cover
Contact Name
Wening Cahyawulan
Contact Email
wening@unj.ac.id
Phone
+6287780818966
Journal Mail Official
jurnal-insight@unj.ac.id
Editorial Address
LPPM UNJ, Gedung Ki Hajar Dewantara Lt.6-7, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 22529055     EISSN : 25978039     DOI : https://doi.org/10.21009/INSIGHT
Core Subject : Education,
Insight: Jurnal dan Bimbingan Konseling is a peer-reviewed, open access, and online journal about research, reports, book reviews, and commentaries on all aspects of guidance and counseling which is published by Department of Guidance and Counseling, Universitas Negeri Jakarta. Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling is published twice a year on June and December.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 376 Documents
REVOLUSI KEMANDIRIAN BELAJAR DI MADRASAH IBTIDAIYAH MELALUI OPTIMALISASI BIMBINGAN DAN KONSELING YANG KREATIF Fatmawati, Emiliya; Aziz , Donny Khoirul
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 13 No. 1 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.131.04

Abstract

Rendahnya kemandirian belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah menjadi masalah yang semakin mencolok, terutama karena ketergantungan pada metode pengajaran tradisional dan penerapan bimbingan dan konseling (BK) yang tidak optimal. Siswa seringkali tidak memiliki keterampilan untuk belajar secara mandiri, dan peran BK dalam mengatasi masalah ini masih kurang dimaksimalkan. Dalam dunia pendidikan abad ke-21, kemandirian belajar adalah keterampilan krusial untuk menghadapi perubahan dan tantangan global. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi kreatif dalam optimalisasi BK guna meningkatkan kemandirian belajar siswa di lingkungan madrasah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui metode studi pustaka, mengkaji berbagai literatur terkait peran BK dalam pendidikan. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi BK yang inovatif, seperti pendekatan individual yang memotivasi siswa dan konseling kelompok yang interaktif, dapat memperkuat kemampuan siswa untuk mengatur belajar mereka sendiri. Temuan ini menekankan bahwa BK yang kreatif mampu menjadi kunci dalam membangun siswa yang mandiri, baik secara akademis maupun dalam pengembangan pribadi.
Pengembangan Perilaku Prososial Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama Labschool Jakarta melalui Program Labschool Student Social Care (Labs Care) Zetta Zahrina; Susi Fitri
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 13 No. 2 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.132.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan peran program Labschool Student Social Care (Labs Care) dalam mengembangkan perilaku prososial peserta didik di SMP Labschool Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dokumentasi, wawancara, dan observasi dengan purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampelnya, dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perkembangan perilaku yang peserta didik rasakan atas pengalaman menjalani beberapa kegiatan selama program Labs Care. Temuan lain pada program ini adalah pada implementasinya, peneliti masih mendapati hal yang kurang tepat pada program Labs Care. Perilaku prososial yang muncul pada program ini meliputi berbagi, bekerja sama, menyumbang, menolong, jujur, dan berderma. Sedangkan level penalaran moral peserta didik berada pada tingkat self-reflective empathic orientation. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh guru BK untuk menyusun layanan bimbingan dan konseling seperti layanan orientasi dan layanan informasi serta melakukan upaya-upaya lainnya untuk mengelola program Labs Care dan membantu mengembangkan perilaku prososial peserta didik.
Persepsi Remaja terhadap Keberfungsian Keluarga Ditinjau dari Keluarga Utuh dan Bercerai di Tangerang Selatan Fitri Farikah; Karsih; Susi Fitri
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 13 No. 2 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.132.04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi keberfungsian keluarga di kalangan remaja dari keluarga utuh dan keluarga bercerai di Tangerang Selatan. Sebanyak 217 remaja berusia 15-18 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan 158 remaja berasal dari keluarga utuh dan 59 remaja berasal dari keluarga bercerai. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, dan instrumen Family Assessment Device (FAD) digunakan untuk pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada keberfungsian keluarga yang dirasakan antara remaja dari keluarga utuh dan remaja dari keluarga bercerai di Tangerang Selatan, dengan tingkat signifikansi p = 0,022 < 0,05. Oleh karena itu, temuan ini menunjukkan bahwa struktur keluarga, baik pada keluarga utuh maupun yang bercerai, dapat mempengaruhi persepsi remaja terhadap keberfungsian keluarga. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti pentingnya memahami bagaimana struktur keluarga berdampak pada pandangan remaja terhadap keberfungsian keluarga mereka.
Srategi Expressive Supressive untuk Menghadapi Toxic Relationship pada Salah Satu PTN di Jakarta Ainaya Fulfia; Karsih; Herdi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 13 No. 2 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.132.09

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi strategi regulasi emosi pada mahasiswa Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling di Salah Satu Universitas di Jakarta yang mengalami toxic relationship. Penggalian data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada informan utama. Triangulasi data dilakukan melalui sumber data. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus di mana penggalian data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada partisipan utama. Sedangkan triangulasi data dilakukan dengan informasi data yang didapatkan dari partisipan pendukung. Partisipan penelitian berjumlah 2 (dua) orang yaitu ACV dan F. Partisipan pertama, ACV, menghadapi beragam bentuk toxic relationship, mencakup pemaksaan, penolakan, penghinaan, kekerasan fisik, dan seksual, dengan dampak signifikan pada aspek psikologis, fisik, ekonomi, dan sosial. Partisipan kedua, F, mengalami penolakan dan penghinaan dengan dampak pada aspek psikologis, fisik, dan sosial. Keduanya cenderung menggunakan expressive suppression, tetapi juga terlihat menerapkan cognitive reappraisal. Temuan ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang pengalaman dan strategi regulasi emosi mahasiswa dalam menghadapi situasi toxic relationship. Kecenderungan penggunaan expressive suppression oleh kedua partisipan dalam mengatasi emosi negatif akibat toxic relationship dapat memberikan kenyamanan sementara, tetapi mungkin juga menyebabkan stres psikologis jangka panjang dan memperburuk dampak negatif keterlibatan mereka dalam toxic relationship. Implikasi penelitian mencakup pengembangan program dukungan emosional, pelatihan strategi regulasi emosi, dan pengembangan pribadi untuk mahasiswa Bimbingan dan Konseling yang mengalami toxic relationship. Implikasi ini dapat membantu meningkatkan kemampuan regulasi emosi cognitive reappraisal karena dapat membantu individu untuk mengelola emosinya dengan cara yang lebih adaptif yang melibatkan perubahan pola pikir terhadap situasi yang sulit bagi mahasiswa yang mengalami toxic relationship.
Profil Self-Compassion Peserta Didik SMAN 1 Nagrak dan Implikasinya Pada Bimbingan dan Konseling Ramadhan, Restu Afdal; Yusuf, Syamsu; Saripah, Ipah
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 13 No. 2 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.132.07

Abstract

Fase remaja sering kali mengalami tekanan emosional, akademik dan keluarga. Sering kali karena konsep diri remaja yang belum matang dalam menghadapi tekanan tersebut, remaja mengalami banyak kegagalan yang membuat remaja stres, cemas dan depresi. Oleh karena itu, remaja harus menguasai sikap self-compassion yakni baik kepada diri sendiri ketika mengalami kegagalan. Metode penelitian menggunakan kuantitatif survey dengan sampel 105 partisipan yang duduk di sekolah menengah atas dengan rata-rata usia 15-17 tahun, beretnis Sunda dan tinggal di wilayah pedesaan. Hasil analisis deskriptif dalam aplikasi JASP menunjukkan bahwa self-compassion remaja di SMAN 1 Nagrak Kabupaten Sukabumi masuk dalam kategori sedang. Namun laki-laki lebih tinggi sikap self-compassion dibandingkan dengan perempuan. Diperlukan pelatihan self-compassion seperti Workbook Mindful Self-Compassion, Workbook Compassionate Mind atau video tutorial Loving-Kindness Meditation untuk meningkatkan self-compassion pada remaja.
Dampak Perundungan Pada Aktivitas Belajar Siswa SMPN 42 Palembang Oktariana, Nurlaila; Harapan, Edi; Fauzi, Taty
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 13 No. 2 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.132.12

Abstract

Fenomena perundungan sering terjadi tidak hanya di Indonesia, bahkan di belahan dunia dan dapat dialami semua orang. Kasus perundungan di Indonesia menarik perhatian banyak kalangan, terutama dalam dunia pendidikan terjadi di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebabnya serta dampaknya pada aktivitas belajar siswa. Metode penelitian yang di gunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dengan teknik tringulasi. Hasil penelitian ini membuktikan perundungan yang terjadi di SMP Negeri 42 Palembang baik secara verbal maupun fisik, faktor di sebabkan karena ketidakmampuan siswa mempertahankan diri, sehingga membuat pelaku perundungan melakukan perbuatan secara terus-menerus. Peran keluarga, pengalaman masa kecil, dan lingkungan sekolah mempunyai dampak berakibat perundungan hingga dalam aktivitaa belajar. Peran guru bimbingan dan konseling dibutuhkan untuk memberikan layanan konseling pada korban maupun pelaku perundungan agar tidak terjadi lagi dan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman dilingkungan sekolah.
Besan (Berekspresi Lewat Tulisan) : Upaya Mengatasi Loneliness Menggunakan Metode Expressive Writing Pada Mahasiswa Yang Mengalami Homesick Annisa Humaira; Linnisa, Verlin Orva; Putri, Nadya
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 13 No. 2 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.132.01

Abstract

Abstrak: Jauh dari keluarga kerap kali membuat mahasiswa merasa loneliness. Seseorang yang mengalami loneliness akan merasa bahwa dirinya tidak diinginkan. Hal-hal seperti itu dapat berakibat buruk, terutama bagi mahasiswa. Salah satu dampak yang dapat terjadi yaitu turunnya prestasi akademik mahasiswa. Sehingga, loneliness perlu untuk diatasi. Salah satu caranya yaitu dengan menerapkan metode expressive writing. Metode ini dilakukan pada 6 mahasiswa homesick yang berkuliah di Bukittinggi. Penelitian ini berguna untuk melihat perbandingan tingkat loneliness pada mahasiswa yang mengalami homesick sebelum dan setelah dilakukannya treatment. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji paired sample t-test, didapati nilai p=0,002 (α<0,005) yang artinya terdapat perbedaan signifikan tingkat loneliness sebelum dan setelah dilakukannya metode expressive writing. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa metode expressive writing terbukti efektif dalam mengatasi perasaan loneliness pada mahasiswa yang mengalami homesick. Abstract: Far from family often makes students feel loneliness. Someone who experiences loneliness will feel that he is undesirable. Things like that can have bad consequences, especially for students. One of the consequences is the decline in student academic achievement. So loneliness needs to be overcome, one way is by applying expressive writing. This study used six home-sick students studying at Bukittinggi. This study was useful to look at the comparison of the levels of loneliness in students who had a home illness before and after the treatment. Based on data analysis using the paired sample t-test, p=0,002 (α<0,005) is found, which means there is a significant difference in the level of loneliness before and after the expressive writing method. So it can be concluded that the method of expressive writing has proven effective in dealing with the feeling of loneliness in students who have a homeick.
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Role Playing terhadap Peningkatan Kematangan Emosional Pada Siswa SMAS YKPP Dumai Nur Fiza; Umari, Tri; Donal
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 13 No. 2 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.132.02

Abstract

Abstrak Kematangan emosional memainkan peran penting dalam kehidupan, maka penting diketahui bagaimana perkembangan dan pengaruh emosional terhadap penyesuaian pribadi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik role playing untuk meningkatkan kematangan emosional siswa SMAS YKPP Dumai. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen. Subjek penilitian ini dipilih secara purposive sampling, sampel diambil sebanyak 8 siswa yang memiliki kematangan emosional rendah. Metode pengumpulan data dilakukan dengan angket. Sedangkan teknik analisis data menggunakan uji analisis statistik non parametic uji wilcoxon dan n gain ternomalisasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai Asymp sig (2-tailed) sebesar 0,012 < α (0,05) yaitu adanya pengaruh antara bimbingan kelompok dengan teknik role playing terhadap kematangan emosional siswa. Hasil penelitian terdapat perbedaan hasil skor siswa sebelum dan sesudah diberikan treatment. Dimana setelah diberikan treatment 86% siswa berada dalam kategori kematangan emosional tinggi dan 14% di kategori sedang.
Pengungkapan Diri Remaja Korban Kekerasan Verbal Orang Tua (Studi Fenomenologi pada Peserta didik SMKN Di Jakarta Pusat) Nurhaeni, Rizka; Mamesah, Michiko; Hidayat, Dede Rahmat
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 13 No. 2 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.132.03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan eksplanasi pengungkapan diri remaja kekerasan verbal orang tua dan dampak setelah pengungkapan diri. Indorman subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2 informan utama yaitu 1 siswa perempuan kelas 12 dan 1 siswa laki-laki kelas 11. Pemilihan informan didasarkan kepada kriteria (1) remaja pertengahan kisaran umur 15-18 tahun yang orang tuanya melakukan kekerasan verbal; (2) remaja tersebut tinggal bersama kedua orang tuanya; (3) remaja yang menjadi korban kekerasan verbal dengan frekuensi yang sedang (satu minggu, satu kali); (4) telah melakukan pengungkapan diri mengenai kekerasan verbal kepada orang terdekat, menggunakan metode studi fenomenologi dengan teknik analisis data Interpretative Phenomenological Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua informan belum memahami kekerasan yang dialami dan menganggapnya sebagai bentuk didikan orang tua, setelah remaja keduanya merasa ketakutan akan prasangka orang lain sehingga menyembunyikan masalahnya. Perbedaan antara keduanya yaitu dampak psikologis pada informan perempuan yang masih mengalami trauma, sedangkan informan laki-laki sudah berdamai dengan masalahnya. Oleh karena itu, guru BK di sekolah bisa memberikan layanan konseling individu terhadap korban kekerasan verbal orang tua serta memberikan layanan bimbingan klasikal dengan menggunakan materi terkait kekerasan verbal.
Strategi Coping Stress terhadap Perilaku Self Injury (Studi Fenomenologi pada siswa MAN 4 Bojonegoro) Rifa'i, Achmad; Srianturi, Yanuari; Afriliyanto, Agus
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 13 No. 2 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.132.011

Abstract

Adapaun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah (1) mengetahui faktor-faktor self-injury pada siswa MAN 4 Bojonegoro (2) Mengetahui upaya yang dilakukan untuk mengurangi sebuah perilaku self-injury dengan strategi coping stress pada siswa MAN 4 Bojonegoro. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian fenomenologi terhadap siswa pelaku self-injury pada siswa MAN 4 Bojonegoro. Narasumber dalam penelitian ini adalah siswa yang memiliki perilaku self-injury dan memiliki upaya coping stress pada siswa MAN 4 Bojonegoro.. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber primer siswa berumur 16 Tahun bernama SN dan informan pendukung melibatkan orang terdekat dari narasumber, bernama NAM. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Faktor yang menjadikan narasumber melakukan perilaku self-injury adalah permasalahan percintaan, Faktor kedua berupa disharmonisasi keluarga SN. Disharmonisasi keluarga. (2) Upaya coping stress yang dilakukan adalah bercerita dengan seseorang. SN bercerita dengan NAM karena NAM menjadi tempat ternyaman bagi SN. Koping yang kedua dengan melampiaskan kepada boneka. SN sering memeluk dan memukul boneka untuk mengurangi stres yang dialami SN.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 14 No. 1 (2025): INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 13 No. 2 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 13 No. 1 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 12 No. 2 (2023): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 12 No. 1 (2023): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 2 (2022): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2022): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10 No 2 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10 No 1 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9 No 2 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9 No 1 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8 No 2 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8 No 1 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7 No 2 (2018): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7 No 1 (2018): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 2 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 1 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5 No 2 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 1 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 1 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 2 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 1 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1 No 2 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1 No 1 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling More Issue