cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
Pengaruh Teknik 4-7-8 Breathing Exercise Terhadap Nyeri Pasien Post Operasi Dengan General Anestesi Di RSU PKU Muhammadiyah Bantul Pratiwi, Nesa Anggun; Azizah, Aisyah Nur; Purnamasari, Vita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20948

Abstract

Nyeri post operasi merupakan respons fisiologis umum yang dapat memengaruhi proses pemulihan pasien, terutama jika tidak ditangani dengan baik, karena dapat menimbulkan gangguan tidur, kecemasan, keterbatasan mobilitas, hingga perlambatan penyembuhan luka. Penatalaksanaan nyeri secara farmakologis memiliki risiko efek samping dan ketergantungan, sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman. Teknik 4-7-8 breathing exercise merupakan salah satu metode non-farmakologis yang bertujuan untuk mengurangi intensitas nyeri melalui mekanisme relaksasi dan pengaturan sistem saraf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik 4-7-8 breathing exercise terhadap nyeri post operasi dengan general anestesi di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi experimental nonequivalent control group. Sampel terdiri dari 34 responden yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar NRS (Numeric Rating Scale), dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan teknik 4-7-8 breathing exercise terhadap penurunan tingkat nyeri post operasi dengan nilai p = 0,000 ( 0,05), yang berarti Ha diterima. Hal ini membuktikan bahwa teknik 4-7-8 breathing exercise efektif dalam menurunkan nyeri pada pasien post operasi dengan general anestesi.
Hubungan Jumlah Leukosit Dengan Kadar HS-CRP (High Sensitivity C- Reactive Protein) Pada Pasien Talasemia Beta Mayor Anak Dirumah Sakit Umum Daerah Pringsewu Birrahma, Rafi’a Shinta; Nur, Muhammad; Anggraeni, Selvia; Muliasih, Mulat
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20600

Abstract

Inflamasi kronis di penderita talasemia beta mayor diakibatkan karena peningkatan kadar zat besi akibat transfusi darah yang berulang, yang dapat mengaktifkan sistem imun serta memicu mediator inflamasi. Inflamasi ini dapat dinilai dengan parameter inflamasi, termasuk jumlah leukosit dan hs-CRP (high sensitivity c- reactive protein). Tujuan studi ini adalah menganalisis keterkaitan antara jumlah leukosit dan hs-CRP pada anak yang menderita talasemia beta mayor. Penelitian ini termasuk dalam jenis kuantitatif dengan metode analitik observasional dan desain cross-sectional. Populasi pada studi ini ialah semua pasien anak penderita talasemia beta mayor di RSUD Pringsewu, yaitu 53 pasien. Sampel penelitian terdiri dari 43 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling.Data diuji dengan program SPSS menggunakan analisis univariat berupa deskriptif serta analisis bivariat yakni uji korelasi Spearman. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar leukosit pada sampel  normal, yaitu 7,54395 mm  dan rata-rata nilai hs-CRP sedikit meningkat, yaitu 1,1216 mg/L. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0,667 lebih besar dari hasil signifikansi 0,05. Hal ini menandakan tidak ada hubungan antara jumlah leukosit dengan hs-CRP pada pasien talasemia beta mayor anak di RSUD Pringsewu. Inflamasi kronis di penderita talasemia beta mayor diakibatkan karena peningkatan kadar zat besi akibat transfusi darah yang berulang, yang dapat mengaktifkan sistem imun serta memicu mediator inflamasi. Inflamasi ini dapat dinilai dengan parameter inflamasi, termasuk jumlah leukosit dan hs-CRP (high sensitivity c- reactive protein). Tujuan studi ini adalah menganalisis keterkaitan antara jumlah leukosit dan hs-CRP pada anak yang menderita talasemia beta mayor. Penelitian ini termasuk dalam jenis kuantitatif dengan metode analitik observasional dan desain cross-sectional. Populasi pada studi ini ialah semua pasien anak penderita talasemia beta mayor di RSUD Pringsewu, yaitu 53 pasien. Sampel penelitian terdiri dari 43 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling.Data diuji dengan program SPSS menggunakan analisis univariat berupa deskriptif serta analisis bivariat yakni uji korelasi Spearman. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar leukosit pada sampel  normal, yaitu 7,54395 mm  dan rata-rata nilai hs-CRP sedikit meningkat, yaitu 1,1216 mg/L. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0,667 lebih besar dari hasil signifikansi 0,05. Hal ini menandakan tidak ada hubungan antara jumlah leukosit dengan hs-CRP pada pasien talasemia beta mayor anak di RSUD Pringsewu.
Hubungan Antara Konsumsi Junk Food Dengan Obesitas Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Bandar Lampung Angkatan 2021, 2022, Dan 2023 Padisha, Afnan Naufal; Shariff, Fonda Octarianingsih; Alfarisi, Ringgo; Hermawan, Dessy
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.21164

Abstract

Obesitas merupakan akumulasi lemak berlebih yang berisiko terhadap kesehatan dan sering dikaitkan dengan pola konsumsi makanan tak sehat, termasuk junk food. Studi ini bertujuan menganalisis hubungan antara konsumsi junk food dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Bandar Lampung angkatan 2021, 2022, dan 2023. Studi ini ialah studi kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Studi ini memakai 211 sampel yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data didapatkan melalui kuesioner tingkat konsumsi junk food dan pengukuran indeks massa tubuh (IMT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tergolong obesitas (52,6%) dan konsumsi junk food terbanyak berada pada kategori rendah (45,0%). Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara tingkat konsumsi junk food dengan status obesitas (p = 0,000). Distribusi data memperlihatkan bahwa seluruh responden dengan konsumsi junk food tinggi tergolong obesitas, sedangkan responden dengan konsumsi rendah mayoritas tidak obesitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa konsumsi junk food memperbesar risiko obesitas di kalangan mahasiswa kedokteran, yang dapat menjadi perhatian dalam upaya promosi gaya hidup sehat pada kelompok usia produktif.
Profil Ulkus Diabetikum Pasien Rawat Inap Di RSUD Meuraxa Banda Aceh Amira, Irhamna; Mustaqim, M.Hendro; Rizal, Fakhrul
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20810

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit kronis dalam metabolisme yang terjadi karena adanya gangguan dalam produksi atau fungsi insulin, yang mengakibatkan peningkatan kadar gula darah. Di Indonesia, jumlah penderita diabetes terus meningkat, dan hal ini turut meningkatkan kasus ulkus diabetik, sebuah komplikasi serius yang dapat mengurangi kualitas hidup penderita diabetes. Ulkus diabetik disebabkan oleh kerusakan saraf dan pembuluh darah yang memburuk sampai bisa menimbulkan kerusakan pada tulang dan memerlukan amputasi. Studi ini mengkaji angka kejadian ulkus diabetik berdasarkan beberapa faktor seperti jenis kelamin, usia, lokasi luka, faktor risiko, dan pekerjaan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif dan menggunakan teknik total sampling pada 100 pasien yang dirawat inap di RSUD Meuraxa Banda Aceh. Data dianalisis menggunakan program SPSS secara univariat. Temuan menunjukkan kebanyakan pasien ulkus diabetik adalah wanita (83%), berusia antara 45-59 tahun (61%), dengan luka terbanyak pada kaki (78%), dan mayoritas bekerja sebagai IRT (Ibu Rumah Tangga) sebesar 46%.
Mieloma Multipel: Laporan Kasus Muliasih, Mulat
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.23953

Abstract

Mieloma multipel (MM) adalah keganasan yang ditandai dengan proliferasi klon tunggal sel plasma yang berasal dari sel B di sumsum tulang. MM menempati keganasan hematologi nomor dua pada usia dewasa dan merupakan kanker hematologi dengan keterlibatan sistem skeletal terbanyak. Laporan kasus ini bertujuan untuk menjelaskan diagnosis MM pada pasien dengan keterlibatan sistem skeletal. Seorang pria berusia 50 tahun datang dengan keluhan utama nyeri punggung bawah, disertai penurunan berat badan dan batuk lama. Gejala yang tidak khas menyebabkan penegakan diagnosis MM baru ditegakkan dalam waktu hampir dua bulan. Hasil laboratorium didapatkan anemia, peningkatan ureum dan kreatinin, peningkatan sel plasma, dan gamma globulin yang tinggi pada elektroforesis protein serum. Hasil survei tulang didapatkan osteolitik pada parietal dan skapula serta fraktur kompresi di vertebra lumbal. Nyeri radikular pada MM merupakan komplikasi yang paling sering dikeluhkan dalam praktik klinis. Keluhan nyeri radikular pada pasien dewasa harus diwaspadai adanya keterlibatan MM. Diagnosis dan intervensi dini dapat mencegah progresifitas penyakit lebih lanjut.
Laporan Kasus: Efektivitas Teknik Akupunktur Plum Blossom Dan Elektroakupunktur Pada Telogen Effluvium Kronis Marpaung, Miranda Hartini; Ratnasari, Dewi; Widarto, Atalya Vetta; Budianto, Stefanus Agung
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20206

Abstract

Telogen effluvium adalah gangguan kulit kepala yang ditandai dengan kerontokan rambut berlebihan. Ini merupakan salah satu bentuk alopecia non-sikatriks yang paling umum ditemukan dalam praktik klinis. Kondisi ini sangat mengganggu dan dapat menyebabkan penurunan kepercayaan diri yang signifikan, terutama pada wanita. Penanganan biasanya mencakup terapi farmakologis, baik secara oral maupun topikal. Namun, penggunaan jangka panjang dari terapi tersebut seringkali menimbulkan efek samping. Seorang wanita berusia 29 tahun datang dengan keluhan kerontokan rambut menyeluruh selama tiga tahun terakhir, yang memburuk dalam enam bulan terakhir. Pasien menjalani 12 sesi terapi akupunktur plum blossom yang dikombinasikan dengan elektroakupunktur pada tubuh. Terjadi perbaikan kerontokan rambut, yang dibuktikan dengan tumbuhnya rambut-rambut halus serta perbaikan pada hair-pull test. Perbaikan juga terlihat pada hasil trikoskopi dan trikogram, dengan persentase rambut fase telogen menurun menjadi 15,6%. Skor DLQI dan PSS-10 juga menunjukkan penurunan pada akhir terapi.
Korelasi Panjang Tulang Humerus Terhadap Tinggi Badan Pada Mahasiswa Suku Lampung Di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Utami, Rizka; Kurniati, Mala; Rafie, Rakhmi; Djamil, Adrian Rival
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20608

Abstract

Tinggi badan merupakan parameter yang penting dalam bidang klinis dan forensik, terutama dalam proses identifikasi individu dengan kondisi tubuh tidak utuh, seperti pada kasus kecelakaan, mutilasi, dan bencana alam. Estimasi tinggi badan dapat dilakukan melalui pengukuran tulang panjang, salah satunya tulang humerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara panjang tulang humerus terhadap tinggi badan pada mahasiswa suku Lampung di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Metode ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Februari 2025. Populasi penelitian berjumlah 50 mahasiswa suku Lampung yang dipilih menggunakan metode total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Panjang tulang humerus diukur menggunakan kaliper geser, sedangkan tinggi badan diukur menggunakan microtoise. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara panjang tulang humerus kiri dan tinggi badan (p0,01; r=0,793) serta antara panjang tulang humerus kanan dan tinggi badan (p0,01; r=0,803). Kesimpulan menunjukkan adanya korelasi yang kuat pada humerus kiri dan korelasi yang sangat kuat pada humerus kanan terhadap tinggi badan.
Praktik Pijat Perut Dan Risiko Abortus Pada Kehamilan Dini: Tinjauan Di Rumah Sakit Rujukan Tunggal Kabupaten Sumba Tengah Lede, Marlena Trywulandari; Ningrum, Astika Gita; Prasetyo, Budi; Anis, Wahyul
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21372

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator penting dalam menilai kualitas kesehatan maternal. AKI dihitung berdasarkan jumlah kematian ibu selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas per 100.000 kelahiran hidup. Secara global, sekitar 80% kematian ibu termasuk dalam kategori kematian maternal langsung, dengan abortus menyumbang sekitar 13% dari seluruh kasus tersebut. Kejadian abortus dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Salah satu faktor eksternal yang masih dijumpai di masyarakat adalah praktik tradisional berupa pijat perut pada kehamilan dini yang dilakukan oleh dukun dan diyakini dapat menjaga kesehatan kehamilan serta memperbaiki posisi janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara praktik pijat perut tradisional dan kejadian abortus pada ibu hamil di RSUD Waibakul Kabupaten Sumba Tengah. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 339 ibu hamil dengan usia kehamilan ≤20 minggu yang tercatat dalam rekam medis RSUD Waibakul selama periode 2022–2024 dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pijat perut dan kejadian abortus (p=0,001) dengan nilai OR 18,543. Kesimpulan: bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik  antara pijat perut dan kejadian abortus. Penelitian lanjutan dianjurkan menggunakan data primer dan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi teknik pijat perut oleh dukun serta kemungkinan mekanisme yang memicu abortus.
Efektivitas Pemberian Ekstrak Phoenix dactylifera Pada Reticulocyte Hemoglobin Equivalent Dan Hemosiderin Tikus Wistar Anemia Defisiensi Besi Aulia, Hiski; Putri, Ahista Saskirana; Almas, Nisrina Raudhatul Jannah; Raharjo, Budiono; Soelistyaningtyas, Anggraheny; Linggawan, Stephani; Soetedjo, Farida Anggraini; Gunawan, Catherine Keiko; Sumarpo, Anton
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.22428

Abstract

Anemia menjadi salah satu permasalahan utama dalam kesehatan masyarakat baik di negara berkembang maupun negara maju. Pemeriksaan reticulocyte hemoglobin equivalent (Ret-He) dan hemosiderin dapat mengukur kadar hemoglobin pada retikulosit yang baru keluar dan mengukur cadangan zat besi dari sumsum tulang. Kurma (Phoenix dactylifera) merupakan tanaman yang kaya akan manfaat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pemberian ekstrak Phoenix dactylifera pada peningkatan kadar reticulocyte hemoglobin equivalent (Ret-He) dan tingkat hemosiderin tikus Wistar anemia defisiensi besi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental, jumlah sampel penelitian 4 kelompok, dengan kriteria inklusi tikus Wistar sehat, jenis kelamin jantan, usia 4-6 bulan, tidak ada kelainan anatomis/cacat, berat badan 200-300 gram. Kriteria eksklusi tikus yaitu tikus dalam keadaan sakit, cacat fisik. Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil darah dan sumsum tulang tikus Wistar, sampel darah digunakan untuk mengukur kadar reticulocyte hemoglobin equivalent (Ret-He) dan sampel sumsum tulang dibuat menjadi apusan untuk mengukur tingkat hemosiderin. Hasil penelitian didapatkan nilai mean kadar reticulocyte hemoglobin equivalent (Ret-He) pada kelompok perlakuan tertinggi adalah perlakuan 2, dan nilai median tingkat hemosiderin pada kelompok perlakuan tertinggi adalah perlakuan 2 dan 3. Analisis statistik reticulocyte hemoglobin equivalent (Ret-He) menggunakan Welch ANOVA dan Welch’s t-test menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna (p0,05). Analisis statistik hemosiderin menggunakan Kruskal-Wallis antar keempat kelompok (p0,05), dan analisis menggunakan Mann-Whitney antara kelompok kontrol negatif dan perlakuan 1 (p≤0,05), sisanya menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna (p0,05). Kesimpulan dari hasil tersebut yaitu pemberian ekstrak Phoenix dactylifera tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada kadar reticulocyte hemoglobin equivalent (Ret-He) dan tingkat hemosiderin yang bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif.
Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja Karyawan Di PT X Kota Batam Parwata, Mahani Dwi; Sari, Chinta Yolanda; Soberi, Nilam Ligita; Cahyani, Herlina Dwi; Sari, Novita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21585

Abstract

Salah satu faktor yang dapat menurunkan kinerja pekerja konstruksi dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja adalah lingkungan kerja fisik yang buruk, yang mencakup suhu, pencahayaan, kebisingan, ventilasi, kebersihan, dan fasilitas kerja. Namun, kondisi kerja yang kurang optimal masih banyak ditemukan di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana lingkungan kerja fisik memengaruhi kinerja pekerja konstruksi di PT X Batam. Populasi penelitian terdiri dari lima puluh pekerja dengan teknik pengambilan sampel total. Data diolah dan dianalisis secara statistik melalui uji validitas dan keandalan instrumen, analisis univariat untuk distribusi frekuensi dan persentase, serta analisis bivariat menggunakan regresi linier sederhana untuk menguji hubungan dan pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 42% responden menilai kondisi lingkungan kerja fisik di PT.X berada dalam kategori rendah dan 44% dalam kategori sedang. Kinerja pekerja secara keseluruhan berada dalam kategori sedang (64%), dengan masing-masing 18% berada dalam kategori rendah dan tinggi, yang menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik di PT.X belum optimal. Meskipun demikian, lingkungan kerja fisik memengaruhi kinerja pekerja konstruksi secara substansial. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,103, yang berarti bahwa lingkungan kerja fisik mampu menjelaskan sebesar 10,3% variasi kinerja pekerja, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel penelitian. Untuk meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan produktivitas kerja secara keseluruhan, peningkatan elemen lingkungan fisik seperti pencahayaan dan ventilasi sangat penting.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue