cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
The Effect Of Virgin Coconut Oil (VCO) Usage On Diaper Rash Healing In Newborn Babies Septianingsih, Triana; Yantina, Yuli; Isnaini, Nurul
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i9.11725

Abstract

Pendahuluan: Dermatitis popok adalah peradangan pada lapisan kulit terluar, terutama epidermis, terutama di area dan lipatan popok, akibat kontak yang terlalu lama dengan urine dan feses, serta gesekan antara kulit dan bahan popok sekali pakai. Di Indonesia, ruam popok pada bayi memengaruhi sekitar 10 persen populasi. Sementara itu, di Kota Metro, selama Februari hingga Mei 2023, terdapat 24 (12%) bayi yang mengalami iritasi kulit akibat penggunaan popok (ruam popok).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Minyak Kelapa Murni (VCO) terhadap upaya penyembuhan ruam popok pada bayi baru lahir di Puskesmas Margorejo, Kota Metro.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pra-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Populasi penelitian meliputi seluruh bayi baru lahir yang mengalami ruam popok di wilayah kerja Puskesmas Margorejo, Kota Metro selama bulan Maret 2023, yang dipilih dari lima Poskeskel. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling, dengan jumlah sampel 30 responden. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan VCO, dan variabel terikatnya adalah ruam popok pada bayi baru lahir. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Wilcoxon.Hasil: Sebelum pemberian minyak kelapa murni (VCO), bayi mengalami ruam popok sedang dengan skor rata-rata 2,20. Setelah pemberian VCO, terjadi penurunan keparahan ruam popok dari sedang menjadi ringan, dengan skor rata-rata 1,33. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p sebesar 0,000 (<0,05), yang menunjukkan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan minyak kelapa murni terhadap derajat ruam popok pada bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas Margorejo Kota Metro.Kesimpulan: Minyak kelapa murni (VCO) dapat digunakan oleh ibu untuk mengatasi ruam popok pada bayinya maupun untuk mengatasi masalah kulit lainnya. Kata kunci: Bayi baru lahir, ruam popok, minyak kelapa murni ABSTRACT Introduction: Diaper dermatitis is an inflammation of the outermost layer of the skin, mainly the epidermis, especially in the diaper area and folds, resulting from prolonged contact with urine and feces, as well as friction between the skin and disposable diaper materials. In Indonesia, diaper rash in infants affects around 10 percent of the population. Meanwhile, in Metro City, during February to May 2023, there were 24 (12%) infants who experienced skin irritation due to diaper usage (diaper rash).Objective: The study aimed to determine the effect of using Virgin Coconut Oil (VCO) on diaper rash healing efforts in newborn babies at Margorejo Health Center in Metro City.Method: This was a pre-experimental quantitative study with a one-group pretest-posttest design. The population included all newborn babies who experienced diaper rash in the working area of Margorejo Health Center in Metro City during March 2023, selected from five “Poskeskel”. The sampling technique employed Accidental Sampling, with a sample size of 30 respondents. The independent variable in this study was the application of VCO, and the dependent variable was diaper rash in newborn babies. Bivariate analysis was conducted using the Wilcoxon test.Results: Before the application of Virgin Coconut Oil (VCO), the infants experienced moderate diaper rash with an average score of 2.20. After the application of VCO, there was a decrease in diaper rash severity from moderate to mild, with an average score of 1.33. The Wilcoxon test yielded a p-value of 0.000 (<0.05), indicating a significant difference between before and after the intervention. Thus, it can be concluded that there is an influence of using virgin coconut oil on the degree of diaper rash in newborn babies in the working area of Margorejo Health Center in Metro City.Conclusion: Virgin Coconut Oil (VCO) can be used by mothers to address diaper rash in their infants or to address other skin issues. Keywords: Newborn babies, diaper rash, virgin coconut oil
Utilisation Of The KIA Book Use On Knowledge And Behavior During Pregnancy Utami, Suci; Pratami, Intan Monik
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i9.21746

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu (AKI) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Sebagai respons terhadap target global seperti Sustainable Development Goals (SDGs), pemerintah Indonesia mendorong pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu selama kehamilan. Namun, pemanfaatan dan efektivitas Buku KIA masih belum optimal.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan dan perilaku ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Jatibarang, Kabupaten Brebes, pada tahun 2024.Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan sampel sebanyak 197 ibu hamil yang dipilih menggunakan rumus Slovin dari populasi 314 orang. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman untuk melihat hubungan antara variabel pemanfaatan Buku KIA, pengetahuan, dan perilaku ibu hamil.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,40% ibu hamil memanfaatkan Buku KIA dengan baik, 54,20% memiliki pengetahuan dalam kategori cukup, dan 94,40% menunjukkan perilaku kesehatan positif. Namun, analisis korelasi Spearman menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan (ρ = 0,009; p = 0,899), pemanfaatan Buku KIA dengan perilaku (ρ = -0,006; p = 0,933), maupun antara pengetahuan dengan perilaku ibu hamil (ρ = 0,132; p = 0,065). Meskipun terdapat kecenderungan positif antara pengetahuan dan perilaku, hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik.Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan Buku KIA secara fisik saja belum cukup untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku ibu hamil. Faktor lain seperti tingkat literasi, pendampingan tenaga kesehatan, serta dukungan keluarga atau sosial berperan penting. Optimalisasi Buku KIA sebagai media edukasi memerlukan pendekatan pendidikan kesehatan yang terstruktur, konseling yang mendukung, dan keterlibatan aktif tenaga kesehatan dengan pendekatan andragogi. Kata Kunci: Buku KIA, pengetahuan, perilaku kesehatan ABSTRACT Background: Maternal mortality remains a significant public health challenge, particularly in low- and middle-income countries. In response to global initiatives such as the Sustainable Development Goals (SDGs), the Indonesian government promotes the use of the Maternal and Child Health (KIA) Book to improve maternal knowledge and behavior during pregnancy. However, the utilization and effectiveness of the KIA Book remain suboptimal.Objective: This study aims to examine the relationship between the utilization of the KIA Book and pregnant women's knowledge and behavior in the working area of the Jatibarang Brebes Health Center in 2024.Methods: This quantitative study involved 197 pregnant women selected through Slovin's formula from a population of 314. Primary data were collected via questionnaires and analyzed using Spearman correlation tests to assess relationships among the variables: KIA Book utilization, knowledge, and behavior.Results: The study found that 62.40% of pregnant women demonstrated good utilization of the KIA Book, 54.20% had moderate knowledge, and 94.40% exhibited positive health behavior. However, Spearman correlation analysis showed no significant relationships between KIA Book utilization and knowledge (ρ = 0.009, p = 0.899), utilization and behavior (ρ = -0.006, p = 0.933), nor knowledge and behavior (ρ = 0.132, p = 0.065). Although a positive trend was observed between knowledge and behavior, it was not statistically significant.Conclusion: The findings suggest that the use of the KIA Book alone is insufficient to improve knowledge and behavior among pregnant women. Other influencing factors such as literacy level, health worker facilitation, and family or social support may play more substantial roles. Optimizing the KIA Book as an educational tool requires structured health education, supportive counseling, and active involvement of healthcare providers using adult learning principles. Keywords: KIA Book, knowledge, behavior health.
Differences In Knowledge And Attitudes Of Pregnant Women In The Thirty Trimester Regarding Labor Pain Management With Complementary Therapy Through The Development Of Interactive E-Module Media Dianna, Dianna; Fitriani, Henny; Damayanti, Dini Fitri; Putri, Devita Cahyani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i9.21107

Abstract

Latar Belakang: Seiring berlangsungnya proses pembukaan dan penipisan serviks, nyeri yang dirasakan oleh setiap ibu yang melahirkan akan semakin meningkat. Dari hal tersebut maka ibu hamil harus diberikan edukasi tentang bagaimana manajemen nyeri persalinan kala I. Salah satu media pembaruan yang dapat dikembangkan pada era digitalisasi 4.0 yaitu e-modul interaktif.Tujuan: Menganalisis perbedaan pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester III tentang manajemen nyeri persalinan dengan terapi komplementer melalui media e-modul interaktif.Metode: Menggunakan metode quasy eksperimen, pendekatan pre & posttest without control group design pada 40 ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Segedong, menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Hasil penelitian diperoleh nilai p-value =<0,001 menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester III tentang manajemen nyeri persalinan dengan terapi komplementerKesimpulan: Terdapat perdedaan pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester III tentang manajemen nyeri persalinan dengan terapi komplementer melalui pengembangan media e-modul interaktifSaran: Pemanfaatan media dan referensi dalam penyuluhan saat kelas ibu hamil atau posyandu serta sebagai sumber pengetahuan. Kata Kunci : E-Modul, Komplementer, Nyeri, Pengetahuan, Sikap ABSTRACT Background: As the process of cervical opening and thinning progresses, the pain felt by every mother who gives birth will increase. From this, pregnant women must be given education on how to manage labor pain in the first stage. One of the media updates that can be developed in the era of digitalization 4.0 is interactive e-modules.Purpose: Analyzing the differences in knowledge and attitudes of pregnant women in the third trimester regarding labor pain management with complementary therapy through interactive e-module media.Methods: Using the quasi-experimental method, pre & posttest approach without control group design on 40 pregnant women in the third trimester in the Segedong Health Center work area, using simple random sampling techniques. Data collection using questionnaires. Bivariate analysis using the Wilcoxon test.Results: The results of the study obtained a p-value = <0.001 indicating that there are differences in knowledge and attitudes of pregnant women in the third trimester regarding labor pain management with complementary therapyConclusion: There are differences in knowledge and attitudes of pregnant women in the third trimester regarding labor pain management with complementary therapy through the development of interactive e-module mediaSuggestions: Utilization of media and references in counseling during pregnancy classes or integrated health posts and as a source of knowledge. Keywords: E-Module, Complementary, Pain, Knowledge, Attitude.
The Relationship Between Perception, Media, And Peers Towards Adolescents' Decision-Making In Consuming Iron Tablets Hanisyah Putri, Nabila Amelia; Khoiroh, Nis'atul; Kurniawati, Yuni; Armynia Subratha, Hesteria Friska
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i9.22634

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi anemia yang menjadi salah satu masalah gizi utama pada remaja putri di Indonesia masih tergolong tinggi. Sehingga menjadi tantangan serius pada peningkatan kualitas kesehatan generasi mendatang. Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri diharapkan dapat memutus mata rantai stunting, mengurangi insiden anemia, hingga meningkatkan cadangan zat besi dalam tubuh remaja. Sehingga diharapkan dapat membekali remaja putri agar kelak menjadi ibu yang mampu melahirkan generasi penerus yang sehat, berkualitas, dan produktif. Mengidentifikasi dan memahami factor yang berhubungan dengan keputusan remaja dalam mengkonsumsi tablet tambah darah, dapat berkontribusi langsung dalam perancangan strategi efektif dalam rangka meningkatkan cakupan konsumsi tablet tambah darah remaja. Serta secara tidak langsung dapat memperbaiki dan meningkatkan status gizi remaja.Tujuan: Menganalisis hubungan persepsi, paparan media informasi dan teman sebaya terhadap keputusan remaja dalam mengkonsumsi tablet tambah darah.Metode:  Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode cross-sectional study, yang mengkaji hubungan variabel persepsi, paparan media informasi dan teman sebaya terhadap variabel pengambilan keputusan, Sampel penelitian ini adalah siswa SMP Muhammadiyah 2 Singaraja sebanyak 36 sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis dengan uji chi-square pada taraf signifikansi 0,05.Hasil: Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara teman sebaya dan paparan media informasi terhadap Keputusan remaja dalam mengkonsumsi tablet tambah darah. Sedangkan pada variable persepsi, tidak terdapat hubungan yang berarti terhadap Keputusan remaja dalam mengkonsumsi tablet tambah darah.Kesimpulan: Terdapat hubungan positif antara teman sebaya dan paparan media informasi terhadap keputusan remaja untuk mengkonsumsi tablet tambah darah.Saran: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi variabel terkait lainnya seperti status ekonomi keluarga, akses ke layanan keseharan, hingga budaya/kepercayaan. Kata Kunci: Media Informasi,Tablet Tambah Darah, Teman Sebaya, Persepsi, ABSTRACT Background: Anemia is one of the major nutritional problems among adolescent girls in Indonesia, with a relatively high prevalence, making it a serious challenge in efforts to improve the quality of health for future generations. The provision of iron-folic acid (IFA) supplements to adolescent girls is expected to break the cycle of stunting, reduce the incidence of anemia, and increase iron reserves in the body. This is anticipated to equip adolescent girls so that in the future they can become mothers capable of giving birth to healthy, high-quality, and productive future generations. Identifying and understanding the factors related to adolescents' decisions in consuming IFA tablets can directly contribute to the design of effective strategies to increase the coverage of IFA tablet consumption among adolescents, and indirectly improve and enhance their nutritional status.Purpose:To analyze the relationship between perception, media exposure, and peer influence on adolescents' decisions to consume IFA tablets.Methods:This research employed a quantitative design with a cross-sectional study approach, examining the relationship between perception, media exposure, and peer influence variables with decision-making. The study sample consisted of 36 students from SMP Muhammadiyah 2 Singaraja. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the chi-square test at a 0.05 significance level.Results: Thechi-square test results indicated a significant relationship between peer influence and media exposure on adolescents' decisions to consume IFA tablets. Meanwhile, the perception variable did not show a significant relationship with adolescents' decisions to consume IFA tablets.Conclusion:There is a positive relationship between peer influence and media exposure on adolescents' decisions to consume IFA tablets.Suggestion:Future research may explore other related variables such as family socioeconomic status, access to healthcare services, and cultural or belief systems. Keywords:Iron Tablets, Media Information, Peers Group, Perception
Factor-Factor What Influences Open Defecation Behavior Meutia, Reni; Diana, Sulis; Alamudi, Yusuf; Wari, Fitria Edni
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i9.21794

Abstract

Latar Belakang: Buang Air Besar Sembarangan (BASS) merupakan masalah kesehatan lingkungan yang masih umum terjadi di Indonesia dan berdampak pada penyebaran penyakit menular, terutama diare.Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku Buang Air Besar Sembarangan di Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.Metode: Studi ini menggunakan desain analitis observasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 1.015 rumah tangga di Desa Tegalrejo, dengan 225 responden yang dipilih melalui sampling acak proporsional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis melalui uji univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang secara signifikan terkait dengan perilaku Buang Air Besar di tempat terbuka meliputi tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, pekerjaan, usia, pendapatan, kepemilikan jamban, ketersediaan air bersih, peran tenaga kesehatan, dan dukungan dari pemimpin masyarakat. Faktor dominan yang mempengaruhi perilaku Buang Air Besar di tempat terbuka adalah kepemilikan jamban dan tingkat pengetahuan responden.Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan pentingnya intervensi berbasis komunitas yang mencakup pendidikan kesehatan lingkungan, peningkatan akses ke sanitasi dasar, dan keterlibatan aktif pemimpin komunitas dan tenaga kesehatan dalam mendukung program Stop BABS menuju pencapaian desa bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).Saran: Pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan perlu meningkatkan intervensi promotif dan preventif dengan memperkuat program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), khususnya pilar pertama (Stop Buang Air Besar Sembarangan). Pendekatan berbasis komunitas dan keterlibatan lintas sektor perlu diperluas untuk meningkatkan akses ke toilet yang sehat. Kata kunci: Buang Air Besar Sembarangan (BABS), Kepemilikan Toilet, Pengetahuan, Perilaku, Sanitasi. ABSTRACT Background:Open Defecation is an environmental health problem that is still common in Indonesia and has an impact on the spread of infectious diseases, especially diarrhea.Objective:This study aims to analyze the factors that influence open defecation behavior in Tegalrejo Village, Dringu District, Probolinggo Regency.Method:This study employed an observational analytical design with a cross-sectional approach, involving 1,015 households in Tegalrejo Village, resulting in 225 respondents selected through proportional random sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed through univariate, bivariate (Chi-Square test), and multivariate (logistic regression) tests.Results:The results of the study showed that variables significantly associated with defecation behavior included education level, knowledge, attitude, occupation, age, income, latrine ownership, clean water availability, the role of health workers, and support from community leaders. The dominant factors influencing defecation behavior were latrine ownership and respondents' level of knowledge.Conclusion:These findings indicate the importance of community-based interventions that include environmental health education, increasing access to basic sanitation, and actively involving community leaders and health workers in supporting the Stop BABS program towards achieving Open Defecation Free (ODF) villages.Suggestion:Regional governments and the Health Department should increase promotive and preventive interventions by strengthening the STBM program, particularly the first pillar (Stop Open Defecation). Community-based approaches and cross-sectoral engagement need to be expanded to increase access to healthy latrines. Keywords: Behavior, Knowledge, Open Defecation, Sanitation, Toilet Ownership
The Influence Of The Marmet Technique On Breast Flow In Post Partum Mothers At Rosita'S Private Midwife Practice Susilawati, Elly; Alyens, Fatiyani; Noflin, Rahma Diana; Yanti, Yanti; Permata Sari, Septi Indah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.22927

Abstract

Latar belakang : Masalah pada ibu menyusui seperti ASI tidak keluar di awal kelahiran sering ditemukan, upaya yang dapat dilakukan adalah memerah atau memompa ASIhingga bayi dapat menyusui. Salah satu teknik untuk melancarkan ASI yaitu menggunakan teknik marmet.Tujuan : tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik marmet terhadap kelancaran ASI pada ibu post partum.Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian pre eksperimental dengan rancangan post test only design control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum normal 6 jam sampai 3 hari post partum yang mengeluhkan ASI nya belum keluar, ibu yang ingin memberikan ASI ekslusif kepada bayinya, berat badan lahir bayi normal (2500-4000 gram) yang berada di wilayah Bidan Praktik Swasta Rosita Kota Pekanbaru pada bulan Maret s/d Juni 2018. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berjumlah 10 orang kelompok yang dilakukan teknik marmet dan 10 orang kelompok yang tidak dilakukan teknik marmet.Hasil : Hasil uji mann whitney menunjukkan ada pengaruh teknik marmet terhadap kelancaran ASI pada ibu post partum dengan nilai (ρ = 0,001) < α = 0,05. Hasil penelitian pada ibu post partum yang dilakukan teknik marmet memiliki nilai median lebih tinggi yaitu 12,00 dengan nilai minimum 11  dan maximum 12 dibandingkan ibu post partum yang tidak dilakukan teknik marmet memiliki nilai median 6,00 dengan nilai minimum 5 dan maximum 12.  Kesimpulan : Ada pengaruh teknik marmet terhadap kelancaran ASI pada ibu post partum di bidan praktik swasta Rosita kota pekanbaru tahun 2018. (Nilai ρ-value 0,001 < α 0,05).Saran : diharapkan bagi bidan untuk memberikan edukasi pada ibu post partum tentang teknik marmet yang berguna untuk kelancaran ASI Kata kunci : Kelancaran ASI, Teknik Marmet. ABSTRACT  Background: Problems in breastfeeding mothers such as not having breast milk come out at the beginning of birth are often found, efforts that can be made are expressing or pumping breast milk. until the baby can breastfeed. One of the techniques to promote breastfeeding is using the marmet technique.  Purpose: the purpose of this research is to find out the influence of the marmet technique on the flow of breast milk in postpartum mothers.  Method: This type of research is descriptive research.pre-experimentalwith a plan post test only design control group. The population in this study were all normal postpartum mothers 6 hours to 3 days postpartum who complained that their breast milk had not come out, mothers who wanted to give exclusive breast milk to their babies, normal birth weight babies (2500-4000 grams) who were in the area of Rosita Private Midwife Practice, Pekanbaru City in March to June 2018. Sampling usedpurposive sampling totaling 10 people in the group that did the marmet technique and 10 people in the group that didn't do the marmet technique.Results: Test resultsmann whitney shows that there is an influence of the marmet technique on the smoothness of breast milk in postpartum mothers with a value of (ρ = 0.001) < α = 0.05. The results of the study on postpartum mothers who used the marmet technique had a higher median value, namely 12.00 with a value ofminimum 11 andmaximum 12 compared to post partum mothers who did not perform the marmet technique had a median value of 6.00 with a value of minimum 5 andmaximum 12.  Conclusion: There is an influence of the marmet technique on the smooth flow of breast milk in postpartum mothers at the private midwife practice Rosita in Pekanbaru City in 2018. (ρ-value 0.001 < α 0.05). Suggestion: It is hoped that midwives will provide education to postpartum mothers about the Marmet technique which is useful for smooth breast milk flow. Keywords: Fluency of Breastfeeding, Marmet Technique. 
Factors Related To Chronic Energy Deficiency (CED) In Pregnant Women At Baradatu Health Center Girsang, Megahwati; Pangesti, Christiani Bumi; Nurhidayati, Anis
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.22826

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil berisiko menimbulkan anemia, persalinan prematur, dan gangguan perkembangan janin. Prevalensi KEK di Puskesmas Baradatu, Way Kanan, tahun 2025 mencapai 14,08%.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah tersebut.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain case-control dilakukan pada Agustus 2025, melibatkan 67 sampel ibu hamil dari 206 populasi, dipilih melalui purposive sampling (margin error 10%).Hasil: Analisis chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara KEK dengan asupan gizi (p=0,000), jarak kehamilan (p=0,002), pendapatan (p=0,020), dan pengetahuan (p=0,039). Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan signifikan dengan penyakit infeksi (p=0,392), paritas (p=0,267), pendidikan (p=0,743), dan aktivitas fisik (p=0,587).  Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa asupan gizi, jarak kehamilan, pendapatan, dan pengetahuan merupakan faktor utama terkait KEK. Hasil ini dapat menjadi dasar intervensi kesehatan untuk mencegah KEK, meskipun generalisasi temuan terbatas pada populasi lain.Saran: Upaya pencegahan disarankan difokuskan pada perbaikan gizi, edukasi kesehatan, dan konseling jarak kehamilan. Kata Kunci : Asupan gizi, jarak kehamilan, kejadian KEK, pendapatan, pengetahuan. ABSTRACT Bacground of study: Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is at risk of causing anemia, premature delivery, and fetal developmental disorders. The prevalence of CEDs at the Baradatu Health Center, Way Kanan, in 2025 reach 14.08%.Objective: This study aims to identify factors related to the incidence of CEDs in pregnant women in the region.Methods: A quantitative study with a case-control design was conducted in August 2025, involving 67 samples of pregnant women from 206 populations, selected through purposive sampling (margin of error 10%).The Result: Chi-square analysis showed a significant relationship between CEDs and nutritional intake (p=0.000), pregnancy distance (p=0.002), income (p=0.020), and knowledge (p=0.039). On the other hand, no significant associations were found with infectious diseases (p=0.392), parity (p=0.267), education (p=0.743), and physical activity (p=0.587).  Conclusion: It can be concluded that nutritional intake, pregnancy distance, income, and knowledge are the main factors related to CEDs. These results may be the basis for health interventions to prevent CEDs, although the generalization of the findings is limited to other populations.Recommendation: Prevention efforts are recommended to be focused on improving nutrition, health education, and pregnancy distance counseling. Keywords : Incidence of CED, income, knowledge, nutritional intake, pregnancy distance.
The Relationship Between Education And Employment Status And High-Risk Pregnancies Ramadhani, Karina; Fitria, Irma; Hanum, Zulfa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i8.21455

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan risiko tinggi merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kesakitan dan kematian ibu. Faktor pendidikan dan status pekerjaan ibu hamil diduga memiliki pengaruh terhadap terjadinya kehamilan risiko tinggi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan status pekerjaan dengan kejadian kehamilan risiko tinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Cot Ie Jue, Kabupaten Bireuen.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 48 ibu hamil yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pendidikan menengah ke atas (72,9%) dan sebagian besar tidak memiliki pekerjaan (62,5%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kejadian kehamilan risiko tinggi (p = 0,001). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara status pekerjaan dengan kehamilan risiko tinggi (p = 0,493).Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan ibu hamil dengan kehamilan risiko tinggi, namun tidak terdapat hubungan antara status pekerjaan dengan kehamilan risiko tinggi.Saran agar tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kepada ibu hamil, khususnya yang berpendidikan rendah, untuk mengurangi risiko kehamilan Kata Kunci : Pendidikan, Pekerjaan, Kehamilan Risiko Tinggi ABSTRACT Background: High-risk pregnancies contribute to high rates of maternal morbidity and mortality. The educational level and employment status of pregnant women are suspected to influence the occurrence of high-risk pregnancies.Objective: This study aims to determine the relationship between educational level, employment status, and the occurrence of high-risk pregnancies in the Cot Ie Jue Community Health Center working area in the Bireuen district.Methods: This study employed a quantitative, cross-sectional design. The sample consisted of 48 pregnant women who were selected using purposive sampling. Data were collected via questionnaires and analyzed using the chi-square test at a 0.05 significance level.Results: Most respondents had a secondary education or higher (72.9%), and most were unemployed (62.5%). Statistical analysis revealed a significant association between educational level and high-risk pregnancy (p = 0.001). However, no significant association was found between employment status and high-risk pregnancy (p = 0.493).Conclusion: There is a significant relationship between the educational level of pregnant women and high-risk pregnancies. However, there is no relationship between employment status and high-risk pregnancies.Suggestion that healthcare workers provide additional education to pregnant women, especially those with low educational levels, to reduce the risk of high-risk pregnancies. Keywords: Education, Employment, High-Risk Pregnancy 
Analysis Success Rate Of BPAL/M Therapy For Drug Resistant Tuberculosis Morfi, Chicy Widya; Soemarwoto, Retno Ariza; Saputra, Tetra Arya; Azka, Laisa; Wibowo, Adityo; Putranta, Naufal Rafif
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i8.22105

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang dapat dicegah dan biasanya dapat disembuhkan. Tuberkulosis menyebabkan sekitar 1,25 juta kematian di dunia pada tahun 2023. Secara global, diperkirakan terdapat 450 ribu kasus baru tuberkulosis multi-drug resistant (MDR) atau tuberkulosis rifampicin resistant (RR) pada tahun 2021. Tantangan dalam pengobatan Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO) diantaranya adalah jangka waktu pengobatan yang lebih lama menggunakan OAT lini kedua dengan berbagai efek samping yang memengaruhi kepatuhan berobat pasien. Oleh karena itu, pengobatan yang lebih singkat dengan lebih sedikit obat sangat dibutuhkan untuk mengatasi tantangan tersebut. Sejak tahun 2022, WHO telah mengumumkan pengobatan dengan paduan Bedaquiline, Pretomanid, Linezolid, dan Moksifloksasin (BPaL/M) untuk mengobati pasien TB-RO selama enam bulan.Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien TB-RO dan untuk mengetahui tingkat keberhasilan terapi pada pasien TB-RO yang mendapatkan pengobatan paduan BPaL/M di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Metode: Penelitian dilakukan menggunakan metode observasional dengan penyajian analisis deskriptif.Hasil: Karakteristik penderita tuberkulosis resisten obat terbanyak pada kelompok usia produktif yaitu rentang usia 20–44 tahun dengan jumlah 15 pasien atau sebesar 46%. Kelompok resisten primer dengan jumlah 19 pasien atau sebesar 58%. Karakteristik hasil uji kepekaan obat terbanyak pada kelompok resisten rifampicine dengan jumlah 21 pasien atau sebesar 64%. Median konversi sputum pada akhir pengobatan bulan ke-1, dengan tingkat keberhasilan terapi sebesar 83.9%.Kesimpulan: Paduan BPaL/M menghasilkan konversi sputum yang cepat sehingga sangat efektif dan dapat menjadi pilihan terapi bagi pasien TB RR/MDR/pre-XDR pada fasilitas kesehatan di Indonesia.Saran: Penelitian selanjutnya dapat membandingkan efektifitas terapi paduan BPaL/M, paduan pengobatan 9 bulan, dan paduan pengobatan jangka panjang dalam tingkat keberhasilan dan waktu konversi sputum. Kata Kunci: Keberhasilan Terapi, Paduan BPaL/M, Tuberkulosis Resisten Obat. ABSTRACT Background: Tuberculosis (TB) is a preventable and usually curable disease. In 2023, tuberculosis causes an estimated 1.25 million deaths worldwide. Globally, there are an estimated 450,000 new cases of multi-drug resistant (MDR) tuberculosis or rifampicin resistant (RR) tuberculosis by 2021. Challenges in the treatment of drug-resistant tuberculosis (DR-TB) include a longer treatment period using second-line OAT with various side effects that affect patient treatment adherence. Therefore, shorter treatment with fewer drugs is needed to overcome these challenges. Since 2022, WHO has announced treatment with Bedaquiline, Pretomanid, Linezolid, and Moxifloxacin (BPaL/M) to treat drug-resistant tuberculosis (DR-TB) patients for six months.Purpose: Knowing characteristics of DR-TB patients from 2024 to 2025 and to determine the efficacy of therapy in DR-TB patients who received BPaL/M treatment at Dr. H. Abdul Moeloek General Hospital, Lampung Province.Method: This study was an observational research with descriptive analysis.Result: The characteristics of DR-TB patients were mostly in the productive age group, range 20-44 years with a total of 15 patients or 46%. Primary resistant group with a total of 19 patients or 58%. The characteristics of drug sensitization test results were mostly in the rifampicine resistant group with a total of 21 patients or 64%. Median sputum conversion at the end of first month treatment, with the treatment success rate was 83.9%.Conclusion: BPaL/M regimen has shown rapid sputum conversion, therefore leading to a highly effective treatment option for patients with RR/MDR/pre-XDR TB in health facilities in Indonesia.Suggestions: Future studies might compare the effectiveness of BPaL/M regimen, 9-month regimen, and long-term regimen based on success rate and sputum conversion time. Keywords: Efficacy of Therapy, BPaL/M Regimen, Drug Resistant Tuberculosis.
The Effect Of Peer Group Education On The Knowledge And Attitudes Of Adolescents Regarding HIV/AIDS Prevention Nurfita, Nisa Rizki; Suminar, Erni Ratna; Aliah, Nur; Fathiyyatussabillah, Fathiyyatussabillah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.23141

Abstract

Latar  Belakang  : Remaja  merupakan  kelompok  usia  yang  rentan  terhadap  penyebaran  HIV/AIDS akibat kurangnya pengetahuan dan masih rendahnya sikap preventif terhadap perilaku berisiko. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa proporsi kasus HIV pada kelompok usia 15–24 tahun masih cukup tinggi. Prevalensi di usia 15–24 tahun pernah mencapai 25% di beberapa wilayah, sehingga dibutuhkan strategi edukasi yang efektif dan relevan dengan karakteristik remaja. Edukasi peer group menjadi salah satu pendekatan yang diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan membentuk sikap positif terhadap pencegahan HIV/AIDS.Tujuan : Mengetahui apakah edukasi peer group meningkatkan pengetahuan dan sikap preventif remaja  SMA  N 7   Kota  Cirebon  tentang  HIV/AIDS,   mengetahui   faktor  pendukung   dan  penghambat pelaksanaan  edukasi peer group dan mengetahui model pendidikan  yang paling efektif diterapkan untuk remaja di wilayah Cirebon.Metode : Penelitian   dilakukan   dengan quasi-eksperimental dengan kelompok intervensi dan kontrol, serta pendekatan pre-test dan post-test. Sampel diambil secara purposive dari siswa kelas X hingga XII, dengan jumlah masing-masing  kelompok 30 siswa. Intervensi dilakukan dalam bentuk edukasi oleh peer educator, yang memberikan materi pencegahan HIV/AIDS selama satu minggu menggunakan modul edukatif yang tervalidasi. Kuesioner penelitian ini telah teruji validitas dan reliabilitasnya.Hasil : Uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan yang bermakna antara pre test dan post test pada kelompok intervensi dengan nilai Z = -4,630 dan p = 0,000 (p < 0,05). Edukasi peer group terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS. Adanya peningkatan sikap positif siswa pada kelompok intervensi setelah diberikan edukasi peer group antara pre test dan post test. Uji Wilcoxon memperlihatkan perbedaan yang signifikan (Z = -4,626; p = 0,000). Faktor pendukung edukasi peer group di sekolah meliputi rasa solidaritas, kebersamaan, motivasi tinggi terkait rasa ingin tahu, keinginan untuk mendengar dan  pengembangan diri, berbagi pengalaman dan dukungan dari sekolah. Faktor penghambat yang muncul dari peer group, seperti kesulitan menerima individu yang berbeda, sikap tertutup, munculnya rasa iri antar anggota, adanya persaingan, hingga timbulnya pertentangan atau jarak antar kelompok sebaya. Pendekatan peer group dinilai lebih efektif diterapkan pada remaja karena siswa cenderung percaya diri, lebih terbuka, nyaman, saling memotivasi dan mampu mengembangkan solidaritas ketika berdiskusi dengan teman sebaya.Kesimpulan  : Edukasi peer group memiliki pengaruh terhadap peningkatan  pengetahuan  dan sikap remaja tentang pencegahan HIV/AIDS di SMA Negeri 7 Kota Cirebon. Kata Kunci : HIV AIDS, Pengetahuan, Remaja, Sikap, Teman Sebaya  ABSTRACT Background : Adolescents represent an age group that is vulnerable to the spread of HIV/AIDS due to limited knowledge and a low level of preventive attitudes toward risky behaviors. Data from the Ministry of Health indicate that the proportion of HIV cases among individuals aged 15–24 years remains relatively high. The prevalence within this age group has reached up to 25% in several regions, highlighting the need for effective educational strategies that are relevant to adolescent characteristics. Peer group education is considered one of the approaches that may enhance understanding and foster positive attitudes toward HIV/AIDS prevention.Purpose: This study aims to determine whether peer group education improves the knowledge and preventive attitudes of students at SMA Negeri 7 Cirebon regarding HIV/AIDS, to identify supporting and inhibiting factors in the implementation of peer group education, and to determine the most effective educational model to be applied among adolescents in the Cirebon area.Method: This research employed a quasi-experimental design with intervention and control groups, using a pre-test and post-test approach. Samples were purposively selected from students in grades X to XII, with 30 students in each group. The intervention consisted of educational sessions delivered by peer educators, whoprovided HIV/AIDS prevention materials over the course of one week using a validated educational module. The research questionnaire had been tested for validity and reliability.Results: The Wilcoxon test indicated a statistically significant difference between the pre-test and post- test results in the intervention group, with Z = -4.630 and p = 0.000 (p < 0.05). Peer group education was proven to be effective in increasing students’ knowledge about HIV/AIDS. There was also an improvement inpositive attitudes among students in the intervention group after the peer group education, as shown by a significant difference in the Wilcoxon test results (Z = -4.626; p = 0.000). Supporting factors for peer group education in schools included solidarity, togetherness, high motivation driven by curiosity, willingness  to listen and develop oneself, sharing experiences,  and school support. Inhibitingfactors identified within peer groups included difficulties in accepting individual differences, closed attitudes, feelings of jealousy among members, competition, and the emergence of conflicts or distance between peer groups. The peer group approach was considered more effective for adolescents because students tended to be more confident, open, comfortable, motivated, and capable of developing solidarity when discussing with peers.Conclusion: Peer group education has a significant effect on improving adolescents’ knowledge and attitudes regarding HIV/AIDS prevention at SMA Negeri 7 Cirebon. Keywords : Peer Group, Knowledge, Adolescent Attitude, HIV/AIDS. 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue