cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Cegah Stunting dengan Penanganan yang Tepat pada Masyarakat Dusun Barujati Nurmansyah, Andri; Sarinengsih, Yuyun; Jamiyanti, Anggi; Lengga, Vivop Marti; Agustin, Dania Nur; W, Dwi Alifia; A, Tarisha Yulia; S, Natasya Dwi; E, Rulaa Sheiza; S, Della Puspita; Rizkia, Thursiena; Kurniawan, Renaldhi; Fauziah, Eva; Herliyuandi, Fajri; C, Alisya Ayu; Rema, Madhuri; Mulyani, Siti; Widyastuti, Widyastuti; Nurizky, Lintang; Nuraeni, Gina; Hisyam, Moch; Suwandi, Aldo; Yuniar, Resa; Aisyah, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17558

Abstract

ABSTRAK Kasus stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan anak terbesar di Indonesia, bahkan angka penurunan pada tahun 2024 masih jauh dari target yang diharapkan yaitu sebesar 14%. Kekurangan gizi adalah salah satu faktornya, yang tidak hanya dialami oleh anak tersebut melainkan dipengaruhi oleh gizi calon ibu sejak remaja, ibu hamil, maupun setelah melahirkan. Oleh karena itu, pengetahuan untuk mencegah kejadian stunting menjadi penting. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden terhadap intervensi pencegahan stunting di masyarakat Dusun Barujati Kabupaten Bandung. Studi ini menggunakan one group pretest-posttest design, dengan intervensi berupa penyuluhan pada responden yang merupakan tokoh masyarakat, dan masyarakat umum berjumlah 17 responden. Adapun instrumen yang digunakan yaitu kuesioner yang diberikan sebelum dan setelah intervensi. Hasil studi menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum dan setelah intervensi meningkat secara signifikan yaitu mean 91-97. Hal ini terjadi  penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan melalui penyebarluasan pesan kesehatan yang bertujuan untuk menanamkan dan meyakinkan sasaran. Intervensi penyuluhan cegah stunting dengan penanganan yang tepat berhasil meningkatkan pengetahuan responden  dalam mencegah stunting dengan penanganan yang tepat. Dibutuhkan kerutinan dan keberlanjutan intervensi agar menjadi salah satu upaya dalam menurunkan kasus stunting di Indonesia. Kata Kunci: Balita, Gizi, Pencegahan Stunting  ABSTRACT The issue of stunting remains one of the biggest child health problems in Indonesia, and even the projected decrease in 2024 is still far from the expected target of 14%. Malnutrition is one of the factors, which not only affects the child but is also influenced by the nutrition of the prospective mother since adolescence, during pregnancy, and after childbirth. Therefore, knowledge to prevent stunting is important. This article aims to assess the level of knowledge among respondents regarding stunting prevention interventions in the Barujati hamlet of Bandung Regency. This study uses a one group pretest-posttest design, with an intervention in the form of counselling for respondents who are community leaders and the general public, totaling 17 respondents. The instrument used is a questionnaire that is administered before and after the intervention. The study results show that the respondents' knowledge level significantly increased before and after the intervention, with a mean of 91-97. This happens because counselling can enhance knowledge through the dissemination of health messages aimed at instilling and convincing the target audience. The intervention of counselling to prevent stunting with appropriate handling successfully increased the respondents' knowledge in preventing stunting with the right measures. It requires routine and sustainable interventions to be one of the efforts in reducing stunting cases in Indonesia. Keywords: Toddler, Nutrition, Stunting prevention
Pemberdayaan Orang Tua dalam Manajemen Demam Non Farmakologis Pada Anak Balita melalui Intervensi Keperawatan Suportif-Edukatif di Kecamatan Semper, Jakarta Utara Purwati, Nyimas Heny; Nuraidah, Nuraidah; Setiyaningrum, Titik; Apriliawati, Anita; Maharani, Rahayu; Kurnianingsih, Neniek; Istinganah, Istinganah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17387

Abstract

ABSTRAK Manajemen demam non-farmakologis pada anak merupakan komponen penting dalam perawatan anak di rumah yang membutuhkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan orang tua. Banyak orang tua mungkin tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang managemen demam pada anak secara efektif. Oleh karena itu, Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan kepada orang tua agar dapat mengelola demam pada anak secara efektif di rumah. Kegiatan PkM ini melibatkan 9 perawat anak dari IPANI DKI Jakarta dan terdiri dari empat sesi yaitu brainstorming, edukasi kesehatan, praktik kompres tepid water sponge dan sesi diskusi.  Analisis data menggunakan metode analisis kuantitatif. Hasil PkM menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, dan keterampilan orang tua terkait manajemen demam non farmakologus pada anak. Temuan ini menegaskan pentingnya pendidikan dan pemberdayaan orang tua dalam meningkatkan kemampuan mengelola demam pada anak. Kata Kunci: Balita, Manajemen Demam, Orang tua  ABSTRACT Non-pharmacological management of fever in children is an important part of home care that requires parental knowledge, attitudes and skills. Many parents may not have adequate knowledge about effective management of fever in children. Therefore, this community service activity aims to provide parents with the necessary knowledge and skills to effectively manage fever in children at home. This PkM activity involved 9 paediatric nurses from IPANI DKI Jakarta and consisted of four sessions, namely brainstorming, health education, tepid water sponge compress practice and discussion sessions.  Quantitative analysis methods were used to analyse the data. The results showed a significant increase in parents' knowledge and skills related to non-pharmacological fever management in children. This finding confirms the importance of parental education and empowerment in improving fever management skills in children. Keywords: Toddlers, Fever Management, Parents
Pendampingan Siswa Kader Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) melalui Kegiatan Edukasi Peran Remaja dalam Pencegahan Stunting Dan Pelatihan P3K di Sekolah Dasar Rokhaidah, Rokhaidah; Marcelina, Lina Ayu; Herlina, Santi; Jansen, Susiana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17442

Abstract

ABSTRAK Pelatihan kader Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sangat penting untuk membantu kader UKS memahami lebih baik tentang berbagai aspek kesehatan, seperti pencegahan stunting, dan pertolongan pertama. Dengan pengetahuan ini, siswa dapat memberikan edukasi kepada komunitas sekolah. Pelatihan kader UKS sangat penting untuk memastikan bahwa program kesehatan di sekolah berjalan efektif dan berkelanjutan. Dengan pelatihan, kader UKS menjadi lebih kompeten, mampu memberikan layanan kesehatan yang berkualitas, mendidik siswa dan komunitas sekolah, serta mencegah masalah kesehatan seperti stunting dengan lebih baik. Pelatihan ini juga membantu membentuk kader UKS sebagai pemimpin dan teladan dalam mempromosikan kesehatan di lingkungan sekolah. Pelatihan ini dilakukan pada siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 6 dengan total jumlah peserta 29 siswa. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku serta keterampilan praktis siswa berperan mencegah stunting dan memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan. Metode pelaksanaan pelatihan berupa ceramah dan demontrasi. Siswa diberikan materi mengenai peran remaja dalam pencegahan stunting serta demontrasi dan redemontrasi pertolongan pertama pada kecelakaan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa cukup baik dan penilaian praktik pertolongan pertama pada kecelakaan semua siswa memiliki kemampuan yang baik. Kesimpulan: Pelatihan siswa kader UKS mampu meningkatkan pengetahuan siswa dalam pencegahan stunting dan menambah ketrampilan siswa dalam pertolongan pertama pada kecelakaan. Kata Kunci: Anak, Pelatihan, P3K, Siswa, Stunting, UKS   ABSTRACT Training for School Health Unit (UKS) cadres is very important to help UKS cadres understand better about various aspects of health, such as stunting prevention and first aid. With this knowledge, students can provide education to the school community. UKS cadre training is very important to ensure that health programs in schools are effective and sustainable. With training, UKS cadres become more competent, able to provide quality health services, educate students and the school community, and better prevent health problems such as stunting. This training also helps shape UKS cadres into leaders and role models in promoting health in the school environment. This training was carried out on grade 6 elementary school (SD) students with a total of 29 students. The aim of this training is to improve students' knowledge, attitudes, behavior and practical skills to play a role in preventing stunting and providing first aid in accidents. The training implementation method is in the form of lectures and demonstrations. Students were given material regarding the role of teenagers in preventing stunting as well as demonstrations and re-demonstrations of first aid in accidents. The results of the training showed that the increase in students' knowledge was quite good and the assessment of first aid practices in accidents was that all students had good abilities. Conclusion: Training of UKS cadre students is able to increase students' knowledge in stunting prevention and increase students' skills in first aid for accidents. Keywords: Children, First Aid, Students, Stunting, Training, UKS
Pendidikan Kesehatan Hipertensi pada Lansia Apriyeni, Emira; Rahayuningrum, Dwi Christina; Patricia, Helena; Irman, Veolina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17203

Abstract

ABSTRAK  Prevalensi hipertensi pada lansia di Asia diperkirakan sudah mencapai 8-18% dan di Indonesia sebesar 115 juta penduduk (31,7%). Data Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin didapatkan jumlah lansia sebanyak 107 orang dan lebih dari 50% menderita hipertensi. Tingginya kasus disebabkan kurangnya pengetahuan dan sikap lansia dalam pencegahan hipertensi. Hipertensi yang tidak terkendali akan dapat menimbulnya komplikasi penyakit lain dan kematian. Salah satu penanganan dengan meningkatkan pengetahuan lansia mengenai hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan pada lansia tentang hipertensiagar meningkatkan derajat kesehatan lansia. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dengan media audio visual dan leaflet. Hasil yang diperoleh adalah kegiatan pendidikan kesehatan berjalan dan lancar, peserta aktif memberi dan menjawab pertanyaan dan mengikuti kegiatan sampai akhir serta pengetahuan lansia meningkat terkait hipertensi sebesar 8,25. Kegiatan ini sebagai antisipasi terjadinya komplikasi hipertensi lebih lanjut pada lansia. Kata Kunci: Hipertensi, Pendidikan Kesehatan dan Pengetahuan  ABSTRACT  Prevalence of elderly’s hypertension in Asia is estimated to have reached 8-18% and in Indonesia by 115 million people (31.7%). Data from the Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Social Institution, it was found 107 elderly and more than 50% suffered from hypertension. The high cases was due to a lack of knowledge and attitudes of the elderly in preventing hypertension. Hypertension was not controlled will lead to complications of other diseases and death. One of treatment was by increasing the knowledge of the elderly about hypertension. The purpose of this activity was to provide health education to the elderly about hypertension in order to improve the health status of the elderly. The counseling methods was used with audio-visual media and leaflets. The results obtained were health education activities running well and smoothly, participants actively gave and answered questions and followed activities until the end and increased knowledge aound 8.25. This activity to anticipated hypertension complication for eldery.  Keywords: Health Education, Hypertension, Knowledge
Training On Making Website-Based Learning Media And Developing Students' Integrated Skills In Learning English At The Excelsis Deo Community Learning Center (PKBM) Manado Ali, Muhammad Ilham; Purba, Pebisitona Mesajaya; Kolinug, Ferly Christian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17753

Abstract

ABSTRACT This activity explores the implementation of integrated skills in English language learning and the incorporation of website-based learning media at the Excelsis Deo Manado Community Learning Activity Center (PKBM). The research addresses challenges in English education, including low student motivation, conventional teaching methods, and limited use of learning media. An integrated skills approach using children's literature is proposed to enhance language proficiency and cultural awareness. To support this method and overcome media limitations, the study introduces training on creating website-based learning media for teachers. This training covers web design, content management systems, and interactive element creation, aiming to produce engaging online learning environments. The combination of integrated skills teaching and modern, website-based learning media is expected to significantly improve students' English language skills and overall learning experience. This approach not only addresses current educational challenges but also bridges the gap between traditional pedagogy and contemporary learner needs, while providing older teachers with opportunities to adapt to new educational technologies. Keywords: Integrated skills, Website-based learning media, Students and Teacher Training, Children's literature.
Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat melalui Pelatihan dan Implementasi Teknologi Integrated Farming Skala Rumah Tangga sebagai Solusi Ketahanan Pangan dalam Upaya Pencegahan Sunting di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas Rahmadhani, Wulan; Dewi, Adinda Putri Sari; Qomar, Umi Laelatul; Handayani, Eka Wuri; Sujono, Tanti Azizah; Muhtadi, Muhtadi; Putro, Sartono
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.18613

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah kesehatan di masyarakat yang serius dengan prevalensi cukup tinggi, hal ini umumnya disebabkan oleh anak yang kekurangan asupan gizi di 1000 hari pertama kehidupan. Kurangnya pemenuhan asupan gizi merupakan masalah yang kompleks dan multi sectoral. Tujuan dari pengabdian Masyarakat ini agar dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penyelesaian masalah terkait dengan stunting yang ada di masyarakat terutama pada skala rumah tangga. 21 responden diikutkan dalam pengabdian kepada Masyarakat ini yang semuanya adalah Tim Penggerak PKK. Kegiatan ini dimulai dari bulan September-November 2024. Tahapan kegiatan dibagi menjadi 3, tahap pertama adalah tahap persiapan, tahap kedua pelaksanaan dan tahapan ketiga adalah evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah semua peserta terlihat antusias dan bersemangat mengenai program ini. Implementasi Teknologi Integrated Farming Skala Rumah Tangga sudah terpasang di 6 titik Lokasi yang diperkirakan stuntingnya tinggi. Melalui, Integrated Farming Skala Rumah Tangga keluarga dapat memanfaatkan lahan pekarangan yang    tersedia  untuk menanam sayuran berternak lele. Hal ini membantu memastikan ketersediaan bahan pangan segar yang bernutrisi  tinggi  di tingkat rumah tangga. Kata Kunci: Stunting, Integrated Farming Skala Rumah Tangga, Ketahan Pangan  ABSTRACT Stunting is a serious public health problem with a fairly high prevalence, this is generally caused by children who lack nutritional intake in the first 1000 days of life. Lack of fulfillment of nutritional intake is a complex and multi-sectoral problem. The purpose of this Community Service was to increase knowledge and problem-solving skills related to stunting in the community, especially at the household level. 21 respondents were included in this Community Service, all of whom were PKK Team Leaders. This activity started from September-November 2024. The stages of the activity were divided into 3, the first stage was the preparation stage, the second stage was implementation and the third stage was evaluation. The results of this activity were that all participants looked enthusiastic and excited about this program. The implementation of Household-Scale Integrated Farming Technology has been installed at 6 locations where stunting is estimated to be high. Through Household-Scale Integrated Farming, families can utilize the available yard land to grow vegetables and raise catfish. This helps ensure the availability of fresh, highly nutritious food at the household level. Keyword: Stunting, Integrated Farming Household Scale, Food Security
Program Peningkatan Pengetahuan Kader dan Pemeriksaan Kesehatan dalam Upaya Penanganan Stunting Rahmadhani, Wulan; Dewi, Adinda Putri Sari; Qomar, Umi Laelatul; Handayani, Eka Wuri; Sujono, Tanti Azizah; Muhtadi, Muhtadi; Putro, Sartono
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.18547

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi masalah utama pada bayi dan balita di Indonesia. Stunting merupakan salah satu kondisi gagal tumbuh pada anak dimana tinggi badan anak <- 2SD menurut tabelZ-score WHO. Tujuan Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang pencegahan stunting melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan yang tepat. Sebanyak 21 kader mengikuti kegiatan ini. Sebelum di lakukan penyuluhan atau edukasi kader di berikan pretest dahulu kemudian di lanjutkan pemberian materi oleh tim pengabdian Masyarakat. Setelah pemberian materi dilanjutkan posttest dan pemeriksaan Kesehatan bagi balita yang terdiagnosa stunting. Terdapat peningkatan pengetahuan kader dari sebelum di berikan edukasi sampai setelah pemberian edukasi. Terdapat 14 (66.7%) kader perpengetahuan tinggi, dan 7 (33.3%) kader berpengetahuan sedang. Hasil pengabdian pemberdayaan kader posyandu dapat meningkatkan kemampuan pengetahuan serta praktik/ ketrampilan kader dalam penanganan dan pencegahan stunting pada tatanan keluarga dan masyarakat. Kata Kunci: Pengetahuan, Kader, Penanganan, Stunting  ABSTRACT Stunting is still a major problem among babies and toddlers in Indonesia. Stunting ia a condition of failure to thrive in children where the child’s height is <- 2SD according to the WHO Z-score table. The aim of implementing Community Service (PKM) is to increase cadres' knowledge about stunting prevention through education and appropriate health checks. A total of 21 cadres took part in this activity. Before counseling or education is carried out, cadres are given a pretest first and then continue to provide material by the community service team. After providing the material, the posttest and health examination continued for toddlers diagnosed with stunting. There is an increase in cadres' knowledge from before the education is provided to after the education is provided. There are 14 (66.7%) cadres with high knowledge, and 7 (33.3%) cadres with moderate knowledge. The results of the service to empower posyandu cadres can increase the knowledge and practice/skills of cadres in handling and preventing stunting in family and community settings. Keywords: Knowledge, Cadre, Handling, Stunting
Edukasi Faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner dalam Upaya Prepentif di RW 01 Pejaten Timur Jakarta Selatan Subiyanto, Imam Subiyanto; Hayati, Teti; Syam, Faiza Sarah; Putri, Tamara Rahmalia; Maylina, Vena; Ningsih, Wiandry Biastry
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.18066

Abstract

ABSTRAK Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit yang disebabkan menumpuknya plak didalam arteri koroner yang memasok oksigen ke otot jantungAdanya konsumsi lemak berlebih (obisitas), perilaku merokok, peminum alkohol, kurang olahraga maupun pengelolaan stress yang buruk, penyakit diabetes militus dan hipertensi yang tidak mendapat pengobatan, mudah stress, dan penyakit infeks menjadikan angka kematian akibat PJK menjadi sangat tinggi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui faktor resiko  penyakit jantung koroner dalam upaya prepentif di rw 01 pejaten timur jakarta selatan. Metode yang dilakukan adalah dengan penyuluhan atau edukasi. Adapun Hasil evaluasi setelah dilakukan penyuluhan tentang faktor resiko PJK adalah responden memahami tentang faktor resiko PJK dan akan melakukan upaya pencegahan PJK. Kesimpulan dengan pemberian edukasi masyarakat dan pemeriksaan kesehatan ini menghasilkan output tentang faktor resiko terjadinya PJK maka akan terjadi perubahan prilaku  untuk melakukan pencegahan PJK sehingga terhindar dari PJK. Kata Kunci: Faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner/PJK, Masyarakat, Edukasi  ABSTRACT Coronary heart disease (CHD) is a disease caused by the accumulation of plaque in the coronary arteries which supply oxygen to the heart muscle. Excessive fat consumption (obesity), smoking behavior, drinking alcohol, lack of exercise or poor stress management, diabetes mellitus and hypertension that are not treated properly. medication, easy stress, and infectious diseases make the death rate due to CHD very high. The aim of this community service is to determine the risk factors for coronary heart disease in preventive efforts in rw 01 Pejaten Timur, South Jakarta. The method used is counseling or education. The results of the evaluation after counseling about CHD risk factors were that respondents understood the CHD risk factors and would make efforts to prevent CHD. In conclusion, by providing public education and health checks, this results in output regarding risk factors for CHD, so there will be changes in behavior to prevent CHD so as to avoid CHD. Keywords: Risk Factors for Coronary Heart Disease/CHD, Society, Education
Penyuluhan tentang Kelancaran Pengeluaran ASI dengan Pijat Oksitosin Jayanti, Christin; Yulianti, Devi; Habibah, Habibah; Apriyani, Agista
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17869

Abstract

ABSTRAK Pemberian ASI merupakan salah satu cara paling efektif untuk memastikan kesehatan dan kelangsungan hidup anak. World Health Organization (WHO) mengeluarkan standar mengenai pertumbuhan anak yang diterapkan diseluruh belahan dunia. Standar tersebut berisi mengenai pentingnya pemberian ASI tanpa tambahan makanan kepada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan. World Health Organization (WHO) menetapkan  target ditahun 2025 sekurang-kurangnya 50% dari jumlah bayi dibawah usia enam bulan diberikan ASI Eksklusif. Akan tetapi, bertentangan dengan target yang diberikan WHO, kurang dari setengah bayi di bawah usia 6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif. UNICEF dan WHO menyerukan pemerintah dan para mitranya di Indonesia untuk mendukung semua ibu agar dapat menyusui sejak dini, secara eksklusif, dan berkesinambungan (UNICEF, 2022). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai kelancaran pengeluaran ASI melalui penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan di Puskesmas Kecamatan Menteng pada tanggal 6 Agustus 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 15 ibu hamil yang berkunjung ke poli kebidanan. Metode yang digunakan dalam penyuluhan meliputi pretest untuk mengukur pemahaman awal peserta, penyampaian materi menggunakan media PowerPoint, serta sesi diskusi untuk menjawab pertanyaan dan memperdalam pemahaman peserta mengenai teknik pijat oksitosin. Pijat oksitosin dikenal dapat merangsang produksi ASI dan membantu ibu dalam proses menyusui. Hasil evaluasi setelah penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu hamil tentang teknik pijat oksitosin dan manfaatnya untuk kelancaran pengeluaran ASI. Diharapkan, dengan pengetahuan yang lebih baik, ibu hamil dapat lebih siap dan percaya diri dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya, sehingga dapat mendukung kesehatan dan pertumbuhan optimal anak. Penelitian ini menekankan pentingnya penyuluhan kesehatan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu hamil mengenai praktik menyusui yang baik. Kata Kunci: Pijat Oksitosin, ASI Eksklusif, Ibu Hamil, Menyusui  ABSTRACT Breastfeeding is one of the most effective ways to ensure the health and survival of children. The World Health Organization (WHO) has issued standards on child growth that are applied throughout the world. These standards contain the importance of providing breast milk without additional food to babies from birth to 6 months of age. The World Health Organization (WHO) has set a target for 2025 that at least 50% of babies under the age of six months will be given exclusive breastfeeding. However, contrary to the target set by WHO, less than half of babies under the age of 6 months are given exclusive breastfeeding. UNICEF and WHO call on the government and its partners in Indonesia to support all mothers to be able to breastfeed early, exclusively, and continuously (UNICEF, 2022). This study aims to increase the knowledge of pregnant women regarding the smooth flow of breast milk through health education carried out at the Menteng District Health Center on August 6, 2024. This activity was attended by 15 pregnant women who visited the obstetrics polyclinic. The methods used in the counseling included a pretest to measure participants' initial understanding, delivery of materials using PowerPoint media, and a discussion session to answer questions and deepen participants' understanding of the oxytocin massage technique. Oxytocin massage is known to stimulate breast milk production and help mothers in the breastfeeding process. The results of the evaluation after the counseling showed a significant increase in pregnant women's knowledge of the oxytocin massage technique and its benefits for smooth breast milk production. It is hoped that with better knowledge, pregnant women can be more prepared and confident in providing exclusive breastfeeding to their babies, so that they can support optimal health and growth of the child. This study emphasizes the importance of ongoing health counseling to increase awareness and knowledge of pregnant women regarding good breastfeeding practices. Keywords: Oxytocin Massage, Exclusive Breastfeeding, Pregnant Women, Breastfeeding
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Minyak Gosok Rimpang Jahe dan Sereh di Desa Ngawurejo, Kelurahan Kentengsari, Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah Puspitasari, Dewi Fitriani; Ramona, Dewi; Pratiwi, Arik Dian Eka; Wulandari, Wulandari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17800

Abstract

ABSTRAK Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman budidaya yang dapat ditanam secara rumahan dan tanaman tersebut dimanfaatkan sebagai obat. Desa Ngawurejo merupakan desa yang letakknya cukup jauh dari pusat kota, apotek hanya ditemukan di pusat kota tersebut. Ibu-ibu Desa Ngawurejo banyak yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan petani jagung. Fungsi dari tanaman TOGA di Desa Ngawurejo perlu dioptimalkan untuk pengobatan di masyarakat utamanya lingkup terkecil yakni keluarga, serta untuk memberi edukasi kepada warga terkait produk yang dapat dihasilkan dari TOGA. Banyak penelitian dilakukan untuk memanfaatkan bahan alam sebagai obat. Hirilisasi hasil penelitian merupakan salah satu upaya menerapkan hasil penelitian kepada masyarakat. Pada bidang farmasi, salah satu bentuk pemanfaatan TOGA menjadi produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,  adalah produk linimenta atau minyak gosok. Liniment merupakan produk sediaan farmasi untuk pemakaian pada kulit yang   dapat   berupa   larutan   alkohol   atau   berlemak   atau   emulsi   yang   terdiri dari macam-macam   bahan   obat   yang   penggunaannya   biasanya   digosokkan pada   kulit. Linimentum   dengan   pembawa   alkohol   atau   hidroalkohol    berguna   dalam   hal rubefasien, menghasilkan sakit atau kerja penetrasi yang  ringan, linimentum berlemak umumnya digunakan   untuk  memijit. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberi edukasi pemanfaatan TOGA dan pelatihan pembuatan sediaan linimenta kepada ibu-ibu di Desa Ngawurejo, Kelurahan Kentengsari, Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Tanaman toga yang dimanfaatkan adalah jahe dan sereh. Metode pengabdian yang dilakukan dengan memberi edukasi terkait tanaman TOGA selanjutnya dilakukan pelatihan pembuatan produk linimenta dengan memanfatakan tanaman TOGA. Hasil kegiatan pengabdian ini mampu meningkatkan wawasan ibu-ibu tentang manfaat tanaman TOGA serta mampu memberi ketrampilan warga untuk membuat produk pengobatan alami seperti linimenta. Kata Kunci: TOGA, Linimenta, Jahe, Sereh  ABSTRACT TOGA are cultivated plants that can be grown at home and the plants are used as medicine. Ngawurejo Village is located quite far from the city center, and pharmacies are only found in the city center. Many women in Ngawurejo Village work as housewives and corn farmers. The function of TOGA plants in Ngawurejo Village needs to be optimized for treatment in the community, especially the smallest scope, namely the family, and to educate residents regarding products that can be produced from TOGA. Many studies have been conducted to utilize natural materials as medicine. Hirilization of research results is one of the efforts to apply research results to the community. In the pharmaceutical field, one form of utilization of TOGA into products that can be utilized by the community, is linimenta or liniment oil. Liniment is a pharmaceutical preparation product for use on the skin which can be in the form of an alcohol or fatty solution or emulsion consisting of various medicinal ingredients whose use is usually rubbed on the skin. Linimentum with alcohol or hydroalcoholic carrier is useful in terms of rubefasien, producing pain or mild penetration work, fatty linimentum is generally used for massage.This service program aims to provide education on the use of TOGA and training in making linimenta preparations to mothers in Ngawurejo Village, Kentengsari Village, Kedungjati District, Grobogan Regency, Central Java. The toga plants used are ginger and lemongrass. The service method is carried out by providing education related to TOGA plants and then training in making linimenta products by utilizing TOGA plants.  Keywords: TOGA, Linimenta, Ginger, Lemongrass

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue