cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Penguatan Pengetahuan dan Pendampingan Kesehatan Guru dan Karyawan dalam Pencegahan Penyakit Kardiovaskular Umara, Annisaa Fitrah; Habibi, Alpan; Rosnaningsih, Asih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16181

Abstract

ABSTRAK Penyakit kardiovaskular menjadi penyebab kematian global termasuk di Indonesia. Gaya hidup tidak sehat meningkatkan kemungkinan terjadi penyakit kardiovaskular di masa mendatang. Kelompok mayoritas yang kurang melakukan aktivitas fisik dan tinggi konsumsi gula yaitu di sekolah. Tujuan PKM sebagai penguatan pengetahuan dan pendampingan pada guru dan karyawan di SD Muhammadiyah 30 Poris Jaya–Tangerang. Kegiatan dilakukan terhadap 30 orang guru dan karyawan dengan metode pemeriksaan fisik, pre dan post test, seminar, dan FGD. Hasil mayoritas peserta perempuan, usia <34 tahun, tekanan darah normal, IMT 13.79–25.99 kg/m2, tidak merokok, tidak diabetes mellitus, dan tidak olahraga, faktor risiko rendah penyakit kardiovaskular menurut JCS. Mayoritas RLPP dan RLPTB perempuan meningkat, sedangkan RLPP laki-laki meningkat dan RLPTB dalam batas normal. Terdapat peningkatan nilai rata-rata pengetahuan. Mayoritas peserta mampu menghitun skor risiko penyakit kardiovaskular dengan JCS, dan menghitung RLPP-RLPTB. Kata Kunci: Pendampingan, Penguatan Pengetahuan, Penyakit Kardiovaskular  ABSTRACT Cardiovascular disease is the cause of death globally, including in Indonesia. An unhealthy lifestyle increases the likelihood of cardiovascular disease in the future. One of the majority groups that does not do enough physical activity and consumes a lot of sugar is at school. The aim of PKM is to strengthen knowledge and provide assistance to teachers and employees at SD Muhammadiyah 30 Poris Jaya-Tangerang. Activities were carried out on 30 teachers and employees using physical examination methods, pre and post tests, seminars and FGDs. Results: The majority of participants were female, aged <34 years, normal blood pressure, BMI 13.79–25.99 kg/m2, did not smoke, did not have diabetes mellitus, and did not exercise. The majority of participants had low risk factors for cardiovascular disease. The majority of women's RLPP and RLPTB increased, while men's RLPP increased and RLPTB was within normal limits. There was an increase in the average knowledge score and the majority of participants were able to calculate cardiovascular disease risk scores using JCS and calculate RLPP-RLPTB independently. It is recommended that there be continuity of structured and scheduled activities as an effort to reduce risk factors for cardiovascular disease among teachers and employees at SD Muhammadiyah 30 Poris Jaya. Keywords: Accompaniment, Strengthening Knowledge, Cardiovascular Disease
Edukasi Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Kesadaran Masyarakat tentang TBC di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air Padang Astuti, Verra Widhi; Nidia, Wira Heppy; Amri, Lola Felnanda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17412

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TBC) merupakan infeksi pernapasan yang menular melalui percikan droplet sehingga sangat mudah menular kepada orang yang kontak erat dengan penderita TBC. Masyarakat harus mempunyai pengetahuan dan kesararan yang tinggi tentang TBC agar dapat mencegah penularan penyakit terhadap diri dan keluarganya. Tujuan edukasi kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang TBC. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah edukasi kesehatan tentang TBC pada 30 orang masyarakat yang dilakukan selama 3 sesi yaitu eksplorasi persepsi masyarakat tentang TBC, edukasi tentang gambaran umm dan pencegahan penularan TBC, serta alur pemeriksaan dan pengobatan TBC. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang TBC setelah pemberian edukasi kesehatan. Kesimpulannya edukasi dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang TBC. Diharapkan kegiatan ini dapat dilanjutkan ke wilayah lain supaya pencegahan TBC dapat lebih optimal. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Kesadaran, Pengetahuan, TBC ABSTRACT Tuberculosis (TB) is a respiratory infection that is transmitted through droplets, making it very easily transmitted to people who are in close contact with TB sufferers. The community must have high knowledge and awareness about TB in order to prevent transmission of the disease to themselves and their families. The purpose of this health education is to increase public knowledge and awareness about TB. The method used in this activity is health education about TB to 30 people in the community which is carried out for 3 sessions, namely exploring public perceptions about TB, education about the general picture and prevention of TB transmission, and the flow of TB examination and treatment. The results of the activity showed that there was an increase in public knowledge and awareness about TB after providing health education. In conclusion, education can increase public knowledge and awareness about TB. It is hoped that this activity can be continued to other areas so that TB prevention can be more optimal. Keywords: Awareness, Health Education, Knowledge, Tuberculosis
Edukasi Caring Islami di Desa Temajuk Kabupaten Sambas Yousriatin, Fajar; Priyatnanto, Hendra; Florensa, Florensa; Sari, Lintang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15630

Abstract

ABSTRAK Perilaku caring mencerminkan pengetahuan, sikap dan perilaku yang dilandaskan oleh nilai kebaikan, perhatian, kasih sayang terhadap diri sendiri maupun orang lain. Caring bisa diberikan oleh siapa saja termasuk oleh keluarga atau orang terdekat terhadap anggota keluarga yang sakit dengan harapan dapat membantu mempercepat proses penyembuhan. Namun, masih banyak yang belum mengetahui bagaimana berperilaku caring, sehingga perlu dilakukannya edukasi terkait caring islami sehingga dapat meningkatkan pengertahuan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang caring yang dibutuhkan keluarga dalam melakukan perawatan pada anggota keluarga yang sakit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan metode edukasi kesehatan selama 60 menit yang diikuti oleh 30 orang. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebelum mendapatkan edukasi sebagaian besar tingkat pengetahuan pada kategori rendah (50%). Kemudian setelah diberikan edukasi mengalami peningkatan sehingga kategori pengetahuan menjadi tinggi (83,33%). Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi. Hal ini berarti edukasi yang diberikan sangatlah efektif. Selama kegiatan berlangsung responden sangat fokus dan antusias untuk bertanya terkait hal-hal yang mereka alami yang berkaitan dengan caring islami. Kata Kunci: Edukasi, Caring Islami, Keluarga  ABSTRACT Caring behavior reflects knowledge, attitudes and behavior that are based on the values of kindness, attention, compassion towards oneself and others. Caring can be given by anyone, including family or those closest to a sick family member in the hope that it can help speed up the healing process. However, there are still many who do not know how to behave caringly, so it is necessary to provide education regarding Islamic caring so that it can increase public knowledge. This activity aims to increase knowledge about caring that families need in providing care for sick family members. Community service activities were carried out using the health education method for 60 minutes, attended by 30 people. Results: The results of community service activities before receiving education were mostly the level of knowledge in the low category (50%). Then after being given education, it increased so that the knowledge category became high (83.33%). Based on the results above, it can be concluded that there has been an increase in public knowledge after being given education. This means that the education provided is very effective. During the activity, respondents were very focused and enthusiastic in asking questions regarding things they experienced related to Islamic caring. Keywords: Education, Islamic Caring, Family
Peningkatan Literasi Perubahan Iklim terhadap Sektor Wisata dan Kesehatan di Kelurahan Tuban Provinsi Bali Veanti, Desak Putu Okta; Septiadi, Deni; Darmawan, Yahya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.17526

Abstract

ABSTRAK Topik perubahan iklim telah menjadi perhatian global, terutama terkait dampaknya terhadap berbagai sektor, termasuk pariwisata dan kesehatan. Kelurahan Tuban, Bali, yang merupakan salah satu destinasi wisata utama, menghadapi ancaman serius dari dampak perubahan iklim seperti kenaikan permukaan laut dan erosi pantai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat terkait perubahan iklim di sektor wisata dan kesehatan melalui kegiatan pelatihan dan diskusi kelompok terfokus (Forum Group Discussion). Data dikumpulkan melalui survei pre-test dan post-test yang dilakukan pada peserta pelatihan untuk mengukur pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan 30 peserta dari perangkat masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan terkait mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, terutama dalam penerapan manajemen risiko dan pemeliharaan lingkungan. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan mendukung keberlanjutan sektor pariwisata serta kesehatan di Kelurahan Tuban. Kata Kunci: Perubahan Iklim, Mitigasi, Adaptasi, Pariwisata, Kesehatan  ABSTRACT Climate change has become a global concern, especially due to its impact on various sectors, including tourism and health. Tuban Village, Bali, a key tourist destination, is facing serious threats from climate change, such as rising sea levels and coastal erosion. This study aims to improve the community's understanding of climate change in the tourism and health sectors through training and Focused Group Discussions (FGD). Data was collected through pre-test and post-test surveys with participants to measure their understanding before and after the activities. The method used was participatory training, involving 30 local community members. The results showed a significant improvement in their understanding of climate change mitigation and adaptation, especially in risk management and environmental preservation. In conclusion, the training successfully increased the community’s ability to deal with climate change challenges and support the sustainability of tourism and health sectors in Tuban Village. Keywords: Climate Change, Mitigation, Adaptation, Tourism, Health
Pemberian Edukasi Pada Ibu Nifas di Klinik Bersalin Angel Hiromi Bumi Sehat (AHBS) Pratami, Yustika Rahmawati; Lestari, Susi; Hasnia, Hasnia; Lestari, Tiyan Febriani; Handayani, Endah Purwanti; Putri, Harlinda Widia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.13971

Abstract

ABSTRAK Masih banyak ibu yang belum memahami apa itu masa nifas. Kurangnya pengetahuan tentang perubahan-perubahan masa selama masa nifas, seperti bagaimana berubahan yang normal dan tidak normal selama masa nifas serta perawatan masa nifas masih menjadi masalah pada mitra pengabdian kepada masyarakat kali ini. Permasalahan mitra ini kami lakukan pemberian edukasi terkait masa nifas pada seluruh peserta ibu nifas yang dapat menghadiri kegiatan di klinik bersalin AHBS. Metode dalam pemberian edukasi ini melalui tiga tahapan pertama pemberian edukasi yang dibandu dengan media leaflet dan penyuluhan, kedua melakukan tanya jawab serta menanyakan keluhan peserta ketiga melakukan pemechan masalah dari peserta mitra pengabdian kepada masyarakat ini. Hasil kegiatan ini masih ditemukan ibu dengan masalah terkait masa nifas salah satunya kurangnya pengetahuan. Kesimpulannya kegiatan ini masih harus terus dilakukan untuk membantu seluruh ibu untuk lebih mengetahui dan memahami tentang masa nifasnya. Kata Kunci: Masa Nifas, Perubahan Masa Nifas, Perawatan Perineum.  ABSTRACT There are still many mothers who don't understand what the postpartum period is. Lack of knowledge about changes during the postpartum period, such as normal and abnormal changes during the postpartum period and postpartum care, is still a problem for community service partners this time. The problem with this partner is that we provide education regarding the postpartum period to all postpartum mother participants who can attend activities at the AHBS maternity clinic. The method for providing this education is through three stages: first, providing education guided by leaflets and outreach media, second, conducting questions and answers and asking for participants' complaints, third, problem solving from community service partner participants. The results of this activity still found mothers with problems related to the postpartum period, one of which was a lack of knowledge. In conclusion, this activity must continue to be carried out to help all mothers know and understand more about the postpartum period. Keywords: Postpartum Period, Postpartum Changes, Perineal Care
Penyuluhan Pencegahan Komplikasi Diabetes Militus Type II pada Penyandang Diabetes di Puskesmas Cakung Jakarta Timur Hidayat, Rizki; Naziyah, Naziyah; Sahira, Adinda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15340

Abstract

ABSTRAK Diabetes adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting, menjadi salah satu dari empat penyakit tidak menular prioritas yang menjadi target tindak lanjut oleh para pemimpin dunia. Kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi kronik Diabetes Melitus yang paling ditakuti oleh para penderita Diabetes Melitus karena dapat mengakibatkan terjadinya cacat dan kematian. Banyak faktor yang berperan terhadap lama proses penyembuhan luka di antaranya usia, lama menderita diabetes, kontrol GDS, stadium luka, pemilihan balutan dan lama penyembuhan. Diperkirakan terdapat 463 juta orang dengan usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes atau setara dengan 9,3% dari seluruh penduduk di usia yang sama pada tahun 2019. Berdasarkan usia, pada orang dengan usia 65-79 diperkirakan terdapat 19,9% pada tahun 2019 dan diprediksi meningkat menjadi 20,4% pada tahun 2030 dan 20,5% pada tahun 2045 (International Diabetes Federation, 2019). Prevalensi diabetes di DKI Jakarta berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018 meningkat dari 2,5% pada tahun 2013 menjadi 3,4% di tahun 2018. Berdasarkan Surveilans Dinas Kesehatan DKI Jakarta Tahun 2017. Prevalensi penderita DM di wilayah DKI sebanyak, 131.279 penderita. Dengan Jumlah terbanyak berada di wilayah Jakarta Selatan sebanyak 35.027 penderita dan Jakarta Timur sebanyak 32.400 penderita (Dinas Kesehatan DKI Jakarta, 2017). Komplikasi dari DM type II dapat mempengaruhi pembuluh darah, saraf, mata,  ginjal dan sistem kardiovaskular. Komplikasi termasuk serangan jantung dan stroke, infeksi kaki yang berat (menyebabkan gangren, dapat mengakibatkan amputasi), gagal ginjal stadium akhir dan disfungsi seksual. Kata Kunci: Komplikasi, Diabetes Type II  ABSTRACT Diabetes is an important public health problem, being one of four priority non-communicable diseases targeted for follow-up by world leaders. Diabetic foot is one of the chronic complications of Diabetes Mellitus that is most feared by Diabetes Mellitus sufferers because it can result in disability and death. Many factors play a role in the length of the wound healing process, including age, duration of diabetes, GDS control, wound stage, choice of dressing, and healing time. It is estimated that 463 million people aged 20-79 years in the world suffer from diabetes or the equivalent of 9.3% of the entire population of the same age in 2019. Based on age, it is estimated that there are 19.9% of people aged 65-79. in 2019 and is predicted to increase to 20.4% in 2030 and 20.5% in 2045 (International Diabetes Federation, 2019). The prevalence of diabetes in DKI Jakarta based on the results of basic health research (Riskesdas) 2018 increased from 2.5% in 2013 to 3.4% in 2018. Based on the 2017 DKI Jakarta Health Service Surveillance, the prevalence of DM sufferers in the DKI area was 131,279 sufferer. The largest number is in the South Jakarta area with 35,027 sufferers and in East Jakarta with 32,400 sufferers (DKI Jakarta Health Service, 2017). Complications from type II DM can affect the blood vessels, nerves, eyes, kidneys, and cardiovascular system. Complications include heart attacks and strokes, severe foot infections (causing gangrene, which may result in amputation), end-stage renal failure, and sexual dysfunction. Keywords: Complication, Diabetes Type II
Diseminasi Hasil Kajian Ilmiah Khasiat Terapi Pasir Bagi Pengelola Pantai Kejawanan Anggraeni, Santi Rukminita; Nursiswati, Nursiswati; Sari, Deasy Silvya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14749

Abstract

ABSTRAK Pantai Kejawanan berlokasi di Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan (PPN Kejawanan) di Kelurahan Pegambiran, Lemahwungkuk, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pantai Kejawanan dipercaya sebagai tempat terapi penyembuhan berbagai penyakit. Hasil riset tim menunjukkan bahwa pasir dan air laut Pantai Kejawanan memiliki kandungan besi (Fe) terutama Fe₃O₄ serta unsur logam lain yang juga ditemukan di beberapa pantai lain yang sering digunakan untuk terapi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilakukan menggunakan metode ceramah dan diskusi untuk mendiseminasikan hasil riset khasiat terapi pasir pantai Kejawanan pada bulan Desember 2023. Sasaran kegiatan adalah pengelola PPN Kejawanan, Dinas Pariwisata Kota Cirebon, ketua RT, RW dan Kelurahan setempat. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah penyampaian kajian ilmiah kandungan pasir Pantai Kejawanan untuk keperluan terapi dan rekomendasi untuk pengembangan kegiatan wisata terapi yang aman dan berkelanjutan. Para peserta kegiatan diseminasi menyambut baik hasil riset yang telah dilakukan dan juga memberikan umpan balik terkait hasil riset yang diperoleh. Tindak lanjut rekomendasi kegiatan diseminasi ini menjadi wewenang pihak PPN Kejawanan untuk pengembangan wisata terapi yang aman dan berkelanjutan di pantai Kejawanan. Kata Kunci: Terapi Pasir, Mineral, Besi  ABSTRACT Kejawanan Beach is located at the Kejawanan Nusantara Fisheries Port (PPN Kejawanan) in Pegambiran Village, Lemahwungkuk, Cirebon Regency, West Java. Kejawanan Beach is believed to be a place of therapy to cure various diseases. The team's research results showed that the sand and sea water of Kejawanan Beach contain iron (Fe), especially Fe₃O₄ and other metal elements which is also found on several other beaches which are often used for therapy. Community service activities (PKM) were carried out using lecture and discussion methods to disseminate the results of research on the therapeutic properties of Kejawanan beach sand in December 2023. The targets of the activities were PPN Kejawanan managers, the Cirebon City Tourism Office, heads of RT, RW and local sub-districts. The result of this PKM activity was the delivery of a scientific study of the sand content of Kejawanan Beach for therapeutic purposes and recommendations for the development of safe and sustainable therapeutic tourism activities. The participants in the dissemination activity welcomed the results of the research that had been carried out and also provided feedback regarding the research results obtained. The follow-up to recommendations for this dissemination activity is the authority of PPN Kejawanan for the development of safe and sustainable therapeutic tourism on Kejawanan Beach. Keywords: Sand Therapy, Mineral, Iron
Edukasi “ Gizi Seimbang “ sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Sitohang, Tiur Romatua; Saragi, Maria Magdalena; Yusniar, Yusniar; Faisal, Faisal; Ramlan, Ramlan; Manalu, Minton
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15932

Abstract

ABSTRAK Stunting menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan angka gagal tumbuh atau stunting sebesar 14 persen pada tahun 2024. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk  edukasi pada ibu hamil dan ibu balita berjumlah 30 orang.  Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk mewujudkan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi, meningkatkan pengetahuan tentang Ibu hamil dan ibu balita tentang gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting.  Dari hasil evaluasi diperoleh pengetahuan ibu hamil dan ibu balita sebelum diberikan edukasi mayoritas cukup sebanyak 63,3% dan setelah dilakukan edukasi mayoritas baik  sebanyak 76,6%. Dengan adanya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapakan kepada Ibu hamil dan Ibu balita dapat meningkatkan pengetahuan mengenai gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting.  Kata Kunci: Edukasi, Gizi Seimbang, Stunting  ABSTRACT Stunting is a health issue in Indonesia. The Indonesian government aims to reduce the rate of growth failure or stunting by 14 percent by 2024. Community service is provided in the form of instruction for 30 pregnant women and mothers with toddlers. The goal of this community service is to realize community service as one of Higher Education's Tri Dharma activities, by boosting pregnant women's and mothers' under-five understanding of balanced nutrition in order to prevent stunting. According to the evaluation results, the majority of pregnant women and moms of toddlers had sufficient knowledge at 63.3% before receiving schooling, and the majority was good at 76.6% thereafter. It is believed that by participating in this community service activity, pregnant women and moms of toddlers can have a better understanding of balanced diet and therefore avoid stunting. Keywords: Education, Balanced Nutrition, Stunting
Pemberdayaan Pembuatan Soceting (Sosis Cegah Stunting) sebagai Upaya Pencegahan Dini Stunting di Kelurahan Belawan Sicanang Wulan, Mayang; Purba, Tuty Hertati; Sapriadi, Sapriadi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17280

Abstract

ABSTRAK Stunting menggambarkan ketidaktercapaian tinggi badan sesuai umur yang disebabkan karena mengalami kurang gizi menahun atau kronis. Stunting pada balita perlu mendapatkan perhatian khusus karena dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan status kesehatan pada anak. Angka prevalensi stunting Sumatera Utara (Sumut) kini berada di bawah angka persentase nasional. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi Sumut pada tahun 2022 sebesar 21,1%. Tujuan mengadakan pengabdian ini untuk memberikan pelatihan kepada ibu-ibu yang memiliki balita membuat makanan sehat yang bernama Soceting dan produk yang dihasilkan dari pelatihan ini dapat dijadikan sebagai makanan/jajanan sehari-hari untuk balita dan anak-anak. Kegiatan dilaksanan pada Agustus 2024 di wilayah Kelurahan Belawan Sicanang dengan melibatkan 15 orang yaitu ibu-ibu yang memiliki balita. Berdasarkan hasil evaluasi 80% mengalami peningkatan pengetahuan dan ketrampilan sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan mengenai stunting dan pembuatan Soceting. Kesimpulan kegiatan ini peserta telah mendapatkan manfaat dari kegiatan pengabdian yang dibuktikan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam pembuatan Soceting. Sebagai tindak lanjut kegiatan ini maka tim pengabdian kepada masyarakat akan melakukan kegiatan lanjutan untuk melakukan pelatihan kepada  Tim Kelompok Kerja (Pokja) Posyandu agar bisa melatih ibu yang memiliki balita dalam pembuatan makanan yang bergizi tinggi dalam upaya pencegahan stunting pada saat kegiatan posyandu diadakan. Kata Kunci: Sosis, Pencegahan Dini, Stunting   ABSTRACT Stunting describes the inability to achieve height according to age due to chronic or chronic malnutrition. Stunting in toddlers needs special attention because it can cause delays in physical growth, mental development, and health status in children. The stunting prevalence rate for North Sumatra (North Sumatra) is now below the national percentage rate. Based on the Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI), the North Sumatra prevalence rate in 2022 will be 21.1%. The aim of holding this service is to provide training to mothers with toddlers to make healthy food called Soceting and the products produced from this training can be used as daily food/snacks for toddlers and children. The activity was carried out in August 2024 in the Belawan Sicanang sub-district area involving 15 people, namely mothers with toddlers. Based on the evaluation results, 80% experienced increased knowledge and skills before and after training regarding stunting and creating Soceting. This activity concludes that participants have benefited from service activities as evidenced by the increase in mothers' knowledge and skills in making Soceting. As a follow-up to this activity, the community service team will carry out follow-up activities to conduct training for the Posyandu Working Group Team (Pokja) so that they can train mothers with toddlers in making highly nutritious food to prevent stunting when Posyandu activities are held. Keywords: Sausage, Early Prevention, Stunting
Kie Pencegahan Stunting pada Ibu Balita di Desa Kebonagung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal Setyaningsih, Pujiati; Jumiatun, Jumiatun; Nani, Shinta Ayu; Sandhi, Shinta Ika; Dewi, Desi Wijayanti Eko
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14454

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Dampak stunting bagi kesehatan antara lain gagal tumbuh yaitu mengalami hambatan perkembangan kognitif dan motorik, serta dapat mengakibatkan gangguan metabolik saat dewasa antara lain menyebabkan diabetes melitus, obesitas, stroke, serta penyakit jantung. Pencegahan dan intervensi stunting harus dilakukan sejak 1000 HPK (hari pertama kehidupan) untuk menghasilkan luaran yang baik. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah pemberian ASI eksklusif dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang cukup jumlah dan cukup kualitas serta memantau pertumbuhan anak balita di posyandu untuk mendeteksi secara dini terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak balita Desa Kebonagung merupakan salah satu desa lokus stunting yang berada di Kabupaten Kendal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada ibu balita dan ibu hamil tentang pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui pemberikan informasi tentang pencegahan stunting pada anak balita. Peserta yang hadir meliputi 68 ibu batita dan 20 ibu hamil, yang berada dalam 4 posyandu. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 8 November 2023 bertempat di pendopo balai desa Kebonagung, dilakukan dalam bentuk ceramah, diskusi dan demonstrasi tentang stunting, pola asuh dan kebutuhan gizi anak balita serta demonstrasi pembuatan MP-ASI. Setelah dilakukan edukasi ada peningkatan pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting. Hasil pretest peserta dengan nilai 100 sebanyak 22%, ada peningkatan pada nilai post tes peserta yang mendapat nilai 100 sebanyak 36%, nilai terendah 60 sebanyak 5%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan adanya peningkatan pengetahuan dilihat dari peningkatan nilai pre test dan pos test. Kata Kunci: Pencegahan Stunting, Kebutuhan Gizi, MP-ASI  ABSTRACT Stunting is a disorder of growth and development of children due to chronic malnutrition and recurrent infections, which is characterized by their length or height being below the standard. The impact of stunting on health includes failure to thrive, namely experiencing cognitive and motor development barriers, and can cause metabolic disorders in adulthood, including causing diabetes mellitus, obesity, stroke, and heart disease. Stunting prevention and intervention must be carried out from 1000 HPK (first day of life) to produce good outcomes. One of the efforts to prevent stunting is exclusive breastfeeding and complementary feeding (MPASI) of sufficient quantity and sufficient quality as well as monitoring the growth of children under five at posyandu to detect early growth disorders in children under five Kebonagung Village is one of the stunting locus villages in Kendal Regency. This community service activity aims to provide information to mothers under five and pregnant women about stunting prevention. Community service activities are carried out through providing information about stunting prevention in children under five. Participants included 68 mothers of toddlers and 20 pregnant women, who were in 4 posyandu. The activity was held on November 8, 2023 at the Kebonagung village hall pavilion, carried out in the form of lectures, discussions and demonstrations on stunting, parenting and nutritional needs of children under five as well as demonstrations on making MP-ASI. After education, there is an increase in maternal knowledge about stunting prevention. The pretest results of participants with a score of 100 as much as 22%, there was an increase in the post-test score of participants who got a score of 100 as much as 36%, the lowest score of 60 as much as 5%. Based on these results, it can be concluded that there is an increase in knowledge seen from the increase in pre-test and post test scores. Keywords: Stunting Prevention, Nutritional Needs, MP-ASI

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue