cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Penerapan Slow Deep Breathing Terhadap Nyeri Akut pada Penderita Hipertensi di Desa Kotahara Sukarami Balik Bukit Khorip, Patrur; Trismiyana, Eka; Winarno, Rudi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16761

Abstract

ABSTRACT Hypertension is categorized as a non-communicable disease (NCD) which is a disease that is not caused by infection with microorganisms such as protozoa, bacteria, fungi, or viruses. Hypertension can be defined as persistent blood pressure with systolic pressure above 140 mmHg and diastolic blood pressure above 90 mmHg. One of the nonphanakological therapies that can be done is slow deep breathing therapy. To determine the effect of slow deep breathing therapy on lowering blood pressure. This study uses a descriptive method with a nursing care case study approach that discusses assessment, nursing diagnosis, planning, and evaluation. There is an effect of slow deep breathing therapy on lowering blood pressure, a decrease in systolic and diastolic blood pressure of 10 mmHg was obtained after being given slow deep breathing therapy for 15 minutes for 3 days and done every morning and evening. There is an effect of slow deep breathing therapy on lowering blood pressure Keywords: Slow Deep Breathing, Hypertension, Family  ABSTRAK Hipertensi dikategorikan Penyakit tidak menular (PTM) dimana merupakan penyakit yang tidak disebabkan oleh infeksi mikroorganisme seperti protozoa, bakteri, jamur, maupun virus. Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dengan tekanan sistolik di atas 140 mmHg dan tekanan darah diastolik diatas 90 mmHg. Salah satu terapi nonfarnakologis yang dapat dilakukan terapi slow deep breathing. Untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi slow deep breathing terhadap penurunan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan yang membahas pengkajian, diagnose keperawatan, penrencanaan, dan evaluasi  terdapat pengaruh terapi slow deep breathing terhadap penurunan tekanan darah, didapatkan penurunan tekanan darah systolic dan diastolic 10 mmHg setelah di berikan terapi slow deep breathing selama 15 menit selama 3 hari dan dilakukan setiap pagi dan sore hari.  Terdapat pengaruh terapi slow deep breathing terhadap penurunan tekanan darah. Kata Kunci: Slow Deep Breathing, Hipertensi, Keluarga
Pemberdayaan Ibu Hamil melalui Pelatihan Baby Spa sebagai Persiapan Perawatan Sehari-Hari Bayi Usia 6-12 Bulan Abdullah, Vera Iriani; Kartikasari, Dian; Sari, Catur Anita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15173

Abstract

ABSTRAK Baby Spa adalah stimulasi perkembangan dan pertumbuhan pada bayi dengan memadukan senam bayi (baby gym) pijat bayi (baby massage) dan kegiatan berenang (swim) dengan tujuan memberikan stimulasi bagi tumbuh kembang bayi. Baby spa dapat merangsang otot-otot, tulang dan sistem organ agar berfungsi secara maksimal. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta kepercayaan diri ibu hamil dalam melakukan perawatan dan stimulasi bayi secara mandiri. Metode yang digunakan oleh tim pengadian kepada masyarakat berbentuk pendekatan secara promotif  dengan memberikan edukasi dan pelatihan baby spa kepada ibu hamil dalam kelas ibu hamil. Kegiatan dilaksanan pada tanggal 7 Mei 2024 dan 4 Juni 2024 di Puskesmas Malawei dengan melibatkan 10 orang ibu hamil dengan rentang usia 21-35 Tahun. Berdasarkan hasil evaluasi 90% terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan.  Peserta pelatihan terdiri dari ibu hamil sebanyak 10 orang. Hasil post tes menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan ibu dalam melakukan baby spa. Sebagai tindak lanjut kegiatan ini maka tim pengabdian kepada masyarakat akan melakukan kegiatan lanjutan untuk melakukan pelatihan kepada bidan Puskesmas agar bidan bisa melatih ibu pada saat kelas ibu hamil. Kata Kunci: Pijat Bayi, Stimulasi Dan Relaksasi  ABSTRACT Baby Spa is a stimulation of development and growth in babies by combining baby gymnastics, baby massage and swimming activities with the aim of providing stimulation for the baby's growth and development. Baby spa can stimulate muscles, bones and organ systems to function optimally. Increase the knowledge, skills and confidence of pregnant women in caring and stimulating baby independently. The method used by the community outreach team is in the form of a promotive approach by providing education and baby spa training to pregnant women in prenatal classes. the activity was carried out on  7 May and 14 May 2024 at the Malawei Health Center involving 10 pregnant women with an age range of 21-35 years. Based on the evaluation results, 90% of knowledge and skills increased before and after the training. The training participants consisted of 10 pregnant women. The post-test results showed an increase in mothers' knowledge and skills in carrying out baby spas. As a follow-up to this activity, the community service team will carry out follow-up activities to provide training to community health center midwives so that midwives can train mothers during pregnancy classes. Keywords: Baby Massage, Stimulation and Relaxation
Penyuluhan Program Kb Bagi Pasangan Usia Subur (Pus) Mustafa, Ayu Resky; Fauzi, Achmad; Sukmawati, Sukmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14116

Abstract

ABSTRAK Jumlah penduduk adalah salah satu indicator penting dalam  suatu negara. Karena jumlah   penduduk   terus   bertambah, maka  banyak  yang  harus  dicanangkan untuk mengatasi keadaan jumlah penduduk yang semakin   bertambah. Karena itu, penyuluhan Program Keluarga Berencana  merupakan  upaya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesehatan   ibu dan anak. Metode  yang  digunakan  dalam  kegiatan  penyuluhan  dilakukan dengan tiga macam,yaitu:metode ceramah,diskusi dan tanya  jawab. Kegiatan  pengabdian  kepada  masyarakat  ini dihadiri oleh 28  peserta  yang  didominasi  oleh padaWanita/Ibu.Dari peserta yang hadir  terdapat  50%  tidak  mengikuti  program  KB.Hal  ini terjadi  karena adanya  beberapa faktor seperti masyarakat  masih  menyakini  banyak  anak  banyak rejeki, biaya  KB yang relativemahal,adanya efek  samping yang ditimbulkan dan ada  beberapa keluarga yang anaknya berjenis kelamin perempuan semua dan laki-laki semua. Menurut Zia (2017),terdapat beberapa faktor yang menyebabkan individu tidak menggunakan  metode  atau  alat  KB  seperti  faktor  kesuburan  (pramenopause  dan  histerektomi),keinginan untuk memiliki banyak anak, efek samping dari kontrasepsi, sedangkan pada pria karena faktor kesuburan, individu dan pasangan menolak,larangan agama,kurang pengetahuan, jarak jauh dari ke tempat pelayanan KB,biaya yang relatifmahal dan merasa tidak nyaman Kesimpulan dari kegiatan  pengabdian ini adalah  bahwa masyarakat  terutama keluarga memahami tentang pentingnya mengikuti program Keluarga Berencana (KB), adanya faktor-faktor yang  menghambat pelaksanaan progran KB di Desa Tanahberu  Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba, seperti masyarakat masih menyakini banyak anak banyak rejeki, biaya KB yang relative mahal, adanya efek  samping  yang  ditimbulkandan  ada  beberapa keluarga yang keturunannya berjenis kelamin perempuan semua dan laki-laki semua. Kata  Kunci: Penyuluhan, Keluarga, Berencana, Pasangan Usia Subur  ABSTRACT Population is one of the most important indicators in a country. As the population continues to grow, there is much to be done to cope with the growing population. Therefore, the adoption of the Family Planning Programme is an attempt to suppress population growth and improve the health of mothers and children. The methods used in dissertation activities are carried out in three ways, namely: methods of lecture, discussion and question answer. 28 participants attended the service to the community, which was dominated by women/mothers. Of the participants present, 50% did not follow the KB program.  This is because of some factors such as the society still believes a lot of children are rejected, the cost of the United Nations is relatively expensive, there are side effects caused and there are some families with children of all sexes, both female and male. According to Zia (2017), there are several factors that cause individuals not to use methods or tools of KB such as fertility factors (pramenopause and hysterectomy), the desire to have many children, side effects of contraception, while in men due to the factors of fertility, individuals and couples refuse, religious prohibition, lack of knowledge, distance from the place of KB service, relatively expensive and feel uncomfortable. The conclusion of this devotional activity is that the society especially understands the family about the importance of following the Family Planned (KB) program, the existence of factors that hinder the implementation of KB programmes in the village of Tanahberu Bontobahari district of Bulukumba, such as the society is still convinced many children many rejeki, the cost of KB is relatively costly, the presence of side effects that are accompanied by a number of families whose descendants are female and all men. Keywords: Acceptance, Family Planning, Fertile Couples
Increasing Elderly Knowledge about Hypertension Crisis with Audio-Visual Media Prastiwi, Firman; Fitriyani, Noor; Budiman, Amin Aji; Listrikawati, Martini; Listiyanawati, Mutiara Dewi; Mardiyah, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15422

Abstract

ABSTRACT Hypertensive crisis is the most common problem in the elderly resulting from uncontrolled hypertension. A common problem that is a factor causing a hypertensive crisis is ignorance regarding how to treat and prevent the disease, which increases the risk of a hypertensive crisis, so a means of increasing knowledge is needed, namely audio-visual media. The aim of this activity is to increase the elderly's knowledge about hypertensive crises using audio-visual media. The activity was held on December 21, 2023, regarding audio-visual media education about preventing hypertensive crises in the elderly, located at the Mojogedang Mental Revolution House. There were 42 elderly people who took part in the activity in the elderly posyandu area. The pretest results showed that 15 people (35.7%) dominated the elderly's knowledge as poor. The posttest results showed that knowledge of the elderly was dominated by 18 people (42.9%). The marginal homogeneity test obtained a p value of 0.000, which concluded that audio-visual media is an alternative means of increasing the knowledge of the elderly. In conclusion, community service using audio-visual media methods regarding the prevention of hypertensive crises in the elderly significantly helps in increasing the knowledge of the elderly. Keywords: Audio-visual, Elderly, Health Education, Hypertension Crisis
Pembuatan Perasan Labu Siam untuk Mengatasi Hipertensi dalam Kehamilan Centis, Maria Conchita Leyla; Dewi, Imelda Rosniyati; Laput, Dionesia O.; Raden, Natalia D.P; Multi, Maria Delvasari; Efrin, Patrisia; Putriandini, Theresia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15189

Abstract

ABSTRAK Hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu penyumbang angka mordibitas dan mortalitas pada ibu. Tujuan dilakukan kegiatan ini adalah agar ibu dengan mandiri dapat melakukan pertolongan pertama dirumah ketika mengalami hipertensi. Metode Penelitian yang digunakan dalam kegiatan adalah penyuluhan dan demostrasi pembuatan perasan labu siam. Hasil dari 15 orang yang mengikuti kegiatan tersebut, semua ibu hamil mampu dengan mandiri mempraktekkan cara membuat perasan labu siam. Kesimpulan kegiatan pemberdayaan ibu hamil memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi ibu dalam menolong dirinya sendiri Kata Kunci: Hipertensi Dalam Kehamilan, Labu Siam  ABSTRACT Hypertension in pregnancy is one of the contributors to maternal morbidity and mortality. Objective This activity is carried out so that mothers can independently perform first aid at home when experiencing hypertension. Methods the activities used in the activity are counseling and demonstration of making chayote juice. Results of the 15 people who participated in the activity, all pregnant women were able to independently practice how to make chayote juice. Conclusion empowerment activities for pregnant women provide new knowledge and skills for mothers in helping themselves  Keywords: Hypertension in Pregnancy, Siamese Gourd
Sosialisasi Makanan Jajanan Sehat Anak Sekolah di SD Antonius 02 Semarang Jawa Tengah Putriningtyas, Natalia Desy; Budiono, Irwan; Cahyati, Widya Hary; Akbariandi, Robby; Istiada, Ayu; Al Kautsar, Nikmatul Ilma; Jumirah, Yasinta
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16168

Abstract

ABSTRAK Masa anak-anak merupakan periode kritis termasuk dalam membangun kebiasaan makan yang akhirnya mempengaruhi status kesehatan seseorang. Kebiasaan mengkonsumsi makanan jajanan pada anak mampu memberikan pengaruh dalam perubahan kualitas sumber daya manusia. Gizi memberikan pengaruh pada setiap tahap kehidupan dengan kekhasan masing-masing. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi makanan jajanan sehat bagi anak sekolah yang berkaitan dengan jenis makanan jajanan, bahan tambahan pangan termasuk pewarna makanan dan pengaruh makanan jajanan bagi kesehatan secara umum. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan sosialisasi, pendampingan dan edukasi gizi. Mitra pengabdian kepada masyarakat adalah para siswa kelas 1-3 SD Antonius 02 Semarang sebanyak 194 orang. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan edukasi gizi yang dilakukan terhadap para siswa mampu meningkatkan pengetahuan yang berkaitan dengan makanan jajanan. Pengabdian ini juga diharapkan mampu meningkatkan ketrampilan para siswa dalam memilih jenis makanan jajanan. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan para siswa yang berkaitan dengan jenis makanan jajanan, bahan tambahan pangan dan pengaruh makanan jajanan bagi kesehatan. Kata Kunci: Anak Sekolah, Makanan Jajanan, Pengetahuan, Pendidikan Gizi  ABSTRACT Childhood is a critical period including developing eating habits which ultimately affect a person's health status. The habit of consuming snacks among children can have an influence on changes in the quality of human resources. Nutrition has an influence on every stage of life with its own characteristics. This service activity aims to socialize healthy snacks for school children regarding types of snacks, food additives including food coloring and the effect of snacks on health in general. The method of implementing service activities uses socialization, mentoring and nutrition education. Community service partners are 194 students in grades 1-3 of SD Antonius 02 Semarang. The results of the service activities show that the socialization and nutrition education activities carried out on students were able to increase knowledge related to snack foods. This service is also expected to improve students' skills in choosing types of snacks. The conclusion of this service activity is that there has been an increase in students' knowledge regarding types of snack foods, food additives and the influence of snack foods on health.  Keywords: School Children, Snacks, Knowledge, Nutrition Education
Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana melalui Permainan Edukatif Ular Tangga Pengurangan Risiko Bencana “Rangga-Erina” pada Siswa Sekolah Dasar Yudanagara, Bani Bacan Hacantya; Adsani, Dhita Adsa; Chusairi, Achmad; Annisa, Nafika Siti Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14514

Abstract

ABSTRAK Indonesia rentan terhadap bencana alam namun memiliki tingkat kesiapsiagaan bencana yang cenderung rendah. Salah satu cara untuk meningkatkannya adalah melalui edukasi, namun program-program yang dilakukan selama ini masih sangat terbatas. Anak-anak termasuk dalam kelompok rentan pada bencana alam sehingga dibutuhkan upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana sejak dini, salah satunya melalui permainan edukatif yang terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan pada anak-anak. Program ini bertujuan untuk mengenalkan mitigasi bencana pada siswa sekolah dasar di desa Pagerluyung dengan permainan ular tangga pengurangan risiko bencana (Rangga-Erina). Program edukasi dilakukan secara luring pada tanggal 30 September 2023 dengan pemberian permainan ular tangga pada siswa dan siswi kelas 4, 5, dan 6 SDN 02 Pagerluyung. Selain itu, keterlibatan guru diharapkan dapat mengedukasi siswa lainnya terkait kesiapsiagaan bencana. Kegiatan diikuti oleh 32 siswa dan guru kelas SDN Pagerluyung 2, Mojokerto. Di bagian evaluasi 87,5% siswa menyatakan sangat setuju bahwa tampilan Rangga-Erina menarik; 68,7% menyatakan sangat setuju dan 31,25% menyatakan setuju bahwa bahasanya mudah dipahami; 81,25% siswa menyatakan sangat setuju dan 18,75% menyatakan setuju bahwa Rangga-Erina menyenangkan untuk dimainkan. Melalui kegiatan ini, terlihat bahwa permainan ular tangga edukasi risiko bencana (Rangga-Erina) dapat mendorong siswa untuk belajar tentang mitigasi bencana dengan menyenangkan, materi mudah dipahami, dan menarik secara visual. Kata Kunci: Mitigasi Bencana, Kesiapsiagaan Bencana, Permainan Edukatif  ABSTRACT Indonesia is vulnerable to natural disasters but has a low level of disaster preparedness. Education is needed to improve this, but the educational programs so far are still very limited. Children are vulnerable to natural disasters, so efforts are needed to increase disaster preparedness from an early age. Educational games are a proven effective method for increasing children's knowledge. Therefore, the disaster risk reduction snakes and ladders game (Rangga-Erina) is designed to introduce disaster mitigation to elementary school pupils in Pagerluyung village. This program aims to educate elementary school pupils in Pagerluyung village about disaster mitigation by using a snakes and ladders game to minimize the potential harm caused by disasters. The educational program was conducted offline on September 30 2023, by providing a game of snakes and ladders (Rangga-Erina) to elementary school pupils in grades 4, 5 and 6 at SDN 02 Pagerluyung. Teachers were also involved in educating other students regarding disaster preparedness. The activity was attended by 32 pupils at SDN Pagerluyung 2, Mojokerto, and teachers. The questionnaire result showed that 87.5% of pupils strongly agreed that Rangga-Erina's appearance was attractive; 68.7% strongly agreed and 31.25% agreed that the language was easy to understand; 81.25% of students strongly agreed and 18.75% agreed that Rangga-Erina was fun to play. It can be conclude that the disaster risk educational snakes and ladders game (Rangga-Erina) can encourage pupils to learn about disaster mitigation in a fun, easy-to-understand and visually interesting way. Keywords: Disaster Mitigation, Disaster Preparedness, Educational Games
Optimalisasi Peran Kader dalam Melakukan Latihan Fungsional Pasien Post Stroke di Desa Gisikcemandi Sidoarjo Prastyawati, Irine Yunila; Pramono, Dominggus Ruku Yudit; Yuliati, Ignata; Kurniawaty, Yuni; Dwianto, Ignatius Heri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15899

Abstract

ABSTRAK Kader memiliki kontribusi dalam optimalisasi fungsional pasien post stroke, agar pasien mampu meningkatkan derajat kesehatan serta kemandirian pasien. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan kader untuk membantu memberikan tindakan latihan fungsional kepaada pasien. Metode yang dilakukan metode partisipatoris Participatory Rural Apraissal (PRA). Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diawali dengan perijinan kepada Kepala Desa Gisikcemandi, koordinasi dengan mitra, pembagian tugas diantara tim pelaksana. Partisipasi mitra dilakukan dengan mempersiapkan tempat dan alat pengeras suara. Proses diskusi lancar, mitra memperhatikan penjelasan, beberapa pertanyaan diajukan kepada tim pelaksana. Hasil terdapat peningkatan keterampilan mitra tentang latihan fungsional pada stroke dengan tingkat keterampilan baik setelah diberikan pelatihan kesehatan kepada mitra. Diharapkan dengan adanya peningkatan keterampilan latihan fungsional pada kader, terjadi perubahan perilaku menolong yang lebih spesifik khususnya pada bidang latihan fungsional. Kata Kunci: Optimalisasi, Kader, Stroke ABSTRACT Cadres have a contribution in optimizing the functional function of post-stroke patients, so that patients are able to improve the patient's level of health and independence. The aim of this activity is to improve the skills of cadres to help provide functional training procedures to patients. The method used is the Participatory Rural Appraisal (PRA) method. Implementation of community service activities begins with permission from the Gisikcemandi Village Head, coordination with partners, division of tasks between the implementing team. Partner participation is carried out by preparing a place and loudspeakers. The discussion process was smooth, partners paid attention to the explanation, several questions were asked to the implementing team. The results showed an increase in partners' skills regarding functional training for stroke with good skill levels after health training was provided to partners. It is hoped that by increasing functional training skills in cadres, there will be changes in more specific helping behavior, especially in the area of functional training. Keywords: Optimization, Community Health Workers, Stroke
Edukasi Faktor Risiko Kecacingan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah Pesisir Jambula Armaijn, Liasari; Darmayanti, Dewi; Nurhidayat, Rochmat; Tamsil, Fauziah Auliah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.13630

Abstract

ABSTRAK Infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah (Soil Transmitted Helminthiases/STH) diperkirakan telah menginfeksi 1,5 milyar orang (24%) dari populasi penduduk dunia. Penularan terjadi akibat kotoran manusia yang mencemari tanah pada daerah dengan sanitasi yang buruk. Anak sekolah dasar merupakan kelompok yang paling berisiko menderita kecacingan karena faktor anak tidak mencuci tangan sebelum makan dan sesudah Buang Air Besar (BAB), kebersihan kuku, jajan sembarangan dan perilaku BAB Sembarangan (BABS). Kecacingan dapat mengganggu kecerdasan dan gizi anak sehingga menjadi salah satu penyebab stunting atau gangguan pertumbuhan anak. Salah satu upaya pencegahan adalah melalui edukasi tentang faktor-faktor penyebab kecacingan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada siswa sekolah dasar. Untuk meningkatkan pengetahuan dan derajat kesehatan pada siswa sekolah dasar di pesisir Jambula, sehingga membantu menurunkan angka kesakitan dan mencegah terjadinya kecacingan pada siswa anak sekolah dasar. Dilakukan dengan edukasi dan simulasi PHBS pada 90 orang siswa SDN 65 Jambula. Dari kegiatan pengabdian ini didapatkan 80 anak dengan pengetahuan baik dan 10 anak dengan pengetahuan kurang. Disimpulkan bahwa masih dibutuhkan peningkatan pengetahuan guna mencegah perkembangan kecacingan. Kata Kunci: Kecacingan, Pesisir, Jambula  ABSTRACT Soil Transmitted Helminthiases/STH had been infected 1,5 milion people (24%) of world population. The transmission caused contaminated land by human faeces at poor sanitation areas. Primary school children are the most highly risk population to infected STH because lack washed hand behavior before eating and after defecation, random snacks and open defecation. Helminthiases can decrease the inteligance and nutrision than became causes of stunting. One of the efforts to prevent helminthiases by education about the factors causes helminthiases with clean and healthy behaviour to primary school children. Purpose to increase the knowledge and health degree of children at primary school in the Jambula coastal area, thereby helping to reduce the morbidity and preventing helminthiases  at primary school children. Carried out by education and simulation about clean and healthy behaviour to 90 primary school children. 80 primary school children had good knowledge and 10 primary school children had poor knowledge. There is still a need for increased knowledge to prevent helminthiases. Keywords: Helminthiases, Coast, Jambula
Pemberdayaan Kelompok Dasawisma Pada Deteksi Dini Pertumbuhan Balita Dalam Pencegahan Stunting di Desa Panca Mukti Kabupaten Bengkulu Tengah Jumiyati, Jumiyati; Krisnasary, Arie; Kusdalinah, Kusdalinah; Yunita, Yunita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15086

Abstract

ABSTRAK Stunting salah satu masalah kesehatan nasional yang memerlukan penanganan secara dini terutama dalam memantau pertumbuhan balita, untuk mengatasi atau pencegahan stunting dapat melibatkan kelompok masyarakat diantaranya kelompok Dasawisma. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan kelompok dasawisma mendeteksi dini pertumbuhan balita dalam pencegahan stunting. Kelompok Dasawisma melakukan secara mandiri dalam mendeteksi dini pertumbuhan balita. Kegiatan pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan dengan metode cara ceramah, diskusi dan simulasi. Pengetahuan dan keterampilan dalam deteksi dini pertumbuhan balita diukur sebelum dan sesudah pelatihan kelompok dasawisma selama 2 hari. Memonitoring dan evaluasi hasil pelatihan dengan melihat pengukuran status gizi terhadap ibu yang mempunyai balita. Ada perbedaan pengetahuan, keterampilan kelompok dasawisma dalam mendeteksi dini pertumbuhan balita sebelum dan sesudah diberikan pelatihan dengan nilai p 0.01. Hasil dari deteksi dini pertumbuhan dalam pengukuran status gizi balita pada 68 orang balita diperoleh hasil hampir seluruh balita memiliki status gizi normal 82,4%, pendek 11,8% dan sangat pendek 5,8% yang dilakukan oleh kader dasawisma. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader mengenai deteksi dini stunting. Saran untuk dilakukan pemantauan status gizi secara berkala agar terlacak stunting secara dini sehingga dapat ditanggulangi secara cepat. Kata Kunci: Dasawisma, Deteksi Dini, Pemberdayaan, Stunting  ABSTRACT Stunting is a national health problem that requires early treatment, especially in monitoring the growth of toddlers. To overcome or prevent stunting, community groups can be involved, including the Dasawisma group. This activity aims to increase the knowledge and skills of the dasawisma group in detecting early growth in toddlers in preventing stunting. The Dasawisma group independently detects early growth in toddlers. Community service activities were carried out using lecture, discussion and simulation methods. Knowledge and skills in early detection of toddler growth were measured before and after the dasawisma group training for 2 days. Monitoring and evaluating training results by looking at measuring the nutritional status of mothers with toddlers. There were differences in the knowledge and skills of the dasawisma group in detecting early growth in toddlers before and after being given training with a p value of 0.01. The results of early growth detection in measuring the nutritional status of 68 toddlers showed that almost all toddlers had a normal nutritional status of 82.4%, 11.8% short and 5.8% very short, which was carried out by dasawisma cadres. This service activity was successful in increasing cadres' knowledge and skills regarding early detection of stunting. Suggestions are to monitor nutritional status regularly so that stunting can be tracked early so that it can be overcome quickly. Keywords: Dasawisma, Early Detection, Empowerment, Stunting

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue