cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
Effectiveness Of Pregnancy Exercises On Reducing Back Pain In Third Trimester Pregnant Women Hasanah, Noer Ita Faixmatul; Pramudita, Merissa; Nurvitasari, Rifzi Devi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.22844

Abstract

Latar Belakang: Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan umum pada ibu hamil, khususnya trimester III yang dapat menurunkan kualitas hidup dan mengganggu aktivitas sehari – hari. Perubahan anatomi tubuh, peningkatan berat janin, serta perubahan hormonal berperan besar memicu munculnya nyeri ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas senam hamil terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.Metode: Penelitian ini menggunakan desan pre eksperimental, desain one group pretest posttest design dengan jumlah sampe sebanyak 28 ibu hamil trimester III ditentukan berdasarkan Teknik purposive sampling. penelitian ini dilaksanakan di TPMB Asmak Mukhayah pada bulan Juni dan Juli tahun 2024. Instrumen penelitian berupa NRS untuk mengukur nyeri punggung dan SOP senam hamil. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon sign rank test.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri sedang sebanyak 22 ibu hamil (78,6%), sesudah diberikan intervensi menunjukkan sebagian besar mengalami nyeri sedang sebanyak 16 ibu hamil (57,1%). Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000, yang berarti senam hamil efektif terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.Kesimpulan: Senam hamil terbukti efektif dalam menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.Saran: Bidan diharapkan mengintegrasikan senam hamil ke dalam program antenatal care secara rutin sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kenyamanan ibu hamil dan mempersiapkan kondisi fisik menghadapi persalinan. Kata Kunci: Ibu hamil trimester III, Nyeri punggung, Senam hamil ABSTRACT Background: Back pain is one of the most common complaints among pregnant women, particularly in the third trimester, which can reduce quality of life and interfere with daily activities. Anatomical changes in the body, increased fetal weight, and hormonal alterations play a major role in triggering this pain. This study aimed to analyze the effectiveness of pregnancy exercise (senam hamil) in reducing back pain among third-trimester pregnant women.Methods: This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach involving 28 third-trimester pregnant women selected using purposive sampling. The research was conducted at TPMB Asmak Mukhayah in June–July 2024. The instrument used was the Numeric Rating Scale (NRS) to measure back pain, and a standardized pregnancy exercise protocol was applied. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test.Results: The findings showed that before the intervention, most respondents experienced moderate pain (22 pregnant women, 78.6%), whereas after the intervention, the majority experienced mild pain (16 pregnant women, 57.1%). The Wilcoxon test results indicated a p-value of 0.000, demonstrating that pregnancy exercise was effective in reducing back pain among third-trimester pregnant women.Conclusion: Pregnancy exercise is proven effective in reducing back pain in third-trimester pregnant women.Recommendation: Midwives are encouraged to integrate pregnancy exercise into routine antenatal care programs as a promotive and preventive measure to enhance maternal comfort and prepare the mother’s physical condition for childbirth. Keywords: Third trimester pregnant women, Back pain, Pregnancy exercise
The Effect Of SIMEPAS Leaflet On Students Readiness For Menarche Widiastuti, Yuni; Patimah, Siti; Kusumawardhani, Shandy
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i8.22206

Abstract

Latar Belakang: Menarche merupakan peristiwa penting dalam perkembangan reproduksi remaja putri yang sering kali menimbulkan kecemasan akibat kurangnya pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapinya. Berdasarkan studi pendahuluan di SD Negeri 2 Simpang Rimba, diketahui bahwa sebagian besar siswi belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang menarche dan belum menerima informasi dari sumber terpercaya, termasuk orang tua dan guru. Upaya pendidikan kesehatan melalui media leaflet dinilai strategis untuk meningkatkan kesiapan siswi.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh leaflet SIMEPAS (Siap Menghadapi Menstruasi Tanpa Cemas) terhadap kesiapan menghadapi menarche pada siswi kelas V dan VI di SD Negeri 2 Simpang Rimba tahun 2025.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan model nonequivalent control group design. Sampel terdiri dari 36 siswi kelas V dan VI berusia 10–13 tahun, masing-masing 18 responden dari SDN 2 Simpang Rimba (kelompok eksperimen) dan SDN 1 Simpang Rimba (kelompok kontrol). Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner pengetahuan dan sikap, dan analisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.Hasil: Hasil menunjukkan bahwa intervensi leaflet SIMEPAS berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswi dalam menghadapi menarche. Uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 < α = 0,05 untuk kedua kategori.Kesimpulan: Leaflet SIMEPAS efektif meningkatkan kesiapan siswi menghadapi menarche melalui peningkatan pengetahuan dan sikap positif.Saran: Disarankan agar sekolah dan orang tua berperan aktif dalam memberikan edukasi tentang menarche kepada remaja putri. Kata Kunci: Menarche, Leaflet, Remaja Putri, Edukasi ABSTRACT Background: Menarche is a significant event in the reproductive development of adolescent girls, often causing anxiety due to a lack of knowledge and readiness. A preliminary study at SD Negeri 2 Simpang Rimba revealed that most students lacked sufficient information about menarche and had not received guidance from reliable sources such as parents or teachers. Health education through leaflets is considered a strategic effort to improve students' preparedness.Objective: This study aimed to determine the effect of the SIMEPAS leaflet (Ready to Face Menstruation Without Anxiety) on the readiness to face menarche among fifth- and sixth-grade students at SD Negeri 2 Simpang Rimba in 2025.Methods: This research employed a quasi-experimental design with a nonequivalent control group model. The sample consisted of 36 female students aged 10–13 years, with 18 students from SDN 2 Simpang Rimba (intervention group) and 18 from SDN 1 Simpang Rimba (control group). Data were collected using knowledge and attitude questionnaires, and analyzed using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests.Results: The results showed that the SIMEPAS leaflet intervention had a significant effect on improving students’ knowledge and attitudes in facing menarche. The Mann-Whitney test indicated a significance value of p = 0.000 < α = 0.05 for both categories.Conclusion: The SIMEPAS leaflet is effective in enhancing students’ readiness to face menarche by improving their knowledge and positive attitudes.Suggestion: It is recommended that schools and parents take an active role in providing education about menarche to adolescent girls. Keywords: Menarche, Leaflet, Adolescent Girls, Education
The Relationship Between Body Mass Index and Anemia with Primary Dysmenorrhea in Adolescent Girls Sari, Septi Indah Permata; Dahlia, Iis
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.22952

Abstract

Background: Primary dysmenorrhea is menstrual pain that occurs without any organic disorder and is often experienced by adolescent girls. The global prevalence reaches 60–90%, while in Indonesia, approximately 64.25% of adolescents report it. Risk factors include nutritional status (Body Mass Index/BMI) and anemia. An abnormal BMI (either underweight or overweight) is associated with hormonal disorders that can worsen pain, while iron deficiency anemia exacerbates uterine contractions through endometrial tissue hypoxia.Objective : To determine the relationship between BMI and anemia and the incidence of primary dysmenorrhea in adolescent girls.Methods: This study was conducted from January to May 2020 in Babussalam Village, Rokan Hulu Regency. This study was an observational analytic study with a cross-sectional approach. The population in this study were adolescent girls aged 12-16 years in Babussalam Village, Rokan Hulu Regency. Sampling used a total sampling technique of 50 adolescent girls who met the inclusion criteria.Results: The study found that 64.0% of adolescent girls experienced primary dysmenorrhea. Most of the adolescent girls were not anemic (58.0%), and 62.0% had a normal body mass index. The chi-square test analysis with a 95% confidence interval showed a significant relationship between body mass index (p=0.001) and anemia (p=0.003) and the incidence of primary dysmenorrhea in adolescent girls.Conclusion : BMI and anemia are significantly associated with the incidence of primary dysmenorrhea in adolescent girls, with anemia as the most influential factor.Recommendations: Adolescent girls are advised to maintain ideal nutritional status and regularly consume nutritious foods and iron supplements to prevent anemia. Schools and health workers need to increase education on reproductive health, menstrual pain management, and anemia prevention. Further research is recommended, including longitudinal designs and nutritional interventions.Keywords: Adolescents, Body Mass Index (BMI), Anemia, Dysmenorrhea
Factors That Influence Adolescent Sexual Behavior Marshelia, Sherly; Hidayah, Fika Nurul; Sari, Vianty Mutya; Kumalasary, Diyanah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.23146

Abstract

Latar Belakang: Perilaku seksual merupakan segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik terhadap lawan jenis maupun sesama jenis.Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja di MA Terpadu Suwargi Buwana Djati Kabupaten Cirebon Tahun 2024.Metode: Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional dengan jumlah populasi 188 orang dan sampel 72 orang sesuai dengan kriteria inklusi. Pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Spearman Rho dan multivariat dengan menggunakan Regresi Logistik.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p-value 0,000), sikap (p-value 0,006), peran orang tua (p-value 0,006), peran teman sebaya (p-value 0,042), media sosial (p-value 0,034) dengan perilaku seksual remaja di MA Terpadu Suwargi Buwana Djati Kabupaten Cirebon. Variabel yang paling dominan dengan perilaku seksual remaja di MA Terpadu Suwargi Buwana Djati Kabupaten Cirebon adalah Pengetahuan dengan OR 4,776Kesimpulan: terdapat hubungan yang sangat signifikan antara pengetahuan, sikap, peran orang tua, peran teman sebaya dan media sosial dengan perilaku seksual.Saran: Bagi pihak sekolah adalah melakukan inovasi dan memberikan pendidikan, pengetahuan, pemahaman dan pembinaan mengenai kesehatan reproduksi dan perilaku seksual remaja. Kata Kunci: Media Sosial, Pengetahuan, Peran Orang Tua, Peran Teman Sebaya, Perilaku Seksual, Sikap ABSTRACT Background: Sexual behavior is any behavior driven by sexual desire, whether toward the opposite sex or the same sex.Objective: To determine the factors influencing adolescent sexual behavior at Suwargi Buwana Djati Integrated Islamic High School, Cirebon Regency, in 2024.Method: This study used a cross-sectional method with a population of 188 students and a sample of 72 students meeting the inclusion criteria. Sampling was conducted using proportionate stratified random sampling. The research instrument was a questionnaire. Data analysis used Spearman's Rho and multivariate analysis using logistic regression.Results: The study showed a significant relationship between knowledge (p-value 0.000), attitude (p-value 0.006), parental role (p-value 0.006), peer role (p-value 0.042), and social media (p-value 0.034) and adolescent sexual behavior at Suwargi Buwana Djati Integrated Islamic Elementary School, Cirebon Regency. The most dominant variable associated with adolescent sexual behavior at Suwargi Buwana Djati Integrated Islamic Elementary School, Cirebon Regency was knowledge with an OR of 4,776Conclusion: There is a highly significant relationship between knowledge, attitude, parental role, peer role, and social media and sexual behavior.Recommendation: Schools should innovate and provide education, knowledge, understanding, and guidance regarding reproductive health and adolescent sexual behavior. Keywords: Attitude, Knowledge, Parental Role, Peer Role, Sexual Behavior, Social Media.  
Analysis Of The Number Of Bacteria In Baby Bottles And The Incidence Of Diarrhea In Toddlers Nurhasanah, Nurhasanah; Nurjanah, Nunung; Ratnasari, Eka; Azlillah, Azlillah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.23177

Abstract

Latar Belakang Diare merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas pada balita di seluruh dunia. Data World Health Organization (2023) kejadian diare mencapai 10% dari seluruh kematian anak dibawah lima tahun. Kasus diare Indonesia 2022 prevalensi mencapai 10,2% (Kemenkes RI, 2023). Menurut Survey Kesehatan Indonesia (2023) prevalensi diare pada bayi ≤ 1 tahun 6,4% dan pada Balita 1-4 tahun mencapai 7,4% pada kelompok usia 12-59 bulan terdapat 5,8% kasus. Kota Cirebon mendapatkan 8.563 kasus diare dan 30.706 kasus diare di Kabupaten Cirebon (2021). Tingginya angka ini menjadikan diare sebagai salah satu penyebab kematian balita setelah pneumonia. Salah satu penyebab utama penularan agen penyebab diare adalah melalui kontaminasi botol susu yang dapat menyebabkan infeksi gastrointestinal.Tujuan Penelitian menganalisis hubungan bakteri pada botol susu dengan kejadian diare pada balita. Metode penelitian ini merupakan Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observassional analitik dengan pendekatan cross sectional. Tahapan penelitian ini dilakukan mulai dari uji laboratorium swab botol susu, dan pengumpulan data kejadian diare pada balita dalam 2 bulan terakhir. Populasi adalah seluruh Ibu Balita (8-24 bulan) Sampel menggunakan Acidental Sampling dengan pengambilan sampel dibatasi pada sampel minimal korelasi sebanyak 30 ibu balita. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariate dengan bantuan SPSS.Hasil penelitian menunjukkan jumlah bakteri dengan kejadian diare diperoleh p-value = 0,200 (≥ 0,05). Kesimpulan tidak terdapat hubungan antara jumlah bakteri botol susu dengan kejadian diare. Saran menjaga kebersihan botol susu dengan mencuci dan mensterilkan secara benar serta tetap memberikan ASI eksklusif untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak. Kata kunci: Bakteri, Balita, Bayi,  Botol Susu, Diare ABSTRACT Background Diarrhea is one of the causes of morbidity and mortality in toddlers worldwide. Data from the World Health Organization (2023) shows that diarrhea accounts for 10% of all deaths in children under five years of age. The prevalence of diarrhea cases in Indonesia in 2022 reached 10.2% (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2023). According to the Indonesian Health Survey (2023), the prevalence of diarrhea in infants ≤ 1 year was 6.4% and in toddlers 1-4 years old reached 7.4%, with 5.8% of cases in the 12-59 month age group. Cirebon City experienced 8,563 cases of diarrhea and Cirebon Regency 30,706 cases (2021). These high numbers make diarrhea one of the leading causes of infant mortality after pneumonia. One of the main causes of transmission of diarrhea-causing agents is through contaminated milk bottles, which can cause gastrointestinal infections.The purpose of this study was to analyze the relationship between bacteria in baby bottles and diarrhea in toddlers. This study used a quantitative, observational, and analytical cross-sectional approach. The research phase began with laboratory testing of baby bottle swabs and data collection on diarrhea in toddlers over the past two months. The population was all mothers of toddlers (8-24 months). The sample used acid-identical sampling, with a minimum sample size of 30 mothers. Univariate and bivariate analyses were used using SPSS.The results showed that the number of bacteria in baby bottles correlated with diarrhea, with a p-value of 0.200 (≥ 0.05). Conclusion: There is no relationship between the number of bacteria in baby bottles and diarrhea. Suggestions include maintaining bottle hygiene by washing and sterilizing them properly, and continuing to provide exclusive breastfeeding to boost children's immune systems. Keywords: Bacteria, Toddler, Baby, Milk Bottle, Diarrhea
Application Of Feeding Rules And Tui Na Massage To Overcome Eating Difficulties In Toddlers Yuliana, Fitri; Rahmah, Elfa Olivia; Darsono, Putri Vidiasari; Kusvitasari, Hairiana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i8.20950

Abstract

Background: Decreased appetite or difficulty eating in toddlers can have an impact on the growth and development stages because during this period nutrition is very much needed for daily activities. Symptoms of difficulty eating can occur in around 60.3% of toddlers aged 2-3 years so that to overcome this problem, structured eating rules are needed so that parents have guidance in feeding their children, in addition toddlers also need to get touch in the form of massage to facilitate digestion and blood circulation so that appetite increases and nutrient absorption in the body becomes more optimal.Objective: Analyzing the application of feeding rules and tui na massage to eating difficulties in toddlers aged 2-3 years.Methods: This type of research is Pre-experimental with a one group pretest posttest design, the target of this research is 15 toddlers who have difficulty eating, the instruments used are questionnaires and checklists, then the data is analyzed using the Wilcoxon test.Signed Rank Test.Results: The nutritional status of toddlers who experience eating difficulties is on average in the normal category (80%), the application of feeding rules and tui na massage has a significant effect on reducing eating difficulties in toddlers with test resultsWilcoxon Signed Rank Testobtained a Sig. value (2-tailed) of 0.001 which is smaller than 0.05, after being given treatment, eating difficulties in toddlers decreased by 80%.Conclusion: Based on the research results, it can be concluded that the combination of optimal application of feeding rules by parents and tui na massage can be used as an alternative solution in overcoming eating difficulties in toddlers, because toddlers' meal schedules become more structured, helping to train proper eating regulation and helping toddlers become more relaxed and sleep better. Keywords: Difficulty Eating, Feeding Rules, Tui Na Massage  ABSTRAK : PENERAPAN FEEDING RULES DAN PIJAT TUI NA UNTUK MENGATASI KESULITAN MAKAN PADA BALITA Latar Belakang: Penurunan nafsu makan atau kesulitan makan pada balita dapat berdampak pada tahapan tumbuh kembang karena pada periode tersebut nutrisi sangat diperlukan untuk aktivitas sehari-hari. Gejala kesulitan makan dapat terjadi sekitar 60,3% pada balita usia 2 – 3 tahun sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu aturan makan terstruktur agar orangtua memiliki panduan dalam memberikan makan pada anak, selain itu balita juga perlu mendapatkan sentuhan dalam bentuk pijat agar memperlancar pencernaan dan peredaran darah agar nafsu makan meningkat dan serapan nutrisi dalam tubuh menjadi lebih optimal.Tujuan: Menganalisis penerapan feeding rules dan pijat tui na terhadap kesulitan makan pada balita usia 2-3 tahun.Metode: Jenis penelitian ini adalah Pre-experimental dengan rancangan one group pretest posttest, sasaran penelitian ini yaitu balita yang mengalami kesulitan makan sebanyak 15 orang, instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan daftar tilik, kemudian data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil: Status gizi balita yang mengalami kesulitan makan rata-rata dalam kategori normal (80%), penerapan feeding rules dan pijat tui na berpengaruh signifikan terhadap penurunan kesulitan makan pada balita dengan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05, setelah diberikan perlakuan kesulitan makan pada balita mengalami penurunan sebesar 80%.Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi penerapan feeding rules oleh orangtua secara optimal dan pijat tui na dapat dijadikan sebagai alternatif solusi dalam mengatasi kesulitan makan pada balita, karena jadwal makan balita menjadi lebih terstruktur, membantu melatih regulasi makan yang tepat dan membantu balita menjadi lebih rileks, serta tidur lebih nyenyak. Kata Kunci: Feeding Rules, Kesulitan Makan, Pijat Tui Na 
The Effect Of Postnatal Yoga Intensity On The Mental Health Of Postpartum Mothers Hasanah, Siti Noor; Friscila, Ika; Wijaksono, Muhammad Arief; Maolinda, Winda
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.23143

Abstract

Latar Belakang: Perubahan fisik, hormonal, dan emosional yang terjadi pada masa ini sering kali mempengaruhi kesehatan mental ibu. Aktivitas fisik dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan. Ibu nifas sangat rentan terjadi gangguan psikologis karena adanya perubahan peran dan tanggung jawab. Gangguan psikologis yang tidak dikelola maka akan berdampak buruk terhadap ibu nifas. Dalam upaya menjaga keseimbangan mental selama masa nifas, berbagai pendekatan telah dikembangkan, salah satunya adalah melalui aktivitas fisik seperti yoga.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh intensitas postnatal yoga terhadap kesehatan mental ibu nifasMetode:  Desain penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan menggunakan model nonequivalent control group design. Instrumen penelitian kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale. Teknik pengumpulan data adalah memberikan kuesioner sebagai pretest pada responden pada hari pertama pertemuan, kemudian selama 2 minggu responden mengikuti postnatal yoga, selanjutnya responden mengisi kuesioner sebagai posttest pada responden pada hari terakhir pertemuan.Hasil: Secara statistik didapatkan P-value =0,000 (<0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor kesehatan mental ibu nifas sebelum (Pretest) dan sesudah (Posttest) diberikan Terapi Yoga Postnatal.Kesimpulan: Terapi Yoga Postnatal terbukti sangat efektif secara signifikan dalam mengurangi tingkat gejala depresi pascapersalinan (menurunkan skor EPDS) pada kelompok ibu nifas.Saran: Disarankan perlu penelitian lanjutan tentang minat, motivasi dan faktor penghambat ibu nifas dalam mengikuti postnatal yoga. Kata Kunci : Ibu Nifas, Kesehatan Mental, Postnatal, Yoga ABSTRACT Background: Physical, hormonal, and emotional changes that occur during this time often affect a mother's mental health. Physical activity can reduce stress and improve health. Postpartum mothers are highly vulnerable to psychological disorders due to changes in roles and responsibilities. Psychological disorders that are not managed can have negative effects on postpartum mothers. In efforts to maintain mental balance during the postpartum period, various approaches have been developed, one of which is through physical activities such as yoga.Purpose:  to determine the effect of postnatal yoga intensity on the mental health of postpartum mothersMethods:  This research design uses a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design model. Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) research questionnaire instrument. The data collection technique involved administering the questionnaire as a pretest to respondents on the first day of the meeting, then the respondents participated in postnatal yoga for 2 weeks, and finally, the respondents completed the questionnaire as a posttest on the last day of the meeting.Results: Statistically, a P-value of 0.000 (<0.05). There is a statistically significant difference between the mental health scores of postpartum mothers before (Pretest) and after (Posttest) receiving Postnatal Yoga Therapy.Conclusion: Postnatal Yoga Therapy has been proven to be significantly effective in reducing the level of postpartum depression symptoms (lowering EPDS scores) in the group of postpartum mothers.Suggestions; It is recommended that further research be conducted on the interests, motivations, and inhibiting factors for postpartum mothers in participating in postnatal yoga. Keywords: : Mental Health, Postpartum Mothers, Postnatal, Yoga
Factors Influencing Early Complementary Feeding (ECF) Among Infants Aged 6-12 Months At Independent Midwifery Practice (IMP) Dian Mustika, Natar Sub-District, South Lampung Regency Aniati, Aniati; Utami, Vida Wira; Rosmiyati, Rosmiyati; Iqmi, Ledy Oktaviani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.11760

Abstract

 Latar belakang : Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif di dunia masih rendah. Rata- rata pemberian ASI eksklusif di dunia berkisar 38%, di Indonesian tahun 2021 sebesar 56,9%, di Provinsi Lampung yaitu 73,6%, di Kabupaten Lampung Selatan yaitu 57,5%, sedangkan di Puskesmas Natar Kabupaten Lampung Selatan sebesar 48,6%. PMB Dian Mustika merupakan salah satu PMB di wilayah kerja Puskesmas Natar Kabupaten Lampung Selatan, dimana di PMB tersebut paling sering dijumpai bayi usia 0-6 bulan yang telah diberikan MP-ASI dini. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dini pada bayi usia 6-12 bulan di PMB Dian Mustika Tahun 2023”.Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan survey analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan yang berkunjung di PMB Dian Mustika, dengan jumlah sampel sebanyak 63 orang, dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Uji stastistik menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian : Diperoleh.terdapat hubungan pengetahuan (p-value = 0,000 dan OR= 8,286), pendidikan (p-value = 0,001 dan OR = 7,043), sosial budaya (p-value = 0,002 dan OR= 6,494), peran petugas kesehatan (p-value = 0,002 dan OR= 6,494) dengan pemberian MP-ASI dini. Untuk itu diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan edukasi kepada masyarakat terutama ibu yang memiliki bayi dibawah usia 6 bulan tentang resiko pemberian MP-ASI dini pada bayi melalui penyuluhan kesehatan saat kegiatan posyandu.Saran : Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan edukasi kepada masyarakat terutama ibu yang memiliki bayi dibawah usia 6 bulan tentang resiko pemberian MP-ASI dini pada bayi melalui penyuluhan kesehatan saat kegiatan posyandu. Kata Kunci : faktor MP-ASI dini, pengetahuan, pendidikan, sosial budaya, peran petugas kesehatan ABSTRACT Background: Exclusive Breastfeeding (EBF) rates worldwide remain low. The global average for exclusive breastfeeding is around 38%, 56.9% in Indonesia in 2021, 73.6% in Lampung Province, 57.5% in South Lampung Regency, and 48.6% in Natar Primary Health Care (“Puskesmas”), South Lampung Regency. IMP Dian Mustika is one of the Independent Midwifery Practices (IMPs) in the working area of Natar Community Health Center, South Lampung Regency, where infants aged 0-6 months who have been introduced to early complementary feeding (ECF) are frequently encountered. Therefore, the aim of this study is to identify the factors influencing early complementary feeding (ECF) in infants aged 6-12 months at IMP Dian Mustika in 2023.Research Method: This study employed a quantitative approach with an analytic survey design and cross-sectional time frame. The population includes all mothers with infants aged 6-12 months visiting IMP Dian Mustika, with a sample size of 63 individuals using total sampling technique. Chi-square test was employed for statistical analysis.Research Findings: The results indicate a significant association between knowledge (p-value = 0.000 and OR = 8.286), education (p-value = 0.001 and OR = 7.043), socio-cultural factors (p-value = 0.002 and OR = 6.494), and the role of healthcare providers (p-value = 0.002 and OR = 6.494) with early complementary feeding (ECF) practices. Therefore, it is recommended that healthcare professionals enhance education, particularly for mothers with infants under 6 months, regarding the risks of early complementary feeding through health education during integrated health post (posyandu) activities.Recommendations: It is advised that healthcare providers enhance education, particularly for mothers with infants under 6 months, regarding the risks of early complementary feeding through health education during integrated health post (“posyandu”) activities. Keywords: ECF factors, knowledge, education, socio-cultural factors, healthcare provider role 
The Impact Of Pregnancy Myths On The Health Of The Mother And Fetal Setyoputri, Zahrotun Nisa’; Inggrian, Dela Melia
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i8.21623

Abstract

Latar Belakang: Kebudayaan di Indonesia memiliki nilai yang sejalan dengan kehidupan masyarakat, yaitu nilai religius, nilai toleransi, dan nilai peduli sosial. Faktor - faktor sosial budaya khususnya mitos-mitos yang masih berlaku di suatu daerah tertentu merupakan salah satu penyebab komplikasi ibu hamil, bersalin dan nifas. Mitos – mitos tentang kehamilan telah masuk ke dalam kepercayaan tradisional. Ada beberapa kesalah pahaman yang menjadikan ibu hamil merasa tenang secara psikologis, tetapi banyak juga yang dapat menimbulkan masalah kesehatan untuk ibu hamil.Tujuan: Menganalisis banyaknya mitos tentang kehamilan yang masih beredar di masyarakat dan memiliki dampak untuk kesehatan ibu dan janin.Metode: Penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif dan tinjauan pustaka, penelitian ini meneliti berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan kesalahpahaman tentang mitos kehamilan dan dampaknya terhadap kesehatan.Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa mitos terkait dengan pantangan makanan, menentukan jenis kelamin bayi serta aktivitas fisik yang masih banyak diyakini oleh masyarakat tanpa memiliki dasar ilmiah.Kesimpulan: Beberapa Mitos dapat menghambat ibu hamil dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengakses layanan kesehatan yang dibutuhkan.Saran: Edukasi berbasis bukti ilmiah sangat dibutuhkan untuk menangkal mitos yang memiliki risiko. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan; Kesehatan Ibu dan Janin; Mitos Kehamilan ABSTRACT Background: Indonesian culture has values that align with the lives of its people, namely religious values, tolerance, and social care . Socio-cultural factors, especially myths that still prevail in certain regions, are one of the causes of complications in pregnancy, childbirth, and postpartum . Myths about pregnancy have entered traditional beliefs. There are several misconceptions that make pregnant women feel psychologically calm, but many can also cause health problems for pregnant women.Purpose: To analyze the many myths about pregnancy that are still circulating in society and have an impact on the health of the mother and fetus.Methods: This study is a qualitative approach and literature review, this study examines various scientific sources related to misunderstandings about pregnancy myths and their impact on health.Results: This study shows that several myths related to food taboos, determining the sex of the baby and physical activity are still widely believed by the public without any scientific basis.Conclusion: Some myths can hinder pregnant women from meeting their nutritional needs and accessing the necessary health services.Suggestions: Evidence-based education is essential to dispel myths that carry risks. Keywords: Health Education; Maternal and Fetal Health; Pregnancy Myths
The Relationship Knowledge And Attitude Of Women Of Reproductive Age (WUS) To Early Marriage In The Village Area Of Pendada District Bandar Lampung City Rahmawati, Yesi; Sunarsih, Sunarsih; Astriana, Astriana; Nurliani, Nurliani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.11901

Abstract

Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh pria dan wanita yang masih berada dibawah umur. Pemerintah  menetapkan usia ideal menikah diatas 19 tahun. Namun dalam praktiknya didalam masyarakat sekarang ini masih banyak dijumpai sebagian masyarakat yang melangsungkan pernikahan di usia muda atau di bawah umur. Berdasarkan data badan pusat statistik menurut Provinsi tahun 2022 proporsi WUS yang berstatus kawin atau berstatus hidup bersama sebelum umur 18 tahun di Provinsi lampung sebanyak 8,14%, sehingga Provinsi Lampung berada di urutan ke 8 dari 34 Provinsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur (WUS) terhadap Pernikahan Usia Dini di Wilayah Kelurahan Pidada Kecamatan PanjangKota Bandar Lampung. Desain penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Dilakukan dari mei sampai dengan juni terhadap 109 orang responden dimana pengumpulan data menggunakan kuesioner kemudian dianalisa dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi karakteristik, pengetahuan dan sikap. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis berdasarkan hasil analisis bivariat bahwa ada hubungan yang signifikan pengetahuan di dapatkan nilai (p value=0,000 dan sikap di dapatkan nilai (p value=0,000) terhadap pernikahan usia dini.Pengetahuan yang kurang dan sikap negatif dari WUS berhubungan dengan terjadinya pernikahan usia dini di wilayah kelurahan pidada kecamatan panjang kota Bandar lampung. Saran diharapkan puskesmas wilayah setempat dapat mengedukasi Wanita Usia Subur (WUS) khususnya yang berada di wilayah kelurahan pidada kecamatan panjang tentang dampak negatif yang akan terjadi dari pernikahan yang dilakukan di usia  dini. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap ,Pernikahan Usia Dini, WUS ABSTRACT Early marriage is a marriage carried out by men and women who are underage. The government's ideal age to marry is over 19 years. However, in practice in today's society there are still many people who marry at a young age or underage. Based on statistical center data by Province in 2022 the proportion of WUS who were married or living together before the age of 18 in Lampung Province was 8.14%, so that Lampung Province was ranked 8th out of 34 Provinces. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of women of childbearing age (WUS) towards early marriage in the Pidada Village area, Panjang District, Bandar Lampung City. The research design was carried out quantitatively with a cross sectional approach. It was carried out from May to June for 109 respondents where data was collected using a questionnaire and then analyzed and presented in the form of a distribution table of characteristics, knowledge and attitudes. Data were analyzed using the Chi Square test The results of the research conducted by the authors based on the results of bivariate analysis show that there is a significant relationship between knowledge and values (p value = 0.000) and attitudes (p value = 0.000) to early marriage. Lack of knowledge and negative attitudes from WUS are related to the occurrence of early marriages in the Kelurahan Pidada Panjang sub-district, Bandar Lampung cit Suggestions are that local community health centers can educate women of childbearing age (WUS), especially those in the Pidada sub-district, Panjang subdistrict, about the negative impacts that will happen from marriages carried out at an early age. Keywords: Knowledge, Attitudes, Early Marriage, WUS   

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue