cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Penyuluhan Meningkatkan Pengetahuan Anak Pra Sekolah dengan Bersinar (Bermain dan Edukasi Konsumsi Buah Serta Sayur) Noorhasanah, Evy; Istiqamah, Munjiya; Maulana, Muhammad Irfan; Hayati, Nor; Rahmah, Jainatul; Risma, Nor
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.16177

Abstract

ABSTRAK Masa prasekolah merupakan periode penting bagi perkembangan dan pertumbuhan anak. Pada usia ini, anak mengalami perubahan pola makan yang berisiko mengalami kekurangan atau kelebihan gizi. Oleh karena itu, penting membiasakan anak untuk konsumsi makanan sehat dan bergizi, terutama buah dan sayur sejak dini. Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua serta anak prasekolah tentang manfaat konsumsi buah dan sayur. Edukasi kesehatan dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Edukasi tersebut efektif meningkatkan pemahaman anak prasekolah (96.3%) dan pengetahuan orang tua tentang manfaat konsumsi buah dan sayur.  Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang tepat dan berkelanjutan dapat membantu meningkatkan kebiasaan makan sehat pada anak prasekolah, orang tua, dan guru. Hal ini akan berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup anak di masa depan. Peserta didik mengalami peningkatan pengetahuan tentang manfaat konsumsi buah dan sayur yang terlihat pada hasil sebelum dan setelah kegiatan edukasi. Orang tua dan guru turut serta bekerja sama dalam meningkatkan konsumsi makanan bergizi. Kata Kunci: Anak Prasekolah, Buah, Sayur, Edukasi  ABSTRACT Preschool is crucial for a child’s development and growth. During this age, children experience excesses. Therefore, it is important to encourage children to consume healthy and nutritious foods, especially fruits and vegetables from an early age.  To enhance parent’s and preschool children’s knowledge and understanding of the benefits of consuming fruits and vegetables. Health education was conducted through lectures and question-and-answer sessions. This education effectively improved preschool children (96.3%) and parents’ knowledge of the benefits of consuming fruits and vegetables. These findings demonstrate that appropriate and sustained health education can help enhance healthy eating habits among preschool children, parents, and teachers, ultimately impacting the future health and quality of life for children.  The students improved their knowledge regarding the benefits of consuming fruits and vegetables, as evidenced by the pre- and post-education results.  Keywords: Preschool, Children, Fruit, Vegetables, Education
Pendampingan Kesehatan Mental bagi Anak Korban Kekerasan Syifa’, Nailis; Syakarofath, Nandy Agustin; Husna, Atiyatul; Kusumawati, Falun Diana; Muhammad, Izbikavik; Auliya, Syakira Nadhifa; Abror, Aditya Nabel; Kurniawan, Nizar Febri Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.18740

