cover
Contact Name
Ifall
Contact Email
ifall@unisapalu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksijurnalabditani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Abditani : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 26224682     EISSN : 26224690     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Abditani merupakan salah satu jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu. Jurnal ini berisi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang merupakah hilirisasi dari hasil-hasil penelitian dalam rumpun ilmu pertanian umum yang meliputi pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan. Jurnal abditani diterbitkan setahun sekali yaitu pada bulan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
AKUAPONIK SISTEM KINCIR UNTUK BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DI DESA GUNUNG PRING KECAMATAN MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG Tri, Tri Suwarni Wahyudiningsih; Siti Nurul Iftitah; Eka Nur Jannah; Muzayyanah Rahmiyah; Risky Via Yuliantari; Fuad Hilmy
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i1.275

Abstract

Desa Gunung Pring Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang merupakan salah satu desa yang memiliki keterbatasan lahan, sebagian masyarakat belum mendapatkan informasi maupun pelatihan terkait inovasi pertanian. Tim pengabdian memberikan solusi berupa akuaponik sistem kincir sebagai alternatif teknik budidaya tanaman khususnya sayuran dan ikan. Kegiatan pengabdian meliputi penyuluhan budidaya tanaman sayuran, pembuatan dan pemasangan kincir, serta penyuluhan perawatan kincir. Keuntungan dari akuaponik sistem kincir yaitu masyarakat dapat memanen tanaman dan ikan yang waktu bersamaan. Respon kelompok PKK 1 dari 2 Dusun Sabrang sangat antusias dalam hal pengenalan teknologi akuaponik sistem kincir. Alat tersebut diharapkan dapat bertahan lama dan dapat dipakai bertahun-tahun hingga belasan tahun karena terbuat dari pipa holo dan lampu sehingga menambah nilai estetika. Sistem Akuaponik kincir ini dapat menghemat air, menghemat lahan, serta memberikan sirkulasi pada air dalam kolam dan tanaman. Akuaponik sistem kincir hasil pengabdian ini diharapkan menjadi inovasi teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DALAM MENINGKATKAN POTENSI DAN KESEJAHTERAAN HIDUP DI KELURAHAN TELUK SEPANG KOTA BENGKULU Thadi, Robeet; Qolbi Khoiri; Triyani Pujiastuti; Dharma Setiawan; Rupyanto
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i1.280

Abstract

Kelurahan Teluk Sepang merupakan kelurahan di kecamatan Kampung Melayu kota Bengkulu yang memiliki luas 1.820 Hektar, tempatnya berada di pesisir pantai yang letaknya cukup jauh dari pusat kota. Kelurahan Teluk Sepang sebegian besar mata pencarian masyarakatnya adalah sebagai nelayan, sebagian besar masyarakat nelayan Teluk Sepang tidak begitu tersentuh akan pemenuhan kebutuhan rohani terutama pengembangan diri dan pengembangan potensi sejahtera. Untuk penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat dengan tim mengadakan penyuluhan pengembangan diri dan potensi sejahtera melalui bimbingan penyuluhan Islam pada komunitas nelayan Kelurahan Teluk Sepang melalui program pemberdayaan masyarakat pesisir dalam meningkatkan potensi dan kesejahteraan hidup. Model kegiatan pengabdian dengan melakukan Bimbingan penyuluhan Islam kepada komunitas nelayan di Kelurahan Teluk Sepang Kecamatan kampong Melayu, bentuk kegiatan berupa layanan informasi, layanan bimbingan kelompok, konseling kelompok dan konseling individu. Metode pengabdian yang digunakan ceramah, wawancara, diskusi dan kunjungan rumah. Hambatan yang dihadapi ada tiga yaitu motivasi masyarakat yang rendah, waktu pengabdian yang susah, dan medan atau lokasi pengabdian yang berat. Hasil dari pengabdian ini adanya pemahaman masyarakat tentang materi-materi pengembangan diri, dan pengembangan potensi berprestasi sejahtera. Selain itu hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti kegiatan kemasyarakatan dan adanya pengentasan masalah di masyarakat baik secara individu maupun kelompok.
DIVERSIFIKASI TANAMAN HERBAL MENJADI PRODUK MINUMAN DALAM MENANGGULANGI DEMAM BERDARAH DENGUE Wahyu Udayani, Ni Nyoman; Ketut Agus Adrianta; I Made Agus Sunadi Putra; I Gusti Agung Ayu Kusuma Wardani; Ni Putu Leona Yorita Dewi
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i1.282

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit menular akibat virus Dengue yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes abopticus. Demam Berdarah Dengue merupakan masalah yang tengah dihadapi masyarakat Indonesia yang berisiko kematian. Tujuan: Kegiatan Pengabdian ini dapat memberikan edukasi terkait penyakit dan pemanfaatan tanaman herbal sebagai minuman kesehatan sehingga dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif. Promosi kesehatan mengenai Demam Berdarah Dengue dan tanaman obat dapat diberikan melalui media buku saku di wilayah Desa Sumerta Kelod sehingga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Metode: Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan melaui penyuluhan serta pemberian pretest dan posttest terkait informasi penyakit dan cara penanggulangan melalui pemanfaatan tanaman herbal menjadi minuman kesehatan. Hasil: Pengabdian kepada Masyarakat ini diikuti oleh 30 orang warga Desa Sumerta Kelod, dimana peserta laki-laki sebanyak 8 orang dan peserta perempuan sebanyak 22 orang. Dari data tersebut didapatkan hasil bahwa sebanyak 24 peserta atau sebesar 80% menunjukkan hasil yang positif dilihat dari nilai post-test lebih besar. Kesimpulan: Promosi kesehatan mengenai penyakit Demam Berdarah Dengue dan pemanfaatan tanaman herbal sebagai minuman kesehatan melalui buku saku dapat menghasilkan peningkatan pengetahuan masyarakat dan diharapkan kegiatan seperti ini rutin dilakukan sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue di wilayah Desa Sumerta Kelod Kota Denpasar.
IMPLEMENTASI PHT: PENGGUNAAN AGENS BIOLOGIS BURUNG HANTU PUTIH UNTUK PENGENDALIAN HAMA TIKUS DI DESA PULOMULYA KECAMATAN LEMAHABANG KABUPATEN KARAWANG Afifah, Lutfi; Nurcahyo W. Saputro; Ultach Enri
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i1.285

Abstract

The rat pest Rattus argentiventer is a severe problem in Karawang, it harms by damaging rice plants. Farmers do not have enough knowledge about how to deal with the pest. The partners in this activity are the Pulomulya Village Farmer Group, Lemahabang, with approximately 30 members. This community service provides knowledge about natural enemy conservation through planting refugia plants that can attract natural enemies and become a shelter for predators and parasitoids. As a result, farmers are able to conserve natural enemies by planting refugia around rice fields, and farmers are able to make artificial barn owl nests (rubuha) to control rat pests as an effort to implement Biointensive IPM. Farmer groups and communities have learned how to make rubuha and the required tools and materials. After the installation of the rubuha, Tyto alba barn owls came naturally and nested inside. This service allows farmers to use the biological agent Tyto alba and reduce the impact of using synthetic pesticides. With the successful use of these rubuha, the local government provided funding for a program to install 15 rubuha in 2023. The more rubuha installed, the better the natural rat control in Pulomulya Village. This innovation is an environmentally friendly solution to the rat problem in the area.
TRANSFER TEKNOLOGI GREEN FERTILIZER UNTUK MENINGKATKAN KESUBURAN TANAH MARGINAL Urai Suci Yulies Vitri Indrawati; Rini Hazriani; Manurung, Rinto; Leony Agustine
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i1.286

Abstract

PKM ini bertujuan untuk transfer teknologi pembuatan pupuk organic Green Fertilizer berbasis biochar sekam padi dan kompos kotoran sapi untuk meningkatkan kesuburan tanah Ultisol, untuk budidaya tanaman semusim sehingga dapat meningkatkan ekonomi petani di Desa Sei Jaga A, Kabupaten Bengkayang. Kegiatan PKM ini berlangsung selama 4 bulan dimulai dari kegiatan persiapan, Pelatihan kegiatan inti PKM yaitu pembuatan biochar dari sekam padi dan kompos dari kotoran sapi. Pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap program- program yang telah dilakukan oleh tim dosen. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hambatan/kesulitan yang dihadapi selama proses kegiatan, dan kemudian didiskusikan untuk diselesaikan. Diharapkan setelah kegiatan PKM ini selesai, petani padi mampu membuat biochar dari sekam padi yang mempunyai kualitas yang baik dan membantu menyuburkan tanah sawah.
PEMASARAN ONLINE FROZEN FOOD SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF SURVIVE PASCA COVID-19 DI KOTA PALANGKA RAYA Norhayani; Binti, Aryani; Evnaweri
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i1.290

Abstract

Strategi pemasaran online frozen food penting dilakukan untuk menghadapi semakin kerasnya persaingan yang dihadapi oleh pelaku usaha (UMKM) pada umumnya terutama pada pasca pandemi covid 19. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk membina dan mendorong peningkatan omzet, memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan cara mengembangkan jenis usaha yang memanfaatkan pemasaran online, dan agar para pelaku usahadi kota Palangka Raya dapat mengembangkan terobosan inovasi kewirausahaan yaitu pemasaran online frozen food sebagai salah satu alternatif survive pasca covid-19. Kegiatan dilakukan dengan cara sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan yang diikuti oleh 5 orang anggota kelompok pengolah dan pemasar (POKLAHSAR) produk hasil perikanan di kota Palangka Raya dan 18 orang mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya. Kegiatan yang dilakukan meliputi: sosialisasi yang dilakukan untuk menerangkan maksud dan tujuan dilakukannya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, penyuluhan/pelatihan memberikan materi serta berbagi tips dan trik pemasaran online frozen food kepada para peserta, sedangkan pendampingan meliputi mendampingi peserta untuk mempraktekkan materi yang telah diberikan. Pemasaran online frozen food bisa dilakukan melalui media sosial, baik melalui aplikasi whatsapp, instagram ataf facebook.
DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN DAGING ITIK MELALUI INOVASI TEKNOLOGI MENJADI PANGAN SIAP SAJI DI KELURAHAN LAYANA KOTA PALU Hafsah; Damayanti, A. P.; Tahir, Muh; Sukisman, Sukisman; Basri, Moh.; Nurfadillah, Andi
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i1.305

Abstract

Pangan siap saji merupakan istilah makanan yang dapat disiapkan dengan cepat dan tidak perlu menunggu proses pemasakan yang lama. Makanan tersebut secara umum mudah didapatkan dan tersedia di supermarket, restoran dan sejenisnya, atau usaha jasaboga. Permasalahan yang dihadapi adalah bahan pangan tersebut sudah tersimpan lama di prizer yang secara otomatis menggunakan bahan pengawet. Bahan tersebut yang berbahaya bagi tubuh apabila dalam jangka waktu yang lama dikonsumsi oleh anak-anak. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memperkenalkan kepada masyarakat inovasi teknologi tentang diversifikasi produk olahan daging itik menjadi pangan siap saji yang langsung bisa dikonsumsi dengan tidak menggunakan bahan pengawet dan dapat disimpan dalam bentuk beku di frizer. Metode yang digunakan adalah pendidikan dan pelatihan yang dilakukan sebagai usaha untuk meningkatkan skill Sumber Daya Manusia (SDM). Jenis pangan siap saji yang diproduksi adalah nugget dan sempol berbahan dasar daging itik. Tahapan pelaksanaan yaitu memperkenalkan peralatan dan bahan yang digunakan, proses pengolahan daging itik sebagai bahan dasar, pencampuran bahan lain sesuai produk target yang dibuat yaitu nugget dan sempol, yang selanjutnya dilakukan uji kesukaan (organoleptik) dari produk yang dihasilkan, dengan menggunakan panelis dari peserta pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sasaran (peserta pelatihan) dapat mengadopsi inovasi yang telah diberikan dan 100% menyukai produk olahan daging itik dalam bentuk nugget dan sempol. Peserta pelatihan dari tingkat kelurahan dan ibu-ibu PKK sangat antusias dalam mengikuti kegiatan diversifikasi produk olahan daging itik menjadi pangan siap saji (nugget dan sempol) dan berharap kegiatan yang sama dilakukan secara terprogram di Kelurahan Layana. Kesimpulan dari hasil kegiatan pengabdian ini bahwa masyarakat sasaran dapat melakukan pengolahan diversifikasi produk daging itik menjadi pangan siap saji nugget dan sempol dan inovasi teknologi dari perguruan tinggi mendapat respon yang baik dari mitra sasaran.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KAWASAN TELUK TOMINI MELALUI PENGELOLAAN PEKARANGAN DENGAN TANAMAN HORTIKULTURA DI DESA MODELOMO KECAMATAN KABILA BONE KABUPTEN BONE BOLANGO Lihawa, Mohammad; Musa, Nikmah; Iswati, Rida
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i1.306

Abstract

Program pemberdayaan masyarakat dalam mengelola pekarangan dengan tanaman hortikultura secara berkesinambungan dapat menjaga kelestarian lingkungan hidup, adalah sesuai dengan harapan Undang Undang Nomor 22 Tahun 2019, yaitu memanfaatkan lahan pekarangan, dengan pengelolaan tanaman hortikultura yang ramah lingkungan, karena berbahan dasar hayati, sehingga lebih aman bagi kelestarian lingkungan hidup, terutama produk panen, ekosistem pertanian dan petani serta masyarakat desa Modelomo. Program pemberdayaan masyarakat ini melibatkan mahasiswa, kelompok tani, kelompok Wanita tani, masyarakat Desa Modelomo dan sekitarnya serta dosen pembimbing lapangan. Melalui program ini diharapkan desa Modelomo menjadi kawasan pertanian ramah lingkungan dengan mengurangi input bahan kimia sintetik. Dampak kegiatan ini akan memotivasi pertanian yang bebas dari racun kimia sintetik, menuju pertanian berkelanjutan. Dimulai dari kelompok tani dan kelompok Wanita tani Desa Modelomo. Penetapan lokasi dilakukan melalui serangkaian proses penilaian yang dilaksanakan oleh Tim Dosen. Hasil kegiatan terlaksananya pembuatan rak vertikultur untuk tempat meletakkan wadah untuk penanaman tanaman hortikultura sebagai kegiatan utama/inti di setiap dusun sebagai percontohan dan kegiatan tambahan berupa kegiatan sosial keagamaan, kegiatan Kesehatan ibu dan anak, dan kegiatan game. Semua kegiatan ini terlaksana dengan baik dan selesai sesuai jadwal pelaksanaan sebelum penarikan mahasiswa dari desa.
ISOLASI DAN PRODUKSI MANDIRI BIOPESTISIDA TRICHODERMA DARI PERAKARAN TANAMAN BAMBU La Ode Santiaji Bande; Asniah; Syair; Wa Ode Yusria; Nurviana; Taufik Nur Rahman; Andini Aulia; Nur Isnaini Ulfa; Muhammad Botek
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i1.307

Abstract

Mikroba yang berasal dari akar tanaman bambu memiliki potensi sebagai agen hayati yang dapat dimanfaatkan sebagai biopestisida, baik sebagai biofungisida. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada kelompok tani sayuran di Desa Tanea Kacamatan Konda kabupaten Konawe Selatan agar dapat dengan mudah dan murah membuat biopestisida yang ramah lingkungan dengan mengisolasi dan memproduksi secara mandiri yang dapat digunakan dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Penggunaan biopestisida sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia dapat menghemat biaya usaha tani. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah diskusi interaktif dan pelatihan langsung tentang teknik isolasi agens hayati menggunakan media nasi, serta produksi biopestisida pada limbah pertanian. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan petani mengenai mikroba agens hayati yang bermanfaat sebagai bahan pembuatan biopestisida meningkat 92%, termasuk pengetahuan mengenai jamur Trichoderma yang diisolasi dari akar tanaman bambu. Petani dapat mandiri dalam pembuatan biopestisida pada limbah pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa petani terampil dalam melakukan proses isolasi dan perbanyakan inokulum biopestida pada substrat limbah sabut kelapa dengan tingkat keberhasilan mencapai 95%.
TRANSFER TEKNOLOGI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BIOSAKA UNTUK BUDIDAYA SAYUR PEKARANGAN DI DESA PAL IX, KABUPATEN KUBU RAYA Rini Hazriani; Urai Suci Yulies Vitri Indrawati; Manurung, Rinto; Leony Agustine
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i1.323

Abstract

Penerapan PKM ini bertujuan untuk  pemberdayaan petani  dalam upaya pembuatan biosaka dari rerumputan segar   di sekitar lahan pertanian, bertujuan   untuk meningkatkan kesuburan tanah Alluvial untuk budidaya sayuran buah, sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian di Desa Pal 9, Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan PKM ini berlangsung selama 4 bulan dimulai dari kegiatan persiapan, Pelatihan kegiatan inti PKM yaitu pembuatan biosaka dari . pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap program- program yang telah dilakukan oleh tim dosen. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hambatan/kesulitan yang dihadapi selama proses kegiatan, dan kemudian didiskusikan untuk diselesaikan. Diharapkan setelah kegiatan PKM ini selesai, petani sayur   mampu membuat pupuk organic Biosaka dari bahan organic disekitar lahan pertanian, sehingga membantu menyuburkan tanah pertanian.