cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Media Clay Tepung sebagai Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Suhaenah, Elis; Komala, Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena masih rendahnya kreativitas anak terutama di area seni. Hal ini terlihat saat peneliti melakukan observasi kepada anak dengan hasil belum berkembang saat membuat suatu karya bebas tanpa diberi contoh oleh guru. Berdasarkan hasil analisis observasi yang dilakukan peneliti bahwa kurangnya kreativitas pada anak disebabkan pembelajaran yang kurang menarik, maka diperlukan pembelajaran yang dapat menstimulasi peningkatan kemampuan kreativitas pada anak secara optimal salah satunya permainan clay tepung. Penelitian ini bertujuan menjelaskan tentang penerapan permainan clay tepung dalam meningkatkan kemampuan kreativitas anak usia 4-5 tahun di Kober Qurrotu’ain Al Istiqomah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif dengan metode deskriftif. Subjek penelitiannya yaitu anak usia 4-5 tahun berjumlah lima anak, empat perempuan dan satu laki-laki. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data dan pembuatan kesimpulan. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilaksanakan di semester 2 Tahun Ajaran 2021/2022. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan kreativitas. Penelitian yang dilakukan menngalami peningkatan yang signifikan mulai dari perkembangan anak Mulai Berkembang selanjutnya dengan capaian Berkembang Sesuai Harapan, dan pertemuan terakhir dengan hasil Berkembang Sangat Baik. Hal ini menunjukkan bahwa dengan permainan media clay tepung akan meningkatkan perkembangan kreativitas anak usia 4-5 tahun. This research was conducted because children's creativity is still low, especially in the art area. This can be seen when researchers observe children with undeveloped results when doing free work without being given an example by the teacher. Based on the results of the analysis of observations made by researchers that the lack of creativity in children is caused by learning that is less interesting, it is necessary to study what can stimulate the optimal increase of creativity abilities in children, one of which is the flour and clay game. This study aims to explain the application of flour clay games to improve the creativity skills of children aged 4-5 years in Kober Qurrotu'ain Al Istiqomah. The method used in this research is qualitative with a descriptive method. The research subjects are children aged 4-5 years, totaling five children, four girls, and one boy. This data analysis used data reduction, display data, and conclusion drawing. Data collection techniques are observation, interviews, and documentation, which are carried out in semester 2 of the 2021–2022 academic year. Based on the results of the observations, there was an increase in creativity. The research carried out experienced a significant increase, starting with the development of the child Starting to Develop, then with the achievement of Developing as Expected, and the last meeting with the result of Developing Very Good. This shows that the clay-flour media game will increase the creativity development of children aged 4-5 years.
Congklak: Permainan Tradisional dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka 1-10 pada Anak Usia Dini Fitriani, Fitriani; Nafiqoh, Heni; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berawal dari rendahnya kemampuan mengenal angka pada anak kelompok A di TK Bina Insan Pertiwi. Melalui media permainan tradisional congklak diharapkan dapat mengetahui dan terjadi peningkatan kemampuan anak mengenal angka 1-10 melalui permainan tradisional congklak pada anak kelompok A di TK Bina Insan Pertiwi karena proses tersebut menjadi tujuan dalam penelitian ini. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dijadikan metode dalam penelitian ini. Sebanyak 12 anak kelompok A yang dijadikan subjek dalam penelitian ini. Wawancara, observasi dan dokumentasi dijadikan sebagai alat pengumpulan data. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yaitu reduksi data, display data, kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian dalam delapan kali pertemuan melalui permainan tradisional congklak terbukti anak dapat menunjukan, menyebutkan, mengurutkan dan menulis angka 1-10 secara urut serta dengan benar yang disampaikan oleh guru. Hal ini terlihat hasilnya dari 12 anak yang diteliti, 6 anak menunjukkan berkembang sangat baik (BSB) kemudian yang berkembang sesuai harapan (BSH) yaitu 4 anak, hanya 2 anak saja pada pertemuan kedelapan yang masih membutuhkan bimbingan dari guru, yang berarti guru dinilai melakukan kegiatan seperti yang peneliti inginkan. This study began with the low ability to recognize numbers in group A children at Bina Insan Pertiwi Kindergarten. Through the traditional game congklak media, it is hoped that there will be an increase in the ability of children to recognize numbers 1–10 through the traditional game of congklak in group A children at Bina Insan Pertiwi Kindergarten, because this process is the goal of this study. Descriptive research with a qualitative approach is used as the method in this study. A total of 12 children in group A were used as subjects in this study. Interviews, observations, and documentation were used as data collection tools. The data analysis technique in this study uses qualitative analysis, namely data reduction, data display, conclusion, or verification. The results of the study in eight meetings through the traditional game of Congklak proved that children could show, mention, sort, and write numbers 1–10 in order and correctly conveyed by the teacher. This can be seen from the results of the 12 children studied: 6 children showed very well developed, whereas those who developed as expected were 4 children. Only 2 children at the eighth meeting still needed guidance from the teacher, which means the teacher is considered to be doing activities as researchers want.
Boneka Tangan dalam Meningkatkan Bahasa Reseptif Anak Usia Dini Irnawati, Irnawati; Nuraeni, Lenny
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasari oleh kemampuan bahasa reseptif pada anak di kelompok B di Kober Tunas Mahardika yang belum berkembang sesuai harapan. Anak belum bisa atau belum mampu dalam menyimak sebuah cerita. Dengan begitu, penggunaan media boneka tangan sangat tepat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif pada anak kelompok B di Kober Tunas Mahardika. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak melalui media penggunaan boneka tangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode deskriftif kualitatif dengan observasi secara langsung. Penelitian ini dilakukan selama enam kali pertemuan, dengan jumlah anak sebanyak tujuh orang anak yang terdiri dari empat orang laki-laki dan tiga orang perempuan. Analisis data melalui reduksi data, display data, kemudian menarik kesimpulan. Pada pertemuan awal terlihat bahwasannya anak belum berkembang, beda halnya ketika setelah dilakukan pertemuan sebanyak enam kali pertemuan anak mulai berkembang sesuai harapan dengan indikator anak bisa menyimak dengan baik. Respon anak pada kegiatan ini sangat baik, antusias, serta aktif dalam bertanya. Serta anak termotivasi dalam melakukan bercerita dengan boneka tangan. This research is based on the receptive language abilities of children in group B in Kober Tunas Mahardika, which have not developed as expected. Children cannot or are not capable of listening to a story. In this way, the use of hand puppets is very appropriate to be applied to improve receptive language skills in group B children in Kober Tunas Mahardika. This research aims to improve children's receptive language skills through the use of hand puppets. The method used in this research is a qualitative descriptive method with direct observation. This research was conducted over six meetings with a total of seven children, consisting of four boys and three girls. Data analysis involves data reduction, data display, and concluding. At the initial meeting, it was seen that the child had not yet developed; this was different when, after six meetings, the child began to develop according to expectations, with indicators that the child could listen well. The children's response to this activity was very good, enthusiastic, and active in asking questions. And children are motivated to tell stories with hand puppets.
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Simbolik Anak Usia Dini dengan Aplikasi PowerPoint Mariam, Mariam; Nafiqoh, Heni; Atika, Ayu Rissa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir simbolik merupakan kemampuan anak dalam berpikir kreatif bahkan dapat menggunakan simbol-simbol untuk membayangkan angka, benda, maupun bentuk tanpa langsung menghadirkan didepan anak. Media powerpoint dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan Media Powerpoint dalam meningkatkan kemampuan Berpikir simbolik anak usia 5 tahun. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan metode desktiptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah anak usia 5 tahun di TK Islam Al Azhar 30, dengan jumlah 3 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Analisis data melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verification. Hasil penelitian menunjukan peningkatan yang signifikan antara permainan game powerpoint dalam meningkatkan kemampuan berpikir simbolik pada anak. Penelitian dilakukan selama 5 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa indikator yakni membilang dengan benda 1-20, menyebutkan bilangan 1-20, mengenal konsep bilangan dan menyebut urutan bilangan mulai dari Mulai Berkembang (MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Hal tersebut menunjukan bahwa media gamepowerpoint dapat meningkatkan kemampuan berpikir simbolik pada Anak kelompok B di TK Islam Al-Azhar 30 Bandung. Symbolic thinking is a child's ability to think creatively and even use symbols to imagine numbers, objects, and shapes without directly presenting them in front of the child. PowerPoint media can be a solution to improve children's symbolic thinking skills. This study aims to determine the use of PowerPoint media in improved the symbolic thinking ability of children aged five years. The research method uses a qualitative and descriptive method. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The research subjects were children aged five years in Al Azhar Islamic Kindergarten 30, with three boys and four girls. Data analysis is the process of data collection, reduction, presentation, and verification. The results showed a significant increase in PowerPoint games in improving symbolic thinking skills in children. The research was conducted in five meetings. The results showed that there were several indicators, namely numbering with objects 1–20, mentioning numbers 1–20, recognizing the concept of numbers, and mentioning the sequence of numbers starting from Starting to Develop, Developing According to Expectations, and Developing Very Well. This shows that the PowerPoint game medium can improve symbolic thinking skills in group B children at Al-Azhar Islamic Kindergarten 30 Bandung.
Aplikasi Zoom sebagai Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Usia 5-6 Tahun Permatasari, Maya; Aprianti, Ema
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru telah dituntut untuk lebih kreatif pada masa pandemi virus corona, mengenai penyampaian materi. Pengajaran dengan media yang menarik sehingga meningkatkan minat belajar peserta didik. Oleh karenanya pemilihan aplikasi zoom sebagai media pembelajaran dapat dijadikan solusi  dalam meningkatkan minat belajar anak usia 5-6 tahun. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana peningkatan kreativitas anak usia 5-6 tahun dengan menggunakan aplikasi zoom sebagai media pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian terdiri dari 13 orang anak, dan teknik pengumpulan data yang diambil melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengumpulan data, reduksi data, dan display data merupakan teknik yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian yang didapat dari penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran anak usia 5-6 tahun melalui aplikasi zoom  mempunyai peranan penting dalam meningkatkan minat belajar. Minat belajar anak umumnya dapat meningkat dengan media pembelajaran aplikasi zoom, terjadinya perubahan peningkatan pada karakter dasar minat belajar, yaitu perasaan senang, ketertarikan, aktivitas dan keterlibatan, pada aspek peningkatan minat belajar ini anak menunjukan perasaan senang, ceria, mulai terbiasa aktif bertanya, dan berbaur. Teachers have been required to be more creative during the coronavirus pandemic regarding material delivery. Teach with interest media to increase student interest in learning. Therefore, this selection of the Zoom application as a learning medium can be used as a solution to increasing interest in learning for children aged 5-6 years. The purpose of this research is to find the extent to which the creativity of children aged 5-6 years increased by using the Zoom application as a learning medium. The research method used in this study is descriptive qualitative with research subjects consisting of 13 children and data collection techniques taken through observation, interview, and documentation. Data collection, reduction data, and display data are techniques used in this research. The results obtained from this study show that the implementation of learning for children aged 5-6 years through the Zoom application has a role in increasing interest in learning. Children’s learning interest can generally increase with the Zoom application learning media, so there is an increase in the basic character of interest in learning, namely feelings of pleasure, interest in activities, and involvement in this aspect of increasing interest in learning, children show feelings of joy and happiness, starting to get used to actively asking and mingling.
Pengembangan Media Ular Tangga untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan 1-6 Anak Usia Dini Azzahra, Divia Zeniva; Nafiqoh, Heni; Rakhman, Anita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kognitif anak usia, dini dibagi menjadi tiga tahap perkembangan, yaitu pengetahuan umum dan ilmiah, konsep bentuk, ukuran dan pola, konsep angka, simbol angka dan huruf. Dengan demikian, pemahaman konsep bilangan merupakan landasan yang kokoh bagi anak dalam pengembangan kemampuan matematika kompleks pada tahap selanjutnya. Salah satu media yang dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan adalah media ular tangga. Media ular tangga ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan, selain itu dapat juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menarik bagi anak. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa media ular tangga untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan 1-6 kelompok A. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D). Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan statistika deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan memperoleh hasil penilaian sebesar 97% termasuk kategori berkembang sesuai harapan (BSH). Hasil validasi ahli materi mendapatkan persentase 85% dari kelayakan media mendapatkan persentase 95%. Sedangkan hasil validasi praktisi mendapatkan persentase 92,6%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa produk hasil pengembangan berupa media ular tangga untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan 1-6 layak digunakan.   Early childhood cognitive development is divided into three stages of development, namely general knowledge and science, the concept of shape, size, and pattern, and the concept of numbers, symbols of numbers, and letters. So understanding the concept of numbers is a strong foundation for children to develop complex mathematical abilities at a later stage. One of the media that can improve the ability to recognize the concept of numbers is the snake and ladder media. This snake and ladder medium can be used to improve the ability to recognize the concept of numbers; besides that, it can also be used as an interesting learning medium for children. For this reason, the purpose of this research is to produce a product in the form of snakes and ladders to improve the ability to recognize the concept of numbers 1-6 in group A. The type of research used is research and development (R&D). Data was collected using observation, interviews, and documentation. The analysis technique uses descriptive statistics. Based on the results of research conducted on the development of snakes and ladders media for the ability to recognize the concept of numbers 1-6, which obtained an assessment result of 97%, including the category of developing as expected (BSH), The results of material expert validation get a percentage of 85% of the media's eligibility to get a percentage of 95%. While the results of practitioner validation get a percentage of 92.6%, Thus, it can be concluded that the product developed in the form of snakes and ladders to improve the ability to recognize the concept of numbers 1-6 is feasible to use.
Mendongeng: Metode Pembelajaran untuk Mengembangkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Asiah, Asiah; Rohmalina, Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini dilatarbelakangi karena kurangnya stimulasi dalam kemampuan bahasa anak pada kelompok B di PAUD Nurul Jihad, karena kurangnya stimulasi dalam kegiatan pembelajaran maka berimbas pada kurangnya kemampuan Bahasa pada anak. Dengan adanya permasalahan tersebut perlu adanya suatu upaya untuk mengembangkan Bahasa anak, salah satunya adalah kegiatan yang dapat menyenangkan bagi anak dan mempunyai banyak pesan didalamnya salah satu kegiatan tersebut ialah  mendongeng, cerita dongeng dibuat sangat ringan sehingga anak  mudah untuk mencerna. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak melalui metode mendongeng. Pelaksanaan penelitian di PAUD Nurul Jihad yaitu pada anak usia 5-6 tahun kelompok B yang berjumlah lima anak yaitu dua laki-laki dan tiga anak perempuan, adapun Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara dan analisis data menggunakan display data, reduksi data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian mengembangkan Bahasa anak terlihat hasil akhir anak menjadi aktif,  komunikatif, dapat menceritakan kembali dongeng dan anak dapat menjawab pertanyaan. This article is motivated by the lack of stimulation in children's language skills in group B at PAUD Nurul Jihad because the lack of stimulation in learning activities has an impact on the lack of language skills in children. With these problems, it is necessary to make an effort to develop children's language, one of which is an activity that can be fun for children and has many messages in it. One of these activities is storytelling; fairy tales are made very light so children are easy to digest. The purpose of this study was to develop children's language skills through the storytelling method. The implementation of research in PAUD Nurul Jihad, namely in children aged 5–6 years in group B, totaling five children, namely two boys and three girls, was done using the qualitative descriptive method with data collection techniques using observation, documentation, and interviews, and data analysis using display data, data reduction, and concluding. Based on the results of research on developing children's language, it can be seen that the result of children being active, communicative, able to retell fairy tales, and able to answer questions.
Youtube sebagai Media Audio Visual dalam Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Rohayati, Cici; Nuraeni, Lenny
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan kognitif merupakan bentuk perkembangan anak yang berkaitan dengan kemampuan memperoleh makna dari pengetahuan, pengalaman dan informasi, karena di zaman milenial ini informasi sangat mudah untuk didapatkan salah satu nya dengan youtube, youtube juga telah banyak dijadikan media untuk meningkatkan kemampuan area kognitif anak oleh sebagian orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperjelas peran media YouTube dalam meningkatkan keterampilan kognitif anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Metodologi pengumpulan data penelitian ini adalah hasil observasi lingkungan dan wawancara dengan tiga orang tua yang menggunakan YouTube sebagai stimulus untuk meningkatkan kemampuan perkembangan kognitif anaknya. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, paparan atau sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat beberapa kemampuan yang dapat ditingkatkan melalui media audio visual berbasis youtube yaitu mengenal angka dan alfabet menghafal nama-nama hewan dan mengekplorasi cerita yang ditonton, berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media audio visual berbasis youtube bisa meningkatkan kemampuan kognitif. Seperti mengenal angka, mengenal hewan dan mengekplorasi cerita yang ditonton. Meskipun demikian, dalam penggunaan youtube tetap harus selalu dalam pengawasan orang tua. Vocabulary fluency is very important for early childhood because the amount of vocabulary they have will affect their speaking ability, but learning about this vocabulary is not fun for children. This is caused by several factors, both from the teacher and the media and learning methods used to support it. So the snake and ladder media can help children learn about vocabulary development; therefore, this study aims to determine the process of applying snake and ladder media to developing group B vocabulary at the Al-Ikhlas PAUD Post. This study used the descriptive-qualitative method. The subjects in this study were children in group B aged 5-6 years as many as 5 people and the data collection techniques in this study were through observation techniques, processing the collected data, analyzing using data, displaying data, and drawing conclusions. The application of this medium is done by letting the child arrange each ladder according to the order of the letters, then playing it and becoming the main pawn to pass each box that contains vocabulary, and then the child reads every word he passes. Based on the results of this study, show that the application of snake ladder media can help children develop their vocabulary so that children can understand
Media Smart Board: Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Mulyani, Cucu; Westhisi, Sharina Munggaraning; Musfita, Regita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini disebabkan masih adanya kapasitas anak dalam berhitung belum berkembang. Untuk itu perlu adanya upaya untuk meningkatkan kemampuan berhitung melalui media pembelajaran yang menarik yaitu dengan  media smart board. Adapun penelitian ini bertujuan  untuk peningkatkan kemampuan berhitung kelompok B di KOBER Mekar Arum dengan menggunakan media smart board. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 12 anak, delapan laki-laki dan empat perempuan. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan berupa reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan penelitian di lapangan menunjukan adanya peningkatan kemampuan berhitung, pada awalnya masih ada  anak yang belum berkembang. Kemudian setelah dilakukan penelitian pada tahap pertama 6 anak yang belum berkembang dan 6 anak mulai berkembang dan sampai pada tahap terakhir kemampuan anak berkembang sangat baik. Dengan demikian penggunaan media smart board dapat meningkatkan kemampuan berhitung kelompok B di KOBER Mekar Arum. The background of this research is because the children's capacity to count has not yet developed. For this reason, it is necessary to make efforts to improve numeracy skills through interesting learning media, namely smart boards. This research aims to increase the numeracy ability of group B in KOBER Mekar Arum by using smart board media. The research method used is descriptive-qualitative, with research subjects of as many as 12 children, eight boys, and four girls. The data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis is used in the form of data reduction, displaying data, and drawing conclusions. Based on research in the field, there was an increase in numeracy skills, but at first, there were still children who had not developed them. Then, after doing research, in the first stage, six children have not developed, six children begin to develop, and until the last stage, there is the ability of children to develop very well. Thus, the use of smart board media can improve group B's numeracy skills at KOBER Mekar Arum.
Pembelajaran Seni Tari Tradisional dalam Upaya Peningkatan Motorik Kasar Bagi Anak Usia Dini Aisyah, Elis Siti; Rohmalina, Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran seni tari tradisional adalah salah satu strategi dan stimulus bagi anak usia dini dalam mengembangkan fisik dan motorik kasarnya. Penelitian dilakukan karena terdapat beberapa anak dengan koordinasi gerak yang belum baik. Peneliti merasa perlu untuk memberikan pembelajaran menari sebagai solusi dari masalah tersebut. Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan gerak motorik kasar anak usia dini di Kober Arafah melalui seni tari tradisional Sakadang Buruy. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah anak kelompok B di Kober Arafah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya teknik analisis data dilakukan melalui data statistik deskriptif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan secara bertahap. Penelitian dilakukan dalam 4 siklus dan setiap siklus dilakukan dalam 2 pertemuan. Pada siklus satu diperoleh data sebanyak 70% anak mencapai tahap berkembang sesuai harapan, siklus 2 masih belum ada perkembangan, peningkatan terjadi pada siklus 3 menjadi 80% pada anak yang berkembang sesuai harapan. Siklus 4 berubah menjadi 60% untuk yang berkembang sesuai harapan dan 30% berkembang sangat baik. Dengan demikian pembelajaran seni tari tradisional yang diberikan dapat menjadikan aspek  motorik kasar anak kelompok B meningkat di Kober Arafah Bandung.   Traditional dance learning is one of the strategies and stimuli for early childhood in developing their physical and gross motor skills. The research was conducted because there were some children with poor movement coordination. Researchers feel the need to provide dance lessons as a solution to this problem. The purpose of this research is to improve the gross motoric movements of early childhood in Kober Arafah through the traditional dance of Sakadang Buruy. The research method used was classroom action research. The research subjects were group B children in Kober Arafah. Data was collected through observation, interviews, and documentation. Furthermore, the data analysis technique is carried out through descriptive statistical data. The results obtained in the study showed a gradual increase. The research was conducted in 4 cycles, and each cycle was carried out in 2 meetings. In the first cycle of data obtained, as much as 70% of children reached the stage of development as expected; in cycle 2, there was still no development. The increase occurred in cycle 3 to 80% in children developing as expected. Cycle 4 changes to 60% in children developing as expected and 30% in children developing very well. Thus, the teaching of traditional dance that was given succeeded in increasing the gross motor skills of group B children in Kober Arafah.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue