cover
Contact Name
Ferry Lismanto Syaiful
Contact Email
ferrylismanto5@gmail.com
Phone
+6285264108500
Journal Mail Official
ferrylismanto5@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Hilirisasi IPTEKS (JHI) | ISSN: 2621-7198 (Online) Published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas STP Building, Second Floor, Engineering Faculty, Kampus Limau Manis, Padang. West Sumatra - Indonesia. 25163 Phone./Fax.: +62-751-72645 Email: hilirisasiipteks@gmail.com Website: http://hilirisasi.lppm.unand.ac.id/index.php/hilirisasi/home
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Hilirisasi IPTEKS (JHI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 26217198     DOI : https://doi.org/10.25077/jhi.v5i2
Jurnal Hilirisasi IPTEKS (JHI) is a scientific publication media that aims to publish articles on downstream research activities in the form of community service. Detailed scopes of articles accepted for submission to JHI are: Product Commercialization Production Innovation Application of research results Research Products Technology Social Engineering Public Policy Prototype Model
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 299 Documents
DISEMINASI TEKNOLOGI PAKAN BUATAN ALTERNATIF UNTUK PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN GURAME INTENSIF DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERIKANAN DI KELURAHAN LIMAU MANIS KECAMATAN PAUH KOTA PADANG Efrizal Efrizal; Nurmiati Nurmiati; Chairul Chairul; Anthoni Agustien; Suwirmen Suwirmen; Rusnam Rusnam; Deswati Deswati
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.612 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v3i1.347

Abstract

Lecturer and community based science and technology activities (IbDM) were carried out with the aim of disseminating technology for Gurame culture intensively in an effort to increase fisheries productivity in Limau Manis, Pauh Subdistrict, Padang City and increase the knowledge and skills of fish farmers (community) in Koto Tangah Village in the field of Gurame fish maintenance business in West Sumatra, so that they are expected to be able to carry out maintenance in a good / environmentally friendly manner. Besides this IbDM activities are also expected to be able to reduce operational costs in maintaining Nirwana Tilapia and in the end can increase the income of the farmers (community) of Limau Manis Village through the development of sustainable fish farming. To achieve optimal technology dissemination results, the main target of IbDM in Pauh Subdistrict is fish farmer groups and community leaders / leaders of Limau Manis Village who are expected to be able to motivate farmers to socialize the method of making alternative formula feeds for intensive development of Nirwana Tilapia aquaculture and environmentally friendly. The methods used in this activity are (1) counseling, with the main material: (a) providing knowledge of various kinds of raw materials that can be used for fish food, (b) providing knowledge about the preparation of artificial food formulas / compositions, ( c) provide knowledge about the process of making artificial food (d) increase public knowledge about how to store pellets that are good to be more durable and (e) provision of material on testing the quality of feed, both physically, chemically and biologically; and (2) Intensive demonstration of making alternative pellet feeds for Nirwana Tilapia aquaculture. From the results of the IbDM activity, it was found that the knowledge and skills of farmer groups in Limau Manis Sub-district, Kec. Pauh, Padang before the IbDM activities were carried out was still very low. However, the motivation or desire of the community of IbDM partner farmer groups to carry out the culture or maintenance of fish is very large. This can be seen from the desire of the IbDM partner farmer group to master the technology of making fish feed from the results of leaf waste and taro stems which are processed into flour relatively high. Furthermore, the results of IbDM activities in the community can increase the knowledge and skills of the community in finding alternative feed for fish feed so that culture activities can run well in IbDM partner areas. In order for aquaculture to run well in partner areas of IbDM, it is necessary to carry out IbDM activities continuously on the techniques of making alternative fish pellets and efficient and effective fish-raising techniques. Besides that, it needs financial support or credit by the authorities to the community or fish farmers for capital to develop their businesses.
IDENTIFIKASI MASALAH DAN PENYULUHAN KESEHATAN PADA LANJUT USIA DI NAGARI SUMANIAK Aisyah Elliyanti; Dian Pertiwi; Arina Widya Murni; Zelly Dia Rofinda; Yulistini Yulistini; Afriwardi Afriwardi; Eti Yerizel; Siti Nurhajjah; Elmatris Sy; Elizabeth Bahar
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.872 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i1.354

Abstract

Pelayanan kesehatan terhadap lanjut usia (lansia) perlu mendapatkan perhatian khusus, karena lansia rentan terhadap penyakit Tujuan: Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko penyakit dan memberikan penyuluhan pada kelompok lanjut usia di Kenagarian Sumanik. Metode: Kegiatan yang dilakukan adalah pemeriksaan kesehatan lanjut usia dan pengkajian psikologis dengan menggunakan kuisioner DASS 42. Selanjutnya dilakukan penyuluhan kesehatan dengan harapan meningkatkan pengetahuan para lansia sehingga mampu mengidentifikasi tanda bahaya dan mendapat pertolongan lebih awal. Hasil: Kegiatan dihadiri oleh 63 orang warga, 31 orang diantaranya di atas usia 60 tahun. Hasil pemeriksaan ditemukan 22 orang mengalami hipertensi stadium 2, dan 5 orang menderita diabetes yang sebelumnya sudah diketahui akan tetapi kontrol tidak teratur. Pada pemeriksaan mata terdapat 25 orang menderita gangguan refraksi, 5 orang ekstensi lensa dan dirujuk ke RSUD melalui Puskesmas. Dari kajian psikologis didapatkan 5 orang memiliki gejala depresi, 15 orang dengan ansietas dan 48 orang mengalami stress-psikologis. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan sangat diperlukan terutama kelompok lanjut usia supaya lansia dapat mengenal tanda-tanda penyakit sehingga dapat pelayanan kesehatan lebih dini. Aktivitas fisik seperti berolahraga diperlukan namun lansia perlu mengetahui jenis olah raga yang tepat sesuai dengan usia.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI BIOGAS Renny Eka Putri; Andasuryani Andasuryani; Feri Arlius; Santosa Santosa; Azrifirwan Azrifirwan; Irriwat Putri
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 4.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1645.006 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i4.b.358

Abstract

Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menyebabkan masih banyak masyarakat tidak memanfaatkan kotoran ternak dan limbah pertanian yang sangat melimpah untuk dijadikan bahan bakar alternatif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat tani dalam memanfaatkan limbah pertanian yang ada di kawasan limau manis. Khalayak sasaran dari kegiatan ini adalah peternak sapi yang memiliki 4 ekor sapi di rumahnya di kawasan Limau Manis kampus Universitas Andalas. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan meliputi pembuatan alat, penyuluhan, praktik teknologi dan pendampingan. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, di mana mahasiswa sebagai salah satu kelompok masyarakat yang dapat melakukan perubahan yang lebih cepat dalam usaha menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan makmur. Kegiatan ini juga melalui pendekatan pada petani untuk menumbuhkan dan meningkatkan motivasi untuk memanfaatkan limbah yang selama ini dibuang. Penerapan teknologi biogas bagi petani yang memiliki peternakan dapat memberikan keuntungan ekonomis apabila dilakukan teknik yang tepat dari segi rancangannya. Rancangan teknis meliputi: desain biodigester, desain penyaluran gas dan desain tangki penampung. Kegiatan ini telah berhasil memberikan pengetahuan pada petani dalam pemanfaatan limbah Hasil dari kegiatan ini adalah telah dibuat instalasi biogas dengan kotoran sapi telah berhasil dilakukan dengan terbentuknya gas dan kompor yang sudah dapat digunakan, dan pupuk cair yang dihasilkan telah digunakan sebagai pengganti pupuk kimia pada tanaman cabe.
PENGELOLAAN DAN PENGOLAHAN TANAMAN PAKU MENJADI CINDERAMATA DI KENAGARIAN PADANG RUKAM Winny Alna Marlina; Ranny Fitriana Faisal; Agestayani Agestayani
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 4.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.515 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i4.b.361

Abstract

Salah satu program pengabdian yang dilakukan oleh Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Kampus II Payakumbuh ialah kegiatan pengolahan tanaman paku menjadi cenderamata yang dilaksanakan di Kenagarian Padang Rukam Kabupaten Lima Puluh Kota. Nagari Rukam merupakan Nagari yang kaya tempat wisata dan tanaman paku-pakuan. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan sekaligus pelatihan pada warga di Kenagarian Padang Rukam untuk memanfaatkan tumbuhan paku menjadi suvenir seperti gelang, tas, topi dan sebagainya untuk dijual kepada turis yang datang ke Lembah Harau. Sehingga dengan pelatihan ini, masyarakat Kenagarian Padang Rukam mendapatkan penghasilan tambahan dari pengolahan paku-pakuan. Tanaman paku-pakuan yang ada di Harau merupakan parasit tanaman dan sering dibuang sehingga jika diolah dapat menghasilkan uang. Suvenir yang dibuat dari batang paku yang banyak terdapat di sekitar Harau, bahannya mudah di dapat dan pembuatan nya tidak memerlukan biaya yang besar. Metode kegiatan ini dilakukan pada tanggal 8 November 2019 di Sikola Harau, di Kenagarian Padang Rukam, Lima Puluh Kota dengan metode ceramah dan praktik langsung. Pemateri ialah Bapak Maszul Zul Amri yang merupakan pemuda asli Kenagarian Rukam, Harau yang sehari-hari pekerja sebagai petani dan tour guide wisata yang memiliki kemampuan mengolah tanaman paku-pakuan menjadi gelang. Pemateri langsung mengajarkan kepada peserta cara pembuatan gelang dari tanaman paku-pakuan lalu peserta mempraktikkan secara langsung. Hasil dari kegiatan ini berupa skill warga sekitar dalam pembuatan suvenir dari tanaman paku-pakuan yang siap dijual kepada wisatawan yang datang sehingga membantu ekonomi masyarakat sekitar.
DISEMINASI TEKNOLOGI PAKAN KOMPLIT BERBASIS BAHAN BAKU LOKAL PADA SAPI POTONG DI DAERAH KINALI, PASAMAN BARAT Ferry Lismanto Syaiful; Fauzia Agustin
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.306 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i1.366

Abstract

Kabupaten Pasaman Barat merupakan daerah yang memiliki potensi lahan perkebunan maupun pertanian yang cukup luas. Nagari persiapan Langgam merupakan salah satu nagari di Kecamatan Kinali, Pasaman Barat yang memiliki daya dukung lahan berupa lokasi yang luas. Daerah ini cocok untuk pemeliharaan sapi potong yang bisa memberikan keuntungan yang baik bagi peternak jika di kelola dengan manajemen yang baik. Di samping itu daya dukung lahan yang luas berpotensi untuk pengembangan usaha sapi potong. Namun di suatu sisi, potensi yang dimiliki daerah ini belum tergali secara optimal dan rendahnya pengetahuan peternak dalam inovasi teknologi pakan dalam pengembangan ternak. Kegiatan ini bertujuan untuk 1. meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam budidaya sapi potong yang baik dan menguntungkan, 2. pemanfaatan limbah berbasis berbahan baku lokal sebagai pakan komplit ternak, 3. meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pembuatan pakan komplit, dan 4. meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam formulasi ransum. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi/pelatihan pembuatan pakan, penyerahan pakan komplit, monitoring dan evaluasi. Mitra kegiatan ini adalah kelompok tani Karya Muda di Nagari Persiapan Langgam Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Dari hasil kegiatan menunjukkan bahwa anggota kelompok memberikan respon baik dan positif, dan adanya peningkatan pengetahuannya dalam teknik budidaya sapi potong yang baik. Di samping itu, meningkatnya pemahaman peternak dalam pemahaman dan pengolahan pakan komplit berbasis bahan lokal serta peternak mampu dalam memformulasikan pakan sapi potong. Dari kegiatan yang dilaksanakan berhasil mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada peternak dalam pembuatan pakan komplit berbahan baku lokal yang dapat menekan biaya produksi serta meningkatkan produktivitas ternak.
STRATEGI PEMASARAN UNTUK OPTIMALISASI PRODUKSI DAN KOMERSIALISASI KAKAO DI KABUPATEN PASAMAN Prima Fithri; Eka Candra Lina; Donard Games; Cesar Welya Refdi; Hanalde Andre; Puti Afra Zenri Utami; Yola Octaviani Asri
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3.a (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.155 KB)

Abstract

Kabupaten Pasaman merupakan daerah penghasil kakao (Theobroma cacao) terbesar di Sumatera Barat mulai dari tahun 2017. Produksi kakao di Sumatera Barat mencapai 66.917 ton dengan luas tanam 145.735 hektare. Berdasarkan hal tersebut, daerah Kabupaten Pasaman memimpin dengan jumlah produksi sebanyak 17.558 ton dari luas tanam 26.273 hektare. Hasil produksi kakao di Kabupaten Pasaman saat sekarang ini sedang mengalami ketidakstabilan dan kualitas uji kakao yang dihasilkan kurag baik. Penurunan kualitas biji kakao yang di produksi bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah rangkaian proses produksi yang dilalui untuk proses pemecahan masih manual. Selain permasalahan kualitas biji kakao, pemasaran juga membutuhkan perhatian khusus. Berdasarkan permasalahan yang terjadi, dibutuhkan suatu usaha dan teknologi yang mampu meningkatkan hasil produksi kakao, sehingga kondisi ekonomi masyarakat khususnya petani kakao dapat meningkat. Kegiatan yang diusulkan berupa pemberian bantuan alat pertanian serta, penyuluhan tentang pentingnya pemasaran untuk meningkatkan jumlah penjualan biji kakao. Proses pembinaan dilakukan bersama kelompok tani kakao Kabupaten Pasaman dan akan dilakukan pendataan serta pengontrolan. Data yang didapatkan akan digunakan oleh pihak pemerintahan Kabupaten Pasaman serta peneliti di Universitas Andalas dalam mengambil tindakan. Manfaat dari kegiatan ini adalah membantu pelaku usaha, khususnya petani kakao dalam meningkatkan kualitas produksi kakao yang dihasilkan dan meningkatkan jumlah penjualan biji kakao di Kabupaten Pasaman.
INKUBASI PRODUK UNGGULAN NAGARI SINURUIK KECAMATAN TALAMAU KABUPATEN PASAMAN BARAT Eka Candra Lina; Donard Games; Prima Fithri; Yulianita Leoni
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3.a (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.677 KB)

Abstract

Sinuruik merupakan Nagari yang terletak di kabupaten Pasaman Barat dan dikenal sebagai Lumbung Pasaman. Penduduknya cukup produktif, rata-rata bekerja sebagai petani, wira usaha, dan pengrajin. Produk unggulan Nagari Sinuruik diantaranya gula aren, kopi, serai wangi, dan beberapa kerajinan dari ijuk. Gula aren menjadi fokus pengembangan saat ini setelah Nagari Sinuruik mendapatkan bantuan dari Dinas perindustrian berupa mesin pengolah nira aren menjadi gula semut. Mesin kristalisator yang memiliki kapasitas 100 liter setiap kali proses ini menghasilkan gula semut dengan kualitas baik. Proses produksi gula semut tidak menemukan kendala setelah mendapatkan berbagai pelatihan dan binaan dari dinas terkait. Penguatan yang dibutuhkan Nagari Sinuruik terkait Industri Kecil Menengah (IKM) gula semut adalah Packaging, Branding, dan Pemasaran. Kemasan yang menarik sesuai dengan kebutuhan pasar dan strategi branding yaitu gula semut Nagari Sinuruik sebagai oleh-oleh khas Pasaman Barat khususnya dan Sumatera Barat umumnya. Pemasaran tidak saja dilakukan secara offline tetapi juga secara online dengan memanfaatkan fitur Google my Business (GMB), market place, dan sosial media lainnya. Hal yang telah disebutkan secara keseluruhan mempengaruhi daya saing produk dari Nagari Sinuruik di Pasar lokal, regional dan Nasional. Berdasarkan permasalahan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat bekerja sama dengan Tim Inkubator Bisnis Teknologi, Science Techno Park Universitas Andalas mengadakan kegiatan untuk UMKM di Nagari Sinuruik dengan metode Penyuluhan dan Workshop. Penyuluhan yang dilakukan terkait manajemen bisnis dan memperkenalkan fitur GMB dan sosial media untuk pemasaran digital. Kegiatan workshop berupa pembuatan GMB dan Sosial media untuk pemasaran produk gula semut Nagari Sinuruik. Selain itu tim Pengabdian Kepada Masyarakat membantu desain packaging dan branding yang paling sesuai untuk gula semut ini, sehingga bisa menjadi oleh-oleh yang menarik dan unik. Luaran yang dihasilkan dalam pengabdian masyarakat ini adalah, produk gula semut Nagari Sinuruik yang memiliki kemasan dan merek, akun GMB dan pengelolaan sosial media, selain itu juga dihasilkan artikel di jurnal pengabdian dan artikel di media massa.
PENERAPAN SISTEM INTEGRASI TERNAK SAPI DAN TANAMAN PADI Murnita Murnita; Nitta Yessirita; Yonny Arita Taher
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.819 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i3.b.373

Abstract

Penerapan Sistem integrasi tanaman padi sawah dengan ternak sapi pada Kelompok Tani Bina Karya, Nagari Koto Hilalang Kecamatan Kubung Kabupaten Solok belum terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dilakukan dengan tujuan untuk: (1) meningkatkan motivasi petani membuat pupuk organik dan pakan ternak dari amoniasi jerami padi, (2) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang pembuatan pupuk organik dan pakan ternak serta (3) meningkatkan penggunaan pupuk organik dari kotoran sapi untuk mengurangi pemakaian pupuk anorganik pada tanaman padi. Tujuan tersebut dicapai dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa PKM berlangsung dengan baik. Mitra memiliki motivasi yang tinggi untuk melanjutkan pembuatan pupuk organik dan pakan ternak. Terlihat dari kegiatan pembuatan pupuk organik dan pakan ternak yang dilakukan kembali oleh kelompok tani. Kegiatan PKM telah dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan sehingga pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak dan jerami padi serta pakan ternak dari amoniasi jerami padi meningkat. Penggunaan pupuk organik saja menghasilkan produksi padi yang rendah (6,08-6,20 ton/ha) tetapi dengan pemberian pupuk organik dapat mengurangi pemakaian pupuk anorganik. Sedangkan pemberian pupuk anorganik 50% + organik 50% dapat meningkatkan hasil tanaman padi sebesar 25% (8,34 ton/ha) dan dengan penambahan pupuk organik cair lebih meningkatkan produksi padi yaitu sebanyak 27% (8,6 ton/ha) dibandingkan tanpa menambahkan pupuk organik.
INTRODUKSI TEKNOLOGI PETERNAKAN DI NAGARI KOTO PADANG KABUPATEN DHARMASRAYA Ediset Ediset; Edwin Heriyanto
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.603 KB)

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan utama yang ketersediaannya mesti terjaga secara kontinuitas, hal ini tidak terlepas dari peningkatan jumlah penduduk dan peningkatan pengetahuan tentang pentingnya mengkonsumsi pangan yang mempunyai nilai gizi tinggi dan alami. Kondisi ini akan dapat memberikan peluang bagi penyerapan tenaga kerja di pedesaan yang pada umumnya bekerja di sektor pertanian, terutama tanaman pangan. Tenaga kerja seperti Ibu Rumah Tangga (IRT) yang ada di pedesaan pada dasarnya memiliki kesempatan untuk membantu perekonomian rumah tangga di saat mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengerjakan suatu usaha sampingan yang bernilai ekonomis. Nagari Koto Padang Kabupaten Dharmasraya memiliki Ibu Rumah Tangga (IRT) yang seyogyanya mampu mendukung perekonomian rumah tangga, namun karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam penguasaan teknologi maka sampai saat ini peluang tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal, oleh karena itu perlu dilakukan transfer pengetahuan dan implementasi teknologi bagi IRT di daerah ini agar semua peluang yang bernilai ekonomis dapat diraih. Jenis teknologi yang relevan untuk di implementasi di Nagari Koto Padang adalah teknologi sederhana tentang pembuatan pakan ayam yang berupa ulat dengan menggunakan media fermentasi dan pembuatan telur asin. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pelatihan pembuatan pakan ayam dan demonstrasi pembuatan telur asin. Hasil dari kegiatan adalah peternak sudah dapat membuat pakan alternatif untuk ayam kampung yang berupa ulat yang berasal dari lalat BSF yang dilakukan dengan fermentasi dedak padi, kemudian masyarakat dan peternak sudah pandai membuat telur asin dengan cara yang sederhana, yang pada gilirannya diharapkan dapat terwujudnya Nagari Mandiri Pangan.
PEMBERDAYAAN PETERNAK ITIK PEDAGING MELALUI PENGGUNAAN PROBIOTIK WARETHA DI NAGARI SUNGAI KAMUYANG KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Sepri Reski; Ridho Kurniawan Rusli; Robi Amizar; Adisti Rastosari; Yolani Utami; Endang Purwati; Yulianti Fitri Kurnia; Yesi Chwenta Sari; Wizna Wizna; Ferawati Ferawati
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 4.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.959 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i4.b.377

Abstract

Program ini dilakukan pada peternakan itik Nagari Sungai Kamuyang Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi masalah pengembangan ternak itik seperti mahalnya harga pakan, minimnya informasi tentang penyusunan ransum berbasis bahan lokal dan sistem pemeliharaan yang masih tradisional. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak tentang probiotik dan manfaat serta cara penggunaannya, sehingga dengan penggunaan probiotik WARETHA pada ternak itik dapat mengatasi permasalahan dalam pengembangan usaha ternak itik seperti dapat menekan biaya pakan yang tinggi dan lebih terjangkau bagi usaha peternak rakyat. Metode kegiatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan yaitu pembelajaran berupa pelatihan dan pendampingan dengan tim pengabdi sebagai fasilitator berupa pengenalan produk probiotik WARETHA dan mempraktikkan cara penggunaannya serta cara penyusunan ransum itik berbagai tingkat umur, sehingga dengan penggunaan probiotik WARETHA dapat menekan biaya pakan yang tinggi. Hasil dari kegiatan ini adalah mengurangi biaya produksi, meningkatkan pendapatan peternak dan dapat mengurangi bau feses di sekitar kandang yang ramah lingkungan serta meningkatkan pengetahuan peternak tentang manfaat dan cara penggunaan probiotik WARETHA. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dapat meningkatkan pengetahuan peternak tentang manajemen pemeliharaan ternak itik dengan menggunakan probiotik WARETHA dan penggunaan bahan pakan lokal, sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan menekan biaya pakan.

Page 9 of 30 | Total Record : 299