cover
Contact Name
Ismed
Contact Email
ismedfateta@gmail.com
Phone
+62751-72772
Journal Mail Official
jurnal.logista@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis - Padang 25163, West Sumatera, Indonesia.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25796283     EISSN : 2655951X     DOI : 10.25077
Core Subject : Agriculture,
LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat is a scientific journal that covers the community service activities related to agricultural product technology, agricultural engineering, agricultural industrial technology, nutrition and public health, pharmacy, biology, climatology, agroecotechnology, soil science, agricultural cultivation, plant protection, medicine, family and consumers, livestock, fisheries, forestry, conservation, environment, socio-economics, engineering, and entrepreneurship that have been considered and approved by the Editorial boards.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2018)" : 10 Documents clear
Pelatihan Penanganan dan Pengolahan Susu Kambing di Nagari Bukit Batabuh Kabupaten Agam Sahadi Didi Ismanto; Hasbullah Hasbullah; Anwar Kasim; Fauzan Azima; Kesuma Sayuti; Rini B.; Novizar Novizar; Neswati Neswati; Tuty Anggraini; Netty Sri Indeswari
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.647 KB) | DOI: 10.25077/logista.2.2.32-39.2018

Abstract

ABSTRAK: Permasalahan utama yang dihadapi kelompok saat ini adalah terbatasnya pengetahuan, teknologi dan peralatan produksi untuk mengolah susu kambing. Susu yang dihasilkan hanya diolah menjadi susu pasteurisasi di dalam kemasan kantong plastik. Dalam hal penanganan susu segar, penerapan kebersihan, praktik higiene, dan sanitasi juga masih belum baik. Dengan demikian, susu segar dan susu pasteurisasi yang mereka produksi dan pasarkan belum dapat dijamin keamanannya untuk dikonsumsi. Di samping keterbatasan penguasaan teknologi juga belum optimalnya kelembagaan kelompok yang baru berjalan sebatas bekerja sama dalam hal teknis berternak, namun belum berkembang dalam hal pengadaan bersama dan pemasaran produk secara bersama. Dengan demikian tingkat efisiensi dalam hal biaya produksi dan biaya pemasaran belum bisa diperoleh oleh kelompok. Masalah sebagaimana yang dijelaskan di atas, ditawarkan untuk diselesaikan dengan alternatif sebagai berikut :a) Memberikan pelatihan teknik kebersihan, sanitasi dan higienis pemerahan dan penanganan susu segar dan susu pasteurisasi, serta teknik pengemasan; b) Memberikan pelatihan teknik pengolahan susu menjadi berbagai produk olahan susu c) Memberikan Peningkatan wawasan dan pengetahuan kelompok mengenai pemasaran produk olahan susu kambing d) Memberikan pelatihan penguatan kelembagaan kelompok peternak kambing untuk menuju kelompok tani yang profesional.Kata kunci: Susu Kambing, Ternak Kambing, Olahan Susu Kambing, Kambing Etawa
Penerapan Teknologi Budidaya Pepaya Calina Menggunakan Bibit Unggul dan Sistem Pertanaman Intensif di Lahan Tegalan Desa Patemon, Purbalingga, Jawa Tengah Sapto Nugroho Hadi; Okti Herliana; Ida Widiyawati
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1246.194 KB) | DOI: 10.25077/logista.2.2.1-8.2018

Abstract

ABSTRAK: Lahan tegalan di Desa Patemon belum dimanfaatkan optimal. Sebagian warga membudidayakan pepaya calina di lahan tegalan namun tingkat produksi buah pepaya yang dihasilkan masih rendah. Keterbatasan bibit pepaya unggul dan penerapan teknologi budidaya yang kurang optimal menjadi penyebab utama. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan teknologi budidaya pepaya calina menggunakan bibit unggul dan sistem pertanaman intensif di Desa Patemon, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini melibatkan khalayak sasaran, yaitu Kelompok Tani “Warakan”. Metode yang digunakan adalah 1). Kegiatan transfer pengetahuan dan teknologi mengenai budidaya pepaya calina menggunakan bibit unggul dan sistem pertanaman intensif, 2). Pembuatan demonstrasi dan plot (demplot) pepaya seluas 1400 m2, dan 3). Pelatihan pembuatan pestisida nabati. Hasil yang diperoleh: 1). Petani mendapatkan pengetahuan dan pengalaman budidaya pepaya calina menggunakan bibit unggul dan sistem pertanaman intensif , 2). Demplot budidaya 200 bibit pepaya calina seluas 1400 m2 sebagai percontohan bagi para petani, 3). Petani mendapat pengetahuan dan keterampilan membuat pestisida nabati untuk mengendalikan hama tanaman pepaya, 4). Tanaman pepaya yang dibudidayakan berbunga dan berbuah lebih cepat, serta memiliki tinggi lebih pendek dibanding tanaman pepaya yang sudah dibudidayakan petani sebelumnya.Kata kunci: Pepaya calina, Kelompok Tani Warakan, Desa Patemon ABSTRACT: Tegalan land in Patemon Village has not been optimally utilized. Some residents cultivated papaya in Tegalan land but the production rate of papaya fruit is lower than target. This activity is aimed to apply calina papaya cultivation technology using superior seed and intensive cultivation system in Patemon Village, Bojongsari District, Purbalingga Regency, Central Java Province. This activity involves the target audience, the "Warakan" Farmer Group. The method used 1). Transfer of knowledge and technology on papaya cultivation using superior seed and intensive cultivation system, 2). Demonstration and plot (demplot) of papaya on 1400 m2 tegalan land, and 3). Biopesticide formulation training. Results obtained: 1). Farmers gained knowledge and experience of papaya cultivation using superior seeds and intensive cultivation system, 2). Cultivation of 200 papaya on 1400 m2 tegalan land as a model for farmers, 3). Farmers gained knowledge and skills to make plant-based pesticides to control papaya pests, 4). flowering and fruiting of cultivated papaya faster, and have a shorter height than papaya have been cultivated farmers before. Keywords: Calina papaya, Warakan, Patemon village
Pelatihan Pengolahan Produk Bakeri Berbasis Tepung Umbi Lokal di Pondok Pesantren Sultan Fatah Semarang Arief R. Affandi; M. Khoiron Ferdiansyah; Nur Aksin
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.66 KB) | DOI: 10.25077/logista.2.2.40-44.2018

Abstract

ABSTRAK: Pengolahan bahan pangan lokal merupakan salah satu strategi dalam menciptakan kestabilan kondisi ketahanan pangan di negara Indonesia ini. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya minat masyarakat untuk mengolah bahan pangan lokal ini menjadi beberapa produk yang bermutu tinggi. Pemanfaatan bahan pangan lokal, seperti umbi-umbian dan jenis serealia nonberas dapat mengurangi tingkat ketergantungan masyarakat terhadap bahan baku terigu yang notabenenya termasuk barang nonlokal (impor). Kegiatan pengabdian bertujuan untuk sosialisasi program diversifikasi pangan ini kepada para pengelola dan anak asuh Pondok Pesantren Sultan Fatah yang berlokasi di Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang melalui pengolahan produk bakeri berbahan dasar tepung umbi lokal. Luaran yang dihasilkan dari pengabdian ini antara lain modul kewirausahaan, produk rerotian dari tepung lokal, pengenalan beberapa aspek yang terkait dengan pemasaran produk, dan pemahaman mengenai kualitas gizi produk yang dihasilkan. Kegiatan ini dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan pengolahan tepung bahan lokal menjadi produk roti. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa peserta telah memiliki kemampuan mengenai proses pembuatan roti. Penggunaan bahan baku tepung umbi lokal dalam formula pembuatan produk roti memang belum menghasilkan karakteristik yang sama persis dengan produk yang dibuat dari tepung terigu.Kata kunci: Bakeri, Tepung Umbi Lokal, Pondok Pesantren Sultan Fatah Semarang ABSTRACT: The processing of local food ingredients is one of the strategies in creating a stable condition of food security in Indonesia. The problem faced is the low interest of the community to process these local food ingredients into several high quality products. Utilization of local foodstuffs, such as tubers and non-rice cereals, can reduce the level of community dependence on wheat flour which is not included in non-local (imported) goods. Devotion activities aim to socialize this food diversification program to managers and foster children of Sultan Fatah Islamic Boarding School located in Wonosari Village, Ngaliyan District, Semarang by processing bakery products made from local tuber flour. Outcomes generated from this service include entrepreneurship modules, local products from local flour, introduction to several aspects related to product marketing, and understanding of the nutritional quality of the products produced. This activity was carried out through the stages of socialization, training in processing local flour ingredients into bread products. The results of the implementation of the activity indicate that the participant has the ability to process the bread. The use of local tuber ingredients in the formula for making bread products does not produce the exact same characteristics of products made from wheat flour.Keywords: Bakery, Local Tuber Flour, Boarding School Sultan Fatah Semarang
Community Service on the Improvement of Clean Environement Based on Waste Bank in the Sub-District of Bahari Belawan (PKM Peningkatan Kebersihan Lingkungan Berbasis Bank Sampah di Kelurahan Bahari Belawan) Mhd. Pujiono; Budi Agustono; T. Kassa Rullah Adha
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1444.084 KB) | DOI: 10.25077/logista.2.2.9-16.2018

Abstract

The activity of community service on the improvement of area’s hygiene in the district of Bahari Belawan is one of the appropriate activities in improving the hygiene and awareness of the people on the importance of keeping their area clean. Within this community service, the team together with Yayasan Fajar Sejahtera (YAFSI) and the government officer Belawan Bahari district have conducted socialization about the importance of hygienity and ways to manage and dump the waste properly. The method utilized is lecturing method, question and answer, demonstration and simulation. The lecturing method and question and aswer used to provide knowledge and theories about a clean environment. The simulation and demonstration method were used in order to train the people to practice what they have received about the management and development of waste bank. After the socialization had been conducted, the community service team has facilitated the waste bank in Bahari Belawan district and assisting the society in managing it. The result of this community service is an increase in awareness from the public regarding the importance of disposing and managing waste and creating economic opportunities from waste through managing plastic waste into economic value items such as paving blocks.Keywords: waste bank, socialization, clean environment, Bahari Belawan distict.
Pemanfaatan Teknologi Vacuum Frying untuk Mendukung Diversifikasi Produk Olahan Makanan Ringan pada UKM di Kec. Koto Balingka, Kab. Pasaman Barat, Prov. Sumatera Barat Andasuryani Andasuryani; Alhapen Ruslin Chandra; Renny Eka Putri
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1314.743 KB) | DOI: 10.25077/logista.2.2.17-24.2018

Abstract

ABSTRAK: Potensi hasil pertanian yang ada di kecamatan Koto Balingka,Kab. Pasaman Barattelah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya dengan melakukan kegiatan pengolahan hasil pertanian menjadi produk olahan makanan ringan seperti keripik. Pada umumnya, bentuk kegiatan usaha yang dilakukan oleh masyarakat masih dalam skala rumah tangga, seperti yang dikelola oleh UKM Umak Havis dan UKM Umak Buyung. Kedua UKM ini, tepatnya berada di Jorong Lubuk Gadang, kecamatan Koto Balingka.Kedua UKM ini hanya menggunakan komoditi pisang dan ubi kayu sebagai bahan baku pembuatan keripik. Ketergantungan UKM sangat tinggi terhadap komoditi pisang dan ubi kayu. Sementara itu, keberadaan hasil hortikultura lainnya dapat menjadi bahan baku alternatif dalam mendiversifikasikan produk olahan mereka selain pisang dan ubi kayu. Proses produksi dan pengemasan produk yang dilakukan pada kedua UKM ini menunjukkan belum adanya sentuhan teknologi sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing yang rendah. Melalui kegiatan PKM ini ditawarkan solusi dalam bentuk menyediakan teknologi penggorengan berupa alat vaccum frying dan spinner serta teknologi pengemasan menggunakan hand sealer. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang meliputi tahap pembuatan alat vaccum frying dan spinner, tahap evaluasi kinerja alat, dan tahap introduksi alat dan teknologi pengemasan kepada mitra. Kapasitas maksimum alat vacuum frying adalah 1.5 kg dengan dimensi total 470 mm x 390 mm x 940 mm (p x l x t). Sementara itu, spinner dibuat dengan ukuran 450 mm x 390 mm x 800 mm dengan daya motor penggerak 400 watt. Kegiatan introduksi berjalan dengan lancar dan mitra tertarik dan antusis. Kegiatan ini menambah pengetahuan mitra dalam mendiversifikasikan produk olahan dan proses tranfer teknologi pengemasan sehingga dapat membantu mitra dalam melakukan pengemasan produk yang lebih menarik bagi konsumen.Kata kunci: Diversifikasi Produk, Teknologi Pengemasan, Vaccum Frying, Spinner. Utilization of Vacuum Frying Technology to Support Snack Products Diversification of SME in Koto Balingka, Pasaman Barat District, West SumatraABSTRACT: Agricultural products in Koto Balingka sub-district has been used by community by processing the products into snacks such as chips. Generally, the business carried out by the community were in a household scale, such as Small Medium Enterprise (SME) Umak Havis and SME Umak Buyung. These two SMEs, located in Lubuk Gadang vilage, Koto Balingka sub-district. These SMEs only use banana and cassava as a raw material for producing the chips. The dependence of SMEs was very high on the commodity of bananas and cassava. Meanwhile, the presence of other horticultural products could be an alternative raw material in diversifying their processed products. Previously, there is no technology apllied in the production and packaging process carried out on these two SMEs. Therefore, this Community Development Activity offered a solution by providing frying technology consists of a frying and spinner vaccum device and packaging technology using hand sealer. This activity was carried out in several stages which are building the frying and spinner vaccum device, evaluation of devices performance, and introducing the device and packaging technology to partners. The maximum capacity of a vacuum frying device is 1.5 kg with a total dimension of 470 mm x 390 mm x 940 mm (p x l x t). Meanwhile, spinner dimension was 450 mm x 390 mm x 800 mm with a power of 400-watt drive motor. The introduction activities conducted smoothly, and the partners showed their interest and enthusiasm. The activity has broadened the knowledge of partners in diversifying processed products. In addition, it also improves their product packaging become more attractive for the consumer.Keywords: Product Diversification, Packaging Technology, Vaccum Frying, Spinner.
Diseminasi Teknologi Sambung Pucuk pada Alpukat Giri Maju di Kabupaten Pasaman Barat P.K. Dewi Hayati; Siska Efendi; Retno Irawan
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.201 KB) | DOI: 10.25077/logista.2.2.25-31.2018

Abstract

ABSTRAK: Alpukat Giri Maju merupakan salah satu varietas alpukat unggul lokal dari nagari Persiapan Giri Maju, kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat yang direkomendasikan untuk didaftarkan sebagai varietas unggul nasional. Teknologi sambung pucuk (top grafting) dilakukan pada tanaman alpukat dengan tujuan terutama adalah untuk mendapatkan tanaman anakan yang memiliki karakteristik kualitas tanaman dan buah yang sama dengan induknya. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiseminasikan teknologi sambung pucuk pada masyarakat Giri Maju agar keunggulan karakter kultivar alpukat Giri Maju dapat dipertahankan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan sebagai salah satu bentuk kegiatan KKN-PPM Universitas Andalas tahun 2018 pada empat mitra kelompok tani. Metode kegiatan yang dilakukan meliputi pembelajaran masyarakat melalui penyuluhan dan diskusi, demonstrasi dan pelatihan menyambung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa diseminasi teknologi sambung pucuk sangat bermanfaat bagi petani dengan tingkat manfaat sebesar 98% dan sangat dibutuhkan oleh oleh sebagian besar masyarakat (95%). Kegiatan diseminasi teknologi sambung pucuk alpukat mendorong masyarakat untuk semakin membudidayakan alpukat dan mengembangkan alpukat unggul Giri Maju.Kata kunci: Alpukat, Pendaftaran Varietas, Sambung Pucuk, Diseminasi Teknologi Dissemination of Top Grafting Technology on Girimaju Avocado in Kabupaten Pasaman Barat ABSTRACT: Giri Maju’s avocado is one of the local avocado cultivars which is recommended to registered as a superior variety. This cultivar is derived from Nagari Persiapan Giri Maju, kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat. Top grafting technology is applied on avocado with the objective mainly to obtain progenies that have characteristics which are similar with those of their maternal parents. The aim of activity was to disseminate top grafting technology to community in Giri Maju, hence the superiority of that cultivar could be maintained. The dissemination activities were adopted as KKN-PPM activities that have been conducted on four farmer communities in 2018. Methods of activities include community learning, demonstration of grafting techniques and training. Results of the activities are the farmers gain knowledge and skill to graft avocado. Based on statistical test using Likert analysis, the transfer technology have benefits and are useful (98%), and are needed (95%) by the community. The grafting activities encourage the community to be more intensive in cultivating avocado from Giri Maju.Keywords: Avocado, Variety Registered, Top Grafting and Technology Dissemination
Pemberdayaan Masyarakat Tani Melalui Usaha Mandiri Tepung Beras di Nagari Bukit Tandang Kec. Bukit Sundi Kab. Solok Ifmalinda Ifmalinda; Ayendra Asmuti; Moh. Agita Tjandra; Azrifirwan Azrifirwan; Iriwad Putri
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.68 KB) | DOI: 10.25077/logista.2.2.61-65.2018

Abstract

ABSTRAK: Nagari Bukit Tandang khususnya Jorong Parit merupakan daerah sentra pengembangan tanaman pangan khususnya tanaman padi di Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok juga merupakan sentra produksi padi dan beras di Propisinsi Sumatera Barat yang terkenal dengan beras Soloknya. Kondisi dengan penen padi dan produksi beras yang melimpah ini menggambarkan bahwa daerah Nagari Bukit Tandang relatif potensial untuk dikembangkan sebagai distributor dan usaha mandiri tepung beras di Kecamatan Bukit Sundi dan Kabupaten Solok. Progam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode andragogi. Metode ini dilakukan dengan cara pemberian materi dengan penyuluhan dan melakukan praktek secara bersama-sama.Kegiatan yang dilakukan adalah 1) penyuluhan dan praktek penggunaan alat penepungan, 2) penyuluhan dan praktek penggunaan alat pengering semi mekanis menggunakan energi tenaga surya, 3) penyuluhan dan praktek penggunaan plastik kemasan dan alat sealer. Kegitan ini dilakukan pada kelompok tani Harapan Jaya. Data diperoleh dari hasil penepungan, pengeringan secara manual dan menggunakan alat. Proses penepungan dengan disk mill mampu memproduksi tepung sehari 20-30 kg/hari (delapan jam kerja/hari) berat basah tepung beras. Sedangkan menggunakan lesung dapat memproduksi tepung beras 5-6 kg/hari (delapan jam kerja/hari). Hasil pengeringan tepung dengan rumah pengering dapat meningkatkat kualitas tepung lebih bersih dengan kuantitas tepung yang tetap, apabila dibandingkan dengan pengeringan yang dilakukan di para-para menggunakan talam. Satu hari rumah pengering dapat mengeringkan tepung 2- 3 kali. Jika cuaca cerah rumah pengering dapat mengeringkan tepung 4 kali, sedangkan kondisi cuaca tidak cerah, hanya mampu mengeringkan tepung 2 kali penepungan. Rata-rata rumah pengering mampu mengeringkan tepung dalam sehari 10kg/hari. Sedangkan menggunakan para-para dan talam hanya mampu memproduksi 4 kg/hari.Kata kunci: Teknologi Pertanian, Tepung Beras, Pengemasan, Bukit Sundi Empowering Farmers Through Business Independent Rice Flour in Nagari Bukit Tandang Kec. Bukit Sundi Kab. SolokABSTRACT: Nagari Bukit Tandang specifically Jorong Parit is a center of food crop development especially rice plants in Kabupaten Solok, also the center of rice and rice production in West Sumatra Province which is famous for its Solok rice. This condition with abundant penen rice and rice production illustrates that the Nagari Bukit Tandang area is relatively potential to be developed as a distributor and independent business of rice flour in Kecamatan Bukit Sundi and Kabupaten Solok. This community service program is carried out using the andragogy method. This method is carried out by giving material with counseling and practicing together. The activities carried out were 1) counseling and practice of using shading tools, 2) counseling and practice of using semi-mechanical dryers using solar energy, 3) counseling and practice of using plastic packaging and sealer tools. This activity was carried out on the Harapan Jaya farmer group. Data is obtained from the results of shading, drying manually and using tools. The process of holding with a disk mill is able to produce 20-30 kg / day (eight hours of work / day) flour starch wet weight of rice flour. While using mortar can produce rice flour 5-6 kg / day (eight working hours / day). The results of drying the flour with the dryer house can increase the quality of the flour cleaner with a fixed quantity of flour, when compared with the drying carried out whith use tray. One day drying house can dry flour 2-3 times. If the weather is sunny, the drying house can dry the flour 4 times, while the weather conditions are not bright, it is only able to dry the flour 2 times the sinking. The average drying house is able to dry flour in a day of 10kg / day. While using tray can only produce 4 kg/day.Keywords: Agricultural Technology, Rice Flour, Packaging, Bukit Sundi
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi I-Spring untuk Peningkatan Kualitas Teaching Method bagi Guru SMK di Balikpapan Andi Sri Irtawaty; Maria Ulfah; Hadiyanto Hadiyanto; Suhaedi Suhaedi
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.108 KB) | DOI: 10.25077/logista.2.2.66-74.2018

Abstract

ABSTRAK: Media pembelajaran interaktif berbasis I-Spring merupakan media pembelajaran yang mengkombinasikan audio, video dan quiz maker yang terintegrasi menjadi satu kesatuan, sehingga memberikan kemudahan bagi tenaga pendidik dalam mentransfer materi bahan ajar kepada peserta didiknya melalui infrastruktur program aplikasi dan pemanfaatan media elektronik sebagai bagian dari metode edukasinya. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi i-spring ditujukan untuk peningkatan kualitas teaching method pada guru SMK di Balikpapan. Peserta pelatihan sekaligus mitra dalam kegiatan ini adalah para guru dan siswa SMK Pangeran Antasari di kota Balikpapan, berjumlah 15 orang guru dari berbagai bidang studi dan 5 orang siswa perwakilan dari kelas X (Sepuluh). Masih minimnnya pengetahuan guru terkait teknologi komputer, maka tim penyelenggara dari Jurusan Teknik Elektronika Politeknik Negeri Balikpapan memberikan metode pelatihan dengan cara penyampaian materi, praktek langsung dan demonstrasi menyajikan hasil karya dari masing-masing peserta. Hasil evaluasi berdasarkan pengisian kuisioner dan pengamatan langsung, menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil 100% karena peserta pelatihan mampu mengimplementasikan aplikasi I-Spring dalam membuat media pembelajaran multimedia yang dilengkapi soal kuis, meskipun hanya 85% peserta pelatihan yang mampu menganalisa dan mengembangkan secara kreatif materi pelatihan yang diberikan.Kata Kunci: Aplikasi I-Spring, Media Elektronik, Audio, Video Development of Learning Media based on I-Spring Application for Quality Improvement of Teaching Method for Vocational High School Teachers in BalikpapanABSTRACT: I-Spring-based interactive learning media is a learning media that combines audio, video and quiz maker that are integrated into one unit, thus providing facilities for educators to transfer teaching materials to their students through the application program infrastructure and the use of electronic media as part of the method education. Therefore, community service activities in the form of training in developing instructional media based on I-spring applications are aimed at improving the quality of teaching methods for vocational teachers in Balikpapan. The training participants as well as partners in this activity were teachers and students of Pangeran Antasari Vocational School in the city of Balikpapan, totaling 15 teachers from various fields of study and 5 students representing class X (Ten). The lack of knowledge of teachers regarding computer technology, the organizing team from the Department of Electronics Engineering, Balikpapan State Polytechnic provided training methods by delivering material, direct practice and demonstration to present the work of each participant. Evaluation results based on filling out questionnaires and direct observation, showed that this activity was 100% successful because the trainees were able to implement the I-Spring application in making multimedia learning media equipped with quiz questions, even though only 85% of the participants were able to analyze and develop creatively the training material which are given.Keywords: I-Spring Application, Electronic Media, Audio, Video
Pengembangan Durian Batu Busuak, Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang Hasmiandy Hamid; P.K. Dewi Hayati; Sutoyo Sutoyo; Etti Swasti; Aprizal Zainal; Teguh Budi Prasetyo; Panca Jarot Santoso
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.134 KB) | DOI: 10.25077/logista.2.2.45-51.2018

Abstract

ABSTRAK: Kampung Batu Busuk Kelurahan Lambung Bukit Kecamatan Pauh merupakan salah satu sentra produksi buah durian di Sumatera Barat.Walaupun nama durian Batu Busuk sudah terkenal dan banyak dicari oleh pencinta durian pada saat musim durian, namun belum ada upaya untuk mengangkat durian Batu Busuk untuk bisa dikenal lebih luas. Langkah awal untuk mengangkat nama durian Batu Busuk adalah membenahi identitas varietas durian Batu Busuk, karena sampai sekarang karakteristik dari durian Batu Busuk yang sesungguhnya tidak jelas.Tanaman yang sudah dikarakterisasi juga perlu diperbanyak agar kedepan, buah yang dihasilkan oleh kelurahan Batu Busuk adalah buah dengan karakter unggul tertentu. Masyarakat atau petani yang menanam durian juga perlu memiliki keahlian memperbanyak durian unggulnya. Penerapan ipteks yang dilakukan pada kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menggunakan beberapa metode antara lain penyuluhan, demonstrasi aplikasi dan demplot pembibitan durian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan yang dilakukan berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat Batu Busuk mengenai arti penting pendaftaran varietas durian. Kegiatan demplot pembibitan durian dan demonstrasi teknik sambung meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai propagasi durian. Kata kunci: Durian ungggul, Pendaftaran varietas, Teknologi tepat guna, Teknik sambung Development of Durian Batu Busuak, Lambung Bukit Village, Padang CityABSTRACT: Batu Busuk area, Lambung Bukit Village, Pauh Subdistrict, is one area of the centers of durian fruit production in West Sumatra. Although the Batu Busuk durian is already well-known and is sought after by durian lovers during the durian season, there is no attempt to lift the Batu Busuk durian to be known more widely. The first step to lifting the Batu Busuk durian is to fix the varieties identity of the Batu Busuk durian because until now the characteristics of the real Batu Busuk durian are not clear. Plants that have been characterized also need to be propagated so that in the future, the fruit produced by the Batu Busuk village is a fruit with certain superior characters. The community or farmers who plant durian also need to have the expertise to increase their superior durian. The application of science and technology conducted in community service activities uses several methods including counseling, demonstrations of applicationand demonstration plots of durian nurseries. The results of the activity showed the extension activities conducted succeeded in increasing the knowledge of the Batu Busuk community regarding the importance of registering durian varieties. The activities of the durian nursery demonstration plot and demonstration of connection techniques can increase the knowledge and skills of the community regarding the propagation of durian.Keywords: Superior durian, Varieties registration, Appropriate technology, Connection technique
Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah Diversifikasi Produk Gelamai di Kanagarian Harau Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat Kasmita Kasmita; Wiwik Gusnita; Rahmi Holinesti; Dini Faisal; Lise Asnur; Pasaribu Pasaribu
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.007 KB) | DOI: 10.25077/logista.2.2.52-60.2018

Abstract

ABSTRAK: Kecamatan Harau merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota dimana terdapat UMKM yang memproduksi makanan khas Gelamai. Saat ini gelamai hanya dijual dalam sajian konvensional dan pengemasan yang tidak representatif, sehingga belum memiliki nilai jual tinggi sebagai produk unggulan Sumatera Barat. Program Pengembangan Produk Ungulan Daerah ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra yakni tentang modifikasi produk Gelamai hingga pengemasan untuk industri skala kecil. Kegiatan ini secara khusus bertujuan untuk Peningkatan pengetahuan yang lebih baik tentang manfaat coklat sebagai antioksidan bagi tubuh dan dikombinasikan dengan gelamai sebagai makanan spesifik dan produk unggulan Sumatera Barat, mitra mampu mengolah gelamai dan coklat menjadi berbagai varian rasa yang memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan pangan sehingga layak untuk dipasarkan. Dengan demikian hasil olahan gelamai yang diproduksi memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga bulan November 2018 di Jorong Lubuk Jantan, Nagari Harau, Kecamatan Harau melalui metode ceramah dan tanya jawab serta demonstrasi, latihan dan pemberian tugas dari instruktur kepada peserta pelatihan, dan bimbingan. Produk yang dihasilkan selanjutnya dilakukan uji organoleptik oleh panelis ahli untuk mengetahui kualitasnya dari segi bentuk, warna, aroma, tekstur, dan rasa. Kata kunci: Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah, Diversifikasi, Gelamai, Coklat, Kualitas.

Page 1 of 1 | Total Record : 10