cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
Laporan Kasus : Skabies Pada Bayi Usia 2 Bulan 5 Hari Dolu, Okta Rosaria
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20078

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes Scabies var, hominis dan produknya. Ditandai gatal malam hari, mengenai sekelompok orang dengan tempat predileksi di lipatan kulit yang tipis, hangat dan lembab. Laporan kasus ini melaporkan sebuah kasus seorang bayi berusia 2 bulan 5 hari dibawa ke Puskesmas Kota Bajawa dengan keluhan muncul bintil-bintil kemerahan pada leher, ketiak, perut, lipat paha, kedua tangan dan kedua kaki sejak ± 3 minggu yang lalu. Pasien cenderung lebih rewel dan sering menangis pada malam hari. Status dermatologis lokasi pada leher, ketiak, perut, lipat paha, kedua tangan dan kedua kaki. Status dermatologis ujud kelainan kulit papul eritema multipel, milier, lentikular, sirkumskrip. Skabies ditegakkan menjadi diagnosis kerja pada kasus ini. Selanjutnya pasien di edukasi mengenai penyakit dan diberikan terapi permethrin 5% krem 1x/minggu (diaplikasi ke seluruh tubuh dan dibasuh setelah 8 jam).
Keberadaan Toxoplasma gondii Dalam Daging Kambing Yang Dijual Di Pasar Surabaya Barat Berdasarkan Gen Bag-1 Tandean, Victor Setiawan; Adrianto, Hebert; Messakh, Billy Daniel; Yuwono, Victor Kurniawan; Juliasih, Ni Njoman; Santoso, Jemima Lewi; Putri, Firda Aulia; Indrasari, Setyarina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20687

Abstract

Toksoplasmosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh parasit protozoa Toxoplasma gondii. Parasit dapat menginfeksi manusia dan semua hewan berdarah panas. Manifestasi parah berupa komplikasi yang berpotensi mengakibatkan kebutaan, yaitu Ocular toxoplasmosis (OT). T. gondii dapat ditularkan melalui konsumsi daging yang dimasak kurang matang. Tujuan penelitian adalah mendeteksi T. gondii di dalam daging kambing yang dijual di Surabaya Barat berdasarkan PCR gen BAG1. Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif. 20 sampel daging kambing diambil dari beberapa pasar di Surabaya Barat dengan kuota sampling. Daging kambing diekstraksi, diamplifikasi PCR dengan gen BAG-1, dan dielektroforesis. Data hasil positif dan negatif dikelompokkan dan dianalisis secara deskriptif. Hasil pemeriksaan didapatkan 10% positif T. gondii dalam daging kambing berukuran 470 bp. Tidak mengkonsumsi daging kambing setengah matang dan memasak daging kambing dengan suhu tinggi dapat mencegah penularan T. gondii.
Hubungan Kepatuhan Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Yang Menjalani Hemodialisis Dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) Di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung Nurandira, Dinda Roro Fauziah; Purwaningrum, Ratna; Detty, Ade Utia; Prasetia, Toni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20507

Abstract

Masalah kesehatan global yang utama, Chonic Kidney Disease (CKD) memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Kepatuhan yang tinggi diperlukan untuk hemodialisis, pengobatan penggantian ginjal, untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Salah satu ukuran status gizi pasien CKD adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini berupaya untuk memastikan hubungan kepatuhan pasien CKD yang menjalani hemodialisis dengan IMT di Rumah Sakit Bintang Amin di Bandar Lampung tahun 2024. Penelitian ini menggabungkan metodologi cross-sectional retrospektif dengan metode penelitian observasional analitik. Sebanyak 76 responden dipilih menggunakan total sampling dari Rekam Medis pasien CKD pada tahun 2024. Mayoritas pasien hemodialisis yang patuh, menurut temuan penelitian, memiliki IMT dalam kisaran normal. Kepatuhan dan IMT tidak terdapat hubungan signifikan (p = 0,240). Kepatuhan pasien CKD yang menjalani hemodialisis dengan IMT di Rumah Sakit Bintang Amin di Bandar Lampung tidak terdapat hubungan signifikan pada tahun 2024.
Uji Sensitivitas Dan Spesifisitas Risk Of Malignancy Index Dalam Prediksi Kanker Ovarium DI RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda Pradita, Shelya Duan; Achmad, Andika Adi Saputra; Yudia, Riries Choiru Pramulia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.19420

Abstract

Kanker ovarium sebagian besar didiagnosis pada stadium lanjut, sehingga diperlukannya alat untuk deteksi dini kanker ovarium. RMI yang terdiri atas status menopause, skor USG, dan kadar serum CA-125 merupakan suatu sistem penilaian untuk memprediksi kanker ovarium. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sensitivitas dan spesifisitas RMI terhadap pemeriksaan histopatologi sebagai gold standard. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari – Desember 2024. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan sampel penelitian adalah pasien tumor ovarium yang menjalani pemeriksaan histopatologi periode 2021 – 2023, sehingga didapatkan 34 pasien. Analisis bivariat menggunakan parameter uji diagnostik untuk mengetahui sensitivitas dan spesifisitas RMI. Sensitivitas RMI didapatkan 53,85% (95% CI 25,13% – 80,78%) dan spesifisitasnya 66,67% (95% CI 43,03% – 85,41%). Nilai prediksi positif didapatkan 49,96% (95% CI 31,25% – 68,68%) dan nilai prediksi negatifnya 70,03% (95% CI 54,69% –81,90%). Didapatkan pula nilai akurasi 61,77% (95% CI 43,57% – 77,84%). Analisis ROC (Receiver Operating Characteristic) didapatkan luas AUC (Area Under the Curve) sebesar 0,58. Kesimpulan dari penelitian ini adalah RMI dalam mendeteksi kanker ovarium memiliki kemampuan yang cukup rendah untuk membedakan kelas positif dan kelas negatif, sehingga belum mampu menjadi alat diagnosis utama untuk kanker ovarium.
Stroke Iskemik Terkait Psoriasis Pada Pasien Usia Muda : Laporan Kasus Rismasari, Ni Gusti Ayu Dewi; Jayanti, Ni Luh Putu Widhyapsari; Satyagraha, Ida Bagus Kade; Wahyuni, Ni Nyoman; Parwati, Tjok Istri Putra
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.22146

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian dan disabilitas terbesar kedua di dunia. Insiden stroke meningkat sebesar 10% di negara berkembang. Stroke iskemik  dianggap sebagai subtipe stroke yang paling umum sekitar 65% dari total kejadian stroke. Psoriasis merupakan penyakit inflamasi kronik yang dimediasi sistem imun, prevalensi psoriasis 0,14% di Asia Timur hingga mencapai 1,99% di Australia serta menyerang individu dari berbagai kelompok usia, laki-laki maupun perempuan. Pasien dengan psoriasis memiliki risiko stroke yang lebih tinggi daripada populasi umum, dan perjalanan penyakit yang lebih parah dapat meningkatkan risiko ini hingga 44%. Laporan kasus ini memaparkan pasien laki-laki usia 23 tahun dengan gejala kelemahan separuh tubuh kanan dengan riwayat psoriasis. Kami memaparkan kasus laki-laki 23 tahun dengan keluhan kelemahan separuh tubuh kanan sejak 2 minggu, pasien juga mengeluh sulit menelan dan suara pelo. Pemeriksaan fisik didapatkan paresis nervus kranialis VII dan XII dextra supranuklear, hemiparesis flaksid dextra grade 3/4, reflek patologis negatif. Pemeriksaan kulit menunjukkan lesi kulit berupa makula hingga plak hiperpigmentasi multiple, dengan skuama putih dipermukaan nya pada badan dan seluruh ekstremitas. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hiperurisemia. Hasil pemeriksaan MRI  kepala tanpa kontras menunjukan Multiple lesi T2/Flair hiperitens pada thalamus kanan, corona radiata-sentrum semiovale kanan kiri, basal ganglia kanan kiri cenderung ischemic infraction. Pasien diberikan citicolin, neuroaid, klopidogrel, asam folat, allopurinol dan melanjutkan terapi metotrexate. Psoriasis adalah penyakit inflamasi kronik yang tidak hanya berdampak pada kulit, tetapi juga meningkatkan risiko kardiovaskular termasuk stroke iskemik. Mekanisme inflamasi sistemik yang menyertai psoriasis berkontribusi terhadap disfungsi endotel dan pembentukan aterosklerosis, yang menjadi dasar patofisiologi stroke. Penatalaksanaan stroke dilakukan sesuai pedoman klinis terkini, dan terapi psoriasis tetap diprioritaskan untuk mencegah komplikasi vaskular di masa depan.
Hubungan Waist Hip Ratio (WHR) Dan Posisi Duduk Terhadap Kejadian Low Back Pain (LBP) Pada Karyawan Administras Di Universitas Malahayati Bandar Lampung Pratama, Hasfuri Darlan; sariningsih, Sariningsih; Triswanti, Nia; Yunus, Muhamad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20548

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling umum terjadi akibat postur tubuh yang tidak ergonomis, terutama pada pekerja administrasi yang banyak menghabiskan waktu dalam posisi duduk. Selain posisi duduk, distribusi lemak tubuh yang diukur melalui Waist Hip Ratio (WHR) juga diduga memiliki peran dalam meningkatkan risiko LBP. WHR mencerminkan distribusi lemak di daerah perut dan panggul, yang jika tidak seimbang, dapat menyebabkan beban berlebih pada tulang belakang. Di Indonesia, prevalensi LBP akibat pekerjaan diperkirakan berkisar antara 7,6% hingga 37%, dengan faktor risiko yang mencakup umur, indeks massa tubuh, pola duduk, serta durasi kerja. Tujuan Penelitian : Mengetahui Hubungan Waist Hip Ratio (WHR) dan posisi duduk terhadap kejadian Low Back Pain (LBP) pada karyawan administrasi di Universitas Malahayati Bandar Lampung Tahun 2025. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Hasil Penelitian : Mayoritas responden berjenis kelamin pria (54,8%), sedangkan wanita sebanyak (45,2%). WHR perempuan menunjukkan kategori obesitas sentral pada sebagian besar responden, sedangkan WHR laki-laki bervariasi. Posisi duduk sebagian besar tidak ergonomis. Berdasarkan uji statistik, ada keterkaitan bermakna antara WHR perempuan dan kejadian LBP (P<0,05), hubungan negatif sedang antara WHR laki-laki dan LBP, serta hubungan lemah dan tidak signifikan antara posisi duduk dan LBP (P>0,05). Kesimpulan : Penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara Waist Hip Ratio (WHR) pada karyawan perempuan dengan kejadian Low Back Pain (LBP) pada karyawan administrasi. Sementara itu, WHR pada karyawan laki-laki menunjukkan hubungan negatif dengan LBP, namun tidak signifikan secara statistik. Selain itu, posisi duduk tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan LBP, meskipun cenderung berkontribusi terhadap kejadiannya.
Analisis Faktor-Faktor Risiko Pasien Katarak Di RSUD DR. R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Halayuda, Moch. Farrel Naufal; Martiningsih, Wahju Ratna; Diatri, Devita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20115

Abstract

Katarak merupakan kondisi lensa mengalami kekeruhan terjadi akibat hidrasi cairan lensa, hilangnya protein lensa, atau kombinasi keduanya. Hal ini mengakibatkan penurunan produktifitas manusia yang berkualitas rendah, dan biaya perawatan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan faktor risiko pasien terhadap kejadian katarak di RSUD dr. R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Penelitian dilakukan dengan desain analitik obsevasional dengan case-control. Sampel penelitian adalah pasien katarak yang berkunjung di poli mata mata di RSUD DR. R Sosodoro Djatikoesoemo kota Bojonegoro. Hasil penelitan didapatkan dari 80 responden diantaranya 40 responden katarak dan 40 tidak katarak. Hasil perhitungan statistik memperlihatkan bahwa ada hubungan bermakna antara terjadinya katarak dengan faktor usia (p = 0,042), jenis kelamin (p = 036), riwayat glukoma (p = 0,043), diabetes mellitus (p = 0,013), pekerjaan (p = 0,012) sedangkan faktor merokok (p = 0,793), penggunaan Kortikosteroid (p = 0,745), dan trauma mata (p = 0,314) menunjukkan hubungan yang tidak bermakna. Pada variabel faktor risiko usia, jenis kelamin, riwayat glaukoma, diabetes mellitus, dan pekerjaan didapatakan hasil memiliki hubungan signifikan dengan katarak sedangkan faktor risiko merokok penggunaan kortikosteroid, dam trauma mata menunjukkan hubungan yang tidak signifikan.
Karakteristik Dan Faktor Prediktor Komplikasi Abortus Di Rumah Sakit DR. Soeroto Ngawi Permatasari, Dyan Amelia; Kuntari, Titik
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.19977

Abstract

Abortus merupakan salah satu penyebab kematian ibu di dunia, termasuk Indonesia. Ngawi merupakan salah satu kabupaten dengan angka kematian ibu yang melebihi rata-rata provinsi Jawa Timur. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan karakteristik, tipe aborsi, penatalaksanaan, dan faktor prediktor komplikasi abortus di RS dr Soeroto, Kabupaten Ngawi pada periode 2018-2019. Penelitian cross-sectional menggunakan data sekunder pasien rawat inap di RS dr. Soeroto, Ngawi. Variabel meliputi karakteristik sosiodemografi, penatalaksanaan, serta faktor prediktif komplikasinya. Hasil menunjukkan bahwa pada periode tersebut, terdapat 120 kasus abortus, yang terdiri atas abortus imminens (48,3%), inkomplet (44,2%), komplet (4,2%), dan missed abortion (3,3%). Abortus paling banyak dialami oleh pasien dalam rentang usia 35-39 tahun (26,7%), berpendidikan SMA (37,5%) dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga (40,8%). Mayoritas pasien mengalami komplikasi (53,3%). Komplikasi terbanyak adalah perdarahan (22,5%), infeksi (10%) dan syok hipovolemik (10%). Penatalaksanaan meliputi medikamentosa dan non medikamentosa. Terapi medikamentosa meliputi pemberian antibiotika, analgetika, hormon, sulfas ferosus, dan pemberian cairan infus. Preparat antibiotika merupakan terapi medikamentosa yang paling banyak digunakan (52,2%). Sebanyak 53 orang (44,2%) mendapatkan terapi nonmedikamentosa kuretase. Pendidikan ibu merupakan faktor yang paling berhubungan dengan risiko terjadinya komplikasi (aOR 3,4; IK95% 1,13-10,14, p-value 0,03). Penatalaksanaan medikamentosa dan non medikamentosa, berupa tindakan kuretase, diberikan sesuai dengan kondisi pasien. Pendidikan rendah merupakan faktor prediktif terjadinya komplikasi pada ibu yang mengalami abortus.
Gambaran Faktor Risiko Pasien Chronic Kidney Disease Yang Sedang Menjalani Hemodialisis Di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung Rasyid, Aureliany Aulia; Purwaningrum, Ratna; Hutasuhut, Arti Febriyani; Kriswiastiny, Rina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20522

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) adalah kondisi di mana fungsi ginjal menurun secara bertahap dan permanen. Keadaan ini terjadi Ketika ginjal tidak lagi mampu membuang limbah metabolik tubuh atau menjalankan fungsinya secara normal. Zat-zat yang sebaiknya dikeluarkan melalui kemih terjadinya penumpukan didalam cairan tubuh akibat gangguan pada sekresi ginjal, sehingga mengakibatkan gangguan pada fungsi endokrin, metabolisme, serta keseimbangan cairan, elektrolit, dan asam basa tubuh. Tujuan Penelitian : mengetahui gambaran faktor-faktor risiko pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang sedang menjalani hemodialisis di rumah sakit Bintang Amin Bandar Lampung. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif menggunakan data sekunder dari 76 pasien CKD yang menjalani hemodialisis di RS Bintang Amin Bandar Lampung tahun 2024. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan deskriptif, adapun data yang dipakai berasal dari data sekunder yang diolah secara kuantitatif deskriptif. Hasil Penelitian : Faktor-faktor risiko Predisposisi yang dialami pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) di RS Bintang Amin Bandar Lampung meliputi usia >35 tahun (91%), jenis kelamin perempuan (55%), Tingkat pendidikan mayoritas pasien berada pada jenjang SMA (59%), yang dapat memengaruhi pemahaman mereka terhadap pengelolaan Chronic Kidney Disease (CKD).Faktor-faktor risiko biomedis yang dialami pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) di RS Bintang Amin Bandar Lampung riwayat hipertensi (70%), serta riwayat keluarga dengan CKD (66%). Selain itu, faktor lain seperti diabetes melitus (43%), kadar asam urat tinggi (82%), dan batu ginjal (13%) . Kesimpulan : faktor predisposisi dan faktor biomedis memiliki permasalahan dan menjadi faktor penyebab terjadinya Chronic Kidney Disease (CKD).
Gambaran Karakteristik Penderita Morbus Hansen DI RSUP DR. Tadjuddin Chalid Makassar Periode 2022 - 2023 Haris, Mutmainna; Syamsuddin, Heryanto; Saenong, Rizqa Haerani; Farhan, Fanny Septiani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.19465

Abstract

Morbus Hansen adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae. Indonesia masih menduduki peringkat ketiga dengan penderita Morbus Hansen terbanyak di dunia setelah India dan Brazil. Terdapat 14.376 kasus baru Morbus Hansen pada tahun 2023 di Indonesia. Provinsi Sulawesi Selatan menduduki peringkat ke 14 kasus Morbus Hansen terbanyak dengan jumlah penderita pada tahun 2023 mencapai 817 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik penderita Morbus Hansen di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar periode 2022 – 2023. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan data melalui data sekunder dari rekam medis pasien Morbus Hansen periode 2022 – 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu seluruh penderita Morbus Hansen periode 2022 – 2023 sebanyak 187 pasien. Dari total 187 sampel didapatkan penderita Morbus Hansen berdasarkan usia yaitu paling banyak berusia 15 – 35 tahun (36.9%), jenis kelamin paling banyak adalah laki-laki (77.0%), tingkat pendidikan paling banyak adalah SMA (39.0%), pekerjaan paling banyak adalah buruh (22.5%), klasifikasi Morbus Hansen terbanyak adalah tipe Multibasiler (81.3%), reaksi kusta terbanyak adalah tidak ada reaksi (71.7%) dan berdasarkan tingkat disabilitas terbanyak adalah derajat tingkat 0 (77.0%). Berdasarkan hasil yang diperoleh gambaran karakteristik penderita Morbus Hansen di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar periode 2022 – 2023 yaitu dari usia 15 – 35 tahun, jenis kelamin laki-laki, tingkat pendidikan SMA, pekerjaan sebagai buruh, klasifikasi Morbus Hansen tipe Multibasiler, tidak ada reaksi kusta dan derajat cacat tingkat 0.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue