cover
Contact Name
Jurnal Artefak
Contact Email
jurnalartefaksejarah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalartefaksejarah@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Artefak
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23555726     EISSN : 25800027     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ARTEPAK, diterbitkan olah Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau kajian teoritis yang berkaitan dengan pengembangan dan peningkatan profesi guru IPS, kajian Sejarah Lokal & Nasional, Kebudayaan, dan Pendidikan. Diterbitkan secara berkala Dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan April dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
Mabokuy Sebagai Wujud Kesadaran Ecoliteracy Masyarakat Purwaraja – Rajadesa Kusmayadi, Yadi; Sudarto, Sudarto
Jurnal Artefak Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i1.14135

Abstract

Mabokuy hadir sebagai bentuk kreasi seni modern yang menggabungkan antara unsur seni kerajinan dan pertunjukan merupakan hasil pemikiran, keahlian, keterampilan, olah rasa, dan khayalan seniman dengan realitas yang terjadi saat ini. Lahir atas dasar keprihatinan terutama makin terkikisnya kesadaran budaya dan hilangnya ketakdiman masyarakat terhadap alam. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi, mendeskripsikan secara utuh dan komprehensif wujud kesenian Mabukuy, mengungkapkan nilai kearifan lokal dan maknanya dalam menjaga tradisi leluhur serta mempertahankan kelestarian lingkungan. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna filosofis bambu dalam kesenian ini sebagai simbol keberanian, keindahan alam, kekuatan, ketangguhan, ketahanan, keluwesan, kesetiaan, dan penghormatan. Hal ini tercermin dalam berbagai jenis kesenian dan tradisi Sunda yang menggunakan bambu sebagai bagian penting dari unsur-unsur budaya dan kehidupan masyarakatnya. Nilai yang tak terkira dari kesenian ini adalah kekuatan ekspresif mempromosikan budaya berkelanjutan dan membangun kesadaran selain sebagai sarana hiburan dan edukasi masyarakat.
Tata Kelola Indera Dalam Naskah Sanghyang Siksakandang Karesian Wijayanti, Yeni; Warto, Warto; Wasino, Wasino; Djono, Djono
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.16423

Abstract

Tubuh manusia mempunyai alat indera yang setiap masing-masing memiliki fungsi dan kegunaannya. Indera tersebut selayaknya digunakan sesuai dengan yang seharusnya dan untuk kebaikan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi tata kelola indera dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian untuk kesejahteraan masyarakat Sunda Abad ke-16. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain critical discourse analysis (CDA). CDA ini mengintepretasikan naskah Sanghyang Siksakandang Karesian secara mikro, intermediate, dan macroanalysis. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah studi pustaka dengan mencari referensi tentang subyek yang diteliti antara lain adalah naskah, penguasa, dan ideologi yang ada pada abad ke-16. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Sanghyang Siksakandang Karesian merupakan naskah Sunda kuna ditulis pada 1518 Masehi. Naskah Sanghyang Siksakandang Karesian berisi pedoman kehidupan manusia, meliputi pembuka (sepuluh aturan dasakerta dan dasaperbakti); perilaku rakyat (karma ning hulun) terhadap raja; dan pelengkap perbuatan. Temuan kedua, dasakerta adalah pengetahuan lokal yang berisi pedoman praksis dalam kehidupan sehari-hari melalui pengekangan hawa nafsu sepuluh inderanya untuk mencapai kesejahteraan manusia di dunia. Indera manusia harus digunakan untuk kebaikan.
Implikasi Multikulturalisme dalam Pembelajaran Sejarah Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Persatuan Indonesia Maulidan, Aldi Cahya; Darmawan, Wawan
Jurnal Artefak Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i1.13671

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena keragaman yang ada di Indonesia, baik dalam bahasa, agama, suku, ras, adat, dan budaya. Agar semangat persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia tetap hidup di tengah ancaman disintegrasi bangsa, pembelajaran yang didasarkan pada nilai-nilai kebhinekaan sangat penting. Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan rasa kebangsaan adalah dengan mempelajari sejarah dan menanamkan nilai dan arti multikultural. Studi literatur atau kajian literatur digunakan dalam penelitian ini. Sumber penelitian adalah buku dan jurnal yang relevan. 1. Penentuan topik penelitian, 2. Identifikasi kata kunci, 3. Pencarian literatur, 4. Pemilihan literatur, 5. Tinjauan literatur, 6. Penyusunan kerangka konseptual, 7. Analisis literatur, 8. Tinjauan literatur penulisan, 9. Revisi dan perbaikan, dan 10. Penambahan literatur. Proses analisis terdiri dari tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah diperlukan untuk meningkatkan kerukunan antar suku, agama, dan kelompok sosial lainnya. Hal ini dapat dicapai dengan bekerja sama dengan menggunakan prinsip-prinsip kebersamaan, kesetaraan, dan saling menghormati yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika, yang berkontribusi pada integrasi nasional bangsa Indonesia.
Pengembangan Permainan Uno Card Menjadi Media Pembelajaran Interaktif dalam Pengenalan Tokoh Sejarah Lokal Lampung Kelas XIF.4 di SMAN 1 Sukoharjo Lathifah, Nuri Muthi; Rachmedita, Valensy; Ekwandari, Yustina Sri
Jurnal Artefak Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i1.13681

Abstract

Media pembelajaran berbasis permainan menjadi salah satu media pembelajaran yang mendukung dalam proses belajar yang menyenangkan bagi siswa. Untuk itu, perlu diterapkannya media pembelajaran yang sesuai dengan proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses pengembangan permainan Uno Card menjadi media pembelajaran interaktif yang layak dalam pengenalan tokoh sejarah lokal Lampung Kelas XIF.4 di SMAN 1 Sukoharjo. Media pembelajaran interaktif permainan ini diberi nama UnoChrono EduPlay. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D). Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE dengan lima tahapan, yaitu ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian dari validasi ahli media mendapatkan persentase nilai 92% dalam kategori sangat valid, validasi ahli materi mendapatkan persentase nilai 95% termasuk dalam kategori sangat valid, dan praktisi pendidikan (guru sejarah) mendapatkan persentase nilai 98% termasuk dalam kategori sangat valid. Pada hasil belajar atau uji coba siswa diperoleh nilai rata-rata 71,66 dengan persentase 80,55%. Hal itu menunjukkan permainan UnoChrono EduPlay dapat menjadi media pembelajaran interaktif yang layak digunakan.
Memotret Pendidikan Multikultural dalam Pembelajaran Sejarah Lokal Upaya Membangkitkan Semangat Nasionalisme Kuwoto, M. Ari; Saputra, Erwin
Jurnal Artefak Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i1.10271

Abstract

Dalam memahami negara dengan keragaman budaya seperti Indonesia, konsep pendidikan multikultural sangat penting. Pendidikan sangat berguna untuk mengembangkan multikulturalisme. Konsep pendidikan sejarah bertujuan untuk menanamkan rasa nasionalisme dan demokratis serta kesadaran multikultural. Satuan sejarah yang melihat heterogenitas masyarakat Indonesia adalah sejarah lokal dan negara Indonesia yang berkembang dengan keragaman bahasa, agama, suku, ras, adat istiadat, dan budaya. Keberagaman ini tidak terlepas dari proses kesinambungan narasi. Menumbuhkan nilai dan makna multikultural melalui pembelajaran sejarah merupakan langkah yang tepat dan mendasar untuk memperkokoh rasa kebangsaan. Tujuan artikel ini adalah untuk mengeksplorasi 1) peran manfaat pendidikan sejarah lokal untuk meningkatkan kesadaran multikultural; dan 2) ide-ide yang efektif tentang pengajaran sejarah lokal untuk meningkatkan kesadaran multikultural. Kajian sejarah lokal dapat membantu siswa memahami sejarah keragaman masyarakat. Lima model dapat digunakan untuk menyampaikan sejarah lokal: belajar dari pengalaman sebelumnya; melakukan studi kasus perbedaan; membuat pendekatan pembelajaran baru; membuat kurikulum baru; dan 5) mengintegrasikan pembelajaran sejarah lokal ke dalam materi sejarah nasional. Penelitian ini menggunakan kajian pustaka deskritif kualitatif, dengan penggambaran pentingnya pembelajaran sejarah lokal dalam membangkitkan semangat nasionalisme. Hasil dari penelitian untuk dapat penumbuhkan jiwa cinta tanah air pada setiap siswa dengan menegakkan nilai-nilai kebangsaan dan negara.
Kajian Pakaian Pengantin Wanita Malam Basandiang Duo dalam Prosesi Adat Perkawinan di Nagari Air Bangis Melfiana, Melfiana; Yuliarma, Yuliarma
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.14620

Abstract

Malam basandiang duo merupakan salah satu rangkaian acara dalam prosesi adat perkawinan minangkabau di Nagari Air Bangis. Acara ini memiliki keunikan pada perlengkapan adat seperti pelaminan serta pakaian pengantin merupakan pakaian khusus yang berbeda untuk acara resepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk pakaian pengantin wanita pada malam basandiang duo dalam prosesi adat perkawinan di Nagari Air Bangis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang ditemukan adalah bentuk baju kebaya panjang dipasangkan dengan kain songket,salendang balapak,suntiang gadang dan tanpa alas kaki.  Aksesorisnya menggunakan dukuah cakiak dan dukuah pinyaram, golang lokok dan lamin koniang. Keunikan pakaian dapat dilihat dari aksesoris khusus yang terbuat dari kain beludru yaitu golang lokok dan lamin koniang yang berbeda dengan pakaian pengantin wanita pada umumnya di Minangkabau. Pakaian pengantin pada acara malam basandiang duo memiliki makna sebagai penghargaan terhadap kedua mempelai yang telah berhasil melewati proses menuju perkawinan yang benar di mata adat.
Tinjauan Historis Implikasi Nasionalisasi Perusahaan Perkebunan Karet di Sumatera Utara Tahun 1958-1960 Royani, Reni; Triaristina, Aprilia; Sinaga, Risma Margaretha
Jurnal Artefak Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i1.14122

Abstract

Nasionalisasi perusahaan Belanda di Indonesia memiliki Implikasi terhadap Perusahaan perkebunan karet di wilayah Sumatera Utara pada tahun 1958-1960. Penelitian ini dilakukan  dengan tujuan untuk mengetahui implikasi nasionalisasi perusahaan perkebunan karet di Sumatera Utara Tahun 1958-1960. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian historis dengan empat langkah penelitian yaitu heuristic, kritik, interpretasi dan historiografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan kepustakaan. Kemudian analisis data dilakukan menggunakan cara analisis data historis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nasionalisasi perusahaan perkebunan karet membawa perubahan baik dari sisi internal maupun eksternal nya. Dari segi internalnya terjadi perubahan pada manajemen perusahaan, kebijakan perusahaan dan hasil produksi. Pada sisi eksternalnya terjadi perubahan pada penanaman modal perusahaan perkebunan karet. Perubahan-perubahan yang terjadi pasca nasionalisasi ini memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi perusahaan tersebut untuk kedepannya.
Nilai-Nilai Karakter Tradisi Merlawu Situs Ciluncat pada Masyarakat Desa Ciparigi Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis Fauzi, Ahmad Rizky; Wahyunita, Rina; Nurholis, Egi
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.10458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai Merlawu Ciluncat dan nilai-nilai karakter dalam tradisi merlawu pada masyarakat Desa Ciparigi, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis. Merlawu berawal dari asal kata lawuh yang berarti makanan, diberi awalan mer- sebagai bentuk “saling”, jadi Merlawu secara bahasa berarti berbagi makanan. Tradisi Merlawu adalah bentuk penghargaan dan mendo’akan leluhur atas segala jasanya terutama dalam penyebaran agama Islam. Selain itu juga sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rezeki yang diberikan-Nya terutama dalam hal hasil bumi. Acara tersebut dilaksanakan satu tahun sekali tiap bulan Maulud (Rabi’ul Awal) tepatnya pada hari Jum’at di akhir bulan. Latar belakang penulisan adalah dengan adanya kajian nilai-nilai budaya sebagai wujud kearifan local, salah satunya ialah Tradisi Merlawu dinilai relevan untuk direvitalisasi, terutama dalam merespon krisis moral yang terjadi akhir-akhir ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Adapun teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, serta studi dokumen. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Prosesi pelaksanaan merlawu Ciluncat ini secara umum dibagi menjadi tiga tahap, yaitu: 1) Persiapan, 2) Acara Inti, dan 3) Makan Bersama (mer-lawuh). Masyarakat Ciparay memiliki nilai-nilai karakter yang diwujudkan dalam tradisi hajat bumi diantaranya religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, cinta tanah air, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.
Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Melalui Model Pembelajaran Inkuiri Pada Mata Pelajaran Sejarah dan IPS di Sekolah Menengah Pertama Banjar Agung Rusdiana, Yusinta Tia; Apriana, Apriana; Yuliarni, Yuliarni
Jurnal Artefak Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i1.14064

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang didorong oleh rasa ingin tahu penulis untuk menggali motivasi siswa melalui model pembelajaran Inkuiri. Analis data dalam penelitian tindakan ini menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan pembelajaran dilakukan melalui 3 pertemuan, penelitian pembelajaran dilaksanakan, proses pembelajaran dilakukan dalam 3 pertemuan melalui siklus I, siklus II dan siklus III. (2) Penerapan model pembelajaran inkuiri pada Siklus I belum berhasil. Setelah pertemuan siklus II ada siswa yang sudah mencapai KKM, ada pula yang belum, dan dengan melanjutkan ke semester III siswa sudah mencapai tingkat yang diinginkan. KKM.
Potensi Sintren Sebagai Sumber Nilai dan Spiritual Masyarakat Petani Patimuan Sudarto, Sudarto; Nurholis, Egi; Brata, Yat Rospia
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.16437

Abstract

Sintren sebagai seni pertunjukan tradisional warisan budaya masyarakat petani, muncul sebagai ekspresi budaya yang signifikan dalam masyarakat petani Patimuan. Artikel ini mengeksplorasi potensi kesenian Sintren sebagai sumber nilai dan spiritualitas, dengan menekankan perannya dalam identitas masyarakat, kohesi sosial, dan pengayaan spiritual. Fokus utamanya pada nilai spiritual dalam sintren, nilai budaya serta perubahan dan tantangan di era globalisasi yang makin menggerus seni tradisional tersebut. Melalui analisis kualitatif dan keterlibatan masyarakat, studi ini menyoroti bagaimana kesenian Sintren yang tidak hanya sebagai upaya melestarikan warisan budaya tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan tujuan tertentu di antara para petani. Berdasarkan penggalian potensinya didapatkan hasil bahwa Sintren sebagai sumber nilai dan spiritualitas masyarakat petani Patimuan, sekaligus sebagai media mentransmisikan cerita-cerita dan ajaran spiritual dari generasi ke generasi. Sebagai upaya mendidik masyarakat tentang pentingnya hidup selaras dengan norma-norma budaya dan agama.