cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pelatihan Senam Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Putri Untuk Peningkatan Kadar Hemoglobin Di Prodi Kebidanan Manokwari Yuni Subhi Isnaini; Ida Ayu Iswari Pramestigiri; Winarsih Winarsih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5702

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan data Kementrian Kesehatan tahun 2017, presentasi tablet Fe (zat besi) yang didapatkan oleh remaja putri masih sangat rendah yaitu sebesar 13,8%, sehingga belum memenuhi target nasional yaitu sebesar 30%, untuk itu perlu adanya strategi lain untuk mengatasi anemia pada remaja putri. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh pengabdi di Prodi Kebidanan Manokwari, sebanyak 40 remaja terdapat 25 remaja yang mengalami anemia dengan kadar hemoglobin ≤11gr% dan beberapa remaja menjawab bahwa tidak pernah mengkonsumsi tablet tambah darah selama masa remaja. Tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan remaja tentang anemia dan adanya peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di Prodi Kebidanan Manokwari. Metode dalam pengabdian ini adalah dengan pemberian materi, diskusi, pemutaran vidio, pemeriksaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah dilakukan senam kesehatan reproduksi, demonstrasi dan Praktek. Sasaran dalam pengabdian ini adalah remaja putri pada Diploma Kebidanan Manokwari yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Sanggeng  Kabupaten Manokwari. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama 1 bulan dengan memberikan pelatihan selama 3 hari menggunakan media bantu video cara melakukan senam kesehatan reproduksi. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan hasil pengabdian bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dari 30 remaja yang diberikan materi tentang anemia, pengetahuan sebelum diberikan materi yaitu 66,7% pengetahuan baik sedangkan setelah diberikan materi yaitu meningkat menjadi 96% dengan pengetahuan baik serta terjadi peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri yang diberikan pelatihan senam kesehatan reproduksi dimana yang pada pemeriksaan awal mengalami anemia sebanyak 7 remaja, dan dari 7 remaja yang mengalami anemia setelah di berikan tablet zat besi dan melaksanakan senam kespro selama 2 minggu dilakukan evaluasi dengan pemeriksaaan kadar hemoglobin Kembali didapatkan semua remaja meningkat kadar hemoglobin menjadi Normal. Kesimpulan bahwa pelatihan senama kesehatan reproduksi dapat meningkatkan pengetahuan dan kadar hemoglobin pada remaja putri di Prodi Diploma Kebidanan Manokwari. Diharapkan kepada Remaja hendaknya selalu mengkonsumsi makan makanan bergizi dan rutin meminum tablet tambah darah terutama saat menstruasi dan juga rutin melakukan senam untuk menjaga kebugaran. Kata Kunci :  Senam Kesehatan Reproduksi, Kadar Hemoglobin, Remaja Putri  ABSTRACT Based on data from the Ministry of Health in 2017, the percentage of Fe (iron) tablets obtained by young women is still very low at 13.8%, so it has not met the national target of 30%, for that we need other strategies to overcome anemia in adolescents daughter. Based on a preliminary study conducted by a staff at the Manokwari Midwifery Study Program, as many as 40 adolescents there were 25 adolescents who were anemic with hemoglobin levels 11gr% and several adolescents answered that they had never consumed blood-added tablets during their teenage years. The purpose of this training is to increase the understanding and knowledge of adolescents about anemia and an increase in hemoglobin levels in adolescent girls in the Manokwari Midwifery Study Program. The method in this service is by providing material, discussions, video screenings, checking hemoglobin levels before and after reproductive health exercises, demonstrations and practices. The targets in this service are young women at the Manokwari Midwifery Diploma in the Work Area of the Sanggeng Health Center, Manokwari Regency. This service activity was carried out for 1 month by providing training for 3 days using video aids on how to do reproductive health gymnastics. Based on the evaluation that has been done, the results of the service show that there is an increase in knowledge of 30 teenagers who are given material about anemia, knowledge before being given the material is 66.7% good knowledge while after being given the material it increases to 96% with good knowledge and there is an increase in hemoglobin levels in adolescents Girls who were given reproductive health gymnastics training where at the initial examination experienced anemia as many as 7 teenagers, and from 7 teenagers who experienced anemia after being given iron tablets and carrying out health gymnastics for 2 weeks were evaluated by checking hemoglobin levels. hemoglobin to normal. The conclusion is that reproductive health training can increase knowledge and hemoglobin levels in adolescent girls in the Manokwari Diploma of Midwifery Study Program. It is expected that teenagers should always eat nutritious food and regularly take blood-added tablets, especially during menstruation and also regularly do exercise to maintain fitness. Keywords: Reproductive Health Gymnastics, Hemoglobin Levels, Young      Women
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembelajaran Multikeaksaraan Usaha Kreatif Cheese Milk Shake pada Masa Pandemi Covid-19 Intan Purnama Dewi; Karnadi Karnadi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6162

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pelatihan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan kecakapan hidup, terutama pada masa pandemi covid-19 yang mempengaruhi pendapatan dan daya beli masyarakat. Kegiatan pelatihan usaha kreatif cheese milk shake merupakan salah satu alternatif kegiatan yang mampu menambah pengetahuan dan kecakapan hidup masyarakat sebagai bekal menambah penghasilan keluarga. Cheese milk shake merupakan salah satu olahan susu yang sedang diminati orang-orang terutama anak-anak muda. Pelatihan dilakukan pada warga belajar pendidikan keaksaraan fungsional mandiri di kampung Sukamaju RT.02 RW.06 Desa Cibuntu Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor yang berjumlah 12 orang dengan menggunakan metode demonstrasi, ceramah dan diskusi. Hasil evaluasi praktik menunjukkan peningkatan dari percobaan pertama ke percobaan kedua. Evaluasi pengemasan dan pelabelan produk juga mengalami peningkatan dari percobaan pertama ke percobaan kedua. Hasil angket warga belajar terhadap kegiatan pelatihan yang dilakukan berada pada kategori baik. Hal ini terlihat dari persiapan pelatihan 80% warga belajar menganggap persiapan pelatihan sudah baik. Sebanyak 85% warga belajar menganggap pelaksanaan pelatihan sudah baik. Sebanyak 80% warga belajar menganggap kompetensi pemateri sudah baik. Sebanyak 77,5% warga belajar menganggap materi pelatihan yang disampaikan sudah baik. Sebanyak 82,5% warga belajar menganggap penggunaan media sudah baik. Kegiatan pelatihan ini telah dilaksanakan dengan baik. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Multikeaksaraan, Cheese Milk Shake  ABSTRACT Training activities are very beneficial for people who need life skills, especially during the COVID-19 pandemic which affects people's income and purchasing power. Thecreative business training activity cheese milk shake is an alternative activity that can increase the knowledge and life skills of the community as a provision to increase family income. Cheese milk shake is one of the dairy products that people, especially young people, are interested in. The training was conducted for residents learning functional literacy education independently in Sukamaju village RT.02 RW.06 Cibuntu Village, Ciampea District, Bogor Regency, totaling 12 people using demonstration, lecture and discussion methods. The results of the practice evaluation showed an improvement from the first trial to the second experiment. Evaluation of product packaging and labeling also improved from the first experiment to the second experiment. The results of the citizen's questionnaire on the training activities carried out were in the good category. This can be seen from the training preparation 80% of the learning residents considered the training preparation to be good. As many as 85% of the learning residents considered the implementation of the training to be good. As many as 80% of learning residents consider the competence of the presenters to be good. As many as 77.5% of the learning residents considered the training materials delivered. This training activity has been well implemented. Keywords: Community Empowerment, Multiliterate, Cheese Milk shakes
Edukasi Kesehatan pada Kader Posyandu dan Ibu Bayi dan Balita di Wilayah Puskesmas Tirtokota Pekalongan Putri Andanawarih; Ni'matul Ulya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.6102

Abstract

ABSTRAK Posyandu diselenggarakan untuk memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan bagi masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dasar atau sosial dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia, karena masih sering timbul dalam bentuk Kejadian Luar Biasa (KLB) dan disertai dengan kematian yang tinggi. Pencegahan penyakit diare yang benar dan efektif dapat dilakukan adalah dengan pemberian ASI (Air Susu Ibu), Makanan Pendamping ASI (MP ASI) yang tepat. Tujuan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang pemberian Makanan Pendamping ASI (MP ASI) yang tepat dan tentang penyakit diare pada anak.Metode pelaksanaan pendidikan kesehatan melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab materi pemberian Makanan Pendamping ASI (MP ASI)dan penyakit diare pada anak.Kader dan ibu yang telah mendapatkan edukasi diharapkan dapat menjadi penggerak pada masyarakat agar mampu mengatasi masalah gizi dan diare pada anak.Kata Kunci : Posyandu, Diare, Makanan Pendamping ASI  ABSTRACT Posyandu is held to empower the community and provide convenience for the community to obtain basic health or basic social services to accelerate the reduction of maternal and infant mortality rates. Diarrhea is still a public health problem in developing countries such as Indonesia, because it often occurs in the form of Extraordinary Events (KLB) and is accompanied by high mortality. The correct and effective prevention of diarrheal disease that can be done is by giving breast milk, the right MP-ASI. The purpose of this activity is expected to increase knowledge about the provision of appropriate complementary feeding (MP ASI) and about diarrheal diseases in children. The method of implementing health education is through lectures, discussions, and questions and answers about the material for complementary feeding and diarrheal diseases in children. Cadres and mothers who have received education are expected to be a driving force in the community to be able to overcome nutrition and diarrhea problems in children.Keyword : Posyandu, Diarrhea, Side dish of Breastfeeding
Lawan Covid-19 Melalui Pendidikan Kesehatan Dan Penerapan Protokol Kesehatan Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Di Desa Pipa Putih Kabupaten Ogan Ilir Intan Kumalasari; Yulianto Yulianto; Nesi Novita; Minda Warnis; Kamsul Kamsul; Herawati Jaya; Desy Setiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5754

Abstract

ABSTRAK  Sebaran virus corona di dunia hingga kini belum juga mereda, bahkan telah muncul varian baru seperti varian Delta yang merebak dan menyebabkan lonjakan kasus dibeberapa negara diantaranya Amerika Serikat, India, Brazil, prancis dan Rusia. Tingginya lonjakan kasus Covid-19 pada medio 2021 di banyak negara secara umum dipicu oleh ketidakdisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan, munculnya varian virus yang lebih menular, dan program vaksinasi yang belum terlaksana sepenuhnya.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah menggugah kesadaran masyarakat pentingnya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan melakukan vaksinasi dan tetap menerapkan protokol kesehatan serta mampu mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada di masyarakat Desa Pipa Putih Ogan Ilir. Pendidikan kesehatan yang dilakukan berupa ceramah, tanya jawab, pemutaran video dan simulasi. Penerimaan masyarakat dapat terlihat dari antusiasme mengikuti kegiatan hingga akhir. Pendidikan kesehatan pada desa Pipah Putih mendapatkan hasil yaitu terwujudnya peningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang tanggap dan tangguh. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan , Penerapan Protokol Kesehatan, Adaptasi             Kebiasaan Baru ABSTRACT  Until now, the spread of the coronavirus in the world has not subsided, in fact, new variants have emerged such as the Delta variant which has spread and caused a spike in cases in several countries including the United States, India, Brazil, France, and Russia. The high spike in Covid-19 cases in mid-2021 in many countries was generally triggered by public indiscipline in implementing health protocols, the emergence of more infectious virus variants, and vaccination programs that have not been fully implemented. The purpose of this community service is to raise public awareness of the importance of breaking the chain. the spread of Covid-19 by vaccinating and continuing to apply health protocols and being able to optimize the potential of existing resources in the community of Pipa Putih Ogan Ilir Village. Health education is carried out in the form of lectures, questions, and answers, video screenings, and simulations. Public acceptance can be seen from the enthusiasm for participating in the activity until the end. Health education in Pipah Putih village has resulted in the realization of an increase in the health status of a responsive and resilient community. Keywords: Health Education, Implementation of Health Protocols, Adaptation of New Habits
Socialization of The Implementation of Digital Literacy for Educators and Students in The Digital Era in Pematangsiantar City Herman Herman; Sherly Sherly; Yanti Kristina Sinaga; Bloner Sinurat; Partohap Saut Raja Sihombing; Muktar Bahruddin Panjaitan; Lydia Purba; Juli Antasari Br. Sinaga; Tiarma Intan Marpaung; Arwin Tannuary
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.5864

Abstract

ABSTRACT This activity is a community service activity in the form of socializing the importance of digital literacy in today's era. The purpose of implementing this webinar activity is to add insight in the application of digital literacy for educators and students in the digital era. This community service was conducted by presentation by zoom online with question and answers sessions for participants. This activity was held on September 10, 2021 online using the Zoom Meeting Application. This activity is a series of activities organized by KOMINFO and this activity was carried out in Pematangsiantar city via online which was attended by approximately 150 participants from various professions such as students, teachers, students, and parents. Through the implementation of this activity, the researchers hope that participants can be helped, especially in terms of education in the digital era. Participants gained an understanding of the critical nature of digital literacy in the modern era, as information technology and digital media can have both positive and negative consequences. Assumptions are considered in order to provide socialization and guidance to teachers in order to help them improve and develop their digital literacy skills, ensuring that the transformation of educational development proceeds smoothly and in accordance with the times' dynamics.  Keywords: Socialization, Digital Literacy, Digital Culture, Educators, Students
Upaya Peningkatan Pengetahuan Dalam Pengelolaan Sampah Skala Rumah Tangga Pada Guru Sma Global Madani Bandar Lampung Winati Nurhayu; Jeane Siswitasari Mulyana; Dewi Chusniasih; Wahyuni Dian Lestari; Hellen Amelysa; Gita Pratiwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5835

Abstract

ABSTRAK Sampah skala rumah tangga yang berasal dari aktivitas harian masyarakat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada perubahan iklim karena menghasilkan gas metana dan karbon dioksida sehingga menyebabkan efek rumah kaca pada lapisan atmosfer. Berdasarkan hasil survei dan diskusi, pengelolaan sampah rumah tangga pada Sekolah Global Madani berada pada tahap awal untuk dilakukan secara tepat dan berkelanjutan. Pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis reuse, reduce, recycle (3R) dapat diterapkan pada sampah rumah tangga berupa sisa-sisa makanan, pembungkus, kulit buah, daun serta ranting. Kegiatan pengabdian di Sekolah Global Madani dilakukan secara interaktif dengan penyuluhan dan demonstrasi yang melibatkan partisipasi aktif peserta. Penyampaian informasi mengenai cara pemisahan sampah organik dan anorganik, kegunaan sampah organik, daur ulang dan pengurangan jumlah sampah yang dihasilkan individu dilakukan dalam rangkaian penyuluhan. Sosialisasi tata cara bertransaksi di bank sampah serta cara pembuatan eco-enzyme juga dilakukan untuk memunculkan antusiasme dan partisipasi peserta dalam memilih serta memisahkan sampah karena akan menghasilkan keuntungan secara ekonomi. Hal ini merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mulai menanggulangi berbagai permasalahan terkait perubahan iklim. Penyuluhan berhasil meningkatkan pengetahuan peserta mengenai durasi degradasi sampah anorganik, jenis-jenis sampah yang dapat ditukar ke bank sampah, sampah yang dapat dijadikan eco-enzyme, dan langkah nyata untuk mengurangi sampah. Selanjutnya perlu diadakan workshop agar peserta dapat praktek langsung mengenai pengelolaan sampah. Kata Kunci:    Bandar Lampung, Guru Sekolah Global Madani, Krisis Iklim, Pengabdian, Pengelolaan Sampah ABSTRACT Household waste originating from people's daily activities is one of the contributing factors to climate change because it produces methane and carbon dioxide, causing the greenhouse effect in the atmosphere. Based on the survey and discussion by the team, household waste management in Global Madani School was at an early stage yet has the potency to be sustainable. Sustainable waste management based on reuse, reduce, and recycle (3R) can be applied to household waste in the form of food scraps, wrappers, fruit peels, leaves, and twigs. Counseling at the Global Madani School was interactive with counseling and demonstrations involving active participation from participants. Information is well provided in counseling such as how to separate organic and inorganic waste, the use of organic waste, recycling, and reducing the amount of waste produced by individuals. Socialization of transaction procedures in the waste bank and the method of producing eco-enzymes were also well demonstrated to raise the enthusiasm and participation of participants in selecting and separating waste as it would generate economic benefits. This was one of the efforts to start tackling various problems related to climate change. The counseling succeeded in increasing participants' knowledge about the duration of inorganic waste degradation, the types of waste that can be exchanged for waste banks, waste that can be used as eco-enzymes, and concrete steps to reduce waste individually. Furthermore, it is necessary to hold a workshop, thus participants have hands-on practice on waste management. Keywords:     Bandar Lampung, Climate Crisis, Community Service, Global Madani School Teacher, Waste Management
Efektivitas Terapi Pemberian Madu Untuk Menurunkan Frekuensi Diare Di Desa Margorejo Lampung Selatan Ari Yunita; Rilyani Rilyani; Lidya Aryanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.4762

Abstract

ABSTRAK Diare merupakan 10 penyakit penyebab utama kematian. Tahun 2012 terjadi 1,5 juta kematian akibat diare (WHO,2013) Sepanjang tahun 2012, terdapat sekitar 5 juta bayi meninggal pada tahun pertama kehidupan. 12% dari angka tersebut disebabkan oleh diare). Data mengenai diare yang didapatkan dari “hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Balitbangkes tahun 2018 menyatakan bahwa Insiden diare balita di Indonesia adalah 6,7 % dan di Provinsi Lampung ada sebanyak 2678 kasus diare yang terjadi pada anak. Tujuan pemberian terapi untuk mengetahui efektivitas sebelum dan setelah dilakukan pemberian  madu pada anak diare . Rancangan studi kasus (case study) menggunakan 2 subjek yang berdomisili di Margorejo Lampung Selatan Tahun 2021.metode yang digunakan adalah mendeskripsikan dalam bentuk review kasus yang menganalisis suatu masalah asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami diare. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa setelah dilakukan penerapan terapi madu terjadi penurunan frekuensi diare pada anak. Terapi pemberian madu pada anak diare dapat digunakan untuk membantu menurunkan frekuensi diare pada anak  selain dengan terapi obat-obatan Kata Kunci: Diare, Anak, Madu ABSTRACT Diarrhea is the top 10 causes of death. In 2012 there were 1.5 million deaths due to diarrhea (WHO, 2013) Throughout 2012, there were about 5 million babies died in the first year of life. 12% of this figure is caused by diarrhea). Data on diarrhea obtained from "Basic Health Research results (Riskesdas) Balitbangkes in 2018 stated that the incidence of diarrhea in children under five in Indonesia was 6.7% and in Lampung Province there were 2678 cases of diarrhea that occurred in children. The purpose of therapy is to determine the effectiveness before and after giving honey to children with diarrhea. The case study design uses 2 subjects who are domiciled in Margorejo, South Lampung in 2021. Data analysis was carried out using descriptive analysis and nursing care. The results of the case study showed that after the application of honey therapy there was a decrease in the frequency of diarrhea in children. Honey therapy in children with diarrhea can be used to help reduce the frequency of diarrhea in children in addition to drug therapy. Keywords: Diarrhea, Children, Honey
Efektivitas Edukasi Pencegahan Napza Oleh Mahasiswa Kedokteran Dalam Meningkatkan Pengetahuan Generasi Muda Terkait Napza Hanna Tabita Hasianna Silitonga; Minarni Wartiningsih; Etha Rambung; Cempaka Harsa Sekarputri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.5157

Abstract

ABSTRAK Narkoba atau NAPZA merupakan tantangan serius bagi generasi muda Indonesia. Kurangnya pengetahuan akan obat-obatan berbahaya ini dan dampaknya yang serius baik dari segi kesehatan dan ancaman hukum dapat menjadi salah satu faktor penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda. Salah satu komunitas yang menaungi banyak anak muda adalah Pelayanan Kasih Anak Bangsa. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh para anggota komunitas yaitu terbatasnya pengetahuan mitra tentang narkoba. Solusi dari permasalahan tersebut yang sudah disepakati dengan mitra adalah edukasi tentang narkoba, pemberian poster yang melibatkan mahasiswa kedokteran dalam menyampaikan materi terkait jenis narkoba, dampak narkoba dan pencegahan penyalahgunaan narkoba yang disampaikan kepada 30 orang peserta. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan  terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan (p=0,000). Sesudah mendapatkan materi dan tanya jawab, pengetahuan peserta terkait NAPZA semakin meningkat dari nilai rata-rata pre-test sebesar 70 menjadi nilai post-test dengan rata-rata 92,67. Hal ini menunjukkan edukasi yang dilakukan oleh mahasiswa kedokteran efektif untuk meningkatkan pengetahuan peserta. Saran kedepannya agar terdapat peran serta dari keluarga dan pemangku kebijakan lainnya untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Kata Kunci: Sosialisasi, Narkoba, Remaja, Pengetahuan, Pencegahan  ABSTRACT Drugs abuse are a serious challenge for Indonesia's young generation. Lack of knowledge about these dangerous drugs and their serious effects both in terms of health and legal threats can be one of the factors of drug abuse among young people. One of the communities that serves many young people is Pelayanan Kasih Anak Bangsa. This community service aims to overcome the problems faced by community members, namely the limited knowledge of partners about drugs. The solutions to these problems that have been agreed with partners are education about drugs and giving posters. All activities will involve medical students in conveying material related to types of drugs, the impact of drugs and prevention of drug abuse which are delivered to 30 participants. The results of community service show that there are differences in knowledge before and after the activity (p=0,000). After receiving the material and asking questions, participants' knowledge about drugs increased from the average pre-test value of 70 to the average post-test value of 92.67 This shows that the education conducted by medical students is effective in increasing participants' knowledge. Suggestion for the future, participation of families and other policy makers is very important to prevent drug abuse among the younger generation. Keywords: Socialitation, Drugs, Adolescent, Knowledge, Prevention
Perawatan, Persiapan dan Praktek Memandikan Jenazah pada Remaja Masjid Al-Ikhlas Griya Caraka Cirebon Erida Fadila; Ela Sri Solihah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5784

Abstract

ABSTRAK Memandikan jenazah menjadi tindakan pertama yang harus dilakukan umat islam, sebelum mengkafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah. fardhu kifayah merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan apabila tidak ada seorangpun yang melakukan hal tersebut maka seluruh penduduk di sekitar kediaman jenazah tersebut akan berdosa. Oleh  karena itu, memandikan jenazah merupakan keharusan yang mesti dikerjakan. Dan apabila hal tersebut telah dilaksanakan, maka putuslah kewajiban penduduk muslim setempat. Tujuan Menciptakan generasi yang faham proses pengurusan jenazah muslim menurut ajaran agama islam. Mengadakan kemitraan dengan Institusi Stikes Ahmad Dahlan Cirebon serta Remaja masjid Griya Caraka. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dan praktek. Hasil yang didapatkan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam memandikan jenazah. Kesimpulan para peserta penyuluhan terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan memandikan jenazah. Kata kunci: Memandikan Jenazah, Fardhu Kifayah, Perawatan Jenazah  ABSTRACT Bathing the corpse is the first act that must be done by Muslims, before covering, praying, and burying the body. Fardhu kifayah is an obligation that must be carried out if no one does this, then the entire population around the place of residence of the corpse will sin. Therefore, bathing the corpse is something that must be done. And if this has been implemented, then the obligations of the local Muslim population are cut off. The goal is to create a generation that understands the process of managing Muslim bodies in accordance with Islamic teachings. Collaborating with the Ahmad Dahlan Stikes Institute in Cirebon and the Griya Caraka Mosque Youth. The method used is counseling and practice. The results obtained increased understanding and skills in bathing corpses. The conclusion from the counseling participants was that there was an increase in understanding and skills in bathing corpses. Keywords: Bathing the Body, Fardhu Kifayah, Caring for the Body
Edukasi Imunisasi TT (Tetanus Toxoid) pada Calon Pengantin Sunarsih Sunarsih; Ana Mariza; Fijri Rachmawati; Putu Candrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6305

Abstract

 ABSTRAK Pemeriksaan kesehatan pranikah lebih memfokuskan pada kesehatan reproduksi. Salah satu bentuk pemeriksaan yang juga merupakan syarat yang harus dipenuhi adalah imunisasi Tetanus Toxoid yang bertujuan untuk mencegah tetanus neonatorum. Penyakit tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan). Angka kematian kasus (Case Fatality Rate) sangat tinggi. Pada kasus tetanus neonatorum yang tidak dirawat, angkanya mendekati 100%, terutama yang mempunyai masa inkubasi kurang dari 7 hari. Tujuan edukasi adalah untuk meningkatkan pengetahuan masayarakat tentang imunisasi TT. Edukasi dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Ratu tanggal 16 maret 2021. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari 3 tahapan yaitu pretest, pemberian materi dan post test. Terdapat peningkatkan pengetahuan calon pengantin saat post test dengan selisih nilai sebanyak 60%. Kata Kunci: Edukasi, Tetanus Neonatorum, Calon pengantin  ABSTRACT Premarital health checks are more focused on reproductive health. One form of examination that is also a requirement that must be met is the Tetanus Toxoid immunization which aims to prevent the occurrence of Tetanus Neonatorum. Tetanus Neonatorum is a disease that occurs in neonates (babies less than 1 month old). The case fatality rate is very high. In cases of untreated neonatal tetanus, the rate is close to 100%, especially those with an incubation period of less than 7 days. Purpose of the education is an increase of knowledge of the bride and groom about Tetatus Toxoid. The education was carried out in the work area of the Pakuan Ratu Health Center on March 16, 2021. The implementation of the activity consisted of 3 stages, that is pretest, giving materials and post-test. There is an increase in the knowledge of the bride and groom during the post test with a difference in value of 60% Keywords: Education, Neonatorum, Premarital

Page 50 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue