cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2025)" : 19 Documents clear
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MAHASISWA TERHADAP OBAT HERBAL DI JAKARTA GLOBAL UNIVERSITY Yuwanda, Alhara; Adina, Anugerah Budipratama; Herli, Amelia; Zulkiefli, Arizal Rachmat; Hermawati, Shakira Putri
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18771

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan obat-obatan herbal semakin meningkat di kalangan masyarakat, termasuk di antara mahasiswa, karena dianggap lebih alami dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan obat sintetis. Penelitian ini menganalisis pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) mahasiswa mengenai penggunaan obat herbal. Metode: Studi dilakukan menggunakan kuesioner daring yang ditujukan kepada mahasiswa di Jakarta Global University (JGU). Total 22 pertanyaan digunakan untuk menyelidiki pengetahuan (8), sikap (7), dan praktik (7) mahasiswa. Hasil: Dari 89 responden, mayoritas mahasiswa berusia 18-22 tahun (70,8%) dengan latar belakang pendidikan terbanyak dari jurusan farmasi (57,3%). Pengetahuan mahasiswa mengenai obat herbal cukup baik, namun masih terdapat persepsi yang dapat diedukasi lebih lanjut terkait efek samping obat herbal dibandingkan dengan obat sintetis. Sikap mahasiswa menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap keamanan dan efektivitas obat herbal, dengan 75,3% responden percaya bahwa obat herbal merupakan pilihan pengobatan yang aman. Selain itu, praktik penggunaan obat herbal juga cukup tinggi, dengan 61,8% mahasiswa rutin menggunakannya untuk masalah kesehatan ringan. Hal ini didukung oleh kesadaran yang kuat terkait pentingnya regulasi yang lebih ketat dan pemahaman yang baik mengenai produk yang digunakan. Kesimpulan: Evaluasi KAP mahasiswa JGU terhadap obat herbal sudah cukup baik dan positif, namun masih ada ruang untuk pengembangan, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai efek samping dan memastikan penggunaan yang aman dan efektif. Edukasi lebih lanjut dan evaluasi kritis terhadap informasi obat herbal sangat disarankan untuk ke depannya.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ATORVASTATIN DAN SIMVASTATIN PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER YANG DIRAWAT INAP DI RUMAH SAKIT "X" KOTA BATU Putri, Rebeca Fransisca Prahesti; Wibowo, Wibowo; Sawu, Sirilus Deodatus
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.17214

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia, World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa PJK menyebabkan kematian sebanyak 17,7 juta di dunia, hal ini diduga akan terus berkembang setiap tahunnya. Salah satu faktor risiko PJK adalah dislipidemia, pengobatan dislipidemia yang paling banyak digunakan adalah obat golongan statin yaitu, atorvastatin dan simvastatin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas terapi dislipidemia obat atorvastatin dan simvastatin pada pasien PJK yang dirawat inap di Rumah Sakit “X” Kota Batu.Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan cross-sectional study. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling melalui data rekam medis pasien secara retrospektif.Hasil: Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sampel yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 60 pasien. Tidak ada perbedaan antara kelompok simvastatin 20 mg dengan atorvastatin moderate intensity dilihat dari nilai kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida (P-Value = 0,756; 0,914; 0,691; 0,745 berturut-turut), simvastatin 20 mg secara signifikan lebih efektif dalam mengontrol nilai LDL dibandingkan dengan atorvastatin high intensity (P-Value: 0,019), serta tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap nilai kolesterol total, HDL, dan trigliserida (P-Value = 0,091; 0,871; 0,168 berturut-turut), tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok simvastatin 20 mg dengan atorvastatin moderate intensity dan atorvastatin high intensity (P-Value = 1,000 dan 0,758 berturut-turut) terhadap lama rawat inap.Kesimpulan: Pasien yang menggunakan simvastatin 20 mg memiliki profil LDL yang lebih baik dibandingkan atorvastatin high intensity (P-Value = 0,019).
STRATEGI PENDAMPINGAN KELUARGA RISIKO STUNTING MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN KELUARGA DI WILAYAH KALURAHAN WEDOMARTANI KAPANEWON NGEMPLAK Casnuri, Casnuri; Indrayani, Novi; Yantina, Yuli
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18862

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara dengan masalah malnutrisi tertinggi dan juga menempati urutan ketiga dengan angka stunting tertinggi yakni 36,4% atau sekitar 9 juta kasus. Faktor tingginya masalah stunting di Indonesia salah satunya adalah buruknya asupan gizi sejak janin masih dalam kandungan (masa hamil), baru lahir, sampai anak berusia dua tahun. Upaya penting yang dilakukan untuk menekan angka stunting yaitu dengan pengenalan, pendampingan terhadap keluarga. Keluarga memiliki peran krusial untuk pencegahan dan penanganan masalah stunting atau anak kerdil. Karena itu, upaya pemberdayaan keluarga sangat diperlukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi dalam pendampingan keluarga risiko stunting yang dilakukan Tim Pendamping Keluarga di wilayah Kalurahan Wedomartani Kapanewon Ngemplak dalam pencegahan stunting. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode dekskriptif yaitu penelitian yang bersifat empiris dapat diamati sesuai kenyataan yang ada di lapangan selain itu juga menggunakan teknik wawancara, data-data dan dokumentasi yang langsung didapatkan dari sumber terpercaya. Data yang dikumpulkan berupa hasil wawancara dengan beberapa informan yang mengetahui seputar pencegahan stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan keluarga risiko stunting melalui peningkatan pengetahuan efektif dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting.
REVIEW ARTIKEL: PERBANDINGAN ANTARA FEBUXOSTAT DAN ALLOPURINOL SEBAGAI PENGOBATAN HIPERURISEMIA PADA PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIK Choliq, Ramadhan Idam; Brigita, Rizka; Zahro, Syarifah Nabillah
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.16161

Abstract

Kasus penyakit gagal ginjal di Indonesia masih banyak terjadi dan tentunya memerlukan perhatian khusus, karena penyakit gagal ginjal kronik dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya merupakan hiperurisemia atau yang biasa dikenal dikalangan masyarakat adalah tingginya kadar asam urat dalam tubuh. Pengobatan asam urat atau hiperurisemia pada pasien gagal ginjal kronik secara farmakologi dilakukan dengan pemberian obat – obatan, dan telah dilaporkan sebanyak 80,4% menggunakan obat allopurinol ataupun febuxostat. Metode yang digunakan merupakan metode non eksperimental yang diperoleh dari beberapa artikel mengenai perbandingan allopurinol dan febuxostat. 10 Artikel yang digunakan, diperoleh dari kumpulan jurnal – jurnal internasional dengan full text bahasa inggris yang didapatkan dari researchgate, googlescholar, semanticscholar, elsevier, dan lainnya, dengan tahun publikasi 2015 – 2024. Dari hasil review perbandingan antara febuxostat dan allopurinol sebagai pengobatan hiperurisemia pada Chronic Kidney Disease (CKD), dapat disimpulkan bahwa febuxostat lebih baik dalam mengobati hiperurisemia dibandingkan allopurinol, dan penggunaan pada CKD III-V perlu penyesuaian dosis.
PENENTUAN KADAR TOTAL ANTOSIANIN SERBUK EKSTRAK AIR BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DENGAN METODE pH DIFERENSIAL Yanuarto, Tri; Herlina, Herlina; Novia, Devi
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18671

Abstract

Senyawa antosianin dalam tumbuhan telang (Clitoria ternatea L.) lebih stabil pada kedaan asam.  Tujuan riset ini untuk mengetahui serbuk ekstrak air bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan penambahan asam tartrat 0,75 % mengandung senyawa antosianin dan mengetahui total antosianin. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai total antosianin serbuk ekstrak air bunga telang dengan penambahan asam tartrat 0,75%.Penelitian ini dilakukan identifikasi kandungan antosianin pada sampel serbuk ekstrak air bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan menggunakan pereaksi HCl 2 M dan NaOH 2 M, selanjutnya dilanjutkan uji kuantitatif yaitu total antosianin dengan metode pH differensial secara spektrofotometri uv-vis pada spektrum maksimum 510 nm dan 700 nm.Hasil identifikasi senyawa dari sampel serbuk ekstrak air bunga telang menunjukkan positif mengandug antosianin dan hasil uji total antosianin serbuk ekstrak air bunga telang penambahan asam tartrat 0,75% sebanyak 3 kali pengulangan menunjukkan rata-rata nilai kadar total antosianin sebesar 1,70 mg/L. Kadar asam yang besar maka total antosianin yang didapat semakin tinggi.Senyawa antosianin dalam tumbuhan telang (Clitoria ternatea L.) lebih stabil pada kedaan asam.  Tujuan riset ini untuk mengetahui serbuk ekstrak air bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan penambahan asam tartrat 0,75 % mengandung senyawa antosianin dan mengetahui total antosianin. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai total antosianin serbuk ekstrak air bunga telang dengan penambahan asam tartrat 0,75%.Penelitian ini dilakukan identifikasi kandungan antosianin pada sampel serbuk ekstrak air bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan menggunakan pereaksi HCl 2 M dan NaOH 2 M, selanjutnya dilanjutkan uji kuantitatif yaitu total antosianin dengan metode pH differensial secara spektrofotometri uv-vis pada spektrum maksimum 510 nm dan 700 nm.Hasil identifikasi senyawa dari sampel serbuk ekstrak air bunga telang menunjukkan positif mengandug antosianin dan hasil uji total antosianin serbuk ekstrak air bunga telang penambahan asam tartrat 0,75% sebanyak 3 kali pengulangan menunjukkan rata-rata nilai kadar total antosianin sebesar 1,70 mg/L. Kadar asam yang besar maka total antosianin yang didapat semakin tinggi.
Formulasi dan Evaluasi Nano Spray Gel Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) Dengan Variasi Konsentrasi Karbopol 940 Nisrina, Salwa; Noval, Noval; Audina, Mia; Budi, Setia
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18345

Abstract

Sediaan Spray gel memungkinkan zat aktif untuk dihantarkan ke luka tanpa adanya kontak langsung dengan tangan yang dapat mengurangi risiko kontaminasi.  Nanopartikel merupakan partikel berukuran 10-1000 nm yang dapat meningkatkan bioavailabilitas yang rendah. Dalam pembuatan nano spray gel perlu adanya gelling agent. Nano spray gel dibuat dengan menggunakan esktrak daun bandotan sebagai zat aktif dan dibuat dengan variasi konsentrasi karbopol 940. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil evaluasi formulasi nano spray gel dengan variasi konsentrasi karbopol 940 dan menganalisis pengaruh variasi konsentrasi karbopol 940 terhadap hasil evaluasi sediaan nano spray gel. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimental. Ekstrak daun bandotan diformulasikan menjadi sediaan nano spray gel dengan variasi konsentrasi karbopol 940 dan kemudian dilakukan evaluasi fisikokimia. Hasil ukuran partikel nanoemulsi ekstrak daun bandotan didapatkan sebesar 135,13 nm. Hasil evaluasi sediaan nano spray gel formulasi I dan II memenuhi semua persyaratan uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji pola penyemprotan, dan uji waktu kering. Namun, formulasi III tidak memenuhi persyaratan uji daya sebar dan pola penyemprotan. Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan formulasi yang paling baik adalah formulasi II (karbopol 0,2%). Variasi konsentrasi karbopol 940 memiliki pengaruh terhadap evaluasi fisikokimia sediaan nano spray gel ekstrak daun bandotan.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN SONGGA (Strychnos ligustrina R.Br) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH YANG DIINDUKSI ALOKSAN PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) Qhairola, Madury; Saputri, Gusti Ayu Rai; Perangin-Angin, Martinus
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.17545

Abstract

Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Songga (Strychnos ligustrina R.Br) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Yang Diinduksi Aloksan Pada Tikus Putih (Rattus Novergicus)Penyakit diabetes melitus adalah suatu penyakit gangguan metabolisme yang disebabkan oleh sekresi insulin dan sensitivitas reseptor insulin. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun songga (Strychnos ligustrina R.Br) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus novergicus). Metode ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode maserasi dan sediaan suspensi dibuat menggunakan Na CMC 0,5% sebagai pensuspensi dan dilarutkan dengan aquades. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan 5 hari perlakuan pada tikus yang diinduksi aloksan sebanyak 1ml/gBB dengan cara peroral. Hewan uji coba dibagi menjadi 5 kelompok terdiri dari kelompok (K-), (K+), dosis ekstrak daun songga 50 mg, dosis ekstrak daun songga 100 mg, dan dosis ekstrak daun songga 150 mg. Hasil penelitian ekstrak daun songga (Strychnos ligustrina R.Br) memiliki efek terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus novergicus). Dan dosis yang paling efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah adalah dosis 150 mg/kgBB tetapi secara statistik tidak ada perbedaan antar kelompok
UJI EFEKTIVITAS LARVASIDA EKSTRAK ETANOL KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TERHADAP LARVA Aedes aegypti Rahma, Indah Eliza; Elsyana, Vida; Susanti, Dwi
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.13832

Abstract

Kulit bawang merah (Allium cepa L.) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai larvasida hayati yaitu senyawa flavonoid, saponin, tanin, alkaloid. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektivitas ekstrak kulit bawang merah sebagai larvasida terhadap larva Aedes aegypti instar III, dan menentukan nilai LC50 setelah 24 jam pengamatan. Ekstraksi kulit bawang merah dilakukan dengan metode refluks menggunakan pelarut etanol 96%. Uji efektivitas larvasida ekstrak kulit bawang merah sebagai larvasida Aedes aegypti dilakukan pada konsentrasi ekstrak sebesar 1%, 3% dan 5%. Rendemen ekstrak etanol kulit bawang merah menggunakan metode refluks diperoleh sebesar 8,05%. Ekstrak kulit bawang merah memiliki efektivitas sebagai larvasida dengan konsentrasi dengan mortalitas tertinggi pada konsentrasi 5% yaitu 100%. Hasil LC50 didapatkan nilai 0,455% dan dapat dikatakan bahwa ekstrak kulit bawang merah bersifat sangat beracun sebagai larvasida.
ANALISIS KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL KULIT PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L.) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Jannah, Syauqul; Indrawati, Fifi; Lestari, Gina
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18584

Abstract

Kulit buah papaya California (Carica Papaya L.) memiliki metabolit sekunder, termasuk alkaloid, tanin, steroid atau triterpenoid, saponin, dan flavonoid. Metabolit sekunder ini bertindak sebagai antioksidan, antiinflamasi, antialergi, dan antihipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan menetapkan kadar senyawa flavonoid dalam Ekstrak Etanol Kulit Buah Pepaya California (Carica Papaya L.) menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%.Senyawa flavonoid juga diuji dengan pereaksi serbuk logam Mg dan HCl Pekat. Selain itu, dilakukan pemeriksaan penegasan kromatografi lapis tipis. Selanjutnya, menggunakan kuarsetin sebagai bahan baku pembanding, panjang gelombang maksimum diukur dan penetapan kadar flavonoid ditentukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasilnya ditunjukkan dalam µg/ml, atau kesetaraan kuarsetin.Perubahan warna dari cokelat tua ke jingga menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah papaya California (Carica Papaya L.) mengandung flavonoid. Hasil uji kromatografi lapis tipis menunjukkan nilai Rf rata-rata 0,35%; kadar flavonoid ditemukan dengan spektrofotometri UV-vis pada 5,888%; dan nilai standar kandungan flavonoid rata-rata tidak lebih dari 15%. Semakin tinggi kadar flavonoid, semakin besar manfaat antioksidan yang ditawarkan.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Acne Krim Nanopartikel Ekstrak Daun Gelinggang (Cassia alata L) Dengan Variasi Konsentrasi Setil Alkohol Dan Tween 80 Habibah, Nor; Noval, Noval; Melviani, Melviani; Audina, Mia
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18358

Abstract

Acne vulgaris merupakan salah satu masalah kulit yang disebabkan bakteri penyebab jerawat, seperti P.acne. Daun gelinggang (Cassia alata L) memiliki potensi sebagai antibakteri yang dapat diformulasikan menjadi krim, yaitu sediaan setengah padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang terlarut dalam bahan dasar yang sesuai. Nanopartikel memiliki ukuran partikel yaitu 10-1000 nm. Pembuatan sediaan krim memerlukan emulgator dan agen pengental yaitu setil alkohol dan tween 80 yang dapat meningkatkan stabilitas fisik sediaan krim. Penelitian ini bertujuan mengetahui formulasi yang paling optimal serta mengetahui adanya pengaruh variasi setil alkohol dan tween 80 terhadap evaluasi fisik sediaan. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan desain quasy experimental dengan rancangan penelitian onegroup posttest-only design. Hasil yang didapatkan yaitu ukuran partikel ekstrak daun gelinggang 312,43 nm. Hasil evaluasi sediaan acne krim nanopartikel ekstrak daun gelinggang dengan variasi setil alkohol dan tween 80 memenuhi syarat uji evaluasi fisik sediaan krim. Berdasarkan penelitian, formulasi yang paling optimal yaitu formulasi III. Variasi setil alkohol dan tween 80 memiliki pengaruh terhadap uji organoleptis, viskositas, daya sebar dan daya lekat.

Page 1 of 2 | Total Record : 19