cover
Contact Name
Agus Mailana
Contact Email
agus.mailana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agus.mailana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 24069582     EISSN : 25812564     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir: is a peer review of a national journal published by the Tarbiyah Department of Al Hidayah Islamic High School in Bogor in an Islamic Education study program. This journal focuses on issues of Qur'anic science and interpretation.
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
KERUSAKAN LINGKUNGAN MENURUT SAINS DAN AHMAD MUSTAFA AL-MARAGHI (STUDI TAFSIR AL-MARAGHI PADA SURAT AL-RUM AYAT 41, AL-MULK AYAT 3-4 DAN AL-A’RAF AYAT 56) Chodijah, Siti; Ratnasari, Juni
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5, No 01 (2020): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.22 KB) | DOI: 10.30868/at.v5i01.702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penafsiran Ahmad Mustafa Al-Maraghi mengenai kerusakan lingkungan dari perspektif saintifik. Dengan metode  yang bersifat kualitatif,  dengan menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis). Hasil  dari penelitian ini menunjukkan bahwa  al-Marghi tidak menjelaskan mengenai secara detail tentang ilmu pengetahuin dari kerusakan lingkungan, tetapi memberikan penyebab-penyabab dari kerusakan lingkungan yang sesuai dengan ilmu pengetahuan, argumen yang dikemukakan tidak bertentangan malah saling berkaitan antara satu sama lain, walaupun terdapat perbedaan, seperti penekanan ilmu pengetahuan ialah penjabaran secara rinci mengenai proses terjadi kerusakan lingkungan, sedang al-maraghi melihat dari sisi manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan karena keserakahan dan hawa nafsu manusia sehingga mengabaikan agama.  
TAFSIR SAHABAT NABI: ANTARA DIRAYAH DAN RIWAYAH Rokim, Syaeful
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5, No 01 (2020): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.326 KB) | DOI: 10.30868/at.v5i01.819

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penafsiran para sahabat nabi ra terhadap ayat-ayat Al-Quran Al-Karim. Hal ini menjadi suatu yang urgen dikarenakan mereka merupakan generasi pertama dalam Islam dan melalui merekalah Al-Quran dan perkembangan tafsirnya tersebar ke generasi-generasi berikutnya. Pada penelitian ini, penulis berusaha mengkategorikan tafsir yang dilakukan oleh sahabat Nabi ra. Sehingga jelas kedudukannya antara tafsir bil mathur/riwayah dengan tafsir bil-rayi/dirayah. Penelitian ini menggunakan metode perpustakaan dan dilakukan secara pendekatan kualitatif. Adapun kesimpulan hasil penelitiannya adalah penafsiran sahabat yang berkaitan dengan asbab nuzul ayat dan berita tentang perkara gaib termasuk dalam kategori tafsir bil-matsur/riwayah. Sedangkan penafsira sahabat terhadap Al-Quran dengan menggunakan rujukan bahasa Arab dan ijtihad dari pemahaman mereka termasuk dalam kategori tafsir bil-rayi/dirayah.
AHRUF SAB'AH DAN QIRO'AT SAB'AH SEBAGAI DISIPLIN ILMU ALQURAN Nengsih, Desri
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5, No 01 (2020): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v5i01.757

Abstract

Ahruf sabah dan qirt sabah merupakan dua bentuk disiplin ilmu terpenting dalam mengkaji dan memahami ayat-ayat suci Al-Quran. Latar belakang bangsa Arab yang terdiri dari beberapa suku dengan beberapa dialek (lahjah) memicul munculnya ahruf sabah ini untuk memudahkan umat Islam membaca dan mempelajari Al-Quran pada waktu itu yang pada mulanya hanya diperintahkan dalam satu huruf saja, sebagai bentuk kasih sayang Nabi terhadap umatnya, berusaha menjaga umatnya dari kesulitan dan memberikan kemudahan untuk memahami Al-Quran, sekaligus merupakan salah satu bentuk dari kemukjizatan Al-Quran. Adanya keberagaman dialek ini menjadi sebab lahirnya bermacam-macam qirah yang berkembang sampai sekarang dengan sanad yang disandarkan kepada Rasulullah, sehingga muncullah beberapa ulama qirah (qurr) yang bacaannya dijadikan pedoman dalam membaca Al-Quran sampai saat ini. Di antara ahli qirah tersebut adalah qirah Abu Amr, qirah Nafi, qirah Ashim, qirah Hamzah, qirah Al-Kisai, qirah Ibn Amir, dan qirah Ibn Katsir yang lebih dikenal dengan qirt sabah. Adanya berbagai versi qirah ini juga membawa pengaruh dalam menafsirkan dan mengistinbatkan hukum dalam Al-Quran.
INTERPRETASI TERM RIJAL DALAM AL-QUR’AN Triana, Rumba; Ramadhan, Fachmi; Bafadhol, Ibrahim
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5, No 01 (2020): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.171 KB) | DOI: 10.30868/at.v5i01.820

Abstract

Di dalam Al-Qur?an kata laki-laki disebutkan dengan beberapa cara yaitu pertama, dengan kalimat umum yang mencakup laki-laki dan perempuan seperti wahai manusia, wahai orang-orang yang beriman dan lain-lain. Kedua, mengunakan kata yang menunjukan nama laki-laki seperti Sulaiman, Ibrahim, Nuh dan lain-lain. Ketiga, menggunakan kata yang menunjukan laki-laki itu sendiri seperti rij?lun dan dzakarun. Pada penelitian ini menitikberatkan kajian karakter Rijal dalam Al-Qur?an. Penulis memilih enam ayat yang penulis anggap sudah mewakili 57 ayat yang terdapat kata Rij?l dan derivasinya dalam Al-Qur?an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dimana yang menjadi sumber primer adalah kitab-kitab tafsir seperti: dari Tafsir Al-Thabari, Tafsir Fathul Qadir, Tafsir Jalalain, Tafsir Al-Qurthubi, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur?an Al-Sa?di dan Tafsir Al-Aisar. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode maudhu?i  guna mendapatkan hasil yang lengkap dan luas. Maka Disimpulkan bahwa karakter Rij?l dalam Al-Qur?an adalah untuk  menggambarkan laki-laki yang memiliki jiwa kepemimpinan, tawakal, gemar mensucikan diri, tidak terlalaikan dengan perniagaan, menepati janji, dan semngat berjuang di jalan Allah.
PEMETAAN KAJIAN TAFSIR AL-QURAN DI INDOSESIA: STUDI ATAS TAFSIR AN-NUR KARYA T.M HASBI ASH-SHIDDIEQY Idris, Muhammad Anwar
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5, No 01 (2020): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.44 KB) | DOI: 10.30868/at.v5i01.733

Abstract

Artikel menjelaskan tentang kajian Tafsir Al-Quran di Indonesia, munculnya Tafsir di Indonesia dari berbagai basis sosial, namun dalam hal ini penulis akan memetakan kajian Tafsir dari kalangan akademis yakni Tafsir An-Nur karya T.M Hasbi Ash-Shiddieqy. Dalam hal ini Penulis akan menjelaskan tentang, biografi Hasbi, fisik Tafsir An-Nur serta bentuk, metode, corak Tafsir An-Nur, kelebihan dan kekurangannya. Hasil dari penelitian ini menemukan: bentuk penafsirannya ialah bi al-matsur dan bi al-rayi, metode yang digunakan ialah metode tahlili, corak penafsirannya umum namun di sisi lain kitab tafsir ini memeliki corak fikih, yang tak bisa lepas dari latar belakang keilmuan hasbi yakni ahli dalam bidang syariah.
KELUARGA SAKINAH MENURUT PERSPEKTIF AL-QUR’AN Bhakti, Putri Ayu Kirana; Taqiyuddin, Muhammad; Saputra, Hasep
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5, No 02 (2020): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v5i02.943

Abstract

A sakinah family is the hope for Muslim believers. However, to create it is not an easy case due to the community's low knowledge of sakinah family so that this factor can disturb the household. For the sake of providing explanations concerning this problem, this library research seek to find out a depiction of the sakinah family concept in the perspective of Qur’an. This study draws the following conclusion: First, the Sakinah family of course becomes a dream for every human being because this greatly has an impact on the levels of calm and comfort in the household. Having a sakinah family is the main choice in a household. Sakinah family has a number of criteria in the Qur'an, namely: Belief, responsibility, mutual forgiveness, and Mua'asyarah bil ma'ruf. Second, the factors contributing to the embodiment of sakinah family fall into the following: husband and wife must understand each other's rights, and they also accept each other's strengths or weaknesses.Keywords: Sakinah Family, Al-Quran Perspective
Perkawinan Beda Agama: Perspektif Ulama Tafsir, Fatwa MUI dan Hukum Keluarga Islam di Indonesia Ibnu Radwan Siddik; Turnip, Ibnu Radwan siddik
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 6, No 01 (2021): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v6i01.1337

Abstract

Diskursus tentang perkawinan beda agama masih saja menjadi topik yang selalu diperbincangkan oleh para pemikir Islam sampai saat ini seiring dengan masih banyaknya umat Islam di Indonesia yang melaksanakannya. Tulisan ini akan mencoba meneliti ulang tentang bagaimana sebenarnya status pernikahan beda agama dalam perspektif ulama tafsir, fatwa Majlis Ulama Indonesia dan hukum keluarga Islam di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan sumber data kepustakaan (library reseaach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ulama tafsir sepakat tentang dilarangnya bagi laki-laki muslim menikahi wanita musyrik dan kafir dan begitu pula bagi wanita muslimah dilarang dikawini oleh lelaki musyrik dan kafir. Sementara itu, ulama sepakat tentang larangan wanita dinikahkan dengan lelaki Ahli Kitab, akan tetapi mereka berbeda pendapat tentang status hukum seorang laki-laki muslim bila menikahi wanita Ahli Kitab. Bagi ulama yang tidak mempersamakan term Ahli Kitab dengan istilah musyrik sebagaimana yang dijelaskan pada surat al-Baqarah ayat (221) dan istilah kafir sebagaimana yang dijelaskan pada surat al-Mumtahanah ayat (10), maka menikahi wanita Ahli Kitab ini hukumnya mubah atau boleh. Akan tetapi syarat wanita yang dinikahi itu adalah wanita yang baik-baik (muhsanat), dan bagi laki-laki muslim yang menikahinya pun harus memiliki kekuatan iman yang teguh. Sebagian ulama lain melarang menikahi Ahli Kitab secara keseluruhan, baik Yahudi ataupun Kristen, karena mereka berpendapat  bahwa ayat tentang kebolehan menikahi wanita Ahli Kitab tersebut telah dihapus (mansukh). Untuk konteks Indonesia sendiri, Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan Fatwa tentang keharaman bagi umat Islam baik laki-laki dan perempuan untuk menikahi wanita dan laki-laki non-muslim baik mereka yang Ahli Kitab maupun tidak. Fatwa MUI ini menyatakan setelah mempertimbangkan bahwa perkawinan beda agama sering menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat dan mengundang perdebatan di antara sesama umat Islam. Fatwa MUI ini masih sejalan dengan sumber hukum keluarga Islam di Indonesia yakni UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam yang juga melarang perkawinan beda agama.
الإشكاليات اللغوية في ألفاظ القرآن الكريم (دراسة دلالية) mufidah, nur rohmatul
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5, No 02 (2020): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v5i02.990

Abstract

In fact, the Al-Qur'an sentence, although in accordance with the rules of Arabic grammar, there are differences the over rules, because the Al-Qur'an sentence contains information that is charming, detail and beautiful. Then, the different setting of sentences has the purpose and aim with the rules of Arabic. The sentence has a holy meaning and includes the Rabbani secret is a new sentence arrangement that has never been known in Arabic. And some Muslims collapse the rules between Arabic and Qur’an language, and what is different from understanding Arabic is considered a mistake, sometimes some Muslims misunderstand that in the arrangement of the Qur’an sentence there are language problems. From the information above, the author tries to explain some of the secrets and hidden wisdom behind this problem. Based on this background, researchers tried to examine the problem of language in the Qur'an which was discussed with semantic studies. To obtain scientific data, researchers used the literatures method with primary data sources in the form of several literatures and books such as the interpretation of Al-Zamakhsyari or Al-Alusi. Secondary data is data that supports primary data. The data of this study were obtained by descriptive method, namely collecting and analyzing related data sources which were followed up with analytical methods by analyzing data, examined through a semantic approach, namely the meaning of the language approach. The results of this discussion discuss four aspects of the problem in the Qur'an, namely the uncontinuity between ma'thuf and ma'thuf alaihi, between ifrod, tasniyah, and jama ', between na'at and man'ut, and ta'nis al-mudzakkar and tadzkir al-muannas, these problems basically do not violate the rules of language or Arabic grammar, and the Ulama 'Qur'an has explained in detail the wisdom of the structure of the text, and precisely because of the characteristics of the I'jaz the Qur'an can not only be understood from the grammatical aspect.Keywords: Language Problems, Grammar, Semantic Studies.
Laki-Laki adalah Pemimpin bagi Perempuan (Kajian Tafsir Tematik Perspektif Mutawalli Al-Sya’rawi dalam Tafsir Al-Sya’rawi) Amrullah, Najib; SJ, Fadil; Syaifuddin, Helmi
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 6, No 01 (2021): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v6i01.1336

Abstract

This article discusses the meaning of the verse ar-Rijal Qawwamuna 'ala an-Nisa' bima fadhdhalallhu b'adhamuh 'ala ba'dh in surah an-Nisa' verse 34 according to the interpretation of al-Sya'rawi. This article also explains the dialectic of the scholars in understanding the meaning of the verse. This tafsir study includes a thematic interpretation model that discusses one maudhu 'in the al-Qur'an, namely the discussion about men as leaders for women. In this research, obtained through literature review and processed using descriptive-comparative methods. This study aims to provide understanding and reduce tension in the midst of debates that have not yet found a clear point regarding this verse
NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM AL-QUR’AN SURAT ASY-SYU’ARĀ 89 (Tinjauan Terhadap Tafsir al-Marāgī) Sadaruddin, Maulida Ade Suryani
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5, No 02 (2020): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v5i02.898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan akhlak yang dapat diambil dari Q.S. asy-Syu’arā ayat 89 dan mengetahui relevansi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Q.S. asy-Syu’arā ayat 89 dengan proses pembelajaran akhlak pada tingkatan Madrasah Aliyah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber primer dari penelitian ini adalah kitab tafsir al-Marāgī sebuah karya fenomenal dari Ahmad Mustafa al-Marāgī. Adapun sumber sekundernya adalah literatur-literatur yang berkaitan dengan pembahasan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara dokumentasi, dan analisis data dengan menggunakan deskriptif analitik, selanjutnya data yang telah terkumpul dianalisis secara konseptual mengenai kandungan isi disertai dengan istilah yang ada di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam Q.S. asy-Syu’arā ayat 89 terdiri dari dua bagian, yaitu akhlak kepada Allah dan akhlak pribadi. Di antara akhlak kepada Allah adalah bertaqwa, tawakkal, ikhlas. Sedangkan yang termasuk akhlak pribadi adalah istiqamah, malu, tawadhu, pemaaf, amanah, dan sabar.  Selain daripada itu, dalam penelitian ini menunjukkan pentingnya penyucian dan pembersihan hati dalam rangka menciptakan akhlak yang karimah bagi setiap muslim, khususnya para murid supaya tidak terjerumus kepada hal-hal yang negatif.

Page 6 of 19 | Total Record : 188