cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,297 Documents
Perforasi Membran Timpani Akibat Trauma Tumpul: Laporan Kasus Ningsih, Desak Made Dwi Ambari; Rikakaya, Putu Vira
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20866

Abstract

Perforasi membran timpani adalah robekan pada membran timpani yang menyebabkan komunikasi antara telinga luar dan telinga tengah. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi, trauma, atau perubahan tekanan mendadak. Sebagian besar kasus sembuh spontan dengan terapi konservatif, namun beberapa dapat menetap dan menimbulkan komplikasi. Perforasi akibat trauma tumpul saat aktivitas olahraga masih jarang dilaporkan. Seorang laki-laki usia 22 tahun datang ke poliklinik THT dengan keluhan nyeri telinga kiri sejak satu hari setelah terhantam bola saat bermain sepak bola. Keluhan disertai rasa tersumbat, penurunan pendengaran, dan tinnitus. Pemeriksaan otoskopi menunjukkan adanya darah di liang telinga dan perforasi oval pada membran timpani kiri. Pasien ditatalaksana secara konservatif dengan analgetik, antibiotik, dan antiinflamasi. Pada evaluasi dua minggu kemudian, keluhan nyeri dan sumbatan membaik, tinnitus berkurang, serta pendengaran membaik secara subjektif. Trauma tumpul dapat menyebabkan perforasi membran timpani melalui peningkatan tekanan mendadak di liang telinga. Hantaman bola ke kepala diduga menimbulkan gelombang tekanan yang melebihi ambang ketahanan membran timpani. Penatalaksanaan konservatif merupakan pilihan awal yang efektif, disertai edukasi menjaga telinga tetap kering dan menghindari manipulasi. Trauma tumpul akibat aktivitas olahraga dapat menyebabkan perforasi membran timpani. Diagnosis dini dan tata laksana konservatif yang tepat memberikan hasil klinis yang baik serta mendukung pemulihan fungsi pendengaran.
Efektivitas Madu Trigona Sebagai Antibakteri Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylcoccus aureus Pada Penyakit Folikulitis Dengan Metode Difusi Prasasti, Aura Marselia; Silvia, Eka; Utami, Deviani; Syukri, Dwi Marlina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20576

Abstract

Folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut yang umumnya disebabkan oleh bakteri, seperti Staphylococcus aureus. Penggunaan antibiotik secara berlebihan dan tidak tepat dapat mendorong terjadinya resistensi bakteri, dan Staphylococcus aureus diketahui telah mengembangkan ketahanan terhadap berbagai antibiotik.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas madu trigona terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi 20%, 50%, dan 80% menggunakan metode difusi, dan untuk menilai potensinya sebagai pengbatan alternatif pada folikulitis. Dengan menggunakan metode uji difusi cakram pada media agar Mueller-Hinton, penelitian ini menggunakan desain eksperimental untuk melihat bagaimana larutan madu memengaruhi zona penghambatan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan madu 20% menghasilkan zona penghambatan lemah (5,6 mm), zona penghambatan sedang 50% (6,06 mm), dan zona penghambatan sedang 80% (6,5 mm). Namun, larutan madu dengan konsentrasi 50% dan 80% memiliki potensi yang lebih tinngi sebagai antibakteri pada pertumbuhan Staphylococcus aureus dibandingkan konsentrasi 20%. Aquadest, yang berfungsi sebagai kontrol negatif, tidak menunjukkan adanya zona hambat.  
Karakteristik Pasien Kanker Payudara Di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung Salsabila, Nadia; Utami, Deviani; Anggunan, Anggunan; Sahara, Nita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.24083

Abstract

Kanker payudara tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dengan 396.914 kasus kanker baru dan 234.511 kematian terkait kanker yang dilaporkan. Sekitar 70% kasus kanker payudara didiagnosis pada stadium lanjut, sebagian besar karena keterlambatan perilaku mencari perawatan kesehatan dan rendahnya kesadaran akan tanda-tanda peringatan dini. Diagnosis stadium lanjut menyebabkan pengobatan yang lebih kompleks, biaya yang lebih tinggi, dan prognosis yang lebih buruk. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pasien kanker payudara di Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung pada tahun 2025. Studi deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada bulan April 2025. Sebanyak 155 pasien dipilih menggunakan pengambilan sampel acak. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif (univariat). Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berusia ≥50 tahun, memiliki riwayat keluarga kanker payudara, tidak menyusui, didiagnosis pada stadium III, menerima kombinasi operasi dan kemoterapi, dan memiliki riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal. Kesimpulannya, pasien kanker payudara di Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung sebagian besar adalah wanita lanjut usia dengan berbagai karakteristik risiko yang telah diketahui dan umumnya didiagnosis pada stadium lanjut. Temuan ini menyoroti pentingnya memperkuat program deteksi dini dan pendidikan kesehatan untuk mengurangi diagnosis pada stadium lanjut.
Hubungan Usia Dan Jenis Kelamin Terhadap Derajat Tonsilitis Di Rumah Sakit Bintang Amin Alfandi, Muhammad Bagus; Suprayitno, Barra Ade Wijaya; Lestari, Sri Maria Puji; Arief, Tan’im
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20618

Abstract

Tonsilitis ialah suatu inflamasi pada tonsil palatina yang umum terjadi, terutama pada usia anak dan remaja. Dengan tingkat keparahan yang dapat dipengaruhi oleh faktor demografis seperti usia dan jenis kelamin. Studi ini bertujuan menganalisis hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan derajat keparahan tonsilitis pada pasien di Rumah Sakit Bintang Amin selama tahun 2024. Desain penelitian yang dipakai ialah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, pada 112 pasien yang dipilih dengan metode purposive sampling dari total populasi sejumlah 154 pasien. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis melalui uji Chi-Square. Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia 1–18 tahun (84,8%), berjenis kelamin laki-laki (57,1%), dan mengalami tonsilitis dengan derajat berat (grade 3–4) sebanyak 58%. Namun, hasil analisis statistik menghasilkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p = 0,255) maupun jenis kelamin (p = 0,658) dengan derajat tonsilitis. Maka disimpulkan jika derajat keparahan tonsilitis tidak dipengaruhi secara signifikan oleh faktor usia maupun jenis kelamin.
Uji Efektifitas Antiinflamasi Sediaan Ko-Amorf Ketoprofen-L-Arginin Dengan Metode Paw Edema Pada Tikus Wistar Jantan Firdaus, Wahyu Alfath; Umar, Salman; Zaini, Erizal
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.23675

Abstract

Inflamasi merupakan suatu bentuk respon terhadap kerusakan jaringan pada tubuh. Ketoprofen merupakan golongan senyawa antiinflamasi non-steroid (NSAID) yang memiliki kelarutan yang rendah dalam air. Formulasi ko-amorf ketoprofen dan l-arginin dengan perbandingan molar 1:1 mampu memperbaiki kelarutan dan disolusi ketoprofen. Ko-amorf ketoprofen-l-arginin diuji aktifitasnya dengan metode Paw Edema. Sediaan diujikan kepada tikus jantan galur Wistar dengan bobot sekitar 200 g. Penelitian dilakukan terhadap 15 tikus yang dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan; suspensi CMC-Na 0,5%; suspensi ketoprofen murni dengan dosis 3,6 mg/200 gBB; suspensi ko-amorf ketoprofen-l-arginin 5,3 mg Kg/200 gBB (setara 3,6 mg/200 gBB ketoprofen murni). Pemberian obat diberikan secara per oral, 30 menit kemudian diikuti induksi karagenan 1% secara intraplantar untuk memicu edema. Pengukuran volume edema dilakukan setiap 60 menit selama 360 menit menggunakan alat plethysmometer. Data volume udem diubah menjadi persentase rata-rata volume udem dianalisis secara statistik menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan suspensi ko-amorf ketoprofen – L-arginin 1:1 mampu menurunkan volume edema pada kaki tikus Wistar jantan dibandingkan suspensi ketoprofen murni dan CMC-Na 0,5%.
Gambaran Sarkopenia Pada Lansia Di Desa Bukit Napuh Kabupaten Oku Timur Putri, Ryona Anisa; Gunawan, Paskalis Andrew
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20818

Abstract

Sarkopenia merupakan sindrom geriatri yang ditandai dengan penurunan massa otot rangka, kekuatan otot, dan performa fisik akibat proses penuaan, yang berdampak pada penurunan kualitas hidup lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi sarkopenia pada lansia di Desa Bukit Napuh, Kabupaten OKU Timur. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif potong lintang (cross-sectional) dan melibatkan 125 lansia berusia ≥60 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Penilaian sarkopenia dilakukan berdasarkan kriteria Asian Working Group for Sarcopenia (AWGS) 2019, yang meliputi pengukuran massa otot, kekuatan genggam tangan, dan performa fisik. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 26,4% responden mengalami sarkopenia, dengan prevalensi lebih tinggi pada perempuan (16,8%) dan kelompok usia 60–69 tahun (13,6%). Sebanyak 78,4% responden memiliki kekuatan otot tangan rendah, 26,4% memiliki massa otot rendah, dan 80,0% menunjukkan performa fisik yang buruk. Sarkopenia lebih sering ditemukan pada lansia dengan status gizi kurang, aktivitas fisik yang berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari, serta riwayat penyakit kronis; namun, penelitian ini tidak melakukan analisis statistik inferensial untuk menentukan hubungan kausal. Keterbatasan utama penelitian ini adalah desain potong lintang dan analisis deskriptif yang membatasi penarikan kesimpulan kausal. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sarkopenia merupakan masalah kesehatan yang signifikan pada lansia di wilayah perdesaan. Diperlukan skrining dini serta intervensi berbasis komunitas yang berfokus pada aktivitas fisik, perbaikan gizi, dan pengelolaan penyakit kronis untuk mencegah penurunan fungsi lebih lanjut.
Perbandingan Efektivitas Transfusi Darah Prc Segar Dengan PRC Simpan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Di UTD RSUD DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Basir, Azzahra Lailatul; Syuhada, Syuhada; Hadiarto, Rinto; Muliasih, Mulat
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20593

Abstract

Salah satu terapi anemia pada pasien gagal ginjal kronis adalah transfusi Packed Red Cell (PRC), baik PRC segar maupun PRC simpan, namun perbedaan efektivitas keduanya masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas transfusi PRC segar dan PRC simpan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronis. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional yang dilakukan di UTD RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung pada Februari–Maret 2025. Sampel penelitian berjumlah 36 pasien gagal ginjal kronis yang menerima transfusi PRC, terdiri dari 18 pasien yang mendapatkan PRC segar dan 18 pasien yang mendapatkan PRC simpan. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan 8 jam setelah transfusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kenaikan kadar hemoglobin pada kelompok PRC segar sebesar 1,22 g/dL, lebih tinggi dibandingkan kelompok PRC simpan sebesar 0,95 g/dL. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna secara signifikan antara kedua kelompok (p = 0,009). Dapat disimpulkan bahwa transfusi PRC segar lebih efektif dibandingkan PRC simpan dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada pasien gagal paired t-test ginjal kronis.
Karakteristik Habitat Perkembangbiakan Nyamuk Anopheles Sp. Sebagai Vektor Malaria Di Desa Cilimus Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Pratiwi, Lisda Ageng; Putri, Devita Febriani; Triwahyuni, Tusy; Utari, Elitha Martharina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.21001

Abstract

Malaria merupakan masalah kesehatan yang masih signifikan dan termasuk penyakit parasit tropis penting di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung. Kabupaten Pesawaran dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat endemisitas malaria yang relatif tinggi. Kondisi lingkungan fisik, kimia, dan biologi berperan penting dalam menentukan keberadaan habitat perkembangbiakan nyamuk Anopheles sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik habitat perkembangbiakan Anopheles sp. sebagai vektor malaria di Desa Cilimus tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengamatan dilakukan pada empat titik habitat yang ditentukan secara purposive sampling, meliputi kolam, genangan air, tepi sungai, dan selokan. Data dikumpulkan melalui survei langsung terhadap karakteristik fisik, kimia, dan biologi habitat serta kepadatan larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu air berkisar antara 27–28°C dengan kedalaman 9,5–60 cm, pH air 6–7, dan salinitas 0‰. Secara biologis, habitat didominasi oleh tumbuhan air seperti lumut (Bryophyta) dan alga (Spirogyra sp.) serta fauna air berupa serangga air (Gerris sp.). Kepadatan larva tertinggi ditemukan pada habitat kolam sebesar 1,6 ekor/cidukan, diikuti genangan air sebesar 0,6 ekor/cidukan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa karakteristik habitat perkembangbiakan Anopheles sp. di Desa Cilimus berpotensi mendukung perkembangan larva nyamuk. Temuan ini memiliki implikasi praktis sebagai dasar penentuan lokasi prioritas pengendalian vektor malaria, khususnya melalui pengelolaan lingkungan dan eliminasi habitat perindukan yang berisiko.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Bantuan Hidup Dasar Terhadap Motivasi Dalam Menolong Pasien Henti Jantung Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2021 Farouk, Faisal; Wulandari, Mardheni; Hadiarto, Rinto; Utari, Elitha Martharina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20619

Abstract

Pengetahuan dan motivasi merupakan faktor penting dalam penatalaksanaan henti jantung, khususnya bagi calon tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan Basic Life Support (BLS) dengan motivasi mahasiswa kedokteran dalam memberikan pertolongan pada pasien henti jantung. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Subjek penelitian berjumlah 125 mahasiswa angkatan 2021 yang telah menyelesaikan Blok Trauma dan Gawat Darurat, dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan BLS yang baik (71,2%) dan motivasi yang tinggi (56,8%). Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan BLS dengan motivasi (p = 0,016), di mana pengetahuan yang baik berhubungan dengan motivasi yang tinggi (45,6%), sedangkan pengetahuan yang kurang berhubungan dengan motivasi yang rendah (2,4%). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan BLS melalui pelatihan berulang dan simulasi dapat meningkatkan kesiapan psikologis serta motivasi mahasiswa dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Oleh karena itu, integrasi pelatihan BLS secara praktis dan pendekatan psikososial direkomendasikan untuk memperkuat motivasi intrinsik mahasiswa.
Hubungan Kelainan Hematologi Dan Jumlah Virus Terhadap Lama Penggunaan Terapi Arv Pada Pasien Human Immunodeficiency Virus Di RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK Azzahra, Anggun Hayajihan; Hidayat, Hidayat; Hasbie, Neno Fitriyani; Kurniati, Mala
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.21849

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) mengganggu sistem kekebalan tubuh dan sering dikaitkan dengan kelainan hematologis seperti anemia, neutropenia, limfopenia, dan trombositopenia. Meskipun terapi antiretroviral (ARV) penting untuk menekan replikasi virus, hubungannya dengan parameter hematologis seiring waktu tetap signifikan secara klinis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara kelainan hematologis dan viral load dengan lama penggunaan terapi ARV pada pasien HIV di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 42 pasien HIV. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan korelasi Spearman, dengan tingkat signifikansi p 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28 pasien (66,7%) mengalami anemia, 21 pasien (50%) limfopenia, 13 pasien (31%) neutropenia, dan 1 pasien (2,4%) trombositopenia, sementara 29 pasien (69%) memiliki viral load yang tidak terdeteksi. Analisis statistik tidak menemukan korelasi yang signifikan antara kelainan hematologis dengan lama terapi ARV, maupun antara viral load dengan lama pengobatan (p 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa terapi ARV jangka pendek (6–12 bulan) mungkin belum cukup untuk memperbaiki profil hematologis atau memastikan supresi virus secara konsisten, sehingga menekankan pentingnya pemantauan rutin parameter darah dan intervensi klinis dini dalam tata laksana HIV. Studi longitudinal lebih lanjut direkomendasikan untuk mengevaluasi hasil hematologis dan virologis jangka panjang dari terapi ARV.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue