cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Efektifitas Implementasi Corporate Wellness Program: Menanggapi Tantangan Hiperkolesterolemia dan Hiperurisemia pada Pekerja Sincihu, Yudhiakuari; Wulandari, Yudita; Dinata, Mulya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.18222

Abstract

ABSTRAK Permenaker Nomor 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Tempat Kerja menyebutkan bahwa Perusahaan wajib melakukan langkah pencegahan dan pemeliharaan kesehatan pekerja. Data medical check-up tahun 2023 dibanding 2022 pada perusahaan X menunjukkan tren kenaikkan penderita hiperkolesterolemia (78,2% menjadi 84,0%) dan hiperurisemia (31,9% menjadi 36,3%). Kenaikan disebabkan karena ketidaktahuan pekerja terhadap pola aktivitas dan pola konsumsi yang baik. Meningkatkan pengetahuan pekerja untuk pola hidup sehat. Kegiatan berupa edukasi kesehatan, poster dan leaflet informasi digital. Kegiatan ini bagian dari corporate wellness program berbasis digital. Dilaksanakan selama 3 bulan (Mei-Juni, Juli 2024). Peserta webinar kesehatan n=74 orang. Peserta kegiatan terdiri dari laki-laki (52,7%) dan perempuan (47,3%), dengan mayoritas berusia produktif (30-39 tahun) sebanyak 63,5%. Peserta berasal dari seluruh divisi perusahaan, dengan terbanyak dari divisi IT (33,7%) dan HRGA (20,3%). Temuan dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pasca kegiatan sebesar 12,3% (skor minimal naik dari 48,3 menjadi 64,2 poin, dan skor maksimal naik dari 84,2 menjadi 90,0 poin). Skor terendah pengetahuan peserta terdapat pada aspek "cara menurunkan kolesterol dan asam urat dengan tepat" (hanya 53,9 poin). Corporate wellness program berbasis digital yang menggunakan model interaktif melalui webinar kesehatan dan poster digital di media sosial berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan tentang hidup sehat di area kerja. Kata Kunci: Hiperkolesterolemia, Hiperurisemia, Kesehatan Kerja, Pekerja, Program Kesehatan Digital  ABSTRACT Minister of Manpower Regulation Number 8 of 2020 concerning Occupational Safety and Health in the Workplace states that companies are obligated to take steps to prevent and maintain workers' health. Data from the medical check-up in 2023 compared to 2022 at Company X shows a rising trend in cases of hypercholesterolemia (from 78.2% to 84.0%) and hyperuricemia (from 31.9% to 36.3%). The increase is attributed to workers' lack of awareness regarding healthy activity and consumption patterns. Improving workers' knowledge for a healthy lifestyle. Activities include health education, posters, and digital information leaflets. This is part of a digital-based corporate wellness program, running for three months (May-June, July 2024). The health webinar had 74 participants. Participants in the activities comprised 52.7% men and 47.3% women, with a majority in the productive age group (30-39 years) at 63.5%. They came from all company divisions, with the largest representation from the IT division (33.7%) and HRGA (20.3%). Findings from this initiative showed a knowledge increase of 12.3% post-activity (minimum scores rose from 48.3 to 64.2 points, and maximum scores increased from 84.2 to 90.0 points). The lowest knowledge score among participants was in the area of "proper ways to lower cholesterol and uric acid," which scored only 53.9 points. The digital-based corporate wellness program, which utilizes an interactive model through health webinars and digital posters on social media, contributes to enhancing knowledge about healthy living in the workplace. Keywords: Digital Health Program, Hypercholesterolemia, Hyperuricemia, Occupational Health, Workers.
Pelatihan dan Pendampingan Kader Posyandu untuk Eliminasi Stunting di Kelurahan Muara Bulian Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bulian Widiawati, Susi; Sugiarto, Sugiarto; Mariska, Ruri Putri; Anggraini, Deshi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17678

Abstract

ABSTRAK Stunting di Provinsi Jambi, khususnya Kabupaten Batang Hari dengan angka prevalensi stunting sebesar 26,3%. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempercepat penurunan stunting adalah dengan memberdayakan masyarakat khususnya kader posyandu. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah memberdayakan kader posyandu untuk mengeliminasi stunting di Desa Muara Bulian, Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan memberikan pelatihan dan Focus Group Discussion bagi kader sehingga meningkatkan keterampilan kader dalam menurunkan angka kejadian stunting dan mencegah stunting, melaksanakan edukasi setiap kegiatan posyandu terkait stunting, melakukan pencatatan data anak stunting dan risiko stunting berbasis Teknologi Informasi (TI) yang memudahkan kader kesehatan dalam memonitoring data anak stunting. Kegiatan pelatihan dan pendampingan kader posyandu dilaksanakan pada tanggal 10 s/d 20 September 2024 di Aula Desa Muara Bulian dan pendampingan di 4 posyandu yaitu Posyandu Melati, Flanboyan, Kamboja dan Mawar Merah. Berdasarkan kegiatan pelatihan kader posyandu dan pendampingan secara umum kader dapat memahami dan melakukan deteksi dini pertumbunhan pekembangan anak, dengan peningkatan rata-rata pengetahuan kader adalah 90% terutama untuk mengatasi stunting. Dari hasil pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kelurahan Muara Bulian menunjukkan keberhasilan yang signifikan dalam pelatihan kader Posyandu. Kata Kunci: Stunting, Peran Kader Posyandu  ABSTRACT Stunting in Jambi Province, especially Batang Hari district with a stunting prevalence rate of 26.3%. Efforts that can be made to accelerate stunting reduction are by empowering the community, especially posyandu cadres. The aim of this Community Service Activity is to empower posyandu cadres to eliminate stunting in Muara Bulian Village, Muara Bulian Health Center Working Area, Batang Hari Regency. Service activities are carried out by providing training and Focus Group Discussions for cadres so as to improve cadre skills in reducing the incidence of stunting and preventing stunting, carrying out education for every posyandu activity related to stunting, recording data on stunting children and the risk of stunting based on Information Technology (IT) which makes it easier for health cadres to monitor data on stunting children. Training and mentoring activities for posyandu cadres were carried out on September 10 to 20, 2024 at Muara Bulian Village Hall and assistance in 4 posyandu namely Posyandu Melati, Flanboyan, Cambodia and Mawar Merah. Based on posyandu cadre training activities and general mentoring, cadres can understand and carry out early detection of child development and growth, with an average increase in cadre knowledge of 90%, especially for overcoming stunting. From the results of community service carried out in Muara Bulian Village, it shows significant success in training Posyandu cadres. Keywords: Stunting, The Role of Posyandu Cadres
Bimbingan Karir untuk Menentukan Masa Depan pada Siswa/Siswi Kelas IX SMPN 3 Jatinangor Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17796

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Masa depan adalah suatu hal yang harus dipikirkan secara  tepat, karena banyak siswa-siswi yang masih belum memahami tentang karir yang akan dipilih nanti kedepannya, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya minat  terhadap suatu karir, minat orang tua dan kondisi sosial masyarakat, tingkat ekonomi  keluarga, dan lainnya. Sehingga pemilihan karir ini bagi para siswa- siswi SMP tidaklah mudah. Sebelum memilih karir, perlu dipikirkan terlebih dahulu jenjang pendidikan yang akan diambil selanjutnya apakah melanjutkan ke tingkat SMA atau SMK supaya bisa sejalan dengan karir yang akan kita ambil. Usulannya penyelesaian   sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045 yaitu pendidikan ini merupakan salah satu kunci penting untuk adaptasi dan transformasi dalam mempersiapkan visi Indonesia  Emas 2045. Tujuan PKM: kami mengambil tema dan judul ini adalah untuk  sosialisasi kepada siswa-siswi tentang pentingnya bimbingan karir di lingkungan sekolah. Metode: Kegiatan ini menggunakan metode edukasi kepada siswa/ siswi, seta melakukan Teach- back Method yaitu evaluasi yang melibatkan peserta didik untuk menjelaskan kembali konsep- konsep yang telah diajarkan. Hasil: Respon peserta antusias dan aktif bertanya Ketika diberikan materi tentang bimbingan karir. Seluruh peserta aktif dalam kegiatan mulai dari pembukaan, pemaparan dan evaluasi, pre-test, post-test, pemberian penghargaan, hingga penutupan dan dokumentasi. Kesimpulan: Setelah dilakukan edukasi tentang pentingnya pemilihan karir bagi siswa ada   peningkatan dari hasil pre dan postest. Kata Kunci: Bimbingan, Karir, Siswa  ABSTRACT Introduction: The future is something that must be thought about appropriately, because many students still do not understand the career they will choose in the future, this is caused by several factors including interest in a career, parents' interest and the social conditions of society, family economic level, and others. So choosing this career for junior high school students is not easy. Before choosing a career, you need to think first about the level of education you will take and whether to continue to high school or vocational school level so that it can be in line with the career you will take. The proposed solution is in accordance with the vision of Golden Indonesia 2045, namely that education is one of the important keys for adaptation and transformation in preparing the vision of Golden Indonesia 2045. The purpose of PKM: we took this theme and title to socialize students about the importance of career guidance in the school environment. . Method: This activity uses an educational method for students, as well as carrying out a Teach-back Method, namely an evaluation that involves students to explain again the concepts that have been taught. Results: Participants responded enthusiastically and actively asked questions when given material about career guidance. All participants were active in activities starting from opening, presentation and evaluation, pretest, posttest, awarding, to closing and documentation. Conclusion: After providing education about the importance of career choice for students, there was an increase in pre and post-test results. Keywords: Career, Guidance, Student
Program Pemenuhan Kebutuhan Kalsium dengan Susu Kedelai Pengganti Susu Formula pada Anak-Anak TPA Masjid Baitussalam Purnama, Robby Candra; Octonariz, Vito Zhafran; Fajar, Muhammad Surya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.18622

Abstract

ABSTRAK Pemenuhan kalsium anak-anak adalah salah satu aspek yang sangat penting dalam menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas. Untuk itu pilihan konsumsi minuman juga perlu diperhatikan. Oleh karena itu, penting untuk memberikan edukasi yang tepat mengenai pemilihan minuman yang lebih sehat sejak usia dini. Salah satu alternatif minuman sehat yang dapat diperkenalkan kepada anak-anak adalah susu kedelai. Susu kedelai merupakan minuman nabati yang kaya akan protein, kalsium, serat, serta berbagai vitamin dan mineral yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak. Kegiatan ini dilakukan dengan 2 metode. Pertama dengan melakukan sosialisasi yaitu penyampaian materi secara interaktif mengenai cara membedakan minuman kemasan yang baik dan tidak baik. Materi ini akan menjelaskan tentang bahayanya minuman kemasan apabila di konsumsi secara berlebihan, manfaat minuman yang baik bagi tubuh dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan tubuh. Kedua, Demonstrasi yaitu dilakukan praktik langsung dengan membagikan minuman susu kedelai. Hasil dari kegiatan adalah beberapa materi utama yang disampaikan mencakup penting nya dalam menjaga kesehatan dan dampak dari minuman kemasan  Selain itu, disampaikan edukasi tentang minuman sehat dan aman dikonsumsi bagi anak – anak. Kesimpulan dari kegiatan tersebut adalah pentingnya pengenalan sumber kalsium yang terjangkau sebagai pengganti susu formula, dan salah satunya adalah susu kedelai. Kata Kunci: Kalsium, Susu Kedelai, Sosialisasi, Demonstrasi  ABSTRACT Fulfilling children's calcium intake was a very important aspect in creating a healthy, strong and intelligent generation. For this reason, the choice of drink consumption also needs to be considered. Therefore, it was important to provide appropriate education regarding choosing healthier drinks from an early age. One alternative healthy drink that can be introduced to children is soy milk. Soy milk is a vegetable drink that is rich in protein, calcium, fiber, and various vitamins and minerals which are very good for supporting children's growth and health. This activity was carried out using 2 methods. First, by conducting outreach, namely delivering interactive material on how to differentiate between good and bad packaged drinks. This material will be explained the dangers of packaged drinks if consumed excessively, the benefits of good drinks for the body and how they affect body health. Second, demonstrations, namely direct practice by distributing soy milk drinks. The results of the activity were some of the main material presented included the importance of maintaining health and the impact of packaged drinks. Apart from that, education was provided about healthy and safe drinks for children to consume. The conclusion from this activity was the importance of introducing affordable sources of calcium as a substitute for formula milk, and one of them is soy milk. Keywords: Calcium, Soy Milk, Socialization, Demonstration
Pemberdayaan Masyarakat Desa Tanggunggunung terhadap Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Teh Celup untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Putri, Amalia Eka; Huda, Choirul; Muadifah, Afidhatul; Martha, Rahma Diyan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17251

Abstract

ABSTRAK Teh merupakan salah satu jenis minuman yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia yang menjadikan teh sebagai minuman penyegar sekaligus minuman yang memiliki khasiat bagi tubuh. Daun kelor dapat meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung banyak nutrisi penting bagi tubuh, antara lain vitamin C, vitamin B, kalsium, kalium, zat besi, dan protein dalam jumlah yang sangat tinggi. Tujuan dari pemberdayaan ini adalah untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan cara memanfaatkan tanaman kelor sebagai peningkat daya tahan tubuh menjadi sediaan yang lebih praktis dalam bentuk teh celup. Metode penyuluhan yang dilakukan berupa ceramah, pembagian leaflet dan pelatihan cara pembuatan sediaan teh celup daun kelor pada ibu-ibu Posbindu Desa Tanggunggunung. Hasil pemberdayaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat yang dibuktikan melalui hasil survei sebelum dan sesudah pemberdayaan. Setelah dilakukan pemberdayaan, masyarakat mengetahui manfaat daun kelor dan mampu membuat sediaan teh celup daun kelor. Kata Kunci: Daun Kelor, Teh Celup, Daya Tahan Tubuh  ABSTRAK Tea was one of the preferred beverages among the Indonesian community, which regarded it as a refreshing drink as well as one with health benefits. Moringa leaves could enhance the body's immunity as they contain many essential nutrients such as vitamin C, vitamin B, calcium, potassium, iron, and protein in significant amounts. This empowerment aimed to provide education and training on utilizing moringa plants to boost immunity by creating a more convenient form of tea bags. The outreach methods involved lectures, distribution of leaflets, and training on how to make moringa tea bags for the mothers of the Tanggunggunung village's Posbindu. The empowerment results showed increased community knowledge, as evidenced by survey results before and after the empowerment. After the empowerment, the community understood the benefits of moringa leaves and could make moringa tea bag preparations. Keywords: Moringa Leaves, Tea Bags, Immunity
Edukasi pada Masyarakat tentang Pemberian Makanan Tambahan pada Balita di Wonoayu Sidoarjo Susilaningrum, Rekawati; Kusumaningtyas, Kharisma; Sulistyowati, Dwi Wahyu Wulan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17242

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan data di desa Pilang Wonoayu Kabupaten Sidoarjo, dari 213 bayi, balita dan anak prasekolah, ada 96,7% bayi status gizi normal, selebihnya  (2,34%) mengalami didapatkan analisis status gizi di KMS yang normal sebesar 206 (96,7%), BGM 5 (2,34 %), dan Obesitas 2 (0,93%) . Pada kegiatan Posyandu pernah dilakukan edukasi cara pembuatan dan pemberian PMT pada balita BGM tetapi dalam penerapannya masih kurang. Sebanyak 50% Kader belum pernah mendapatkan edukasi cara pembuatan dan pemberian PMT pada balita BGM. Keterbatasan edukasi cara pembuatan dan pemberian PMT pada balita BGM di Posyandu. Tujuan kegiatan adalah memberikan edukasi pengetahuan dan ketrampilan kader dan keluarga dalam pemberian PMT pada balita. Metode kegiatan ini adalah ceramah, tanya jawab dan praktik. Media yang digunakan leaflet, PPT dan peralatan untuk memasak.  Sasarannya adalah kader dan keluarga yang mempunyai balita sebanyak 40 orang. Kegiatan dibagi 2 sesi. Sesi 1 pemberian materi dan tanya jawab tentang makanan pendamping ASI (MP ASI) dan PMT. Sesi 2 dengan praktik pembuatan MP ASI dan PMT. Sebagai evaluasi kegiatan dilaksanakan pre dan post test. Kegiatan diperoleh ada peningkatan pengetahuan usia peserta, prosentase paling sedikit berada  pada rentang usia 21-30 tahun. Selebihnya berada diatas 30 tahun. Untuk pendidikan, peserta sebagian besar berpendidikan setingkat SMA/Sederajat. Sedangkan untuk pekerjaan, hampir seluruh peserta sebagai ibu rumah tangga. Hanya sebagian kecil yang bereja sebagai pedagang/karyawan. sebelum pelatihan, prosentase terbanyak (47,5%) pengetahuan ibu dalam kategori cukup. Setelah pelatihan, sebagian besar pengetahuan ibu dalam kategori baik (86,7). Ada peningkatan yang signifikan setelah pelatihan. Sebelum pelatihan skore rata-rata 65, setelah pelatihan skore rata-rata 92. Peserta sangat antusia saat kegiatan praktik membuat MP ASI dan PMT. Kegiatan pendampingan pada warga dalam upaya pemenuhan gizi untuk balita sangat perlu dilakukan agar anak tidak mengalami masalah dan gangguan status gizi. Kata Kunci: Edukasi, Makanan Tambahan, Balita    ABSTRACT Based on data in the village of Pilang Wonoayu Sidoarjo Regency, out of 213 infants, toddlers and preschool children, there are 96.7% of normal nutritional status babies, the rest (2.34%) have obtained nutritional status analysis in KMS which is normal at 206 (96.7%), BGM 5 (2.34%), and Obesity 2 (0.93%). In Posyandu activities, education on how to make and provide PMT to BGM toddlers has been carried out but the application is still lacking. As many as 50% of cadres have never received education on how to make and give PMT to children under five years of age. Limitations of education on how to make and provide PMT for BGM toddlers at Posyandu. The purpose of the activity is to provide education on the knowledge and skills of cadres and families in providing PMT to toddlers. The method of this activity is lecture, question and answer and practice. The media used were leaflets, PPT and cooking utensils.  The targets were 40 cadres and families with toddlers. The activity was divided into 2 sessions. Session 1 provided material and questions and answers about complementary foods (MP ASI) and PMT. Session 2 with the practice of making breast milk MP and PMT. As an evaluation of the activity, pre and post tests were conducted. The activity obtained an increase in knowledge of the age of the participants, the least percentage was in the age range of 21-30 years. The rest were above 30 years old. For education, most participants have a high school / equivalent education. As for employment, almost all participants are housewives. Before the training, the highest percentage (47.5%) of mothers' knowledge was in the moderate category. After the training, most mothers' knowledge was in the good category (86.7). There was a significant improvement after the training. Before the training, the average score was 65, after the training the average score was 92. Participants were very enthusiastic during the practical activities of making breast milk MP and PMT. Assistance activities for residents in efforts to fulfill nutrition for toddlers are very necessary so that children do not experience problems and nutritional status disorders. Keywords: Kader, Growth and Development Monitoring, KIA Book
Pendidikan Kesehatan tentang Nutrisi Pada Ibu Hamil di Posyandu Tanjung RW 2 Desa Pasawahan Tarogong Garut Mamuroh, Lilis; Sukmawati, Sukmawati; Nurhakim, Furkon
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.18195

Abstract

ABSTRAK Pada masa kehamilan kebutuhan nutrisi memiliki peran yang sangat penting karena akan mempengaruhi kondisi janin dan ibu. Setiap Ibu hamil memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dengan ibu tidak hamil, karena ada janin yang tumbuh di rahimnya. Kebutuhan nutrisi dilihat tidak hanya dari porsi tetapi harus ditentukan   pada   mutu   zat-zat   nutrisi   yang   terkandung   dalam   makanan   yang dikonsumsi. Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya gizi selama kehamilan merupakan salah satu faktor besar yang menjadikan kurangnya asupan nutrisi yang baik pada janin. Tujuan dari Pendidikan Kesehatan  ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil  tentang  nutrisi pada masa kehamilan. Metode yang digunakan dalam Pendidikan Kesehatan ini menggunakan metoda ceramah tanya jawab dan demonstrasi dengan memakai media leaflet, gambar. Hasil dari Pendidikan Kesehatan ini dari Sembilan ibu hamil meningkat pengetahuannya, dan ibu memahami tentang pentingnya asupan nutrisi untuk Kesehatan janin dan ibunya. Dengan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang nutrisi selama kehamilan akan meningkatkan Kesehatan janin dan ibu. Kata Kunci: Ibu Hamil, Nutrisi, Pengetahuan ABSTRACT During pregnancy nutritional needs play a very  important role because they wiil affect  the condition of the fetus and mother. Every pregnant mother has different nutritional  needs  from non pregnant mothers, because there is a fetus growing in her womb. Nutritional needs are seen not only from postions  but must be determined based on the  nutritional content contained in the  food consumed. Pregnant womens lack of knowledge about the importance of nutrition during pregnancy is one of the big factors that causes a lack of good nutritional intake for the fetus. The aim of this health education is to increase pregnant womens knowledge a bout nutrition during pregnancy. The method used in health education uses lectures, questions and answers and demonstrations using picture leaflets as media. The results of this health education for nine pregnant women increased their knowledge and pregnant women understood the importance of nutritional intake for the health of the fetus and mother. Increasing pregnant womens knowledge about nutrition during pregnancy will improve the health of the fetus and mother Keywords: Pregnant Mother, Nutrition, Knowledge
Optimalisasi Praktik Mandiri Bidan dalam Upaya Meningkatkan Pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang melalui Pelatihan Bidan di Kabupaten Tangerang Wijayanti, Margaretha Yuni; Sunartono, Sunartono; Agustiani, Mia Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17706

Abstract

ABSTRAK Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tangerang, masih tergolong rendah. Dalam pelaksanaannya bidan sebagai tenaga kesehatan di lini terdepan memiliki peran penting untuk meningkatkan cakupan penggunaan MKJP melalui Praktik Mandiri  Bidan (PMB)maupun kegiatan program Keluarga Berencana (KB). Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan PMB dalam meningkatkan pelayanan MKJP berfokus pada Motivasi, edukasi dan praktik dalam pemasangan alat kontrasepsi jangka Panjang yaitu IUD/AKDR dan KB susuk/implant sehingga dapat diterapkan ditempat praktiknya masing-masing dan menekankan kepada bidan untuk dapat meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan alat kontrasepsi berencana MKJP. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan praktek pelayanan MKJP.  Target peserta adalah bidan yang memiliki praktik mandiri di Kabupaten Tangerang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis. Bidan dikabupaten Tangerang memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang lebih baik dalam pelayanan MKJP, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan MKJP yang diberikan kepada masyarakat, termasuk penurunan tingkat kegagalan dan efek samping serta kenaikan jumlah Akseptor Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan MKJP di Kabupaten Tangerang. Perlu adanya peningkatan akses pelatihan bagi bidan, penguatan dukungan fasilitas kesehatan, dan peningkatan sosialisasi kepada masyarakat. Optimalisasi praktik mandiri bidan melalui pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan MKJP dikabupaten Tangerang. Kata Kunci: MKPJP, Bidan, Praktik Mandiri  ABSTRACT The use of Long-Term Contraceptive Methods (MKJP) in Indonesia, including in Tangerang Regency, is still relatively low. In its implementation, midwives as health workers on the front line have an important role in increasing the scope of use of MKJP through independent practice and Family Planning (KB) program activities. Objective: This activity aims to optimize PMB in improving MKJP services focusing on motivation, education and practice in the installation of long-term contraceptives, namely IUD/AKDR and IUD/implant so that they can be applied in their respective practice places and emphasizing to midwives to be able to increase public interest in using MKJP planned contraceptives. This activity uses the method of lectures, questions and answers and MKJP service practice.  The target participants are midwives who have independent practices in Tangerang Regency. Data were collected through questionnaires and in-depth interviews, then analyzed. Midwives in Tangerang district have better knowledge, skills and abilities in MKJP services, so that they are able to improve the quality of MKJP services provided to the community, including a decrease in the rate of failure and side effects and an increase in the number of Acceptors of Childbearing Age Couples (PUS) who use MKJP in Tangerang Regency.  There is a need to increase access to training for midwives, strengthen support for health facilities, and increase socialization to the community. Optimizing the independent practice of midwives through this approach is expected to improve the quality and coverage of MKJP services in Tangerang district. Keywords: MKJP, Midwife, Independent Practice
Pelatihan Penggunaan Virgin Coconut Oil (VCO) untuk Mencegah Diabetes Melitus pada Masyarakat di Gampong Pulo Baroh Bashir, Asri; Ikhsan, Muhammad; Muhibbudin, Muhibbudin; Nadira, Dara; Ainun, Ainun
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17803

Abstract

ABSTRAK Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak kelapa murni yang mempunyai kegunaan sangat banyak untuk kesehatan, seperti penyakit jantung, stroke dan juga penyakit diabetes militus. Penggunaan VCO ini sudah sering digunakan oleh masyarakat terutama di indonesia yang merupakan bahan pokok pembuatannya sangat banyak di negara dengan iklim tropis ini. Saat ini sangat sedikit sekali masyarakat yang mengolah kelapa menjadi VCO disebabkan karena kurangnya pengetahuan tantang kegunaan dan juga cara menggunakan terutama untuk kesehatan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang bagaimana cara menggunakan VCO yang benar khususnya untuk mencegah diabetes melitus. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah memperagakan secara langsung bagaimana penggunaan VCO yang tepat untuk mencegah diabetes melitus. Pelaksanaan kegiatan dilakukan menggunakan metode pelatihan yang terdiri dari dua kegiatan utama yaitu penyampaian materi (sosialisasi) dan praktek langsung dengan pendampingan tentang penggunaan VCO. Program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada hari rabu 25 September 2024 di kantor desa. Peserta yang hadir dalam pengabdian ini sebanyak 18 orang peserta dari kelompok mitra dan masyarakat sekitar yang ikut meramaikan kegiatan tersebut. Pada tahap pertama kegiatan ini dilakukan dengan cara penyampaian materi oleh ketua tim berisi tentang pengenalan salah satu produk olahan kelapa berupa VCO, manfaat serta kegunaannya, Materi disampaikan dengan media power point. Di akhir penyampaian materi dilakukan diskusi dan tanya jawab dengan peserta pelatihan. Tahap kedua adalah melakukan praktik langsung menggunakan VCO yang di dampingi oleh tim pengabdian. Pada tahap ini tim pengabdian membagikan 1 botol VCO yang sudah disediakan untuk di praktikkan secara langsung pada peserta. Tim pengabdian mempraktikkan terlebih dahulu kemudian peserta akan mengikuti apa yang di lakukan oleh tim tersebut. VCO sangat baik di gunakan untuk kesehatan terutama untuk mencegah terjadinya komplikasi diabetes militus. Kata Kunci: Virgin Coconut Oil, Penggunaan VCO, Pencegahan Diabetes Millitus  ABSTRACT Virgin Coconut Oil (VCO) is a virgin coconut oil that has many uses for health, such as heart disease, stroke and diabetes mellitus. The use of VCO has often been used by the community, especially in Indonesia, which is the staple material for making a lot of it in this country with a tropical climate. Currently, very few people process coconuts into VCO due to a lack of knowledge, challenges, uses, and how to use them, especially for health. The purpose of this service is to educate the public on how to use VCO correctly, especially to prevent diabetes mellitus. The method used in this activity is to demonstrate directly how to use VCO appropriately to prevent diabetes mellitus. The implementation of the activity was carried out using a training method consisting of two main activities, namely the delivery of material (socialization) and direct practice with assistance on the use of VCO. The community service program will be held on Wednesday, September 25, 2024, at the village office. The participants who attended this service were 18 participants from partner groups and the surrounding community who participated in the activity. In the first stage, this activity was carried out by delivering material by the team leader containing the introduction of one of the processed coconut products in the form of VCO, its benefits and uses, the material was delivered with power point media. At the end of the delivery of the material, discussions and questions and answers were held with the training participants. The second stage is to carry out direct practice using VCO accompanied by a service team. At this stage, the service team distributed 1 bottle of VCO that had been provided to be practiced directly to the participants. The service team practices first then participants will follow what the team does. VCO is very good for health, especially to prevent complications of diabetes mellitus. Keywords: Virgin Coconut Oil, VCO Uses, Prevention of Diabetes Mellitus
Program Edukasi Pencegahan Stunting untuk Balita dengan Temu Ireng (Curcuma Aeroginosa) di Kelurahan Bandung Kota Tegal Cuciati, Cuciati; Hidayati, Sri; Khasanah, Dwi Uswatun
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17696

Abstract

ABSTRAK Balita merupakan masa yang paling rentan terhadap masalah kesehatan, masalah kesehatan yang sering dialami balita diantaranya susah makan, infeksi cacingan, batuk, pilek, dan diare. dimana jika tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan stunting, yang akan berdampak pada gangguan tumbuh kembang, perkembangan otak dan kecerdasan, penurunan imun tubuh. Salah satu upaya pencegahan stunting yakni dengan pemberian ramuan tradisional temu ireng. Temu ireng merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai anti oksidan, menambah nafsu makan, mengobati cacingan, namun tidak semua orangtua tahu manfaat dan cara pembuatannya. Tujuan kegiatan ini yakni meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang manfaat dan cara pembuatan ramuan temu ireng. Metode yang digunakan yaitu ceramah dengan menggunakan power point dan booklet, demontrasi cara membuat ramuan temu ireng, pre test dan post test untuk mengukur pengetahuan tentang stunting, manfaat temu ireng, serta pendampingan ibu balita cara membuat ramuan temu ireng. Hasil kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan tentang stunting, manfaat dan cara pembuatan ramuan temu ireng pada 30 orang peserta, sebelum diberikan edukasi yang memiliki pengetahuan baik yaitu 10%, pengetahuan sedang 26,7% dan pengetahuan kurang 63,3%, sedangkan setelah dilakukan edukasi sebagian besar peserta pengetahuan baik sebanyak 93,3% dan pengetahuan cukup 6,7%. Dari hasil pendampingan melalui kunjungan rumah adanya kemampuan ibu dalam membuat ramuan temu ireng secara mandiri. Pemberian edukasi efektif meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu balita tentang manfaat temu ireng dan cara membuat ramuan secara mandiri. Diharapkan kegiatan pengabdian ini dapat memberikan informasi dan motivasi kepada Masyarakat dan keluarga cara mencegah stunting dengan pemberian temu ireng.  Kata Kunci: Edukasi, Stunting, Temu Ireng  ABSTRACT Toddlers are the period most vulnerable to health problems. Health problems often experienced by toddlers include difficulty eating, worm infections, coughs, colds and diarrhea. which, if not handled properly, can result in stunting, which will have an impact on growth and development disorders, brain and intelligence development, and a decrease in the body's immunity. One of the efforts to prevent stunting is by administering the traditional concoction of Curcuma Aeruginosa. Curcuma Aeruginosa is a medicinal plant that has many benefits, including as an anti-oxidant, increasing appetite, treating worms, but not all parents know the benefits and how to make it. This activity is to increase the knowledge of mothers of toddlers about the benefits and methods of making ginger ireng concoction. Methods used were lectures using power points and booklets, demonstrations on how to make Curcuma Aeruginosa concoction, pre-test and post-test to measure knowledge about stunting, the benefits of Curcuma Aeruginosa, as well as mentoring mothers of toddlers on how to make Curcuma Aeruginosa concoction. Results This activity resulted in an increase in knowledge about stunting, the benefits and how to make Curcuma Aeruginosa concoction in 30 participants, before being given education who had good knowledge, namely 10.%, moderate knowledge 26,7% and poor knowledge 63,3%, whereas after education the majority of participants had good knowledge 93,3% and sufficient knowledge 6,7%. From the results of assistance through home visits, the mother's ability to make Curcuma Aeruginosa concoction independently was demonstrated. Providing effective education increases the knowledge and abilities of mothers of toddlers about the benefits of Curcuma Aeruginosa and how to make the concoction independently. It is hoped that this service activity can provide information and motivation to the community and families on how to prevent stunting by providing Curcuma Aeruginosa. Keywords: Education, Stunting, Curcuma Aeruginosa.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue