cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Peningkatan Kemandirian Wanita Tani melalui Edukasi Kompos Berbasis Aplikasi Digital pada Kelompok Wanita Tani Bungsu Cantik Kota Bandar Lampung Marlina, Lina; Mulyani, Yessi; Efendi, Ujang; Ilim, Ilim
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.12642

Abstract

ABSTRAK KWT Bungsu Cantik merupakan salah satu kelompok wanita tani yang berada di kelurahan Penengahan Raya, Kota Bandar Lampung memiliki potensi sumberdaya manusia (SDM) yang dapat memiliki kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan melalui kegiatan pengolahan sampah. Namun saat ini kegiatan pengolahan sampah masih belum dikelola secara optimal karena masih kurangnya pemahaman mengenai pemilahan sampah, pembuatan sampah organik dan pemasaran produk kompos. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah membantu meningkatkan semangat dan kemampuan mitra untuk melakukan pemilahan sampah yang masih bisa dimanfaatkan kembali, membantu mengurangi permasalahan sampah yang terdapat di lingkungan mitra, dan memberikan pengetahuan kepada mitra mengenai aplikasi digital penjualan produk olahan dari sampah. Pelaksanaan PKM terdiri dari beberapa kegiatan. Kegiatan pertama adalah penyuluhan Penyuluhan Pemilahan Sampah Dan Pembuatan Kompos. Kedua, kegiatan Pemanfaatan Aplikasi Digital Dalam Pemasaran Produk. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah dilakukan PKM yang artinya kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi peserta sehingga peserta memahami pentingnya pengolahan sampah dan dapat membuat pupuk kompos yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk pada tanaman perkarangan, kebun maupun untuk dijual. Peserta juga dapat menggunakan aplikasi Jual Beli Sampah sehingga memudahkan dalam pemasaran produk. Kata Kunci: Aplikasi Digital, Kelompok Wanita Tani, Kompos, Sampah  ABSTRACT KWT Bungsu Cantik is a group of women farmers in the Penengahan Raya sub-district, Bandar Lampung City, which has the potential for human resources (HR) who can contribute to environmental goals through waste processing activities. However, these activities are currently not managed optimally due to a lack of understanding regarding waste sorting, organic waste processing, and compost product marketing. The service activities aim to increase partner’s enthusiasm and ability to short reusable waste, reduce waste problems in the partner environment, and provide knowledge to partners regarding digital applications for marketing waste-processed products. The implementation of PKM consists of several activities. The first is education on Waste Sorting and Compost Making. The second focuses on using digital applications for product marketing. There was an increase in participants' knowledge after PKM was carried out, indicating this program benefits by enhancing their understanding of waste processing and compost production that can be used as fertilizer for yard plants, gardens, or sold. Additionally, participants are now able to use a Trash Buying and Selling application to facilitate product marketing.  Keywords: Compost, Digital Applications, Waste, Women's Farming Groups
Upaya Peningkatan Kesehatan Mata Akibat Penggunaan Gawai dengan Asupan Makanan Olahan Mengandung Vitamin A (Retinol) pada Anak-Anak Tpa Masjid Baitussalam Octonariz, Vito Zhafran; Purnama, Robby Candra; Putri, Rahma Febrilia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.18623

Abstract

ABSTRAK Penggunaan gawai di kalangan anak-anak telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dalam era digital ini, gawai seperti ponsel pintar, tablet, dan komputer, digunakan oleh anak-anak untuk berbagai keperluan, seperti belajar, bermain, dan hiburan. Anak-anak yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar gawai berisiko mengalami berbagai gangguan penglihatan. Gangguan yang paling umum adalah kelelahan mata, yang ditandai dengan gejala seperti mata kering, penglihatan kabur, dan sakit kepala. Oleh karena itu, penting untuk memberikan edukasi yang tepat mengenai penggunaan gawai dan kesehatan mata sejak usia dini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengkonsumsi makanan mengandung vitamin A (Retinol). Vitamin A dalam pangan salah satunya terkandung dalam sayuran seperti wortel. Kegiatan ini dilakukan dengan 2 metode. Pertama dengan melakukan sosialisasi yaitu penyampaian pembelajaran secara interaktif mengenai cara menjaga kesehatan mata. Pembelajaran interaktif ini akan menjelaskan tentang bahaya penggunaan gawai yang berlebihan, bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan mata, dan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah gangguan penglihatan. Kedua, Dilakukan praktik langsung dengan membagikan makanan olahan mengandung vitamin A. Dilanjutkan dengan permainan edukasi terkait materi. Hasil dari kegiatan adalah materi pembelajaran interaktif yang disampaikan mencakup penting nya dalam menjaga kesehatan mata dan dampak dari penggunaan gawai yang berlebihan. Selain itu, disampaikan edukasi tentang asupan gizi yang baik untuk kesehatan mata. Kesimpulan dari kegiatan tersebut adalah pentingnya edukasi terkait penggunaan gawai dan kesehatan mata sejak usia dini dan diharapkan kegiatan ini akan melibatkan orang tua dan pendidik untuk memantau penggunaan gawai oleh anak-anak mereka dan mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari gangguan penglihatan. Kata Kunci: Gawai, Vitamin A, Sosialisasi, Demonstrasi  ABSTRACT Gadget usage among children has become an inseparable part of everyday life. In this digital era, gadgets such as smartphones, tablets, and computers, are used by children for various purposes, such as studying, playing, and entertainment. Children who spend hours using gadgets are at risk of experiencing various vision disorders. The most common disorder is eye fatigue, which is characterized by symptoms such as dry eyes, blurred vision, and headaches. Therefore, it is important to provide proper education about gadget usage and eye health from an early age. One effort can be made to consume foods containing vitamin A (Retinol). Vitamin A in food is contained in vegetables such as carrots. This activity was carried out using 2 methods, First, by conducting socialization, namely delivering interactive learning on how to maintain eye health. This interactive learning will explain the dangers of excessive gadget usage, how it affects eye health, and steps that can be taken to prevent vision disorders. Second, direct practice was carried out by distributing processed foods containing vitamin A. Continued with educational games related to the material. The results of the activity are some of the interactive learning materials delivered including the importance of maintaining eye health and the impact of excessive gadget usage. In addition, education was delivered about good nutritional intake for eye health. The conclusion of the activity is the importance of education related to gadget usage and eye health from an early age and it is hoped that this activity will engage parents and educators to monitor their children's usage of gadgets and take precautions to avoid vision disorders. Keywords: Gadgets, Vitamin A, Socialization, Demonstration
Awareness Metode Pembelajaran Pasca Pandemi Covid-19 di SMKN 12 Jakarta Ferdyanto, Ferdyanto; Marbawi, Idris; Jannah, Miftahul; Patrick, Juan; Oktavia, Nana Triana; Firdaus, Talitha Fatiha; Julian, James; Tua, Lomo Mula
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17486

Abstract

ABSTRAK Semua kegiatan mulai terganggu akibat pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung, terutama di sektor pendidikan. Pelayanan masyarakat ini kemudian diharapkan dapat menganalisis tingkat pemahaman guru terhadap beberapa metode pembelajaran yang diterapkan berdasarkan perspektif guru SMKN 12 JAKARTA sebelum dan setelah berbagi pengetahuan. Dalam kegiatan ini, metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan implementasi teknis adalah survei SMKN 12 JAKARTA yang dihadiri oleh 40 guru. Kegiatan dimulai dengan distribusi pre-test kepada para guru, dilanjutkan dengan berbagi pengetahuan dan diskusi tanyajawab. Kemudian diakhiri dengan distribusi kuesioner (post-test). Data dalam kuesioner kemudian diproses menggunakan uji skala Likert, yang mendapatkan hasil yang berbeda untuk setiap pertanyaan. Dengan demikian, kesimpulan yang diperoleh adalah para guru sudah memahami dasar-dasar metode pembelajaran, sinkronus dan asinkronus. Selanjutnya, di masa depan, mereka dapat mampu menjalankan metode pembelajaran secara mandiri. Kata Kunci: Asinkronus, Kuesioner, Metode Pembelajaran, Pasca Covid-19, Sinkronus ABSTRACT All activities began to be disrupted due to the ongoing Covid-19 pandemic, especially in the education sector. This community service is later expected to be able to analyze the level of teacher understanding of several learning methods that are applied based on the perspective of the SMKN 12 JAKARTA teacher before and after sharing knowledge. In this activity, the method used was qualitative, with the technical implementation being the SMKN 12 JAKARTA survey which 40 teachers attended. The activity began with distributing pre-tests to the teachers, followed by knowledge sharing and question-and-answer discussions, and then ended with distributing questionnaires (post-test). The data in the questionnaire was then processed using the Likert scale test, in which different results were found for each question. Thus the conclusions obtained by the teachers already understand the basics of learning methods, synchronous and asynchronous. Furthermore, it will be able to run the learning method independently in the future. Keywords: Asynchronous, Learning Method, Post Covid-19, Questionnaire, Synchronous
Pemberdayaan Remaja Putri Mendukung Program Pemerintah Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri untuk Mencegah Anemia Wahyuni, Yulia; Lisnawati, Lisnawati; Marwah, Melia; Rosya, Ernalinda; Fadhilla, Reza; Ezzedine, Nazma Shazia; Saefudin, Nur Azka
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17650

Abstract

ABSTRAK Anemia merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang utama di dunia, terutama pada negara berkembang. Remaja putri mengalami kematangan pada system reproduksi dengan mengalami mentruasi. Siklus mentruasi yang terjadi secara berkala perlu didukung dengan asupan gizi yang memadai. Namun bila asupan zat gizinya tidak terpenuhi maka ini akan menjadi salah satu faktor resiko terjadinya anemia. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah membina kemitraan dengan masyarakat sekolah dengan mempraktekkan cara mengolah buah dan sayur sehingga kualitas kesehatan meningkat dengan terhindar dari masalah anemia dan juga membantu mengoptimalkan program TTD dari pemerintah. Metode edukasi dalam kegiatan ini berupa penyuluhan dan diskusi. Hasil yang dicapai yakni edukasi berjalan dengan lancar, hasil penilaian post test pengetahuan gizi terkait anemia lebih baik. Kegiatan edukasi pada siswi seharusnya dilakukan berkelanjutan sehingga bisa mensukseskan program TTD pemerintah. Kata Kunci: Anemia, Remaja Putri, TTD  ABSTRACT Anemia is a major public health problem in the world, especially in developing countries. Young women experience maturity in the reproductive system by experiencing menstruation. The menstrual cycle that occurs periodically needs to be supported by adequate nutritional intake. However, if the nutritional intake is not met, this will be one of the risk factors for anemia. The purpose of this community service activity is to foster partnerships with the school community by practicing how to process fruits and vegetables so that health quality increases by avoiding anemia problems and also helps optimize the government's TTD program. The educational method in this activity is in the form of counseling and discussion. The results achieved were that education ran smoothly, the results of the post-test assessment of nutritional knowledge related to anemia were better. Educational activities for female students should be carried out continuously so that they can make the government's TTD program a success. Keywords: Anemia, Adolescent Girl, TTD
Optimizing the Potential of MSMEs Through an Integrated Strategy: Financial Information Recording Application System (SIAPIK), Social Media Marketing, and Halal Certification Aziz, Nur Jannah Abdi; Jatnika, Muhammad Dzulfaqori; Maryani, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.18251

Abstract

ABSTRACT MSMEs play an important role in the local economy, but often face obstacles in financial management, marketing, and product legality. To overcome this, this service program was implemented with a focus on empowering MSMEs in Sukaratu Village through an integrated strategy. The training and mentoring provided covers three main areas: (1) financial recording with the SIAPIK application, (2) digital marketing using social media such as Instagram, and (3) halal certification assistance to improve product legality. The program also includes the creation of a website to monitor the development of MSMEs online. As a result of the activities, MSMEs showed improvements in the ability to record finances and make reports accurately, utilize social media for wider marketing, and prepare for halal certification. Constraints such as limited initial knowledge and infrastructure were overcome through intensive training and direct mentoring. The program also produced outputs in the form of scientific publications, training modules, and a web-based monitoring system to ensure program sustainability. Through this program, MSMEs are better prepared to face market challenges and have a stronger foundation to develop sustainably. Keywords: MSMEs, Financial Reporting, SIAPIK, Halal Certification, Social Media Marketing
Edukasi Mitigasi Bencana dan Evakuasi Korban Bencana Tanah Longsor pada Siswa SMA Negeri 1 Kerajaan Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat Silalahi, Roberh Harnat; Silaban, Jojor; Naibaho, Risdiana Melinda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17801

Abstract

ABSTRAK Mitigasi longsor pada prinsipnya bertujuan untuk meminimumkan dampak bencana tersebut. Untuk itu kegiatan early warning (peringatan dini) bencana menjadi sangat penting. Peringatan dini dapat dilakukan antara lain melalui prediksi cuaca/iklim sebagai salah satu faktor yang menentukan bencana longsor. Mitigasi bencana meliputi sebelum, saat terjadi dan sesudah terjadi bencana. Survey awal tentang miigasi bencana dan evakuasi korban bencana tanah longsor kepada 32 orang siswa kelas XII-IPA SMA Negeri 1 Kerajaan, didapati 77,14% pengetahuan kurang, 20% pengetahuan cukup dan 2,86 % pengetahuan baik. Peserta/sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kerajaan Kecamatan Kerajaan  Kabupaten Pakpak Bharat berjumlah 168 orang terdiri dari 86 orang perempuan dan 82 orang laki-laki.Berdasarkan hasil pre test dan post test dapat dilihat ada perubahan signifikan pengetahuan siswa tentang mitgasi bencana dan evakuasi korban bencana tanah longsor, di mana sebelum diberikan edukasi yang memiliki pengetahuan baik tidak ada, cukup 12,50% dan pengetahuan kurang sebanyak 87,50%, tetapi setelah diberikan edukasi yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 79,76%, cukup 17,26% dan pengetahuan kurang 2,97%. Kegiatan diskusi dan tanya jawab berlangsung sangat antusias dimana  banyak peserta yang bertanya pada pelaksanaan penyuluhan di setiap sesi penyuluhan. Siswa dapat melakukan simulasi ulang mitigasi bencana dan evakuasi korban bencana tanah longsor. Kata Kunci: Edukasi Mitigasi dan Evakuasi, Siswa SMA  ABSTRACT Landslide mitigation in principle aims to minimize the impact of the disaster. For this reason, disaster early warning activities are very important. Early warning can be done, among others, through weather/climate predictions as one of the factors that determine landslide disasters. Disaster mitigation includes before, during and after a disaster occurs. The initial survey on disaster mitigation and evacuation of landslide victims to 32 students of class XI-IPA SMA Negeri 1 Kingdom, found 77.14% lack of knowledge, 20% sufficient knowledge and 2.86% good knowledge. The participants/targets of this community service activity are class XII students of SMA Negeri 1 Kingdom, Kecamatan Kingdom, Kabupaten Pakpak Bharat totaling 168 people consisting of 86 women and 82 men. Based on the results of the pre-test and post-test, it can be seen that there is a significant change in students' knowledge about disaster mitigation and evacuation of landslide victims, where before being given education there was no good knowledge, only 12.50% and 87.50% less knowledge, but after being given education that has good knowledge as much as 79.76%, 17.26% enough and 2.97% less knowledge. The discussion and question and answer activities took place very enthusiastically where many participants asked questions about the implementation of the extension in each counseling session. Students can re-simulate disaster mitigation and evacuation of landslide victims. Keywords: Mitigation and Evacuation Education, High School Students
Peningkatan Kesadaran akan Dampak Negatif Monosodium Glutamat dan Adiktif Pengawet dalam Pangan: Pendekatan Edukatif untuk Perlindungan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak melalui Program Pengabdian Masyarakat Mauludiyah, Indah; Akbarani, Riski; Faiza, Eva Inayatul; Hanifah, Dian; Ermadona, Miftakhul Mahfirah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17804

Abstract

ABSTRAK Monosodium Glutamat (MSG) dan bahan pengawet banyak digunakan dalam makanan olahan untuk meningkatkan rasa dan memperpanjang umur simpan. Meskipun dinyatakan aman oleh beberapa badan pengawas, konsumsi berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama anak-anak yang sedang berkembang. Dampak negatifnya antara lain gangguan neurokognitif, obesitas, dan risiko penyakit kronis. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran orang tua mengenai bahaya MSG dan bahan pengawet bagi kesehatan anak-anak. Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengukur perubahan kesadaran dan perilaku orang tua mengenai penggunaan MSG dan bahan pengawet pada makanan anak sebelum dan sesudah penyuluhan edukatif di KB RA Zainun Nafi Montessori School, Singosari, Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-post test, melibatkan 26 orang tua/walimurid sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah penyuluhan. Penyuluhan difokuskan pada dampak kesehatan MSG dan pengawet serta alternatif pola makan sehat. Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan perubahan perilaku orang tua. Sebelum penyuluhan, 61,54% responden menganggap MSG aman, namun setelah penyuluhan hanya 19,23% yang setuju. Kebiasaan memberi makanan instan menurun, dan penggunaan MSG dalam memasak berkurang drastis. Selain itu, keputusan untuk membeli makanan bebas MSG dan bahan pengawet meningkat dari 23,08% menjadi 80,77%. Penyuluhan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan perilaku orang tua dalam memilih makanan yang lebih sehat, mengurangi penggunaan bahan tambahan berbahaya, dan mendukung pola makan yang lebih aman bagi anak-anak. Kata Kunci: Monosodium Glutamat, Bahan Pengawet, Penyuluhan, Kesehatan Anak, Pengabdian Masyarakat, Pola Makan Sehat.  ABSTRACT Monosodium Glutamate (MSG) and preservatives are commonly used in processed foods to enhance flavor and extend shelf life. Although deemed safe by various regulatory bodies, excessive consumption can have negative health effects, particularly for children who are still developing. These effects may include neurocognitive disorders, obesity, and an increased risk of chronic diseases. Therefore, it is crucial to raise awareness among parents about the potential dangers of MSG and preservatives to children's health. This Community Service Program aims to measure changes in parental awareness and behavior regarding the use of MSG and preservatives in children's food before and after an educational intervention at KB RA Zainun Nafi Montessori School in Singosari, Malang. This study uses a quantitative approach with a pre-post test design, involving 26 parents/guardians as respondents. Data was collected through questionnaires filled out before and after the educational intervention. The intervention focused on educating parents about the health impacts of MSG and preservatives and providing alternatives for healthier eating habits. The study showed a significant increase in awareness and behavioral change among parents. Before the intervention, 61.54% of respondents considered MSG safe, while after the intervention, only 19.23% agreed. The habit of giving instant food decreased, and the use of MSG in cooking significantly reduced. Furthermore, the decision to purchase MSG-free and preservative-free foods increased from 23.08% to 80.77%. The educational intervention successfully increased parental awareness and behavior in selecting healthier foods, reducing the use of harmful additives, and supporting safer eating habits for children. Keywords: Monosodium Glutamate, Preservatives, Educational Intervention, Children's Health, Community Service, Healthy Eating Habits.
Pencegahan Anemia melalui Program Sekolah Cantik (Cegah Anemia dan Stunting untuk Kesehatan) Remaja Putri Rahyanti, Ni Made Sri; Krisnandari D, Anak Agung Istri Wulan; Widnyani, Ida Ayu Putu Ary
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17700

Abstract

ABSTRAK Masih tingginya angka kejadian anemia bagi remaja putri, dimana salah satunya disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang anemia serta asupan sumber zat besi yang belum mencukupi. Solusi yang ditawarkan adalah melalui program sekolah Cantik Remaja Putri. Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader remaja dalam memberikan pelayanan kesehatan pada sesama teman dan remaja di sekolah, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswi terkait anemia dan pengolahan bahan pangan zat besi. Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu meningkatkan kemandirian siswi dalam melakukan pencegahan anemia di tingkat sekolah. Hasil kegiatan ini berupa terbentuknya kader remaja, meningkatkanya pengetahuan dan ketrampilan kader dalam melakukan pencegahan anemia, serta meningkatnya pengetahuan siswi terkait anemia dan cara pengolahan bahan pangan zat besi. Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemandirian khususnya kesehatan remaja dalam melakukan pencegahan anemia. Kata Kunci: Kesehatan Remaja, Anemia, Program Sekolah Cantik  ABSTRACT The incidence of anemia in young women is still high, one of which is due to a lack of knowledge about anemia and inadequate intake of iron sources. The solution offered is through program “Sekolah CANTIK Remaja Putri”. This program is able to increase the knowledge and skills of teenage cadres in providing health services for their friend at school as well as increasing the knowledge and skills of female students regarding anemia and processing iron foods. Through this activity, it is hoped that it will be able to increase female students indepence in preventing anemia at school level. The results of this activity are the formation of youth cadres, increasing the knowledge and skills of cadres in preventing anemia, as well as increasing female students knowledge regarding anemia and how to procress iron foods. This activity is able to increase knowledge, skills, and indepence, especially adolescens health, in preventing anemia. Keywords: Adolescent Health, Anemia, Sekolah Canti Remaja Putri Program
Pengenalan Tanaman Obat yang Ada di Desa Gunungsari Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya sebagai Solusi Pengobatan Alternatif Rahmawati, Rahmawati; Safitri, Putri Purnama; Zihan, Nindya Rahmi; Aafanisa, Farena; Pamungkas, Abi Rafdi Putra; Aulia, Gina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.16557

Abstract

ABSTRAK Tanaman obat merupakan tanaman yang berguna sebagai obat dan digunakan untuk mencegah dan menyembuhkan. Berkhasiat obat sendiri berarti mengandung zat aktif yang dapat mengobati penyakit tertentu atau jika tidak memiliki zat aktif tertentu, tetapi memiliki efek resultan atau sinergi dari berbagai zat yang dapat mengobati penyakit. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat dan cara pemanfaatan Tanaman Obat serta untuk membudidaya dan pengolahan tanaman obat, penyuluhan, dan dapat memanfaatkan kekayaan alam sekitar mereka untuk menyediakan pengobatan alternatif yang aman, efisien, dan murah. Observasi, wawancara, dokumentasi, serta sosialisasi penyuluhan. Menggunakan uji statistik T yang menunjukkan signifikan diperoleh nilai p-value sebesar (0.000) yang memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata yang signifikan sebelum dan sesudah penyuluhan. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan sosialisasi pengenalan tanaman obat yang ada di Desa Gunungsari dapat meningkatkan pengetahuan dan manfaat dari tanaman obat sebagai pengobatan alternatif. Kata Kunci: Sosialisai, Manfaat, Tanaman Obat, Obat Tradisional ABSTRACT Medicinal plants are plants that are useful as medicine and are used to prevent and cure. Medicinal efficacy itself means that it contains active substances that can treat certain diseases or if it does not have certain active substances, but has a resultant or synergistic effect from various substances that can treat diseases. To increase people's understanding of the benefits and ways of using medicinal plants as well as to cultivate and process medicinal plants, provide counseling, and be able to utilize the natural wealth around them to provide safe, efficient and cheap alternative medicine. Observation, interviews, documentation, and outreach. Using the T statistical test which shows significance, a p-value of (0.000) is obtained, which shows that there is a significant difference in average values before and after counseling. This proves that outreach activities regarding the introduction of medicinal plants in Gunungsari Village can increase knowledge and benefits of medicinal plants as alternative medicine. Keywords: Socialization, Stead, Medicinal Plants, Traditional Medicine
Pemberdayaan Remaja Putri dalam Upaya Pencegahan Stunting di Pondok Pesantren Wilayah Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Sutomo, Omo; Rusyanti, Siti; Armal, Hadits Lissentiya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.18810

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan salah satu bentuk gizi kurang yang ditandai dengan indikator tinggi badan menurut umur; gangguan pertumbuhan yang menggambarkan tidak tercapainya potensi pertumbuhan sebagai akibat status kesehatan dan atau gizi yang tidak optimal, yang menggambarkan riwayat kekurangan gizi yang terjadi dalam jangka waktu yang lama.Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting karena memiliki dampak yang besar terhadap kualitas sumber daya manusia pada satu generasi. WHO (2017) menyatakan bahwa kurang lebih terdapat 155 juta balita di dunia mengalami stunting. Di Indonesia, presentase balita dengan stunting dan savere stunting mengalami peningkatan sejak tahun 2007 s.d. 2013. Saat ini (2022) prevalansi stunting di Indonesia sebesar 21,6%. Di Banten sebesar 20%, dan di Kabupaten Lebak ada sebanyak 4.618 balita menderita stunting. Saat ini ada 4,08 juta santri termasuk didalamnya remaja putri/santriwati yang mengikuti pendidikan keagamaan (Islam) pondok pesantren Indonesia yang merupakan asset sumber daya manusia yang memerlukan perhatian setara dengan pendidikan formal lainnya. Di pondok pesantren La Tahzan dan AL Fafa tidak kurang 200 santri dari masing masing pondok pesantren yang memerlukan perhatian. Kenyataan menunjukkan bahwa para santri masih terbatas pemahamnnya tentang stunting dan cara pencegahannya. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberdayakan santri dalam upaya pecegahan stunting. Kegiatan pokok yang dilakukan meliputi edukasi tentang stunting dan perilaku hidup bersih dan sehat, pemberian tablet tambah darah serta pemasangan standing westapel. Hasil kegiatan menujukkan adanya peningkatan pengetahuan para remaja putri tentang stunting dan upaya pencegahannya dari skor 59,25 menjadi menjadi 8,5. Para santriwati mempraktikan perilaku baik upaya pencegahan seperti meminum tablet tambah darah 1 tablet setiap mingggu dan mencuci tangan dengan benar setiap selesai melakukan aktifitas di pondok pesantren. Perlu tindak lanjut dari kegiatan ini serta monitoring dan evaluasi secara berkala dari Puskesmas serta mengembangkannya di pondok pesantren yang lain. Kata Kunci: Pencegahan Stunting, Remaja Putri ABSTRACT Stunting is a form of malnutrition characterized by height indicators for age; growth disorders that describe the failure to achieve growth potential as a result of suboptimal health and/or nutritional status, which describes a history of malnutrition that has occurred over a long period of time. Stunting is a very important public health problem because it has a major impact on the quality of human resources in one generation. WHO (2017) stated that there are approximately 155 million toddlers in the world experiencing stunting. In Indonesia, the percentage of toddlers with stunting and savere stunting has increased since 2007 to 2013. Currently (2022) the prevalence of stunting in Indonesia is 21.6%. In Banten it is 20%, and in Lebak Regency there are 4,618 toddlers suffering from stunting. Currently there are 4.08 million students including female/female students who are taking religious education (Islam) at Indonesian Islamic boarding schools which are human resource assets that require equal attention to other formal education. At the La Tahzan and AL Fafa Islamic boarding schools, there are no less than 200 students from each Islamic boarding school who need attention. The reality shows that the students still have limited understanding of stunting and how to prevent it. The purpose of this Community Service is to empower students in efforts to prevent stunting. The main activities carried out include education about stunting and clean and healthy living behavior, providing iron tablets and installing standing water pipes. The results of the activity showed an increase in the knowledge of young women about stunting and efforts to prevent it from a score of 59.25 to 8.5. The female students practice good behavior in prevention efforts such as taking iron tablets 1 tablet every week and washing their hands properly after each activity at the Islamic boarding school. Follow-up is needed for this activity as well as regular monitoring and evaluation from the Health Center and developing it in other Islamic boarding schools Keywords: Stunting Prevention, Adolescent Girls

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue