cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pendidkan Kesehatan untuk Meningkatkan Literasi Remaja tentang Kesehatan Mental Agustini, NLP Inca Buntari; Israfil, Israfil; Dewi, Ni Putu Ayu Ratna; Darsana, I Wayan; Cintariasih, Putu; Suryani, Ni Wayan; Paramitasari, Ketut Citra; Cahyadi, Herry Suwaja
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15741

Abstract

ABSTRAK Data menyebutkan satu dari tujuh anak berusia 10-19 tahun mengalami gangguan mental, terhitung 13% dari beban penyakit global dalam kelompok usia remaja dan merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan mental. Perilaku yang terkait dengan kesehatan mental yang buruk adalah kurangnya keterlibatan baik dengan kegiatan belajar dan rekreasi serta literasi kesehatan mental. Intervensi pendidikan kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai konsep kesehatan mental. Intervensi ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan partisipan mengenai konsep dasar kesehatan mental. Tujuan setelah dilakukan penelitian dan pendidikan kesehatan diharapkan siswa SMP Negeri 2 Susut Bangli dapat memiliki pengetahuan mengenai konsep dasar kesehatan mental. Dari intervensi ini diharapkan pengetahuan remaja mengenai konsep dasar kesehatan mental bertambah. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pendidikan kesehatan. Jumlah siswa-siswa yang diberikan pendidikan kesehatan sebanyak 50 orang. Berdasarkan hasil uji statistik Wilcoxon Sign Rank Test didapatkan Zhitung = 6,188 > Ztabel = 1,96 dan  nilai p value = 0,000  <  0,05 hasil ini menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang pengetahuan tentang kesehatan jiwa  di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Susut Bangli sehingga dapat disimpulkan hasil bahwa ada peningkatan pengetahuan partisipan dalam intervensi literasi meningkatkan kesehatan mental ini. Penerapan IPE dalam pendidikan kesehatan jiwa meningkatkan pengetahuan siswa serta mengembangkan keterampilan yang diperlukan dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan jiwa remaja. Perlu usaha yang konsisten dan pendekatan multilevel untuk mencapai hasil yang lebih baik. Kata Kunci:  Pendidikan Kesehatan, Literasi Kesehatan Mental, Remaja  ABSTRACT Data indicates that one out of seven children aged 10-19 years experiences mental disorders, accounting for 13% of the global disease burden in the adolescent age group. This group is particularly vulnerable to mental health issues. Poor mental health-related behaviors include insufficient engagement in learning and recreational activities, as well as low mental health literacy. Health education interventions are necessary to enhance adolescent’s knowledge of mental health concepts. These interventions are expected to improve participants’ understanding of basic mental health principles. The goal after conducting research and health education is for students at SMP Negeri 2 Susut Bangli to have knowledge about basic mental health concepts. Through this intervention, it is hoped that adolescent’s knowledge of basic mental health will increase. The activity is carried out using health education methods, with 50 students receiving health education. Based on the results of the Wilcoxon Sign Rank Test, Z-score = 6.188 > Z-table = 1.96, and the p-value = 0.000 < 0.05. These results indicate that health education has an impact on adolescent’s knowledge of mental health in Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Susut Bangli. Therefore, it can be concluded that there is an increase in participant’s knowledge through this literacy intervention to enhance mental health. The implementation of IPE in mental health education enhances students' knowledge and develops the necessary skills in maintaining and improving adolescent mental health. It needs consistency and multilevel approach for better outcome. Keywords: Health Education, Mental Health Literacy, Adolescents
Peningkatan Kapasitas P3K melalui Edukasi First Aid di Area Wisata Dusun Bambu Kabupaten Bandung Barat Sudharmono, Untung; Wulandari, Imanuel Sri Mei; Sitompul, Monalisa; Haro, Masta
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14368

Abstract

ABSTRAK Salah satu latar belakang utama bagi perlunya edukasi P3K di daerah wisata adalah meningkatnya angka kecelakaan dan kejadian darurat medis yang melibatkan wisatawan. Destinasi wisata seringkali menawarkan beragam aktivitas, seperti hiking, snorkeling, atau bersepeda gunung, yang dapat meningkatkan risiko cedera. Tanpa pengetahuan dan keterampilan P3K yang memadai, penanganan keadaan darurat bisa menjadi lambat dan tidak efektif. Tujuan dari pemberian edukasi ini adalah untuk meningkatkan kapasitas P3K dari para pekerja di area wisata Dusun Bambu. Metode yang digunakan adalah memberikan edukasi dengan simulasi mengenai First Aid  pada pekerja di area wisata. Hasil yang didapati bahwa 86% peserta mampu memahami materi yang disampaiakn dengan baik, dan 100 % peserta dapat mempraktekan kembali apa yang telah diajarkan. Edukasi yang disertai dengan simulasi mampu meningkatkan kapasitas P3K dari pegawai di area wisata Dusun bambu. Saran yang dapat disampaikan kiranya peserta terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan dalam pertolongan pertama melalui pelatihan reguler dan belajar dari pengalaman. Kata Kunci: Edukasi, P3K, BHD ABSTRACT One of the main backgrounds for the need for first aid education in tourist areas is the increasing number of accidents and medical emergencies involving tourists. Tourist destinations often offer a variety of activities, such as hiking, snorkeling or mountain biking, which can increase the risk of injury. Without adequate first aid knowledge and skills, handling emergencies can be slow and ineffective. The aim of providing this education is to increase the first aid capacity of workers in the Dusun Bambu tourist area. The method used is to provide education with simulations regarding First Aid to workers in tourist areas. The results showed that 86% of participants were able to understand the material presented well, and 100% of participants were able to practice what had been taught. Education accompanied by simulations can increase the first aid capacity of employees in the Dusun Bamboo tourist area. Suggestions that can be conveyed are that participants continue to update their knowledge and skills in first aid through regular training and learning from experience. Keywords: Education, Basic Life Support
Introducing Entrepreneurship Knowledge for Generation Alpha as the Key to Shaping Independent Generations in the Digital Era Asmara, Maisa Azizah; Rifai, Muhammad Syakib Asqalami
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15573

Abstract

ABSTRACT Technological disruption is the greatest challenge that must be faced. Therefore, mental maturity is needed to understand and take advantage of its benefits while controlling oneself against its drawbacks. One way to achieve this is by fostering an entrepreneurial spirit from an early age. This effort aims to provide entrepreneurial knowledge to parents to create a generation that is independent, creative, and competitive in the future. By introducing the concept of entrepreneurship early on, it is hoped that Generation Alpha can develop the potential to become successful leaders and entrepreneurs in an increasingly complex era. This program uses counseling methods in the form of seminars and Q&A sessions. Community Service (PKM) was conducted at SB Kp. Pandan, Malaysia, with 36 participants. This PKM program successfully increased the participants' understanding of entrepreneurship by 64.38%, with 23 participants showing improved knowledge based on the questionnaires distributed before and after the counseling session. Overall, this program successfully enhanced the participants' entrepreneurial knowledge. Keywords: Knowledge, Entrepreneurship, Independence, Generation Alpha
Stunting Management Education with the Application of Yodiwa Innovation Products in Padang Panjang City, West Sumatra, Indonesia Amelia, Rinita; Suryanis, Ira; Siana, Yusti; Ruhsyahadati, Ruhsyahadati; Harun, Harnavi; Pratama, Yudha Endra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14974

Abstract

ABSTRAK Pemerintah telah meluncurkan program Rencana Aksi Nasional Penanganan stunting pada tingkat nasional, daerah terutama desa. Salah satu bagian dari program tersebut adalah pencegahan stunting yang terjadi di masyarakat. Karena sebagian besar masyarakat belum paham dengan benar menganai stunting, dan beranggapan bahwa stunting atau kerdil sebutan yang biasa digunakan di masyarakat adalah faktor keturunan. Penanganan bagi pasien stunting dilakukan dengan memberikan makanan yang bergizi tinggi, salah satu dengan pemanfaatan susu kambing sebagai sumber pretein hewani. Penerapan produk inovasi YODIWA (Yogurt dadiah Etawa) sebagai salah satu olahan susu kambing menjadi yogur dengan menggunakan starter dari dadiah. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini yaitu edukasi tentang manfaat dari susu kambing, dadiah dan probiotik; pelatihan pembuatan Yodiwa serta launching Pojok Yodiwa. Peserta pelatihan terdiri dari anggota TP-PKK Kota Padang Panjang yang berasal dari perakilan tiap kelurahan. Dengan diadakan pelatihan tentang pengolahan makanan tinggi protein berbahan dasar susu kambing in diharapkan mampu mengurangi prevalensi stunting di Kota Padang Panjang serta launching pojok Yodiwa ini sebagai centre pengolahan Yodiwa di Kota Padang Panjang yang berpusat di Kelurahan ganting. Kata Kunci: Dadiah, Stunting, Susu Kambing, Yodiwa, Padang Panjang  ABSTRACT The government has launched the National Action Plan program for handling stunting at the national, regional, and village levels. One part of the program is preventing stunting that occurs in the community. Most people do not understand properly about stunting and think that stunting or dwarfism, the term commonly used in society, is a hereditary factor. Treatment for stunting patients is carried out by providing highly nutritious food, one of which is using goat's milk as a source of animal protein. Application of the innovative YODIWA (Etawa dadiah yoghurt) as a form of processing goat's milk into yoghurt using a starter from dadiah. The method used in this service is education about the benefits of goat's milk, dadiah, and probiotics, as well as training on making Yodiwa and launching Pojok Yodiwa. The training participants comprised the Padang Panjang City TP-PKK members who came from each sub-district. By holding training on processing high protein foods made from goat's milk, it is hoped that it will be able to reduce the prevalence of stunting in Padang Panjang City and launch this Yodiwa corner as a Yodiwa processing centre in Padang Panjang City, which is based in Ganting Village. Keywords: Dadiah, Stunting, Goat's Milk, Yodiwa, Padang Panjang
Pendampingan Peningkatan Kapasitas Pencegahan Tengkes Pada Kader Rumah Desa Sehat di Jatisari Jember Falah, Pilar Menara; Azharra, Alifiah Zalika; Fabiyyanza, Ralief Yusrial; Tajriyan, Aynani; WIcaksono, Arif Dwi; Hadziqi, Ilham Fahmi; Abiyu, Nizar Arkana; Suhendro, Joshua Revival; Al-Hasany, Elang Avinindra Virgiananta; Maulana, Muhammad Naufal; Wardhono, Pradipta Pawitradyaka; Wicaksono, Muhammad Iqbal Allun; Aziz, Ayu Munawaroh; Nurdian, Yudha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16718

Abstract

ABSTRAK Desa Jatisari memiliki prevalensi kasus berat bayi lahir rendah dan  pengetahuan pola asuh rendah yang signifikan serta penyakit penyerta penyebab tengkes yang cukup tinggi. Oleh karena itu, tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember melaksanakan pengabdian masyarakat berupa program peningkatan kapasitas kader Rumah Desa Sehat. Upaya tersebut bertujuan untuk membekali pengetahuan dan keterampilan kepada kader kesehatan dalam rangka mengeliminasi tengkes. Program terdiri dari penyuluhan tengkes dan 1000 Hari Pertama Kehidupan, bimbingan teknis Pemberian Makanan Tambahan, pelatihan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, dan bimtek antropometri. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan para kader kesehatan mengenai upaya pencegahan dan penanganan serta deteksi dini tengkes. Kesimpulan dari program ini adalah peningkatan kemampuan dan keterampilan kader dalam upaya eliminasi tengkes diharapkan mampu menurunkan angka tengkes di Desa Jatisari. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader mengenai tengkes masih memerlukan dukungan banyak pihak agar berkelanjutan. Kata Kunci: Kader, Rumah Desa Sehat, Tengkes  ABSTRACT Jatisari Village has a significant prevalence of low birth weight cases and low parenting knowledge and quite high comorbidities causing stunting. Therefore, the Student Organization Capacity Building Program Team of the Student Executive Board of the Faculty of Medicine, University of Jember carried out community service in the form of a program to increase the capacity of Healthy Village House cadres. This effort aims to provide knowledge and skills to health cadres in order to eliminate stunting. The program consists of stunting and the First 1000 Days of Life education, technical guidance on Providing Additional Food, Clean and Healthy Living Behavior training, and anthropometry technical guidance.The result of this activity is an increase in the knowledge and skills of health cadres regarding prevention and handling efforts as well as early detection of stunting. The conclusion of this program is that increasing the ability and skills of cadres in efforts to eliminate stunting is expected to be able to reduce the number of stunting in Jatisari Village. Increasing the knowledge and skills of cadres regarding stunting still requires support from many parties in order to be sustainable Keywords: Cadres, Healthy Village House, Stunting
Edukasi dan Pelatihan Senam Anti Stroke untuk Masyarakat dengan Hipertensi Sukrillah, Ulfah Agus; Mulidah, Siti; Asrin, Asrin; Munjiati, Munjiati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14305

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan suatu kondisi yang banyak diderita masyarakat di dunia termasuk Indonesia karena dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit lain seperti stroke, hal ini didukung dengan tingginya angka prevalensi hipertensi yaitu sebesar 34,1% pada tahun 2021. Tujuan dari kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai senam anti stroke di masyarakat khususnya penderita hipertensi. Metode yang digunakan untuk mencapai target kegiatan ini adalah edukasi, pelatihan senam anti stroke dan pendampingan. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan senam, edukasi, dan pelatihan anti stroke menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebanyak 16 orang (53,33%) dan penurunan tekanan darah sebanyak 19 orang (63,33%). Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi dan pelatihan senam anti stroke merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang hipertensi dan senam anti stroke. Kata Kunci: Edukasi, Senam Anti Stroke, Hipertensi  ABSTRACT Hypertension is a condition that affects many people in the world, including Indonesia because it can be increasing the risk of other diseases such as stroke, this is supported by the high prevalence rate of hypertension which is 34.1% in 2021. The aim of this activity is to evaluate people's knowledge and skills of anti-stroke exercise in the community, especially for hypertension sufferers. The method was used to achieve the target of this activity was education, anti-stroke exercise training and mentoring. The results obtained after carrying out anti-stroke exercise, education, and training showed an increase in knowledge for 16 people (53.33%) and a decrease in blood pressure for 19 people (63.33%). The conclusion of this activity is that education and anti-stroke exercise training is a form of community empowerment that is useful for increasing community knowledge and skills about hypertension and anti-stroke exercise. Keywords: Education, Anti Stroke Exercise, Hypertension
Peningkatan Kapasitas Ibu Hamil dan Bidan Dalam Mengurangi Nyeri Persalinan dengan Terapi Komplementer di Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa Alchalidi, Alchalidi; Veri, Nora; Magfirah, Magfirah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15488

Abstract

ABSTRAK Terapi komplementer merupakan bidang ilmu kesehatan yang berperan dalam menangani berbagai penyakit dengan teknik tradisional, yang juga dikenal sebagai pengobatan alternatif. Terapi komplementer telah diakui dan dapat dipakai sebagai pendamping terapi konvensional medis. Pemanfaatan terapi komplementer dalam masa bersalin harus diawasi dan dipastikan aman bagi proses persalinan ibu sehingga tidak menimbulkan efek negatif baik pada ibu maupun bayi. Meningkatkan keterampilan ibu hamil yang akan bersalin tentang pemanfatan terapi komplementer untuk mengurangi nyeri persalinan meliputi cara pengolahan bahan herbal sampai teknik-teknik message. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta kualitas KIE bidan dalam memberikan informasi tentang pemanfatan terapi komplementer untuk mengurangi nyeri persalinan. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah program pendidikan masyarakat melalui pelatihan, Edukasi, pendampingan dan sosialisasi terapi komplementer untuk nyeri persalinan. Terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan yaitu 16 % sebelum penyuluhan dan 84% sesudah diberikan penyuluhan. Terjadi keterampilan yang signifikan setelah diberikan pelatihan pemanfaatan terapi komplementer (pemberian Darkchocolate, pemberian aroma terapi, birthball dan pemberian jus wortel. Suluruh peserta telah mengerti pemanfaatan terapi komplementer untuk mengurangi nyeri persalinan dan peserta juga sudah terampil membuat Darkchocolate, pemberian aromaterapi, birthball dan pemberian jus wortel untuk mengurangi nyeri persalinan. Kata Kunci: Pengabmas, Nyeri Persalinan,Terapi Komplementer  ABSTRACT Complementary therapy is a field of health science that plays a role in treating various diseases using traditional techniques, which is also known as alternative medicine. Complementary therapy has been recognized and can be used as a companion to conventional medical therapy. The use of complementary therapies during the birthing period must be monitored and ensured that it is safe for the mother's birthing process so that it does not cause negative effects on either the mother or the baby. Improve the skills of pregnant women who are about to give birth regarding the use of complementary therapies to reduce labor pain, including processing herbal ingredients to message techniques. Increase the knowledge, skills and quality of midwives' KIE in providing information about the use of complementary therapies to reduce labor pain. The service method used in this activity is a community education program through training, education, mentoring and socialization of complementary therapies for labor pain. There was an increase in knowledge before and after being given counseling, namely 16% before counseling and 84% after being given counseling. Significant skills occurred after being given training in the use of complementary therapies (giving Darkchocolate, giving aromatherapy, birthball and giving carrot juice. All participants understood the use of complementary therapies to reduce labor pain and participants were also skilled at making Darkchocolate, providing aromatherapy, birth balls and administering carrot juice to reduce labor pain. Keywords: Community Service, Labor Pain, Complementary Therapy
Sosialisasi Aplikasi Mobile JKN dalam Mengurangi Antrian Panjang di Klinik Kedaton Medical Center Bandar Lampung Yanti, Dhiny Easter; Nuryani, Dina Dwi; Gewang, Annissa Achmadsyah; Rizqy, Muhammad Alva; Riyadi, Slamet
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14149

Abstract

ABSTRAK Pengalaman pasien selama perawatan dan tingkat kepuasan mereka semakin menjadi perhatian utama sebagai penunjuk kualitas di banyak negara dengan sistem kesehatan yang maju. Menurut Bull, pengalaman pasien dapat diartikan sebagai "apa" yang terjadi selama suatu episode perawatan dan "bagaimana" hal itu dirasakan dari sudut pandang pasien, sementara kepuasan pasien lebih mencakup harapan pribadi dan opini subjektif terhadap perawatan yang diterima. Meskipun keduanya berbeda, keduanya saling terkait secara kompleks dan berdampak signifikan satu sama lain serta pada hasil perawatan. Melakukan intervensi berupa sosialisasi aplikasi Mobile JKN dalam upaya mengurangi antrian panjang di Klinik Kedaton Medical Center. Data awal bersifat kualitatif dan data tersebut akan dianalisis prioritas dan pemecahan masalah dengan berbagai pendekatan. Metode CARL merupakan metode untuk menentukan prioritas masalah ketika data yang tersedia bersifat kualitatif. Kemudian Analisis fishbone merupakan diagram yang umum digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan suatu masalah. Berdasarkan hasil analisis data, di dapatkan bahwa “waktu tunggu antrian pelayanan yang panjang” merupakan prioritas masalah dari kepuasan pasien terhadap pelayanan Kesehatan di klinik Kedaton Medical Center. Adapun akar masalah yang menjadi prioritas yaitu “sosialisasi alur pendaftaran antrian online yang belum maximal”. Prioritas masalah pada analisis kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di Klinik Kedaton Medical Center adalah waktu tunggu antrian pelayanan yang Panjang dan Akar masalah utama yaitu sosialisasi alur pendaftaran antrian online yang belum maksimal. Kata Kunci: Kepuasan, Waktu Tunggu, Sosialisasi Alur Pendaftaran  ABSTRACT Patients' experiences during care and their level of satisfaction are increasingly becoming a primary concern as indicators of quality in many countries with advanced health systems. According to Bull, patient experience can be defined as "what" happens during an episode of care and "how" it is perceived from the patient's perspective, while patient satisfaction encompasses more personal expectations and subjective opinions regarding the care received. Although the two are different, they are complexly interrelated and have a significant impact on each other and on treatment outcomes. Carry out intervention in the form of socializing the Mobile JKN application in an effort to reduce long queues at the Kedaton Medical Center Clinic. The initial data is qualitative in nature and this data will be analyzed for priorities and problem solving using various approaches. The CARL method is a method for determining problem priorities when the available data is qualitative. Then fishbone analysis is a diagram that is commonly used to analyze the factors that cause a problem. Based on the results of data analysis, it was found that "long service queue waiting times" was a priority problem in patient satisfaction with health services at the Kedaton Medical Center clinic. The root of the problem that is the priority is "socialization of the online queue registration flow which is not yet optimal". The priority problem in the analysis of patient satisfaction with health services at the Kedaton Medical Center Clinic is the long waiting time for service queues and the main root of the problem is the socialization of the online queue registration flow which has not been maximized. Keyword: Satisfaction, Waiting Time, Registration Flow Socialization
Optimalisasi Potensi Sumber Daya Manusia di Dusun Bungkus melalui Program Dusun SKSD (Sehat, Kreatif, Spiritual, Digital) Pibriyanti, Kartika; Annisa, Ekhrima Zahwa; Nashiroh, Durriatin; Rahma, Luthfiah; Insirah, Rahmah Mumtahanatul; Puspita, Dwi Ayu; Reggiyanti, Inezya; Malica, Ichda; Dinanty, Amira Fathin; Permata, Sahara; Salsabila, Shafa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15461

Abstract

ABSTRAK Dusun merupakan tempat yang didalamnya terdapat banyak potensi, masyarakat di dusun yang memiliki potensi wilayah yang subur dan sumber daya local yang besar, tetapi belum dikembangkan dengan optimal. Hal ini diakibatkan oleh pengelolahan sumber daya yang kurang maksimal dan masih dilakukan secara manual. Oleh karena itu diperlukan upaya pemberdayaan untuk mengembangkan keterampilan penduduk guna mengelola asset local mereka. Pemberdayaan dilakukan dengan cara penyampaian informasi, praktek dan pendampingan secara langsung terhadap kegiatan pemberdayaan yang meliputi 4 bidang yaitu kesehatan, kreativitas, spiritualitas dan digitalisasi. Hasil dari kegiatan pemberdayaan diukur dengan bartambahnya wawasan dan kemampuan masyarakat untuk mengolah potensi local menjadi sesuatu yang bernilai. Pelaksanaan program pemberdayaan mendapatkan dukungan dari masyarakat ditandai dengan antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung. Kegiatan yang dilaksanakan telah memberikan manfaat bagi masyarakat di Dusun Bungkus secara umum dan mitra kegiatan secara khusus. Kata Kunci: optimalisasi, Sumber Daya, Masyarakat, Pemberdayaan ABSTRACT A hamlet is a place where there is a lot of potential, the people in the hamlet have the potential for a fertile area and large local resources, but have not yet been developed optimally. This is caused by resource management that is unoptimaly work and it is still done manually. Therefore, empowerment efforts are needed to develop the skills of the population to manage their local assets. Empowerment is carried out by providing information, practice and direct assistance to empowerment activities which cover 4 programs namely health, creativity, spirituality and digitalization. The results of empowerment activities are measured by increasing the community's insight and ability to process local potential into something of value. The implementation of the empowerment program received support from the community, marked by enthusiasm for participating in the series of ongoing activities. The activities carried out have provided benefits to the community in Dusun Bungkus in general and activity partners in particular. Keywords: Optimization, Resources, Community, Empowermen
Program Posyandu Remaja untuk Deteksi Dini Status Gizi Anak Usia Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Dempet Megasari, Anis Laela; Siswiyanti, Ikha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15240

Abstract

ABSTRAK Usia remaja merupakan kelompok yang rawan mengalami masalah gizi. Salah satu penyebab utama terjadinya masalah gizi pada remaja yaitu tidak optimalnya asupan makanan. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, salah satunya yaitu kejadian anemia. Anemia akan menyebabkan anak menjadi mudah letih dan berpengaruh kepada pencapaian akademik. Tujuan kegiatan ini untuk melakukan deteksi dini terkait status gizi anak remaja melalui program posyandu remaja. Metode pelaksanaan kegiatan ini berupa cek kesehatan dan dilanjutkan dengan edukasi kesehatan terkait status gizi pada remaja. Peserta kegiatan ini yaitu anak sekolah dasar kelas XI di wilayah lingkungan Puskesmas Dempet, sebanyak 20 orang. Deteksi dini yang dilakukan kepada peserta berupa pemeriksaan berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan. Hasil pengukuran dan penilaian status gizi pada 20 anak usia sekolah dasar diperoleh 5 anak dalam kategori sangat kurus, 4 anak dalam kategori kurus, 8 anak dalam kategori normal, dan 3 anak dalam kategori gemuk. Berdasarkan hasil kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa masih banyak anak remaja yang belum mencapai status gizi optimal. Oleh karena itu, edukasi kesehatan dan cek kesehatan yang dilakukan secara berkala penting dilakukan dalam rangka memantau dan meningkatkan status gizi pada remaja. Kata Kunci: Deteksi Dini, Posyandu, Remaja, Status Gizi  ABSTRACT Adolescents are a group that is prone to experiencing nutritional problems. One of the main causes of nutritional problems in adolescents is suboptimal food intake. This condition can cause various negative impacts, one of which is anemia. Anemia will cause children to become tired easily and affect academic achievement. The aim of this activity is to carry out early detection regarding the nutritional status of adolescent children through the youth posyandu program. The method for implementing this activity is a health examination followed by health education related to nutritional status in adolescents. The participants in this activity were 20 class XI elementary school children in the Dempet Community Health Center area. Early detection carried out on participants consisted of checking body weight, height and arm circumference. The results of measuring and assessing the nutritional status of 20 elementary school age children showed that 5 children were in the very thin category, 4 children were in the thin category, 8 children were in the normal category, and 3 children were in the obese category. Based on the results of these activities, it can be concluded that there are still many teenagers who have not achieved optimal nutritional status. Therefore, health education and regular health checks are important in order to maintain and improve the nutritional status of adolescents.  Keywords: Adolescents, Early Detection, Integrated Healthcare Center, Nutritional Status.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue