cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Inovasi
ISSN : 14115549     EISSN : 25276220     DOI : -
The Journal contains the original article of the research related to the problem areas of Agricultural Production, Animal Production, Agribusiness Management, and Agricultural Technology.
Arjuna Subject : -
Articles 410 Documents
Perumusan Strategi Pemasaran Keripik Singkong Produksi Kelompok Wanita Tani (KWT) “Sido Marem” Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember: Formulation of Cassava Chips Marketing Strategy for the Production of Women Farmer Group (KWT) “Sido Marem” Kaliwining Village, Rambipuji District, Jember Regency Nurul Sunda Kurniawati; Nanang Dwi Wahyono; Rizal Rizal
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 23 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v23i2.4118

Abstract

Besarnya produksi singkong menjadi peluang dalam tumbuhnya industri rumah tangga yang bergerak di bidang pengolahan singkong di Kabupaten Jember. Kendala dalam pemasaran keripik singkong diantaranya adalah hasil penjualan belum memenuhi target penjualan, promosi belum dikelola secara baik dan banyaknya pesaing. Penelitian ini dilakukan di Kelompok Wanita Tani (KWT) “Sido Marem” Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember dengan tujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal pemasaran keripik singkong, formulasi alternatif strategi, dan prioritas strategi berdasarkan analisis SWOT dan QSPM. Hasil penelitian ini diperoleh alternatif strategi antara lain memperluas areal jangkauan pemasaran keripik singkong untuk meningkatkan jumlah penjualan, meningkatkan kualitas produk, mengikuti pelatihan guna meningkatkan kapasitas SDM pemasaran dan kualitas kemasan guna mendapatkan akses pasar yang lebih luas, membangun kerjasama dengan jaringan pemasok bahan baku untuk mengatasi fluktuasi harga, menciptakan inovasi baru agar keripik singkong mampu bersaing dengan produk sejenis dan melakukan riset sederhana untuk mengetahui preferensi konsumen. Prioritas strategi adalah menciptakan inovasi baru agar keripik singkong mampu bersaing dengan produk sejenis dengan nilai TAS tertinggi yaitu 7,03
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku dengan Menggunakan Metode EOQ (Studi Kasus pada UMKM Jessica Bakery Banyuwangi): Analysis of Raw Material Inventory Control Using the EOQ Method (Case Study on UMKM Jessica Bakery Banyuwangi) Eva Aulina Wardani; Ratih Puspitorini Yekti A; Fredy Eka Ardhi Pratama; Naning Retnowati
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 23 No 3 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v23i3.3985

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan tujuan untuk menganalisis jumlah persediaan bahan baku tepung terigu yang optimal, menganalisis jumlah persediaan pengaman (safety stock), menganalisis waktu yang tepat untuk pemesanan ulang (reorder point), menganalisis total biaya persediaan (total inventory cost), serta menganalisis perbandingan total biaya persediaan bahan baku antara sistem pengendalian sebelumnya dengan sistem pengendalian bahan baku menggunakan metode EOQ. Alat analisis yang digunakan yaitu Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock (SS), Reorder Point (ROP), dan Total Inventory Cost (TIC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan EOQ jumlah pembelian bahan baku optimal yang harus dilakukan UMKM Jessica Bakery pada tahun 2021 adalah sebesar 934 kg. Total biaya persediaan pada tahun 2021 adalah sebesar Rp 494.955 sedangkan total biaya persediaan pada tahun 2022 adalah sebesar Rp 511.734 dengan jumlah pemesanan bahan baku yang optimal sebesar 965 kg. Persediaan pengaman pada tahun 2021 adalah 236 kg dan 162 kg pada tahun 2022. Perusahaan harus melakukan pemesanan ulang bahan baku apabila persediaan bahan baku berjumlah 286 kg pada tahun 2021 dan 215 kg pada tahun 2022. Dengan menggunakan metode EOQ, UMKM Jessica Bakery mampu menghemat biaya persediaan sebesar Rp 378.618 pada tahun 2021 dan Rp 393.521 pada tahun 2022.
Analisis Repair Maintenance dan Preventive Maintenance pada Mesin Huller di Industri Kopi : Analysis of Repair Maintenance and Preventive Maintenance on Huller Machines in the Coffee Industry Dr. Ir. Budi Hariono, M.Si; Ursinul Irnain
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 23 No 3 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v23i3.3988

Abstract

Salah satu tahapan proses pengolahan kopi adalah proses penggerusan dengan menggunakan mesin Huller. Penerapan mesin huller dalam jangka panjang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan atau mengalami breakdown sehingga diperlukan perawatan dan pemeliharaan pada mesin tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui biaya optimal dari pemeliharaan mesin huller menggunakan kebijakan repair maintenance dan preventive maintenance dengan membandingkan metode tersebut. Data-data penelitian diperoleh baik dari data primer maupun data sekunder mulai Tahun 2020 – 2022 dari PTPN XII Ngrangkah Pawon Kediri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode repair maintenance merupakan metode pemeliharaan yang optimal dibandingkan dengan metode preventive maintenance. Metode repair maintenance berturut-turut untuk Tahun 2020; 2021 dan 2022 sebesar Rp. 436.741; Rp. 297.682 dan Rp. 544.382, dibandingkan metode preventif maintenance berturut-turut sebesar Rp. 575.204; 343.423 dan 686.62.
Snack Crips from Bay Leaf Flour (Syzygium Polyanthum) Based on Exstruction Technology for Anemia Prevention: Snack Crips from Bay Leaf Flour (Syzygium Polyanthum) Based on Exstruction Technology for Anemia Prevention Agus Santoso; Mulia Winirsya Apriliyanti; Yani Subaktilah; Putra Wibowo Manshurin; Marisa Nabila; Rintan Setyo Minarti
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 23 No 3 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v23i3.3995

Abstract

Anemia adalah kondisi dimana tubuh tidak memiliki sel darah merah yang cukup. Pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk mengatasi anemia dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi. Salah satu makanan yang mengandung zat besi adalah daun salam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh  penambahan tepung daun salam terhadap kadar besi dan penerimaan snack crips. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi tepung daun salam yang ditambahkan maka kandungan zat besi snack crips akan semakin meningkat. Kandungan zat besi tertinggi dimiliki oleh snack crips dengan perbandingan formulasi beras jagung, tepung beras, dan tepung daun salam 1 : 2 : 0,5 dengan kandungan zat besi 10,233%. Hasil uji kesukaan terhadap warna, tekstur, dan rasa tertinggi dimiliki oleh snack crips  dengan formulasi beras jagung : tepung beras : dan tepung  daun salam sebesar 1 : 2 : 0,25. Peningkatan konsentrasi makanan menyebabkan penurunan penerimaan  untuk warna dan peningkatan tekstur. Uji mutu hedonik menunjukkan bahwa penambahan tepung daun salam memberikan pengaruh yang nyata pada warna, aroma, rasa dan tekstur pada snack crips.
Kebutuhan Harga Diri dan Aktualisasi Diri Generasi Milenial sebagai Asisten Perkebunan Kelapa Sawit: Self-Esteem and Self Actualization Need of the Millennial Generation as Oil Palm Plantation Assistants Ebenezer Muaratama Sibarani; Purwadi Purwadi; Dimas Deworo Puruhito
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 23 No 3 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v23i3.4012

Abstract

Generasi milenial dalam bekerja terkenal dengan sifat yang menginginkan fleksibilitas waktu, tidak menyukai sesuatu yang formal, dan tidak ragu untuk berpindah-pindah. Terdapat perbedaan antara karakteristik generasi milenial dengan profesi sebagai asisten kebun kelapa sawit, bekerja di perkebunan kelapa sawit terkenal dengan jam kerja yang terikat, sangat mengedepankan hirarki kekuasaan atau bersifat formal. Perbedaan ini tidak serta-merta membuat asisten kebun milenial takut untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit. Salah satu teori yang mencoba menjelaskan terkait fenomena ini adalah teori hierarki kebutuhan oleh Abraham Maslow. Maslow berpendapat seseorang akan termotivasi untuk melakukan sesuatu dikarenakan adanya kebutuhan yang harus dipenuhi, motivasi yang dimaksud juga mencakup motivasi dalam memilih pekerjaan. Hierarki kebutuhan yang akan diteliti adalah kebutuhan Harga Diri dan Kebutuhan Aktualisasi Diri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk menemukan bagaimana pemenuhan kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri asisten perkebunan kelapa sawit milenial. Sebanyak 31 responden dipilih secara purposive sampling dan dilakukan wawancara mendalam menggunakan kuesioner dengan jawaban terbuka. Sebanyak 76,6% responden menyatakan bahwa kebutuhan harga diri telah terpenuhi di perkebunan kelapa sawit dan menurut 92% responden kebutuhan aktualisasi diri telah terpenuhi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri asisten kebun generasi milenial di perkebunan kelapa sawit telah terpenuhi
Penghambatan Pencoklatan (Browning) pada Kultur In Vitro Kelapa Sawit menggunakan Beberapa Antioksidan: Inhibition of Browning in Oil Palm Tissue Culture using Several Antioxidants Halida Adistya Putri; Aline Sisi Handini; Sylvia Madusari; Josua Parulian Sitohang
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 23 No 3 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v23i3.4018

Abstract

Teknik perbanyakan secara in vitro atau kultur jaringan mulai diaplikasikan untuk perbanyakan kelapa sawit, yang mana terbukti dapat menghasilkan tanaman kelapa sawit dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih singkat.  Kendala utama saat fase inisiasi tanaman yaitu pencokelatan (browning) yang menyebabkan gangguan fisiologis tanaman sehingga terjadi kematian pada eksplan in vitro. Senyawa antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat pencokelatan. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mencegah kemunculan browning pada kultur in vitro, namun setiap komoditas yang diuji memiliki senyawa antioksidan yang beragam untuk mendapatkan antioksidan terbaik yang dapat menghambat browning. Penelitian ini bertujuan untuk mendapat senyawa antioksidan terbaik untuk menghambat bahkan meniadakan terjadinya browning pada fase inisiasi kelapa sawit in vitro.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yaitu perlakuan zat antioksidan menggunakan tiga jenis zat antioksidan yaitu arang aktif (2.5 gL-1), Polyvinylpyrrolidone (PVP) (2.5 gL-1), dan asam akorbat 100 mgL-1). Data analisis ragam diuji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) untuk data yang berbeda nyata pada taraf 5% dengan software STAR (Statistical Tool for Agriculture Research). Hasil penelitian menunjukkan antioksidan terbaik untuk menekan munculnya waktu browning dan intensitas browning adalah PVP sebesar 2.5 gL-1 pada tanaman kelapa sawit in vitro.
Analysis of Consumers’ Attitudes towards Watermelon Produced by Teaching Factory of Innovation Garden Polije: Analysis of Consumers’ Attitudes towards Watermelon Produced by Teaching Factory of Innovation Garden Polije Tia Sofiani Napitupulu; Sumarlina Sumarlina; Datik Lestari; Fitri Krismiratsih
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 23 No 3 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v23i3.4058

Abstract

Teaching Factory Kebun Inovasi Polije berfokus pada aktivitas produksi berbagai tanaman pangan, hortikultura, dan bunga potong. Salah satu produk Kebun TeFa Inovasi yang telah diproduksi secara konsisten adalah buah semangka. Semangka merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi penting secara global. Produksi semangka untuk tujuan komersil perlu mempertimbangkan sudut pandang konsumen sebagai pembeli. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi atribut-atribut pada buah semangka yang dianggap penting oleh konsumen. Sebanyak lima atribut buah semangka dianalisis, diantaranya harga, warna daging buah, ukuran, berbiji/tidaknya buah, dan bentuk buah. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 50 orang responden yang merupakan konsumen buah semangka produksi TeFa Kebun Inovasi Polije. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis multiatribut Fishbein. Hasil analisis menunjukkan bahwa atribut warna daging buah mendapat respon positif dari konsumen, dengan nilai sikap sebesar 16,72. Sebanyak 78% konsumen memilih mengkonsumsi buah semangka merah, sisanya 22% memilih mengkonsumsi buah semangka kuning. Konsumen semangka bersikap netral terhadap atribut harga (15,36); berbiji/tidaknya buah (14,58); ukuran buah (14,06); dan bentuk buah (10,89).
Pengaruh Pemberian ZPT IAA Dan BAP Terhadap Pertumbuhan Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Ungu Secara In Vitro: Pengaruh Pemberian ZPT IAA Dan BAP Terhadap Pertumbuhan Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Ungu Secara In Vitro Hanum Gita Pratiwi; Rudi Wardana; Jumiatun Jumiatun
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 24 No 1 (2024): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v24i1.4092

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan ubi yang memiliki kandungan pigmen antosianin yang tinggi. Ubi jalar ungu ini dianggap sebagai sumber antosianin yang paling baik. Dalam budidaya ubi jalar ungu dengan cara in-vitro bisa juga dilakukan secara kultur jaringan yang merupakan cara cepat untuk perbanyakan bibit ubi jalar ungu untuk memenuhi kebutuhan, waktu yang relatif lebih cepat, dapat menghasilkan bibit bermutu baik, serta menjadikan tumbuhan kecil yang memiliki sifat seperti induknya. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi terbaik dari pemberian ZPT IAA dan BAP terhadap Pertumbuhan Ubi Jalar Ungu. Rancangan Percobaan menggunakan RAL Faktorial dengan 2 faktor antara lain IAA (Indole-3-acetic acid) dan BAP (6-Benzyl Amino Purin), masing-masing faktor terdiri dari 9 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil dari penambahan ZPT IAA menunjukkan waktu muncul kalus 4 HST, tekstur kalus intermediet, dan diameter kalus 8 MST berbeda nyata dengan konsentrasi optimal 0,2 mg/l.  Penambahan ZPT BAP menunjukkan diameter kalus 8 MST berbeda nyata dengan konsentrasi optimal 1 mg/l. Interaksi pemberian ZPT IAA dan BAP menunjukkan hasil berbeda tidak nyata terhadap waktu muncul kalus, tekstur kalus, dan diameter kalus.
Determinants of Participation of the Makmur Farmer Group in the Agrosolution Program in Dukuh Dempok Village, Wuluhan Subdistrict, Jember Regency.: Determinants of Participation of the Makmur Farmer Group in the Agrosolution Program in Dukuh Dempok Village, Wuluhan Subdistrict, Jember Regency Atira Zahra Afifah; Sudarko Sudarko
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 24 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v24i2.4103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi anggota Kelompok Tani Makmur dalam program Agrosolution. Penelitian ini dilakukan kepada petani yang tergabung dalam kelompok Tani Makmur dan mengikuti program Agrosolution dengan metode penentuan sampel menggunakan simple random sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode  analisis menggunakan skala likert dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan tingkat partisipasi petani secara keseluruhan berada dalam kategori tinggi yakni 24 orang petani dengan persentase 48%. Partisipasi pada tahap pengambilan keputusan dalam kategori sedang (30 petani dengan persentase 60%). Partisipasi dalam tahap pelaksanaan kategori tinggi (23 orang petani dengan persentase 46%). Partisipasi pada tahap pengambilan manfaat dalam kategori tinggi (28 orang petani dengan persentase 56%). Partisipasi pada tahap evaluasi dalam kategori sedang (21 petani dengan persentase 42%). Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap partisipasi petani dalam mengikuti program Agrosolution di Desa Dukuh Dempok Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember yaitu umur, luas lahan, pendapatan, keberanian mengambil resiko, dan peran penyuluh.
Pengaruh Kandungan Senyawa Bioinsektisida Tanaman Patah Tulang (Euphorbia tirucalli) Terhadap Keanekaragaman Artropoda Pada Tanaman Jagung (Zea mays L.): The Efficacy of Pencil Tree (Euphorbia tirucalli) Bioinsecticide on Arthropod Diversity in Corn (Zea mays L.) Mochamad Syarief; Christa Dyah Utami; Muhammad Fausi
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 24 No 1 (2024): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v24i1.4128

Abstract

Salah-satu kendala dalam budidaya tanaman jagung adalah hama dengan penggunaan insektisida sintetis yang berlebihan secara rutin, dapat  mengakibatkan terbunuhnya musuh alami. Toksisitas terhadap Spodopter frugiperda menggunakan 6 taraf konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25% menggunakan analisis Probit dengan PoloPlus Ver 1.0. Uji lapangan membandingkan bioinsektisida tanaman patah tulang (Pt) 21% dan Deltametrin (Dm) 2ml/l. Pengamatan artropoda menggunakan Yellow Pan Trap, Sticky Trap, Pitfall Trap dan Sweep Net. Parameter pengamatan meliputi: keanekaragaman dan kelimpahan artropoda meliputi Indeks Shannon-Wiener (H’), Indeks Dominansi Sympson (C), Indeks kesamaan jenis Sorensen dan hasil panen. Kesimpulan: hasil uji GCMS terdeteksi 35 komponen senyawa, kandungan tertinggi yaitu Tetradecanoic acid 15.53%. LC95 adalah 21%. Kelimpahan individu herbivor, polinator dan detrivor berbeda tidak nyata.  Kelimpahan predator dan parasitoid bioinsektisida tanaman patah tulang lebih tinggi dibanding deltametrin. H` kedua perlakuan kategori sedang, produktivitas sedang, ekosistem seimbang, tidak ditemukan  dominansi spesies, menunjukkan kesamaan spesies. Berat kering pipilan bioinsektisida tanaman patah tulang 152,59 gram per tanaman lebih banyak dibanding  Deltametrin,  122,51 gram per tanaman.