cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
KAJIAN PUSTAKA: PARADIGMA BARU AKUPRESUR UNTUK MENUNJANG PROGRAM SDG POINT KETIGA: KEHIDUPAN SEHAT DAN SEJAHTERA Fitriani, Elies; Husna, Ismalia; Mihardja, Hasan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i10.11176

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) dideklarasikan oleh UN pada tahun 2015 yang memuat 17 tujuan/goals dan 169 target yang menggambarkan sasaran dan lingkup agenda pembangunan dan masyarakat global dalam 15 tahun ke depan. Beberapa target dalam SDGs diantaranya menurunkan angka kematian, menurunkan kematian neonatal, mengakhiri epidemi penyakit infeksi, serta menurunkan angka kematian dini akibat penyakit tidak menular, meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mental. Target tersebut termuat dalam tujuan point ketiga yaitu kehidupan sehat dan sejahtera. Pandemi COVID-19 memberikan dampak global, terutama bagi populasi rentan yang terdampak, seperti ibu hamil dan anak-anak. Kesulitan akses terhadap fasilitas kesehatan dan obat semakin memperparah dampak COVID-19 dalam pencapaian tujuan SDGs point ketiga. Akupresur adalah teknik penekanan mekanik berdasarkan titik akupunktur. Teknik ini mempunyai keunggulan sederhana, murah, non invasif, mudah dilakukan, serta telah terbukti efektif pada banyak kondisi medis berdasarkan studi literatur beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Akupresur dapat menjembatani kondisi pasca pandemi dimana terjadi penurunan pendapatan sehingga angka kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan cenderung menurun. Akupunktur saat ini telah mengalami perubahan paradigma dari sebuah pengobatan tradisional menjadi keilmuan medis yang berdasarkan evidence based. Artikel ini merupakan studi literatur mengenai efektifitas akupunktur akupresur dalam beberapa kondisi yang menjadi tujuan/goals dari point ketiga SDGs.
EFEKTIVITAS LARVA MAGGOT (LALAT TENTARA HITAM/ BLACK SOLDIER FLY) SEBAGAI PENGURAI SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA Kasya, Yorri Maulina; Putri, Fitria Eka; Siregar, Sri Astuti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i8.10306

Abstract

Indonesia menghasilkan 67,8 juta ton sampah pada tahun 2020. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), 37,3% sampah di Indonesia berasal dari kegiatan rumah tangga. Sumber sampah terbesar berasal dari pasar tradisional sebesar 16,4%. Salah satu inovasi yang dapat digunakan untuk mengurangi limbah organik rumah tangga adalah dengan menjadikan limbah organik sebagai pakan maggot atau makan untuk maggot. Maggot merupakan larva yang berasal dari serangga lalat hitam, ulat atau belatung dari lalat hitam tersebut bernama Black Soldier Fly (BSF). Penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan menggunakan metode pre experimental design. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas larva maggot sebagai pengurai sampah organik rumah tangga. Penelitian ini dilakukan sebanyak 3 kali percobaan.Pemberian pakan atau sampah organik kepada larva maggot terbagi menjadi 3 jenis yaitu buah-buahan, sayur-sayuran dan daging. Setiap percobaan diberi waktu selama 28 hari untuk menghabiskanatau menguraikan makanan. Pakan akan diberikan kepada 500 ekor larva yang berusia 7 hari dan akan dilakukan pengecekan pada hari ke 7, hari ke 14, hari ke 21 dan hari ke 28. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa, proses penguraian sampah organik dengan 500 larva maggot dapat dijadikan cara efeltif dalam penanggulangan tumpukan sampah organik rumah tangga. Suhu dan kelembapan berpengaruh dalam proses penguraian sampah organik yang dimana proses penguraian memerlukan suhu 28ºC-35ºC, Sampah organik yang cepat terurai dengan menggunakan 500 ekor larva maggot adalah buah-buahan hanya dalam 14 hari proses penguraian. Dimana buah-buahan memiliki tekstur yang lunak sehingga lebih mudah dimakan oleh larva maggot, Waktu yang dibutuhkan oleh 500 larva maggot dalam prose penguraian sampah organik rumah tangga seperti buah-buahan 14 hari, sayur-sayuran 28 hari, daging 21 hari.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG MAKANAN SEHAT DAN STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN KEJADIAN KARIES DENTIS PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN TANJUNG SENANG BANDAR LAMPUNG Fadilla, Mirafzur Haris; Agustina, Rita; Mustofa, Festy Ladyani; Sjahriani, Tessa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i10.9899

Abstract

Dental caries is a disease that affects about 90% of children. According to Suwelod, caries is influenced by external and internal factors. One component of external factors is the behavior of maintaining dental health as measured by the level of knowledge of the mother and socioeconomic status. Knowing the relationship between the level of knowledge of the mother and the socio-economic status of the family in elementary school children in the Tanjung Bahagia District, Bandar Lampung City. This type of research is quantitative analytic with cross-sectional research design, patience and self-efficacy questionnaire with stratified random sampling technique. There were 100 mothers with good level of knowledge, 58 children (58%), the highest socioeconomic status level in the <UMR category, 74 respondents (74%), the highest incidence of dental caries was experienced by dental caries, namely 72 children (72 %) Statistical analysis used the chi-square test on the frequency of consumption of packaged milk and the incidence of dental caries with a value of p = 0.735 and a correlation value of OR = 1.169, on the level of knowledge of mothers and the incidence of dental caries. with a value of p = 0.06 and a correlation value of OR = 2.459. There is no significant relationship between the level of knowledge of the mother and the incidence of caries, however, there is a significant relationship between socioeconomic status and the incidence of caries in elementary school children in Tanjung Bahagia District, Bandar Lampung
HUBUNGAN HbA1c DENGAN KADAR HDL PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS SIMPUR BANDAR LAMPUNG Esfandiari, Firhat; Fitriani, Dita; Nur, Muhammad; Fitri, Dinda Sesa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i8.9661

Abstract

Abstrak: Hubungan Kadar HbA1c Dengan Kadar HDL Pada PenderitaDiabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Simpur Bandar Lampung Pada Tahun2021-2022. Diabetes Mellitus merupakan kelainan metabolik yang ditandaihiperglikemia kronik. Tindakan pengendalian DM sangat diperlukan untukmengusahakan tingkat gula darah sedekat mungkin dengan normal.Denganmelakukan pemeriksaan kadar HbA1c dengan Kadar HDL dapat memprediksikemungkinan penyakit kardiovaskular pada pasien DM di masa mendatang. Tujuanpenelitian mengetahui hubungan kadar HbA1c dengan kadar HDL pada penderitadiabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Simpur Bandar Lampung Pada Tahun 2021-2022. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik observasional denganmetode cross sectional menggunakan teknik total sampling. Data yang digunakansekunder berupa rekam medis milik pasien. Hasil Penelitian didapatkan sampelpenelitian berjumlah 38 pasien DM tipe 2 dengan nilai kadar HbA1c ≤7% presentase(42,1%) dan nilai kadar HbA1c ≥7% presentase (57,9%). Untuk kadar HDLdidapatkan nilai kadar HDL ≥45mg/dl presentase (52,6%) dan nilai HDL ≤45mg/dlpresentase (47,4%). Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan hasil p-valuesebesar 0,024 (P<0.05) dan odd ratio 4.714 yang diartikan menerima H1 danmenolak H0, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna korelasi negatifantara kadar HbA1c dengan kadar kolesterol HDL pada penderita Diabetes Mellitustipe 2 di Puskesmas Simpur. Diketahui terdapat hubungan bermakna korelasi negatif  antara kadar HbA1c dengan kadar HDL pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Simpur Bandar Lampung pada tahun 2021-2022 dengan p-value 0,024 (p<0,05) dan odd ratio 4.714
HUBUNGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN TERJADINYA SEPSIS NEONATORUM DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Firmansyah, Maulid Elang; Rukmono, Prambudi; Purwaningrum, Ratna; Octarianingsih, Fonda
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i8.9715

Abstract

Abstrak : Hubungan Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Dengan Terjadinya Sepsis Neonatorum Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun. Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa kehamilan (gestasi). Berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 (satu) jam setelah lahir (World Health Organization, 2020). Sepsis neonatorum adalah sindrom respon inflamasi sistemik disertai infeksi aliran darah pada usia 1 bulan pertama kehidupan. (dibuktikan dengan kultur) (Rukmono, 2020). bayi dengan berat badan lahir rendah memiliki banyak risiko mengalami permasalahan pada sistem tubuh, karena kondisi tubuh yang tidak stabil. Bayi berat lahir rendah berisiko tinggi mengalami infeksi atau sepsis neonatorum kemungkinan karena pematangan organ tubuhnya yang belum sempurna (hati, paru, pencernaan, otak, daya pertahanan tubuh dll) yang menyebabkan bayi lebih mudah terkena infeksi (Martua, 2021). Untuk mengetahui hubungan antara BBLR dengan kejadian sepsis neonatorum di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Diolah dengan uji Chi-square. Jumlah subjek penelitian adalah 615 pasien bayi dengan prevalensi bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah sebanyak 267 (43,4%) dan bayi yang lahir dengan sepsis neonatorum sebanyak 59 (9,6%) setelah dilakukan uji hubungan antara sepsis neonatorum dengan berat badan lahir rendah menggunakan uji Chi-square didapatkan nilai p= 0,000, OR=3.983, CI=2.189 – 7.247. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara bayi berat badan lahir rendah dengan terjadinya sepsis neonatorum.
HUBUNGAN KEBIASAAN AKTIVITAS FISIK DENGAN RISIKO TERJADINYA OSTEOPOROSIS PADA WANITA MENOPAUSE DI PUSKESMAS RAJABASA INDAH Aris Aris; Mala Kurniati; Selvia Anggraeni; Fonda Octarianingsih Shariff
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i7.9900

Abstract

Abstrak: Hubungan Kebiasaan Aktivitas Fisik Dengan Risiko Terjadinya Osteoporosis Pada Wanita Menopause Di Puskesmas Rajabasa Indah. Osteoporosis di Indonesia berdasarkan dari data Badan Pusat Statistik Indonesia pada tahun 2017 yaitu terdapat 8,97% atau sekitar 23,4 juta lansia di Indonesia menderita Osteoporosis. Faktor yang dikaitkan dengan kejadian osteoporosis adalah menopause dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan aktivitas fisik dengan risiko terjadinya osteoporosis pada wanita menopause di Puskesmas Rajabasa Indah. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien wanita menopause dengan osteoporosis di Puskesmas Rajabasa indah. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling, yaitu semua wanita yang telah mengalami menopause yang berobat di Puskesmas Rajabasa Indah sebanyak 48 responden. Analisis statistik menggunakan uji chi square. Penelitian ini sebagian besar responden memiliki risiko mengalami osteoporosis yaitu berjumlah 27 responden (56,3%). Sebagian besar wanita menopause melakukan aktivitas fisik ringan yang berjumlah 26 responden (54.2%). Ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan aktivitas fisik dengan risiko osteoporosis di Puskesmas Rajabasa Indah Tahun 2022 dengan nilai P-Value sebesar 0,024 atau < 0,05. Terdapat hubungan antara kebiasaan aktivitas fisik dengan risiko terjadinya osteoporosis pada wanita menopause di Puskesmas Rajabasa Indah.
PERBEDAAN ARUS PUNCAK EKSPIRASI PADA SISWA KELAS 6 SD PEROKOK AKTIF, PEROKOK PASIF, DAN BUKAN PEROKOK DI KABUPATEN PRINGSEWU Soemarwoto, Retno Ariza S.; Yuniar, Fransisca Tarida; Oktobiannobel, Jordy; Nurrohmah, Syifa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i8.11461

Abstract

Abstrak: Perbedaan Arus Puncak Ekspirasi Pada Siswa Kelas 6 SDPerokok Aktif, Perokok Pasif, dan Bukan Perokok di KabupatenPringsewu. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa70% perokok memulai kebiasaan tersebut sebelum berusia 19 tahun karenaterbiasa melihat anggota keluarganya merokok. Provinsi Lampung salah satuprovinsi di Indonesia dengan jumlah kasus perokok yang cukup tinggi. Arus puncakekspirasi merupakan salah satu pemeriksaan untuk mendeteksi adanya PenyakitParu Obstruksi Kronik (PPOK) yang diakibatkan karena terganggunya jalan napaspada paru. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan nilai aruspuncak ekspirasi (APE) pada siswa kelas 6 SD perokok aktif, perokok pasif danbukan perokok pada siswa kelas 6 SD di Kabupaten Pringsewu. Penelitian yangdilakukan ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitianobservasi analitik. Populasi penelitian ini siswa kelas 6 SD di Kabupaten Pringsewusejumlah 7.222 siswa. Sampel pada penelitian ini sebanyak 379 orang siswa. Alatpengumpulan data menggunakan metode pemeriksaan alat peak flow meter untukmengukur kadar arus puncak ekspirasi pada siswa SD. Analisis data menggunakan One-Way Anova. Distribusi frekuensi responden yang merupakan perokok aktif sebanyak 75 responden (19.8%), Rata-rata Arus puncak ekspirasi yaitu 97,39% dengan standar devisi 16,727%. Pada nilai rata-rata APE bukan perokok mempunyai nilai yang lebih baik dari yang terpapar rokok, sehingga pada perokok aktif mempunyai nilai lebih rendah dari bukan perokok dan perokok pasif yang menyebabkan penurunan fungsi paru. Kesimpulan ada perbedaan arus puncak ekspirasi pada perokok aktif, perokok pasif dan bukan perokok pada Siswa Kelas 6 SD di Kabupaten Pringsewu. 
GAMBARAN LESI FOTO TORAKS PADA UJI DIAGNOSTIK PENDERITA COVID-19 DI RSUD H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Milla Monica Agiestya; Festy Ladyani; Alfi Wahyudi; Firhat Esfandriari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i7.9423

Abstract

Abstrak: Gambaran Lesi Foto Toraks Pada Uji Diagnostik Penderita Covid-19 Di Rsud H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Novel corona virus 2019 atau COVID-19 adalah suatu penyakit yang pertama kali ditemukan pada bulan Desember di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019, virus ini menyebar keseluruh Negara bagian termasuk Indonesia pada Maret 2020 (WHO, 2020). Kasus di Indonesia sendiri sebanyak 1,39 Juta Kasus Konfirmasi COVID-19, 1,2 Juta Sembuh, 37.547 Meninggal. Keberadaan lesi paru pada pasien covid-19 ini dapat dilihat menggunakan uji diagnostik foto toraks. Tujuan penelitian ini diketahui gambaran lesi foto toraks pada uji diagnostik penderita covid-19 RSUD H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian adalah pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Dr H Abdul Moeloek Bandar Lampung pada bulan Maret - Desember 2020. Sampel 150 Pasien Covid-19. Pengumpulan data menggunakan rekam medis. Analisis data menggunakan rumus persentase. Distribusi pasien terkonfirmasi positif COVID-19adalah pasien laki-laki (58,0%), usia dewasa 20-60 tahun (82,67%), dengan hasil bacaan radiologi tidak normal (83,5%). Lesi paru pada foto thoraks pada kedua lapang paru (48,0%). Letak lesi paru pada foto thoraks pada central (54,0%). Lesi paru pada foto thoraks kedua lapang paru (48,0%). Zona Lesi paru pada foto thoraks pada zona bawah (55,33%). Uji diagnostik didapatkan RT PCR (44,0%). Riwayat penyakit  sebelumnya tidak ada riwayat (48,67%). Foto thoraks penderita covid-19 pada pasien yang RT PCR + (58,67%).
OPPORTUNITIES FOR THE APPLICATION OF THE GUT-BRAIN-AXIS MICROBIOTA FOR THE OPTIMIZATION OF NERVE GROWTH AND DEVELOPMENT IN INFANTS Allatib, Arohid; Azzahra, Zahwa Arsy; Widyaningrum, Immaculata; Januarta, Cahya Wahyudi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i10.11582

Abstract

Abstract: Opportunities for The Application of The Gut-Brain-Axis Microbiota for The Optimization of Nerve Growth and Development in Infants. Neurodevelopment in infants is very important and has a significant role in shaping their future intellectual, emotional, and physical capacities. Nerve cells (neurons) form a neural network in babies from the time of pregnancy. The interaction between the gut microbiota and the brain occurs through a pathway called the gut-brain axis. Studies have shown that gut microbiota influences brain function and human behavior. To find out the efforts that can be made to maximize the development of the baby's brain by utilizing the concept of the gut-brain-axis microbiota. Using literature review techniques from international articles in the 2013-2023 using specific keywords in PubMed, Cochrane, Embase, Scopus, Google Scholar, and Textbook. Efforts to improve neurodevelopment using the concept of a gut-brain-axis microbiota are essentially efforts to create a good microbiota balance in the gut.  These efforts include maintaining and maintaining the balance of the healthy microbiota of pregnant women, giving birth pre-vaginal, providing exclusive breast milk, reducing the use of antibiotics that are not required, providing complementary foods breast milk rich in probiotics and prebiotics, providing stimulus, and reduce the use of chemicals.  The concept of gut-brain-axis microbiota is very applicable to maximize neurodevelopment in infants starting by paying particular attention to the prenatal and postnatal periods.
PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN JUMLAH TROMBOSIT PADA SAMPEL DARAH PASIEN THALASEMIA DENGAN ANTIKOAGULAN K2EDTA SEGERA DAN SETELAH DITUNDA 4 JAM POST SAMPLING DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Fadiila Putri Aqila Chaniago; Syuhada Syuhada; Ni Putu Sudiadnyani; Zulfian Zulfian
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i7.10806

Abstract

Abstrak : Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Trombosit pada Sampel Darah Pasien Thalasemia dengan Antikoagulan K2EDTA Segera dan Setelah Ditunda 4 Jam Post Sampling Di Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Antikoagulan merupakan bahan yang digunakan untuk menghindari terjadinya pembekuan pada darah sehingga sangat ideal untuk dilakukan uji hematologi seperti pemeriksaan trombosit. Pemberian Antikoagulan harus disesuaikan dengan standar prosedur yang sudah ditentukan, dikarenakan penggunaan Antikoagulan yang berlebih dapat mempengaruhi jumlah trombosit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil pemerikasaan jumlah trombosit pada pasien Thalasemia dengan antikoagulan K2EDTA segera dan setelah ditunda 4 jam post sampling. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional melalui data Primer dan menggunakan pendekatan cross sectional. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jumlah trombosit pasien thalasemia dari kedua sampel yakni segera diperiksa dan setelah ditunda 4 jam menunjukkan adanya penurunan dari segera menuju ditunda 4 jam post sampling. Dapat disimpulkan bahwa diperoleh hasil yaitu tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil pemeriksaan jumlah trombosit pasien thalasemia dengan Antikoagulan K2EDTA segera dan setelah ditunda 4 jam post sampling. 

Page 56 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue