cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Kegiatan Penghijauan dan Manfaat Tanaman bagi Kesehatan Khususnya Penyakit DM di Wilayah RW 06 Kelurahan Sudimara Barat Kecamatan Ciledug Kota Tangerang Nuraini, Nuraini; Wahyuningsih, Endah; Hasan, Abdullah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17182

Abstract

ABSTRAK Penghijauan seperti namanya memiliki arti kegiatan atau aktivitas yang dilakukan sebagai bentuk pemulihan, pemeliharaan serta peningkatan kembali dalam kondisi lahan supaya bisa memberikan manfaat secara optimal dan sesuai dengan  fungsinya. Peningkatan kondisi lahan tersebut bisa dilakukan salah satunya dengan menanam pohon atau tanaman. Penghijauan bisa menggunakan tanaman hias dan juga  bisa menggunakan Tanaman Obat Rumah Tangga (TOGA), karena manfaat dari TOGA bagi kesehatan banyak sekali, salah satunya adalah penyakit Gula Dara, karna penyakit ini sangat erat dengan pola hidup masyarakat, sehingga perlu juga masyarakat mengetahui pengobatan nonfarmakologi atau komplementer menggunkan tanaman obat keluarga, namun untuk melestarikan tanaman maka dibutuhkan pupuk, salah satu pupuk yang murah dan ramah lingkungan adalah menggunakan hasil limbah rumah tangga. Tujuan dari kegiatan ini adalah masyarakat dapat melestarikan lingkungan dengan melakukan penghijauan dan memahami manfaat dari tanaman yang di tanam bagi kesehatan dan juga untuk penderita diabetes mellitus dapat memanfaatkan TOGA sebagai Obat alternatif dan penurunan kadar glukosa dalam darah. Metode kegiatan dilakukan secara bertahap dimulai dari memberikan penjelasan terkait penghijauan, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan Pupuk Organik Cair dan selanjutnya memberikan sosialisasi manfaat dari tanaman Toga khususnya tanaman pucuk merah bagi kesehatan untuk penderita  Diabetes Mellitus. Hasil dari kegiatan penghijauan dan manfaat tanaman bagi kesehatan khususnya penyakit DM di wilayah RW 06 Kelurahan Sudimara Barat Kecamatan Ciledug Kota Tangerang. Dilihat dari rata-rata nilai masing-masing kegiatan memiliki peningkatan dari sebelum dilakukan kegiatan dan setelah dilakukan kegiatan. Artinya pemahaman terkait kegiatan penghijauan dan manfaat tanaman bagi kesehatan khususnya penyakit DM di wilayah RW 06 Kelurahan Sudimara Barat Kecamatan Ciledug Kota Tangerang mengalami peningkatan yang signifikan. Kata Kunci: Penghijauan, Pupuk Organik Cair, Manfaat Pucuk Merah, Kesehatan, Diabetes Militus ABSTRACT Reforestation, as the name suggests, means activities or activities carried out as a form of restoration, maintenance and improvement in the condition of the land so that it can provide optimal benefits and in accordance with its function. One way to improve the condition of the land is by planting trees or plants. Reforestation can use ornamental plants and you can also use Household Medicinal Plants (TOGA), because the benefits of TOGA for health are many, one of which is Dara Sugar disease, because this disease is very closely related to people's lifestyles, so people also need to know about non-pharmacological treatments. or complementary using family medicinal plants, but to preserve plants, fertilizer is needed, one of the fertilizers that is cheap and environmentally friendly is using household waste. The aim of this activity is that the community can preserve the environment by reforesting and understanding the benefits of the plants planted for health and also for diabetes mellitus sufferers they can use the TOGA plant as an alternative medicine and reduce blood glucose levels. The activity method was carried out in stages starting from providing an explanation regarding reforestation, then continuing with an explanation of Liquid Organic Fertilizer and then socializing the benefits of the Toga plant, especially the red top plant for health for Diabetes Mellitus sufferers. Results from reforestation activities and the benefits of plants for health, especially DM disease in the RW 06 area, West Sudimara Village, Ciledug District, Tangerang City. Judging from the average value of each activity, there has been an increase from before the activity was carried out and after the activity was carried out.  This means that understanding regarding reforestation activities and the benefits of plants for health, especially diabetes mellitus in the RW 06 area, West Sudimara Village, Ciledug District, Tangerang City has increased significantly. Keywords: Greening, Liquid Organic Fertilizer, Benefits of Red Shoots, Health, Diabetes Mellitus
Pemberdayaan Perempuan Terhadap Pemanfaatan Ekonomi Digital: Peran Nasyiatul Aisyiyah dalam Meransang Kewirausahaan Wanita di Kabupaten Sidenreng Rappang Kawaru, Sundari; Nilwana, Andi; Juana, Juana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15288

Abstract

ABSTRAK Pengabdian ini berfokus pada memberikan pemahaman dan keterampilan bisnis Digital untuk mendorong Wanita mendapatkan pekerjaan dan melek bisnis digital seperti e-commerce dan media social merupakan sarana yang efektif dalam pemasaran yang dengan demikian bekerjasama dengan organisasi Perempuan yaitu Nasyiatul Aisyiyah dalam hal ini program ini merupakan suatu hal yang bermanfaat untuk diketahui dan dipelajari pada zaman sekarang Urgensi pemberdayaan perempuan dalam ekonomi digital terletak pada ketidaksetaraan gender yang masih ada dalam akses, pengetahuan, dan peluang di dunia digital. Nasyiyah bertujuan untuk mengatasi hambatan ini dan memungkinkan perempuan untuk memanfaatkan peluang ekonomi digital. Tujuan utama dari pengabdian ini 1) meningkatkan keterampilan perempuan dalam pemanfaatan ekonomi digital, 2) memfasilitasi akses ke platform e-commerce, dan 3) membantu dalam mengembangkan kewirausahaan wanita dalam ranah digital. Metode yang digunakan, observasi awal, sosialisasi, pelaksanaan pelatihan, mentorship dan pendampingan, evaluasi dan Perbaikan,  1) melakukan pelatihan keterampilan dengan memberdayakan Perempuan untuk menciptakan dan mengelola bisnis, 2) mengajarkan langsung aplikasi e-commerce untuk membantu Perempuan untuk mencapai pasar global 3) dengan memberikan bantuan pelatihan ini dapat menginspirasi Perempuan dalam memulai bisnis, Meningkatkan keterampilan perempuan dalam pemanfaatan ekonomi digital, memfasilitasi akses ke platform e-commerce, dan membantu dalam mengembangkan kewirausahaan wanita dalam ranah digital, kita dapat menciptakan sebuah ekosistem yang lebih inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan memberdayakan perempuan untuk menjadi aktor utama dalam ekonomi digital, kita tidak hanya membuka peluang bagi mereka secara individu, tetapi juga membawa manfaat besar bagi masyarakat secara keseluruhan melalui pertumbuhan ekonomi yang lebih luas dan inklusif. Perlu adanya 1) Perluasan program pelatihan, 2) Peningkatan konten Pelatihan, 3) Dukungan dan Keberlanjutan. Kata Kunci: Pemberdayaan Perempuan, Ekonomi Digital, Kewirausahaan  ABSTRACT This service focuses on providing understanding and digital business skills to encourage women to get jobs and become literate in digital business such as e-commerce and social media, which are effective means of marketing, thereby collaborating with women's organizations, namely Nasyiatul Aisyiyah, in this case this program is something which is useful to know and learn today. The urgency of empowering women in the digital economy lies in the gender inequality that still exists in access, knowledge and opportunities in the digital world. Nasyiyah aims to overcome these barriers and enable women to take advantage of digital economic opportunities. The main objectives of this service are 1) improving women's skills in utilizing the digital economy, 2) facilitating access to e-commerce platforms, and 3) helping to develop women's entrepreneurship in the digital realm. Methods used, initial observation, socialization, implementation of training, assistance and mentoring, evaluation and improvement, Results: 1) conducting training by empowering women to create and manage businesses, 2) teaching directly e-commerce applications to help women reach the global market 3) by providing this training assistance can inspire women to start businesses. Conclusion: increasing women's skills in utilizing the digital economy, facilitating access to e-commerce platforms, and helping develop women's entrepreneurship in the digital realm, we can create a more inclusive, innovative, ecosystem. and sustainable. By empowering women to become key actors in the digital economy, we not only open up opportunities for them individually, but also bring huge benefits to society as a whole through broader and more inclusive economic growth. Recommendations: 1) Expansion of training Programs, 2) Enchancement of training Content, 3) Sustainability and Support Keywords: Women's Empowerment, Digital Economy, Entrepreneurship
Kader Terampil Membuat Media Pendidikan Kesehatan Lembar Balik melalui Pelatihan di Kampung Holtekamp Distrik Muara Tami Kota Jayapura 2023 Papua Batticaca, Fransisca B; Kusumawati, Chotijah Meinar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.13986

Abstract

ABSTRAK Holtekamp merupakan salah satu satu pemerintahan Kota Jayapura yang masih ditemukan berbagai masalah kesehatan yang memelukan perhatian dari berbagaipihak.   Hasil penelitian menunjukkan terdapat berbagai masalah kesehatan ditemukan di Kampung Holtekam, antara lain  masalah gizi pada,   penyakit malaria, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), demam, TBC, diare dan cacingan Asam Urat, Hipertensi, Hiperkolesterolemia, Diabates Melitus,. Jangkauan air bersih, ketersediaan jamban. Sehingga memerlukan intervensi untuk mengatasi masalah kesehatan diantaranya pelatihan kader kesehatan dalam pembuatan lembar balik sebagai media pendidikan kesehatan bagi kader kesehatan. Pelatihan pembuatan media pendidikan kesehatan lembar balik bagi kader sebagai mitra bagi tenaga kesehatan dalam  melaksanakan tugas dan tanggungjawab untuk memberikan pelayanan kesehatan langsung bagi masyarakat. Peserta  memahami pembuatan media pendidikan kesehatan lembar balik di Kampung Holtekam Muara Tami Kota Jayapura. Metode Pengabdian  menggunakan jenis intervensi dengan stategi pelatihan Media Pendidikan Kesehatan Lembar Balik Bagi Kader Kesehatan di Kampung Holtekamp Distrik Muara Tami Kota Jayapur dengan jumlah peserta yang hadir sebnayk 22 orang.  Kegiatn pelatihan dilaksanakan  tanggal 17 Juni 2023. Setelah dilakukan intervensi pelatihan pembuatan media pendidikan kesehatan terjadi peningkatan kader sebelum dan setelah dilakukan intervensi. Tidak ada perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan intervensi. Kader terampil membuat media promosi pendidikan kasehatn Kader berhasil membuat media mendidikan kesehatan lembat valik sebanyak 3 buah, yaitu lemabar balik sunting, Lembar balik cacingan, dan lembar balik hipertensi. Kata Kunci: Media, Flip Sheet,  Health,  Health Volunter,  Jayapura  ABSTRACT Holtekamp is one of the Jayapura City governments that still finds various health problems that require attention from various parties.   The results showed that there were various health problems found in Holtekam Village, including nutritional problems in, malaria, acute respiratory tract infections (ARI), fever, tuberculosis, diarrhea and uric acid worms, hypertension, hypercholesterolemia, diabetes mellitus, . Clean water coverage, availability of latrines. So it requires interventions to overcome health problems, including training health cadres in making turning sheets as a medium for health education for health cadres. Training on making health education media turning sheets for health volunteers as partners for health workers to carry out their duties and responsibilities in providing direct health services for the community. Pelatihan pembuatan media pendidikan kesehatan lembar balik bagi kader sebagai mitra bagi tenaga kesehatan melaksanakan tugas dan tanggungjawab dalam memberikan pelayanan kesehatan langsung bagi masyarakat. Participants understand the making of health education media turning sheets in Holtekam Village, Muara Tami, Jayapura City. The Community Service Method uses a type of intervention with a training strategy for Health Education Media Turning Sheet for Health Cadres in Holtekamp Village, Muara Tami District, Jayapur City with the number of participants attending as many as 22 people.  The training activity will be held on June 17, 2023. After the training intervention for making health education media, there was an increase in cadres before and after the intervention. There was no difference in knowledge before and after the intervention. Conclusion Cadres are skilled in making health education promotion media Cadres have succeeded in making 3 pieces of valic lembat health education media, namely editing back sheets, worm turning sheets, and hypertension turning sheets. Keywords:Media, Flip Sheet,  Health,  Health Volunter,  Jayapura
Edukasi dan Demonstrasi Pembuatan Nugget Tutelor Berbahan Ikan Tuna, Tempe, Kelor sebagai Upaya Pencegahan Stunting Darni, Joyeti; Wahyuningsih, Retno
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16244

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis. Asupan protein hewani berhubungan dengan stunting pada balita, Ibu perlu meningkatkan asupan protein hewani untuk balita yang berasal dari lauk pauk berbasis pangan lokal guna menurunkan risiko stunting.  Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberdayakan kader posyandu dalam upaya pencegahan stunting pada balita. Metode yang dilakukan adalah pemberian edukasi dan demonstrasi pembuatan Nugget Tutelor berbahan ikan tuna, tempe, kelor. Evaluasi kegiatan edukasi menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan pre-post test. Hasil rata-rata skor pengetahuan kader sebelum penyuluhan dengan skor benar <60 sebanyak 80%, setelah pemberian edukasi dan praktek pengukuran antropometri pengetahuan kader posyandu meningkat terlihat di tabel 1 dengan skor benar ≥ 90 sebanyak 60% dan skor 70-80 sebanyak 40% serta tidak ada lagi kader posyandu yang nilai nya < 60. Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan lancar dan mendapat antusias yang baik dari kader posyandu dan terdapat peningkatan pengetahuan Kader Posyandu sesudah diberikan edukasi.  Kata Kunci: Balita, Nugget Ikan, Kader Posyandu, Pangan Lokal ABSTRACT Animal protein intake is associated with stunting in toddlers. Mothers need to increase animal protein intake for toddlers which comes from local food-based side dishes to reduce the risk of stunting.  The aim of this community service activity is to empower posyandu cadres in efforts to prevent stunting in toddlers. The method used was providing education and demonstrations on making Tutelor nuggets made from tuna, tempeh and moringa. Evaluation of educational activities using a pre-post test knowledge level questionnaire. The results of the average knowledge score of cadres before counseling with a correct score <60 was 80%, after providing education and practice of anthropometric measurements the knowledge of posyandu cadres increased as seen in table 1 with a correct score ≥ 90 as much as 60% and a score of 70-80 as much as 40% and There are no more posyandu cadres whose score is < 60. In conclusion, community service activities run smoothly and receive good enthusiasm from posyandu cadres and there is an increase in the knowledge of posyandu cadres after being given education. Keywords: Toddlers, Fish Nuggets, Posyandu Cadres, Local Food
Edukasi Pengembangan Menu Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal Papua Barat Daya dengan Sajian Isi Piringku Sebagai Upaya Peningkatan Konsumsi bagi Balita Gizi Kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Remu Kota Sorong Florensia, Wilma; Supu, La
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17595

Abstract

ABSTRAK  Konsumsi gizi seimbang sangat penting dalam Upaya mencegah dan mengatasi masalah gizi kurang pada balita. Program pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pengembangan menu gizi seimbang berbasis pangan lokal Papua Barat Daya dengan konsep “Isi Piringku” sebagai pendekatan untuk meningkatkan konsumsi gizi pada balita yang mengalami gizi kurang. Pendekatan ini melibatkan identifikasi pangan lokal yang tersedia, edukasi kepada ibu balita, serta penyusunan menu yang sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Kegiatan ini meliputi penyuluhan mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi untuk tumbuh kembang anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang pengembangan menu berbasis pangan lokal dengan metode isi piringku dalam Upaya penurunan kasus gizi kurang pada balita di Papua Barat Daya. Kata Kunci: Edukasi, Gizi Seimbang, Pangan Lokal, Isi Piringku, Balita Gizi Kurang  ABSTRACT Consumption of balanced nutrition is very important in efforts to prevent and overcome malnutrition problems in toddlers. This community service program aims to provide education on the development of a balanced nutritional menu based on local food in Southwest Papua with the concept of "Isi Piringku" as an approach to increasing nutritional consumption in toddlers who are malnourished. This approach involves identifying available local food, educating mothers of toddlers, and preparing a menu that is in accordance with the principles of balanced nutrition. This activity includes counseling on the importance of consuming nutritious food for child growth and development. The results of the activity showed an increase in knowledge about the development of a local food-based menu with the isi Piringku method in efforts to reduce cases of malnutrition in toddlers in Southwest Papua. Keywords: Education, Balanced Nutrition, Local Food, Isi Piringku, Malnourished Toddler
Manajemen Luka Epibole Pada Pasien dengan Komplikasi Luka Kaki Diabetik Hidayat, Rizki; Masdiana, Masdiana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14399

Abstract

ABSTRACT The prevalence of treating chronic wounds with epibole is problematic, especially when the problem is not promptly identified or the patient is intolerant of modern dressing treatments, it is thought that the incidence of ulceration is increasing as a result of an aging population and increasing risk factors for atherosclerosis such as smoking, obesity, and diabetes. For a lifetime, almost 10% of the population will experience chronic wounds, with a wound-related death rate of 2.5%. In chronic wounds, problems with the epithelial edge healing process are disturbed so that the wound healing process takes longer, this is caused by a known clinical condition as epibole. Epiboles tend to be more different in color than the surrounding tissue, have an enlarged, rounded appearance, may feel hard, and are stiff. Goal to prevent and treat epibole injuries. Research Method Case Study. The prevalence of treating chronic wounds with epibole is a problem if the problem is not identified promptly or does not provide appropriate wound care, it is thought that the incidence of ulceration is increasing as a result of the aging population and increasing risk factors for atherosclerosis such as smoking, obesity, and diabetes. In dealing with epibole, several precautions and treatments can be carried out, including treating wounds with dressings and appropriate measures. Keywords: Epibole Wounds, Wound Care  ABSTRAK Prevalensi perawatan luka kronis dengan epibole menjadi  masalah, terutama bila masalahnya tidak segera diidentifikasi atau pasien tidak toleran terhadap perawatan modern dressing, diperkirakan bahwa kejadian ulserasi meningkat sebagai akibat dari populasi yang menua dan faktor risiko yang meningkat untuk aterosklerotik seperti merokok, obesitas, dan diabetes. Dalam perjalanan seumur hidup, hampir 10% populasi akan mengalami luka kronis, dengan tingkat kematian terkait luka sebesar 2,5% Pada luka kronis, masalah dengan proses penyembuhan tepi epitel  terganggu sehingga proses peyembuhan luka semakin lama, hal ini disebabkan oleh kondisi klinis yang dikenal sebagai epibole. Epibole cenderung warnanya lebih berbeda dari pada jaringan di sekitarnya, memiliki penampilan yang membesar, membulat, mungkin terasa keras, dan kaku.  Tujuan untuk mencegah dan menangani kejadian luka epibole. Metode Penelitian Case Study.  Kesimpulan Prevalensi perawatan luka kronis dengan epibole menjadi  masalah bila masalahnya tidak segera diidentifikasi atau tidak memberikan perawatan luka yang tepat, diperkirakan bahwa kejadian ulserasi meningkat sebagai akibat dari populasi yang menua dan faktor risiko yang meningkat untuk aterosklerotik seperti merokok, obesitas, dan diabetes. Dalam mengatasi epibole maka dapat dilakukan  beberapa pencegahan beserta penanganan, diantara nya dalam melakukan perawatan luka dengan dressing dan tindakan yang tepat. Kata Kunci: Luka Epibole, Wound Care
Efforts to Improve Knowledge and Skills of Splint Dressing with Simulation and Training Methods in Adolescents of Mandala Bhakti Health Vocational School Surakarta Rahmad, Muhamad Nur; Rosyida, Nikma Alfi; Budiman, Amin Aji; Prastiwi, Firman
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15963

Abstract

ABSTRACT A fracture is a condition where a bone is cracked or broken due to trauma or physical impact. The strength and angle of physical exertion, the condition of the bone itself, and the soft tissue around the bone will determine whether the fracture is complete or incomplete. The impact of a fracture can cause bone deformity or disability and even death in the victim if help is not immediately provided, where splinting is one of the first aid measures that must be given to patients who experience a fracture. This community service activity aims to help increase the knowledge and skills of teenagers, especially PMR members, in providing first aid when they find a victim who has suffered a fracture. The method used in this activity uses power point media when providing education, then continues with demonstrations and direct simulations for participants on how to apply splints to patients who have fractures. The results of the activity showed the enthusiasm of the participants in carrying out the splint dressing demonstration as well as an increase in participants' knowledge and skills in carrying out the splint dressing, namely during the pre-test, 25% of their knowledge and skills were good, increasing to 81.25% after the education and post-test were carried out. So it can be concluded that providing health education and demonstrations regarding dressing splints really helps teenagers in increasing their knowledge and skills in dressing splints. Keywords: Skills, Splinting, Training
Sosialisasi Pengukuran Antropometri Menggunakan Stunting Early Detection Spinner (SEDPIN) sebagai Upaya Deteksi Dini Stunting pada Tenaga Kesehatan dan Kader Kesehatan Potabuga, Isra Nur Utari Syachnara; Rohayu, Santoso Budi; Juniarti, Tri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.18061

Abstract

ABSTRAK Secara global, prevalensi pada balita sangat pendek  (stunting) di wilayah South-East Asia dengan  angka  prevalensi stunting yang tertinggi (31,9%) di dunia setelah Afrika (33,1%) (World  Health Organization, 2019). Indonesia termasuk ke dalam negara di wilayah South-East Asia dengan angka prevalensi stunting sebesar 36,4%. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi Balita stunting sebesar 24,4% pada 2021 yang artinya, hampir seperempat Balita Indonesia mengalami stunting. Stunting Early Detection Spinner (SEDPIN) merupakan bagian dari Antropometri Kit untuk mendeteksi dini stunting yang dikembangkan untuk menentukan status pertumbuhan anak stunting. SEDPIN merupkan lingkaran yang berisi klasifikasi status pertumbuhan anak stunting yang dapat digunkan pada anak usia 0-60 bulan. Stunting Early Detection Spinner (SEDPIN) merupakan inovasi dan pengembangan prototype dari Stunting Early Detection Kit (SEDEK) dan Stunted Early Detection Tool (SEDT) .Tujuan kegiatan pengabdian untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan, kader kesehatan dan ibu  balita terkait menentukan klasifikasi status pertumbuhan anak stunting. Metode Pengabdian berupa sosialisasi kesehatan. Jumlah peserta kegiatan sebanyak 60 orang  di wilayah kerja Puskesmas Fakfak Kota. Hasil kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan. Sosialisasi yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah edukasi dimana sebelum edukasi sebanyak 60 responden (100%) memiliki tingkat pemahaman yang sangat tidak setuju. Sedangkan setelah pemberian Stunting Early Detection Spinner sebagian besar responden dengan tingkat pemahaman sangat setuju sebanyak 49 responden (82%), dan tidak ada responden dengan pemahaman tidak setuju. Dapat disimpulkan bahwa Sosialisasi Pengukuran Antropometri Menggunakan Stunting Early Detection Spinner (Sedpin) Sebagai Upaya Deteksi Dini Stunting Pada Tenaga Kesehatan Dan Kader Kesehatan. Disarankan untuk keberlanjutan program dapat dilakukan upaya-upaya pendekatan lainnya atau pendampingan secara berkelanjutan terkait upaya Deteksi Dini Stunting. Kata Kunci:  Antropometri, Balita, Stunting, Deteksi Dini, Tenaga Kesehatan, Kader ABSTRACT Globally, the prevalence of very short toddlers (stunting) in the South-East Asia region with the highest stunting prevalence rate (31.9%) in the world after Africa (33.1%) (World Health Organization, 2019). Indonesia is included in the countries in the South-East Asia region with a stunting prevalence rate of 36.4%. Based on the results of the Indonesian Nutritional Status Study (SSGI), the prevalence of stunting in toddlers was 24.4% in 2021, which means that almost a quarter of Indonesian toddlers experience stunting. Stunting Early Detection Spinner (SEDPIN) is part of the Anthropometry Kit for early detection of stunting which was developed to determine the growth status of stunted children. SEDPIN is a circle containing a classification of the growth status of stunted children that can be used in children aged 0-60 months. Stunting Early Detection Spinner (SEDPIN) is an innovation and prototype development of the Stunting Early Detection Kit (SEDEK) and the Stunted Early Detection Tool (SEDT). The purpose of the community service activity is to improve the understanding of health workers, health cadres and mothers of toddlers regarding determining the classification of the growth status of stunted children. The Community Service Method is in the form of health socialization. The number of participants in the activity was 60 people in the Fakfak City Health Center work area. The results of this community service activity went well and in accordance with the objectives. The socialization provided can improve community understanding before and after education where before education as many as 60 respondents (100%) had a level of understanding that strongly disagreed. While after the provision of the Stunting Early Detection Spinner, most respondents with a level of understanding strongly agreed as many as 49 respondents (82%), and there were no respondents with an understanding that disagreed. It can be concluded that the Socialization of Anthropometric Measurements Using the Stunting Early Detection Spinner (Sedpin) as an Effort to Detect Stunting Early in Health Workers and Health Cadres. It is recommended that for the sustainability of the program, other approaches or ongoing assistance can be carried out related to Early Detection of Stunting efforts. Keywords: Anthropometry, Toddlers, Stunting, Early Detection, Health Workers, Cadres
Sosialisasi Pencegahan Stunting pada Masa Kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Lestari, Susi; Hasnia, Hasnia; Pratimi, Yustika Rahmawati; Handayani, Endah Purwanti; Putri, Harlinda Widia; Astutik, Eftyaningrum Dwi Wahyu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.13965

Abstract

ABSTRAK Perkiraan prevalensi balita stunting di tahun 2024 mencapai 16.1% yang masih jauh dari target 14%. Salah satu faktor risiko yang berkontribusi dalam stunting adalah anemia, KEK pada ibu hamil. Dalam rangka percepatan penurunan prevalensi balita stunting, salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil, pemberian penyuluhan terkiat stunting. Data yang cukup tinggi dan masih berada diatas target mengindentifikasikan pemahaman ibu hamil belum maksimal. Pengetahuan memiliki peranan yang penting untuk merubah perilaku ibu dalam menghidari terjadinya stunting. Adapun penyuluhan ini dilakukan selama 4 x di puskesmas harapan dengan metode penyuluhan dan membagikan leaflet, selama penyuluhan peseta antusias dan dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Dengan demikian hasil pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting. Diharapkan kepada Puskesmas Harapan untuk melakukan penyuluhan dan menyediakan informasi seperti poster atau media informasi yang lain tentang Kesehatan khususnya tentang pencegahan, tanda-tanda dan penanganan stunting. Kata Kunci: Hamil, Ibu, Pencegahan, Stunting ABSTRACT The estimated prevalence of stunting toddlers in 2024 reaches 16.1%, which is still far from the target of 14%. One of the risk factors that contribute to stunting is anemia, SEZ in pregnant women. In order to accelerate the reduction in the prevalence of stunting toddlers, one of the efforts made is through improving the quality of health services for pregnant women, providing counseling related to stunting. That is quite high and still above the target identifies the understanding of pregnant women is not optimal. Knowledge has an important role to change maternal behavior in avoiding stunting. This counseling was carried out for 4 times at the Harapan Health Center with the method of counseling and distributing leaflets, as long as the counseling peseta was enthusiastic and could answer questions correctly. Thus, the results of this service can increase the knowledge of pregnant women about stunting prevention. It is expected that Puskesmas Harapan will conduct counseling and provide information such as posters or other information media about health, especially about the prevention, signs and handling of stunting. Keywords: Pregnant, Mother, Prevention, Stunting
PEKA BHD: Pelatihan Unit Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk Aksi Bantuan Hidup Dasar di Universitas Padjadjaran Simandjuntak, Matthew Prima Haratua; Ciptady, Angelica Jovita; Chandra, Paulus; Fachrina, Fajwa Fikla; Amelia, Indah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15255

Abstract

ABSTRAK Bystander Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) sebagai salah satu bentuk Bantuan Hidup Dasar (BHD) telah terbukti dapat menurunkan risiko kerusakan otak dan meningkatkan peluang bertahan hidup pada Out of Hospital Cardiac Arrest (OHCA) atau henti jantung hingga 2-3 kali lipat. Maka dari itu, pemahaman yang baik akan BHD secara luas, sangat berpotensi untuk meningkatkan kemungkinan bertahan hidup penderita OHCA. Pemahaman mengenai BHD dari pihak-pihak seperti anggota keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang secara rutin berada pada kegiatan kerumunan masih jauh dari optimal. Maka dari itu, diperlukan adanya upaya untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan BHD bagi pihak K3 sehingga upaya peningkatan peluang hidup OHCA melalui BHD dapat menjadi optimal. Meningkatkan pengetahuan teoritis dan praktis terkait dengan BHD secara menarik dan mudah dimengerti, sehingga dapat menjadi percontohan untuk pertimbangan dilaksanakannya kegiatan edukasi secara rutin oleh pihak UNPAD bagi anggota K3. Kegiatan pelatihan yang mencakup edukasi, senam jantung, serta workshop dengan pengukuran evaluasi untuk pemahaman teoritis serta evaluasi keterampilan BHD untuk mengukur pemahaman praktis sasaran. Pengumpulan respons peserta juga akan dilakukan sebagai evaluasi bentuk kegiatan. Kegiatan PEKA-BHD berhasil meningkatkan pemahaman teoritis peserta terkait bantuan hidup dasar secara signifikan sebanyak 54,43% dan setiap peserta berhasil mengimplementasikan pemahaman secara praktis. Kegiatan ini juga mendapatkan respons sangat baik dari peserta dengan 96,7% peserta sangat puas dan 96,7% merasa kegiatan sangat berguna. Sebagai tindak lanjut kegiatan, 90% peserta merekomendasikan kegiatan untuk dilakukan secara berkelanjutan. Kegiatan pelatihan bantuan hidup dasar pada unit keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Universitas Padjadjaran melalui PEKA-BHD berhasil meningkatkan keterampilan peserta baik secara teoritis maupun secara praktis dalam melakukan bantuan hidup dasar. Kata Kunci: Pelatihan, Edukasi, Bantuan Hidup Dasar, Keselamatan dan Kesehatan Kerja ABSTRACT Bystander Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) as a form of Basic Life Support (BLS) has been proven to reduce the risk of brain damage and increase the chances of survival in Out of Hospital Cardiac Arrest (OHCA) by 2-3 times. Therefore, a good understanding of BLS in general has the potential to increase the chances of survival of OHCA sufferers. Understanding of BLS from parties such as members of occupational safety and health unit or also known as K3 who are routinely involved in crowd activities is still far from optimal. Therefore, efforts are needed to improve the understanding and skills of BLS for K3 parties so that efforts to increase the life chances of OHCA through BLS can be optimal. Increase theoretical and practical knowledge related to BLS in an interesting and easy to understand manner, so that it can become a model for considering the implementation of routine educational activities by UNPAD for K3 members. Training activities include education, cardiovascular exercise, and workshops with evaluation measurements for theoretical understanding as well as evaluation of BLS skills to measure practical understanding of targets. Collecting participant responses will also be carried out as an evaluation of the form of activity. PEKA-BHD activities succeeded in increasing participants' theoretical understanding regarding basic life support significantly by 54.43% and each participant succeeded in implementing the understanding practically. This activity also received a very good response from participants with 96.7% of participants very satisfied and 96.7% finding the activity very useful. As a follow-up activity, 90% of participants recommended these activities to be carried out sustainably. Basic life support training activities at the occupational safety and health unit or K3 at Padjadjaran University through PEKA-BHD succeeded in improving participants' skills both theoretically and practically in carrying out basic life support. Keywords: Training, Education, Basic Life Support, Occupational Safety and Health

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue