cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Analisis Efektivitas Edukasi Gizi Berbasis Kearifan Lokal terhadap Pengetahuan Ibu dalam Mencegah Kejadian Stunting di Desa Talumelito Modjo, Dewi; Sudirman, Andi Akifa; Panigoro, Melika Inda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.16088

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan gizi utama yang akan berdampak pada kondisi social dan ekonomi dalam masyarakat. Selain itu juga stunting dapat berpengaruh pada anak 0-24 bulan dan jangka panjangnya dapat menggangu produktifitasnya dimasa yang akan datang. Balita stunting cenderung sulit menggapai pertumbuhan dan perkembangan yang ideal secara fisik, kognitif, dan motorik.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan ibu dalam mencegah kejadian stunting di desa talumelito Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain One group pre-test and post-test design yang memberikan perlakuan atau intervensi pada subyek penelitian kemudian efek perlakuan tersebut diukur dan dianalisis. Pengambilan sampel ini menggunakan total sampling dengan jumlah 15 sampel. Hasil analisis Kemampuan orang tua balita sebelum dan sesudah diberikan edukasi berbasis kearifan lokal Dari hasil uji statistik pada variabel Kemampuan Orang tua balita sebelum dilakukan edukasi di dapatkan nilai Nilai p value signifikasi (2-Tailed) yaitu 0,044 yaitu < 0,05 menunjukan adanya perbedaan yang signifikan. Penelitian ini menunjukan perbedaan awal dan variable akhir (Pre test &Post test) Ini terdapat pengaruh. Kata Kunci: Education,Gizi Kearifan Lokal, Kemampuan Orang Tua  ABSTRACT Stunting is a major nutritional problem that will have an impact on social and economic conditions in society. Apart from that, stunting can also affect children aged 0-24 months and in the long term it can disrupt their productivity in the future. Stunted toddlers tend to find it difficult to achieve ideal growth and development physically, cognitively and motorically. This research aims to determine the effectiveness of local wisdom-based education on mothers' ability to prevent stunting in Talumelito village, Gorontalo Regency. This research is a quantitative research using a One group pre-test and post-test design which provides treatment or intervention to research subjects and then the effects of the treatment are measured and analyzed. This sampling used total sampling with a total of 15 samples. The results of the analysis of the abilities of parents of toddlers before and after being given education based on local wisdom. From the results of statistical tests on the variable Ability of parents of toddlers before the education was given, the significance p value (2-tailed) was 0.044, namely <0.05, indicating that there was a significant difference. significant. This research shows differences in initial and final variables (Pre test & Post test). This has an influence. Keywords: Education, Local Wisdom, Parental Abilities
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mencegah Faktor Risiko Diabetes Mellitus Manik, Marisa; Sitorus, Fiolenty; Florensa, Maria Veronika Ayu; Siregar, Deborah; Pailak, Herman; Sinaga, Chriska
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15006

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus adalah gangguan metabolik kronis dan saat ini menjadi beban dalam sistem layanan kesehatan. Pendekatan multifaset diperlukan dalam pencegahan dan penanganan diabetes. Pemberdayaan masyarakat merupakan proses yang memungkinkan masyarakat untuk meningkatkan kontrol atas kehidupan mereka. Adanya pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu mengatasi faktor risiko diabetes terutama faktor yang dapat dimodifikasi seperti diet, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol. Kegiatan ini bertujuan untuk menggambarkan status kesehatan peserta didik meliputi Indeks Massa Tubuh (IMT), tekanan darah, dan kadar glukosa darah sewaktu, asam urat, dan kolesterol, serta memberdayakan komunitas dengan meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan mengenai faktor risiko dan pencegahan diabetes. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan pada 10 Maret 2024. Metode pembelajaran adalah ceramah, diskusi, demonstrasi dan return-demonstration. Media pembelajaran yang digunakan adalah PowerPoint dan alat peraga berupa kertas koran. Hasil dari kegiatan ini adalah mayoritas peserta memiliki IMT normal (41,71%) dan 35,58% mengalami overweight serta obesitas sebanyak 17,17%. Mayoritas peserta memiliki tekanan darah normal (60,73%), namun terdapat kasus pra-hipertensi dan hipertensi. Selain itu, mayoritas peserta memiliki kadar glukosa darah (52,14%) dan kadar kolesterol (69,32%) yang tidak normal. Intervensi kesehatan diperlukan untuk mengelola faktor risiko ini dengan pemberdayaan masyarakat dalam memodifikasi gaya hidup, melakukan pendidikan kesehatan secara berkelanjutan kepada masyarakat dan pemantauan rutin. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Pendidikan Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat  ABSTRACT Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder and currently imposes a burden on the healthcare system. A multifaceted approach is needed to prevent and treat diabetes. Community empowerment is a process that enables people to increase control over their lives. Empowering the community is expected to help overcome diabetes risk factors, especially modifiable factors such as diet, physical activity, smoking habits, and alcohol consumption. This activity aimed to describe the health status, including BMI, blood pressure, blood glucose levels, uric acid, and cholesterol, and empowering the community by increasing knowledge through health education regarding risk factors and prevention of diabetes. This activity was conducted on March 10, 2024. The learning methods included lectures, discussions, demonstrations, and return-demonstrations. The learning media used were PowerPoint presentations and teaching aids in the form of newspapers. The results of this activity showed that the majority had a normal BMI (41.71%), while others were overweight (35.58%) or obese (17.17%). Most had normal blood pressure (60.73%), but some cases of pre-hypertension and hypertension were observed. Most had abnormal blood glucose levels (52.14%) and cholesterol levels (69.32%). Health interventions are needed to manage these risk factors through community empowerment, ongoing health education, regular monitoring, and lifestyle modifications. Keywords: Diabetes Mellitus, Community Empowerment, Health Education
Pemberdayaan Kader Posbindu dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Desa Panca Mukti Kabupaten Bengkulu Tengah Suryani, Desri; Yulianti, Risda; Maigoda, Tonny Cortis
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16537

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyakit yang tidak disebabkan oleh infeksi kuman, termasuk penyakit jantung, stroke, diabetes mellitus (DM), kanker, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta gangguan akibat kecelakaan dan kekerasan. Kematian akibat PTM seperti stroke, penyakit jantung, kanker, diabetes, dan PPOK telah melebihi kematian akibat penyakit menular. Pelaksanaan Posbindu di Desa Panca Mukti belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman, sehingga tujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan dan penemuan faktor risiko PTM belum tercapai optimal. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posbindu dalam pencegahan PTM. Metode yang digunakan yaitu model Community Development (CD) melibatkan kader dan masyarakat secara langsung sebagai subyek dan obyek dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah persuasif, yaitu memberikan himbauan dan dukungan tanpa paksaan agar kader dan masyarakat berperan aktif dalam kegiatan ini, serta edukatif, yakni melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan pendidikan guna pemberdayaan masyarakat. Rata rata pengetahuan kader saat pre-test 51,9 sedangkan mean post test 64,6, setelah pelatihan terjadi peningkatan skor 12,7. Terdapat peningkatan pengetahuan kader Posbindu di wilayah Puskesmas Srikuncoro, Kabupaten Bengkulu Tengah setelah memperoleh pelatihan mengenai pencegahan penyakit tidak menular. Disarankan kader perlu difasilitasi untuk mendapatkan kesempatan pelatihan yang lebih komprehensif dan tersertifikasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan khususnya dalam deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular. Kata Kunci: Pengetahuan, Penyakit Tidak Menular (PTM), Kader, Posbindu  ABSTRACT Non-Communicable Diseases (NCDs) are illnesses not caused by infectious agents, including heart disease, stroke, diabetes mellitus (DM), cancer, chronic obstructive pulmonary disease (COPD), as well as injuries from accidents and violence. Mortality from NCDs such as stroke, heart disease, cancer, diabetes, and COPD has surpassed deaths from infectious diseases. The implementation of Posbindu in Panca Mukti Village has not fully adhered to the guidelines, thus the goal of increasing community participation in the prevention and identification of NCD risk factors has not been optimally achieved. To enhance the knowledge of Posbindu cadres in preventing NCDs. The method used was the Community Development (CD) model, engaging cadres and the community directly as subjects and objects in the execution of community service activities. The approach employed was persuasive, providing encouragement and support without coercion to ensure active participation of cadres and community members in this activity. It was also educational, involving socialization, training, and mentoring to transfer knowledge and education for community empowerment. The average pre-test knowledge score of cadres was 51.9, whereas the mean post-test score was 64.6, indicating a score increase of 12.7 after the training. There was an improvement in the knowledge of Posbindu cadres, following training on NCD prevention. Recommended cadres need to be facilitated with opportunities for more comprehensive and certified training to enhance the quality of healthcare services, especially in early detection and prevention of NCDs. Keywords: Knowlegde, Non-Communicable Diseases (NCDs), Kader, Posbindu 
Penguatan Resilensi Ibu dalam Optimalisasi Tumbuh Kembang Balita dan Pencegahan Stunting De Fretes, Elzina Dina; Patimbang, Asmiyati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17429

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh dan kembang balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi dalam jangka waktu lama (Soliman et al., 2021). Dalam jangka panjang stunting mengakibatkan kerugian ekonomi akibat penurunan produktifitas. Pengabdian masyarakat dilakukan dalam bentuk penguatan resilensi ibu yang memiliki balita stunting yang berjumlah 25 orang. Tujuan: pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan penguatan kepada ibu yang memiliki anak stunting dalam optimalisasi kejar tumbuh dan kembang balita. Dari hasil evaluasi diperoleh pengetahuan ibu sebelum edukasii mayoritas cukup sebanyak 60 % dan setelah dilakukan edukasi dan pendampingan mayoritas baik dengan presentase 80 %. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki balita stunting serta meningkatkan resilensi ibu, karena dengan memiliki pengetahuan yang cukup tentang stunting, ibu dapat lebih mudah mengatasi kesulitan dalam merawat anak yang stunting guna optimalisasi tumbuh dan kembang anak. Kata Kunci: Penguatan, Resilensi Ibu, Pencegahan, Stunting  ABSTRACT Stunting is a condition where toddlers fail to grow and develop due to long-term malnutrition (Soliman et al., 2021). In the long term, stunting results in economic losses due to reduced productivity. Community service is carried out in the form of strengthening the resilience of mothers who have 25 stunted toddlers. The aim of this service is to provide knowledge and strengthening to mothers who have stunted children in optimizing the growth and development of toddlers. From the evaluation results, it was found that the majority of mothers' knowledge before education was sufficient at 60% and after education and mentoring the majority was good with a percentage of 80%. This community service activity is able to increase the knowledge of mothers who have stunted toddlers and increase maternal resilience, because by having sufficient knowledge about stunting, mothers can more easily overcome difficulties in caring for stunted children in order to optimize the child's growth and development. Keywords: Strengthening, Maternal Resilience, Prevention, Stunting
Edukasi Pemenuhan Gizi Seimbang melalui Perbaikan Pola Makan pada Remaja Putri dalam Upaya Pencegahan Anemia Andini, Rizky Fitri; Agustin, Dewi; Prastiwi, Ikha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14096

Abstract

ABSTRAK Anemia merupakan kondisi yang masih banyak terjadi pada remaja putri yang bisa berdampak pada kesehatan, baik sekarang maupun dimasa mendatang yang mana nantinya remaja putri akan mengalami masa kehamilan dan melahirkan  sehingga sangat penting bagi remaja putri mengetahui salah satu dampak masalah kesehatan yang muncul yaitu anemia akibat kurangnya asupan zat besi pada remaja sebagaimana yang diketahui bahwa status gizi seseorang juga dipengaruhi oleh pola makan yang dijalani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pemenuhan gizi seimbang dalam upaya pencegahan anemia pada remaja putri di SMAN 1 Kedungwaringin Kabupaten Bekasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu dimulai dengan tahap persiapan dengan mempersiapkan bahan dan alat yang digunakan untuk pemberian edukasi dan cek Hb, tahap pelaksanaan dilakukan dengan pemberian edukasi menggunakan media video, metode ceramah dan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab serta pemeriksaan Hb, tahap evaluasi dilakukan dengan menggunakan ceklist pre-test dan post test terhadap peningkatan pengetahuan terkait gizi seimbang dalam pencegahan anemia. Hasil pre-test pengetahuan 35% dan post-test 80%. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri terhadap pencegahan anemia. Diharapkan adanya kerjasama lebih lanjut antara sekolah dan puskesmas setempat dalam hal pemeriksaan hemoglobin berkala dan pemberian tablet tambah darah sebagai tindakan pencegahan anemia Kata Kunci: Gizi, Remaja Putri, Pencegahan Anemia  ABSTRACT Teenage girls are still frequently affected by anemia, which can have long-term effects on their health, including the possibility of pregnancy and delivery in the future. Since it is well recognized that a person's nutritional condition is also impacted by the diet they follow, it is imperative that teenage girls understand one of the effects of health issues that might occur, specifically anemia caused by a lack of iron consumption in teenagers.The purpose of this community service project at SMAN 1 Kedungwaringin, Bekasi Regency, is to educate teenage girls about eating a balanced diet in order to prevent anemia.There are many stages to this community service project. The first is preparation, which involves gathering supplies and equipment for the Hb checks and education phases.Pre-test and post-test checklists are used in the evaluation stage to increase knowledge about balanced nutrition in the prevention of anemia. The implementation stage involves educating the public through video and lecture methods, followed by discussion, Q&A, and Hb checks.35% of the findings were from the pre-test, and 80% were from the post-test. The findings indicate that teenage females are becoming more knowledgeable about preventing anemia. In order to avoid anemia, it is envisaged that there will be more collaboration between local health facilities and schools regarding routine hemoglobin testing and the distribution of blood supplement pills. Keywords: Nutrition, Teenage Females, Preventing Anemia
Program Edukasi Kontrol Tekanan Darah, Cara Penggunaan Obat Anti Hipertensi yang Benar dan Self Management untuk Peserta Prolanis dengan Ceramah Interaktif di Puskesmas Kampung Dalam Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Zakiah, Mistika; Ulfah, Ridha; Putri, Triyana Harlia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15770

Abstract

ABSTRAK Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi gagal jantung, sindrom metabolik yang memicu diabetes, penyakit jantung, stroke, demensia, dan sebagainya. Penelitian sebelumnya di wilayah kerja Puskesmas Kampung Dalam mayoritas pasien hipertensi dan mayoritas pasien tidak patuh terhadap terapi antihipertensi. Terdapat hubungan antara tingkat hipertensi dengan kepatuhan pasien. Kepatuhan Pasien berhubungan juga dengan tingkat pengetahuan pasien. Edukasi mengenai kontrol tekanan darah, cara penggunaan obat antihipertensi yang benar dan self-management pada peserta prolanis di wilayah kerja Puskesmas Kampung dalam dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi. Ceramah interaktif yang diawali dengan pretest dan diakhiri posttest untuk mengukur pengetahuan responden. 41 orang pasien peserta prolanis mengikuti edukasi, terdapat peningkatan pengetahuan yang diukur dari peningkatan nilai posttest (70,73%) peserta yang mengikuti kegiatan edukasi. Kegiatan edukasi mengenai kontrol tekanan darah, cara penggunaan obat antihipertensi yang benar dan self-management dengan metode ceramah interaktif meningkatkan pengetahuan peserta prolanis di wilayah kerja Puskesmas Kampung Dalam. Edukasi dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi perlu dilakukan secara rutin agar derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat seiring waktu. Kata Kunci: Edukasi Komprehensif, Self-management, Hipertensi, Prolanis  ABSTRACT Uncontrolled hypertension can lead to complications of heart failure, metabolic syndrome that triggers diabetes, heart disease, stroke, dementia, and so on. Previous research in the work area of Puskesmas Kampung, the majority of patients with hypertension and the majority of patients were not compliant with antihypertensive therapy. There is a relationship between the level of hypertension and patient compliance. Patient compliance is also related to the level of patient knowledge. To educate participants of the Prolanis program in the Kampung Dalam Public Health Center's service area on blood pressure control, proper use of antihypertensive medication, and self-management, in an effort to increase public knowledge about hypertension. Interactive lecture that begins with a pretest and ends with a posttest to measure respondents' knowledge. 41 patients participating in prolanis participated in education, there was an increase in knowledge as measured by an increase in posttest scores (70.73%) of participants who participated in educational activities. Educational activities regarding blood pressure control, correct use of antihypertensive drugs and self-management with Interactive lecture methode increase the knowledge of prolanis participants in the Puskesmas Kampung Dalam area. Education efforts to increase public knowledge about hypertension need to be carried out regularly so that the overall health status of the community can improve over time. Keywords: Comprehensive Education, Self-Management, Hypertension,Prolanis
Pendampingan Kebiasaan Bersih dan Sehat bagi Anak Sekolah di Semarang Jawa Tengah Cahyati, Widya Hary; Putriningtyas, Natalia Desy; Siswanto, Yuliaji
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17488

Abstract

ABSTRAK Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan kebiasaan dan tindakan yang memiliki pengaruh terhadap kesehatan individu dan masyarakat. Penerapan PHBS merupakan sikap dan tindakan yang harus diaplikasikan mulai dari kelurga, sekolah, dan komunitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendampingan sekaligus sosialisasi PHBS bagi anak sekolah yang berkaitan dengan pengertian PHBS serta contoh implementasi kebiasaan PHBS. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan sosialisasi, pendampingan, role play sekaligus edukasi kesehatan. Mitra pengabdian kepada masyarakat adalah para siswa usia 7-9 tahun di SD Antonius 02 Semarang sebanyak 194 orang. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi, pendampingan, role play dan edukasi kesehatan yang dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan para siswa yang berkaitan dengan kebiasaan hidup bersih dan sehat. Pengabdian ini juga memperoleh kesan positif dan diharapkan untuk dilanjutkan ke sekolah lain agar semakin memicu atmosfer PHBS pada anak sejak usia dini. Kata Kunci: Anak Sekolah, Kebiasaan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  ABSTRACT Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a habit and action that greatly affects one's health. The implementation of PHBS is something that should be applied by everyone, both in the family, school, and community. The problem found in this service activity is the lack of knowledge, attitudes, and the application of clean and healthy living habits in daily life. For this reason, the solution offered to partner problems is socialization related to clean and healthy living habits, as well as how to get used to clean and healthy behavior. The method of implementing the activity is to provide socialization and video playback on how to get used to clean and healthy living which aims to increase the capacity of SD Antonius 02 children in getting used to living clean and healthy, so as to prevent disease attacks. From this service activity, results were obtained in the form of increasing knowledge of SD Antonius 02 students about clean and healthy living behavior, besides that they also received a positive response from all participants. PHBS socialization activities can be continued in other schools as an effort to foster clean and healthy living behavior in children from an early age. Keywords: School Children, Behavioral, Healthy
Implementasi Relaksasi Nafas Dalam dan Teknik Batuk Efektif dalam Mengatasi Masalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif di Wilayah Kerja Puskesmas Tenayan Raya Ekaputri, Mersi; Ramadia, Arya; Sumandar, Sumandar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.12519

Abstract

ABSTRAK Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) merupakan gangguan pernafasan yang kompleks dan memerlukan berbagai macam tindakan untuk mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif adalah teknik nafas dalam dan batuk efektif. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknik napas dalam dan batuk efektif dalam mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien dengan PPOK diwilayah kerja puskesmas tenayan raya pekanbaru dengan jumlah peserta 40 orang. Kegiatan dilakukan dengan megukur terlebih dahulu pengetahuan peserta tentang relaksasi nafas dalam dan batuk efektif menggunakan kuesioner yang berisi 10 daftar pertanyaan. Hasil pengumpulan dari kuesioner terdapat perubahan pengetahuan dan pemahaman peserta pre informasi dengan hasil kategori pengetahuan baik 20% dan pengetahuan post diberikan informasi sebesar 80%. perubahan tingkat pengetahuan pada peserta diharapkan dapat memberikan dampak yang baik sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari ketika mengalami masalah bersihan jalan napas tidak efektif dengan menggunakan salah satu teknik nafas dalam dan teknik batuk efektif. Kata Kunci: Nafas Dalam, Batuk Efektif, PPOK  ABSTRACT Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a complex respiratory disorder and requires various actions to overcome the problem of ineffective airway clearance, namely deep breathing and effective coughing techniques. This community service aims to implement effective deep breathing and coughing techniques in overcoming the problem of ineffective airway clearance in patients with COPD in the work area of the Tenayan Raya Pekanbaru health center with a total of 40 participants. The activity was carried out by first measuring participants' knowledge about deep breathing relaxation and effective coughing using a questionnaire containing a list of 10 questions. The results of the collection from the questionnaire showed changes in the participants' knowledge and understanding of pre-information with the results in the good knowledge category being 20% and post-knowledge given information being 80%. It is hoped that changes in the level of knowledge in participants will have a good impact so that it can be applied in daily life when experiencing problems with ineffective airway clearance by using one of the deep breathing techniques and effective coughing techniques. Keywords: Deep Breathing, Effective Cough, COPD
Pemberdayaan Guru Menerapkan Seft (Spiritual Emotional Freedom Technique) untuk Murid Perokok di SMKN 6 Samarinda Samsugito, Iwan; Nopriyanto, Dwi; Nur, Syukma Rhamadani faizal; Riyani, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.14340

Abstract

ABSTRAK Pemerintah sudah memberlakukan peraturan tentang kawasan tanpa rokok (KTR) serta  Upaya berhenti merokok (UBM) yang diterapkan di puskesmas namun Upaya ini belum mampu menurunkan prevalensi remaja yang merokok. Remaja menjadi perokok dapat disebabkan mengikuti teman akan agar dapat diterima di lingkungannya, pengetahuan dan iklan rokok. Berhenti merokok dapat dilakukan dengan Teknik Spritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan keterampilan guru teknik terapi metode SEFT untuk menghentikan kebiasaan merokok murid SMKN 6 Samarinda dengan Metode   ceramah dan praktek. Hasil yang diperoleh dari pengabdian Masyarakat ini didapatkan  guru dapat mempraktekan SEFT sesuai prosedur sebanyak 15 (75 %) dan 5 (25 %) dengan bimbingan dan respon murid setelah terapi 90 % mengalami perubahan saat merokok seperti rasa rokok pahit, hambar, pahit dan sakit kepala, pahit dan mual, mual dan muntah dan tenggorokan terasa gatal. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah guru mampu mempraktekan metode SEFT untuk menerapi murid yang merokok. Kata Kunci: Guru, SEFT, Murid Perokok  ABSTRACT The government has implemented regulations regarding smoking-free areas and smoking cessation efforts are implemented in community health centers. Still, these efforts have not been able to reduce the prevalence of teenagers who smoke. Adolescents becoming smokers can be caused by following friends to be accepted in their environment, knowledge, and cigarette advertising. Quitting smoking can be done with the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). This Community Service aims to provide teachers with skills in SEFT method therapy techniques to stop the smoking habit of students at SMKN 6 Samarinda using lecture and practice methods. The results obtained from this community service showed that teachers were able to practice SEFT according to procedures as many as 15 (75%) and 5 (25%) with guidance and student responses after therapy, 90% experienced changes when smoking such as the taste of cigarettes being bitter, bland, bitter and headaches, bitter and nauseous, nausea and vomiting and itchy throat. This activity concludes that the teacher can practice the SEFT method to treat students who smoke Keywords: Teacher, SEFT, Smoking Students
Dukungan Kesehatan Jiwa Bersama Teman Sebaya melalui Program Duta Kesehatan Jiwa Sekolah Putri, Triyana Harlia; Ulfah, Ridha; Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Zakiah, Mistika; Luthfi, Muhammad; Rahman, Ainun Najib Febrya; Seprian, Dwin; Septiani, Haryati; Priyono, Djoko
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17522

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan jiwa yang muncul pada remaja dapat menganggu perkembangan remaja. Peran teman sebaya untuk menerima dan merangkul teman yang lainnya merupakan salah satu faktor penting seorang remaja untuk merasa diterima dilingkungan sosialnya. Dukungan teman sebaya dapat berkontribusi dalam mengidentifikasi masalah kesehatan jiwa pada kelompok remaja. Oleh sebab itu diperlukan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial (DKJPS) yang didapatkan oleh teman sebaya melalui duta kesehatan jiwa sekolah. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan sekolah melalui dukungan kesehatan jiwa dengan program duta kesehatan jiwa sekolah. Kegiatan diawali dengan pembagian pernyataan Pre-Test pengetahuan mengenai peran serta sebagai duta kesehatan jiwa, lalu memberikan desiminasi ilmu berupa masalah kesehatan jiwa pada remaja, duta kesehatan jiwa, serta peran dan fungsinya. Selanjutnya, membuka sesi diskusi, dan yang terakhir memberikan Post-Test pengetahuan. Pengetahuan siswa terkait dengan peran duta kesehatan jiwa dengan rerata pengetahuan sebelum (4,51 SD=2,23) dan sesudah (9,08 SD=1,51) dengan hasil analisa t-test sebesar p=0,001 yakni terdapat pengaruh desiminasi ilmu dalam meningkatkan pengetahuan serta meningkatkan peran duta sebagai dukungan teman sebaya. Duta kesehatan jiwa dapat berperan dengan maksimal agar masalah kesehatan jiwa di sekolah dapat diidentifikasi dan mendapatkan penanganan yang tepat. Kata kunci: Duta, Kesehatan Jiwa, Remaja   ABSTRACT Mental health problems that arise in adolescents can interfere with adolescent development. The role of peers to accept and embrace other friends is one of the important factors for an adolescent to feel accepted in their social environment. Peer support can contribute to identifying mental health problems in adolescent groups. Therefore, mental health and psychosocial support (DKJPS) is needed which is obtained by peers through school mental health ambassadors. The purpose of implementing this activity is to improve school readiness through mental health support with the school mental health ambassador program. The activity began with the distribution of Pre-Test statements of knowledge regarding the role of mental health ambassadors, then providing dissemination of knowledge in the form of mental health problems in adolescents, mental health ambassadors, and roles and functions. Furthermore, opening a discussion session, and finally providing Post-Test knowledge. Student knowledge related to the role of mental health ambassadors with an average knowledge before (4.51 SD = 2.23) and after (9.08 SD = 1.51) with the results of the t-test analysis of p = 0.001, namely there is an influence of dissemination of knowledge in increasing knowledge and increasing the role of ambassadors as peer support. Mental health ambassadors can play a maximum role so that mental health problems in schools can be identified and receive appropriate treatment. Keywords: Adolescents; Ambassadors; Knowledge

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue