cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) di Desa Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas Amaludin, Mimi; Safitri, Dewin; Arisandi, Defa; Hidayat, Uti Rusdian; Akbar, Ali; Alfikrie, Fauzan; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Hatmalyakin, Debby; Nurannisa, Nurannisa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14769

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) dalam dua dekade terakhir menjadi beban dalam pembiayaan karena tingginya biaya pengobatan (penyakit katastropik) seperti penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal. Dalam hal ini tenaga kesehatan termasuk perawat memiliki peran penting terutama upaya promotive dan preventif agar dapat menekan angka kejadian sekaligus menurunkan beban biaya pengobatan. Sebagai upaya promotive maka dilakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan penyakit tidak menular serta memberdayakan masyarakat dengan keterampilan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya menurunkan peningkatan penyakit tidak menular serta ikut memberdayakan masyarakat agar terbentuk individu dan masyarakat yang mandiri. Metode yang dilakukan pada kegiatan PKM ini adalah Metode yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi, demonstrasi dan simulasi. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan. setelah diberikan edukasi pengetahuan masyarakat sebagian besar menjadi tinggi (73,33%). setelah dilakukan demonstarsi dan simulasi keterampilan masyarakat sebagian besar menjadi tinggi (70%). Pemberian edukasi dan demonstrasi dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dapat menjadi salah satu upaya pencegahan PTM. Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik, Penyakit Tidak Menular  ABSTRACT Introduction: Non-Communicable Diseases (NCDs) in the last two decades have become a financial burden due to the high costs of treatment (catastrophic diseases) such as heart disease, cancer and kidney failure. In this case, health workers, including nurses, have an important role, especially promotive and preventive efforts, in order to reduce the number of incidents while reducing the burden of medical costs. As a promotive effort, education is carried out to increase public knowledge of non-communicable diseases and empower the public with the skills to carry out health checks as an effort to early detect and prevent non-communicable diseases. Objective: The aim of this activity is to increase community participation in efforts to reduce the increase in non-communicable diseases and help empower the community to form independent individuals and communities. Method: the method used in this PKM activity is method that will be used in this activity is education, exposure and simulation. Results: The results of community service show that there is an increase in knowledge and skills. after being given education, the majority of people's knowledge became high (73.33%). after demonstrations and simulations, most people's skills became high (70%). Conclusion: providing education and education can increase knowledge and skills and can be one of the efforts to prevent Non-Communicable Diseases.  Keywords: Chronic Kidney Failure, Non-Communicable Diseases
Pembuatan Nugget Tempe Tahu sebagai Modifikasi PMT dalam Upaya Cegah Stunting di Kelurahan Palas Pekanbaru Misrawati, Misrawati; Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Juandri, Desti Arnita; Indriani, Dwi Nova; Fadhilah, Fadhilah; Putra, Hendri; Askerlena, Hidayati; Putri, Ingga Kurnialis; Melti, Ipna; Kholisoh, Kholisoh; Nababan, Merry Silvya Christine; Feronika, Naomi; Wardani, Sri; Sari, Wahyu Firman
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15911

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah keadaan yang menggambarkan status gizi kurang pada pertumbuhan dan perkembangan anak yang bersifat kronis berdasarkan standar pertumbuhan menurut WHO. Prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi meskipun mengalami penurunan, termasuk di Pekanbaru sebagai Ibu Kota Propinsi Riau. Pemberian makanan tambahan (complementary feeding) yang tidak adekuat merupakan salah satu penyebab stunting. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang sehat dan bervariasi merupakan solusi bagi masyarakat, namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara pengolahannya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah PMT balita yang sehat berupa pembuatan nugget berbahan dasar tahu dan tempe. Metode kegiatan berupa sosialisasi dan demonstrasi pengolahan makanan nugget sehat. Kegiatan dilakukan di halaman rumah Ketua RW 008 Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru-Riau. Peserta kegiatan ini adalah orang tua balita. Evaluasi keberhasilan dinilai dengan kuesioner, lembar observasi, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai yang didapatkan pada penyuluhan pencegahan stunting, yaitu pemahaman ibu dari 71% menjadi 85%. Kemudian kegiatan mendemonstrasikan pembuatan nugget tahu tempe sebelumnya tidak dapat menyebutkan sebanyak 12 ibu balita namun setelah dilakukan 12 ibu balita dapat menyebutkan proses pembuatannya. Kesimpulan dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan pada orang tua balita mengenai upaya pencegahan stunting dengan pembuatan nugget tahu tempe sebagai modifikasi PMT. Kata Kunci: Nugget, Tempe, Tahu, Stunting, Pengabdian  ABSTRACT Stunting is a condition that describes chronic malnutrition status in children's growth and development based on WHO growth standards.The prevalence of stunting in Indonesia is still quite high even though it has decreased, including in Pekanbaru as the capital of Riau Province.  Inadequate provision of additional food (complementary feeding) is one of the causes of stunting.  Providing healthy and varied supplementary food (PMT) is a solution for society, but there are still many people who do not know how to process it. The aim of this community service is to increase knowledge and skills in processing healthy PMT for toddlers in the form of making nuggets made from tofu and tempeh. The activity method is in the form of socialization and demonstrations of healthy nugget food processing.  The activity was carried out in the yard of the Head of RW 008, Palas Village, Rumbai District, Pekanbaru-Riau.  Participants in this activity are parents of toddlers.  Evaluation of success is assessed using questionnaires, observation sheets and interviews.  The results of the activity showed an increase in the average score obtained in stunting prevention counseling, namely maternal understanding from 71% to 85%.  Then, there was an activity to demonstrate making tofu and tempeh nuggets. Previously, 12 mothers of toddlers could not name them, but after doing this, 12 mothers of toddlers were able to mention the process of making them. The conclusion from this activity was that there was an increase in knowledge among parents of toddlers regarding efforts to prevent stunting by making tofu and tempeh nuggets as a modification of PMT. Keywords: Nuggets, Tempeh, Tofu, Stunting, Devotion
Pendampingan Ibu dalam Upaya Peningkatan Produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Talang Ratu Palembang Aprilina, Aprilina; Lestari, Dian; Ocktariyana, Ocktariyana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14837

Abstract

ABSTRAK Banyak faktor yang dapat menyebabkan kegagalan ASI eksklusif salah satunya dikarenakan kurangnya produksi ASI pada ibu. Target program untuk pemberian ASI eksklusif di Indonesia pada tahun 2021 adalah sebesar 66%. Cakupan pemberian ASI ekslusif untuk Provinsi Sumatera Selatan sebesar 45,4% menurun dibandingkan tahun 2020 yaitu 51,6% dan belum mencapai target program. Pada tahun 2021 Cakupan bayi yang mendapat ASI Eksklusif di Kota Palembang sebesar 69,7%. Cakupan menurun dibandingkan dengan tahun 2020 yaitu sebanyak 76,1%. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini tim bertujuan melakukan pendampingan pada ibu menyusui untuk meningkatkan angka keberhasilan ASI eksklusif khususnya di wilayah kerja Puskesmas Talang Ratu Palembang yang masih dibawah angka cakupan target Nasional. Metode pelaksanaan pada kegiatan ini tim melaksanakan pendampingan dengan cara meningkatkan pengetahuan dengan melakukan edukasi dan melakukan pelatihan pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI. Hasil evaluasi terhadap intervensi yang diberikan menunjukkan bahwa pengetahuan ibu sebelum dilakukan intervensi sebesar 29,0% berpengahuan baik kemudian meningkat menjadi 58,1% setelah dilakukan intervensi. Setelah dilakukan pelatihan sebagian besar ibu dan keluarga terdekat telah mampu melakukan pijat oksitosin yaitu sebesar 90,3%. Pendampingan ibu dalam upaya memperbanyak produksi ASI efektif dalam meningkatkan angka keberhasilan menyusui eksklusif. Perlu banyak mencari informasi dari berbagai sumber terpercaya sehingga menyusui akan terasa mudah tanpa hambatan. Kata Kunci: Menyusui, ASI Eksklusif, Pijat Oksitosin, Pengetahuan Ibu  ABSTRACT Many factors can cause the failure of exclusive breastfeeding, one of which is a lack of breast milk production in the mother. The program target for exclusive breastfeeding in Indonesia in 2021 is 66%. Exclusive breastfeeding coverage for South Sumatra Province is 45.4%, a decrease compared to 2020, namely 51.6% and has not yet reached the program target. In 2021, the coverage of babies receiving exclusive breastfeeding in Palembang City will be 69.7%. Coverage decreased compared to 2020, namely 76.1%. In this community service activity, the team aims to provide assistance to breastfeeding mothers to increase the success rate of exclusive breastfeeding, especially in the working area of the Talang Ratu Palembang Community Health Center which is still below the national target coverage rate. The implementation method for this activity is that the team provides assistance by increasing knowledge by providing education and conducting oxytocin massage training to increase breast milk production. The results of the evaluation of the intervention provided showed that the mother's knowledge before the intervention was 29.0% good knowledge then increased to 58.1% after the intervention was carried out. After training, the majority of mothers and their closest families were able to do oxytocin massage, namely 90.3%. Mother's assistance in increasing breast milk production is effective in increasing the success rate of exclusive breastfeeding. You need to seek a lot of information from various trusted sources so that breastfeeding will feel easy without obstacles. Keywords: Breastfeeding, Exclusive Breastfeeding, Oxytocin Massage, Maternal Knowledge
Kegiatan Pengabdian Masyarakat Lingkungan Kita Bebas dari Kekerasan Sexual dengan 5D (Direct-Delegate-Document-Distract-Delay) Novita, Regina Vidya Trias; Hia, Anjelin Nonifati; Hia, Anugerah; Waruwu, Rosdelima
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16002

Abstract

ABSTRAK Secara umum, hal yang membedakan kekerasan seksual dengan jenis kekerasan yang lainnya adalah dampaknya yang amat besar dan mendalam bagi korban, tetapi dianggap paling sulit dibuktikan. Kasus kekerasan seksual lebih sulit diproses dibandingkan jenis kekerasan lainnya, dan dapat terjadi disekitar kita. Konsep ini penting untuk kita pahami, supaya kita tidak dengan mudah menganggap bahwa kekerasan seksual yang terjadi pada korban adalah aktivitas seksual “suka sama suka” karena menganggap korban tidak melawan, berteriak, berlari ataupun melaporkan saat kejadian. Diamnya korban tidak berarti setuju ataupun suka. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang jenis kekerasan sexual; meningkatkan kewaspadaan adanya Kekerasan sexual di lingkungan sekitar dengan meningkatkan kemampuan untuk mencegah dengan 5D. Kegiatan ini berlangsung pada 09 Juni 2024, di perumahan Wahana Pondok Gede, dihadiri 30 ibu-ibu dari WKRI lingkungan Maria Frances dan Maria de Lassalete. Sebelum penyuluhan, angka rata-rata yang menjawab kuesioner tentang pencegahan kekerasan sexual  dengan benar sebenar 20,8, sedangkan setelah dilakukan penyuluhan, angka rata-rata meningkat menjadi 27,4 sehingga terjadi peningkatan 7,2. Metode penyuluhan yang disertai dengan role play 5D dianggap efektif, terjadi peningkatan pengetahuan dibuktikan dengan persentase meningkat dalam menjawab pernyataan dengan benar. Kesimpulan Meningkatkan pengetahuan dengan penyuluhan dan role play 5D tentang pencegahan Kekerasan seksual mampu meningkatkan pengetahuan. Hal tersebut otomatis meningkatkan peran serta dan dukungan masyarakat dalam melakukan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar yang dimulai dari keluarga. Kata Kunci: Penyuluhan, Kekerasan seksual, 5D (Direct-Delegate-Document-Distract-Delay).  ABSTRACT In general, the thing that distinguishes sexual violence from other types of violence is that it has a very large and deep impact on victims, but is considered the most difficult to prove. Cases of sexual violence are more difficult to process than other types of violence, and can happen all around us. This concept is important for us to understand, so that we do not easily assume that the sexual violence that happened to the victim was “consensual” sexual activity because we assume that the victim did not fight back, scream, run or report the incident. The victim's silence does not mean consent or consent. The solution offered in this activity is to increase knowledge about types of sexual violence; increase awareness of sexual violence in the surrounding environment by increasing the ability to prevent with 5D. This activity took place on June 09, 2024, at Wahana Pondok Gede housing, attended by 30 mothers from WKRI Maria Frances and Maria de Lassalete neighborhoods. Before the counseling, the average number who answered the questionnaire on the prevention of sexual violence correctly was 20.8, while after the counseling, the average number increased to 27.4, resulting in an increase of 7.2. The counseling method accompanied by 5D role play is considered effective, there is an increase in knowledge as evidenced by an increased percentage in answering statements correctly. Conclusion Increasing knowledge with counseling and 5D role play about preventing sexual violence can increase knowledge. This automatically increases the participation and support of the community in conducting awareness of the surrounding environment starting from the family. Keywords: Counseling, sexual violence, 5D (Direct-Delegate-Document-Distract-Delay).
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Untuk Pencegahan Skabies di Pondok Pesantren Assalafi Alfitrah Surabaya Rusdianingseh, Rusdianingseh; Hatmanti, Nety Mawarda; Damawiyah, Siti; Sari, Ratna Yunita; M.shodiq, M.Shodiq; Maimunah, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15376

Abstract

ABSTRAK Skabies kurang diperhatikan oleh para santri di pondok pesantren. Mereka menganggap kebiasaan mereka dalam menjaga kebersihan diri sudah cukup dan tidak akan menimbulkan masalah kesehatan khususnya penyakit kulit. Di indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, dan terdapat banyak pondok pesantren dengan prevalensi skabies cukup tinggi. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan pencegahan penyakit skabies di Pondok Pesantren Assalafi Alfitrah. Metode yang dilakukan adalah memberi edukasi dengan metode ceramah tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Tingkat pengetahuan santri diukur dengan dilakukan pre post test dengan kuisioner mengenai perilaku hidup bersih sehat dan tentang penyakit skabies. Hasil pretest dan postest terhadap 50 santri, didapatkan peningkatan pengetahuan sebesar tentang perilaku hidup bersih sehat dan pencegahan skabies. Edukasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan memotivasi santri untuk melakukan pencegahan penyakit skabies. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat, Pencegahan, Skabies ABSTRACT Skabies is not given much attention by students in Islamic boarding schools. They consider their habits of maintaining personal hygiene to be sufficient and will not cause health problems, especially skin diseases. Indonesia is the country with the largest Muslim population in the world, and there are many Islamic boarding schools with a fairly high prevalence of skabies. The activities carried out in this community service aim to increase knowledge about clean living behavior and prevention of skabies at the Assalafi Alfitrah Islamic Boarding School. The method used is to provide education using a lecture method about clean and healthy living behavior. The students' level of knowledge was measured by carrying out a pre-post test with a questionnaire regarding healthy, clean living behavior and skabies.  The results of the pretest and posttest on 50 students showed an increase in knowledge of 52% regarding healthy, clean living behavior and skabies prevention. Health education can increase knowledge and motivate students to prevent skabies.  Keywords: Clean and Healthy Living Behavior, Prevention, Skabies
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dalam Pembuatan Teh Daun Bangkal (Nauclea Orientalis) Lokal Kalimantan Chandra, M. Andi; Marliadi, Reny; Nurbidayah, Nurbidayah; Kartinah, Nani; Mulia, Shilfa Nadira Nur; Hanifa, Amanda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.17313

Abstract

ABSTRAK Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Pejaratan terletak dikecamatan Astambul. Kabupaten Banjar. Petani merupakan bagian terbesar dari penduduk setempat. Kegiatan pertanian, termasuk menanam daun bangkal, dimungkinkan oleh potensi alam daerah tersebut. Tujuan kegiatan ini memberikan edukasi manfaat daun bangkal dijadikan produk, pembuatan simplisia dan pembuatan kemasan dan labelling. Metode yang digunakan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa seluruh anggota tim mitra sepakat dengan pelaksanaan proyek pengabdian kepada masyarakat dan mengantisipasi bahwa proyek ini akan terus berlanjut. Berdasarkan hasil penilaian program pelatihan pembuatan produk, sosialisasi ulang indikator peralatan produksi diperlukan untuk memastikan kelancaran operasional seluruh proses produksi. Kata Kunci: Pemberdayaan, Daun Bangkal, Kelompak Wanita Tani, Teh  ABSTRACT The sub-district of Astambul is home to the Mekar Pejaratan Women Farmers Group (KWT). Regency of Banjar. Farming is the main occupation of most locals. Agricultural pursuits, including growing bangkal leaf plants, are made possible by the area's natural potential. Participation in this event will help spread the word about the many uses for bangkal leaves, making simplicia and making packaging and labeling. The methods used are planning, implementation and evaluation. The conclusion of this activity was that overall the entire partner team strongly agreed and agreed with the implementation of community service activities and hoped for sustainable activities. In the evaluation of product manufacturing training activities, it was found that production equipment indicators needed to be re-socialized regarding the use of production equipment so that production aspects could run well and smoothly. Keywords: Empowerment, Bangkal Leaves, Women Farmers Group, Tea
Teknik Self Healing Mencegah Post Power Syndrome dan Menjaga Kesehatan Jiwa di Desa Mongolato Firmawati, Firmawati; Biahimo, Nur Uyuun I.; Piola, Wiwi Susanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.11371

Abstract

ABSTRAK Kesehatan jiwa merupakan keadaan dimana individu berkembang secara mental, fisik, sosial dan spritual, sehingga individu dapat menyadari kemampuannya, mengatasi tekanan, mampu bekerja secara produktif serta dapat memberikan kontribusi untuk komunitasnya. Koping individu yang tidak dapat berkembang dengan baik dapat menyebabkan gangguan jiwa. Gangguan jiwa dapat dibagi menjadi 2 yaitu gangguan jiwa berat dan gangguan mental emosional. Gangguan mental emosional merupakan keadaan yang mengindikasikan individu sedang mengalami perubahan psikologis. Gangguan ini dapat menjadi gangguan yang lebih serius apabila tidak berhasil ditanggulangi. Salah satu gangguan mental ini adalah post power syndrome. post power syndrome adalah gejala-gejala pasca/setelah kekuasaan. Gejala ini umumnya terjadi pada individu yang sebelumnya mempunyai kekuasaan atau pernah menjabat suatu jabatan. Ketika sudah tidak menjabat lagi, seketika terlihat gejala-gejala kejiwaan atau emosi yang kurang stabil. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang “Teknik Self Healing mencegah Post Power Syndrome dan Menjaga Kesehatan Jiwa di Desa Mongolato”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 Januari 2023 pukul 10.00 s.d 12,00 WITA. Kegiatan ini mengahdirkan masyarakat Desa Mongolato yang menjadi sasaran ddan target untuk diberikan penyuluhan kesehatan. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gorontalo.  Pentingnya penyuluhan ini untuk masyarakat dapat mencegah post power syndrome serta dapat menjaga kesehatan jiwa. Kata Kunci: Post Power Syndrome, Kesehatan Jiwa, Self Healing  ABSTRACT Mental health is a condition where individuals develop mentally, physically, socially and spiritually, so that individuals can realize their abilities, overcome pressure, are able to work productively and can contribute to their community. Individual coping that cannot develop properly can cause mental disorders. Mental disorders can be divided into 2, namely severe mental disorders and mental emotional disorders. Emotional mental disorders are conditions that indicate individuals are experiencing psychological changes. This disorder can become a more serious disorder if it is not treated successfully. One of these mental disorders is post power syndrome. post power syndrome is the symptoms of post/after power. This symptom generally occurs in individuals who previously had power or had held a position. When he is no longer in office, immediately visible symptoms of mental or emotional instability. This service activity aims to provide counseling on "Self Healing Techniques to prevent Post Power Syndrome and Maintain Mental Health in Mongolato Village". This activity was carried out on January 16 2023 at 10.00 to 12.00 WITA. This activity presented the people of Mongolato Village who were the target to be given health education. This activity also involved Gorontalo Muhammadiyah University students. The importance of this counseling for the community can prevent post power syndrome and can maintain mental health. Keywords: Post Power Syndrome, Mental Health, Self Healing
Pengenalan Program "Ikanisasi" Untuk Mencegah Perkembangan Demam Berdarah Dan Chikungunya Nurmayunita, Heny; Asri, Yuni; Zakaria, Amin; Mashitah, Musthika Wida; Ardiyanti, Sahda Eka
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15675

Abstract

ABSTRAK Penyakit demam berdarah dan chikungunya disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan populasi nyamuk. Namun, tantangan dalam pengendalian nyamuk masih besar karena resistensi insektisida dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu solusi alternatif yang inovatif dan ramah lingkungan adalah penggunaan ikan pemakan jentik nyamuk. Program pengenalan ikan pemakan jentik nyamuk ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi populasi nyamuk. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan yang dilaksanakan dalam bentuk ceramah dan tanya jawab pada 19 Mei 2024 yang dihadiri oleh warga RT 04, RW 04 dan kader kesehatan Desa Bakalan Krajan Kota Malang. Hasil dari kegiatan ini adalah telah tersampaikan edukasi kepada para warga tentang pengenalan program “Ikanisasi” untuk mencegah perkembangan DBD dan chikungunya. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah para warga dan kader kesehatan memahami program tersebut dan akan sosialisasi kepada warga sekitar untuk melaksanakan program “Ikanisasi” di RT 03 RW 04 Desa Bakalan Krajan Kota Malang. Kata kunci: Edukasi, Demam Berdarah, Chikungunya, Ikan Pemakan Jentik Nyamuk ABSTRACT Dengue fever and chikungunya are caused by viruses transmitted through the bite of Aedes Aegypti and Aedes Albopictus mosquitoes. Various efforts have been made to control mosquito populations. However, challenges in mosquito control are still great due to insecticide resistance and lack of community participation in maintaining environmental hygiene. One innovative and environmentally friendly alternative solution is the use of mosquito larvae-eating fish. This mosquito larvae-eating fish introduction program aims to educate the community to reduce mosquito populations. The method used was counseling which was carried out in the form of lectures and questions and answers on May 19, 2024 which was attended by residents of RT 04, RW 04 and health cadres of Bakalan Krajan Village, Malang City. The result of this activity is that education has been delivered to residents about the introduction of the “Ikanization” program to prevent the development of dengue and chikungunya. The conclusion of this activity is that residents and health cadres understand the program and will socialize to local residents to implement the “Ikanisasi” program in RT 03 RW 04 Bakalan Krajan Village, Malang City.  Keywords: Education, Dengue Fever, Chikungunya, Mosquito larvae-eating fishes
Pemberdayaan Karang Taruna Desa Hurun Dalam Pencegahan dan Penanggulangan Kejadian Malaria di Desa Hurun Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Huda, Misbahul; Yuniza, Filia; Hartanti, Hartanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14616

Abstract

ABSTRAK Desa Hurun merupakan desa dengan kondisi topografi yang menunjang untuk perindukan  nyamuk malaria. Di desa Hurun terdapat 3 lahan tambak yang terbengkalai dan sangat potensial bagi perindukan nyamuk malaria, sehingga kejadian malaria terus ada dan harus diantisipasi dan ditanggulangi. Usaha penanggulangan dan eliminasi malaria perlu dilakukan secara terus menerus dan terkoordinasi, baik melalui aparat desa, maupun melalui kelompok masyarakat yang aktif berkarya. Salah satu kelompok masyarakat yang aktif melaksanakan kegiatan di desa Hurun adalah Karang Taruna. Masyarakat sangat berperan penting dalam penemuan kasus malaria, termasuk pemuda yang tergabung dalam karang taruna. Oleh karena itu, diperlukan suatu kegiatan untuk meningkatkan kapasitas anggota karang taruna dalam melakukan penemuan kasus malaria di desa Hurun. Meningkatkan peran serta masyarakat dan karang taruna dalam mencegahan penyakit malaria. Penyuluhan kepada masyarakat, pelatihan pembuatan slide malaria bagi anggota karang taruna, pemberian revelens, serta pemasangan kawat nyamuk pada ventilasi rumah warga. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian, terlihat adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai malaria. Antusiasme peserta terhadap kegiatan pengabdian yang dilakukan juga sangat baik. Kegiatan pengabmas yang dilakukan berhasil meningkatkan pemahaman dan pengetahuan peserta mengenai malaria, memberi pengetahuan dan keterampilan kepada anggota divisi kesehatan karang taruna dalam pembuatan slide tebal dan tipis, memberikan motivasi kepada anggota karang taruna dan aparat desa akan penting pencegahan kasus malaria dengan pemberian revelen dan obat anti nyamuk serta percontohan pemasangan kawat nyamuk pada rumah masyarakat. Kata Kunci: Malaria, Penyuluhan Masyarakat, Karang Taruna  ABSTRACT Hurun Village is characterized by topographic conditions conducive to the breeding of malaria mosquitoes. Within the village, there are three abandoned ponds with significant potential for breeding malaria mosquitoes, contributing to the persistent incidence of malaria. Effective control and elimination efforts require continuous and coordinated action, involving both village officials and actively engaged community groups. Among these groups, Karang Taruna stands out for its proactive involvement in Hurun Village. The community, particularly its youth organizations, plays a pivotal role in malaria case detection. Thus, enhancing the capacity of Karang Taruna members in detecting malaria cases in Hurun Village is essential. This study aims to enhance community and Karang Taruna participation in malaria prevention efforts. Our approach involved community outreach, training sessions on malaria case detection for Karang Taruna members, provision of equipment to interrupt the malaria transmission chain, and the installation of mosquito nets in residents' homes. Following the implementation of these service activities, there was a notable increase in participants' knowledge and understanding of malaria. This improvement was particularly valuable as participants demonstrated high enthusiasm and receptiveness to the activities. The community service activities undertaken successfully heightened participants' understanding and knowledge of malaria. Additionally, they equipped members of the Karang Taruna health division with essential skills for conducting thick and thin blood smears. The activities also fostered motivation among Karang Taruna members and village officials to prioritize malaria prevention, emphasizing the importance of providing relevant anti-mosquito medications and piloting mosquito net installations in households. Keywords: Malaria, Community Education, Karang Taruna
Terapi Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Apendiktomi di Ruang Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Kurniawan, Yogi; Yulendasari, Rika; Hermawan, Dessy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15698

Abstract

ABSTRAK Apendisitis  adalah  peradangan  yang  terjadi  pada  apendiks vermiformis, dan merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering. Menurut World Health di Amerika Serikat apendisitis merupakan kedaruratan bedah abdomen yang paling sering dilakukan, dengan jumlah penderita pada tahun 2017 sebanyak 734.138 orang dan meningkat pada tahun 2018 yaitu 739.177 orang. Mengetahui Asuhan Keperawatan Terapi Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Apendiktomi di Ruang Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan metode quasy eksperimental. Desain penelitian menggunakan One group pre test – post test desain tanpa kelompok control dimana desain penelitian ini termasuk dalam penelitian pre-eksperimental. Dalam asuan keperawatan ini terdapat 3 pasien yang mengalami tingkat nyeri derajat berat, setelah dilakukan teknik relaksasi Benson kurang lebih 3x pertemuan /hari selama 3 hari didapatkan hasil adanya penurunan tingkat nyeri pada Tn.S dan, Tn.M dan Ny.R yang semula tingkat nyeri berat menjadi tingkat nyeri ringan. Asuhan keperawatan yang dilakukan terhadap Tn.S dan, Tn.M dan Ny.R yaitu memberikan terapi teknik  relaksasi Benson untuk menurunkan tingkat nyeri yang dialami oleh klien sehingga tingkat nyeri dapat menurun. Kata Kunci: Terapi Relaksasi Benson, Nyeri, Post Op Appendiktomi  ABSTRACT Appendicitis is inflammation that occurs in the vermiform appendix, and is the most common cause of acute abdominal pain. According to World Health in the United States, appendicitis is the most frequently performed abdominal surgical emergency, with the number of sufferers in 2017 amounting to 734,138 people and increasing in 2018 to 739,177 people. Knowing Benson Relaxation Therapy Nursing Care for Reducing Pain in Post-Appendectomy Patients in the Surgical Room at RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province in 2024. This research uses quantitative research and quasi-experimental methods. The research design uses a One group pre test – post test design without a control group, where this research design is included in pre-experimental research. In this treatment, there were 3 patients who experienced severe levels of pain. After using the Benson relaxation technique approximately 3 times per day for 3 days, the results showed a reduction in pain levels in Mr. S and, Mr. M and Mrs. R, to their original levels. severe pain to mild pain level. The treatment provided to Mr.S and Mr.M and Mrs.R was to provide Benson relaxation technique therapy to reduce the level of pain experienced by the client so that the level of pain could decrease. Keywords: Benson Relaxation Therapy, Pain, Post Op Appendectomy

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue