to assess the community's knowledge before being given material, after that a presentation of material from the PkM implementing team and a demonstration of skills in using the Patikan Kebo plant. Next, an evaluation (post test) is carried out. PkM activity participants who attended were male and female with an age range of 19-45 years. Community knowledge about the use of Patikan Kebo increased by 35.50% after the presentation of the material and skills training. All participants were able to use the Patikan Kebo plant to treat bleeding problems in wounds. In conclusion, this PkM activity was very effective in increasing the knowledge and skills of the Timbuseng Village Community regarding treating bleeding wounds with Patikan Kebo. Keywords: Patikan Kebo, Wounds, Bleeding
Edukasi dan Implementasi Prenatal Yoga untuk Mengurangi Kecemasan dan Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III Ginting, Ade Krisna; Lathifah, Maulida; Amalia, Mayta Tazkiya; Setiawati, Yeni Tegar Dian; Amalia, Siti Aam; Maulida, Hilda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.17346

Abstract

ABSTRAK Prenatal yoga merupakan salah satu bentuk olahraga yang dapat dilakukan ibu hamil untuk meningkatkan kebugaran fisik dan mental. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa yoga prenatal dapat mengurangi kecemasan dan nyeri punggung saat hamil. Kegiatan bertujuan untuk mengurangi kecemasan serta nyeri punggung yang dirasakan oleh ibu hamil trimester III selama masa kehamilannya. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode  ceramah dan implementasi berupa demontrasi prenatal yoga pada ibu hamil trimester III serta melakukan pre dan post test. Analisis data dengan Microsoft office. Adanya peningkatan pengetahuan Ibu hamil trimester III dengan respon positif yang dapat dilihat dengan hasil pre test ibu hamil timester III yang memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 42.8% (9 orang) dan setelah dilakukan post test Ibu hamil trismester III memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 76.1% (16 orang). Prenatal yoga adalah salah satu intervensi yang efektif untuk mengurangi kecemasan dan nyeri punggung yang dialami oleh ibu hamil trimester III. Kata Kunci: Prenatal Yoga, Edukasi, Ibu Hamil Trimester III  ABSTRACT Prenatal yoga is a form of exercise that pregnant women can do to improve physical and mental fitness. Some studies show that prenatal yoga can reduce anxiety and back pain during pregnancy. The activity aims to reduce anxiety and back pain felt by pregnant women in the third trimester during their pregnancy. Research. This community service implementation uses lecture and implementation methods in the form of prenatal yoga demonstrations for third trimester pregnant women as well as conducting pre and post tests. Data analysis with Microsoft office. There was an increase in the knowledge of third trimester pregnant women with a positive response which can be seen from the pre test results of third trimester pregnant women who had knowledge in the good category as much as 42.8% (9 people) and after the post test third trimester pregnant women had knowledge in the good category as many as 76.1% (16 people). Prenatal yoga is an effective intervention to reduce anxiety and back pain experienced by third trimester pregnant women. Keywords: Prenatal Yoga, Education, Third Trimester Pregnant Women
Proses Coaching Terhadap Perawat untuk Meningkatkan Motivasi Kerja dan Kinerja Perawat pada Rumah Sakit XYZ Kabupaten Manggarai, NTT Jakri, Yohanes; Beo, Yosef Andrian; Dafiq, Nur; Meku, Fransiskus X.
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.13010

Abstract

ABSTRAK Rumah   sakit   sebagai   tempat   pelayanan   kesehatan,   sudah seharusnya mempunyai kualitas pelayanan kesehatan yang baik dan bermutu. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan tersebut, perlu dilakukan pendidikan dan pelatihan kepada para perawat yang bekerja di lingkungan rumah sakit. Pemberdayaan staf,  dapat  dilakukan dengan menggunakan berbagai metode, yaitu metode pelatihan, mentoring, counselling atau Coaching. Coaching merupakan salah satu cara atau kunci pembuka potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerja. Inti dari coaching adalah memberdayakan orang dengan memfasilitasi pembelajaran   diri,   pertumbuhan   pribadi,   dan perbaikan   kinerja. Coaching menekankan pada aspek hubungan interpersonal yang mensyaratkan adanya hubungan saling percaya, saling menghormati, dan saling bebas mengungkapkan pikiran dan isi  hatinya  masing- masing. Permasalahan  yang  terdapat  di  Rumah  Sakit  XYZ adalah belum pernal dilakukan Coaching pada perawat, walaupun metode pendidikan dan pelatihan lainnya sudah pernah dilakukan. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama 5 bulan, dengan melibatkan 30 perawat yang bekerja di Rumah Sakit XYZ. Metode pendekatan/ solusi yang ditawarkan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pelaksanaan sesi coaching grup, dalam satu grup sesi coaching terdiri dari 5 orang perawat. Hasil pengabdian ini, sebelum dilakukan sesi coaching di ukur motivasi dan kinerja perawat dengan hasil mean 1,68 dan SD 0,48 dan setelah dilakukan proses coaching dikur lagi motivasi dan kinerja perawat meningkat dengan mean 2,94 dan SD 0,71 dengan p-value 0,005. Dengan melihat nilai pengukuran diatas, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan motivasi dan kinerja perawat setelah dilakukan proses sesi coaching. Kata Kunci: Coaching, Motivasi Kerja dan Kinerja Perawat  ABSTRACT Hospitals as places of health services, should have good and high quality health services. To improve the quality of these services, it is necessary to provide education and training to nurses who work in the hospital environment. Staff empowerment can be done using various methods, namely training, mentoring, counseling or coaching methods. Coaching is one way or key to unlock a person's potential to maximize performance. The essence of coaching is to empower people by facilitating self-learning, personal growth, and performance improvement. Coaching emphasizes aspects of interpersonal relationships which require a relationship of mutual trust, mutual respect, and mutual freedom to express one's thoughts and feelings. The problem at XYZ Hospital is that coaching has never been carried out for nurses, even though other education and training methods have been carried out. This community service was carried out for 5 months, involving 30 nurses who worked at XYZ Hospital. The approach/solution method offered in this community service is the implementation of group coaching sessions, in one coaching session group consisting of  5 nurses. The results of this service, before the coaching session was carried out, nurses' motivation and performance were measured with a mean of 1.68 and SD 0.48 and after the coaching process was carried out, nurses' motivation and performance were measured again with a mean of 2.94 and SD 0.71 with p- value 0.005. By looking at the measurement values above, it can be concluded that there is an increase in nurses' motivation and performance after the coaching session. Keywords: Coaching, Work Motivation and Nurse Performance
Pemberdayaan Tim Sukarelawan dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Jahe sebagai Eco-Enzyme dan dimanfaatkan untuk Desinfektan yang Aman bagi Lansia di RW 02 Dusun Pandansari Krajan Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Anisyah, Luluk; K, Evanda Ratna Thalia; V, Yushinta Elsa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15711

Abstract

ABSTRAK   Volume limbah yang berasal dari masyarakat baik dari rumah tangga, home industry maupun industri serta pasar seringkali menimbulkan berbagai pencemaran lingkungan. Pemberian edukasi terkait pengolahan dalam pemanfaatan limbah jahe yang baik akan bermanfaat untuk Kesehatan, sehingga tidak sampai mengganggu Kesehatan di lingkungan tersebut. Pemberian penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait penyakit yang diakibatkan limbah jahe dan manfaat limbah jahe sebagai eco enzyme serta pendampingan pelatihan pembuatan desinfektan dari eco enzyme limbah jahe. Pemberian penyuluhan lanjutan dapat berupa pemberian edukasi cara pembuatan suatu sediaan dari limbah jahe dan cara pengolahan limbah jahe sebagai desinfektan yang aman bagi lansia. Pemberdayaan Tim Sukarelawan sejumlah 10 orang   dilakukan secara tatap muka. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat kepada tim sukarelawan meliputi: Tahap persiapan yaitu melakukan pendekatan, persiapan bahan dan alat yang digunakan untuk pembuatan sediaan desinfektan tersebut; Tahap pelaksanaan: memberikan edukasi Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah jahe Sebagai Eco-Enzyme dapat dimanfaatkan untuk Desinfektan yang Aman Bagi Lansia; Tahap evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner Pre-Post Test terhadap peningkatan tingkat pengetahuan terkait penyakit yang diakibatkan dari penumpukan limbah dan manfaat limbah jahe sebagai eco-enzym, sebesar 63,34%, dimana pada awal (pre-test) nilainya = 50 dan setelah diberikan edukasi pengetahuan (post-test) nilainya = 81,67;  evaluasi ketrampilan dalam pembuatan sediaan desinfektan dari eco-enzim berbahan dasar limbah jahe rata-rata nilainya 92,59% (sangat terampil) telah melakukan sesuai dengan urutan yang tertulis pada ceklist. Kesimpulan untuk peningkatan tingkat pengetahuan terkait penyakit yang diakibatkan dari penumpukan limbah jahe dan manfaat limbah jahe sebagai eco-enzym dan dibuat sebagai sediaan desinfektan yang aman untuk lansia sebesar 63,34% dan evaluasi keterampilannya kepada para anggota PKK sebesar 92,59% (sangat terampil), sehingga dapat dikatakan telah tercapai. Kata Kunci: Limbah, Jahe, Eco-enzym, DesinfektanABSTRACT The volume of waste from the community, both from households, home industries and industries as well as markets often causes various environmental pollution. Providing education related to processing in the utilization of good ginger waste will be beneficial for health, so that it does not interfere with health in the environment. This counseling aims to increase knowledge related to diseases caused by ginger waste and the benefits of ginger waste as an eco enzyme as well as assistance in training in making disinfectants from ginger waste eco enzymes. Further counseling can be in the form of providing education on how to make a preparation from ginger waste and how to process ginger waste as a disinfectant that is safe for the elderly. Empowerment of the Volunteer Team of 10 people is carried out face-to-face. The implementation methods used in community service to the volunteer team include: Preparation stage, namely approaching, preparing materials and tools used to make the disinfectant preparation; Implementation stage: providing education on the Management and Utilization of Ginger Waste as an Eco-Enzyme can be used for a Safe Disinfectant for the Elderly; The evaluation stage was carried out using a Pre-Post Test questionnaire on increasing the level of knowledge related to diseases caused by waste accumulation and the benefits of ginger waste as an eco-enzyme, by 63.34%, where at the beginning (pre-test) the value = 50 and after being given knowledge education (post-test) the value = 81.67; evaluation of skills in making disinfectant preparations from eco-enzymes based on ginger waste, the average value was 92.59% (very skilled) has been carried out according to the sequence written on the checklist. The conclusion for increasing the level of knowledge related to diseases caused by the accumulation of ginger waste and the benefits of ginger waste as an eco-enzyme and made as a safe disinfectant preparation for the elderly was 63.34% and the evaluation of skills to PKK members was 92.59% (very skilled), so it can be said to have been achieved. Keywords: Waste, Ginger, Eco-enzyme, Disinfectant
Edukasi Pencegahan Perundungan Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Rajabasa Bandar Lampung Febriani, Christin Angelina; Januartha, Herzandho; Oktavia, Mutiara; Veronica, Ervi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14638

Abstract

ABSTRAK Perundungan atau bullying adalah perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok. Perundungan/bullying dapat terjadi di sekolah, rumah, lingkungan masyarakat, dan cyber (melalui media elektronik). Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa/i agar dapat mencegah perilaku perundungan pada lingkungan sekolah. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimental) yaitu penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja dengan desain penelitian one group pre test-post test design ini diukur dengan menggunakan pre test yang dilakukan sebelum diberi perlakuan dan post test yang dilakukan setelah diberi perlakuan. Hasil pengukuran pengetahuan tentang bullying sebelum diberikan edukasi sebesar 86,7% siswa yang menjawab pertanyaan perundungan dengan baik dan benar. Setelah mengikuti edukasi, persentase siswa yang menjawab pertanyaan tersebut meningkat menjadi 90,0%. Sikap siswa terhadap perundungan sebelum diberikan edukasi sebesar 36,7% siswa dengan sikap yang positif terhadap perundungan dan setelah diberikan edukasi sikap positif siswa meningkat menjadi 56,7%. Siswa merupakan sasaran yang tepat untuk diberikan edukasi tentang perilaku bullying. Kegiatan PkM ini merupakan bentuk eduksi tentang bullying. Kegiatan edukasi ini berjalan sesuai dengan rencana. Hal ini berdasarkan kepuasan dan antusiasme peserta dalam bertanya dan menceritakan pengalaman mereka tentang perilaku bullying. Diharapkan siswa dapat menerapkan perilaku anti perundungan dan peran guru atau tenaga kesehatan untuk dapat memberikan edukasi tentang bahaya perundungan, agar anak-anak dapat memahami dampak perundungan mulai dari dini, dan agar mereka dapat menerapkan pertemanan yang baik. Kata Kunci: Perundungan, Edukasi, Pengetahuan, Sikap, Siswa  ABSTRACT Bullying is verbally, physically, or socially unpleasant behavior in the real or virtual world that makes a person feel uncomfortable, hurt and depressed whether done by individuals or groups. Bullying can occur at school, home, community, and cyber (through electronic media). The purpose of this activity is to increase students' knowledge and attitudes in order to prevent bullying behavior in the school environment. This research method is quasi experimental research, which is experimental research carried out on one group only with a research design of one group pre test-post test design, measured using a pre test conducted before treatment and a post test conducted after treatment. The results of measuring knowledge about bullying before education were 86.7% of students who answered bullying questions properly and correctly. After attending the education, the percentage of students who answered these questions increased to 90.0%. The attitude of students towards bullying before education was 36.7% of students with a positive attitude towards bullying and after education, the positive attitude of students increased to 56.7%. Students are the right target to be given education about bullying behavior. This PkM activity is a form of education about bullying. This educational activity went according to plan. This is based on the satisfaction and enthusiasm of the participants in asking questions and telling their experiences about bullying behavior. It is hoped that students can apply anti-bullying behavior and the role of teachers or health workers to be able to provide education about the dangers of bullying, so that children can understand the impact of bullying from an early age, and so that they can apply good friendship. Keywords: Bullying, Education, Knowledge, Attitude, Students

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue