cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
suhartini.ismail@fk.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Perawat Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25487051     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Perawat Indonesia (e-ISSN 2548-7051) diterbitkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah. Jurnal Perawat Indonesia atau disingkat JPI ini terbit 2 kali setahun. Jurnal ini mempublikasi artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan. Jurnal Perawat Indonesia menerima artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan, meliputi: keperawatan anak; keperawatan maternitas; keperawatan medikal-bedah; keperawatan kritis; keperawatan gawat darurat; keperawatan jiwa; keperawatan komunitas; keperawatan gerontik; keperawatan keluarga; dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
BURNOUT PERAWAT PELAKSANA RUANG ISOLASI COVID 19 RUMAH SAKIT SANTA ELISABETH MEDAN RUPANG, ERNITA RANTE; Imelda Derang
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.812 KB)

Abstract

Burnout merupakan sindrom kelelahan fisik dan emosional akibat stress kerja yang melibatkan konsep pengembangan diri negatif dan hilangnya kekuatiran dan perasaan untuk klien. Burnout memiliki 3 dimensi yaitu: emotional fatique, depersonalization and achievement of the self achievement. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kejadian burnout perawat pelaksana di ruang isolasi covid 19 Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Metode penelitian: deskriptif. Populasi penelitian adalah perawat yang bekerja di ruang isolasi. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling, jumlah sampel: 42 partisipan. Analisa data dengan analisis univariat. Hasil penelitian: mayoritas perawat yang mengalami burnout rendah sebanyak 7 partisipan (16%), kategori sedang 20 partisipan (48%) dan kategori tinggi sebanyak 15 partisipan (36%). Mayoritas perawat jenis kelamin perempuan 28 partisipan (66,8%) sedangkan laki-laki 14 partisipan (33,2%). Status belum menikah sebanyak 32 partisipan (76,2%), menikah 10 partisipan (23,8%), tingkat Pendidikan: Ners 29 partisipan (71,5%) vokasi sejumlah 12 partisipan (28,5%). Berdasarkan usia: 21-30 tahun sejumlah 35 partisipan, 21-40 tahun: 6 partisipan dan 41-50: 1 partisipan. Tingkat burnout perawat pelaksana ruang isolasi covid 19 adalah sedang. Maka diperlukan evaluasi dari pihak manajemen mengenai lingkungan kerja serta factor-faktor yang mempengaruhi kondisi psikologis dan fisik setiap perawat dalam pemberian layanan
Pengaruh Pemberian Teh Bawang Dayak terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Handayani, Sri; Eka Malinda Dewantari; Cemy Nur Fitria
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.626 KB)

Abstract

Latar Belakang : Jumlah penduduk berisiko usia >18 tahun yang dilakukan pengukuran tekanan darah tercatat sebanyak 36,53%. Dari hasil pengukuran tekanan darah, sebanyak 12,98% dinyatakan hipertensi. Pemberian teh bawang dayak merupakan salah satu bentuk pengobatan non farmakologi yang dapat mengatasi penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian teh bawang dayak terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian One-Group Pretest-Postest Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan 14 responden. Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk dan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk didapatkan hasil untuk tekanan darah sistol sebelum dan sesudah perlakuan memperoleh nilai signifikasi p (0.001) dan untuk hasil tekanan darah diastol sebelum dan sesudah perlakuan memperoleh nilai signifikasi p (0.002). Hasil uji Wilcoxon, diperoleh pre test dan post test memiliki nilai signifikan 0.000 dimana p< 0.050. Kesimpulan : Ada pengaruh teh bawang dayak terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi
Hubungan Kerja Tim dengan Missed Nursing Care dalam Perawatan Pasien di Rumah Sakit rahani ayu amalia; Kuswantoro Rusca Putra; Ike Nesdia Rahmawati3
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.308 KB)

Abstract

Perawat memiliki peran penting dalam memberikan asuhan keperawatan tanpa terlewat. Kejadian missed nursing care dapat mengakibatkan permasalahan yang dapat menurunkan kualitas kepuasan pasien. Kualitas ini dapat dipertahankan dengan kerja tim yang efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kerja tim dengan missed nursing care dalam perawatan pasien di rumah sakit. Penelitian Cross-sectional ini dilakukan secara online kepada 93 perawat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner MIISSCARE survey untuk mengukur kejadian missed nursing care dan nursing teamwork survey (NTS) untuk mengukur kerja tim. Teknik sampling yang digunakan penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan pendekatan consecutive sampling. Data dianalisis melalui statistik deskriptif dan uji Spearman’s-Rho dengan alpha <0,05. Hasil penelitian ini yaitu mean missed nursing care 1.33, mean kerja tim 4.61, dan uji korelasi menunjukkan nilai p value= 0,000 r= -0,548 bahwa ada hubungan antara kerja tim dengan missed nursing care. Sehingga, diharapkan perawat mampu mempertahankan kerja tim dengan baik dan dapat mengikuti pelatihan kerja tim perawat. Kata Kunci: Missed Nursing Care, Kerja Tim, Perawat
HAMBATAN DAN DUKUNGAN DALAM MANAJEMEN DIRI PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MLATI II Aryuni Ekawati; Edi Sampurno; Winda Rofiyati
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.345 KB)

Abstract

A person is said to be hypertensive if the blood pressure examination shows results >140/90 mmHg. One of the efforts to control high blood pressure is hypertension selfmanagement to avoid complications. If there are obstacles, it can affect the support for selfmanagement of hypertensive patients so that blood pressure is not well controlled. To findout the Barriers and Supports in Self-Management in Hypertensive Patients in IndonesiaWorking area Mlati II Health Center. This study uses a descriptive method with a crosssectional approach. The research location is in the Working Area of the Mlati II HealthCenter. The number of samples was 85 respondents with purposive sampling technique.The analysis used is univariate analysis in the form of frequency distribution andpercentage of each variable. The results show that management self majority good category56 people or 65.88%, Support the majority categorized enough 49 people or 57.65%, andobstaclesthe majority were categorized as 82 people or 96.47%. From this description, itcan be concluded that self-management in hypertensive patients is in good category, themajority support is sufficient, and the majority barriers are moderate. It is hoped thathealth workers, family, and peers will always provide support to be more obedient in selfmanagement and minimize obstacles.
stroke Terapi Tradisional Pada Pasien Pasca Stroke di Kota Gunungsitoli, Nias: Studi Fenomena: Terapi Tradisional Pada Pasien Pasca Stroke di Kota Gunungsitoli, Nias: Studi Fenomena lafau, ADIRMAN; purba, Jenny Marlindawani; nurmani
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.226 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v5i2.1200

Abstract

Penyakit stroke masih menjadi salah satu penyebab angka kematian tertinggi baik di dunia maupun di Indonesia. Stroke berdampak kepada penurunan kesehatan fisik, psikososial dan juga penurunan fungsi kognitif.Pasien pasca stroke membutuhkan pengobatan farmakologi dan nonfarmakologi untuk meningkatkan kualitas hidup. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pasien pasca stroke adalah menggunakan pengobatan alternative untuk mempecepat proses penyembuhan. Pengobatan tradisional yang digunakan oleh pasien pasca stoke di Kabupaten Nias merupakan warisan budaya Suku Nias. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi terapi tradisional pada pasien pasca stroke.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Sebanyak 10 partisipan diseleksi dengan menggunakan teknik purposive sampling.Pengumpulandata dilakukan dengan wawancara mendalam (In-depth Interviews). Hasil wawancara direkam dan ditranskripkan. Data dianalisa dengan menggunakan Colaizzi yang terdri dari 7 tahapan.Hasil analisa data menghasilkan 3 tema yatu: 1) Jenis terapi tradisional yang digunakan ,2) manfaat yang dirasakan menggunakan terapi tradisional , dan 3) dukungan keluarga menggunakan terapi tradisional. Pasien pasca stroke mendapatkan manfaat dari pengobatan tradisional selain pengobatan medis.
Background: Diseases experienced by the elderly are generally non-communicable diseases that are degenerative. Self-efficacy is an individual's belief in facing and solving problems he faces in various situations and being able to determine actions in completing certain tasks or problems, so that the individual is able to overcome obstacles and achieve the expected goals. Prolanis is a health service system and a proactive approach that is implemented in an integrated manner involving participan Gaffar, Indra; Safira, Rifna; Ramadhany, Alifah Nur; Anggraeni, Najwaty; Yodang, Yodang; Harisa, Akbar; Syahrul, Syahrul; Zahra, Raudyatuh; Novitasari, Adani
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.184 KB)

Abstract

Background: Diseases experienced by the elderly are generally non-communicable diseases that are degenerative. Self-efficacy is an individual's belief in facing and solving problems he faces in various situations and being able to determine actions in completing certain tasks or problems, so that the individual is able to overcome obstacles and achieve the expected goals. Prolanis is a health service system and a proactive approach that is implemented in an integrated manner involving participants, health facilities and BPJS health in the context of health care for BPJS Health participants who suffer from chronic diseases to achieve optimal quality of life with effective and efficient health care costs. Objectives: the purpose of this study was to determine the effect of sociodemographic characteristics on Self-Efficacy among Elderly with Chronic Diseases who attend the Prolanis Program in Makassar City. Design: this research is a quantitative study with a descriptive cross-sectional study approach. Population and sample are elderly with chronic disease who follow the prolanis program in the work area of ​​Bira Health Center and Minasa Upa Health Center Makassar City. Results: the study results identified the marriage status affect the Self Efficacy in the elderly who suffer from chronic diseases in Makassar City. In addition, the prolanis program also could help the elderly to increase their self-efficacy in dealing with the disease they were experiencing.
LISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI COVID-19 Wahyuningsih, Indah Sri
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.173 KB)

Abstract

Determinant Factors of Knowledge and Attitude Nurses’ to Prevent and Control COVID-19 Infection. The main principles of nurse during caring patients with COVID-19 are knowing prevent and control of COVID-19 infection. The increase of knowledge and attitudes are not only determine of age maturity but also other factors. This study aimed to determine factors determinant the knowledge and attitude of nurses in preventing and controlling COVID-19 infection. The present study employed quantitative with analytic observational method with cross-sectional design. The study was conducted in three hospitals at Semarang from May to June 2020 with a sample size of 60 respondents. The inclusion criteria are nurses who work in the emergency unit, the COVID-19 isolation room, ICU, permanent nurses and are not on duty. Meanwhile, the exclusion criteria are nurses who have work experience of less than two years and interns. Each independent variable is evaluated using logistic regression analysis to determine the most influential variable. The results of this study analyzed with wald test that indicate that the variables of training and education have an determine on knowledge with an accuracy level of 68.33%, while the variables of the age group, work unit and education have an effect on nurses' attitudes with an accuracy level of 80.00%. The results of this study indicate that the variables of the age group, work unit and education have the most influence on nurses 'attitudes in infection prevention and control, while training and education variables have the most influence on nurses' knowledge in preventing and controlling COVID-19 infection.
PENGARUH SENAM AEROBIK LOW IMPACT TERHADAP NILAI TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI DESA GONILAN KARTASURA Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati; Agung Widiastuti
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.438 KB)

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah penderita hipertensi di dunia terus meningkat setiap tahunnya. Hipertensi merupakan faktor utama terjadinya stroke, gagal jantung yang menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik. Melakukan senam aerobik dapat menurunkan tekanan sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi, dengan senam aerobik secara rutin mampu memberikan efek relaksasi pembuluh darah. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas senam Aerobic Low Impact terhadap penurunan nilai tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Gonilan, Kartasura, Sukoharjo. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan one group pre-test-post-test design, dengan jumlah sampel 30 responden dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling. Penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis uji-t berpasangan. Hasil: Dapat diketahui bahwa pada responden penderita tekanan darah tinggi yang mendapatkan terapi latihan aerobik low impact, terjadi perubahan nilai tekanan darah setelah dilakukan pemeriksaan pasca latihan aerobik low impact. pada tekanan darah sistolik didapatkan p value < 0,001 dan tekanan darah diastolik 0,286. Kesimpulan: Dari hasil penelitian terkait pengaruh senam aerobik low impact terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi didapatkan adanya pengaruh terhadap tekanan darah sistolik dan daistol, tetapi pada tekanan darah diastolik terdapat perubahan tetapi hasilnya tidak menunjukkan signifikan. Kata kunci: aerobik low impact, tekanan darah, hipertensi
The Benefits of VECOV-19 in Handling Anxiety Traders Against Covid-19 Transmission Riani, Suksi; Risca Ryandini, Felicia
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.885 KB)

Abstract

Covid-19 adalah penyakit menular yang dapat menular secara cepat dari manusia ke manusia melalui kontak langsung. Rasa kecemasan yang dirasakan karena takut akan tertular covid-19 salah satunya disebabkan oleh informasi yang tidak valid tentang penyakit covid-19. Berdasarkan hasil survey dari pemerintah Jawa Tengah di pasar Karangayu ditemukan 3 orang pedagang positif covid-19. Kemudian pasar Karangayu ditutup selama 3 hari untuk dilakukan desinfektan dan pengaturan jarak antara pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat VECOV-19 dalam menurunkan kecemasan pedagang terhadap penularan covid-19. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasy experiment with control group pre test post test design. Kelompok intervensi akan dilakukan pengukuran kecemasan sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media video edukasi kesehatan. Sedangkan kelompok kontrol akan dilakukan pengukuran kecemasan sebelum dan sesudah diberikan brosur. Penelitian dilakukan dengan total sampel 184 responden dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian mayoritas responden berusia 50-51 tahun, lama kerja 24-25 tahun, jenis kelamin perempuan, pendidikan SD dan SMA, mayoritas sudah menikah, mayoritas tidak ada penyakit penyerta. Hasil penellitian terdapat perbedaan kecemasan pre test dan post test kelompok intervensi dan kontrol, tetapi tidak ada perbedaan kecemasan pedagang yang diberikan VECOV-19 atau leaflet. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mayoritas tingkat kecemasan pedagang dalam kategori tidak cemas dan pemberian VECOV-19 atau leaflet dapat menurunkan skor kecemasan pedagang. Penelitian ini direkomendasikan untuk perawat dalam penanganan kecemasan.
STRES BURDEN, COPING MECHANISM AND MINDFULNESS IN WORKING MOTHERS WHO HAVE PRE-SCHOOL AGE CHILDREN DURING COVID-19 PANDEMIC IN PADANGSARI VILLAGE, SEMARANG Yulianti, Natalia Ratna; Dewi, Fransiska Padma; Wahyuningrum, Eka
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.139 KB)

Abstract

Background: The Covid-19 pandemic requires all activities to be centered at home. During the pandemic, working women have special challenges in managing their time because of the additional role they have, namely being a teacher for their children in learning at home. This can lead to its own stress load. The emergence of a stress load will encourage the emergence of coping mechanisms. Actually, stress conditions can be minimized with mindfulness or self-attention. The purpose of this study is to describe the stress burden, coping mechanisms and mindfulness of working mothers who have pre-school age children during the Covid-19 pandemic. Methods: This study is a qualitative research using a phenomenological approach to five working mothers who have pre-school age children in Padangsari Village. Collecting data using in-depth interviews and analyzed using the Van Manen method. Results: This study resulted in three themes, namely 1. Child's behavior is confusing and mother leaves but still manages attention; 2. Mother's time is divided but there are other people who help and the mother accepts the situation; 3. The role of the mother as an educator are just be patient and share. Conclusion: Stress, coping and mindfulness are interrelated. With the same stress, each individual working mother has different coping and mindfulness. Working mothers should be able to recognize and be aware of their stress coping and mindfulness and be able to manage the stress that arises properly, so that they can accompany their children to the fullest.

Page 11 of 20 | Total Record : 192