cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
PERAN GURU PAUD DALAM MENGELOLA ANAK HIPERAKTIVITAS PADA PROSES PEMBELAJARAN Restya, Dhifa Noor; Wulandari, Hayani
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menyoroti pentingnya peran guru PAUD dalam mengatasi hiperaktivitas anak selama pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, yang kemudian dikaitkan dengan teori behavior modification. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Tujuan penelitian ini adalah memahami dan menjelaskan peran guru PAUD dalam memberikan dukungan emosional dan sosial, membentuk struktur dan rutinitas, memberikan motivasi dan stimulasi belajar, serta berkolaborasi dengan orang tua anak hiperaktif selama proses pembelajaran. Penelitian ini melibatkan guru PAUD di Purwakarta. Hasil menunjukkan bahwa peran guru PAUD sangat krusial dalam mengelola anak hiperaktif. Guru yang memahami dengan baik hiperaktivitas dan menerapkan strategi pengelolaan, menggunakan pendekatan behavior modification dengan penguatan positif, penataan lingkungan terstruktur, dan strategi pengelolaan diri, dapat membawa perubahan positif pada perilaku anak tersebut. Kolaborasi antara guru PAUD, orang tua, dan ahli juga memberikan dampak signifikan, memungkinkan pemahaman yang lebih holistik tentang kebutuhan anak hiperaktif.
PERAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM MENGELOLA EMOSI ANAK USIA DINI : PERAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM MENGELOLA EMOSI ANAK USIA DINI Hanifah, Siti; Kurniati, Euis
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran guru dalam mengelola emosi anak telah menjadi hal yang penting dalam pendidikan saat ini. Dalam era pendidikan saat ini, pengelolaan emosi anak menjadi perhatian utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penting guru PAUD dalam mengelola emosi anak. Metode penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review untuk merangkum literatur yang berkaitan dengan peran guru PAUD dalam mengelola emosi anak usia dini. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan mencari artikel dari database melalui Google Schoolar melalui pencarian terstruktur dan komprehensif pada sumber informasi yang dapat dipercaya. Artikel yang telah dipilih dengan proses peninjauan kemudian dianalisis  secara mendalam. Analisis data memiliki peran penting dalam tahapan ini dan data dipilih terkait peran guru dalam mengelola emosi anak usia dini. Sebanyak 10 artikel dipilih sebagai fokus utama dalam penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah data tematik. Proses seleksi dilakukan dengan baik dan mempertimbangkan kualitas literatur serta isi artikel untuk memberikan wawasan yang mendalam tentang topik tersebut, kemudian hasil yang didapatkan akan dibuat kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini memperjelas bahwa peran guru tidak hanya sebatas menyampaikan materi pendidikan, tetapi juga sebagai agen kunci dalam membentuk fondasi emosional anak.   The role of teachers in managing children's emotions has become important in education today. In the current era of education, managing children's emotions is a major concern. This research aims to determine the important role of ECE teachers in managing children's emotions. This research method uses a systematic literature review to summarise literature related to the role of ECE teachers in managing the emotions of early childhood. The data collection technique was obtained by searching for articles from the database via Google Scholar through a structured and comprehensive search of reliable information sources. Articles that have been selected through a review process are then analysed in depth. Data analysis has an important role in this stage, and the data selected related to the role of teachers in managing the emotions of early childhood. A total of 10 articles were selected as the main focus of the research. The analysis technique used is thematic data. If the selection process is carried out well and considers the quality of the literature and the content of the articles to provide in-depth insight into the topic, then a conclusion will be drawn from the results obtained. The conclusions of this research make it clear that the teacher's role is not only limited to delivering educational material but also to being a key agent in forming children's emotional foundations.
Tari Jaipong: Implementasi Tari dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini Triska, Rina Nenggi; Zahro, Ifat Fatimah; Westhisi, Sharina Munggaraning
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan guru dalam menstimulasi kemampuan motorik kasar anak usia dini sehingga anak bosan dan jenuh pada saat melakukan pembelajaran. Maka diperlukan  hal yang baru untuk untuk menarik minat belajar anak dan salah satu caranya adalah dengan tari jaipong yang di laksanakan 2 kali dalam seminggu ketika pembelajaran gerak dan lagu, dan setelah senam irama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan stimulasi motorik kasar anak usia 5-6 tahun melalui tari jaipong, respon anak, dan kendala yang dialami oleh guru pada saat implementasi tari jaipong. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi atau penarikan kesimpulan dengan bejumlah 10 orang anak kelompok B. Hasil dari penelitin ini, guru membuat terlebih dahulu RPPM dan RPPH berdasarkan kurikulum 13  anak sangat antusias ketika mengikuti kegiatan, anak tidak kaku pada saat melakukan gerakan. Maka dapat disimpulkan bahwa pemilihan seni tari jaipong dapat menjadi alternatif untuk menstimulasi  kemampuan motori kasar anak usia 5-6 Tahun, dengan gerakan gerakan yang sederhana yang dapat ditirukan oleh anak, serta sebagai alternatif untuk mengenalkan budaya daerah sejak dini. This research was motivated by the low ability of teachers to stimulate the gross motor skills of young children so that children get bored and fed up when learning. So new things are needed to attract children's interest in learning and one way is with the Jaipong dance which is held twice a week when learning movements and songs, and after rhythmic gymnastics. This research aims to determine the planning for gross motor stimulation of children aged 5-6 years through Jaipong dance, the children's responses, and the obstacles experienced by teachers when implementing Jaipong dance. The research method used is descriptive with a qualitative approach, and data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The analysis techniques used were data reduction, data presentation, verification, and concluding with a total of 10 group B children. The results of this research were that the teacher first made RPPM and RPPH based on the curriculum. 13 children were very enthusiastic when taking part in the activities, and the children were not stiff at the time. make a move. So it can be concluded that choosing Jaipong dance art can be an alternative for stimulating the gross motor skills of children aged 5-6 years, with simple movements that children can imitate, as well as an alternative for introducing regional culture from an early age.
Limbah Sekam Padi: Pengembangan Bahan Ajar dengan Mencetak terhadap Kreativitas Seni Rupa Anak Usia Dini Hadianti, Hani; Nurunnisa, Rita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berawal dari rendahnya kreativitas seni rupa dan media yang jarang digunakan pada anak kelompok B di Kober Dahlia. Melalui pengembangan bahan ajar limbah sekam padi dengan teknik mencetak diharapkan kreativitas seni rupa anak meningkat karena g uru merasa kesulitan dalam menerapkan metode pembelajaran yang tepat selama proses pembelajaran dengan tujuan penelitian mengembangkan produk berupa bahan ajar limbah sekam padi tersebut dengan teknik mencetak untuk meningkatkan kreativitas seni rupa anak kelompok B. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Subjek peneltian ini berjumlah 14 anak yaitu pada uji coba terbatas terdiri dari 4 anak dan uji coba luas terdiri dari 10 anak. Untuk memperoleh data penelitian, teknik pengumpulan data dilakukan dengan beberapa instrumen, yaitu observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Teknik pengolahan analisis data pada penelitian ini dilaksanakan secara kualitatif yang dikategorikan analisis deskriptif dan analisis statistik. Peneliti melakukan uji coba 3 tahap yaitu dilakukan valiadasi oleh ahli media dan materi serta uji coba terbatas dan ujicoba luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar limbah sekam padi dengan teknik mencetak yang telah dikembangkan melalui validasi ahli dinyatakan layak digunakan dan ujicoba terbatas serta ujicoba luas dengan hasil peningkatan rata-rata 80,28% serta dapat meningkatkan kreativitas seni rupa anak kelompok B Kober Dahlia.   This research started with the low creativity of art and media that are rarely used by group B children in Kober Dahlia. Through the development of rice husk waste teaching materials with printing techniques, it is hoped that children's artistic creativity will increase because teachers find it difficult to apply appropriate learning methods during the learning process. The aim is to develop research products in the form of rice husk waste teaching materials with printing techniques to increase children's artistic creativity. group B. This study used the research and development (R&D) method. The subjects of this study were 14 children, namely, the limited trial consisted of 4 children and the broad trial consisted of 10 children. To obtain research data, data collection techniques were carried out with several instruments, namely observation, interviews, field notes, and documentation. The data analysis processing technique in this study was carried out qualitatively, which was categorized as descriptive analysis and statistical analysis. Researchers conducted a three-stage trial, namely validation by media and material experts as well as limited trials and broad trials. The results showed that rice husk waste teaching materials with printing techniques that had been developed through expert validation were declared suitable for use after limited trials and extensive trials, with an average increase of 80.28%, and could increase the artistic creativity of Kober Dahlia's group B children.
Metode Cantol Roudhoh: Metode Pengajaran dalam Mengem-bangkan Kemampuan Membaca Anak Kelompok B Cartika, Ika; Aprianti, Ema
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mengembangkan kemampuan bahasa  anak diperlukan pola yang tepat agar kemampuan bahasa berkembang optimal. Kemampuan bahasa dapat ditingkatkan melalui metode cantol roudhoh yang menarik untuk peserta didik karena disampaikan dengan cara belajar sambil bermain dan bernyanyi. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat peningkatan kemampuan membaca awal menggunakan metode cantol roudhoh pada kelompok B di Kober Arafah Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu sebuah metode yang sifatnya mendeskripsikan, dengan analisis yang merujuk pada  data dan teori yang ada  dengan teknik pengumpulan data melalui  observasi, wawancara dan dokumentasi dengan subjek penelitian berjumlah delapan anak. Teknik pengumpulan data dan reduksi data menjadi teknik yang digunakan dalam penelitian ini. Sebelum penelitian, terdapat empat anak belum berkembang (BB) dan empat anak mulai berkembang (MB) dalam memahami cerita yang disampaikan, dan mampu menyebutkan suku kata. Melalui kegiatan pembelajaran cantol roudhoh ini, menunjukkan hasil penelitian terdapat dua anak yang berkembang sesuai harapan (BSH) dan enam anak berkembang sangat baik (BSB). Anak mulai memahami suku kata dan cantolan kata, memahami cerita yang disampaikan, mampu menebak kata dan mampu meniru huruf. Selain itu anak juga mampu menjawab pertanyaan sederhana. Dengan cantol roudhoh, pemahaman membaca peserta didik terbukti meningkat.   To improve language skills in children, appropriate methods are needed so that language skills develop optimally. Language skills can be improved by using the cantol roudhoh method, which is interesting for children because it is delivered by learning while playing and singing. This research was conducted because the ability to read has not reached the minimum standard according to the standard rules. The purpose of this study was to improve early reading skills through the cantol roudhoh method in group B in Kober Arafah, Bandung City. This study uses a qualitative descriptive method, which is a method that is descriptive in nature, with analysis that refers to existing data and theories and data collection techniques through observation, interviews, and documentation methods. Subjects in the study amounted to eight children. Before the study, there were four out of eight children who were still underdeveloped  and four children were starting to develop  in understanding the story being told and mentioning syllables and words well. After the learning process using the cantol roudhoh method showed the results of the study, there were two children who developed as expected  and six children who developed very well. Children begin to understand syllables and word hooks, understand the story being told, are able to guess words, and are able to imitate letters. In addition, children are also able to answer simple questions. Overall, the cantol roudhoh method can improve reading skills in children in Group B.
PENGEMBANGAN MEDIA MONTASE TIGA DIMENSI BERBASIS BARANG BEKAS DALAM MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK DI POSPAUD GRAHA BERSERI Novianti, Novianti; Wulansuci, Ghina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak usia dini diperlukan media yang tepat, salah satunya dengan menggunakan media montase. Media montase adalah sebuah hasil karya seni dengan menggunakan teknik menempel gambar dari beberapa sumber dalam suatu media lalu dikombinasikan menjadi susunan karya yang baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui layak tidaknya media montase yang akan dikembangkan menjadi media tiga dimensi. Penelitian ini adalah penelitian RnD, dengan menggunakan prosedur pengembangan Borg n Gall. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik Pospaud Graha Berseri Cilame Ngamprah Bandung Barat yang berjumlah 16 anak. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi dan angket, kemudian dianalisis dengan mengkombinasikan analisis data kualitatif deskriptif dan data statistik deskriptif kuantitatif. Data kualitatif didapat dari penilaian kualitas produk berupa saran dan masukan dari ahli media, ahli materi dan praktisi. Sedangkan data kuantitatif dihasilkan dari angket. Hasil penilaian dari media yang dikembangkan mendapat nilai persentase 70% dengan kriteria “Baik”, dari ahli media diperoleh nilai 75% dengan kriteria “Baik” dan dari praktisi 60 % juga dengan kriteria “Baik”
PENERAPAN MEDIA PAPAN PERMAINAN BERPUTAR INTERAKIF BERBASIS KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK PADA KELOMPOK B Nurhikmah, Indah; Rohmalina, Rohmalina; Rizkita, Diantifani
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berbicara anak masih cukup rendah dan masih terdapat kosakata yang digunakan oleh guru belum mampu dimengerti oleh anak, dimana guru hanya menggunakan metode bercerita menggunakan buku dalam mengembangkan berbicara anak sehingga pembelajaran kurang efektif, hal ini membuat anak mudah bosan dan asik bermain sendiri selama pembelajaran berlangsung,  oleh karena itu diperlukan penerapan media papan permainan berputar pada kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berbicara pada anak. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses penerapan media papan permainan berputar interaktif berbasis karakter dalam meningkatkan kemampuan berbicara pada anak kelompok B. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis data deskriftif. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B yang berjumlah lima orang anak kelompok B di TK Kartika X-14 dan teknik pengumpulan data kualitatif yaitu menganalisis data yang sudah terkumpul dan hasil observasi dan dokumentasi yang menyajikan data berbentuk deskritif. Analisis data pada penelitian ini mengumpulkan analisis data deskriptif. Berdasarkan penelitian ini bahwa dengan adanya peningkatan dalam penerapan media papan permainan berputar interaktif  berbasis karakter dapat membantu anak untuk meningkatkan kemampuan berbicara pada anak kelompok B. Dari hasil akhir penelitian terhadap lima anak kelompok B terdapat dua anak yang kemampuan berbicaranya mulai berkembang dan terdapat tiga anak yang kemampuan berbicaranya sesuai harapan Children's speaking ability is still quite low, and there is still vocabulary used by teachers that cannot be understood by children. Teachers only use the method of telling stories using books to develop children's speaking, so that learning is less effective. This makes children easily bored and enjoys playing alone for a long time. Learning is taking place; therefore, it is necessary to apply rotating board game media to learning activities to improve children's speaking skills. Thus, this research aims to find out how the process of implementing character-based interactive rotating board game media improves speaking skills in group B children. The research method used is descriptive-qualitative with descriptive data analysis. The subjects of this research were five group B children at Kindergarten Kartika. Data analysis in this research collects descriptive data. Based on this research, an increase in the application of character-based interactive rotating board game media can help children improve their speaking abilities in group B. From the final results of the research on five group B children, there were two children whose speaking skills began to develop, and three children whose speaking abilities met expectations.
Pengenalan Asmaul Husna melalui Video Pembelajaran untuk Anak Usia Dini Sukatmiatun, Nunung
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dalam pengenalan Asmaul Husna melalui video pembelajaran untuk anak usia dini, merupakan permasalahan dan solusi untuk Kober Arafah, karena media yang kurang  menarik dan monoton sehingga anak menjadi bosan.Tujuan penelitian ini meningkatkan motivasi yang menyenangkan dengan  menggunakan video pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan pada anak keompok B  berjumlah 10 anak. Prosedur yang digunakan perencanaan, pelaksanaan,  pengamatan (observasi) dan refleksi.Tehnik pengumpulan data yang dilakukan adalah obsevasi. Analisa data dengan menggunakan statistika deskriptif dalam bentuk persentase. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil observasi tahapan pra siklus bahwa melafalkan kalimat Asmaul Husna dengan benar pada kriteria Mulai Berkembang (MB) sebanyak 30%, dan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 70%, mengikuti gerakan dalam mengenal Asmaul Husna pada kriteria mulai berkembang 50%, dan berkembang sesuai harapan 50%, sedangkan memahami arti dari Asmaul Husna pada kriteria mulai berkembang 30%, dan berkembang sesuai harapan 70%. Pada siklus I menunjukkan kemajuan pada melafalkan kalimat Asmaul Husna pada kriteria BSH 20%, berkembang sangat baik (BSB) 80%, mengikuti gerakan mengenal Asmaul Husna pada kriteria BSH 20% dan BSB 80%, memahami arti  pada kriteria BSH 30%,  dan BSB 70%. Dari hasil penelitian ini mempermudah anak usia dini dalam pengenalan Asmaul Husna melalui video pemmbelajaran. Research on introducing Asmaul Husna through learning videos for early childhood is a problem and solution for Kober Arafah because the media is less interesting and monotonous, so children become bored. This research aims to increase fun motivation by using learning videos. The type of research used is classroom action research (PTK). This research was conducted on 10 group B children. The procedures used are planning, implementation, observation, and reflection. The data collection technique used is observation. Data analysis uses descriptive statistics in the form of percentages. Based on data analysis, it was obtained from observations of the pre-cycle stages that pronouncing Asmaul Husna sentences correctly on the Starting to Develop (MB) criteria was 30%, and the Developing According to Expectations (BSH) criteria was 70%. Following the movement in recognizing Asmaul Husna on the Starting to Develop criteria was 50% and developed according to 50% expectations, while understanding the meaning of Asmaul Husna in the starting criteria developed 30% and developed according to 70% expectations. In the first cycle, progress was shown in reciting Asmaul Husna sentences at the BSH 20% criteria, very well developed (BSB) 80%, following the movement to get to know Asmaul Husna at the BSH 20% and BSB 80% criteria, understanding the meaning at the BSH 30% criteria, and BSB 70%. The results of this research make it easier for young children to introduce Asmaul Husna through learning videos.
Implementasi Metode Tilawati melalui Kartu Peraga untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Reseptif Pada Anak Usia Dini Saadah, Ai Siti; Aprianti, Ema
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa merupakan kemampuan yang harus dimiliki anak. Dalam penerapannya membutuhkan beberapa metode pembelajaran. Dengan adanya metode pembelajaran membuat anak merasa mudah dan menyenangkan saat belajar. Namun metode pembelajaran yang digunakan dinilai kurang menarik minat anak khusunya dalam belajar huruf hijaiyah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode tilawati melalui kartu peraga untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif pada kelompok B di RA Daarul Amanah. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dengan sampel data anak kelompok B usia 5-6 tahun berjumlah 10 anak di RA Daarul Amanah. Pengolahan data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan metode tilawati melalui kartu peraga efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penerapan metode tilawati melalui kartu peraga yang dilakukan dengan cara anak mendengarkan dan menyebutkan kembali huruf hijaiyah. Kemudian hasil dari metode tilawati melalui kartu peraga menunjukan bahwa kemampuan bahasa reseptif anak meningkat yaitu pada tahap awal menunjukkan satu anak belum berkembang, tujuh anak mulai berkembang dan satu anak berkembang sesuai harapan menjadi dua anak berkembang sesuai harapan dan delapan anak berkembang sangat baik. Terlihat ketika anak mampu mendengarkan dan menyebutkan kembali huruf hijaiyah dengan baik dan benar sesuai dengan makhrojul huruf. Language is an ability that must be possessed by children. In its application, it requires several learning methods. The learning method makes children feel easy and fun while learning. However, the learning method used is considered less attractive to children, especially in learning hijaiyah letters. This study aims to describe the application of the Tilawati method through display cards to improve receptive language skills in group B at RA Daarul Amanah. This study used a qualitative descriptive methodology with observation, interview, and documentation techniques with a sample of 10 children in group B aged 5–6 years in RA Daarul Amanah. Data processing uses data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the tilawati method through visual cards was effectively used in learning activities. The application of the tilawati method through display cards is done by children listening to and repeating the hijaiyah letters. Then the results of the tilawati method through display cards showed that the children's receptive language skills increased, namely in the early stages, where one child had not developed, seven children began to develop, one child developed as expected, two children developed as expected, and eight very well developed children. It can be seen when the child can listen and recall the hijaiyah letters properly and correctly by the makhrojul letters.
Digital Storytelling: Penerapan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Usia 5-6 Tahun Nurelah, Elah; Nuraeni, Lenny
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang pendidikan anak usia dini dan teknologi telah banyak dilakukan sejak pandemik COVID-19 mulai mewabah, terutama dalam segi perkembangan bahasa reseptif anak. Namun diera digital ini para pendidik dapat memanfaatkan semua aplikasi seperti Digital Storytelling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan media digital storytelling terhadap perkembangan bahasa reseptif anak usia 5-6 tahun di TKA Nurul Ilmi. Metode penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan teknik analisis data model Kemmis dan Taggart yang terdiri atas empat tahapan yakni: rencana, tindakan, pengamatan, dan refleksi pada 19 anak usia 5-6 tahun di TKA Nurul Ilmi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen observasi dan dokumentasi. Data dilakukan dengan menganalisis data menggunakan reduksi data, display data  kemudian menarik kesimpulan. Penelitian dilakukan menggunakan media digital storytelling untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak di TKA Nurul Ilmi. Penelitian ini menunjukkan bahwa dari data sampel 19 anak di TKA Nurul Ilmi Cimahi mulai dari pra siklus sampai siklus dua yang terdiri dari dua pertemuan setiap siklusnya memperlihatkan hasil yang cukup signifikan dengan adanya peningkatan disetiap pertemuan persiklusnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan bahasa reseptif anak dapat ditingkatkan melalui penerapan teknologi media digital storytelling. Hal ini menunjukkan bahwa digital storytelling dapat meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak usia 5-6 tahun. Research on early childhood education and technology has been widely carried out since the COVID-19 pandemic began to become epidemic, especially in terms of the development of children's receptive language. However, in this digital era, educators can take advantage of all applications, such as digital storytelling. This study aims to determine the improvement of digital storytelling media on the development of receptive language for children aged 5–6 years at TKA Nurul Ilmi. The research method uses a classroom action research method with data analysis techniques from the Kemmis and Taggart models, which consist of four stages, namely: planning, action, observation, and reflection, on 19 children aged 5–6 years at TKA Nurul Ilmi. Data collection techniques in this study used observation and documentation instruments. The data is collected by analyzing the data using data reduction, displaying the data, and then concluding. The study was conducted using digital storytelling media to improve children's receptive language skills at TKA Nurul Ilmi. This study shows that from the sample data of 19 children at TKA Nurul Ilmi Cimahi, from pre-cycle to cycle two, consisting of two meetings, each cycle showed significant results with an increase in each meeting per cycle. This study shows that children's receptive language skills can be improved through the application of digital storytelling media technology. This shows that digital storytelling can improve the receptive language skills of children aged 5–6 years.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue