cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
Analisis Perbandingan Nilai SNR Dan CNR Pada Pemeriksaan MRI Wrist Joint Dengan Menggunakan Head Coil Dan Knee Coil Bhargawan, Anak Agung Gede; Widiyanti, Ni Luh Putu Ari; Astina, Kadek Yuda; Sugiantara, I Wayan Ariec
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.20749

Abstract

Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan modalitas pencitraan unggulan untuk visualisasi jaringan lunak, khususnya dalam pemeriksaan muskuloskeletal ekstremitas seperti wrist joint. Tidak semua fasilitas kesehatan memiliki wrist coil khusus, sehingga penggunaan head coil dan knee coil sebagai alternatif perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan nilai Signal-to-Noise Ratio (SNR) dan Contrast-to-Noise Ratio (CNR) pada pemeriksaan MRI wrist joint sekuens Proton Density (PD) SPAIR coronal menggunakan head coil dan knee coil. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain eksperimen one group post-test only. Enam sampel diperiksa menggunakan MRI 1,5 Tesla. Hasil uji paired t-test menunjukkan bahwa knee coil menghasilkan nilai SNR dan CNR lebih tinggi secara signifikan dibandingkan head coil pada beberapa struktur anatomi (p<0.05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa knee coil dapat digunakan sebagai alternatif coil diagnostik pada pemeriksaan MRI wrist joint, terutama di fasilitas yang tidak memiliki wrist coil khusus.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Komplikasi Retinopati Diabetik Di Rumah Sakit Bintang Amin Andriawan, Kadek; Prasetia, Toni; Yuniastini, Yuniastini; Mihardja, Laurentia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.20363

Abstract

Retinopati diabetik (RD) adalah Penyakit penyerta mikrovaskular umumnya ditemukan di penderita diabetes tipe 2 (DMT2) dan menjadi faktor pemicu utama hilangnya kemampuan melihat yang sebenarnya bisa dihindari. Peningkatan kejadian RD di Indonesia berbanding lurus dengan meningkatnya prevalensi DMT2. Salah satu faktor risiko penting dalam terjadinya penyakit penyerta tersebut adalah indeks massa tubuh (BMI). Studi ini dirancang untuk menganalisis korelasi antara BMI dengan penyakit penyerta retinopati diabetik pada pasien DMT2 Pengumpulan data dalam studi ini menggunakan analisis statistik berbasis cross-sectional yang dilaksanakan di Rumah Sakit Bintang Amin. Sampel terdiri dari 106 pasien DMT2 dengan komplikasi RD yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Dianalisis dengan uji chi-square dan tingkat signifikansi 5%. Hasil studi menunjukkan bahwa pasien didominasi oleh usia >55 tahun (67,9%), laki-laki (54,7%), dan memiliki BMI normal (43,4%). Penyakit penyerta retinopati diabetik yang paling umum adalah tahap proliferatif (PDR) sebesar 52,8%. Ditemukan bahwa pasien kegemukan yang tidak sehat dan obesitas tingkat lanjut memiliki tingkat insiden PDR yang lebih tinggi daripada NPDR, yaitu 81,2% pada pasien kelebihan berat badan dan 66,7% pada pasien obesitas. Hasil tes statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara komplikasi BMI dan RD (p = 0,015). Studi ini menunjukkan bahwa peningkatan BMI berkontribusi pada tingkat keparahan retinopati diabetik pada pasien DMT2.
Inventarisasi Tanaman Herbal Berpotensi Sebagai Anti-Kanker, Anti-Mikroba Dan Imunomodulator Di Kota Metro Lampung Miftahuzzakiyah, Miftahuzzakiyah; Zen, Suharno; Fajriyah, Nadya Syarifatul; Adriani, Silvia; Fathurrahman, Ilham; Thamrin, Micko Martha
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.22047

Abstract

Kanker tetap menjadi penyebab utama kematian dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Kota Metro, dengan angka kejadian yang tercatat oleh Dinas Kesehatan relatif tinggi. Faktor yang berkontribusi antara lain penyakit infeksi dan penurunan imunitas, sementara keterbatasan dalam upaya pencegahan serta terapi pada stadium lanjut memperburuk permasalahan ini. Tanaman herbal banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dan secara tradisional diyakini mampu mencegah inisiasi kanker, khususnya pada gejala awal seperti munculnya benjolan. Bukti penelitian sebelumnya juga mendukung potensinya sebagai imunomodulator, antimikroba, dan antikanker melalui mekanisme seperti penghambatan virus dan supresi karsinogenesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tanaman herbal yang umum digunakan oleh masyarakat Kota Metro untuk pencegahan kanker dan peningkatan imunitas. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di lima kecamatan (Metro Pusat, Metro Timur, Metro Selatan, Metro Barat, dan Metro Utara) pada Februari hingga Juni 2025, dengan pengumpulan data melalui wawancara, survei terhadap 25 responden, dan telaah literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat secara luas memanfaatkan berbagai jenis tanaman herbal dengan aktivitas antimikroba, antikanker, dan imunomodulator, di antaranya Zingiber officinale, Curcuma zedoaria, Curcuma longa, Curcuma zanthorrhiza, Andrographis paniculata, Typhonium flagelliforme, Alpinia galanga, Allium sativum, Cymbopogon citratus, Annona muricata, Piper betle, Zingiber zerumbet, Cuminum cyminum, Citrus aurantifolia, Kaempferia galanga, Clitoria ternatea, Moringa oleifera, Phyllanthus urinaria, Curcuma aeruginosa, Camellia sinensis, dan Curcuma heyneana.
Effectiveness And Safety Of Erdosteinie In Management Of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD): A Systematic And Meta-Analysis Yolanda, Lorensia; Gunawan, Catherine Keiko; Sumarpo, Anton; Sahamastuti, Agnes Anania Triavika; Cokro, Fonny
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.20524

Abstract

Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is a chronic lung disease that cause limitation in the airflow and chronic inflammation. Erdosteine has been proposed as a potential therapeutic option for COPD management, based on its antioxidant activity and anti-inflammatory properties. The purpose of this systematic review and meta-analysis is to evaluate the effectiveness and safety of erdosteine in COPD patients. Multiple databases have been involved in the literature study following PRISMA guidelines, identifying randomized controlled trials (RCTs) that compared erdosteine with placebo. A total of seven studies were included in the qualitative analysis, and nine were analyzed quantitatively. Meta-analysis results indicated that erdosteine significantly improved forced expiratory volume in one second (FEV1), reduced reactive oxygen species (ROS) and 8-isoprostan levels, and lowered interleukin-8 (IL-8) concentrations. Subgroup analyses demonstrated greater benefits in patients with moderate to severe COPD (stage II/III). Safety analysis revealed that erdosteine was generally well-tolerated, with only mild adverse effects reported. However, study limitations included high heterogeneity and potential bias in some trials. Overall, the findings suggest that erdosteine is an effective and safe adjunct therapy for COPD.
Anesthetic Management Of Peritonitis And Septic Shock In Colorectal Cancer: A Case Report Rusli, Joseph; Sugiaman, Angela Mulyana; Gunadi, Julia Windi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.22461

Abstract

A 64-year-old male presented with signs of peritonitis, including severe abdominal pain, distension, and dehydration. Laboratory findings showed elevated inflammatory markers (leukocyte count: 19,500/mm³, C-reactive protein: 25 mg/dL), impaired renal function (serum creatinine: 2.1 mg/dL), and metabolic acidosis (pH: 7.25, lactate: 4.5 mmol/L). Imaging revealed a perforated rectal tumor with extensive peritoneal contamination. Emergency exploratory laparotomy was performed, involving tumor resection, colostomy formation, and peritoneal lavage. Hemodynamic instability due to septic shock was managed with norepinephrine to maintain blood pressure. Dobutamine was used to enhance cardiac output, while nitroglycerin supported coronary perfusion to prevent ischemic complications. Postoperatively, the patient required intensive care, including ventilatory support, fluid resuscitation, and tailored antibiotic therapy. Despite complications such as transient paralytic ileus, the patient was extubated on day five and discharged to the general ward by day ten. This case emphasizes the importance of early diagnosis, prompt surgical intervention, and personalized hemodynamic management in malignant-associated peritonitis. Multidisciplinary collaboration is critical to optimizing outcomes. Limitations of this case include its single-patient design. Further research should focus on advanced diagnostic tools and tailored resuscitation protocols to improve the management of similar cases.
Diagnosis Dini Isolated Posterior Myocardial Infarction (IPMI) Pada Daerah Terpencil: Laporan Kasus Wijaya, Septian Nugraha; Hakim, Muhammad Hustiar; Izzuddin, Abdurrohman
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20663

Abstract

Isolated posterior myocardial infarction (IPMI) merupakan salah satu bentuk sindrom koroner akut yang cukup jarang ditemukan dibanding STEMI anterior dan inferior, dan berpotensi luput terdiagnosis karena presentasi klinis yang atipikal dan keterbatasan sadapan posterior dalam EKG standar. Seorang pasien laki-laki datang dengan keluhan nyeri punggung memberat sejak 3 hari terakhir. Nyeri terasa seperti ditusuk-tusuk dan panas, disertai keringat dingin. Pasien memiliki riwayat merokok, hipertensi tidak terkontrol dan dispepsia. Riwayat nyeri dada sudah dialami sejak 6 bulan terakhir, namun memberat dalam 3 hari terakhir dengan durasi ±1 jam tiap serangan. Hasil pemeriksaan fisik dan EKG 12 sadapan serta sadapan posterior dan kanan menunjukkan STEMI posterior terisolasi. Pemeriksaan enzim jantung tidak dapat dilakukan karena tidak tersedianya pemeriksaan tersebut. Laporan kasus ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini IPMI, terutama di daerah dengan fasilitas medis yang terbatas. STEMI posterior terisolasi sering kali sulit dikenali karena gejalanya yang tidak khas dan keterbatasan pada pemeriksaan EKG standar, sehingga berisiko terlambat ditangani. Melalui laporan ini, kami ingin menekankan pentingnya penggunaan sadapan EKG tambahan serta meningkatkan kepekaan klinis terhadap IPMI, demi mencegah komplikasi yang lebih serius dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.
Pengaruh Indeks Massa Tubuh Terhadap Lamanya Tatalaksana Fisioterapi Pasien Hernia Nukleus Pulposus Lumbal Di Rumah Sakit Bintang Amin Utami, Githa Erizki; Mustofa, Festy Ladyani; Dalfian, Dalfian; Fitriyani, Fitriyani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20408

Abstract

Hernia Nukleus Pulposus (HNP) merupakan suatu peristiwa yang dapat menyebabakan nyeri punggung bagian bawah (NPB). Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2020, tercatat sebanyak 619 juta jiwa yang menderita NPB dengan jumlah kasus yang berpotensi akan terus mengalami peningkatan mencapai 843 juta kasus pada 2050 mendatang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh IMT terhadap lamanya tatalaksana fisioterapi pasien HNP Lumbal di RS Bintang Amin tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross- sectional dengan 43 sampel secara total sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai bulan Maret tahun 2025, tempat di poli Rehabilitasi medik RS Bintang Amin Bandar lampung. dianalisis menggunakan uji chi-square. Populasi pasien HNP lumbal yang telah dilakukan MRI dengan derajat protusi discus intervertebralis dan prolaps discus intervertebralis. Data yang digunakan data sekunder (rekam medik) dan data primer (pemeriksaan TB, BB, wawancara). Hasil penelitian didapatkan usia pasien HNP Lumbal paling banyak usia 19-59 tahun sebanyak 22 responden (51,2%). Jenis kelamin paling banyak Perempuan sebanyak 32 responden (76,7%), IMT paling banyak obese 1 sebanyak 18 responden (41,9%), lama fisioterapi paling banyak <1 bulan sebanyak 22 responden (51,2%). Ada pengaruh antara IMT dan lama tatalaksana fisioterapi pasien HNP Lumbal di RS Bintang Amin tahun 2025, dengan nilai p-value= 0,001 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara IMT dan lama tatalaksana fisioterapi di RS Bintang Amin Bandar Lampung” pada tahun 2025.
Hubungan Kualitas Tidur Dan Status Gizi Terhadap Kejadian Akne Vulgaris Pada Siswa Pubertas Kelas VIII DI SMP N 1 Wedarijaksa Syaharani, Thania Najma; Yasmin, Irma; Joharlina, Lourensya Bertha
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.19524

Abstract

Akne vulgaris masih menjadi masalah kecantikan wajah yang sering dikeluhkan dan umumnya terjadi pada masa pubertas. Akne vulgaris timbul karena faktor kualitas tidur dan status gizi. Agar lebih memperhatikan perawatan kulitnya, diperlukan pemahaman mengenai hubungan antara kualitas tidur dan status gizi terhadap kejadian akne vulgaris. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan status gizi terhadap kejadian akne vulgaris pada siswa pubertas kelas VIII Di SMP N 1 Wedarijaksa. Penelitian dilakukan pada Mei-Desember 2024, dengan jenis penelitian kuantitatif desain observasional analitik cross-sectional. Sampel penelitian merupakan siswa pubertas kelas VIII yang dipilih melalui simple random sampling dan didapatkan sampel inklusi 109 responden. Teknik analisis data dengan uji koefisien kontingensi, berhubungan jika p<0,05. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa usia pubertas berhubungan dengan akne vulgaris (p 0,001 < 0,05). Hasil menunjukkan adanya hubungan kualitas tidur dengan kejadian akne vulgaris nilai p (0,00) < 0,05, dengan kekuatan hubungan sedang (r = 0,45), serta tidak ditemukan hubungan antara status gizi dengan akne vulgaris (nilai p (0,339) > 0,05). Pada penelitian ini juga menilai tentang lama penggunaan handphone, yang didapatkan hasilnya berpengaruh terhadap kualitas tidur pada kejadian acne vulgaris, dengan p (0,001) < 0,05.
Terapi Gonore Resisten: Evaluasi Klinis Terhadap Strategi Pengobatan Dan Alternatif Oral Firmansyah, Roby Syah Putra; Pulungan, Elitha Sundari; Lahuwang, Charlos Daniel; Husna, Ismalia; Dewi, Dian Andriani Ratna; Ibrizatun, Amin
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.22546

Abstract

Neisseria gonorrhoeae semakin menunjukkan resistensi terhadap antibiotik lini pertama seperti ceftriaxone dan azitromisin, yang mempersulit penatalaksanaan infeksi dan meningkatkan risiko komplikasi serta transmisi berkelanjutan. Situasi ini menuntut pengembangan strategi terapi alternatif yang lebih efektif, aman, dan dapat diterapkan secara luas di berbagai sistem pelayanan kesehatan. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi bukti klinis primer terkait dua pendekatan terapi alternatif, yaitu modifikasi regimen konvensional dan terapi oral inovatif, dalam menangani gonore resisten. Penelusuran literatur dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, MDPI, dan BMC Infectious Diseases. Lima uji klinis primer fase II/III yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir dipilih dan dianalisis secara kualitatif menggunakan pendekatan sintesis tematik naratif. Hasil telaah menunjukkan bahwa regimen ceftriaxone dosis tinggi (1 g IM) dan kombinasi gentamicin-azitromisin memiliki efektivitas eradikasi mikrobiologis yang tinggi (>90%) untuk infeksi urogenital, namun efektivitas menurun pada infeksi faring dan rektal. Gentamicin menjadi alternatif yang layak pada pasien dengan alergi sefalosporin, meski dengan efek samping lebih tinggi. Agen oral baru seperti gepotidacin dan zoliflodacin menunjukkan eradikasi >95% dalam uji fase 2, terutama untuk infeksi urogenital, dengan profil keamanan yang baik, namun efektivitas terhadap infeksi faring masih inkonsisten. Dapat disimpulkan bahwa belum terdapat strategi tunggal yang optimal untuk seluruh kasus gonore resisten. Pemilihan terapi sebaiknya mempertimbangkan lokasi infeksi, profil resistensi lokal, dan ketersediaan obat. Terapi oral inovatif menjanjikan, namun memerlukan validasi klinis lebih lanjut untuk penerapan luas.
Eksplorasi Persepsi Dan Faktor Yang Mempengaruhi Efikasi Diri Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Dzikra, A Farhan Adz; Lestari, Sri Maria Puji; Mustofa, Festy Ladyani; Hermawan, Dessy
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20549

Abstract

Efikasi diri adalah keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk menyelesaikan tugas dan menghadapi tantangan, yang sangat berperan dalam keberhasilan akademik mahasiswa, terutama pada mahasiswa tingkat akhir Program Studi Pendidikan Dokter yang tengah menjalani fase transisi menuju dunia profesi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi mahasiswa tingkat akhir Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati mengenai efikasi diri dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan Focus Group Discussion (FGD) dengam pemilihan informan secara purposive sampling dan pendekatan maximum variation sampling dengan kriteria jenis kelamin, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan status keaktifan organisasi mahasiswa. Hasil penelitian dilakukan dua sesi FGD yang diikuti oleh 6 informan di masing-masing sesi. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi efikasi diri mahasiswa tingkat akhir  cenderung baik, terutama dalam konteks akademik dan menghadapi tantangan perkuliahan lainnya. Mahasiswa menunjukkan keyakinan terhadap kemampuan diri mereka. Faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri mahasiswa meliputi empat aspek utama menurut Bandura, yaitu mastery experience (pengalaman keberhasilan dan kegagalan sebelumnya), vicarious experience (meskipun belum sepenuhnya terefleksi dalam pengamatan terhadap keberhasilan orang lain), verbal persuasions (dukungan verbal dari keluarga, teman, dosen), serta emotional state (pengaruh emosi positif dan negatif terhadap rasa percaya diri). Selain itu, penelitian ini juga menemukan tiga faktor tambahan yang memengaruhi efikasi diri mahasiswa, yaitu: sense of belonging (rasa memiliki terhadap lingkungan akademik yang suportif), locus of control internal (keyakinan bahwa keberhasilan berasal dari usaha pribadi), dan dukungan sosial dari dosen (peran dosen yang terbuka dan suportif dalam meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa).

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue