cover
Contact Name
Noni Antika Khairunnisah, S.Pd
Contact Email
lpp.mandala@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lpp.mandala@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala
ISSN : 25485555     EISSN : 26566745     DOI : -
Core Subject : Education,
The Mandala Education Journal is an educational scientific research article and the results of Social research, Science, Politics, and the results of literature studies.
Arjuna Subject : -
Articles 1,117 Documents
Kemampuan Pemecahan Masalah Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Perbandingan Ditinjau Dari Minat Belajar Siswa Hidayati, Herlina; Adiyani, Awalul Ifsiarohmah; Ariani, Vivin
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 8, No 2 (2023): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v8i2.5555

Abstract

Abstrak. Kemampuan pemecahan masalah merupakan satu diantara bagian yang penting di dalam kurikulum mata pelajaran matematika, karena di dalam proses pembelajaran maupun penyelesaian peserta didik memungkinkan dapat memperoleh pengetahuan serta menggunakan pengetahuan yang sudah dimiliki peserta didik untuk digunakan dalam memecahkan masalah. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal cerita perbandingan ditinjau dari minat belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIIC SMP Negeri 2 Sampit sebanyak 36 peserta didik, Selanjutnya subjek dipilih dari hasil angket minat belajar ada sebanyak 3 subjek yang terdiri dari 1 subjek dengan minat belajar tinggi, 1 subjek dengan minat belajar sedang, dan 1 dengan minat belajar rendah. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah angket minat belajar, tes soal cerita perbandingan, dan wawancara. Minat belajar tinggi, sedang, dan rendah sangat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika terutama soal cerita perbandingan. Hasilnya pada kemampuan pemecahan masalah dengan minat belajar tinggi (subjek MBT) mampu memenuhi semua indikator yaitu indikator memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Sedangkan pada kemampuan pemecahan masalah dengan minat belajar sedang (subjek MBS) hanya memenuhi beberapa indikator yaitu indikator melaksanakan rencana dan indikator memeriksa kembali, tetapi tidak memenuhi indikator memahami masalah dan indikator menyusun rencana. Sedangkan kemampuan pemecahan masalah dengan minat belajar rendah (subjek MBR) belum mampu memenuhi semua indikator yaitu indikator memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali.
Analisis Kesalahan Penyelesaian Soal Matematika Menggunakan Metode Newman Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Wibowo, Sarwo Edy; Nurhadi, Romi
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 8, No 2 (2023): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v8i2.5641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan siswa dalam menyelesaikan Soal Cerita  Matematika Pada Materi SPLDV Berdasarkan Prosedur Kesalahan Newman. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pemberian tes dan wawancara. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis berbentuk uraian sebanyak tiga nomor dan wawancara. Peneliti memilih empat orang siswa yang dijadikan sebagai subjek penelitan dari 10 orang siswa kelas IX A   berdasarkan kesalahan terbanyak yang dilakukan lalu diwawancarai. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Analisis kesalahan siswa mengacu pada kesalahan dengan tahapan Newman yang terdiri dari 4 kategori yaitu kesalahan memahami masalah, kesalahan transformasi masalah, kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban akhir. Hasil penelitian diperoleh kesalahan terbanyak yang dilakukan oleh Subjek S6 . Subjek penelitian yang kemudian diwawancarai yaitu S2 pada tipe kesalahan memahami, S3 pada tipe kesalahan transformasi, S1 pada tipe kesalahan keterampilan proses dan S6 pada tipe kesalahan penulisan jawaban akhir.
Problematika Guru Dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran Yenni Sihombing; Bongguk Haloho; Ulung Napitu
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 8, No 2 (2023): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v8i2.5597

Abstract

Abstract. Revolutions in science and technology, changes in society, understanding how children learn, advances in communication and information media and so on give their own meaning to educational activities. This challenge is one of the important foundations of a technological approach in the management of education and learning. The development of science and technology is increasingly encouraging renewal efforts in the utilization of technological results in the learning process. Teachers are required to be able to use the tools that can be provided by the school, and it is possible that these tools are in accordance with the developments and demands of the times. Utilization of learning media is also a must for every teacher so that it helps in clarifying learning material and arousing students' interest and motivation in learning. However, in reality there are still many teachers who have not been able to utilize learning media, teachers are also less innovative and creative in using learning media, meaning that teachers cannot work in using learning media.Keywords: Teacher Problems; Utilization of Learning Media  Abstrak. Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan masyarakat, pemahaman cara belajar anak, kemajuan media komunikasi dan informasi dan lain sebagainya memberi arti tersendiri bagi kegiatan pendidikan. Tantangan tersebut menjadi salah satu dasar pentingnya pendekatan teknologis dalam pengelolaan pendidikan dan pembelajaran.  Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya -upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh pihak sekolah, dan tidak menutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman.  Pemanfaatan  media pembelajaran juga merupakan suatu keharusan bagi setiap guru sehingga membantu dalam memperjelas materi pembelajaran dan membangkitkan minat dan motivasi siswa dalam belajar. Namun pada kenyataannya masih banyak guru yang belum mampu untuk memanfaatkan media pembelajaran, guru juga kurang inovatif dan kreatif dalam pemanfaatan media pembelajaran artinya guru belum bisa bekerja dalam menggunakan media pembelajaran.Kata Kunci : Masalah Guru; Pemanfaatan Media Pembelajaran. 
Kemampuan Pemecahan Masalah Matemtis Pada Materi Teorema Pyhtagoras Ditinjau Dari Gaya Belajar Visual Dan Auditorial Siswa Kelas Viii Di Smp Negeri 2 Sampit Rakhmawati, Astri; Istadi, Istadi; Astuti, Fajar
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 8, No 2 (2023): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v8i2.5559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskripsi kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 sampit. Subjek penelitian ini adalah 6 orang siswa dari 31 siswa dikelas VIII ruang A, 2 subjek visual dan 2 subjek auditorial. Instrumen yang digunakan yaitu angket gaya belajar, tes soal, dan wawancara. Data diperoleh dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarik kesmpulan. Pengecekan keabsahan data menguunakan teknik triagulasi. Pemecahan masalah matematis dianalisis berdasarkan 4 indikator menurut Polya yaitu: (1) memahami masalah, (2) merencanakan pemecahan masalah, (3) menyelesaikan rencana pemecahan masalah, (4) mengecek/memeriksa kembali. Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan permasalahan yang diarahkan untuk mendapatkan suatu jawaban dengan cara berpikir. Berdasarkan hasil analisis data pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan langkah Polya ditinjau dari gaya belajar adalah (1) Pada subjek SV1 dengan gaya belajar visual mampu dalam memahami masalah dengan cara membaca soal didalam hati, melakukan perencanaan pemecahan masalah, mampu melakukan perhitungan dengan tepat, dan tidak melakukan pemeriksaan kembali. Pada subjek SV2 dengan gaya belajar visual mampu dalam memahami masalah, melakukan perencanaan pemecahan masalah, belum mampu melakukan perhitungan dengan tepat, dan tidak melakukan pemeriksaan kembali. (2) Pada subjek SA1 dengan gaya belajar auditorial mampu dalam memahami masalah, melakukan perencanaan pemecahan masalah, mampu melakukan perhitungan dengan tepat, dan mampu melakukan pemeriksaan kembali hanya saja pada soal nomor 1 saja. Pada subjek SA2 dengan gaya belajar auditorial tidak mampu dalam memahami masalah dengan cara membaca soal didalam hati, melakukan perencanaan pemecahan masalah, mampu melakukan perhitungan dengan tepat, dan melakukan pemeriksaan kembali.
Pengaruh Pengetahuan Dan Jumlah Uang Jajan Terhadap Pola Makan Anak Sekolah Dasar Cahyadi, Anggih Tri; Sulistyaningtyas, Nunik
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 8, No 2 (2023): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v8i2.5504

Abstract

Penanganan masalah gizi sebagai isu kesehatan masyarakat tidak hanya dapat dilakukan melalui pendekatan medis dan layanan kesehatan. Pengetahuan tentang gizi memainkan peran krusial dalam membentuk pola makan anak. Jika anak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai nutrisi dan pentingnya makanan sehat, anak dapat membuat pilihan makanan yang lebih baik. Sebaliknya, kurangnya pengetahuan tentang gizi dapat menyebabkan anak memilih makanan yang kurang bergizi atau tidak seimbang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan jumlah uang jajan terhadap pola makan anak sekolah dasar di SDN 45 Kota Bima. Hasil penelitian menunjukan pengaruh pengetahuan terhadap pola makan yang didapatkan dari hasil analisis statistik adalah p value = 0.002 < 0.05 berarti disimpulkan ada pengaruh antara pengetahuan terhadap pola makan anak sekolah dasar di SDN 45 Kota Bima. Pengaruh uang jajan terhadap pola makan yang didapatkan dari hasil analisis statistik adalah p value = 0.004 < 0.05 berarti disimpulkan ada pengaruh antara jumlah uang jajan terhadap pola makan anak sekolah dasar di SDN 45 Kota Bima.
Problematika Guru Dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran Sihombing, Yenni; Haloho, Bongguk; Napitu, Ulung
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 8, No 2 (2023): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v8i2.5611

Abstract

Abstract. Revolutions in science and technology, changes in society, understanding how children learn, advances in communication and information media and so on give their own meaning to educational activities. This challenge is one of the important foundations of a technological approach in the management of education and learning. The development of science and technology is increasingly encouraging renewal efforts in the utilization of technological results in the learning process. Teachers are required to be able to use the tools that can be provided by the school, and it is possible that these tools are in accordance with the developments and demands of the times. Utilization of learning media is also a must for every teacher so that it helps in clarifying learning material and arousing students' interest and motivation in learning. However, in reality there are still many teachers who have not been able to utilize learning media, teachers are also less innovative and creative in using learning media, meaning that teachers cannot work in using learning media.Keywords: Teacher Problems; Utilization of Learning Media  Abstrak. Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan masyarakat, pemahaman cara belajar anak, kemajuan media komunikasi dan informasi dan lain sebagainya memberi arti tersendiri bagi kegiatan pendidikan. Tantangan tersebut menjadi salah satu dasar pentingnya pendekatan teknologis dalam pengelolaan pendidikan dan pembelajaran.  Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya -upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh pihak sekolah, dan tidak menutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman.  Pemanfaatan  media pembelajaran juga merupakan suatu keharusan bagi setiap guru sehingga membantu dalam memperjelas materi pembelajaran dan membangkitkan minat dan motivasi siswa dalam belajar. Namun pada kenyataannya masih banyak guru yang belum mampu untuk memanfaatkan media pembelajaran, guru juga kurang inovatif dan kreatif dalam pemanfaatan media pembelajaran artinya guru belum bisa bekerja dalam menggunakan media pembelajaran.Kata Kunci : Masalah Guru; Pemanfaatan Media Pembelajaran.
Penerapan Metode Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Tik Siswa Kelas Viii B Smp Negeri 3 Monta Muslimin, Muslimin; Ramdhani, Lisda
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 8, No 2 (2023): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v8i2.5639

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Penerapan Metode Discovery Learning dapat meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar pada materi perangkat lunak pengolah kata di kelas VIII B SMPN 3 Monta.   Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas atau (Classroom Action Researc). Hasil analisis menunjukkan; (1) Metode discovery learning (belajar penemuan) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VIII B SMPN 3 Monta Tahun Pelajaran 2021/2022 dengan rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah 2,39. Pada siklus II 3,15. (2) Metode discovery learning (belajar penemuan) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP N 3 Monta Tahun Pelajaran 2016/2017. Ketuntasan yang diperoleh pada siklus I sebesar 76,92%, siklus 92,3%, Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pada tiap-tiap siklus dan tercapainya ketuntasan belajar yang diharapkan.
Development of an E-Module Based on Project Based Learning Material on the Human Circulatory System for Class V Elementary School Salsabila, Ashari Kurnia; Azmy, Bahauddin; Susiloningsih, Wahyu
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 8, No 3 (2023): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (September)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v8i3.5932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan untuk mendeskripsikan kelayakan produk hasil pengembangan. Pengembangan e-modul berbasis project based learning materi sistem peredaran darah manusia kelas V SD dilatarbelakangi oleh pembelajaran IPA di sekolah dasar yang pengajarannya masih menggunakan buku cetak, selain itu pembelajaran masih terpusat pada guru dan bukan siswa, sehingga pembelajaran terkesan membosankan, tidak menarik, dan monoton. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Dissaminate). Pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan angket. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan, diperoleh hasil bahwa proses pengembangan e-modul berbasis project based learning materi sistem peredaran darah manusia kelas V SD dilakukan melalui tiga tahap, yaitu define, design, dan develop. Proses pengembangan telah di validasi oleh ahli proses dan mendapatkan hasil 90%. Kelayakan pengembangan e-modul berbasis project based learning materi sistem peredaran darah manusia kelas V SD, validasi media memperoleh nilai kelayakan 88,75%, validasi kelayakan materi memperoleh nilai kelayakan 92%, dan validasi bahasa memperoleh nilai kelayakan 92,5%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa e-modul berbasis project based learning materi sistem peredaran darah manusia kelas V SD sangat layak digunakan.
The Implementation Of Self-recording Video in speaking practice Elmiati, Elmiati; Ikhsan, M Khairi
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 8, No 3 (2023): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (September)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v8i3.5896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan Self-Recording Video dalam praktik berbicara siswa. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian descriptive melalui pendekatan qualitative. Partisipan dari penelitian ini adalah satu orang guru bahasa Inggris di SMKN 6 Padang. Data dikumpulkan dari satu guru bahasa Inggris melalui pengamatan kelas dengan merekam proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan melalui proses observasi cheklist dan wawancara guru dengan perekam audio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjelaskan materi terlebih dahulu, memberikan contoh video , dan memberikan kebebasan kepada siswa untuk membuat video. Topik dipilih dari materi pembelajaran, seperti narative. Guru memberikan bimbingan dan umpan balik sementara siswa merekam video, meningkatkan pengucapan dan memotivasi siswa. Setelah membuat video, guru menampilkan hasilnya di depan kelas. Evaluasi dilakukan melalui diskusi terhadap proses dan pembelajaran. Penelitian ini mengungkapkan bahwa Self-Recording Video meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbicara dan memberikan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan. Meskipun terdapat tantangan, seperti salah pengucapan, pendekatan ini membantu siswa merasa didukung dan termotivasi. Dengan menggunakan video ini, siswa dapat berlatih berbicara dengan lebih percaya diri dan efektif dalam belajar bahasa Inggris.Kata Kunci : Penerapan, Vidio Rekaman Mandiri, Berbicara
Psychological Foundations of Science Learning Mustofa, Muhamad Amin
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 8, No 3 (2023): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (September)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v8i3.5990

Abstract

(Dalam kajian pendidikan, psikologis merupakan studi tentang usaha manusia belajar dalam pendidikian, efektifitas intervensi pendidikan. Pendidikan berhubungan dengan bagaimana siswa belajar dan berkembang, sehingga landasan psikilogi pendidikan membahas berbagai informasi tentang kehidupan manusia pada umumnya serta gejala yang berhubungan dengan aspek pribadi manusia setiap tahapan. Bentuk psikologi pendidikan meliputi : psikologi perkembangan, psikologi belajar, psikologi sosial, dan psikologi pembelajaran. Kontribusi psikologi pendidikan dapat memberikan manfaat terhadap pengembangan kurikulum, terhadap sistem pembelajaran dan sistem penilaian. Dan pada paper ini akan membahas berkaitan dengan landasan psikologis pembelajaran IPA (Sains) di tingkat dasar.

Page 53 of 112 | Total Record : 1117