Abstract

ABSTRAK Kekerasan fisik, psikis, maupun seksual masih menjadi perhatian khusus di Indonesia. Kasus kekerasan dapat terjadi di semua kalangan usia, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Kasus kekerasan tersebut dapat menimbulkan trauma bahkan depresi bagi korban sehingga dapat memberikan dampak bagi kelanjutan hidup korban. Berdasarkan uraian tersebut, perlu diadakan pendampingan kesehatan mental bagi anak korban kekerasan. Adapun metode yang dilakukan adalah screening penyintas dengan menggunakan kuesioner Strengths Difficulties Question (SDQ) yang diisi oleh orang tua korban, pemberian materi pendampingan, dan evaluasi.  Tim pengabdian melakukan dialog dengan korban kekerasan sehingga korban dapat membuka diri. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa mayoritas anak memiliki kesulitan pada komponen gejala emosional, perilaku, dan hiperaktivitas. Namun, sebagian besar anak masih menunjukkan kemampuan untuk berperilaku prososial, yang mungkin mengindikasikan adanya faktor perlindungan atau kemampuan adaptasi dalam menghadapi trauma. Pengabdian ini menekankan pentingnya intervensi yang sesuai dan segera bagi anak-anak yang menjadi penyintas kekerasan untuk mengatasi gangguan psikologis dan perilaku yang mungkin mereka alami. Pada tahap evaluasi setelah pemberian materi pendampingan, terlihat bahwa anak korban kekerasan memiliki semangat dan motivasi yang dapat menjadikan support mereka untuk bisa kembali hidup normal di lingkungannya. Kata Kunci: Kesehatan Mental, Korban Kekerasan, Trauma, Psikososial  ABSTRACT Physical, psychological, and sexual violence are still of particular concern in Indonesia. Cases of violence can occur at all ages, including children, adolescents, and adults. These cases of violence can traumatize and even depress victims, which can have an impact on the continuation of the victim's life. Based on this description, it is necessary to provide mental health assistance for child victims of violence. The methods used are survivor screening using the Strengths Difficulties Questionnaire (SDQ) filled out by the victim's parents, providing assistance materials, and evaluation.  The service team conducted a dialog with victims of violence so that victims could open up. The results of this service show that the majority of children have difficulties in the components of emotional symptoms, behavior, and hyperactivity. However, most children still show the ability to behave prosocially, which may indicate a protective factor or adaptability in dealing with trauma. This service emphasizes the importance of appropriate and immediate intervention for children who are survivors of violence to overcome the psychological and behavioral disorders they may experience. At the evaluation stage after the provision of mentoring materials, it was seen that children who were victims of violence had enthusiasm and motivation that could support them to be able to return to normal life in their environment. Keywords: Mental Health, Victims Of Violence, Trauma, Psychosocial
Edukasi Persiapan Peserta Donor Sebelum Melakukan Donor Darah di Palang Merah Indonesia Garut Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17646

Abstract

ABSTRAK Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah yang digunakan untuk keperluan transfusi darah. Sebelum terjadi donor darah, pendonor akan melewati tahap seleksi donor darah dengan tujuan untuk melindungi kesehatan donor dengan cara memastikan bahwa donasi tersebut tidak berbahaya bagi kesehatannya, dan melindungi pasien dari resiko penyakit menular atau efek merugikan lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan bagi setiap pendonor supaya lebih siap dan merasa aman dan nyaman saat mau mendonorkan dan setelah di ambil darahnya. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah  memberikan edukasi secara tatap muka dan mengobservasi setelah dilakukan  pengambilan darah sampai pendonor merasa fit lagi/ tidak ada keluhan . Hasil kegiatan ini adalah adanya peningkatan  yaitu 47,8 point, hasil dari pretest /sebelum dilakukan edukasi dan postest. Adanya peningkatan pengetahuan dan kesiapan pendonor sebelum dilakukan pengambilan darah dan setelah di ambil darah, sehingga para pendonor tidak merasa ketakutan untuk diambil darahnya dan adanya kesadran untuk tetap menjadi pendonor secara rutin , diharapkan  persediaan darah di kabupaten Garut mencukupi untuk kebutuhan pasien baik  jangka pendek ataupun jangka panjanjang.. Kata Kunci:  Edukasi, Pendonor, PMI  ABSTRACT Blood donation is the process of taking blood from someone voluntarily to be stored in a blood bank to be used for blood transfusion purposes. Before a blood donation occurs, the donor will go through a blood donor selection stage with the aim of protecting the donor's health by ensuring that the donation is not dangerous to his health, and protecting the patient from the risk of infectious diseases or other adverse effects. The aim of this activity is to provide knowledge for Every donor should be better prepared and feel safe and comfortable when donating and after having their blood taken. The method used in this activity is to provide face-to-face education and observe after taking blood until the donor feels fit again/has no complaints. The result of this activity was an increase of 47.8 points, the results of the pretest / before education and posttest. There is an increase in knowledge and readiness of donors before taking blood and after blood is taken, so that donors do not feel afraid of having their blood taken and there is awareness to remain a regular donor. It is hoped that the blood supply in Garut district will be sufficient for patient needs, both short and long term. long term. Keywords: Education, Donors, PMI
Edukasi Perawatan Gigi dan PHBS pada Anak-Anak Usia Dini (Paud) di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek Mardhiyah, Ai; Eriyani, Theresia; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Yudianto, Kurniawan; Rukmasari, Ema Arum
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17870

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan keadaan umum dari bentuk kekurangan gizi (PE/mikronutrien), yang mempengaruhi bayi sebelum lahir dan awal setelah lahir, terkait dengan ukuran ibu, gizi selama ibu hamil, dan pertumbuhan janin. Selain itu, stunting yang dialami balita juga merupakan salah satu tanda gizi kronis yang dapat memberikan gambaran gangguan keadaan sosial ekonomi secara keseluruhan di masa lampau dan dampak yang sulit diperbaiki pada 2 tahun awal kehidupan. Meningkatkan pemahaman dalam upaya pembiasaan PHBS dan kebersihan gigi yang benar sebagai pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan metode penyuluhan dan sosialisasi dengan tahapan demonstrasi, lagu dan permainan, media edukasi, dan tanya jawab serta diskusi. Terdapat peningkatan pengetahuan pada siswa dan orang tua yang dilihat dari peningkatan nilai dari pre-test dan post-test. Data menunjukkan bahwa pengetahuan peserta, seperti orang tua dan siswa PAUD mengenai topik tersebut sebelum dan sesudah mengikuti penyuluhan mengalami peningkatan. Dengan meningkatnya pengetahuan para peserta, terutama orang tua yang menjadi agen perubahan, diharapkan dapat menurunkan angka stunting di desa tersebut. Kata Kunci: Perawatan Gigi, PHBS, Stunting  ABSTRACT Stunting is a common condition of malnutrition (PE/micronutrients) that affects infants before and shortly after birth, related to the mother's size, nutrition during pregnancy, and fetal growth. In addition, stunting experienced by toddlers is also a sign of chronic malnutrition that can reflect the overall socioeconomic disturbances of the past and the difficult-to-repair impacts during the first two years of life. To enhance understanding in the efforts of habituating PHBS (Clean and Healthy Behavior) and proper dental hygiene as a prevention of stunting. This study uses a method of outreach and socialization with stages of demonstration, songs and games, educational media, as well as question and answer sessions and discussions. There is an increase in knowledge among students and parents, as evidenced by the improvement in scores from the pre-test to the post-test. The data shows that the knowledge of participants, such as parents and early childhood education students, regarding the topic increased before and after attending the counseling session. With the increasing knowledge of the participants, especially the parents who become agents of change, it is hoped that the stunting rate in the village can be reduced. Keywords: Dental Care, Healthy Lifestyle Behavior, Stunting
Edukasi Dampak Pernikahan Dini terhadap Kejadian Stunting Rosidin, Udin; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.18190

Abstract

ABSTRAK Pernikahan dini merupakan fenomena sosial yang sering terjadi dewasa ini. Pelaksanaan pernikahan dini sering kali berakar dari kondisi ekonomi dan permasalahan keluarga. Salah satu dampak dari pernikahan dini bagi perkembangan anak yaitu anak berisiko stunting.  Keadaan ini dikarenakan pada usia remaja masih membutuhkan gizi maksimal hingga usia 21 tahun. Apabila dalam usia remaja sudah mengalami kehamilan, maka tubuh ibu akan berebut gizi dengan bayi di kandungannya sehingga jika nutrisi ibu tidak cukup selama kehamilan, bayi akan lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan sangat berisiko terkena stunting. Stunting diartikan sebagai kondisi pertumbuhan fisik anak yang terhambat akibat malnutrisi kronis, berpotensi memengaruhi perkembangan kognitif dan kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja tentang bahaya pernikahan dini terhadap kesehatan anak. Metode kegiatan yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan remaja tentang dampak pernikahan dini terhadap kejadian stunting. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan jumlah remaja dalam katagori pengetahuan baik dan ada penurunan jumlah remaja yang dalam katagori pengetahuan kurang. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan remaja tentang dampak pernikahan dini terhadap kejadian stunting sebesar 20,86 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutan oleh masyarakat RW 17 dengan dukungan dari kelurahan Kotawetan dan Puskesmas Guntur. Sehingga pada akhirnya masyarakat dapat mencegah kejadian stunting. Kata Kunci: Pernikahan dini, Remaja, Stunting   ABSTRACT Early marriage is a social phenomenon that often occurs today. The implementation of early marriage is often rooted in economic conditions and family problems. One of the impacts of early marriage on children's development is that children are at risk of stunting.  This situation is because teenagers still need maximum nutrition until the age of 21 years. If a teenager experiences pregnancy, the mother's body will compete for nutrition with the baby in her womb so that if the mother's nutrition is inadequate during pregnancy, the baby will be born with a low birth weight (BBLR) and be at high risk of stunting. Stunting is defined as a condition where a child's physical growth is hampered due to chronic malnutrition, potentially affecting cognitive development and long-term health. Therefore, it is important to increase teenagers' knowledge and understanding of the dangers of early marriage on children's health. The activity method used is health education. The aim of the activity is to increase teenagers' knowledge about the impact of early marriage on the incidence of stunting. The results of the activity showed that there was an increase in the number of teenagers in the good knowledge category and a decrease in the number of teenagers in the poor knowledge category. The conclusion is that there is an increase in teenagers' knowledge about the impact of early marriage on the incidence of stunting by 20.86 points. It is hoped that the activities that have been carried out can be continued by the RW 17 community with support from the Kotawetan sub-district and the Guntur Community Health Center. So that in the end the community can prevent stunting.  Keywords: Early Marriage, Teenagers, Stunting
Pelatihan Senam Otak untuk Pencegahan Dimensia pada Lansia Kelompok Rentan dengan Bencana Angin Putting Beliung Naibaho, Risdiana Melinda; Silaban, Jojor; Hutagulung, Perak MA
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17750

Abstract

ABSTRAK Edukasi Pendidikan Kesehatan merupakan salah satu upaya pencegahan dan peningkatan Kesehatan melalui proses pengajaran maupun pelatihan untuk membantu individu,kelompok ataupun masyarakat dalam meningkatkan kemampuan dan perilakunya untuk mencapai Kesehatan yang optimal. Salah satu kelompok yang paling rentan baik sebelum, saat, maupun setelah bencana adalah orang lanjut usia karena mereka sering mengalami penyakit kronis, penurunan fungsional, gangguan kognitif, demensia, dan lemah. Prodi DIII Keperawatan Dairi Poltekkes Kemenkes Medan melalui pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan edukasi kepada lansia dilakukan dalam bentuk edukasi “Pelatihan Senam Otak Untuk Pencegahan Dimensia Pada Lansia Kelompok Rentan Dengan Bencana Angin Putting Beliung Di  Desa Bintang Kecamatan Sidikalang Tahun 2023”. Sasaran kegiatan pengabdian adalah Lansia di Desa Bintang yang berjumlah 40 orang. Tujuan pelatihan melalui edukasi ini adalah untuk mewujudkan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu meningkatkan pengetahuan melalui Pelatihan Senam Otak Untuk Pencegahan Dimensia Pada Lansia Kelompok Rentan Dengan Bencana Angin Putting Beliung Di  Desa Bintang Kecamatan Sidikalang Tahun 2023”. Metode yang dipergunakan dalam proses pengabdian ini terdiri dari metode  ceramah dan demonstrasi. Luaran pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah menghasilkan artikel ilmiah yang dimuat pada jurnal nasional dan leaflet Senam Otak Untuk Pencegahan Dimensia Pada Lansia Kelompok Rentan Dengan Bencana Angin Putting Beliung . Targetnya adalah peningkatan pengetahuan , Senam Otak Untuk Pencegahan Dimensia Pada Lansia Kelompok Rentan Dengan Bencana Angin Putting Beliung . Sumber dana berasal dari dana mandiri pengabdi. Jadwal pelaksanaan dimulai dari Oktober sampai dengan Desember 2023. Kata Kunci: Senam Otak, Pencegahan Dimensia Pada Lansia, Kelompok Rentan Bencana Angin Puting Beliung        ABSTRACT Health education is an effort to prevent and improve health through teaching and training processes to help individuals, groups or communities improve their abilities and behaviour to achieve optimal health. The elderly are one of the groups that are very at risk before, during and after a disaster, because the elderly have many chronic diseases, functional decline, cognitive impairment, dementia, and weakness. Prodi DIII Nursing Dairi Poltekkes Kemenkes Medan through community service by educating the elderly is carried out in the form of education ‘Brain Gymnastics Training for the Prevention of Dementia in Elderly Vulnerable Groups with Tornado Disasters in Bintang Village, Sidikalang District in 2023’. The target of the service activity is the elderly in Bintang Village, totalling 40 people. The purpose of this education is to realise community service as one of the activities of the Tri Darma of Higher Education, namely increasing knowledge through Brain Gymnastics Training for the Prevention of Dementia in Elderly Vulnerable Groups with Buzzing Wind Disasters in Bintang Village, Sidikalang District 2023’. The methods used in this community service process consist of lecture and demonstration methods. The output of the implementation of this community service is to produce scientific articles published in national journals and leaflets of Brain Gymnastics for the Prevention of Dementia in Vulnerable Elderly Groups with Tornado Disasters. The target is an increase in knowledge, brain gymnastics for the prevention of dementia in vulnerable elderly groups with tornado disasters. The source of funds comes from independent funds. The implementation schedule starts from October to December 2023.  Keywords: Brain Gymnastics, Prevention of Dementia In the Elderly, Vulnerable Groups, Tornado Disaster.
Berani (Bunda Responsif Atas Bahaya Nyala Api): Penerapan K3 Berbasis Masyarakat untuk Mitigasi Risiko Kebakaran Rumah Tangga Maharja, Rizky; Panggeleng, Andi Mifta Farid; Abdullah, Anisa Dwirizky
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17833

Abstract

ABSTRAK Bahaya nyala api merupakan salah satu bahaya di tingkat rumah tangga yang jika tidak diatasi sedini mungkin maka dapat menyebabkan kebakaran. Kegiatan PkM BERANI (Bunda Responsif Atasi Nyala Api) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang bahaya nyala api dan peningkatan keterampilan dalam pemadam api. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui sosialisasi tentang bahaya nyala api dan pelatihan pemadaman api menggunakan karung goni dan alat pemadam api ringan. Rata-rata peningkatan pengetahuan bahaya nyala api mencapai 97.44%. Angka ini melampaui indikator capaian yang sebelumnya ditentukan yaitu 95%. Perbedaan pengetahuan ini didukung dengan hasil uji statistik pada Tabel 4 dengan p-value < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah sosialisasi dilakukan. Rata-rata peningkatan keterampilan penggunaan karung goni dan APAR yaitu 96%. Angka ini melampaui indikator capaian yang sebelumnya ditentukan yaitu 95%. Program PkM BERANI telah berhasil meningkatkan kesadaran dan kemampuan ibu rumah tangga dalam menghadapi bahaya kebakaran. Hasil yang dicapai menunjukkan keberhasilan program dalam mencapai tujuannya. Kata Kunci: Nyala Api, Kebakaran, Ibu Rumah Tangga, Pemadaman Api  ABSTRACT One of the most significant hazards at the household level is the potential for fire caused by flame hazards. These hazards, if not addressed promptly, can lead to a fire. The objective of this study is to: The objective of the PkM BERANI (Bunda Responsif Atasi Nyala Api) activity is twofold: firstly, to enhance the knowledge of partners with regard to the dangers of flames and secondly, to develop their abilities in fire extinguishing. This community service activity is conducted through the dissemination of information regarding the hazards of flames and the training of fire extinguishing techniques using gunny sacks and light fire extinguishers. The mean increase in knowledge regarding the dangers of flames was 97.44%. This figure exceeds the previously determined achievement indicator of 95%. The discrepancy in knowledge is corroborated by the findings of the statistical tests presented in Table 1, with a p-value <0.05, which demonstrates a notable divergence in knowledge between the pre-and post-socialization phases. The mean increase in proficiency in the use of burlap sacks and fire extinguishers was 96%. This figure exceeds the previously determined achievement indicator of 95%. It can be concluded that the PkM BERANI program has successfully increased the awareness and ability of housewives to deal with fire hazards. The results achieved demonstrate the success of the program in achieving its objectives.  Keywords: Flame, Fire, Housewife, Fire Fighting
Penerapan Metode Tradisional Purifikasi untuk Mengantisipasi Terjadinya Gangguan Kesehatan Akibat Penurunan Kualitas Air Permukaan Tanah di Desa Mojoparon Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan Zuhroidah, Ida; Toha, Mukhammad; Sujarwadi, Mokh.; Asmaningrum, Nurfika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17730

Abstract

ABSTRAK Terdapat home industri, rumah kost, usaha laundry dan pondok pesantren dengan kapasitas penghuni yang besar di wilayah mojoparon. Berdasarkan analisis situasi dijumpai permasalahan sanitasi lingkungan berupa  keterbatasan sarana pengolahan air limbah rumah tangga, belum tersedianya saluran pembuangan air limbah yang memadai, keterbatasan fasilitas saluran air minum. Kebutuhan air bersih sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat dalam memelihara kesehatannya. Masalah kesehatan masyarakat yang diakibatkan oleh pencemaran air meliputi diare, typus abdominalis, disentri, dan penyakit kulit lainnya. Hingga saat ini masalah sanitasi lingkungan tersebut belum ada solusi. Kegiatan program desa binaan tahun ke-1 berfokus pada upaya perbaikan lingkungan melalui peningkatan kualitas air permukaan dengan metode tradisional purifikasi. Hasil yang telah dicapai kualitas air permukaan tanah sudah memenuhi syarat fisik dan bakteriologi untuk dimanfaatkan masyarakat dalam kegiatan mandi, cuci, kakus (MCK). Masyarakat merasakan manfaat dari program desa binaan dan terjadi transfer ilmu pengetahuan dalam memahami masalah sanitasi lingkungan dan mampu bertindak dengan benar secara mandiri. Kata Kunci: Purifikasi, Pencemaran Air, Penyakit Infeksi  ABSTRACT Home Industries, boarding houses, laundry businesses, and Islamic boarding schools have large occupant capacities in the Mojoparon area. Based on the situation analysis, environmental sanitation problems were found in limited household wastewater treatment facilities, the unavailability of adequate wastewater drainage channels, and limited drinking water channel facilities. Clean water is essential to support community activities and maintain their health. Public health problems caused by water pollution include diarrhea, typhoid abdominals, dysentery, and other skin diseases. Until now, there has been no solution to the environmental sanitation problem. The activities of the 1st year of the fostered village program focus on efforts to improve the environment by improving the quality of surface water using traditional purification methods. The results that have been achieved show that the quality of groundwater has met the physical and bacteriological requirements to be used by the community for bathing, washing, and toilet  activities. The community feels the benefits of the fostered village program, and there is a transfer of knowledge in understanding environmental sanitation problems and being able to act correctly and independently. Keywords: Purification, Water Pollution, Infectious Diseases
Efektivitas Edukasi Baby Massage terhadap Kualitas Tidur Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Siborong-Borong Kabupaten Tapanuli Utara Nainggolan, Dimpu Rismawaty; Ujung, Riance Mardiana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17660

Abstract

ABSTRAK Bayi yang tidur lebih lama akan mencapai tumbuh kembang bayi yang terbaik, serta memungkinkan tubuh untuk memperbaiki dan meregenerasi sel-sel dalam tubuh.         Mengingat akan pentingnya waktu tidur bagi perkembangan bayi, maka kebutuhan tidurnya harus benar-benar terpenuhi agar tidak berpengaruh buruk terhadap perkembangannya. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah dengan baby massage atau pemijatan dan latihan yang akan menghasilkan serotonin. Salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Memberikan pengetahuan kepada ibu Mengenai Efektivitas Edukasi Baby Massage Terhadap Kualitas Tidur Bayi. Menyebarkan kuesioner dan penyuluhan baby massage terhadap kualitas tidur bayi. Peserta PKM adalah ibu yang memiliki bayi berusia 3 bulan sampai 2 tahun yang berada di Wilayah kerja Puskesmas Siborong- borong khsususnya yang ada di 6 poskesdes yaitu sebanyak 30 orang. Ada peningkatan pengetahuan ibu, dimana ibu yang berpengatahuan baik dari 7 orang (23,33 %) menjadi 26 orang (86,67 %) sedangkan yang berpengetahuan buruk dari 23 orang (76,67 %) menjadi 4 orang (13,33 %). Kegiatan diskusi dan tanya jawab berjalan dengan antusias, karena banyak ibu yang memberikan pertanyaan pada saat pelaksanaan penyuluhan. Edukasi pengetahuan baby massage yang dilakukan kepada ibu yang memiliki bayi berusia 3 bulan sampai dengan 2 tahun efektif meningkatkan pengetahuan untuk kualitas tidur bayi setelah mendapatkan penyuluhan dibandingkan dengan sebelum kegiatan penyuluhan. Kata Kunci: Baby Massage, Kualitas Tidur, Bayi  ABSTRACT Babies who sleep longer will achieve the best growth and development of the baby, as well as allowing the body to repair and regenerate cells in the body. Considering the importance of sleep for a baby's development, their sleep needs must be truly met so that it does not have a negative effect on their development. One way that can be used to fulfill this need is with baby massage or massage and exercise which will produce serotonin. One of the Tri Dharma activities of higher education and providing knowledge to mothers regarding the effectiveness of baby massage education on the quality of baby sleep. Distribute questionnaires and provide baby massage education on baby sleep quality. PKM participants are mothers who have babies aged 3 months to 2 years who are in the working area of the Siborong-borong Community Health Center, specifically in 6 village health posts, namely 30 people. There was an increase in maternal knowledge, where mothers with good knowledge increased from 7 people (23.33%) to 26 people (86.67%) while those with poor knowledge increased from 23 people (76.67%) to 4 people (13.33%). %). The discussion and question and answer activities were carried out enthusiastically, because many mothers asked questions during the counseling. Baby massage knowledge education carried out for mothers who have babies aged 3 months to 2 years is effective in increasing knowledge about the quality of baby sleep after receiving counseling compared to before counseling activities. Keywords: Baby Massage, Sleep Quality, Baby
Pengenalan Bekatul sebagai Makanan Pendamping pada Anak Usia Prasekolah di paud Kober Manarul Huda Kabupaten Tasikmalaya Solechah, Mutiara; Pasundani, Nita Adhani; Islami, Anida Izatul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17688

Abstract

ABSTRAK Anak-anak pada usia pra-sekolah (1-5 tahun) merupakan kelompok yang sangat penting untuk diperhatikan kebutuhan gizinya, karena anak usia prasekolah berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. DiIndonesia terdapat 5,8 juta jiwa balita atau 36,10% mengalami masalah gizi. Salah satu upaya penanganannya adalah memakan makanan yang mengandung banyak nutrisi, diantaranya adalah bekatul. Profil metabolit yang terkandung dalam bekatul menyimpan serangkaian molekul biokimia yang dapat digunakan untuk beberapa terapi nutrisi dan aplikasi makanan medis, senyawa bioaktif ini juga dapat menjadi penanda biomarker asupan bekatul. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimaksudkan untuk mengenalkan bekatul sebagai opsi makanan pendamping yang sehat kepada anak-anak prasekolah. Kegiatan dilaksanakan dalam 2 tahap yaitu edukasi dan pengenalan salah satu produk olahan bekatul berupa cookies. Kesimpulan hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak prasekolah. Selain itu, tim pengabdi mengenalkan produk olahan bekatul dalam bentuk cookies kepada anak-anak pra sekolah Kober Manarul Huda Kata Kunci: Anak Prasekolah, Bekatul, Gizi  ABSTRACT Children at pre-school age (1-5 years) are a very important group whose nutritional needs are considered, because preschool-age children are in a period of growth and development. In Indonesia, there are 5.8 million children under five or 36.10% who experience nutritional problems. One way to deal with this is to eat foods that contain lots of nutrients, one of which is rice bran. The metabolite profile contained in rice bran contains a series of biochemical molecules that can be revealed by further investigation and exploited for several nutritional therapies and medical food applications. These bioactive compounds can also be biomarkers of rice bran intake. This community service activity is intended to introduce rice bran as a healthy complementary food option to preschool children. The activity was carried out in 2 stages, namely education and introduction to one of the processed rice bran products in the form of cookies. The conclusion of the results of this community service shows an increased understanding of the importance of meeting the nutritional needs of preschool children. Apart from that, the service team introduced processed rice bran products in the form of cookies to the children of Kober Manarul Huda Keywords: Child, Rice Bran, Nutrition

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue